July 27, 2016

38 Task Force Episode 6 - 2

 

Tim pajak dan para reporter akhirnya berhasil menerobos gerbang rumah Bang. Sung Hee menggedor pintu, tetap tak ada jawaban apapun dari dalam. Padahal di dalam rumah, Bang sedang mandi dengan santai.

Sung Hee langsung minta tangga lagi. Petugas Park naik ke balkon dan melihat ada seorang ahjumma lewat. Petugas Park menggedor jendela tapi ahjumma itu tidak mendengar atau mungkin sengaja mengacuhkannya. Petugas Park langsung melapor ke Sung Hee bahwa memang ada orang di dalam. Tim pajak pun langsung membobol kunci rumah itu.


Dan begitu masuk, Ketua Tim Kang mendapati Bang sedang duduk santai dan tampak jelas dia sudah menunggu kedatangan mereka. Tapi melihat wajah Bang, mengingatkan Ketua Tim Kang akan masa lalu. Dalam flashback, tampaknya Ketua Tim Kang pernah mendatangi Bang bersama seseorang dan Bang kemudian nama orang itu.



Sekarang, Bang tersenyum pada Ketua Tim Kang dan menyapanya seolah mereka kenalan lama yang baru bertemu kembali. Saat Sung Hee memperkenalkan diri mereka dan tujuan mereka kemari, Bang menyapanya dengan ramah dan mengaku kalau dia sudah diberitahu akan kedatangan mereka kemari.

Dia bahkan mempersilahkan mereka untuk menyita barang-barang miliknya. Tapi sebelum mereka melakukan itu, dia langsung berpaling ke arah kamera untuk memberitahukan apa alasannya tak membayar pajak.


Pada para reporter, Bang mengklaim kalau dia dituduh sebagai penipu MLM hingga dia kehilangan perusahaannya dan pada akhirnya membuatnya tak mampu membayar pajak.

Dia berkata kalau perusahaannya adalah perusahaan MLM legal tapi perusahaannya hancur hanya karena mereka tidak mau membayar uang suap pada para politikus dan karenanya perusahaannya dituduh sebagai perusahaan MLM ilegal.

Bang berkata kalau dia sudah berusaha keras untuk menyelamatkan perusahaannya, dia sudah berusaha keras melindungi hidup 200 ribu karyawannya. Dia mengklaim kalau merasa bersalah dan berhutang budi pada 200 ribu karyawannya, lalu membungkuk dalam-dalam.

Tim pajak tentu saja tak ada yang mempercayainya tapi mereka hanya bisa diam, sementara para reporter mulai memandang tim pajak dengan sinis. Setelah itu, Bang menoleh pada Sung Hee dengan senyum manis tapi licik dan mengizinkan mereka untuk menggeledah rumahnya.


Penggeledahanpun dimulai. Tapi segala hal yang sudah mereka rencanakan, tidak berjalan sesuai harapan. Saat mereka hendak menyita perhiasan istrinya Bang, Istri Bang dengan wajah memelas mengklaim kalau itu adalah hadiah dari menantunya dan karenanya dia meminta mereka untuk tidak menyita perhiasan itu.

Bang bersikap sok baik dengan menyuruh istrinya untuk membiarkan tim pajak menyita perhiasannya demi negara. Pada media, Bang mengklaim kalau perhiasan itu adalah hadiah ultah dari menantunya tahun lalu dan berkata kalau dia adalah orang yang tidak berguna hingga dia harus numpang tinggal di rumah anaknya.


Tim pajak tidak menemukan apapun berharga apapun untuk disita, sepertinya Bang sudah mempersiapkan kedatangan mereka dengan baik dan memindahkan semua barang-barang mereka.

Memutuskan untuk bertindak lebih agresif, Sung Hee langsung turun menemui Bang yang saat itu sedang bersama para wartawan yang sekarang lebih tertarik mewawancarai Bang. Sung Hee menuntut Bang untuk membuka kamar kecil di lantai 2. Bang mengklaim tidak ada apa-apa di kamar itu, tapi Sung Hee tetap bersikeras memaksa Bang untuk membukanya.


Bang akhirnya menurutinya. Dugaan Sung Hee benar, di kamar itu memang ada brangkas besar. Sung Hee langsung meminta Bang untuk membukanya. Bang berkata kalau didalamnya cuma ada barang pribadi saja, tapi klaimnya malah membuat Sung Hee makin penasaran dan memaksa Bang untuk membuka brangkasnya.

Bang tampak mulai kesal pada Sung Hee dan bertanya "Apa kau harus sampai sejauh ini?"

"Iya, tugas kami adalah melakukannya sampai sejauh ini"

Dia bahkan mengancam secara halus bahwa dia akan memanggil teknisi untuk membuka brangkas itu jika Bang menolak membukanya.


Bang akhirnya menurut dan membuka kunci brangkasnya. Tapi sebelum dia benar-benar membukanya, dia menoleh kembali ke Sung Hee dengan tatapan tajam dan menanyakan siapa namanya.

"Saya Chun Sung Hee dari Kantor Pajak Divisi Tiga Balai Kota Seowon"

"Aku akan mengingat nama itu" ujar Bang yang walaupun diucapkan dengan nada biasa tapi terasa seperti mengancam.


Bang lalu membuka brangkasnya, tapi brangkas itu ternyata kosong dan hanya ada sebuah amplop di dalamnya. Ketua Tim Kang membuka amplop itu dan didalamnya adalah foto mendiang ayahnya Bang. Ketua Tim Kang dan Sung Hee akhirnya hanya bisa saling berpandangan dan menahan emosi. Pada media, Bang berkata bahwa satu-satunya yang dia miliki hanya gambar mendiang ayahnya itu.


Beberapa saat kemudian, tim pajak akhirnya pergi dengan tangan kosong. Bang memanggil Sung Hee dan dengan senyum ramah bertanya kenapa Sung Hee datang ke rumahnya hari ini, apakah dia datang untuk menagih pajak atau cuma cari sensasi.

Tapi kemudian raut wajahnya mulai berubah mengancam saat dia melanjutkan pertanyaannya "Jika kau melakukan semua ini hanya demi mencari sensasi maka aku akan bermurah hati dan tidak akan mempermasalahkannya. Tapi jika kau datang untuk menagih pajak, kau akan berada dalam masalah besa. Aku tanya sekali lagi, kau datang kemari untuk menagih pajak atau cuma cari sensasi?"

Sung Hee sama sekali tak gentar dengan ancamannya dan dengan tenangnya menjawab "Saya datang kemari untuk bekerja"

Bang tak suka mendengar jawaban itu, tapi dengan cepat dia mengubah ekspresinya dan tersenyum ramah kembali lalu mengizinkan Sung Hee pergi.


Setelah Sung Hee pergi, Bang ditelepon anaknya yang mengabarkan masalah Jin Seok. Bang langsung kesal mendengarnya.


Begitu kembali ke balai kota, Sung Hee kaget setelah diberitahu rekannya bahwa Jin Seok sudah melunasi semua tunggakan pajaknya. Tentu saja kabar itu juga membuat Ketua Tim Kang dan yang lain kebingungan. Sung Hee langsung keluar untuk menelepon Sung Il.

Tapi tepat saat itu juga, dia berpapasan dengan Jung Do yang datang untuk menemui Sung Il. Sung Hee langsung mengerti, Jung Do dan Sung Il pasti sudah bekerja sama untuk menipu Jin Seok dan membuat Jin Seok membayar pajaknya. Dan dugaannya terbukti saat Jung Do diam.

"Kau dan aku memang sangat bertentangan. Jika Ma Jin Seok membayar pajaknya, kami tidak akan bisa menyelamatkan Ketua Baek. Dia akan dituduh melakukan penyerangan dan penyuapan!"

"Apa maksudmu?" tanya Jung Do

"Kami akan membuat kesepakatan untuk. Aku berencana untuk memanfaatkan pajaknya Jin Seok untuk membuat kesepakatan dan menyelamatkan Ketua Baek dari tuduhan dan penyerangan dan suap. Tapi sekarang aku tak bisa melakukan itu lagi. Jin Seok tidak akan membantu seseorang yang telah menipunya dan membuatnya membayar pajak"

Jung Do sungguh-sungguh tak mengerti maksudnya. Tapi Sung Hee langsung membentaknya dengan penuh amarah, memberitahunya kalau Sung Il akan dipecat oleh Komite Disipliner. Dengan sinis dia mengucap selamat pada Jung Do yang tidak akan dipenjara karena membuat Jin Seok membayar pajak sementara Sung Il yang harus mendapat masalah. Dia lalu pergi meninggalkan Jung Do yang kebingungan dan mulai merasa bersalah.


Sementara itu di rumah, Sung Il menyiapkan meja altar untuk memperingati kematian Min Sik yang ternyata bukan cuma rekan kerjanya tapi juga kakak iparnya sendiri. Sementara di TV, terdengar berita yang menyiarkan tentang pajak dan penangkapan Jae Sung yang dituduh sebagai polisi yang menerima suap. Istrinya Sung Il mengeluhkan almarhum kakaknya karena gara-gara dialah dia jadi menikah dengan Sung Il yang menurutnya seperti beruang bodoh.

"Kau bilang kau suka pria besar. Kau bilang aku tipe idealmu" protes Sung Il.


Bel pintu berbunyi, Sung Il pun bangkit untuk membukanya dan ternyata tamunya adalah Jung Do. Beberapa saat kemudian, Jung Do diundang makan bersama keluarga Sung Il. Pada keluarganya Sung Il, Jung Do diperkenalkan sebagai bawahannya Sung Il.

Tapi belum sempat makan sesendok nasi, Istrinya Sung Il terus menerus merecoki Jung Do dengan bertanya-tanya apakah Jung Do sudah menikah atau punya pacar atau gebetan. Saat Jung Do menyangkal semuanya, Istrinya Sung Il langsung menawarinya untuk melakukan kencan buta.


Sung Il langsung memprotes istrinya dan menyuruhnya untuk membiarkan Jung Do makan dengan tenang. Jung Do lalu berpaling pada Ji Eun. Dia berusaha mengajak Ji Eun ngobrol, tapi Ji Eun menjawab pertanyaan Jung Do dengan jawaban singkat dan agak sinis.

Saat Jung Do memujinya cantik, Ji Eun langsung bertanya "Ahjussi, kau penipu, yah?" (Pfft! emang iya)

Jung Do langsung terdiam, Ji Eun menuduh Jung Do seperti itu karena dia tidak cantik dan tidak populer di sekolah. Ji Eun yakin kalau Jung Do memujinya hanya karena dia putri atasannya Jung Do.


Setelah makan malam, Sung Il dan Jung Do keluar untuk minum-minum. Jung Do bertanya upacara peringatan tadi itu untuk siapa. Sung Il pun bercerita bahwa mereka melakukan upacara peringatan kematian kakak iparnya sekaligus rekan kerjanya.

Dia memberitahu Jung Do bahwa mendiang kakak iparnya itu mati bunuh diri 6 tahun yang lalu karena seseorang menuduhnya menerima suap. Sung Il sangat menyesal, seandainya saja dulu dia mempercayai Min Sik, dia pasti tidak akan bunuh diri.

"Kau tahu apa hal terakhir yang kuucapkan padanya? Aku bilang padanya 'jangan membuat masalah, aku perlu uang pensiunku'. Dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya, dan aku malah mengatakan hal tentang pensiun"

"Tapi apa dia benar-benar menerima suap atau mungkin dia menganggu orang yang tidak seharusnya diganggu?" tanya Jung Do

Sung Il memberitahunya bahwa waktu itu mereka mendatangi Woohyang Group. Waktu itu, Min Sik bertekad untuk menarget Choi Chul Woo yang merupakan presdir Woohyang Group karena tunggakan pajak Choi Chul Woo adalah yang paling besar. Tapi masalahnya, mereka bahkan tidak bisa mendekati Choi Chul Woo karena dihalangi oleh Bang Pil Gyu yang merupakan tangan kanannya Choi Chul Woo.


Dalam flashback, kita melihat Min Sik lah yang memimpin misi menagih pajak Choi Chul Woo dan para anggotanya waktu itu adalah Sung Il, Komisaris Ahn, Ketua Tim Kang dan Sung Il 2.

Sung Il berkata bahwa rencana mereka adalah mendapatkan Choi Chul Woo dan Bang Pil Gyu, tapi ternyata kedua orang itu punya banyak koneksi di balai kota. Dan hanya dengan satu kali telepon, misi mereka pun berakhir.

Komisaris Ahn dan Sung Il 2 langsung meninggalkan Min Sik keesokan harinya. Lalu beberapa hari kemudian, Ketua Tim Kang juga keluar dari misi ini. Dan akhirnya, Sung Il pun meninggalkan Min Sik hingga membuat Min Sik putus asa dan mengakhiri hidupnya


Jung Do menduga, jika satu kali panggilan telepon bisa menghancurkan divisi mereka, berarti orang yang dihubungi Bang pastilah orang yang punya kedudukan tinggi. Dia penasaran, siapa orang yang dihubungi Bang itu.

"Ada lah orang seperti itu" jawab Sung Il ambigu. Jung Do terus memaksanya untuk menjawab. Tapi Sung Il tetap bersikeras tak mau menjawab lalu mengalihkan topik dan bertanya kenapa Jung Do mendatanginya malam-malam begini.

"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku. Tentang Komite Disipliner, kudengar kau mungkin akan dipecat"

"Mungkin aku cuma akan diskors"

Jung Do heran, kenapa Sung Il tidak membuat kesepakatan dengan Jin Seok saja dan berjanji akan mengembalikan uangnya asalkan Jin Seok membebaskannya dari tuduhan penyerangan dan suap. Sung Il tidak mau melakukan itu karena perbuatan itu hanya akan membuatnya terlihat buruk.

Dia memang melakukan kekerasan pada Jin Seok tapi dia tidak pernah menerima suap, jadi dia pikir kalau dia tidak akan dipecat. Jadi dia hanya harus bersikap baik dalam Komite Displiner agar hukumannya ditangguhkan saja. Jung Do pesimis, dia tidak yakin kalau Sung Il akan bisa melakukan itu.

Jung Do berkata bahwa ada sesuatu yang ingin dia berikan pada Sung Il. Sung Il langsung mengulurkan tangannya, tapi Jung Do bilang kalau dia tidak bisa memberikannya sekarang.


Jin Seok menghadap Bang dan dengan takut-takut mengakui kalau dia telah ditipu untuk membayar pajak. Anaknya Bang, Ho Seok, langsung tertawa sinis mendengarnya lalu memerintahkan Jin Seok untuk memukul dirinya sendiri. Jin Seok melakukan perintahnya, tapi Ho Seok tak puas dan terus memerintahkan Jin Seok untuk memukul dirinya sendiri lebih keras lagi dan lagi.


Saat dia masih belum puas juga, dia langsung bangkit dan meninju Jin Seok berulang kali sampai berdarah. Tapi saat dia mulai melayangkan tendangan, Jin Seok kesal dan langsung menangkap kaki Ho Seok. Bang pun akhirnya memerintahkan Ho Seok untuk berhenti.


Bang menyatakan kalau hubungan mereka dengan Jin Seok sekarang berakhir. Jin Seok kaget dan berlutut pada Bang, meminta maaf pada Bang dan berusaha memohon belas kasihan Bang karena tanpa koneksi Bang maka dia akan hancur.

Tapi Bang dengan dinginnya memberitahu Jin Seok untuk kembali ke kehidupannya yang miskin dan menghabiskan hari-harinya dengan mencemaskan masalah tagihan bulanan. Jin Seok seharusnya bersyukur bisa tinggal didekat orang kaya sepertinya.

Dia lalu memerintahkan Ho Seok untuk segera mengosongkan kantornya Jin Seok. Mereka kemudian pergi meninggalkan Jin Seok yang hanya bisa menangis.


Dalam perjalanan, Bang mengomeli anaknya untuk tidak membawa supir. Ho Seok meminta maaf dan menjelaskan kalau kemampuan menyetirnya masih sangat buruk jadi dia terpaksa melakukannya. Tiba-tiba dia melihat supirnya meliriknya lewat spion, Ho Seok langsung ngomel-ngomel kesal bahkan sampai menghina si supir.

Bang menghentikan ocehannya dengan cepat untuk menanyakan masalah sesuatu yang dia minta pada Ho Seok. Ho Seok berkata kalau dia sudah mengurus dan merencanakan semuanya dan berkomentar bahwa Bang pasti sangat terpukul oleh orang-orang kantor pajak itu hingga Bang menyuruhnya melakukan ini.

"Mereka berusaha mendapatkanku, para brengs*k itu"


Sung Il tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Jung Do. Dia memutuskan untuk keluar, dia berusaha mengendap-endap mengambil kunci mobil istrinya. Tapi istrinya terbangun saat itu juga, terpaksalah Sung Il akhirnya pergi dengan jalan kaki menuju gudang.


Sementara itu di gudang, Jung Do mengumpulkan semua orang dimana dia mengemukakan suatu ide pada mereka menyangkut Sung Il, tapi ide itu membuat semua orang terdiam ragu. Jung Do bertanya apakah mereka tidak merasa bersalah pada Sung Il, dia orang yang baik tapi malah berakhir bersama mereka.

"Orang-orang seperti kita bahkan tidak peduli pada hukum. Tapi kali ini kita bekerja melindungi hukum. Wow, ini pertama kalinya aku merasakan perasaan seperti ini setelah pekerjaan selesai. Bukankah ini menyenangkan? Jadi kenapa kita tidak membantu Baek Sung Il ahjussi yang telah membuat kita menyadari bahwa kita juga bisa melakukan hal-hal baik?"

Sung Il bergabung bersama para penipu seperti mereka demi menegakkan undang-undang perpajakan. Orang-orang seperti mereka bisa kembali ke asal mereka, tapi orang seperti Sung Il harus tetap di posisinya karena orang seperti Sung Il sangat dibutuhkan untuk menegakkan keadilan.

"Itu saja yang ingin kukatakan. Jadi, siapa yang mau bergabung?"


Tepat saat itu juga, Sung Il datang dan kebingungan melihat semua orang berkumpul. Tapi yang lebih membuatnya tercengang adalah foto-foto dan data diri berbagai macam orang yang memenuhi dinding ruangan. Dengan malu-malu Jung Do mengaku bahwa semua itu adalah daftar para penunggak pajak di divisinya Sung Il.


"Apa yang akan kau lakukan dengan itu?" tanya Sung Il bingung

"Kami akan mencegah penangguhanmu. Apakah tunggakan pajak 300 orang cukup?"

Sung Il langsung tersenyum mendengarnya.

Bersambung ke episode 7

No comments :

Post a Comment