July 21, 2016

Sinopsis The Good Wife Episode 3 - 2


Amber menelpon Tae Joon dan berkata kalau  hubungan antara Tae Joon dan Hye Kyung ternyata seperti itu, saling membenci namun tetap bekerja sama. Amber kemudian bertanya apa Tae Joon yakin kalau Hye Kyung mencintainya. Namun Tae Joon tak mau membahasnya, karena dia sendiri yang akan mengurus semuanya hari ini. Mendengar hal itu Amber merasa senang dan mengaku kalau itu lah alasannya dia menyukai Tae Joon. 


Seo Yeon menyusul Ji Hoon masuk ke dalam lift dan ternyata Seo Yeon berhasil masuk tim sepak bola karena teman-temannya tak ada yang datang dengan memakai sepatu yang benar. 




Di depan rumah, Ji Hoon meletakkan kamera pengawas, tujuannya untuk mengetahui kalau saja ada yang datang lagi dan menaruh foto aneh. Membahas  hal itu, Seo Yeon pun bertanya kenapa Ji Hoon belum membuang foto-foto itu karena suasana akan runyam jika ibu mereka melihatnya. Ji Hoon pun menjawab kalau apa bedanya kalau nanti mereka akan di kirimi foto lainnya, yang penting untuk sementara waktu mereka tak boleh membahas masalah itu karena ada nenek mereka  di rumah. 


Seo Yeon dan Ji Hoon masuk rumah, mereka shock melihat nenek mereka pingsan di dapur. Seo Yeon pun langsung menelpon 119 untuk minta bantuan. 


Tuan Seo masuk keruangannya dan melihat Joong Won disana. Joong Won pun langsung beranjak dari duduknya. Dia meminta sang ayah untuk beranggapan tak melihat dirinya dan gunakan saja tempatnya. Joong Won kembali pindah ke ruangan itu karena ruangan barunya di tempati orang lain. Joong Won kemudian melanjutkan pekerjaan di sofa. 

Tuan Seo kemudian bertanya apa Joong Won tidak pergi ke rumah sakit? Karena sekarang Hye Kyung ada di UGD. Tanpa bertanya lagi, Joong Won langsung pergi ke rumah sakit.  Melihat apa yang putranya lakukan, Tuan Seo pun bisa menebak kalau Joong Won pasti menyukai Hye Kyung. 


Joong Won menemui Hye Kyung yang saat itu sedang berada di kursi tunggu. Melihat Hye Kyung baik-baik saja, Joong Won pun sadar kalau ayahnya sedang mengerjai dirinya. Ibu mertua Hye Kyung terkena angina dan kondisinya semakin memburuk setelah kejadian yang menimpa Tae Joon. Yang membuat Hye Kyung sangat cemas sekarang adalah rasa bersalah, karena tadi dia mengabaikan panggilan ibu mertuanya. Padahal saat itu Nyonya Oh menelpon karena dia butuh bantuan. 


Joong Won mengeluarkan tangannya dari saku dan hendak menyentuh Hye Kyung, mungkin dia ingin menepuk pundak Hye Kyung atau apa gak tahu, tapi Joong Won mengurungkannya. Dia memilih duduk di samping Hye Kyung. 



Hye Kyung menjemput Tae Joon, dan membawanya ke rumah sakit agar bisa bertemu dengan Nyonya Oh. Sedangkan untuk kasus Tuan Seo, diserahkan pada Joong Won. Melihat Joong Won yang datang, Tuan Seo pun bertanya keberadaan Hye Kyung dan Joong Won menjawab kalau Hye Kyung tidak bisa datang karena ibu mertuanya sakit dan Tae Joon diberikan bebas bersyarat selama empat hari. 



Joong Won lalu memastikan kalau Tuan Seo sendiri yang akan melakukan semuanya dan Joong Won hanya harus duduk mendampinginya saja. Tuan Seo pun mengiyakan. Tepat disaat mereka berdua hendak masuk kedalam ruang sidang, Myung Hee datang dan menghampiri keduanya. Di bela oleh kedua anaknya, tentu saja Tuan Seo merasa senang. Myung Hee kemudian memberitahu sang ayah kalau saksi hari ini adalah kepala pejabat keuangan Perusahaan KJ dan bertanya apa sang ayah mengenalnya. Tuan Seo mengiyakan dan juga menambahkan kalau mereka berdua berteman baik. 



Orang yang disebut Tuan Seo sebagai teman baik, ternyata di persidangan malah menyudutkan posisinya. Kepala Pejabat Keuangan KJ memberi kesaksian kalau sebelum kecelakaan, Tuan Seo sudah minum 6 gelas wiski murni tanpa campuran. Tuan Seo hampir emosi dan Joong  Won berusaha menenangkannya. 

“Kukira kalian dekat,” bisik Joong Won yang kaget dengan kesaksian Kepala Pejabat keuangan KJ. 

“Dia berengsek,” jawab Tuan Seo.

Hye Kyung dan Tae Joon sudah berada di depan pintu ruangan Nyonya Oh. Melihat ketegangan di wajah Tae Joon sebelum menemui ibu dan anak-anaknya, Hye Kyung hendak menenangkannya, dia ingin memegang tae Joon, namun rasa benci dirinya pada Tae Joon, tak mengizinkan dia melakukan semua itu.


Tae Joon membuka pintu dan Ji Hoon langsung memeluknya. Nyonya Oh senang melihat Tae Joon, namun disaat Tae Joon mengatakan kalau Hye Kyung lah yang berusaha memberinya bebas bersyarat selama 4 hari, Nyonya Oh  tetap terlihat tak senang pada Hye Kyung. 


Tuan Seo bersama kedua anaknya kembali ke kantor, karena Myung Hee ada pekerjaan, jadi Joong Won yang menemani sang ayah. Joong Won bertanya kenapa saksi mengatakan hal yang menyudutkan Tuan Seo, padahal Tuan Seo berkata kalau mereka adalah teman baik, bahkan saksi terlihat bahagia ketika mengatakan semua itu. 

Tuan Seo sendiri bingung, namun ketika dia berusaha mengingat kembali tentang Perusahaan KJ, ternyata mereka bukanlah teman baik. Tuan Seo pernah menuduh direktur utama Perusahaan KL menerima warisan ilegal. Kesal, Tuan Seo pun hendak menuntut balik mereka karena sudah memberikan kesaksian palsu, jadi dia minta dibawakan semua berkas kasus dari perusahaan KL. 

Melihat ekspresi Joong Won, Tuan Seo tahu kalau dia ingin menanyakan sesuatu. Jadi, dia memberi tawaran pada Joong Won untuk saling menjawab pertanyaan. Joong Won setuju dan yang ingin dia tanyakan adalah apa sang ayah baik-baik saja. Joong Won meminta sang ayah mengatakan semua yang ayahnya sembunyikan dan Joong Won meminta hal tersebut sebagai pengacaranya, jadi dia berjanji tidak akan mengatakan semuanya pada Myung Hee.

Karena memang tidak mau memberitahu kedua anaknya tentang kesehatannya, Tuan Seo pun menjawab kalau dia baik-baik saja. Dia mengaku kalau dia hanya kelelahan. Sekarang giliran Tuan Seo yang bertanya. Tuan Seo blak-blakan bertanya apa alasan Joong Won mempekerjakan Hye Kyung karena Joong Won menyukainya, walaupun dia sudah menikah. Mendengar pertanyaan itu, Joong Won tak menjawab, dia hanya mengeluh sudah mengkhawatirkan sang ayah lalu pergi dari ruangan itu. 


Jaksa Choi menjenguk Nyonya Oh dan membawakan bungan untuknya. Tak tahu dengan hubungan Jaksa Choi dan Tae Joon yang sebenarnya, Nyonya Oh pun meminta Jaksa Choi untuk membuktikan bahwa Tae Joon tidak bersalah. Jaksa Choi pun mengiyakan, dia mengaku kalau dia datang ke rumah sakit karena dia ingin membantu Tae Joon. Jaksa Choi kemudian mengajak Tae Joon bicara berdua.


Saat hanya berdua, Jaksa Choi mengaku kalau dia teringat pada ayahnya saat melihat Nyonya Oh. Ayahnya meninggal tiba-tiba saat Tae Joon memanggil Jaksa Choi ke kantor kejaksaan. Berkat Tae Joon, Jaksa Choi jadi tak sempat berpamitan pada sang ayah. Tae Joon pun hanya bisa meminta maaf dan meminta Jaksa Choi untuk tak mengambil hati kejadian itu. 

Jaksa Choi berkata kalau dia bisa menghentikan kesalahpahaman mereka, namun dia tak mau melakukannya karena mengingat mereka berdua dulu adalah teman baik. Jaksa Choi kemudian menyuruh Tae Joon untuk tak melakukan naik banding dan berhenti merencanakan sesuatu secara diam-diam. Yang harus Tae Joon lakukan adalah, menghabiskan waktu dalam penjara dengan tenang dan Jaksa Choi berjanji akan membiarkan Tae Joon bebas bersyarat pada awal tahun depan. 

Namun Tae Joon sudah tak bisa percaya pada janji Jaksa Choi, karena Jaksa Choi sendiri yang berkata kalau mereka tidak boleh percaya apapun kata ahli hukum, mereka hanya boleh percaya pada apa yang tertera di dokumen. 



Hye Kyung dan Jaksa Choi berpapasan di lobi rumah sakit. Mereka hanya saling melewati seperti orang yang tak saling kenal. Hye Kyung kemudian melihat Tae Joon sedang berbicara serius dengan pengacaranya. Tae Joon kemudian menghampiri Hye Kyung dan pengacaranya langsung menelpon seseorang. 


Hye Kyung tertidur, ketika dia menjaga Nyonya Oh. Dia kemudian terbangun karena ponselnya berbunyi. Pada si penelpon, Hye Kyung berkata kalau dia akan menghubunginya kembali jika dia sudah berada di luar. Hye Kyung kemudian mencari Tae Joon, namun Tae Joon sudah tak ada di rumah sakit. 



Kita beralih ke sebuah tempat judi dan ternyata Amber sedang bermain di sana. Dia mengeluh karena tak bisa melanjutkan permainan karena belum mendapat uang transferan. Tak lama kemudian dia mendapat telepon dari  Tae Joon. Mengetahui Tae Joon keluar penjara, Amber merasa cemas dan berusaha menghindar dengan berkata kalau dia sedang berada di kota kelahirannya. 


Amber hendak keluar dari tempat perjudian, namun disaat dia menyusuri lorong. Tiba-tiba muncul dua pria dan langsung menangkap Amber. Mendengar teriakan Amber, Tae Joon tersenyum. Hmmm... jadi dua pria yang menangkap Amber adalah orang suruhan Tae Joon. 



Amber sudah di ikat dikursi dan ketika penutup kepalanya di lepas, dia melihat Tae Joon di hadapannya. Tae Joon menyuruh Amber untuk pergi dari Korea, jangan bertindak nekad, jangan menerima uang dari orang lain dan jangan pernah muncul di hadapan Hye Kyung. Tentu saja Amber tak langsung menuruti perkataan Tae Joon, dia bahkan bertanya apa orang-orang tahu tentang apa yang Tae Joon lakukan di luar penjara. 

“Tentu tidak ada yang tahu. Meskipun aku membunuh seseorang tidak akan ada yang tahu,” jawab Tae Joon sekaligus memberikan ancaman. Mendapat ancaman itu, Amber mulai memuji Tae Joon, kalau Tae Joon adalah jaksa yang adil, jadi dia tak boleh melakukan hal seperti itu. Namun Tae Joon sudah terlanjur marah pada Amber, sebab Amber sudah menghubungi Hye Kyung. Jadi, Tae Joon akan melakukan apapun untuk melindungi Hye Kyung. 


Tae Joon menghampiri Amber dan menyuruhnya untuk tidak muncul lagi di sekitanya. Kalau sampai Amber melakukan hal tersebut, Tae Joon akan melakukan sesuatu pada wajah Amber. Tentu saja Amber ketakutan dengan ancaman itu. Tae Joon kemudian menyuruh Amber untuk mendengarkan apapun yang dikatakan pengacara, sedangkan Tae Joon sendiri kembali ke rumah sakit. 


Joong Won sudah berada di sebuah cafe dan minum sendirian sambil memainkan dadu pemberian sang ayah. Melihat dadu itu, Joong Won memang merasa kalau dia bukanlah orang yang pintar dalam mengambil keputusan. Tak lama kemudian Hye Kyung datang dan ternyata orang yang menelpon Hye Kyung tadi adalah Joong Won.

Joong Won mengaku kalau dia sedang berusaha memahami ayahnya.  "Kenapa dia semena-mena pada keluarganya? Kenapa dia bersikeras tidak mabuk setelah kecelakaan?" Joong Won kemudian mengatakan pada Hye Kyung alasan dia membenci sang ayah.

“Ibuku meninggal dalam kecelakaan mobil. Kamu tahu apa yang dia katakan pada orang yang membunuh ibuku dalam kecelakaan? "Karena istriku menyeberang tanpa memerhatikan jalan," "ini bukan salahmu." Teganya dia berkata begitu?” ungkap Joong Won dan Hye Kyung berkata kalau Tuan Seo juga pasti merasa kesulitan. 

“Dia berusaha menerima..,” belum selesai Hye Kyung berkata Joong Won langsung memotong dengan berkata kalau ayahnya itu aneh dan mati rasa. 

“Apakah dia hanya lemah atau sakit? Kamu tahu sesuatu?” tanya Joong Won dan Hye Kyung menjawab kalau dia harus merahasiakannya. 

“Kamu tidak terjebak,” keluh Joong Won yang berusaha mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang ayah. “Kukira aku keren, tapi ternyata tidak. Melihatnya lemah membuatku khawatir. Meskipun aku berusaha melupakannya, aku tetap khawatir.”



Hye Kyung kembali ke rumah sakit dan tepat disaat itu Tae Joon juga baru kembali ke rumah sakit. Mereka bertemu dan saling bertanya apa mereka baru saja menemui seseorang. Mereka berdua sama-sama tak menjawab baru bertemu dengan siapa. 



Hye Kyung menemui Tuan Seo di ruangannya dan meminta maaf karena kemarin dia tak bisa menemaninya ke persidangan. Tuan Seo tak mempermasalahkannya, dia bahkan berkata kalau Joong Won lebih ahli menjadi penggantinya. 

“Kudengar ada yang memberi keterangan bahwa anda meminum enam gelas,” ucap Hye Kyun dan Tuan Seo membenarkan. Saksi itu berasal dari Perusahaan KJ. 

“Aku pernah mengajukan gugatan pada direktur utama mereka. Aku harus memeriksa dokumen dari kasus itu,” ucap Tuan Seo dan ketika dia hendak membaca dokumennya, tiba-tiba dia sakit kepala dan Tuan Seo langsung meminum obatnya.

“Pak Seo. Aku tahu kamu tidak minum saat pertemuan. Aku paham mungkin kamu tidak ingat kejadian saat itu. Mungkin kamu tidak sempoyongan karena alkohol,” tebak Hye Kyung ketika melihat Tuan Seo minum obat.

“Apa maksudmu?” tanya Tuan Seo tak mengerti.

“Kamu meminum Donepezil sekarang.”

“Aku baru tahu kamu dokter yang berijazah.”

“Ayah mertuaku mengidap Alzheimer. Dia marah dan suasana hatinya berubah-ubah saat lupa sesuatu. Aku paham betapa beratnya itu,” ucap Hye Kyung dan Tuan Seo beranggapan kalau Hye Kyung tidak tahu apa-apa. Dia juga mengaku kalau dia tidak mengidap alzheimer. 

“Pak. Aku tahu kamu tidak percaya atau tidak ingin percaya. Aku memikirkannya masak-masak sebelum mengatakan ini. Namun ini saatnya berhenti. Kamu harus melindungi dirimu dengan kebenaran. Kamu tidak pernah mengemudi saat mabuk.”

“Kamu ingin aku duduk dan melihat orang bilang aku menjadi gila? Aku tidak mau. Lebih baik aku dipenjara,” tolak Tuan Seo. 

“Pak Seo.”

“Hanya tiga orang yang tahu kebenaran ini. Dokter, aku dan orang terakhir yang wajib menjaga kerahasiaan kliennya. Aku mengatakan ini sebagai klienmu. Sebaiknya jangan pernah mengatakan ini lagi,” pinta Tuan Seo. 


Hye Kyung kemudian menceritakan semua yang dia tahu pada Dan. Fakta bahwa Tuan Seo meminum alkohol setelah kecelakaan adalah untuk menyembunyikan Alzheimernya. Hye Kyung menebak kalau Tuan Seo pasti tidak ingat kalau dia pergi ke bar, karena seperti itulah yang selalu ayah mertuanya lakukan. 



Flashback!!
Malam dimana Tuan Seo kecelakaan, dia langsung keluar mobil dan tak mau di tolong siapa-siapa. Dia terus berjalan sendirian dan menuju sebuah kedai. Dia minum soju disana dan tak lama kemudian polisi datang dan mengajaknya ke kantor polisi. 

“Karena itu dia minum-minum. Dia tidak ingin orang tahu kalau dia tidak ingat,” ucap Hye Kyung dan Dan bertanya apa yang bisa mereka lakukan sekarang, secara mereka tak bisa memberitahu orang lain tentang penyakit Tuan Seo, padahal itulah cara ampuh menyelamatkannya dari tuduhan. 

Hye Kyung berkata kalau mereka harus meninjau kecelakaan seteleha tahu dia tidak minum, jadi Hye Kyung butuh bantuan Dan untuk melakukan semua itu. Hye Kyung juga meminta Dan untuk mencari tahu tentang polisi yang menangkap Tuan Seo, seperti dari kantor polisi mana dia berasal. 



Persidangan dimulai dan pak polisi kembali menjadi saksi. Hye Kyung kemudian membahas tentang Tuan Seo yang lulus razia alkohol tapi akhirnya dia ditangkap dengan tuduhan mengemudi karena mabuk. Yang menjadi pertanyaan Hye Kyung, kenapa Pak polisi tidak mencantumkan hal tersebut pada laporannya. 



Pak polisi pun mengaku kalau pada malam itu sepertinya alat tes kadar alkoholnya sedang rusak. Kita diperlihatkan pada kejadian malam itu, dimana pak polisi meminta Tuan Seo menium alat kadar alkohol berulang-ulang namun hasilnya tetap menunjukkan angka 0. Namun si polisi yakin kalau Tuan Seo sudah minum karena terlihat dari wajahnya yang merah dan cara bicaranya tidak jelas, jadi Pak Polisi pun mengambil alat yang baru untuk memeriksa ulang. Disaat Pak Polisi mengambil alat yang baru, Tuan Seo malah kabur. 

Ketika mereka berhasil menangkapnya, alat tes kadar alkoholnya menunjukkan angka 0,15 persen. Jadi sudah di pastikan Tuan Seo mabuk sehingga Pak Polisi tidak melampirkannya tes pertama di laporannya. 

“Begitu. Saat kamu memakai alat tes kadar alkohol yang baru, itu terjadi beberapa jam usai kecelakaan, bukan? Itu waktu yang cukup untuk mabuk di bar dulu. Apa aku salah?” tanya Hye Kyung dan Pak Polisi sudah tak bisa menjawab lagi. 


Hye Kyung kembali duduk ke bangkunya dan Tuan Seo mengacunginya jempol. 

Hakim kemudian bertanya apa Do Sub punya bukti lagi atau saksi tambahan dan Do Sub pun menjawab tidak. Tuan Seo kemudian berbisik pada Hye Kyung kalau persidangannya menyenangkan.

“Karena inilah aku tidak bisa meninggalkan industri ini,” ucap Tuan Seo. 

“Anggap saja kamu beruntung. Kamu harus mengabari keluargamu. Kalau tidak, kamu tidak bisa bekerja di bidang ini,” jawab Hye Kyung. 

“Kamu tidak pernah berbasa-basi, ya?” keluh Tuan Seo dan hakim mengatakan kalau dia akan mengambil keputusan setelah berunding dengan dewan juri. 


Tuan Seo kemudian menemui kedua anaknya dan mengaku kalau dia akan berhenti dari firma hukum mereka dan membuat firma sendiri. Dia juga akan mengambil semua klien miliknya.

“Ayah tidak akan mendapat jaminan setelah pensiun jika mencuri klien,” ucap Joong Won. 

“Tidak apa-apa. Ayah akan pensiun saat Ayah meninggal. Semoga sukses, Anak-anak. Ayah akan menghasilkan banyak uang sendiri,” ucap Tuan Seo dan menari-nari lalu berjalan pergi. Melihat itu, Myung Hee pun berkata kalau memang seperti itulah ayah mereka. Myung Hee juga berkata kalau sang ayah tak terlihat sedang sakit dan Joong Won membenarkan. 


Hye Kyung masuk ruangan Tuan Seo dan berkata bukankah Tuan Seo akan memberitahu anak-anaknya. Tuan Seo membantah pernah mengatakan hal tersebut. Dia kemudian menyuruh Hye Kyung menutup pintu jika mau membahas masalah alzheimer. 

“Sampai kapan kamu akan merahasiakannya karena harga dirimu?” tanya Hye Kyung dan kemudian duduk di tempat yang Tuan Seo suruh. “Bagaimana jika ada hal buruk yang terjadi? Nanti tidak ada yang akan memahaminya. Selain itu, Pengacara Seo Joong Won sangat mengkhawatirkanmu. Katakanlah sekarang.”

“Kamu tahu apa enaknya mengidap Alzheimer? Ingatan terbarumu akan hilang lebih dulu. Saat ingatan terbarumu lenyap, kamu hanya ingat kenangan lama. Saat aku melihat Joong Won, aku tidak begitu membencinya lagi. Dari situlah aku tahu. Pasti aku baru membencinya akhir-akhir ini,” aku Tuan Seo dan Hye Kyung bertanya kenapa Tuan Seo membenci Joong Won. Tuan Seo menjawab karena Joong Won terlalu dingin, dia adalah pengacara yang dingin. Hye Kyung akan mengetahui semuanya setelah bekerja dengan Joong Won. 

“Belakangan ini aku mudah mengantuk. Saat aku tertidur, aku melihat istriku dan anak-anaku saat masih kecil. Aku mengabaikan keluargaku saat itu karena sangat mencemaskan negera kita,” aku Tuan Seo dan Hye Kyung berkata kalau sekarang belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. 

“Maksudmu, aku harus meminta bantuan mereka karena sakit? Untuk apa aku mengganggu mereka saat mereka sukses? Sebaiknya aku melakukannya sendiri,” jawab Tuan Seo dan ketika ditanya apa ada cara lain, Tuan Seo menjawab mungkin ada cara lain, tapi menurutnya cara itu tidak cocok dengan dirinya. 


Karena sudah tak ada yang mau dibahas, Hye Kyung pun hendak pergi dan Tuan Seo memanggilnya lagi. Dia memberitahu Hye Kyung kalau Tae Joon sudah masuk ke dalam perangkap. 

“Video itu hanya pengalihan. Dia dikhianati saat penyidikan. Semua orang sibuk melindungi dirinya sendiri,” ucap Tuan Seo. 

“Apa maksudmu?” tanya Hye Kyung tak mengerti. 

“Aku tidak tahu banyak. Bagaimanapun, berhati-hatilah. Banyak orang berbahaya yang terlibat di dalamnya. Cobalah mengerti meskipun Tae Joon melakukan hal yang keliru. Jika kamu berusaha melindungi keluargamu saat berjuang melawan orang seperti mereka, pasti ada yang akan hancur. Seperti aku,” jelas Tuan Seo dan tepat disaat itu dia mendapat telepon, sehingga Hye Kyung tak bisa bertanya lebih padanya. 



Hye Kyung kembali ke ruangannya dan memikirkan apa yang Tuan Seo katakan. Tepat disaat itu Joong Won datang dan berterima kasih pada Hye Kyung, karena berkat Hye Kyung, dia bisa mendapatkan kembali ruangannya. Hye Kyung kemudian siap-siap pergi ke rumah sakit dan Joong Won berkata kalau dia ingin ikut. Dengan alasan sebagai kolega Hye Kyung, Joong Won ingin memberi salam pada Tae Joon. Joong Won juga akan ikut mobil Hye Kyung.

Hye Kyung kemudian hendak mengatakan sesuatu pada Joong Won, namun dia mengurungkannya. “Mobilku diparkir di ruang bawah tanah. Aku akan mengambil mobilnya, sampai jumpa di luar,” ucap Hye Kyung dan pergi duluan.



Hye Kyung sedang mengendarai mobilnya keluar tempat parkir dan tiba-tiba muncul seorang wanita yang menghadangnya. Sadar kalau wanita itu adalah Amber, Hye Kyung pun langsung mengunci pintu mobilnya. Amber berusaha membuka pintu, namun Hye Kyung tetap tak mau membukanya. 

“Aku datang untuk memperingatkanmu. Semalam, Tae Joon coba membunuhku. Katanya kalau aku menghubungimu lagi, dia akan mencelakaiku. Dia benar-benar gila. Dia akan melakukan apa pun untuk mendapat keinginannya. Kamu juga dalam bahaya. Aku datang untuk mengatakannya. Tinggalkan Tae Joon sekarang juga. Kalau tidak lari, kamu akan...”

“Jangan mendekatiku lagi,” potong Hye Kyung dari dalam mobil dan dia juga mengatakan akan mengadukan semua yang Amber lakukan pada Tae Joon. Hye Kyung langsung melajukan mobilnya meninggalkan Amber yang merasa kesal. 


Hye Kyung menghampiri Joong Won di depan kantor. Karena melihat raut wajah Hye Kyung yang terlihat gugup, Joong Won pun bertanya kenapa, namun Hye Kyung tak memberitahunya tentang apa yang terjadi, dia hanya berkata kalau dia kurang tidur.



Di rumah sakit, Tae Joon sedang makan bersama kedua anak dan ibunya. Tepat disaat itu, Hye Kyung muncul dan tak berkata apapun ketika mereka semua mengajak Hye Kyung makan. Tak lama kemudian Joong Won muncul dan suasan di ruangan itu langsung  jadi canggung. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife ep 4

No comments :

Post a Comment