July 15, 2016

38 Task Force Episode 4 - 1


Sung Il berjalan masuk ke rumah Deok Gi sambil bergumam melatih kalimat yang akan dia ucapkan nanti. Dia tidak menyadari Sung Hee yang sedari tadi membuntutinya dan langsung menelepon polisi untuk melaporkan penipuan.




Deok Gi akhirnya kembali dengan membawa semua uang tabungan yang dimilikinya. Jung Do lalu menyerahkan sebuah dokumen dan menyuru Deok Gi untuk menandatanganinya sambil berceloteh tentang smartphone yang gampang diretas dan lain sebagainya.



Sung Il mengetuk pintu dengan gugup. Awalnya, dia cukup lancar memperkenalkan identitas palsunya sebagai polisi dan tujuannya yang datang karena mendapat laporan tentang voice pishing lalu meminta Deok Gi untuk ikut ke kantor polisi bersamanya.

Tapi Deok Gi heran karena dia tidak pernah melapor polisi. Seketika itu pula Sung Il mulai gugup menghadapi pertanyaan yang tak disangka-sangka itu. Bukannya cepat-cepat menutupi kebohongannya dengan kebohongan lain, Sung Il malah bingung sendiri kenapa Deok Gi tidak melapor polisi lalu siapa yang melapor tadi. Dia terus nyerocos bingung sampai membuat Jung Do stres melihatnya.


Jung Do akhirnya menyela dan berkata pada Deok Gi bahwa mungkin pegawainya Deok Gi yang melapor. Sung Il cepat-cepat mengiyakannya, tapi kemudian dia malah bertanya "Apakah pegawai dari badan layanan pengawasan keuangan ini sudah menangani masalah anda?"

Jelas saja Deok Gi langsung heran, dari mana Sung Il tahu kalau orang ini berasalan dari layanan pengawasan keuangan. Sung Il bingung lagi lalu cepat-cepat mengklaim bahwa dia detektif jadi dia tahu segalanya. Parahnya lagi, Sung Il malah menarik tangan Deok Gi dan memaksanya ikut ke kantor polisi bersamanya. Deok Gi tidak mau tapi Sung Il malah terus memaksa sampai membuat Deok Gi makin curiga.


Jung Do cepat-cepat menyela dan menjelaskan dengan sopan pada Deok Gi agar dia ikut ke kantor polisi saja untuk memberikan pernyataan singkat lalu menuntun Deok Gi keluar. Tapi tepat saat itu juga, Sung Hee masuk. Dia benar-benar tak percaya melihat Sung Il dan menyuruh Sung Il keluar sekarang juga karena dia sudah memanggil polisi.

Dia memberitahu Deok Gi kalau orang-orang ini adalah penipu dan berusaha menyeret Sung Il pergi sebelum polisi datang. Tapi Sung Il langsung melepaskan diri dan memberitahu Sung Hee bahwa dia tidak bisa pergi begitu saja karena semua ini dia sendiri yang memulainya.


Polisi tiba saat itu juga. Jung Do dan Sung Il diborgol tapi polisi juga meminta Sung Hee dan Deok Gi untuk ikut ke kantor polisi untuk memberikan pernyataan mereka. Deok Gi cemas karena dia meninggalkan banyak uang tunai di dalam rumahnya, tapi polisi bersikeras kalau mereka tidak akan lama dan memaksa Deok Gi masuk mobil. Mi Joo melihat mereka dari kejauhan lalu menelepon seseorang.


Sesampainya di kantor polisi, Sung Hee dan Deok Gi disuruh menunggu di lobi karena mereka hanya perlu menulis pernyataan singkat dan boleh langsung pulang setelahnya. Kedua polisi lalu menuntun Jung Do dan Sung Il berjalan melewati koridor.

Pada saat yang bersamaan, seseorang masuk ke rumah kosong Deok Gi lalu mengganti celananya, memasukkan semua uang kedalam satu koper lalu nonton TV.


Jung Do bertanya apakah Sung Il takut, kenapa dia tidak melarikan diri saja tadi. Sung Il berkata karena rasanya pasti memalukan melarikan diri seorang diri. Mendengar itu, Jung Do berkomentar bahwa Sung Il benar-benar orang yang baik.


Di lobi, Deok Gi sibuk menelepon sana-sini, mengabarkan penipuan yang dialaminya hari ini. Tapi saat mendengar Deok Gi menyebutkan namanya sendiri pada orang yang diteleponnya, Sung Hee tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh.

Polisi tadi menyebutkan nama mereka berdua padahal Sung Hee yakin kalau dia tidak pernah memberikan namanya pada mereka, lalu bagaimana polisi itu bisa tahu namanya. (Wah! Jangan-jangan itu tadi polisi palsu?)


Di rumah Deok Gi, dua orang polisi datang atas laporan penipuan. Tapi yang membuka pintu malah Burner. Ha! Dia berpura-pura jadi tuan rumah, bingung dengan ucapan kedua polisi itu dan berkata bahwa mungkin mereka berdua dapat telepon jahil.

Kedua polisi yang bersama Jung Do dan Sung Il, akhirnya membuka pintu untuk mereka. Tapi bukannya pintu masuk kedalam kantor, mereka malah membuka pintu parkiran belakang. Lalu dengan santainya kedua polisi gadungan itu menyuruh Jung Do pergi dan Jung Do berjanji akan mentraktir mereka minum kapan-kapan. Mereka lalu pergi duluan meninggalkan Sung Il yang masih kebingungan.


Mi Joo menjemput Burner yang keluar dengan membawa sekoper uang sementara Nyonya Noh menjemput Jung Do dan Sung Il yang masih kebingungan dengan segalanya, sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa lagi? Kita baru saja menipu mereka" ujar Jung Do lalu membantu melepaskan borgolnya Sung Il. Sung Il langsung lega dan senang mendengarnya.

"Menyenangkan, bukan?" tanya Jung Do "Inilah yang disebut penipuan"


Sung Hee yang curiga, langsung berkeliling kantor polisi mencari orang-orang itu. Dan semakin cemas karena tak menemukan mereka didalam kantor. Dia langsung keluar ke parkiran. Sayangnya, mobil yang membawa Jung Do dan Sung Il sudah pergi saat itu.


Geng penipu itu kemudian pergi menemui Deok Gi di kantornya dan mengancamnya untuk tutup mulut jika Deok Gi ingin semua uangnya kembali.


Malam harinya, Sung Hee mendatangi gudang dan menuntun bicara berdua dengan Sung Il. Dia menatap tajam Mi Joo dan Jung Do sebelum akhirnya pergi dengan Sung Il.


Mereka pergi ke sebuah kedai dimana Sung Il menjelaskan segalanya pada Sung Hee. Sung Hee tak setuju dan memintanya berhenti melakukan itu. Sung Il mengerti, memang tidak benar menipu seorang wajib pajak demi mendapatkan pajak dari mereka.

Tapi bukan masalah itu yang Sung Hee maksud, dia hanya cemas kalau Sung Il akan terluka. Tidak sebaiknya Sung Il mengorbankan seluruh hidupnya hanya demi Ma Jin Seok itu.


Saat Sung Il masih saja ragu, Sung Hee bertanya. Jika dia bisa mendapatkan pajak dari Ma Jin Seok, apakah Sung Il mau menghentikan penipuan ini. Tapi Sung Il sangat pesimis, tidak mungkin Sung Hee bisa mendapatkan pajak dari Jin Seok karena Jin Seok itu dilindungi oleh Komisaris Ahn. Tapi Sung Hee tetap bertekad untuk mencobanya lalu pergi.


Di luar, dia bertemu Jung Do yang sudah menunggu mereka. Jung Do berkomentar kalau Sung Hee sekarang bisa minum-minum dan bertanya sejak kapan dia menjadi pejabat publik, karena dulu kan dia belajar seni.

"Setelah melalui banyak hal karenamu. Aku mulai benci dengan ide abstrak. Kau tahu kan kalau pejabat publik itu lebih jelas dan lebih stabil"

"Kau pasti dekat dengan Baek Sung Il ahjussi"

Sung Hee membenarkannya, Sung Il adalah orang yang jujur. Sung Il orang yang sangat berbeda dari Jung Do, karena itulah dia menyukai Sung Il. Jung Do ingin mengatakan sesuatu, tapi Sung Hee cepat menyela dan meminta Jung Do untuk pura-pura tidak kenal jika mereka bertemu lagi lalu pergi.


Keesokan harinya, Sung Hee mendatangi Ketua Tim Kang dan meminta bantuannya. Beberapa saat kemudian, anggota tim Sung Il dan anggota tim Ketua Tim Kang berkumpul jadi satu dalam ruang rapat dan membicarakan tunggakan pajaknya Ma Jin Seok. Mereka bertekad untuk mendapatkan semua tunggakan pajaknya Ma Jin Seok.



Mereka bergerak cepat menyita mobilnya. Tapi sama seperti sebelumnya, mereka dihalangi oleh sekumpulan sekuriti yang bersikeras menyatakan tidak kenal Ma Jin Seok lalu mendorong mereka keluar dan mengunci pintu.


Mereka berusaha mendatangi ibunya Ma Jin Seok dan saudaranya, tapi tak ada satupun yang berhasil. Kesal, Sung Hee langsung menelepon Jin Seok dan berteriak mengancam Jin Seok untuk bayar pajak atau dia akan melaporkan Jin Seok pada jaksa.


Pada saat yang bersamaan, Jung Do memimpin rapat bersama gengnya. Dia menjelaskan rencananya untuk membentuk kantor real estate palsu. Rencananya adalah mereka akan menjual suatu tanah 16 ekar seharga 240,000 dollar pada Ma Jin Seok dan dia menugaskan Nyonya Noh untuk menyebar rumor untuk memancing Ma Jin Seok, bahwa harga tanah itu akan terus naik sampai 500-600 tahun mendatang dan tidak akan mengalami pembangunan ulang.


Nyonya Noh tampak kurang menyukai ide itu. Tiba-tiba dia ditelepon sekretarisnya dan saat dia kembali ke kantor, dia mendapati Sa Jae Sung sedang duduk di kursinya dan meminum tehnya. Dia datang karena mendengar kabar yang mengatakan kalau Nyonya Noh sedang merencanakan penipuan dengan Jung Do.

"Penipuan apa yang sedang kalian rencanakan?" tanya Jae Sung.


Sung Hee menghadap Komisaris Ahn dan berusaha memintanya untuk melaporkan Jin Seok pada pihak berwajib agar Jin Seok membayar tunggakan pajaknya. Tapi tentu saja Komisaris Ahn dengan entengnya menyalahkan Sung Hee, menuduhnya menyalahi aturan lalu menyuruh Sung Hee untuk meminta maaf dan berjanji bahwa dia tidak akan mengulanginya lagi. Sung Hee akhirnya pergi tanpa mengatakan apapun.


Jung Do bertemu Nyonya Noh di area tanah yang akan mereka jual pada Jin Seok. Sekretarisnya Nyonya Noh melapor bahwa mereka sudah berhasil membeli tanah itu, tapi setelah itu Nyonya Noh menyatakan bahwa dia mau keluar. Dia menjelaskan bahwa dia datangi oleh seorang detektif dan detektif itu sudah mengetahui penipuan yang mereka lakukan pada Deok Gi.

Jung Do berusaha membujuknya untuk tetap bersama mereka karena hanya Nyonya Noh yang bisa memancing Jin Seok. Nyonya Noh menyuruh Jung Do untuk memanfaatkan Deok Gi saja, lagipula Deok Gi kan guru real estate-nya Jin Seok. Tapi Jung Do tidak mau menggunakan orang asing dalam rencana mereka. Kalau begitu Nyonya Noh menyarankan agar sebaiknya Jung Do mengakhiri rencana ini.

"Tidak bisa, aku harus meneruskannya" ujar Jung Do

Nyonya Noh jadi penasaran, apa sebenarnya alasan Jung Do melakukan semua ini. Dan kenapa Ketua Wang peduli pada orang seperti Jung Do. Saat Jung Do tak menjawab, Nyonya Noh berkata bahwa mantan suaminya pernah memberitahunya untuk berkencan dengan duda tapi tidak boleh dengan pria bujang karena pria bujang tidak bisa dipercaya.

Jung Do pun seperti itu, dia sama sekali tidak bisa melihat niat asli Jung Do. Nyonya Noh berkata bahwa dia memberikan tanah ini pada Jung Do sebagai hadiah perpisahan lalu pergi.


Baru sampai rumah, seseorang memencet bel pintunya. Dan yang datang ternyata Jae Sung dan dia langsung masuk begitu saja tanpa melepas sepatunya sambil menyindir Jung Do karena tinggal di tempat sebagus ini, lalu bertanya apakah Jung Do menyewanya atau membelinya.

Saat Jung Do tak menjawabnya, Jae Sung langsung menyinggung masalah penipuan yang Jung Do lakukan pada Deok Gi dan bertanya-tanya dengan nada bercanda apakah dari penipuan itu Jung Do bisa mendapatkan apartemen sebagus ini.


Saat Jung Do berpura-pura bodoh, Jae Sung langsung mencubit pipinya seperti orang tua yang menghukum anak kecil sambil mengingatkan Jung Do tentang peringatannya waktu itu.

Jung Do langsung melepaskan diri dari cubitan Jae Sung tapi hal itu malah membuat Jae Sung makin kesal. Dia langsung menampari Jung Do dan bertanya apakah Jung Do ingin menjadi seperti ayahnya, apa Jung Do ingin membuktikan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohon.

Jung Do tetap diam tapi dia langsung menghalangi tangan Jae Sung dari wajahnya. Sambil tersenyum licik, Jae Sung berkomentar kalau keluarganya Jung Do itu benar-benar kacau. Ayahnya adalah polisi korup sementara sang anak menipu orang setelah dia keluar dari penjara.


Jung Do hendak mengutarakan sesuatu. Tapi belum sempat mengatakan apapun, Jae Sung langsung menamparnya sangat keras dan memberitahu Jung Do bahwa jika dia ingin menipu seseorang maka sebaiknya dia melakukannya dengan benar. Penipuan yang Jung Do lakukan terlalu kecil, jadi percuma saja jika dia menangkap Jung Do sekarang, dia tidak akan mendapatkan banyak untung.

"Lain kali lakukanlah penipuan besar. Aku akan memenjarakanmu sampai kau berumur 60 tahun. Seperti ayahmu" ujar Jae Sung lalu pergi.


Jung Do benar-benar stres dengan semua kejadian hari ini. Dia lalu menelepon untuk mengabarkan Nyonya Noh yang mengundurkan diri jadi mereka harus mengubah rencana.


Keesokan harinya, Jung Do menyatakan rencananya untuk memancing Jin Seok lewat golf. Burner melaporkan lokasi golf indoor langganan Jin Seok yang biasanya dia datangi 3 kali dalam seminggu. Jung Do lalu menyuruh Mi Joo untuk melamar kerja di tempat itu. Mi Joo segera menjalankan perintah Jung Do dan dia sukses mendapatkan pekerjaan itu dengan mudah.

Bersambung ke Episode 4 - 2

1 comment :

  1. Gileeeeeee..... kerennn..

    Alurnya susah ditebak....
    Mana yang asli dan mana yang tipuan..
    Lanjuttt boooosssss

    ReplyDelete