July 11, 2016

Dear My Friends Episode 11 - 1

Episode 11: Mengasah Pisau Balas Dendam, Bagian 2.


Jung A tidur sangat amat nyenyak sampai mendengkur keras di rumah barunya, sementara Suk Kyun kebingungan sendiri di rumahnya. Dia terus memanggil Jung A tapi tidak ada jawaban, dia bahkan tidak melihat Jung A di dimana-mana.


Tapi dia mendapati dapur sudah penuh dengan makanan yang disiapkan Jung A sebelum dia pergi. Semua itu membuatnya makin keheranan, kenapa Jung A memasak makanan sebanyak itu.


Di rumah sakit, Wan diberitahu tentang Jung A yang ingin pergi meninggalkan Suk Kyun dan ingin bercerai. Wan langsung bertepuk tangan kagum, dia bangga dengan cara Jung A menusuk Suk Kyun dari belakang. Young Won tak sependapat, Choong Nam mengaku kalau dia sangat mendukung Jung A, sementara Nan Hee lebih setuju dengan Young Won. Wan lalu menanyakan pendapat neneknya.

"Bukan urusanku" jawab Nyonya Oh cuek sambil terus memainkan game di hapenya.


Hee Ja melamun saat hapenya berbunyi. Nan Hee lah yang menyadarkannya dan yang meneleponnya adalah Suk Kyun. Young Won heran kenapa Suk Kyun menelepon Hee Ja sepagi ini, apa dia pernah melakukannya. Hee Ja berkata pernah, sekitar 30 tahun yang lalu.

Wan curiga, jangan-jangan Suk Kyun menelepon karena Jung A sudah kabur dari rumah. Nan Hee tak percaya, tidak mungkin Jung A kabur sepagi ini. Hee Ja langsung mengecek kecurigaan Wan dengan menelepon Jung A tapi tak diangkat, sudah jelas kalau dia sudah kabur.

Hee Ja lalu pergi, Young Won juga pamitan pada semua orang dan Wan mengingatkan kedua bibinya tentang interview mereka akhir pekan ini. Tapi belum sempat pergi jauh, Young Won ditelepon Suk Kyun yang menanyakan Jung A. Young Won berbohong dan pura-pura tak tahu.

Suk Kyun lalu menelepon Nan Hee. Sama seperti Young Won, Nan Hee juga pura-pura tak tahu menahu. Wan diam-diam menyuruh Nan Hee untuk memberitahu Suk Kyun kebenarannya. Tapi Nan Hee tak menurutinya lalu cepat-cepat menutup telepon dengan alasan lagi kerja di restoran.


Sasaran selanjutnya adalah Choong Nam. Nan Hee memintanya untuk tidak mengangkat telepon tapi Choong Nam tetap mengangkat teleponnya dan langsung blak-blakan memberitahu Suk Kyun bahwa Jung A sudah pergi meninggalkan Suk Kyun. Wan langsung ketawa senang.

Choong Nam bahkan terus mengompori Suk Kyun dan berkata kalau Jung A sedang balas dendam "Bagaimana rasanya ditinggal sendirian?"

Tapi Suk Kyun tak percaya, malah menuduh Choong Nam sudah gila. Dia tidak percaya Jung A kabur, kenapa juga Jung A meninggalkannya. Suk Kyun berpikir kalau Jung A pasti cuma sedang keliling kompleks untuk mengeluhkan tentang capeknya mengurusi upacara peringatan kematian orang tuanya. Dia lalu menelepon putrinya untuk menanyakan keberadaan ibunya.


Choong Nam ditelepon Prof. Park tapi kali ini dia mengacuhkannya dan dengan ketus bersumpah akan balas dendam pada Prof. Park dan kawan-kawan. Wan berusaha menasehati Choong Nam untuk tidak membalas dendam. Jauh lebih baik jika Choong Nam tidak lagi menemui para profesor itu, kalau Choong Nam balas dendam maka dia harus bertemu mereka lagi dan mereka bisa saja membodohi Choong Nam lagi. Tapi Choong Nam hanya menyuruh Wan diam saja.


Saat Wan kembali duduk bersama neneknya, Nyonya Oh memberitahunya bahwa In Bong akan menikah 2 bulan yang akan datang. Nyonya Oh cemas, takutnya calon menantunya itu tidak akan menyukai kedua mertuanya yang sudah tua ini. Wan meyakinkan neneknya kalau dia pasti bisa membuat Jacqueline menyukainya.

"Bagaimana caranya?" tanya Nyonya Oh

Wan berpikir sejenak sebelum menjawab "Kasih dia uang"

Nyonya Oh bertanya apakah dia harus memberikan uangnya saat makan bersama. Wan menyarankan agar dia mentransfernya saja, lalu jika Jacqueline mengajak makan maka Nyonya Oh sebaiknya menolaknya saja. Jika dia mengajak lagi maka Nyonya Oh harus menolaknya lagi. Nyonya Oh juga tidak perlu bicara dengannya sampai dia sendiri yang menanyakan sesuatu pada Nyonya Oh.

"Aku tidak perlu mengatakan apapun? Jadi aku hanya perlu tutup mulut?"

"Iya"

"Jadi, haruskah aku mati sekalian?" tanya Nyonya Oh kesal lalu pergi.

Wan jadi stres tapi dia berusaha mengendalikan emosinya dengan bernyanyi dan mengingatkan dirinya sendiri untuk memahami para orang tua karena dia harus menulis kisah mereka.


Hee Ja ke rumah barunya Jung A dan melihat Jung A masih lelap tidur. Dia sengaja tidak membangunkan Jung A. Tapi tiba-tiba dia ditelepon putrinya Jung A yang mencemaskan kepergian ibunya. Hee Ja pun memberitahunya yang sebenarnya lalu membangunkan Jung A agar dia bicara dengan putrinya.

Tapi Jung A cuma meminta Hee Ja untuk memberitahu putrinya bahwa dia akan menelepon nanti lalu balik tidur mendengkur lagi. Hee Ja pun mematikan teleponnya lalu ikut berbaring disamping Jung A.


Di rumah sakit, kedua keponakan Choong Nam akhirnya datang dan langsung menundukkan kepala dengan penuh rasa bersalah di hadapan Choong Nam. Mereka bahkan langsung berlutut meminta maaf atas keteledoran mereka dan berjanji bahwa mereka tidak akan lagi pergi karaokean.

"Kalian boleh pergi. Tapi kalian harus mengangkat telepon kalian. Orang tua bisa sakit setiap saat. Aku tidak akan memberikan cafe ku pada kalian. Pergilah"

Choong Nam lalu beranjak bangkit, kedua keponakannya ingin membantu. Tapi Choong Nam masih marah dan tidak mau bantuan mereka. Mereka langsung cepat-cepat berlutut di depan kamar rawat Choong Nam.


Tak ada istri di rumah, Suk Kyun melarikan diri ke rumah Sung Jae. Sementara Sung Jae sibuk memasak untuk mereka, Suk Kyun malah asyik nonton TV. Dia bahkan tidak mau membantu Sung Jae menata peralatan makan di meja (Hadeh! Halbae yang satu ini bener2 deh! Dia kira Sung Jae pembantu kali?)


Saat mereka mulai makan bersama, Sung Jae menyarankan agar Sung Kyun memohon maaf pada Jung A dan memintanya pulang. Tapi Suk Kyun tidak mau, dia sangat yakin kalau Jung A akan kembali dalam waktu 3 hari lagi. Kenapa juga Jung A membuatkannya makanan jika dia benar-benar ingin meninggalkannya selamanya.

"Karena seperti itulah dia" ujar Sung Jae "Dia orang yang baik. Itu adalah makanan terakhirmu. Makanlah nasi dan supmu dan pergilah dari hidupku selamanya. Itulah maksudnya. Dia itu orang yang baik"

Suk Kyun tetap bersikeras tidak mempercayainya karena Jung A tidak menceraikannya. Suk Kyun menyatakan kalau Jung A tidak akan pernah sekalipun menceraikannya karena mereka sudah menikah selama setengah abad dan selama ini dia selalu menjadi suami yang baik yang menafkahi keluarga dan tidak pernah selingkuh.


Saat Sung Jae memberitahunya kalau Jung A membeli sebuah rumah, Suk Kyun malah ketawa ngakak dan mengklaim kalau itu cuma aksi saja, cara yang Jung A gunakan untuk membuatnya menuruti keinginan Jung A keliling dunia.

Dia mengaku kalau dia memang tidak menuruti keinginan Jung A karena dia menyimpan semua uang mereka sebagai persiapan jika mereka panjang umur sampai umur 100 tahun. Dia yakin kalau Sung Jae tidak akan mengerti karena Sung Jae adalah seorang pengacara dan berasal dari keluarga berada. Dia bahkan yakin kalau Sung Jae punya uang tabungan 10 juta dollar.

Sung Jae langsung membela diri dan memberitahu Sung Jae bahwa kedua orang tuanya menghabiskan semua uang mereka untuk biaya medis sebelum mereka meninggal dunia dan dia bukan pengacara korup jadi mana mungkin dia punya uang sebanyak itu. Suk Kyun dengan pedenya mengklaim kalau dia pasti bisa mendapatkan uang sebanyak itu atau bahkan dua kali lipatnya jika dia berpendidikan tinggi seperti Sung Jae.

Suk Kyun memuji Sung Jae pintar masak, bahkan masakannya jauh lebih baik daripada Jung A. Jadi bagaimana kalau mereka tinggal bersama saja? canda Suk Kyun lalu ketawa ngakak. Tapi Sung Jae sama sekali tidak menganggap candaannya lucu.

Sung Jae benar-benar kesal pada Suk Kyun. Bukan cuma sikapnya yang menyebalkan, Suk Kyun juga orang yang jorok. Dia bahkan tidak mau repot-repot cuci tangan setelah buang air.


Dong Jin pamit pada Wan lalu bertanya-tanya bagaimana pertemuan Wan dengan Yeon Ha, apa dia senang bertemu Wan lagi. Wan memberitahunya bahwa awalnya dia pikir Yeon Ha akan sangat bahagia, tapi ternyata Yeon Ha sok jual mahal dan bilang kalau dia baik-baik saja dan hidupnya sudah sempurna jadi dia tidak peduli Wan akan kembali atau tidak.

"Lalu ibumu?" tanya Dong Jin.

Saat Wan cuma diam, dia berusaha menyemangati Wan dan berkata bahwa dia yakin pada akhirnya Nan Hee pasti akan menyetujui mereka. Walaupun pada awalnya berat, tapi pada akhirnya Nan Hee pasti akan mengalah jika Wan bahagia.

"Apakah berkat satu kali pukulan, kau menyadari kemampuannya?" tanya Wan

"Ibumu benar-benar sangat kuat"

"Aku minta maaf atas apa yang dia perbuat padamu"

"Satu permintaan maaf tidak cukup loh"

"Aku akan menggantinya melalui penjualan bukuku" janji Wan

Wan lalu mengajak Dong Jin untuk minum-minum bersama untuk yang terakhir kalinya. Tapi Dong Jin menolak karena istrinya sedang dalam perjalanan. Lebih baik jika perpisahan mereka tetap canggung dan tak sempurna, sama seperti awal pertemuan mereka dulu. Wan setuju, mereka pun mengucap selamat tinggal dengan saling kedip seksi dan Wan mendoakan kebahagiaan Dong Jin.


Keesokan harinya, kedua putri Jung A pergi menemui ibu mereka dan marah-marah padanya dan memohonnya untuk kembali karena ayah mereka tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Tapi Jung A terus diam dan mengacuhkan omelan mereka.

Soo Young lah yang paling emosi bahkan menuduh Jung A lah yang seharusnya bertanggung jawab atas Suk Kyun. Soo Young tak terima, dia pasti akan sangat malu pada suami dan mertuanya karena semua wanita dalam keluarganya bercerai. Tapi Jung A terus acuh sambil meneruskan pekerjaan bersih-bersihnya.


Setelah kedua putrinya pergi, ketiga halmae makan pancake bersama. mereka senang karena Jung A terus diam tadi. Jika dia mengatakan sesuatu, keadaan pasti akan semakin buruk. Di saat seperti ini, Young Won lega karena dia tak punya orang tua, tak punya suami dan tak punya anak.

Hee Ja mengaku kalau dia sangat iri pada Young Won dan Choong Nam dalam hal itu. Tapi Young Won mengingatkan Hee Ja kalau dia punya kanker. Karena itulah Hee Ja juga kasihan pada Young Won.

"Kurasa Choong Nam memiliki kehidupan yang terbaik" ujar Hee Ja

"Choong Nam unnie punya 15 saudara yang semuanya menggantungkan hidup padanya, ingat tidak? Hidup itu sulit bagi semua orang, bukan?"


Puas setelah menghabiskan satu mangkok makan siangnya, Wan asal saja mengangkat telepon ibunya tanpa melihat dulu siapa yang menelepon dan baru menyesal setelah mendengar suara Suk Kyun di ujung sana. Walaupun sebal tapi Wan tetap menyapanya dengan sopan. Tapi Suk Kyun malah menyapanya dengan mengatai Wan sebagai cewek tak berguna yang menulis novel dan merokok.

Suk Kyun memerintahkan Wan untuk menyuruh Nan Hee datang ke rumahnya dan memasak untuknya. Wan menyampaikan pesan Suk Kyun pada ibunya dan Nan Hee menyetujuinya, dia merasa harus melakukannya minimal satu kali. Tapi Wan tak setuju dan dengan sopan meminta Suk Kyun untuk menelepon putrinya saja.

Suk Kyun bilang kalau putrinya sedang sibuk, jadi dia menyuruh Wan saja yang datang. Wan langsung melotot kaget dan keberatan. Suk Kyun malah jadi tambah marah, mengatai Wan dengan kasar dan mengingatkan Wan kalau dia sudah mengenal Wan selama 40 tahun, dia dan ibunya Wan sudah berteman selama 60 tahun, masa Wan tidak bisa datang dan masak untuknya sekali saja. Capek meladeninya, Wan dengan sopan beralasan kalau dia sibuk lalu mematikan teleponnya.


Suk Kyun lalu menelepon Choong Nam dan tanpa basa-basi menyuruh Choong Nam datang dan memasak untuknya. Choong Nam dengan dinginnya memberitahu Suk Kyun kalau dia baru saja menjalani operasi. "Kau mau kubunuh atau apa?" ancam Choong Nam.

Prof. Park menelepon lagi. Kali ini Choong Nam mengangkatnya dan menyapanya dengan nada manis seperti biasanya. Dia mengklaim kalau saat dia sedang tidak mood untuk bertemu siapapun dan menyarankan agar mereka ketemuan minggu depan saja.

"Aku punya hadiah besar untuk kalian" ujar Choong Nam.


Terpaksalah Soo Young dan Ho Young yang akhirnya harus mengurusi Suk Kyun sementara Suk Kyun duduk santai di sofa bagai seorang raja sambil membaca koran dan memerintahkan Soo Young untuk membuatkan makanan kesukaannya.

Saat Soo Young menyajikan makanan itu untuknya, dia memperhatikan Soo Young tampak kesal bahkan menata peralatan makan untuk dengan kasar. Ho Young bahkan pamit dengan wajah cemberut. Soo Young berusaha memohon pada Suk Kyun untuk memohon pada Jung A.

Jika Suk Kyun tak mampu menuruti keinginan Jung A untuk keliling dunia, dia dan Ho Young bersedia memberinya uang untuknya, mereka bahkan bersedia mencari hutang asalkan Jung A mau kembali. Tapi Suk Kyun tetap ngotot tidak mau memohon, usianya sudah 70 tahun lebih dan masih kuat bekerja, jadi kenapa juga dia harus memohon.

Soo Young berusaha memberitahu apa kesalahan Suk Kyun yang selama ini selalu merecoki Jung A dan memperlakukan Jung A bagai pembantu. Tapi Suk Kyun tetap bersikeras tidak bersalah. Dia yakin kalau Jung A hanya akan bertahan paling lama sebulan.

"Lalu bagaimana jika satu bulan berubah menjadi satu tahun?"

Tapi Suk Kyun tidak mempedulikannya dan bersikeras menyuruh Soo Young memasak lagi besok. Soo Young berusaha mengingatkan Suk Kyun kalau dia juga punya suami yang harus dia urusi. Tapi Suk Kyun tetap tidak peduli dan ngotot menyuruh Soo Young memasak lagi besok.


Mark Smith sedang memasukkan barang-barang kedalam mobilnya saat dia melihat Hee Ja keluar. Dia langsung memanggil Hee Ja tapi Hee Ja tidak mendengarnya. Dia langsung menghampirinya dan menyapanya tapi Hee Ja menatapnya dengan bingung dan berkata kalau dia tidak mengenal Mark.

Mark berusaha mengingatkan Hee Ja tapi Hee Ja tetap tidak ingat. Mark memberitahunya bahwa dia hendak pindah dan dia ingin mengucap selamat tinggal. Tapi Hee Ja tetap tidak ingat padanya lalu pergi. Mark akhirnya meninggalkan foto grup mereka di depan rumah Hee Ja sebelum dia pergi.


Jung A berjalan seorang diri menelusuri jalan yang sepi itu sebelum akhirnya jalan itu err... memudar menjadi rel kereta api.


Tapi sosok kabur di rel kereta api itu adalah Suk Kyun. Hmm... ternyata itu adalah mimpi buruk Suk Kyun. Dia tersentak bangun dengan menjerit ketakutan dan memanggil Jung A. Tapi tak ada yang menjawab panggilannya, dia sendirian.


Begitu pulang, Hee Ja berbaring di kasur yang dia tata di ruang tamu. Tapi kemudian dia bangkit kembali untuk mengambil semangkok makanan. Tapi baru memakannya beberapa sendok, Hee Ja mengantuk dan langsung tidur di meja makan.


Keesokan harinya, Young Won dan Choong Nam yang baru keluar dari rumah sakit, datang mengunjungi Suk Kyun. Choong Nam membawakan makanan kesukaan Suk Kyun sementara Young Won berseru kaget melihat dapur yang sangat kotor. Suk Kyun berkata kalau kedua putrinya sangat sibuk dan tidak ada waktu membersihkannya.

"Kalau kau tidak mau cuci piring, jangan makan" ujar Choong Nam. Dia lalu menempelkan daftar 'Bagaimana Menjadi Suami Yang Baik' di kulkas dan menyuruh Suk Kyun untuk membacanya nanti.


Suk Kyun menyuruh mereka untuk membawa Jung A kembali kalau mereka tidak mau direpotkan olehnya terus menerus. Dia mengancam akan menelepon mereka 12 kali sehari kalau mereka tidak bisa membawa Jung A kembali. Young Won menegaskan kalau dia hanya akan membantu Suk Kyun satu kali ini saja.

Young Won menyuruh Suk Kyun memohon sendiri pada Jung A. Tapi Suk Kyun tetap ngotot  menolak, dia malah menuduh mereka sebagai biang keladi yang mengompori Jung A untuk berpisah dengannya. Kesal, Choong Nam mengiyakannya saja lalu keluar karena kepalanya serasa mau pecah.

Young Won mengaku bahwa dia sudah pernah berusaha menghentikan Jung A. Tapi sekarang setelah melihat sikap Suk Kyun, dia berubah pikiran. Sikap Suk Kyun pada Jung A selama ini pasti jauh lebih buruk daripada sikap Suk Kyun padanya hari ini. Jung A pantas hidup sesuai yang diinginkannya daripada bersama Suk Kyun.

Dan kalau Suk Kyun butuh seseorang untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangganya, maka sebaiknya dia panggil saja semua saudara-saudaranya. Saudara yang telah Suk Kyun beri banyak uang itu.

"Mereka semua pria!"

"Dan aku wanita! Terus kenapa?!"

Suk Kyun akhirnya diam tapi kemudian dia pergi karena Jung A meneleponnya, dia akan pergi menjemput Jung A.


Setelah Suk Kyun pergi, Choong Nam masuk kembali dan membantu melipat bajunya Suk Kyun. Dia melakukan itu demi membalas budi karena dulu Suk Kyun pernah membelanya dari pembully di sekolah. Choong Nam menggerutu kesal karena masih mengingat itu sampai sekarang. Dia lalu meminta Choong Nam untuk membantunya balas dendam pada para profesor.


Suk Kyun menelepon Jung A sambil marah-marah karena rumah Jung A tinggi sekali. Tapi akhirnya dia sampai juga. Dia tidak terima disalahkan hanya karena dia berbakti pada orang tuanya dan baik pada saudara-saudaranya. Kalau Jung A ingin bercerai, yah bercerai saja. Jung A dengan santainya mengeluarkan formulir perceraian yang sudah dia tanda-tangani.

Suk Kyun berusaha mengancam Jung A dengan mengklaim bahwa rumah yang baru Jung A beli ini adalah rumahnya. Tapi Jung A dengan santainya berkata "Mari kita selesaikan di pengadilan"

Bersambung ke part 2

1 comment :

  1. semangat ya mbak ima...aq suka banget drama ini sekalian nostalgia tentang orangtua...ceritanya simpel tapi menarik, makna ceritanya dapat banget

    ReplyDelete