July 17, 2016

38 Task Force Episode 5 - 1


Dalam keadaan kepala terluka dan berdarah, Jung Do berusaha untuk tetap sadar sementara ingatannya mengenang saat pertama kali dia bertemu Sung Hee.



Flashback,


Waktu itu Jung Do sedang bekerja di sebuah kantor saat Sung Hee datang untuk melamar kerja paruh waktu. Jung Do terpana dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama hingga membuatnya gugup. Mi Joo datang saat itu lalu memberikan surat kontrak pada Sung Hee.


Tapi Jung Do cepat-cepat mengusir Mi Joo dengan menyuruhnya membuat teh untuk mereka. Dan begitu Mi Joo pergi, Jung Do langsung menarik kembali surat kontrak itu sebelum Sung Hee sempat menandatanganinya dan melarangnya bekerja di sini.


Dengan gugup Jung Do beralasan pada Sung Hee bahwa gaji di sini memang cukup besar, tapi dia sendiri dia akan segera pergi jadi sebaiknya Sung Hee tidak bekerja di sini. Dia lalu menawari Sung Hee untuk memperkenalkannya pada pekerja paruh waktu yang lain dan Sung Hee hanya mengangguk dengan agak bingung. (Hmm... jangan-jangan mereka sedang menipu, tapi Jung Do tidak mau Sung Hee jadi korban).


Kembali ke masa kini,


Para pejalan kaki langsung berkerumun di TKP. Jung Do keluar dan berjalan tertatih-tatih untuk menghampiri supir mobil pickup. Seorang pejalan kaki menghampiri Jung Do dan memintanya untuk diam saja karena sebentar lagi ambulans akan datang. Tapi Jung Do memintanya untuk membantu supir mobil pickup saja.

Jung Do lalu mengambil kunci mobil lain dan pergi ke sebuah parkiran tempat dia menempatkan salah satu mobil cadangannya yang lain dan berusaha ngebut kembali.


Sementara itu di balai kota, Sung Hee melihat rekan satu timnya tampak murung. Dia heran ada apa, mereka pun memberitahunya bahwa tanggal keputusan untuk sidang komite displiner-nya Sung Il sudah ditetapkan. Cemas, Sung Hee langsung meneleponnya.


Tapi Sung Il sedang sangat gugup dan langsung mematikan teleponnya Sung Hee. Dia menggerutu heran kenapa jalanan hari ini sangat lengang. Jin Seok senang-senang saja, kalau begini mereka akan bisa cepat sampai ke Hwaseong. Sung Il berusaha meminta Jin Seok untuk tidak menyetir terlalu cepat tapi Jin Seok tidak peduli.

Jung Do berusaha keras ngebut secepat mungkin lalu mengsms Sung Il dan menyuruhnya untuk mengulur waktu sebisanya. Sung Il bingung dan akhirnya beralasan kalau dia harus ke toilet sekarang juga. Walaupun kesal tapi Jin Seok terpaksa menurunkannya di tempat peristirahatan terdekat.


Begitu sendirian di toilet, Sung Il mondar-mandir bingung harus bagaimana untuk mengulur waktu lebih lama. Tiba-tiba dia punya ide bagus lalu menelepon Deok Bae dan meminta bantuannya.

Berbeda dengan Jin Seok dan Sung Il yang perjalanannya lancar tanpa ada macet, Jung Do malah kena macet hingga dia terpaksa harus putar arah mencari jalan memutar.


Tak lama kemudian, Deok Bae pergi sambil menyiarkan perintah pada para rekan polisi di jalan tol Seohean untuk menangkap mobil sedan putih yang dicuri (mobilnya Jin Seok). Pfft! Ternyata itu rencananya Sung Il.
Saat mereka melanjutkan perjalanan, Jin Seok bertanya curiga apakah Sung Il sedang berusaha mengulur waktu. Sung Il menyangkalnya dengan gugup. Jin Seok memperingatkan, jika sampai Sung Il membohonginya maka dia tidak akan membiarkannya begitu saja.


Polisi patrol jalan tol menemukan mobil sedan putih yang dimaksud dan langsung menyuruh Jin Seok menepi. Jin Seok kesal tapi akhirnya terpaksa menepi. Polisi menjelaskan dengan sopan bahwa mobil ini dilaporkan dicuri dan meminta Jin Seok untuk memperlihatkan kartu SIM-nya.

Jin Seok tak percaya mendengarnya dan langsung melempar kartu SIM-nya dengan kasar. Dia makin kesal saat polisi malah menyuruhnya untuk keluar. Polisi berusaha bicara baik-baik dengan tapi Jin Seok terus marah-marah mengklaim kalau mobil ini tidak dicuri dan menolak saat disuruh ikut ke kantor polisi.


Deok Bae tiba saat itu juga. Jung Do lewat tak lama kemudian saat Jin Seok masih berdebat dengan polisi dan Sung Il melihatnya.


Deok Bae pura-pura menelepon pusat untuk mengkonfirmasi mobil yang dicuri dan mendapati bahwa nomor pelat mobil yang dicuri itu ternyata keliru.

Deok Bae meminta maaf pada Jin Seok atas kekeliruan ini dan mengizinkan Jin Seok pergi. Jin Seok memperingatkan Deok Bae untuk kerja dengan benar kalau dia tidak mau dipecat. Sekali lagi Deok Bae meminta maaf dengan sopan. Jin Seok dan Sung Il pun melanjutkan perjalanan kembali.


Sementara itu, Nyonya Noh ke penjara untuk menemui Tuan Kim untuk membicarakan masalah bisnisnya dengan Ketua Wang. Tapi Tuan Kim lebih tertarik untuk membicarakan keputusan Nyonya Noh untuk keluar dari bisnisnya Jung Do. Nyonya Noh berkata bahwa sejak awal dia memang tidak tertarik. Jung Do itu terlalu mencurigakan. Dan ditambah lagi, dia juga sedang diawasi oleh polisi.

"Aigoo, aku tak percaya ini. Apa kau masih yang sama dengan yang pernah kukenal? Kau menolak mengikuti perintah Ketua Wang karena takut. Waktu telah membuatmu jadi pengecut, iya kan?"

Nyonya Noh penasaran, apa sebenarnya maksud ucapan Tuan Kim tentang Jung Do yang menyelamatkan hidup Ketua Wang waktu itu. Tuan Kim menolak menjelaskan detilnya, dia hanya mengkonfirmasi memang benar Jung Do pernah menyelamatkan hidup Ketua Wang, dua kali. Jadi setelah mengetahui ini, apakah Nyonya Noh bersedia kembali membantu Jung Do.


Jung Do akhirnya tiba duluan di Balai Kota Hwaseong. Saat dia berjalan masuk kedalam gedung, dia menelepon Sung Il dan mengabarkan bahwa dia sudah sampai. Sung Il pura-pura memberitahu Kim Sang Pil kalau mereka juga hampir sampai lalu memberitahu Jin Seok bahwa temannya ini terus bertanya tentang keberadaan mereka karena temannya itu sedang sibuk.

Begitu melihat seorang pegawai keluar, Jung Do langsung bergerak cepat mencuri jas pria itu lalu masuk ke toilet untuk menghapur darah di pelipisnya dan melakukan makeover dengan menata rambutnya, memakai dasi, kacamata dan jas curiannya.

Keluar dari toilet, dia berhenti sejenak di papan informasi daftar pegawai untuk mempelajari dan mengingat identitas dan nomor telepon Kim Sang Pil yang asli.


Dia lalu turun kembali ke parkiran mencari mobilnya Kim Sang Pil yang asli. Begitu menemukannya, Jung Do langsung menelepon Kim Sang Pil dan memintanya untuk memindahkan mobilnya. Lalu kemudian memarkir mobilnya tepat di depan mobilnya Kim Sang Pil. Dia langsung naik lagi dan berpapasan dengan Kim Sang Pil asli yang sedang dalam perjalanan turun ke parkiran.


Setelah sesaat mempelajari informasi daftar pegawai, Jung Do masuk ke kantornya Kim Sang Pil tanpa mempedulikan para pegawai yang kebingungan melihatnya. Dia terus berjalan sambil mempelajari nama-nama bawahan Kim Sang Pil dan barang-barang yang ada di meja kerja masing-masing. Dia berhenti di mejanya Kim Sang Pil lalu pura-pura menggerutui Kim Sang Pil yang tidak ada di mejanya.

Pada saat yang bersamaan Sung Il dan Jin Seok tiba sementara Kim Sang Pil yang asli kebingungan di tempat parkir karena mobilnya terjebak.

Tentu para pegawai itu menatap Jung Do dengan bingung. Tapi Jung Do tak memberi kesempatan mereka untuk bicara dan langsung mengomeli mereka seperti seorang atasan yang sedang melakukan sidak dadakan.

Karena tadi melihat undangan pernikahan di meja Jang Mi Young, dia langsung menyindir Jang Mi Young untuk fokus kerja dan bukannya memikirkan masalah pernikahannya di tempat kerja. Karena tadi melihat dua botol minuman di meja kerja Min Chang Ki, dia langsung mengomelinya karena minum-minum di jam kerja. Karena omelannya yang begitu penuh percaya diri, semua orang langsung terdiam gugup dan percaya kalau dia salah satu atasan mereka.


Saat itu, Jung Do melihat Sung Il berjalan masuk bersama Jin Seok. Dia tetap meneruskan aktingnya untuk membuat Jin Seok percaya kalau dia sedang mengomeli anak buahnya dengan memarahi Yu Tae Soo tentang masalah pembangunan sebuah proyek sebelum akhirnya dia berjalan menghampiri Sung Il dan Jin Seok sambil pura-pura menggerutui kedatangan mereka yang terlalu mendadak padahal saat ini dia sedang sangat sibuk.


Jin Seok tercengang saat melihat Kim Sang Pil yang masih muda. Sung Il memperkenalkan Jin Seok padanya sebagai orang yang akan menanamkan investasi untuk mereka. Jung Do langsung memarahinya dengan alasan tidak boleh membicarakan hal seperti ini di depan para staf dan menyarankan agar mereka bicara di luar saja. Sung Il dan Jin Seok keluar duluan, sementara Jung Do pamit pada para staf yang masih kebingungan tapi tidak berani bicara.

Dalam perjalanan keluar, Jin Seok mengomentari Kim Sang Pil yang ternyata jauh lebih muda dari dugaannya. Sung Il berkata kalau Kim Sang Pil itu memang kelihatan lebih muda dari usianya yang sebenarnya, tapi sebenarnya dia cukup tua.


Jung Do lalu mengantarkan mereka ke sebuah tempat yang dia klaim sebagai lokasi proyek. Jung Do menjelaskan bagian mana saja yang akan dibangun untuk proyek Hwaseong New Town, bagian  mana yang akan dikelola manager umum dan bagian yang akan berada dibawah otoritasnya.

 

Tapi Jin Seok lebih tertarik untuk bertanya apakah benar proyek ini nantinya akan bisa menghasilkan profit sampai 5 kali lipat seperti yang dijanjikan Sung Il. Jin Seok sendiri ragu mengingat keadaan ekonomi saat ini.

Pura-pura kesal dengan ketidakpercayaan Jin Seok, Jung Do langsung berpaling pada Sung Il dan bertanya berapa banyak komisi yang akan didapatkannya nanti. Sung Il menjawab 5%.

"Aku akan menemukan seseorang yang akan memberimu komisi 10%. Sebaiknya kita jangan bekerja dengan dia" ujar Jung Do.

Sung Il langsung panik, tapi Jung Do tak mempedulikannya dan terus mengomel kesal pada Jin Seok dan berkata bahwa Jin Seok sebaiknya tidak usah datang kemari kalau dia cuma ingin keamanan. Kalau cuma itu yang Jin Seok ingin maka sebaiknya dia simpan saja uangnya di bank dan menunggu bunga. Kalau Jin Seok benar-benar tertarik untuk membuat untung besar dari investasi kecil di sini, maka tidak seharusnya Jin Seok membuatnya merasa tidak nyaman.

Sung Il semakin panik, takut kalau Jin Seok benar-benar tersinggung dengan kekasaran Jung Do. Tapi Jung Do terus saja memprovokasi Jin Seok "Anggap saja kau datang kemari untuk mencari udara segar dan lupakan saja semuanya. Ada banyak orang yang ingin berinvestasi dalam bisnis ini"


Sung Il benar-benar panik, tapi Jin Seok tiba-tiba tersenyum pada Jung Do dan berkata "Aku menyukaimu. Dia benar-benar tipeku. Aku suka karena dia mudah terpancing dan berapi-api"

Lega, Sung Il langsung ikut tertawa. Jin Seok bertanya berapa banyak yang harus dia investasikan. Jung Do berkata 400 juta won untuk 8 bagian tanah. 400 juta won itu nantinya akan berubah menjadi 20 milyar won, ini adalah kesempatan investasi yang luar biasa. Dia lalu berpaling membelakangi mereka dan nyengir lebar.


Sementara itu di balai kota, Sung Hee menemui Komisaris Ahn dan berkata bahwa dia ingin menutupi kasus Ma Jin Seok demi membantu Sung Il. Komisaris Ahn bertanya apakah Sung Hee juga berpikir sama seperti Sung Il, bahwa Jin Seok adalah orang yang melaporkan penyuapan yang dilakukan Sung Il.

"Saya hanya tahu bahwa Ketua Baek tidak akan menerima suap" jawab Sung Hee

Komisaris Ahn langsung mendengus sinis mendengarnya dan menolak keinginan Sung Hee, komite displiner akan tetap dilaksanakan menurut jadwal yang sudah ditentukan dan Sung Il akan dipecat lalu mengusir Sung Hee.


Di luar, Ketua Tim Kang memberitahu Sung Hee bahwa sebenarnya ada cara untuk mengatasi kasus komite disiplinernya Sung Il. Karena masalah ini sebenarnya rahasia maka mereka pun naik ke atap. Ketua Tim Kang memberitahu Sung Hee bahwa divisinya dulu bertugas menangani kasus Ma Jin Seok.

Dia lalu menunjukkan informasi yang menyatakan bahwa Jin Seok memiliki hubungan dengan seseorang bernama Bang Pil Gyu. Banyak uangnya Jin Seok yang mengalir ke perusahaan Woohyang Communication yang merupakan perusahaan Putranya Bang Pil Gyu. Intinya, Pil Gyu menginvestasikan uangnya pada Jin Seok lalu Jin Seok melipat gandakan uang itu lalu mengembalikannya lagi kepada Pil Gyu.

Selain itu, Pil Gyu memiliki hubungan dengan Choi Chul Woo yang merupakan mantan presdir Woohyang Grup sekaligus orang yang pernah terlibat dalam skema piramida ilegal beberapa tahun yang lalu. Sama seperti Jin Seok, kedua orang ini juga sama-sama memiliki tunggakan pajak yang sangat besar, bahkan jumlah tunggakan pajak mereka jauh lebih besar daripada Jin Seok.


"Sung Hee, yang ingin kukatakan adalah jika kita bisa menangkap Bang Pil Gyu, kita bisa menyelesaikan masalah Sung Il"

"Bagaimana?"

"Tidak ada yang mustahil di negeri ini"


Jin Seok, Jung Do dan Sung Il kembali ke Balai Kota Hwaseong. Jung Do berkata pada Jin Seok bahwa dia akan menghubungi agen real estate dan menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk Jin Seok dan berjanji akan menghubungi Jin Seok nanti.


Dia lalu minta bicara berdua dengan Sung Il untuk mengomeli Sung Il dan memperingatkan Sung Il untuk tidak membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Dia memberitahu Sung Il bahwa setelah ini, Jin Seok pasti akan mencari informasi tanah yang mereka lihat tadi di peta pedaftaran tanah.

Keyboard saat ini sedang membuat situs pishing karena itulah Jung Do menyuruh Sung Il untuk mengulur waktu bagi mereka agar mereka bisa menginstal situs itu di komputernya Jin Seok.


Sung Il bingung kenapa harus melakukan hal itu, bukankah tanah yang mereka beli sudah ada dalam peta pendaftaran tanah. Jung Do dengan kesal menjelaskan kalau tanah yang mereka datangi tadi bukan tanah yang dibeli oleh Nyonya Noh.

Tanah milik mereka yang sebenarnya cuma sebidang sementara Jin Seok adalah ahli real estate jadi dia terpaksa mengalihkan mereka ke tanah lain yang sekiranya lebih cocok sebagai proyek besar agar Jin Seok tidak curiga.

"Kenapa kau tidak menyiapkannya sebelumnya?" gerutu Sung Il

"Kau menyalahkanku? Ini kesalahanmu. Aku kan sudah menyuruhmu untuk membawanya kemari lusa. Pokoknya ulur lebih banyak waktu. Jika tidak maka kita semua akan mati"

Bersambung ke episode 5 - 2

1 comment :