July 23, 2016

Sinopsis The Good Wife Episode 4 - 1


Hye Kyung menemui Tae Joon dan memberitahunya kalau dia sudah mengirim ibu Tae Joon ke rumah sakit rehabilitasi khusus orang tua. Nyonya Oh memang sudah mulai pulih, namun masih kesulitan untuk mengurus diri sendiri. Hye Kyung sendiri sibuk bekerja, jadi tak bisa mengurus sang ibu. Tae Joon pun berterima kasih atas semua bantuan Hye Kyung untuk ibunya. Tae Joon kemudian membahas tentang keterangan yang harus Hye Kyung berikan di persidangan naik bandingnya, Tae Joon berkata kalau sepertinya mereka harus cepat mempersiapkan semuanya. 

“Secepat apa?” tanya Hye Kyung.

“Kami mengajukan bebas bersyarat dua hari lagi. Jaksa Lee bertanya, apa kamu atau anak-anak akan menerima aku jika pembebasanku diterima. Jika mendapat pembebasan bersyarat, persidangannya akan lebih mudah. Tugasmu berkurang dan aku bisa mengurus Ibu,” ucap Tae Joon dan Hye Kyung hanya diam. Ekspresi wajahnya menunjukkan kalau sepertinya dia tak terlalu senang dengan rencana itu. 



Myung Hee dan Joong Won melakukan rapat berdua untuk mengurangi pegawai mereka. Myung Hee kemudian bertanya tentang pengacara baru mereka dan Joong Won terlihat menghindar untuk membahasnya. Di sebrang, Joon Ho terus memperhatikan mereka berdua. Tepat disaat itu Hye Kyung muncul dan bertanya apa yang sedang Joon Ho lakukan. Joon Hoo pun memberitahu Hye Kyung kalau sedang melihat kedua direktur mereka yang  sedang berdiskusi untuk mengurangi pegawai. 


Joon Ho juga memberitahu Hye Kyung kalau dia sudah dipecat dari dua firma hukum, jadi dia bisa tahu apa yang dilakukan pimpinan mereka, walau hanya dengan melihatnya saja. Namun Joon Ho sangat yakin kalau dia tidak akan di keluar kan kali ini. 


Hye Kyung sudah menunggu di ruangan Joong Won dan saat Joong Won datang, Hye Kyung langsung bertanya apa Joong Won baru saja menjalani rapat serius. Pada Hye Kyung, Joong Won hanya mengaku kalau dia dan Myung Hee hanya membicarakan masalah keuangan saja. Joong Won kemudian bertanya apa Hye Kyung sudah mempelajari semuanya dan Hye Kyung menjawab sudah, dia bahkan sudah berlatih semalaman. Eummm... apa akan ada kasus baru lagi untuk Hye Kyung? Penasaran? Yuk lanjut sinopsisnya.


Yeon Joo datang dan sepertinya dia kenal baik dengan Joong Won karena mereka terlihat sangat akrab. Melihat Joong Won dan Yeon Joo yang begitu dekat, Hye Kyung terlihat tak nyaman melihatnya. Hmmm.... apakah Hye Kyung juga mulai suka pada Joong Won? Entahlah...

Kasus yang akan Hye Kyung tangani adalah Bisnis Proyek Renovasi New Town. Yeon Joo kemudian mengatakan kalau harganya 120 ribu dolar per 3,3 meter persegi, jadi kalau di hitung keseluruhannya sampai 72 juta dolar. Karena harga yang sangat mahal, Joong Won pun sampai bercanda dengan Hye Kyung kalau mereka harusnya ganti profesi saja, karena profesi yang sedang Yeon Joo geluti sekarang sangat cepat mendapatkan uang. 

“Jangan licik. Kalau kamu berpikir klienku salah, kamu bisa menuntut kami, bukannya mencoba untuk berdamai,” jawab Yeon Joo atas sindiran Joong Won yang menganggap tarif harga yang dia pasang terlalu mahal. 

“Aku ingin saja. Tapi klienmu berhati-hati agar tidak terjerat hukum. Mustahil merebut lahannya secara paksa jika itu...bisnis pengembangan pribadi dimana pemilik lahannya memiliki...lebih dari 5% dan memiliki tanah itu  selama lebih dari 10 tahun. Berapa persen yang dimiliki klienmu?” tanya Joong Won pada Yeon Joo, namun Hye Kyung yang menjawab kalau klien Yeon Joo kira-kira memiliki 5,1 %. Mendengar itu Joong Won pun bergumam bagaimana mereka semua bisa tahu. 

“Kamu bahkan menemukan pemilik lahan yang sudah pergi 20 tahun lalu... Dan pergi ke Jepang untuk  mendapatkan surat perintah, bukan? Sai Yoichi. Luas tanahnya 39,6 meter persegi,” ucap Hye Kyung. 

“Kami tidak bisa menghubunginya. Kami pikir dia sudah meninggal. Bagaimana kamu bisa menemukannya? Kalian memang pantang menyerah. Aku sungguh menghormati kalian. Apa kamu terbangun tengah malam hanya untuk memikirkan hal itu?” tanya Joong Won dan Yeon Joo tak mau terpancing oleh sindiran Joong Won, dia bahkan menganggap kalau apa yang dikatakan Joong Won adalah pujian untuknya.

Joong Won kemudian berkomentar kalau perusahaan konstruksi yang kuat akan hancur berkat klien Yeon Joo. Hye Kyung menambahkan kalau para anggota asosiasi lainnya. Joong Won lalu blak-blakan bertanya apa Yeon Joo tidak malu mencari uang seperti itu? Dengan yakin Yeon Joo menjawab tidak karena dia hanya melindungi hal kliennya. Dia kemudian menambahkan kalau biaya pajaknya belum termasuk dengan harga yang tadi. Joong Won dan Hye Kyung saling pandang dan tersenyum. Joong Won mengaku kecewa.

“Yeon Joo. Bagaimana caraku mengatakannya, ya? Dulu kamu sangat acuh. Kamu ingin berbeda dari pengacara lain, bahkan kamu memasang  tato dan mengecat rambutmu,” ucap Joong Won dan Yeon Joo pun menjawab kalau dia menyingkirkan semuanya karena kliennya tak suka. 


Tepat disaat itu pengcara Lee muncul dan minta bicara dengan Hye Kyung. Awalnya Hye Kyung menolak dengan alasan kalau mereka sedang mencoba membuat kesepakatan, namun karena Pengacara Lee mengatakan pada Joong Won kalau itu adalah sesuatu yang bermanfaat untuk keuangan perusahaan mereka, tanpa berpikir Joong Won lagi langsung menyuruh Hye Kyung pergi dan untuk urusan dengan Yeon Joo, dia sendiri yang akan mengatasinya. 


Di luar ruangan, Pengacara Lee mengatakan kalau klienya sekarang sedang sangat khawatir dan dia berpikir kalau Hye Kyunga ada di pihaknya maka dia akan merasa tenang. Jadi, Pengacara Lee meminta Hye Kyung untuk datang sebentar ke ruang pertemuan. Hye Kyung kembali menolak, namun Pengacara Lee tak mau tahu. Dia yakin kalau Joong Won pasti memihak padanya, sebab dia sudah menghasilkan banyak untuk firma hukum mereka, jadi Hye Kyung harus datang 10 menit lagi ke ruang pertemuan. Sebelum pergi ke ruang pertemuan, Hye Kyung turun menuju ruangannya sendiri.


Melihat Joong Won yang terus melihat ke arah Hye Kyung, Yeon Joo pun berkomentar kalau firma hukum Joong Won akan mengalami kesulitan jika orang seperti Hye Kyung ada di firmanya. Secara Hye Kyung terlalu tua untuk menjadi seorang pemula. Selain itu, Yeon Joo juga tahu kalau Hye Kyung adalah istri Tae Joon. 

“Apa dia berguna dalam beberapa hal?” tanya Yeon Joo dan Joong Won mengaku kalau dia hanya peduli pada kemampuan orang saja.  Mendengar itu, Yeon Joo berkata menarik, karena dulu Joong Won hanya memperdulikan hal-hal yang lain. Dengan nada sedikit nakal, Yeon Joo kemudian memberitahu Joong Won kalau dia punya tato baru dan bertanya apa Joong Won tak penasaran dimana tempatnya? Joong Won pun tersenyum dan meminta Yeon Joo untuk tidak mengatakannya karena dia sendiri yang akan menebaknya. 


Hye Kyung masuk ke ruangannya dengan kesal dan menjatuhkan kepalanya ke meja, dia masuk sambil membanting pintu, sampai-sampai Dan masuk dan berkata kalau pintunya belum hancur, apa Hye Kyung ingin dia yang menghancurkannya. Hye Kyung mengaku kesal karena dia diminta menghibur klien lagi. “Kenapa mereka selalu memintaku jika ingin membujuk seseorang? Itu bukan kasusku. Mereka tidak pernah mengucapkan terima kasih. Kenapa aku harus menghibur mereka? Aku tidak dipekerjakan untuk menghibur orang. Jika aku menghibur mereka, apakah hal itu  bisa membantu untuk memenangkan kasusnya?” ucap Hye Kyung kesal.

“Apa kamu tahu kalau kata-katamu itu tidak masuk akal?” tanya Dan. 

“Aku tahu. Aku berlatih semalaman untuk penyelesaian hari ini. Aku tidak ingin melewatkannya lagi,” jawab Hye Kyung tentang alasan dia bisa sekesal itu. 

“Bertanyalah kepada Pengacara Lee apa kamu bisa terlibat ke dalam kasus ini.”

“Apa dia akan melakukannya jika aku bertanya?” tanya Hye Kyung dan Dan menjawab ragu, tapi dia menyarankan agar Hye Kyung tetap bertanya. 


Walaupun dengan berat hati, akhirnya Hye Kyung datang ke ruang pertemuan dan menemui klien Pengacara Lee. Klien itu bernama Shin Eun Sook dan dia berkata senang bisa berjumpa dengan Hye Kyung. Melihat Eun Sook menangis, Pengacara Lee karena menurutnya mereka tidak akan bisa menangis kalau mereka sedang mengunyah permen. Pengacara Lee juga berpesan pada Eun Sook kalau dia harus kuat seperti baja dan dingin dalam menghadapi perceraian. 


Eun Sook kemudian mengaku kalau dia sudah pernah menemui pengacara perceraian, namun karena suaminya terus meminta maaf, jadi diapun memaafkannya. Lalu mereka tinggal dan hidup bersama lagi. Hal itu terjadi terus menerus sehingga membuat Eun Sook jenuh dan dia yakin kalau sekarang inilah saat yang tepat untuk mengakhiri semuanya. Ketika Eun Sook bercerita, Hye Kyung sedikit tidak fokus karena pandangan terarah pada ruangan Joong Won, karena Joon Ho dan seorang pria lagi masuk kesana. 


Joong Won memperkenalkan pria yang datang bersama Joon Ho adalah CEO dari perusahaan yang ingin Yeon Joo peras. Joon Ho kemudian duduk di tempat Hye Kyung sebelumnya, sepertinya dia datang untuk menggantikan Hye Kyung. CEO itu kemudian bertanya tentang berapa banyak yang pihak Yeon Joo inginkan dan Joong Won menjawab 72 juta dolar dan itu belum termasuk pajak pemindahan. Tentu saja CEO itu menjawab kalau dia tak bisa memberikan uang sebanyak itu.  Yeon Joo lalu bertanya apa CEO itu akan menyerahkan perusahaannya. Pria itu menjawab kalau dia akan memberikan saham pada Perusahaan Perumahan dan akan mengambilnya secara paksa. 


Joon Ho lalu menawarkan diri untuk menjelaskan semuanya jika Yeon Joo tidak tahu soal kasusnya. “Di bawah UU Promosi Pembangunan Pemukiman, Jika kita mengubah bisnis  menjadi perusahaan umum....dan menjalani kemitraan dengan pemerintah....kita bisa membelinya dengan harga pasar,” jelas Joon Ho.

“Tapi... Itu juga akan merugikan kalian sendiri. Kalian harus tahu bagaimana sulitnya bekerja dengan pemerintah,” jawab Yeon Joo dan CEO itu menjawab kalau hal itu lebih baik daripada diperas oleh orang seperti Yeon Joo. 

“Waktu adalah uang. Itu akan menguntungkan bagi kami jika membuka bisnis kami sebelumnya,” tambah pria itu.

“Predir Ko. Kita baru memulai merundingkannya. Aku tidak berpikir itu akan memakan waktu terlalu lama bagi kita untuk mencapai kesepakatan,”ucap Yeon Joo pelan. 

“Direktur Ko? Apa yang kau maksudkan, Ko Joon Yeol dari Wonha D&C? Dia tidak terlibat dalam hal ini lagi. Aku yang mengambil alih. Aku Cho Guk Hyun. Cho Guk Hyun dari Pembangunan Dokwang,” jawab pria yang ternyata bernama Cho Guk Hyun. Mendengar itu, Yeon Joo terdiam. 


Kita kembali ke ruangan Hye Kyung dimana Hye Kyung akhirnya tahu siapa suami Eun Sook. Pria itu adalah Kepala Jaksa Choi Sang Il dan kita kemudian melihat Jaksa Choi datang ke firma hukum untuk mencari Hye Kyung. 

“Nona Shim berpikir bahwa kamu yang paling memahami dirinya. Karena itu aku menghubungimu,” ucap Pengacara Lee dan Hye Kyung akhirnya paham dengan situasinya. 


“Sejujurnya... Aku pikir aku harus mencari sesuatu.....agar bisa melawannya. Kalau tidak, aku akan kalah,” aku Eun Sook dan tepat di saat itu Jaksa Choi muncul. Eun Sook lalu memperkenalkan kedua pengacaranya pada suaminya, namun sebelum Eun Sook sempat menyebut nama Hye kYung, Jaksa Choi langsung memanggilnya dan minta bicara 4 mata dengan Hye Kyung. Tak punya pilihan lain, Hye Kyung pun keluar ruangan untuk menemui Jaksa Choi, namun sebelum dia keluar, dia berbisik pada Pengacara Lee untuk memasukkan namanya dalam kasus, karena dia di beri banyak pekerjaan untuk kasus Pengacara Lee tersebut. 


Mereka berdua kemudian bicara di ruangan Hye Kyung. Jaksa Choi memberitahu Hye Kyung kalau Hye Kyung sudah benar-benar melakukan sesuatu yang sangat berbahaya. Mendengar itu, Hye Kyung pun bisa menebak kalau Jaksa Choi berfikir bahwa Tae Joon dalang di balik perceraian yang di ajukan Eun Sook. 

“Aku dan istriku tidak pernah punya bermasalah sampai kamu muncul,” ucap Jaksa Choi. 

“Apa maksudmu? Buka matamu dan lihatlah di sekelilingmu. Jangan mengkhayal. Kamu tahu apa yang dipikirkan istrimu?” jawab Hye Kyung dan Jaksa Choi berkata kalau mereka sudah punya dua putra, jadi dia mengaku tidak bisa bercerai demi anak-anaknya. 

“Bukankah kamu yang menyuruhku untuk bercerai?” tanya Hye Kyung santai dan tiba-tiba Jaksa Choi menarik tangan Hye Kyung.


Joong Won mengantar Yeon Joo keluar dan Yeon Joo berkata kalau sebaiknya mereka mencapai kesepakatan. Karena menurut Yeon Joo, memberikan sebagian saham untuk pemerintah lebih merepotkan dan bayaran untuk Joong Won akan berkurang. Yeon Joo kemudian mengajak Joong Won untuk merundingkan hal tersebut berdua saja. Dia mengajak Joong Won merundingkannya di rumah. Joong Won mengerti maksud Yeon Joo dan tepat disaat itu mata Joong Won terarah ke ruangan Hye Kyung dan diapun melihat apa yang sedang Jaksa Choi lakukan pada Hye Kyung.


Jaksa Choi mengancam kalau Hye Kyung terus seperti itu maka Tae Joon tidak akan pernah bebas. Tak nyaman tanganya di pegang seperti itu oleh Jaksa Choi, Hye Kyung pun minta dilepaskan, namun Jaksa Choi tetap tak mau melepaskannya. 

Kita kembali ke Joong Won yang menerima tawaran Yeon Joo dan dia berjanji nanti dia akan menelpon Yeon Joo untuk menentukan kapan waktunya, karena sekarang Joong Won harus melakukan sesuatu. 

Jaksa Choi kemudian membahas tentang amplop yang dia tinggalkan di depan rumah Hye Kyung. Dia mengaku kalau bukan hanya itu saja bukti yang dia punya mengenai kasus Tae Joon. Hye Kyung sendiri tak mengerti karena memang dia tak menemukan amplop apa-apa di depan rumahnya. Ya, karena yang menemukan amplop itu adalah kedua anaknya dan mereka menyembunyikannya dari Hye Kyung. 

“ Itu hanya peringatan. Aku punya cukup bukti untuk menghancurkan keluargamu,” ucap Jaksa Choi.

“Silakan saja. Aku tidak pernah menghentikanmu,” jawab Hye Kyung tanpa rasa takut sedikitpun. 


Tepat disaat itu, Joong Won muncul dan minta Jaksa Choi untuk melepaskan tangan Hye Kyung, sebelum orang-orang berfikir kalau Jaksa Choi sedang mengancam Hye Kyung. Jaksa Choi pun langsung melepaskan tangan Hye Kyung dan Joong Won kemudian bertanya apa ada yang bisa dia bantu. Namun Jaksa Choi dan Hye Kyung tak menjawab. 

“Katakan ini kepada istriku. Kali ini, aku tidak  akan main-main dengannya,” pesan Jaksa Choi pada Hye Kyung dan langsung pergi. Joong Won bisa melihat kalau Hye Kyung merasa tertekan, namun saat ditanya keadaannya, Hye Kyung pun menjawab kalau dia baik-baik saja. 


Ji Hoon dan Seo Yeon pulang sekolah dan mereka lagi-lagi menemukan amplop di depan rumah mereka. Namun mereka tak bisa mengetahui siapa orang yang meletakkan amplop itu karena Ji Hoon lupa meletakkan cameranya. Ji Hoon kemudian membuka isi amplop dan ternyata isinya adalah sebuah CD.


Joong Won kemudian mengajak Hye Kyung menemui Presdir yang mengambil alih bisnis rekonstruksi. Presdir itu ingin menemui Hye Kyung karena salah satu penggemar Hye Kyung. Ternyata Presdir yang Joong Won maksud adalah Cho Guk Hyun. Saat berjabat tangan dengan Hye Kyung, Guk Hyun berkata kalau Hye Kyung pasti merasa tertekan karena kasus Tae Joon dan dia berpendapat kalau semuanya akan terselesaikan, jadi Hye Kyung santai saja. Karena Guk Hyun membahas tentang Tae Joon, Hye Kyung pun bertanya apa Guk Hyun mengenal Tae Joon dan Guk Hyun menjawab tidak, orang yang mengenal Tae Joon dengan baik adalah Tuan Kang. Orang yang sedang menunggu di ruang tunggu. 

“Jaksa Lee dan aku...bertemu beberapa kali  ketika kami membicarakan soal...industri ini selama penyelidikan tentang Dream UCT. Aku bahkan harus diinterogasi karena hal itu. Tapi aku masih menghormati Jaksa Lee. Dia mengerjakan tugas sulit pada masa-masa yang sulit,” ucap Guk Hyun dan Hye Kyung kemudian teringat pada pernyataan Pengacara Oh kalau pada tanggal 9 dan 16 Maret tahun lalu, Tae Joon di hubungi oleh Guk Hyun dari pembangunan Dokwang yang berjanji memberikan wewenang untuk membangun Dream UCT lalu dia meminta uang. 


Guk Hyun lalu membahas tetang pengajuan bebas bersyarat yang Tae Joon ajukan dan bertanya kapan. Hye Kyung menjawab 2 hari lagi dan Guk Hyun berharap kalau semuanya berjalan dengan lancar, sebab Tae Joon pasti akan lebih bersemangat jika dia bertemu dengan keluarga dan teman-temannya. 

“Saat kamu menemuinya, bisakah kamu sampaikan bahwa Tuan Kang dan aku mengkhawatirkannya?” pinta Guk Hyun dan Hye Kyung pun mengiyakan. 

Myung Hee yang sedari tadi diam langsung ikut bicara dan mengganti topik pembicaraan dengan membahas tujuan mereka berkumpul. Ternyata Guk Hyun  ingin mengambil satu pengacara dari firma hukum mereka untuk menjadi penasehat hukum di perusahaannya setelah kasusnya selesai. Joong Won pun berjanji akan menyelesaikan kasusnya dengan cepat dan Guk Hyun senang mendengarnya. Dia kemudian berkata kalau dia berharap bisa  menggunakan jasa Hye Kyung untuk perusahaannya. Mendengar itu, Myung Hee langsung menawarkan pengacara lain, namun Joong Won setuju pada keputusan Guk Hyun. 

“Tapi aku tidak yakin apakah  aku memenuhi syarat atau tidak,” jawab Hye Kyung dan Guk Hyun sangat yakin Hye Kyung bisa melakukannya. Lagipula rumor yang beredar, Hye Kyung sangat berbakat, jadi Guk Hyun percaya kalau Hye Kyung akan banyak membantu perusahaannya. 


Di rumah, Ji Hoon dan Seo Yeon menonton isi CD yang dikirim ke rumah mereka. Isi CD itu adalah video pertemuan yang Tae Joon lakukan bersama beberapa orang. Seo Yeon kemudian menyarakan pada sang kakak untuk menunjukkan semua barang yang mereka temukan pada ibu mereka, namun Ji Hoon menolak, dia beranggapan kalau sekarang bukan waktu yang tepat, dia tak ingin melihat Hye Kyung tambah marah pada ayah mereka. 


Myung Hee bertanya apa Joong Won tidak merasa terganggu jika mereka menerima tawaran dari Guk Hyun, karena Guk Hyun pernah di interogasi dalam kasus Tae Joon. Joong Won tak mempermasalahkannya karena Guk Hyun bukan terdakwa. Myung Hee yakin kalau suatu saat nanti, Guk Hyun akan jadi terdakwa, karena dia merasa aneh, bagaimana dia bisa bebas disaat pegawainya diselidiki. Selain itu Guk Hyun juga terlihat sangat ingin membantu Tae Joon. Myung Hee kemudian mengungkapkan kalau dia tak ingin firma mereka terlibat dengan orang semacam itu.

Tidak akan terlibat. Kita tidak tahu apa pun sehingga tidak harus terlibat. Semua yang kita lakukan hanyalah memberi nasihat hukum. Jika kita merasa ada yang mencurigakan, kita bisa berhenti. Kita harus merayakan karena mendapat klien baru hari ini. Berkat Hye Kyung, kita bisa  menerima bantuan keuangan yang besar. Jadi, berhentilah berbicara omong kosong,” ucap Joong Won dan hendak pergi, namun Myung Hee menghentikannya. 

“Apa kamu pikir ini akan menguntungkan bagi Hye Kyung?” tanya Myung Hee dan Joong Won mengiyakan, begitu juga untuk firma hukum mereka. “Kita belum membuat perjanjian kontrak dengan mereka. Mereka akan menandatanganinya jika kita berhasil mengurus kasus mereka.”

“Aku pastikan kita akan dapat penyelesaianya. Tidak peduli apapun. Kamu tahu aku bisa melakukannya,” janji Joong Won dan pergi. Saat sendiri, Myung Hee bergumam kalau sebenarnya yang dia khawatirkan adalah Joong Won. 


Joong Won sudah berada di rumah Yeon Joo dan Yeon Joo bertanya berapa jumlah maksimal yang Joong Won inginkan. Jika mereka berdua sudah mendapatkan kesepakatan, maka mereka bisa membujuk yang lainnya. Joong Won kemudian berkata kalau dia akan menanyakannya terlebih dulu dengan Guk Hyun. 


Joong Won kemudian melihat tangan Yeon Joo dan bertanya apa tidak sakit ketika dia menghapus tatonya. Yeon Joo pun menjawab kalau hal yang lebih sakit adalah menghapus semua dari hatinya. Dia kemudian menawari Joong Won untuk melihat tato barunya. Ternyata Yeon Joo membuat tato di punggungnya, dia membuat tato tulisan dan dibawanya ada gambar kucing dan bintang yang berada di tengah-tengah bulan sabit. 

“Aku  mendengar kamu tidak berkencan dengan siapa pun akhir-akhir ini,” ucap Yeon Joo ketika Joong Won melihat tatonya. Joong Won kemudian bertanya apa Yeon Joo akan menurunkan harganya dam Yeon Joo menjawab kalau semua itu tergantung pada Joong Won. 



Yeon Joo kemudian pergi mandi dan berganti baju. Saat sendirian, Joong Won langsung beraksi. Dia mengambil laptop Yeon Joo dan memindahkan data mengenai kasus bisnis rekonstruksi. Tepat disaat itu, Myung Hee menelpon dan memberitahu tentang berita yang tersebar tentang Joong Won dan Hye Kyung. Ada seseorang yang telah mengambil foto mereka ketika mereka sedang berada di hotel. Saat itu sebenarnya mereka hanya menayai resepsionis saja, mereka sedang mencari tahu keberadaan saksi untuk kasus Eun Joo. Karena foto itu, Hye Kyung di tuduh sedang kesepian sehingga dia mendekati atasannya.


Yeon Joo keluar dan melihat berita itu. Kebetulan ada berita itu, Joong Won pun memutuskan pergi dengan alasan harus mengurus pemberitaan itu. Di jalan sepi, Joong Won menghentikan mobilnya dan kemudian dia menelpon Hye Kyung. Dia minta maaf pada Hye Kyung karena sudah menambah beban untuk Hye Kyung. 

“Aku yang memintamu datang. Tidak perlu meminta maaf. Tidak apa-apa. Orang akan melupakannya dalam beberapa hari. Ketika Tae Joon keluar, itu akan menyelesaikan segalanya,” jawab Hye Kyung dan Joong Won bertanya apa mereka berdua perlu menjaga jarak sampai Tae Joon keluar, agar semua orang tak salah paham pada mereka berdua. Hye Kyung pun setuju dengan saran itu.  Setelah menutup telepon Hye Kyung, Joong Won kemudian menelpon Joon Ho dan memintanya untuk bersiap-siap melakukan perjalanan bisnis. 


Joong Won masuk ruangan Myung Hee dan tanpa di tanya, Joong Won langsung memberi penjelasan kalau dia dan Hye Kyung ke hotel untuk mencari saksi untuk kasus Eun Joo. Myung Hee percaya,  tapi yang membuat Myung Hee kesal adalah fakta kalau sekarang semua orang mulai menghubungkan perusahaan mereka dengan perselingkuhan. Dari mereka semua, pasti hanya pengacara Lee yang menyukai berita itu. 

“Aku tahu Hye Kyung  adalah orang yang baik. Namun, dia bukan pegawai yang baik bagi perusahaan ini. Katakan padanya untuk berhenti. Jika kamu tidak bisa mengatakan padanya, aku yang akan mengatakannya,” ucap Myung Hee.

“Jika dia harus berhenti karena ini,  aku juga harus berhenti. Kami berdua pergi bersama. Mengapa hanya satu orang yang berhenti? Myung Hee, apa itu keadilan yang selalu kamu ucapkan?” tanya Joong Won. Tepat disaat itu Tuan Seo menelpon Myung Hee dan menanyakan Joong Won. Karena Joong Won masih ada di depannya, jadi Myung Hee bertanya langsung apa Joong Won mau bicara dengan ayah mereka, karena ada yang mau dia tanyakan pada Joong Won. Namun Joong Won tak mau, jadi Myung Hee pun menutup teleponnya setelah memberitahu Tuan Seo kalau Joong Won tak mau bicara.

Setelah menutup telepon, Myung Hee pun melunak dan dia berkata untuk menunggu beberapa hari ke depan. Untuk melihat pakah berita itu membawa pengaruh buruk terhadap firma mereka atau tidak. Myung Hee mengaku kalau dia memang mencemaskan firma mereka, namun dia lebih mencemaskan Joong Won sendiri, dia takut Joong Won nanti akan terluka. 


Di ruangannya, Hye Kyung berusaha menjelaskan pada Dan kalau dia dan Joong Won tidak ada hubungan apa-apa. Mereka pergi ke hotel untuk mencari Ye Ji agar bisa bersaksi untuk Eun Joo. Melihat Hye Kyung yang begitu serius menjelaskan, Dan hanya tertawa kecil. Dia kemudian memberi saran pada Hye Kyung untuk tidak berusaha menjelaskan disaat orang salah paham terhadap mereka, karena jika mereka begitu keras menjelaskan, maka itu akan terlihat lebih mencurigakan. Dan juga menyarankan kalau Hye Kyung hanya harus mengatakannya dengan singkat, cukup bilang, “Tidak”. 


Tepat disaat itu Joon Ho masuk dan bertanya apa Hye Kyung dan Joong Won pacaran. Mengikuti saran Dan, Hye Kyung pun hanya menjawab tidak. Setelah mendengar jawaban itu, Joon Ho pun langsung pergi. Dan pun tersenyum karena saran yang dia berikan benar-benar berhasil.


Hye Kyung melihat Eun Sook dan dia pun langsung keluar menemuinya. Ternyata hari ini adalah pertemuan dengan pihak Jaksa Choi, namun Jaksa Choi tak datang, dia hanya mengutus pengacaranya saja sebagai perwakilan. Jaksa Choi tak datang dengan alasan sibuk. 

Sebelum menikah Eun Sook sudah menandatangani perjanjian aset dengan Jaksa Choi, jadi Jaksa Choi tidak punya kewajiban untuk membayar tunjangan pada Eun Sook. Karena Eun Sook tidak punya uang maka dia takkan bisa memperjuangkan hak asuh anak-anaknya. 


“Dia bilang mungkin dia akan menerimamu lagi....kalau kamu pulang ke rumah dan meminta maaf padanya,” ucap Pengacara menyampaikan pesan Jaksa Choi pada Eun Sook. 

“Triton Fields,” ucap Eun Sook tiba-tiba. “Sampaikan ini kepadanya. Jika berikutnya dia tidak datang...Aku akan memberi tahu Pengacara Kim. Apa yang aku lihat di komputernya.”

“Kamu mengancam kami? Apakah kamu tidak tahu bahwa itu adalah perbuatan melawan hukum?” tanya si pengacara.


“Kalau begitu, katakan padanya untuk terus menuntut aku. Itu keahlian dia,” jawab Eun Sook dengan berani dan si pengacara terlihat kesal lalu pergi. 


Saat hanya berdua, Hye Kyung bertanya apa inilah rencana Eun Sook dengan mengajaknya dalam kasus perceraian Eun Sook dan Jaksa Choi. Jujur Eun Sook menjawab iya dan bertanya apa Hye Kyung merasa tak nyaman. Kalau Hye Kyung merasa begitu, Eun Sook pun menawarkan diri untuk di manfaatkan juga oleh Hye Kyung, dengan begitu Hye Kyung tidak akan merasa tersinggung. 


Jaksa Choi masuk ke sel tahanan Tae Joon dan menyita semua berkas-berkas yang ada disana. Dia juga berkata pada Tae Joon, kalau seharusnya Tae Joon tidak mengusik keluarganya. Jaksa Choi mengaku kalau dia sangat mencintai istrinya, tapi Hye Kyung mencoba untuk memaksa Eun Sook bercerai. 

“Aku tidak mengerti maksud ucapanmu. Tapi rasanya aku mengerti mengenai perasaan istrimu. Pasti berat sekali. Hidup bersama orang sepertimu,” ucap Tae Joon dan tertawa. “Kamu membuat orang lain menderita. Jadi, sekarang giliranmu.”

“Kamu akan lebih menderita daripada aku. Tidak ada tolerasi jika melanggar peraturan. Tentu saja, pengajuan pembebasan  bersyaratmu tidak akan diterima. Kamu juga tidak bisa mendapat sel pribadi,” ancam Jaksa Choi.


“Kamu bisa malakukan  apa saja sesuai keinginanmu. Seperti yang selalu kamu lakukan,” jawab Tae Joon dan sebelum Jaksa Choi pergi, dia memberikan koran yang berisi artikel tentang rumor Hye Kyung dan Joong Won. Tae Joon terlihat kesal melihatnya.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 4 - 2


No comments :

Post a Comment