July 22, 2016

38 Task Force Episode 5 - 2


Pada saat yang bersamaan, Keyboard akhirnya selesai membuat situs pishing-nya. Setelah itu dia dan Mi Joo pergi ke kantornya Jin Seok untuk menginstal situs pishing itu di komputer kantornya Jin Seok. Sementara Jung Do memastikan istrinya Jin Seok ada di rumah atau tidak dengan meneleponnya dan pura-pura mau kirim paket.


Kebetulan istrinya Jin Seok memang sedang keluar, lagi pamer cincin baru pada teman-temannya. Jung Do lalu melaporkan hal ini ke Burner yang langsung ngebut ke rumah Jin Seok.



Dalam perjalanan bersama Mi Joo, Keyboard terus-terusan memandangi Mi Joo. Dia mengaku kalau ini adalah pertama kalinya dia terjun langsung ke lapangan jadi dia agak gugup "Tolong beri aku saran yang banyak, noona"

Jelas saja Mi Joo bingung "Kenapa kau memanggilku noona"

"Aku lebih muda darimu, aku lahir tahun 1994" (Pfft!)

Mi Joo tak percaya dan langsung menuntut Keyboard mengeluarkan KTP-nya dan ternyata pernyataannya benar. Tapi dia tak mau dipanggil noona dan mengancam Mi Joo untuk tidak memanggilnya seperti itu atau dia akan membunuhnya.


Sung Il berusaha mengulur waktu dengan mengeluh lapar dan mengajak Jin Seok makan siang dulu dan Jin Seok menyetujuinya. Dia membawa Sung Il ke restoran terdekat dan mereka memesan sup tauge kesukaan Sung Il. Dia terus berusaha mengulur waktu dengan pura-pura mengeluhkan sumpitnya yang kotor.


Tapi itu tidak cukup dan akhirnya berinisiatif untuk mengeluarkan taugenya dari dalam supnya dengan alasan kalau dia tak suka tauge tapi dia suka makan sup tauge. Jelas saja Jin Seok bingung sendiri, kalau memang begitu lalu kenapa Sung Il pesan sup tauge.

Sung Il beralsan kalau dia alergi tauge tapi suka sup tauge. Jin Seok heran mendengarnya, baru kali ini dia tahu ada orang alergi tauge. Selesai mengeluarkan semua taugenya, Sung Il terus berusaha berlama-lama dengan berdoa terlebih dulu.


Burner tiba di rumah Jin Seok dan langsung membobol kunci pintunya dan menginstal situs pishing itu di komputernya Jin Seok. Sementara itu, Mi Joo dan Keyboard menyamar menjadi petugas balai kota untuk mengecek keamanan gedung kantornya Jin Seok.


Tapi berbeda dengan Burner yang melakukan aksinya dengan lancar, Mi Joo dan Keyboard tidak bisa masuk karena menurut pernyataan adiknya Jin Seok, gedung kantor ini sudah diinspeksi seminggu yang lalu. Jung Do menelepon Mi Joo saat itu dan Mi Joo melaporkan masalah ini pada Jung Do dengan berpura-pura seolah Jung Do adalah atasannya yang salah memberi informasi.


Stres, Jung Do langsung menelepon Sung Il dan menyuruhnya untuk menahan Jin Seok lebih lama lagi sementara dia akan memikirkan cara untuk menerobos masuk gedung itu. Mendengar itu, Sung Il tiba-tiba berkata kalau dia akan mengurusnya. Jung Do bingung apa maksudnya, apa yang mau Sung Il lakukan.

Sung Il tak menjawab dan langsung mematikan teleponnya lalu menelepon seseorang dan memberi orang itu informasi tentang kasus pajaknya Jin Seok yang jumlahnya mencapai 5 milyar won dan meminta orang itu untuk segera memobilisasi timnya sekarang.


Dan tak lama kemudian, tim dari Dinas Pajak Nasional muncul di kantornya Jin Seok untuk menagih pajak. Tapi sama seperti nasib tim penagih pajak dari balai kota, mereka juga langsung dihalangi oleh sepasukan sekuriti.


Selama orang-orang itu sibuk bergulat, Jung Do mencuri jaket salah satu petugas dinas pajak dari dalam mobil van mereka lalu menutupinya dengan jas hitam hingga akhirnya dia berhasil masuk kedalam gedung dengan berpura-pura jadi salah satu sekuriti. Dan begitu sampai di dalam, dia melepaskan jas hitamnya untuk pura-pura jadi salah satu petugas pajak.


Sementara itu di bawah, Adiknya Jin Seok melihat keributan ini dan langsung menelepon kakaknya yang saat itu sudah melanjutkan perjalanan bersama Sung Il. Jin Seok langsung kesal lalu menurunkan Sung Il di tengah jalan.


Jung Do akhirnya masuk kedalam kantornya Jin Seok. Tapi komputernya Jin Seok ter-password. Dia langsung menelepon Burner untuk menanyakan password komputernya Jin Seok. Burner ingat kalau dia pernah melihatnya saat dia memata-matai Jin Seok dulu, tapi dia lupa. Dia berusaha keras mengingatnya... sampai akhirnya dia ingat dan langsung memberitahu Jung Do.

Awalnya Jung Do tak percaya, mana mungkin Jin Seok akan menggunakan password se-simple itu. Tapi dia tetap mencobanya dan mengetik 0000... dan walah! passwordnya terbuka. Jung Do mendengus tak percaya melihatnya. Dia pun langsung bergerak cepat mengganti bookmark situs propertinya Jin Seok dengan situs pishing.

Misi selesai, Jung Do melepas jaket dinas pajaknya dan keluar gedung dengan pura-pura jadi salah satu penghuni gedung. Dia pergi tepat bersamaan dengan Jin Seok yang baru datang dan langsung marah-marah pada para petugas pajak.


Setelah itu, Jung Do bersama Burner dan Mi Joo pergi menjemput Sung Il yang dicampakkan Jin Seok di tengah jalan. Jung Do keluar, dia dan Sung Il saling tersenyum.


Tapi mereka tak menyadari kalau mereka sedang diintai oleh Jae Sung dan seorang rekannya. Jae Sung tampak sangat senang dengan buruannya dan berkomentar kalau Jung Do sepertinya akan kembali ke penjara.


Jin Seok masuk kantornya sambil menggerutu kesal karena selalu saja diganggu masalah pajak. Dia langsung mengecek situs propertinya dan tersenyum lebar melihat tanah yang barusan dilihatnya terdaftar didalam peta.


Selesai melakukan semua aksi mereka, geng penipu itu kembali ke gudang dan main kartu sambil membicarakan rencana selanjutnya. Jung Do memerintahkan Burner untuk menyamar jadi presdir real estate bernama Tuan Park. Sementara Mi Joo bertugas untuk mencari 8 aktor yang akan berakting jadi pemilik tanah. Dengan bermodal uang, Mi Joo berhasil mendapatkan aktor-aktor itu dengan mudah.


Selama mereka bermain kartu sambil membicarakan misi mereka, kita melihat praktek misi penipuan mereka itu. Jung Do membawa Jin Seok ke kantor real estate dan memperkenalkan Jin Seok pada Burner yang menyamar Tuan Park. Mereka lalu bertemu dengan para aktor yang berakting jadi pemilik tanah.


Awalnya mereka pura-pura tidak mau menjual tanah mereka. Tapi kemudian Tuan Park menawarkan harga 232 ribu per pyeong, yang mana harga itu 20 ribu lebih tinggi daripada harga pasaran tanah. Para aktor itu langsung setuju dan mereka saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan. Jin Seok pun ikut tertawa senang.


Tapi tentu saja, pasti selalu ada sesuatu yang tidak beres. Sung Il menelepon Jin Seok dan memberitahunya bahwa para pemilik tanah sudah tahu tentang rencana pembangunan jadi mereka menolak menjual tanah mereka lagi.

Jin Seok tentu saja kesal, Sung Il mengusulkan agar mereka menawarkan harga lebih tinggi pada para pemilik tanah itu. Sung Il terus berusaha membujuk Jin Seok dengan mengingatkan Jin Seok bahwa tanah itu akan memberi mereka profit 20 milyar won jadi tidak masalah untuk sedikit meningkatkan harga beli tanah itu.


Jin Seok setuju, maka mulailah dia mengejar para pemilik tanah itu, dia bahkan sampai rela masuk kedalam sawah demi membujuk mereka dengan terus meningkatkan harga penawarannya tapi para aktor itu terus menolak.


Harga penawaran itu terus meningkat dan meningkat sampai akhirnya Jin Seok menawar 312 ribu per pyeong. Itu adalah penawaran terakhirnya dan dia tidak mau meningkatkannya lagi. Dia sudah mau pergi, Burner pun langsung melirik si aktor dan si aktor akhirnya menyetujuinya. Jin Seok pun senang.


Permainan kartu terus berlanjut makin seru. Sung Il memutuskan untuk all-in dan yang lain pun memutuskan untuk all-in. Satu per satu, mereka membuka kartu-kartu mereka. Sung Il membuka kartu-kartunya dan ternyata dia dapat Royal Flush (kombinasi kartu paling tinggi).

Jung Do langsung kaget padahal Sung Il sendiri tidak mengerti apakah semua kartu yang dimilikinya itu bagus atau tidak. Mi Joo tak percaya dengan kepolosan Sung Il dan langsung menuduhnya penipu. Sung Il lalu mengambil semua koin kemenangannya dengan senyum lebar.


Pada suatu malam, Burner menyamar jadi Tuan Park dan menemui Jin Seok di sebuah cafe dengan membawa kontrak pembelian tanah. Selama mereka berdiskusi, Jae Sung dan rekannya mengawasi dari luar. Jae Sung menduga kalau mereka pasti sudah membicarakan masalah harga dan jika begitu maka penipuan yang sebenarnya akan segera dimulai.

"Kapan anda akan menangkap mereka" tanya si rekan. Jae Sung hanya menjawabnya dengan menatap Burner licik.


Setelah itu, Burner dan Jung Do makan malam bersama di sebuah kedai yang sepi pengunjung. Burner memberitahu Jung Do bahwa Jin Seok akan menandatangi kontraknya lusa dan Jin Seok sangat ingin menghindari bayar komisi. Karena Jin Seok itu orangnya gampang berubah-ubah, jadi dia mewanti-wanti Burner untuk selalu waspada sampai Jin Seok benar-benar sudah menandatangani kontraknya.

Kakek pemilik kedai melayani mereka dengan muka masam. Jung Do heran ada apa dengan Kakek itu dan kenapa juga Burner mengajaknya makan di tempat ini. Burner berkata itu karena jarang ada pelanggan di sini jadi kedai ini adalah tempat yang sempurna untuk melakukan diskusi rahasia.

Jung Do melihat Kakek itu bermain bersama cucunya dan berkomentar "Setidaknya dia baik pada cucunya sendiri"

Dia lalu menanyakan masalah permintaannya, yang satu itu tuh. Entah permintaan apa yang dimaksudnya, tapi Burner menjawab bahwa dia sudah menyelesaikannya. Dia juga sudah mengirim uangnya, 2 juta won.

"Aku percaya padamu. Tapi apa benar-benar sudah selesai?"

"Tentu saja"

"Pastikan semuanya sudah diatur"


Tepat saat itu juga, Sung Il masuk dan penasaran dengan pembicaraan mereka. Burner langsung melirik Jung Do dan Jung Do beralasan kalau mereka hanya sedang membicarakan Ma Jin Seok untuk memastikan segalanya berjalan lancar.

Jung Do lalu pergi duluan. Burner bertanya-tanya dia tahu dari mana bahwa mereka ada di sini. Sung Il berkata bahwa dia mengetahuinya dari Keyboard. Saat itu, Sung Il dapat sms pemberitahuan yang mengatakan bahwa kasus penyuapannya akan dirujuk ke Komite Disipliner.


Sung Il lalu pergi ke kantornya untuk mengepak barang-barangnya. Saat Sung Hee melihatnya, dia langsung protes karena sudah bersiap mau pergi padahal dia bahkan belum tahu apakah dia akan dipecat atau tidak. Tapi Sung Il mengacuhkannya dan tetap mengemasi barang-barangnya.

"Apa anda sudah ambil cuti? Saya dengan Komisaris Ahn ingin anda cuti sampai waktu komite displiner"

"Bisakah kau melakukannya untukku? Aku tidak mau bicara dengan Komisaris Ahn"

"Apa anda tidak masalah diperlakukan seperti ini?"

"Memangnya apa yang bisa kulakukan?"


Sung Hee berusaha menasehatinya untuk memanfaatkan waktunya untuk berjuang dan bertahan hidup dan bukannya bergaul dengan para penipu itu untuk menipu Ma Jin Seok. Sung Il mengerti itu, tapi bertahan hidup di sini rasanya terlalu berat.

"Apapun keputusan akhirnya nanti, aku tidak akan membungkuk terlalu rendah hanya untuk bertahan hidup. Aku sudah melakukan selama bertahun-tahun. Tapi melakukan itu hanya membuatku jadi semakin menyedihkan"


Sung Il lalu pergi dengan membawa barang-barangnya yang akan dia letakkan di loker. Begitu dia pergi, Sung Hee langsung menelepon Ketua Tim Kang dan berkata bahwa dia setuju untuk melakukan saran Ketua Tim Kang.


Saat Sung Il tiba di depan rumah, putrinya memberitahunya bahwa dia kedatangan tamu dan tamunya ternyata Jae Sung.



Keesokan paginya, Jae Sung mendatangi Jung Do di rumahnya. Setelah menyuruh Jung Do duduk, dia mengaku kalau belakangan ini dia sering membuntuti Jung Do karena Deok Gi sudah memberitahunya. Jung Do berusaha menyangkalnya tapi Jae Sung langsung melempar bukti surat kontrak penjualan properti yang dimilikinya.

"Jung Do-yah, kau tidak akan bisa keluar dari semua ini. Jangan coba-coba untuk lari"

Flashback,


Semalam, Burner tiba-tiba didatangi beberapa polisi anak buahnya Jae Sung. Dia berusaha melawan tapi Jae Sung dengan mudah melumpuhkannya dengan menghantam botol ke kepalanya sampai dia pingsan. Dari kantornya Burner lah, Jae Sung mendapatkan surat penjualan itu. Dan setelah itu dia bergerak cepat menangkap semua partnernya Jung Do termasuk Sung Il.

Flashback end,


Jung Do berusaha membela diri karena belum ada uang sepersen pun yang berpindah tangan jadi ini tidak bisa disebut penipuan. Jae Sung dengan santainya berkata kalau dia akan melepaskan semua orang setelah 48 jam, tapi dia menyuruh Jung Do untuk pergi menemui Jin Seok dan menandatangani semua dokumennya besok. Dia memerintahkan Jung Do untuk menandatangani semuanya dan setelah itu dia akan memasukkan Jung Do kedalam penjara.

Jung Do hanya bisa terdiam kesal dan frustasi dengan semua ini. Menyadari reaksi Jung Do, Jae Sung menasehatinya untuk menyerah saja dan menghentikan semua ini selagi segalanya belum terlambat "Aku mengatakan ini karena aku peduli padamu. Aku bahkan tidak akan repot-repot melakukan ini pada anakku sendiri"


Jung Do tertawa sinis mendengarnya "Baiklah, aku akan pergi sendiri. Aku aman membuat Ma Jin Seok menandatangani surat-surat ini. Silahkan kejar aku. Aku akan berusaha berlari sebisaku"

Bersambung ke episode 6

No comments :

Post a Comment