July 20, 2016

Dear My Friends Episode 13 - 1

Episode 13: Selamanya Seperti Seorang Ibu dan Seorang Pejuang, Bagian 1.


Wan dalam perjalanan sambil menelepon ibunya. Nan Hee memberitahunya kalau dia sedang di rumah sakit untuk memeriksakan Nyonya Oh. Wan menasehatinya untuk ikut check-up juga mumpung di sana. Nan Hee mengiyakannya dan tepat saat itu juga, Suster memanggil namanya dan Nyonya Oh. Nan Hee pun mematikan teleponnya dan mereka masuk menemui dokter.


Setelah memeriksa hasil rontgen mereka, Dokter memanggil Nan Hee terlebih dulu. Tapi saat mengetahui bahwa Nan Hee adalah yang lebih muda, Dokter tampak cemas lalu memeriksa hasilnya sekali lagi. Dia lalu bertanya apakah mereka ada waktu luang dan menyarankan mereka untuk melakukan CT scans sekarang.



Nan Hee lalu menelepon Wan untuk mengeluhkan sikap dokter yang cuma mengatakan apa yang perlu dia katakan lalu pergi tanpa memberinya kesempatan bertanya. Wan heran sendiri dengan sikap Nan Hee, kenapa dia tidak menuntut pejelasan dokter saja.

Wan menasehati Nan Hee untuk bertanya pada dokter tentang keadaan Nyonya Oh dan dietnya jika memang perutnya sakit, tanya dokter kenapa dia disuruh melakukan CT scans dan apa yang sebenarnya dilihat dokter di foto rontgen-nya.

Dia menasehati Nan Hee untuk bertanya sedetil-detilnya, kalau perlu rekam semua ucapan dokter di hapenya. Tapi masalahnya, Nan Hee tidak tahu cara merekam audio lewat hape, dia cuma tahu cara pake kamera.


CT scan-nya Nyonya Oh sudah selesai jadi sekarang giliran Nan Hee. Rekannya Wan bertanya apakah Wan tidak akan ke rumah sakit. Wan berkata tidak karena ibunya itu pintar dan sangat sehat jadi dia yakin kalau Nan Hee pasti akan baik-baik saja.


Matahari mulai tenggelam saat pemeriksaan akhirnya selesai. Dokter memberitahu Nyonya Oh bahwa dia harus dioperasi tapi Nyonya Oh menolak keras, dia lebih memilih mati daripada buang uang untuk melakukan operasi lalu keluar.

Nan Hee menyusulnya dan berusaha menenangkannya. Dia menuruti keinginan Nyonya Oh yang tidak mau operasi tapi sebagai gantinya dia menyuruh Nyonya Oh untuk rajin meminum obat yang diberikan dokter.


Nan Hee lalu menyuruh Nyonya Oh melanjutkan gamenya sementara dia kembali ke dokter untuk mendengarkan hasil tesnya sendiri. Dokter menyarankannya untuk pergi ke rumah sakit yang lebih besar karena Nan Hee harus melakukam MRI. Nan Hee heran memangnya apa yang dilihat dokter dari hasil CT scan-nya.

"Ada tumor ganas didalam liver anda" ujar Dokter

Tentu saja Nan Hee terkejut mendengarnya dan menolak mempercayainya karena selama ini tidak pernah sakit. Dia makin emosi saat dokter mengklaim bahwa sebenarnya dia tidak yakin seratus persen. Kenapa dokter berkata seperti itu kalau dia memang tidak yakin.

Dokter menjelaskan karena inilah dia menyarankan agar Nan Hee melakukan MRI karena penyakit ini sulit diketahui hanya dengan CT scan. Tapi Nan Hee terus bersikeras menolak mempercayainya dan menyuruh dokter menjelaskan di bagian mana tumornya.


Suk Kyun akhirnya mau berusaha untuk belajar melakukan pekerjaan rumah tangga. Kali ini dia belajar mencuci bajunya sendiri di mesin cuci. Dia lalu mempelajari daftar pemberian Choong Nam tentang cara menjadi suami yang baik.

"Suami yang baik harus melindungi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak boleh menjadi penindas. Delapan, suami tidak boleh cerewet dalam pekerjaan rumah tangga. Sembilan, suami tidak boleh membeli furnitur atau baju sendiri atau membuat keputusan penting tanpa berdiskusi terlebih dulu dengan istri. Kenapa banyak tidak bolehnya? Sepuluh, suami harus bicara dengan suara rendah, lembut dan baik"


Dia tidak setuju dengan yang terakhir itu. Apa asyiknya hidup kalau sebagai suaminya tidak boleh membentak istri, pikirnya. Dia lalu mencuci beras sambil berpikir kalau dia harus bersikap lembut dan baik, apa itu artinya dia harus bersikap seperti pria playboy.


Dia lalu memasukkan nasinya kedalam magic jar. Tapi karena tombolnya banyak, dia jadi bingung sendiri harus memencet yang mana. Akhirnya dia menelepon Jung A untuk mengajarinya menanak nasi dengan magic jar.

Jung A sedang nonton film bersama Hee Ja saat itu dan mengajarinya tentang tombol mana yang harus dia tekan dan kalau sudah matang maka mesinnya akan berbunyi untuk menandakan kalau nasinya sudah masak. Setelah itu Suk Kyun mencoba membuat Deonjang Jjigae sendiri.


Hee Ja tak menyangka kalau Suk Kyun akhirnya benar-benar memasak agar tidak membuat dirinya sendiri kelaparan "Dia pasti sangat menyukaimu. Dia terus meneleponmu"

"Dia hanya membutuhkanku" sangkal Jung A

Pfft! Ternyata mereka sedang menonton film dewasa. Tapi Hee Ja heboh sendiri saat adegan dewasa itu dimulai dan langsung memalingkan wajahnya karena malu, malah Jung A yang antusias melihat adegan itu sambil terus berusaha memaksa Hee Ja untuk menontonnya.


Sementara itu, Sung Jae sedang melihat rekaman CCTV rumah Hee Ja dan mencatat saat-saat Hee Ja keluar rumah tengah malam. Setelah akhirnya dia selesai, dia mendapati fakta bahwa Hee Ja mulai keluar rumah tengah malam sejak dua bulan yang lalu dan rentang waktu dia keluar rumah biasanya sekitar 90 menit.

Dengan memperkirakan jarak rumah Hee Ja dan gereja yang sekitar 1.5km, lamanya Hee Ja keluar rumah dan lamanya Hee Ja berdoa di gereja yang sekitar 15 menitan, Sung Jae memperkirakan Hee Ja tidak ke tempat lain selain ke gereja.

Dia lalu menelepon teman dokternya dan memberitahu dokter bahwa dia ingin berdiskusi tentang seorang temannya yang mungkin menderita dementia.


Pulang dari rumah sakit, Nan Hee menelepon In Bong yang ternyata sedang bersama kekasihnya, Jacqueline. In Bong tampak sangat bahagia bersama sang kekasih sementara ayahnya masih sibuk belajar menulis sesuai perintah Nyonya Oh.


Nyonya Oh sendiri pulang bersama Nan Hee sambil menggerutui PLN yang menurutnya terlalu banyak menghabiskan uang untuk lampu-lampu jalan. Nan Hee tampak agak murung karena ibunya bahkan tidak menanyakan hasil tes kesehatannya.


Setelah Nyonya Oh mandi, dia langsung menyalakan TV. Nan Hee memberikan lotion untuk kulitnya tapi Nyonya Oh acuh saking asyiknya nonton TV. Nan Hee jadi kesal dan langsung mematikan TV-nya sambil mengomeli Nyonya Oh dan menyuruhnya untuk mengoleskan lotionnya. Nyonya Oh heran dengan kemarahan Nan Hee dan akhirnya menurutinya. Nan Hee lalu membantu memotong kuku kaki Nyonya Oh lalu menyuapinya suplemen vitamin.

"Kenapa kau berteriak-teriak padaku?" tanya Nyonya Oh

Nan Hee menyangkal dan berusaha mengalihkan perhatian Nyonya Oh dengan bertanya apakah dia sudah minum obatnya. Nyonya Oh mengiyakannya tapi dia masih penasaran dengan kemarahan Nan Hee padanya "Apa kau marah karena aku memakai uangmu? Seharusnya aku mati tapi aku malah memakai uangmu ke rumah sakit"

Nan Hee mengiyakannya dengan nada bercanda. Tapi Nyonya Oh malah jadi sedih karenanya.



Setelah memastikan Nyonya Oh sudah tidur tak lama kemudian, Nan Hee menelepon Wan. Wan memberitahunya kalau saat ini dia sedang berkumpul bersama kedua putri Jung A, Min Ho dan istrinya untuk mewawancarai mereka untuk bukunya.

Melihat kedua putri Jung A asyik menenggak bir sedari tadi, Wan langsung mengomeli mereka dan memperingatkan mereka untuk tidak mabuk agar mereka bisa diinterview nanti. Mereka mengiyakannya tapi begitu Wan tidak melihat, mereka langsung minum lagi.

Nan Hee memberitahu hasil kesehatan Nyonya Oh. Tapi saat Wan menanyakan hasil tes-nya Nan Hee sendiri, Nan Hee ragu dan memutuskan untuk berbohong dan berkata kalau dia baik-baik saja. Tapi kemudian dia meminta Wan untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan datang kemari. Percaya kalau Nan Hee baik-baik saja, Wan menolak pergi karena dia sedang ada tamu yang akan dia wawancarai untuk pekerjaannya.

"Memang apa salahnya?" keluh Nan Hee

"Kenapa ibu merengek lagi. Ibu, lebih baik ibu kencan saja dengan seseorang. Aku akan segera menikah jadi ibu harus menemukan kekasih untuk diri ibu sendiri dan bukannya menempel terus padaku"

"Siapa yang akan kau nikahi?"

"Seorang pria. Aku mencintaimu, ibu. Cepatlah tidur, Jang Nan Hee. Dadah"


Wan lalu mematikan teleponnya. Tapi sesaat kemudian dia menelepon lagi karena merasa nada bicara Nan Hee agak aneh, dia terdengar seperti sedih. Wan jadi penasaran, ada apa dengan ibunya? apa terjadi sesuatu? Nan Hee tampak ragu sesaat. Tapi kemudian dia menyangkalnya dengan nada kesal.

"Mendengar ibu kesal, berarti ibu baik-baik saja. Ibu sangat penuh energi sampai-sampai ibu mungkin bisa memakanku hidup-hidup"

"Sudahlah, aku ngantuk"

"Selamat malam, bu. Muach"

 

Wan menyuruh semua orang untuk meletakkan gelas-gelas bir mereka dan meminta mereka untuk menjawab pertanyaannya dengan sejujur-jujurnya. Dia lalu bertanya siapa yang mencintai ibu mereka setiap saat. Awalnya agak ragu tapi kemudian, satu per satu mereka mulai angkat tangan.

Wan tak percaya dengan jawaban mereka dan sekali lagi mengulang pertanyaannya dan kali ini dia memberi penekanan, apakah mereka menyukai ibu mereka SETIAP SAAT. Mereka akhirnya mulai jujur dan mengaku kalau dia tidak menyukai ibu mereka setiap saat.


Wan mengaku bahwa pada akhirnya dia mencintai ibunya. Masalahnya, proses mencintai itu sangat menyiksa. Karena itulah hari ini, Wan ingin mereka membicarakan ibu-ibu mereka sejujur-jujurnya. Wan lalu bertanya apa yang paling kurang mereka sukai dari ibu mereka. Putrinya Jung A berkata, penampilan ibunya.

"Bagaimana denganmu?" tanya Min Ho pada Wan.

"Aku? Ibuku? Dia sangat mencintaiku, sampai bisa dibilang seperti sebuah obsesi" jawab Wan. Dia bercerita bahwa suatu kali dia tidur dengan pacarnya lalu tiba-tiba dia melihat kepala ibunya muncul dari atas dan menatap mereka. Itu, rasanya menakutkan sekali.

"Noona kan mama girl" ledek Min Ho

"Diam saja kau dasar mama boy" balas Wan


Wan lalu bertanya apa yang ingin mereka minta dari ibu mereka. Istrinya Min Ho berkata setulus hati bahwa dia ingin ibunya panjang umur walaupun saat ini dia sedang sakit. Semua orang terdiam mendengarnya dan Wan berusaha mencairkan suasana dengan mengajak mereka bersulang untuk ibu-ibu mereka.


Sementara itu, Young Won mentraktir kru film makan malam. Nan Hee menelepon saat itu untuk menanyakan masalah rumah sakit. Young Won jadi cemas mengira Nyonya Oh lah yang sakit. Nan Hee memberitahu bahwa ibunya cuma menderita masalah perut. Nan Hee bertanya apakah Young Won mengenal dokter spesialis kanker liver.

Saat Young Won mengiyakannya, Nan Hee penasaran "Apa kau pernah pacaran dengannya juga?"

"Kalau aku punya dua tubuh, mungkin aku akan melakukannya" ujar Young Won bercanda

Tapi dia penasaran untuk apa Nan Hee mau bertemu dokter kanker liver. Tanpa berpikir yang aneh-aneh, Young Won menduga kalau Nan Hee pasti ingin check-up saja dan berjanji akan bicara pada dokter itu. Young Won lalu memberitahu Nan Hee tentang Dae Cheol yang akan pergi ke Amerika, tapi Dae Cheol ingin bertemu dengannya sebelum pergi. Dan sekarang dia sedang berpikir apakah dia harus pergi menemuinya atau tidak. Nan Hee tak percaya kalau Young Won cuma sekedar memikirkannya. Dia yakin kalau Young Won mau kembali pada pria yang pernah meninggalkannya itu.

"Bagaimana bisa kau mengenalku sebaik itu?"

"Tidak ada yang tidak kuketahui tentangmu. Kau yang tidak tahu aku, dasar bodoh!"


Memikirkan ucapan Nan Hee, Young Won akhirnya menelepon Dae Cheol untuk menanyakan jadwal penerbangannya lusa dan berkata bahwa dia ingin bertemu. Dia mengaku bahwa dia masih belum bisa melupakan Dae Cheol, karena itulah dia ingin bertemu Dae Cheol sebentar.


Nan Hee berbaring di samping ibunya yang sudah tidur lelap. Perlahan dengan menggunakan jarinya, dia menulis di punggung lalu berbisik "Ibu, aku takut"

Dia lalu memeluk punggung ibunya dan berusaha keras untuk menahan suara isak tangisnya.


Sung Jae menyetel alarm tengah malam. Dia langsung mengecek rekaman CCTV Hee Ja dan melihatnya masih tidur. Tapi tak lama kemudian, Hee Ja bangun dan langsung keluar rumah. Sung Jae pun langsung buru-buru keluar. Seperti biasanya, Hee Ja datang ke gereja dan Sung Jae melihatnya berdoa dari kejauhan.


Sung Jae tetap membuntutinya saat Hee Ja berjalan pulang dan melihat Hee Ja berhenti di tengah jalan untuk mencium bunga. Hee Ja terus berjalan pulang tanpa menyadari Sung Jae di belakangnya. Dari luar pagar, Sung Jae memastikan Hee Ja masuk rumah.


Tapi saat dia baru pulang, Hee Ja tiba-tiba meneleponnya. Hee Ja berkata bahwa dia tidak bisa tidur. Sung Jae menyuruhnya untuk tidur lagi lalu menawari Hee Ja untuk menyanyikan lagu ninabobo untuknya. Hee Ja senang dan setuju.

Sung Jae pun mulai bernyanyi dan Hee Ja mulai mengantuk sampai akhirnya dia tidur dan hapenya terjatuh dari telinganya. Sung Jae terus bernyanyi sampai dia memastikan Hee Ja sudah tidur melalui CCTV.


Keesokan harinya, Nan Hee melayani banyak tamu dengan riang. Setelah semua pelanggannya pergi, dia memutuskan untuk menutup toko. Dia lalu bertanya pada salah satu pegawainya tentang ibu mertuanya yang terkena kanker. Si pegawai berkata bahwa ibu mertuanya itu meninggal dunia setelah menderita 3 tahun lamanya.

Cemas, Nan Hee lalu menanyai pegawainya yang lain. Si pegawai berkata bahwa penyakit ibunya ternyata bukan kanker, cuma kista saja dan sekarang ibunya baik-baik saja setelah operasi. Nan Hee senang untuknya tapi tetap tidak bisa tenang memikirkan penyakitnya sendiri.


Sung Jae mendatangi teman dokternya dan memperlihatkan video rekaman Hee Ja keluar malam. Dokter berkata bahwa saat ini sulit memperkirakan kondisi Hee Ja. Tapi jika Hee Ja kesulitan membedakan antara siang dan malam, maka itu artinya Hee Ja menderita dementia parah.

Bersambung ke episode 13 - 2

No comments :

Post a Comment