July 24, 2016

38 Task Force Episode 6 - 1


Jae Sung muncul di rumahnya Jung Do keesokan harinya dan memberitahunya bahwa dia sudah menangkap semua rekan Jung Do semalam. Saat Jung Do berusaha membela diri bahwa ini tidak bisa disebut sebagai penipuan karena belum adanya uang yang berpinda tangan, Jae Sung justru memerintahkannya untuk pergi menandatangani surat kontraknya dengan Ma Jin Seok besok. Dengan begitu dia akan punya bukti kuat untuk memenjarakan Jung Do.

Merasa terjebak, Jung Do langsung tertawa sinis dan berkata "Aku akan mendapatkan tanda tangannya Jin Seok besok, kejar aku dan aku terus berlari"

Kesal, Jae Sung memberikan sepasang borgol pada Jung Do dan menyuruh Jung Do untuk memborgol dirinya sendiri besok karena dia sudah terlalu tua dan terlalu capek untuk melakukan hal seperti ini.



Setelah Jae Sung pergi, Jung Do langsung mengumpat marah lalu menelepon Jin Seok untuk mengubah pertemuan mereka menjadi hari ini dengan alasan kalau Tuan Park sedang ada urusan penting mendadak.


Di dalam sel tahanan, Sung Il berusaha meminta pada polisi untuk bicara dengan orang yang bertanggung jawab. Tapi para polisi tak menanggapinya. Mi Joo memberitahunya bahwa target polisi yang sebenarnya bukan mereka karena mereka hanya umpan untuk menjebak dan menangkap Jung Do.


Sementara itu, Nyonya Noh teringat oleh ucapan Tuan Kim bahwa Jung Do pernah menyelamatkan nyawa Ketua Wang dua kali. Sekretarisnya datang dan memberitahunya tentang penangkapan rekan-rekannya Jung Do. Nyonya Noh kaget mendengarnya lalu bertanya dimana Jung Do berada sekarang.


Begitu Jung Do berjalan keluar gedung, seorang polisi yang menyamar langsung melaporkan pergerakannya pada Jae Sung yang ternyata sudah mengantisipasi aksinya Jung Do. Dia langsung memerintahkan pada semua anak buahnya untuk membuntuti Jung Do.


Jung Do terus berjalan dengan santai, dia tahu kalau dia dibuntuti oleh beberapa polisi. Dia berhenti sejenak di tengah jalan dan menggunakan layar hapenya untuk memastikan berapa polisi yang sedang membuntutinya. Dia langsung tertawa sinis sebelum akhirnya dia berlari dan para polisi itu langsung mengejarnya.


Dia berusaha berlari secepat mungkin tapi dia langsung berteriak frustasi saat seorang polisi mengejarnya dengan mobil. Jung Do berhasil menghalaunya dengan melempar sepeda hingga mobil itu menubruk mobil lain, tapi setelah itu datang mobil-mobil polisi lain dari dua arah menyudutkannya dan Jung Do sendiri sudah kelelahan.


Tapi tepat saat itu juga, sebuah mobil hitam tiba-tiba muncul dari arah lain dan Jung Do melihat ada Nyonya Noh di dalamnya. Dia langsung berlari masuk kedalam mobil itu dan mereka pun langsung kabur. Sambil terengah-engah, Jung Do berterima kasih pada Nyonya Noh dengan jempol.


Polisi langsung ngebut mengejar mereka. Tapi mereka tidak sadar kalau Nyonya Noh sudah mengecoh mereka sejak awal dengan mobil hitam lain yang sama persis. Polisi itu makin bingung saat tiba-tiba mobil hitam lain muncul di depan mereka.


Kedua mobil hitam kembar itu langsung berpencar, polisi pun ikut berpencar. Tapi kemudian muncul lagi mobil hitam kembar ketiga, keempat, kelima, keenam. Polisi makin bingung dan Jae Sung makin frustasi. hahaha!


Semua mobil hitam itu berpencar ke berbagai arah hingga akhirnya anak-anak buah Jae Sung memutuskan untuk menyerah. Begitu Jin Seok menyusul anak-anak buahnya, dia langsung mengamuk dan menendangi kaki mereka dengan kesal.

Tapi dia tidak mau menyerah begitu saja dan tiba-tiba kepikiran Jin Seok. Jika mereka menemukan Jin Seok maka mereka akan bisa menangkap Jung Do. Dengan berapi-api dia memerintahkan mereka untuk segera menemukan Jin Seok sekarang juga.

Tapi salah seorang anak buahnya langsung menyela dan memberitahu Jae Sung bahwa saat ini lebih baik jika mereka mencemaskan diri mereka sendiri. Karena saat ini mereka baru saja membuat kekacauan diluar yuridiksi mereka. Jung Do belum melakukan tindak kejahatannya dan mereka melakukan semua ini hanya atas dasar spekulasi, jika mereka sampai ketahuan maka sudah pasti mereka sendiri yang akan diskors.


Jae Sung jadi stres. Dan tepat saat itu juga, anak-anak buahnya mendapat sms yang memerintahkan mereka untuk menangkap Jae Sung. Polisi lain tiba saat itu dan langsung memborgolnya.


Nyonya Noh dan Jung Do masuk ke tempat pencucian mobil dimana Nyonya Noh berkomentar bahwa menjadi kaya itu enak karena dengan kekayaannya dia bisa membeli mobil-mobil kembar. Jung Do tersenyum mendengarnya, tapi dia penasaran dari mana Nyonya mengetahui semua ini.

Nyonya Noh mengaku bahwa ada seseorang yang menelepon ke kantornya, tapi dia tidak tahu siapa penelepon itu. Nyonya Noh bertanya-tanya apakah Jung Do mengetahuinya, tapi Jung Do mengaku kalau dia sendiri juga tidak tahu.


Sementara itu, Sekretarisnya Nyonya Noh datang ke kantor polisi untuk membebaskan Sung Il dan yang lainnya. Dia lalu mengajak mereka semua pergi agar mereka bisa menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.


Jung Do sudah menunggu di cafe saat Jin Seok datang. Jung Do menyuruhnya untuk membaca surat kontraknya dulu. Jin Seok hanya membacanya sekilas dan tampak sangat antusias saat membubuhkan stempelnya dalam semua surat kontrak itu.

Setelah semua kontrak sudah distempel, Jung Do menyuruhnya untuk mentransfer semua uang yang berjumlah 6 milyar itu ke 8 rekening yang dia klaim sebagai rekening para pemilik tanah.


Jin Seok langsung menelepon adiknya untuk mentransfer uang itu. Tapi kemudian dia menawarkan sebuah kesepakatan pada Jung Do. Dia merasa kalau Sung Il tidak berjasa apapun dalam kontrak ini, jika Sung Il mendapat komisi 5% maka pastinya Sung Il dan Jung Do harus berbagi komisi itu.

Tapi karena semua pekerjaan ditangani oleh Jung Do dan Sung Il tidak membantu apapun, Jin Seok mengusulkan agar mereka menyingkirkan Sung Il dari perjanjian ini dan dia akan memberikan komisi 3% langsung untuk Jung Do. Jung Do langsung mendengus tak percaya mendengarnya. Saat Jung Do tertawa, Jin Seok langsung ikut tertawa mengira Jung Do menyetujuinya.


"Kau baj*ngan sampai pada menit terakhir" ujar suara Sung Il yang tiba-tiba muncul saat itu.

Jung Do langsung bangkit dan Sung Il mengambil alih tempat duduknya. Kali ini Sung Il tidak repot-repot bersopan santun pada Jin Seok lalu memberitahu "Kau baru saja ditipu, bego"

Jin Seok tidak mengerti apa maksudnya. Sung Il pun memberitahunya bahwa tanah yang dia beli sangat mahal itu sebenarnya sama sekali bukan tanah yang berharga. Tak percaya, Jin Seok langsung berpaling ke Jung Do tapi Jung Do malah mengangguk-angguk.

Saat Jin Seok masih tidak mempercayainya, Sung Il menyuruhnya untuk mengecek peta online saja. Jin Seok masih bingung dan langsung berpaling kembali ke Jung Do yang dia panggil Tuan Kim. Tapi Jung Do langsung meralat, marganya bukan Kim tapi Yang.


Jin Seok langsung merebut laptop seorang pengunjung cafe dan mengecek peta online-nya dan langsung kesal saat mengetahui ucapan Sung Il benar adanya. Dia langsung menelepon adiknya dengan panik untuk membatalkan pengiriman uangnya.

Si adik yang saat itu sedang berada di bank langsung berlari panik kembali ke bank untuk menghentikan pengiriman uang itu. Tapi sudah terlambat, uang itu sudah terlanjur dikirim dan tidak bisa dibatalkan.


Melihat wajah panik Jin Seok, Sung Il langsung menyindir ekspresi wajahnya yang sekarang sangat mirip dengan ekspresi wajah ahjumma yang dulu pernah Jin Seok paksa meminum sebotol air "Apa kau tahu bagaimana perasaannya? Karena itulah tidak seharusnya kau menggunakan uang untuk mempermainkan orang lain"


Tak rela kehilangan uangnya, Jin Seok berusaha memelas pada Sung Il dan Jung Do. Dia bahkan berlutut di hadapan mereka dan memohon maaf. Tapi sedetik kemudian dia langsung marah-marah, menarik baju Sung Il dan mengumpatinya sambil mendesis-desis.


Burner muncul tak lama kemudian, dia datang tanpa samarannya lalu menyapa Jin Seok dengan riang. Mi Joo muncul tak lama kemudian, lalu diikuti Keyboard dan Nyonya Noh. Melihat geng penipu itu, Jin Seok langsung tertawa histeris.

Dia bersumpah akan memasukkan mereka semua kedalam penjara. Tapi saat dia baru mau menelepon polisi, Sung Il merebut hapenya dan berteriak memerintahkan Jin Seok untuk duduk kembali dan mendengarkannya.


Begitu Jin Seok duduk kembali dengan gaya congkaknya, Sung Il menyatakan bahwa semua tunggakan pajak Jin Seok, baik pajak daerah maupun pajak nasional senilai 5,77 milyar won, sekarang sudah lunas.

"Ma Jin Seok, mulai sekarang berusahalah untuk jadi baik. Kita tidak boleh mempermalukan anak-anak kita" Sung Il lalu mengembalikan hapenya Jin Seok dan pergi. Satu per satu geng penipu itu pergi, meninggalkan Jin Seok yang hanya bisa tertawa histeris dan kesal.


Pegawai balai kota mendapat kabar mengejutkan yang menyatakan kalau Jin Seok sudah melunasi semua tunggakan pajaknya. Kabar ini sampai ke telinga Baek Sung Il (panggilnya Sung Il 2 aja yah) yang satunya dan dia langsung menyampaikan kabar ini pada Komisaris Ahn yang sedang rapat dengan walikota Chun Gap Soo.

Gap Soo senang-senang saja tapi kabar ini bukan kabar yang baik bagi Sung Il 2 dan Komisaris Ahn. Gap Soo heran melihat ekspresi gelisah mereka, memangnya ada apa. Komisaris Ahn terlebih dulu mengusir Sung Il 2 sebelum dia memberitahu Gap Soo bahwa Jin Seok adalah rekan Bang Pil Gyu. Dan selama ini dia melindungi Jin Seok agar tidak membuat Bang barang. Mendengar itu, Gap Soo jadi ikut gelisah dan cemas lalu bertanya siapa yang menangani kasusnya Jin Seok.

"Ketua Baek dari Divisi 3. Dia orang besar tapi tak punya nyali jadi aku tidak menyangka kalau dia akan membuat kekacauan sebesar ini. Saya juga tidak tahu kenapa, tapi dia terus berusaha menerkam Tuan Ma. Ma Jin Seok, Bang Pil Gyu dan Choi Chul Woo. Jika ketiga orang ini jatuh, maka kita juga yang akan menderita. Apa menurut anda, mereka juga akan menarget Tuan Bang"


Sementara itu, Sung Hee dan timnya rapat bersama timnya Ketua Tim Kang. Sung Hee memberitahu mereka bahwa target mereka sekarang adalah Bang Pil Gyu. Dia adalah mantan CEO Woohyang Construction yang merupakan anak perusahaan Woohyang Group.

Bang Pil Gyu adalah hoobae-nya sekaligus tangan kanannya Choi Chul Woo. Sejak Woohyang Construction bangkrut, Bang Pil Gyu telah menunggak pajak nasional sebesar 45.25 milyar won dan pajak daerah sebesar 4.52 milyar won, jadi total tunggakan pajaknya adalah 49.77 milyar won.

Salah seorang anggota tim bertanya kenapa mereka mengejar orang ini, dia yakin kalau mereka tidak akan mungkin bisa menagih tunggakan pajak sebesar itu. Tapi saat Sung Hee berkata bahwa dia melakukan ini demi menyelamatkan Sung Il, dia akhirnya diam.

Dalam flashback, kita melihat rencana Ketua Tim Kang adalah dengan mendatangi kediaman Bang Pil Gyu dengan membawa kamera TV. Mereka akan memanfaatkan media dan sentimen publik untuk mengekspos mansion mewah dan gaya hidup mewahnya Bang Pil Gyu yang semuanya dia nikmati tanpa membayar pajak. Kekayaan yang dia nikmati setelah menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan mereka.


Dengan mengeksposnya melalui media maka Dinas Pajak Nasional pasti akan segera bertindak. Jika mereka bisa mendapatkan Bang Pil Gyu maka mereka juga akan mendapatkan Ma Jin Seok. Begitu mereka mendapat Jin Seok maka mereka akan bisa menegosiasikan kasus penyuapan Sung Il dan menyelamatkan Sung Il dari komite displiner.

Sung Hee menekankan bahwa tujuan utama mereka kali ini adalah untuk menyelamatkan Sung Il saja karena tidak mungkin Jin Seok akan membayar pajaknya. Hmm... sepertinya mereka belum tahu kalau pajaknya Jin Seok sudah lunas.

Sung Hee bertanya pada Ketua Tim Kang, ada berapa banyak kamera yang akan meliput nanti. Ketua Tim Kang berkata kalau dia sudah menghubungi berbagai media mulai dari 3 stasiun TV nasional, stasiun TV cable dan beberapa stasiun lokal. Saat mereka bersiap pergi, Sung Hee tiba-tiba menyadari kalau Ketua Tim Kang pakai makeup. Ketua Tim Kang berkata kalau istrinya yang melakukan ini untuk persiapan masuk TV.


Dalam perjalanan keluar, Ketua Tim Kang menunjuk Sung Hee untuk memimpin misi ini. Mendengar itu, anak buahnya Ketua Tim Kang langsung menuduh Ketua Tim Kang sengaja melimpahkan kepemimpinan pada Sung Hee untuk menghindari tanggung jawab. Sung Hee menerima keputusan itu dan memberitahu semua orang untuk tidak gugup di depan kamera dan bersikap seperti biasanya saja.

Mereka semua masuk kedalam mobil sambil mendiskusikan rencana penggerebekan mereka di rumah Bang nanti. Sung Hee menyuruh tim divisi 2 untuk menangani lantai satu sementara divisi 3 akan menangani lantai 2 dan segala barang yang harus mereka sita.

Sung Hee menginstruksikan semua orang untuk menyita barang-barang mewah seperti tas-tas branded mewah dan perhiasan-perhiasan mewah, bahkan kalau perlu mereka harus membuat keributan memperebutkan tas branded mewah di depan awak media untuk menunjukkan perjuangan mereka dan membuat media berpihak pada mereka.

Tapi target utama mereka adalah kamar kelima, itu adalah kamar paling penting yang selalu terkunci. Sung Hee yakin kalau di kamar itu tersimpan brangkas. Hasil penggerebekan mereka akan ditentukan oleh penemuan brangkas ini dan mengekspos isi brangkas tersebut.


Para reporter sudah berkumpul di depan rumah Bang saat mereka tiba. Sementara Ketua Tim Kang menyapa para reporter, Sung Hee menekan bel pintu tapi tak ada jawaban dari dalam rumah.


Sung Hee langsung minta tangga. Ketua Tim Kang cemas, takutnya benar-benar tidak ada seorang pun di rumah, kalau begitu maka merekalah yang akan malu di depan media nantinya. Tapi Sung Hee bersikeras karena dia yakin ada orang di rumah.

Takut media akan salah paham, Ketua Tim Kang menjelaskan pada mereka bahwa semua ini adalah bagian dari pekerjaan mereka dan semua ini legal. Sementara seorang rekannya Sung Hee naik tangga untuk menerobos kedalam rumah Bang, Bang sendiri tengah menatap mereka dengan senyum licik.

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment