July 11, 2016

38 Task Force Episode 3


Sung Il ikut masuk ke mobil polisi itu dan menegaskan pada Jung Do bahwa yang harus diambil dari Ma Jin Seok bukan uang tapi pajak. Jung Do mendengus heran, uang dan pajak kan sama saja. Sung Il ngotot kedua hal itu beda, uang adalah hal yang kita habiskan untuk diri kita sendiri sementara pajak digunakan untuk rakyat. Dia lalu berceloteh panjang lebar tentang undang-undang perpajakan dan Jung Do mendengarkannya dengan senyum manis.


Deok Bae memperingatkan Jung Do untuk tidak menipu lagi, kalau dia berani melakukannya maka dia akan mati. Jung Do mengiyakannya saja dan langsung mengulurkan tangannya yang diborgol pada Deok Bae untuk dilepas.



Keesokan harinya, Sung Il baru masuk kantor dan langsung diberitahu oleh Ketua Tim Kang bahwa ada yang mencarinya, seorang sutradara sebuah program TV ingin mewawancarai Sung Il. Dia tidak percaya, mungkin yang dicari Baek Sung Il dari divisi 1. Tapi Ketua Tim Kang yakin yang dicari adalah dia karena si sutradara bilang kalau dia mencari Baek Sung Il yang besar dan seram.


Si penunggak pajak yang kemarin merecoki Sung Il untuk memotong jumlah tunggakan pajaknya, hari ini datang lagi. Sung Il langsung cepat-cepat menghindar dan menyerahkan tanggung jawab pada Ketua Tim Kang. Dia langsung mengusir si penunggak pajak itu. Di penunggak pajak itu menurut, tapi kemudian kembali hanya untuk memukul kepala Ketua Tim Kang lalu melarikan diri.


Si sutradara muncul... dan eng ing eng, ternyata dia Jung Do yang sedang menyamar. Sung Il malah panik dan langsung menyembunyikan wajahnya di meja. Jung Do tetap santai lalu mengajaknya keluar.



Terpaksalah Sung Il akhirnya ikut keluar bersamanya. Sung Hee kembali saat itu dan melihat Sung Il berjalan keluar bersama Jung Do, tapi dia tidak terlalu yakin karena yang dia lihat hanya punggungnya.


Dalam perjalanan, Jung Do menyatakan kalau jasanya tidak gratis dan meminta bagian 10% dari total pajaknya Ma Jin Seok. Tapi tentu saja Sung Il keberatan. Jung Do lalu bertanya apakah Sung Il mempercayainya. Tentu saja tidak, kenapa juga dia harus percaya pada penipu.

Jung Do menyatakan kalau dia juga tidak mempercayai Sung Il, mereka melakukan semua ini demi uang. Sung Il butuh uang pajak dan dia butuh uang jasa. Sung Il langsung terdiam mendengarnya. Tapi kemudian dia memperingatkan Sung Il untuk tidak macam-macam, kalau tidak maka dia akan memasukkan Jung Do kembali ke penjara.

Tapi sebenarnya Jung Do hendak membawanya kemana. Jung Do berkata bahwa berhubung uang yang harus mereka dapatkan jumlahnya sangat banyak maka tidak mungkin dia bisa mengerjakannya sendirian.

Pertama, mereka harus membuat tim. Sung Il langsung protes karena Jung Do tidak mengatakan masalah membentuk tim ini sejak awal. Jung Do memberitahu Sung Il bahwa walaupun menipu orang itu kelihatannya mudah tapi sebenarnya tidak demikian, terkadang ada hal-hal yang tidak sesuai rencana.


Orang pertama yang mereka temui adalah Burner alias penyedia nomor sementara. Dia orang yang Jung Do mengklaim kalau orang ini memiliki EQ tingkat tinggi. Tapi sayangnya, IQ-nya rendah. Begitu mereka ketemuan, Jung Do langsung tahu dari sikap mereka kalau Sung Il dan Burner saling mengenal.


Orang kedua adalah Keyboard atau nama aslinya adalah Jung Ja Wang. Dia adalah seorang ahli dalam menciptakan situs pishing. Saat mereka tiba di markasnya, Keyboard langsung canggung dan malu lalu cepat-cepat menyembunyikan video dewasa yang berterbaran di mejanya.


Selanjutnya adalah Gold yang ternyata Mi Joo. Dia wanita yang sangat jeli dalam menilai orang dan memanfaatkannya untuk menipu. Saat mereka bertemu, Sung Il menyapanya dengan sopan. Tapi Mi Joo tidak menjawab sapaannya dan terang-terangan memberitahu Jung Do kalau dia tidak mau bekerja sama dengan orang asing.

Mi Joo bahkan tidak peduli walaupun Sung Il mendengar semua ucapannya. Saat dia berjalan pergi, Jung Do memberitahunya untuk datang ke gudang jam 7 kalau dia tertarik dan Mi Joo hanya berkata kalau dia akan memikirkannya.

Setelah dia pergi, Sung Il langsung mengeluhkan sikap Mi Joo yang sangat tidak sopan. Jung Do berkata bahwa Mi Joo itu sebenarnya baik, hanya saja dia pernah terluka secara emosional di masa lalu.


Orang selanjutnya adalah Wallet dan Jung Do berkata kalau dia akan pergi menemuinya sendiri karena mungkin pertemuan ini akan berbahaya. Tapi Sung Il keberatan dan dia bersikeras mau ikut. Sung Il bersikeras menyatakan bahwa dia adalah pemimpinnya jadi Jung Do harus menuruti perintahnya. Dia lalu berjalan pergi duluan... sebelum akhirnya sadar kalau dia salah jalan.


Hmm... sepertinya ucapan Jung Do itu memang ada benarnya. Wallet alias Nyonya Noh adalah seorang wanita yang anggun, tenang tapi menakutkan. Bahkan saat itu di kantornya ada seorang pria yang jelas-jelas tampak gugup sementara Nyonya Noh dengan tenangnya membuatkannya teh.

Sekretarisnya Nyonya Noh menyajikan teh itu pada si pria. Pria itu benar-benar ketakutan sampai tangannya gemetaran hebat dan tak sanggup mengangkat gelasnya. Dan si sekretaris yang cantik, langsung membantunya dengan cara menyiramkan teh panas itu ke wajah si pria.

"Tuan Kim, tidak masalah bermain-main dengan orang. Tapi jangan melakukan itu dengan uang. Orang bisa bicara tapi uang tidak bisa. Karena mereka tak bisa bicara jadi mereka tidak bisa melampiaskannya siapapun. Mereka pasti sangat sedih dan frustasi" ujar Nyonya Noh.


Saat mereka tiba di depan kantor Nyonya Noh, Jung Do berusaha sekali lagi membujuk Sung Il untuk bertemu dengan Nyonya Noh seorang diri. Tapi Sung Il tetap tidak mau dan bersikeras menanganinya sendiri. Tapi tepat saat itu juga mereka melihat si pria yang disiram teh panas tadi diseret oleh beberapa bodyguard. Sung Il langsung ketakutan dan Jung Do tersenyum geli melihatnya.


Sung Il gugup saat bertatap muka dengan Nyonya Noh sementara Jung Do diam saja sambil tersenyum geli dan membiarkan Sung Il untuk bicara sendiri pada Nyonya Noh. Tapi Sung Il benar-benar gugup sampai ngomongnya pun terbata-bata dan akhirnya menyuruh Jung Do saja yang bicara.


"Apa kau mau menjadi sumber uang kami?" tanya Jung Do

Nyonya Noh langsung tahu kalau mereka penipu lalu bertanya berapa uang yang mereka inginkan. Saat Jung Do menyebutkan 6 milyar won, Nyonya Noh menyindir Jung Do yang kelihatan masih bayi tapi sudah gila uang. Jung Do dengan santainya menyindir balik dan berkata kalau Ketua Wang sudah salah menilai Nyonya Noh.


Nyonya Noh tercengang mendengar Jung Do menyebut Ketua Wan dan langsung penasaran bagaimana Jung Do bisa mengenal Ketua Wang. Awalnya Jung Do berusaha menghindari pertanyaan itu. Tapi saat Nyonya Noh memaksa, akhirnya dia mengaku kalau dia bertemu Ketua Wang dipenjara dan mengklaim kalau hubungan mereka cukup dekat.


Curiga, Nyonya Noh langsung memerintahkan beberapa bodyguardnya masuk. Sung Il melirik mereka dan langsung ketakutan saat melihat seorang bodyguard membawa pisau besar di pinggangnya. Jung Do tertawa geli melihat ketakutan Sung Il walaupun Sung Il bersikeras kalau dia tidak takut.


Si sekretaris menelepon seseorang di penjara dan minta bicara dengan Ketua Wang. Seketika itu pula para penjaga penjara langsung heboh dan berlari secepat mungkin untuk memberikan hape itu ke Ketua Wang.

Yang menerima teleponnya adalah Tuan Kim yang satu sel dengan Ketua Wang. Tuan Kim lah yang mengkonfirmasi kebenaran pernyataan Jung Do. Tuan Kim bahkan memberitahu Nyonya Noh bahwa Jung Do adalah orang yang pernah menyelamatkan Ketua Wang jadi dia meminta Nyonya Noh untuk menjaga Jung Do dengan baik.

Setelah selesai bicara dengan Tuan Kim, Nyonya Noh bertanya pada Jung Do "Siapa kau sebenarnya?"

"Aku adalah seorang penipu" jawab Jung Do


Semua orang sudah pulang saat Sung Il kembali ke kantor. Dia termenung memikirkan semua kejadian dan orang-orang yang dia temui seharian ini. Sung Hee belum pulang lalu bertanya siapa orang yang Sung Il temui pagi tadi. Apa orang itu meminta uang pada Sung Il. Sung Il menyangkal, Sung Hee pun tak membahasnya lagi.


Sung Hee menyarankan agar sebaiknya mereka menyerah akan kasus Ma Jin Seok, hanya dengan cara itulah Sung Il akan terlepas dari masalah. Dia menyukai Sung Il dan ingin bekerja lebih lama bersama Sung Il. Tapi Sung Il menolak usul itu dan meminta Sung Hee untuk tidak berpikir seperti itu lagi. Tidak sebaiknya Sung Hee menyerah hanya demi melindungi orang tidak kompeten seperti dirinya.

"Kalau kau terus menyerah maka kau akan membohongi dirimu sendiri dan melakukan hal-hal yang salah"


Keesokan harinya, Mi Joo akhirnya muncul di kantornya Burner. Tapi yang lain belum datang dan Burner malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menggoda Mi Joo tapi Mi Joo menanggapinya dengan dingin.


Keyboard datang tak lama kemudian, tapi Burner malah menyambut kedatangannya dengan menghina kepalanya yang gundul. Keyboard tak terima dan langsung balas menghina rambut keriting Burner.


Nyonya Noh dan sekretarisnya datang tak lama kemudian dan langsung mengeluh jijik dan menghina tempat ini. Burner tersinggung dan langsung menyuruh Nyonya Noh keluar saja kalau dia tak suka di sini. Jung Do muncul tak lama kemudian tapi dia memperhatikan semua orang saling tak menyukai satu sama lain.


Jung Do lalu menjelaskan tentang apa yang harus mereka kerjakan sebagai tim. Beberapa saat kemudian, semua orang tak percaya mendengar pekerjaan mereka adalah menipu penunggak wajib pajak dan mengumpulkan tunggakan pajaknya.

Memang apa untungnya melakukan itu? tanya Mi Joo. Jung Do menjelaskan bahwa mereka akan mendapatkan 10% dari total 6 milyar won. Nyonya Noh tidak suka, jumlah itu terlalu kecil apalagi jika harus dibagi-bagi.


Dia mengklaim dirinya sebagai pemain besar jadi dia tidak mau bekerja untuk bayaran sekecil itu. Saat Mi Joo menyinggungnya dan menyatakan kalau dia bukan pemain besar, Nyonya Noh langsung mengatai Mi Joo pelac*r.


Nyonya Noh memutuskan untuk pergi saja. Dia dan sekretarisnya beranjak pergi tapi tepat saat itu juga, Jung Do memberikan penawaran yang sangat menarik. Bagaimana kalau dia memberikan semua uang 6 milyar won itu pada Nyonya Noh.

6 Milyar plus uang jasa 10% itu boleh jadi milik Nyonya Oh semua jika dia bisa. Nyonya Noh langsung tertarik, jadi apa yang harus pertama kali dia lakukan untuk mendapatkan uang itu.


Tepat saat itu juga, Sung Il akhirnya datang. Jung Do tidak memberitahunya tentang kesepakatannya dengan Nyonya Noh barusan lalu menjawab pertanyaan Nyonya Noh bahwa mereka akan memulainya dengan mendaur ulang sisanya.


Beberapa saat kemudian, Jung Do keluar bersama Sung Il dan menjelaskan bahwa penipuan yang baik adalah masalah kerja sama tim. Sung Il menerima sarannya tapi mengklaim kalau dia melakukan itu hanya karena Jung Do sudah ahli menipu. Jung Do menggodanya dan bertanya apakah Sung Il takut pada Nyonya Noh. Sung Il bersikeras menyangkal.


Mi Joo lalu mengajari Sung Il untuk melakukan voice pishing. Sung Il sangat pede kalau dia akan bisa melakukan itu dengan sangat mudah. Tapi dia langsung gagal pada percobaan pertama.


Keyboard mengajarinya cara membuat ID palsu. Dia terus latihan melakukan voice pishing tapi tetap saja dia gagal. Saat membuat ID palsu, dia terus mengeluh karena harus melakukannya secara manual dan mengira ada mesin khusus untuk memalsukan ID secara otomatis.


Sementara Burner mengajarinya untuk menipu orang dengan cara menabrakan diri sendiri ke mobil calon korban dan sukses mendapatkan uang kompensasi cukup banyak. Setelah itu dia menyuruh Sung Il untuk mencobanya tapi tentu saja Sung Il ragu.

Burner berusaha mendorongnya untuk menabrakkan diri ke sebuah mobil tapi Sung Il sangat ketakutan dan heboh sendiri dan ujung-ujungnya malah jadi tontonan orang.


Jung Do membawanya ke sebuah restoran dan mengajari Sung Il bahwa penipu yang baik harus bisa melihat situasi dan calon korban secara mendetil. Jung Do lalu menyuruhnya untuk menggoda seorang cewek dan meminta nomor hapenya.

Tapi melihat wajahnya saja, cewek itu langsung ketakutan. Pada percobaan kedua, Sung Il sukses membuat si cewek tidak ketakutan tapi bukannya menggoda dengan benar, dia malah terlalu jujur memberitahu si cewek kalau dia sudah menikah.

Alhasil, bukan nomor hape yang didapatkannya, malah sebuah tamparan keras. Tapi Sung Il tak menyerah. Dia terus berlatih, lagi dan lagi sampai akhirnya dia sukses mendapatkan nomor hape seorang cewek.


Karena kesibukan gandanya, Sung Il sekarang jadi sering meninggalkan pekerjaannya di kantor. Anggota timnya Sung Il pergi tanpa Sung Il. Tapi dalam perjalanan, Sung Hee melihat Sung Il sedang bersama bersama Jung Do. Kali ini Sung Hee benar-benar melihat wajah Jung Do.


Keesokan harinya, Sung Il masih nyenyak tidur saat Jung Do menelepon dan menyuruhnya untuk datang ke gudangnya Burner. Sung Il mengendap-endap masuk kamarnya untuk mengambil kunci mobil istrinya.

Tepat saat itu juga, sang istri berguling dan langsung menatapnya. Sung Il langsung pura-pura berbaring... sebelum akhirnya dia sadar kalau sang istri ternyata masih tidur tapi dengan mata terbuka.


Sung Il menelepon Sung Hee dan beralasan kalau dia tidak bisa masuk karena tidak enak badan. Yang tidak disadarinya, Sung Hee sebenarnya tidak berada di kantor. Dia justru sedang membuntuti Sung Il.


Semua orang minus Sung Il sudah berkumpul di gudang. Karena semua orang sudah mulai bosan menunggu, Jung Do memutuskan untuk memulai rapat mereka sekarang juga. Mereka membahas tentang calon korban mereka, Ma Jin Seok, yang bisa dibilang penguasa Gangnam karena dia memiliki total 18 bar dan 4 klub di Gangnam. Akan tetapi 22 bisnis tersebut, tidak ada satupun yang menggunakan namanya.

Dari hasil penyelidikannya, Keyboard mengetahui bahwa Jin Seok mencuri identitas para tunawisma dan setiap 3 bulan sekali, dia mengubah nama klubnya. Lalu tentang kehidupan pribadinya, Burner melapor bahwa Jin Seok adalah orang yang rajin dan pekerja keras dan setiap hari dia selalu memeriksa pasar real estate. Bahkan semua situs yang di-bookmark di komputernya, semuanya situs-situs real estate.

Selain itu Jin Seok selalu menggunakan hape 2G yang tidak bisa diretas. Dia juga suka bertaruh setiap kali main golf dan dia cukup sering menang. Dia juga tidak suka minum-minum dan tidak suka main wanita. Wah, nih orang pinter banget.


Karena tidak mungkin menggunakan wanita maka cara untuk menipu Jin Seok adalah melalui real estate atau golf. Tapi menurut Mi Joo cara lewat real estate akan sangat sulit karena Jin Seok bukan cuma punya Cho Sang Jin yang ahli membantunya menghindari pajak, tapi dia juga punya seorang ahli pengelola real estate bernama Noh Deok Gi.


Kalau begitu, Jung Do mengusulkan agar mereka membuat Noh Deok Gi berada di pihak mereka. Caranya? Tentu saja dengan menipunya. Dia bahkan memerintahkan Mi Joo untuk mempersiapkan diri bergabung dalam kantor real estatenya Noh Deok Gi dan menyuruh Keyboard untuk mendapatkan nomor rekeningnya.


Sung Il akhirnya tiba di depan gudangnya Burner dan Sung Hee terus membuntutinya sampai kedalam. Rapat sudah selesai saat Sung Il akhirnya masuk. Sung Hee masuk tepat saat itu juga dan memanggil Sung Il. Tapi dia langsung membeku saat melihat Jung Do dan Jung Do pun sama.


Saat akhirnya dia sadar, Sung Hee menyapanya seperti kenalan lama yang baru bertemu kembali. Dia juga menyapa Mi Joo sementara Mi Joo sendiri hanya terdiam saking tercengangnya melihat Sung Hee. Hmm... ada masa lalu apa yah di antara mereka bertiga?


Dia lalu mengajak Sung Il pergi karena dia mengira Sung Il tidak tahu siapa Jung Do dan memberitahu Sung Il kalau saat ini dia sedang ditipu. Sung Il mengaku kalau dia tahu ini penipuan dan berusaha menjelaskan kalau ini tidak seperti yang Sung Hee pikirkan. Tapi saat Sung Hee mengancam akan melapor polisi, Sung Il akhirnya menyeretnya bicara di luar.

Di luar, Sung Hee terus berusaha meyakinkan Sung Il bahwa orang-orang itu hendak menipunya. Tapi Sung Il mengaku kalau dia bahkan sudah tidak punya uang sepersen pun. Sung Il mengaku kalau dia tahu kalau Jung Do itu penipu tapi dia ada di sini bersama mereka karena dia sedang merencanakan sesuatu dan orang-orang akan membantunya. Sung Hee tak percaya mendengarnya.

Dia sudah hendak masuk lagi untuk melabrak Jung Do tapi Sung Il mencegahnya dan memohon padanya untuk membiarkannya satu kali ini saja. Frustasi, Sung Hee akhirnya hanya bisa memberi saran. Jika Sung Il mencintai anak dan istrinya maka lebih baik dia tidak melakukan apapun yang sedang dia rencanakan bersama para penipu itu. Sung Hee lalu pergi. Tapi di mobil, dia teringat kembali dengan masa lalunya bersama Jung Do.

Flashback,


Sung Hee menangis sementara Jung Do bersikap sangat dingin padanya dan berkata kalau dia adalah penipu jadi seharusnya Sung Hee berteriak padanya dan bukannya menangis. Jung Do mengklaim kalau dia tidak pernah menyukai Sung Hee dan dia pacaran dengan Sung Hee hanya untuk menipu dan mengambil uangnya.

"Kalau itu benar, lalu kenapa kau tidak memintanya saja? Kau tidak pernah meminta uang padaku..."

"Kupikir kau punya uang. Aku tidak akan kencan denganmu seandainya aku tahu kau tidak punya uang"

Jung Do mengklaim kalau semua yang pernah dia katakan pada Sung Hee tidak ada yang tulus lalu pergi. Sung Hee menangis dan patah hati.

Kembali ke masa kini,


Sung Il penasaran dengan hubungan masa lalu antara Jung Do dan Sung Hee. Jung Do tidak menjawabnya secara detil dan hanya menjawab bahwa Sung Hee dulu pernah naksir padanya.


Jung Do melanjutkan pekerjaannya di rumahnya. Saat sedang mencari sesuatu di dalam koper, dia menemukan foto-foto masa lalunya bersama Sung Hee. Jung Do tersenyum melihat foto-foto itu. Tapi ekspresinya berubah seketika saat dia menemukan foto keluarga bersama ayah dan ibunya.


Keesokan harinya, Sung Il diberitahu kalau Sung Hee ambil cuti hari ini. Sung Il langsung keluar dan menelepon Jung Do dan menyarankan agar mereka melakukan rencana mereka hari ini. Jung Do pun langsung menelepon Mi Joo dan menyuruhnya bersiap.


Dan ternyata Mi Joo sudah berada di kantornya Noh Deok Gi, menyamar menjadi sekretaris barunya. Keyboard sudah berhasil mendapatkan informasi rekeningnya Deok Gi. Begitu mendapat perintah dari Jung Do, dia langsung mengirim beberapa sms sekaligus. Sms palsu yang menginformasikan seseorang menarik 100 won dari rekeningnya Deok Gi per detik. Mi Joo menyarankan agar dia menelepon polisi saja.


Deok Gi langsung panik. Tak lama kemudian seseorang meneleponnya. Dia adalah Burner yang mengaku sebagai pegawai layanan pengawasan keuangan dan dia baru mendapat laporan ada seseorang yang mengambil uangnya dari rekening banknya.

Burner dengan cerdiknya menyarankan agar Deok Gi menarik semua uangnya dari rekening itu dan bawa pulang semuanya, setelah itu dia akan mengirim seorang staf untuk menemui Deok Gi dan menegaskan bahwa Deok Gi harus melakukan apa yang diperintahkan stafnya nanti.


Saking paniknya, Deok Gi mempercayainya begitu saja dan langsung pergi ke bank untuk menarik semua uangnya lalu cepat-cepat pulang. Sung Il sedang dalam perjalanan sementara Jung Do sudah tiba di rumah Deok Gi menyamar sebagai staf layanan pengawasan keuangan.

Jung Do terlebih dulu menjelaskan bahwa semua bank saling terhubung lalu bertanya apakah Deok Gi punya rekening di bank lain. Deok Gi mengiyakannya, Jung Do pun menyarankan agar Deok Gi menarik semuanya juga sekarang juga.

Deok Gi langsung pergi dan memutuskan untuk meninggalkan kopernya yang penuh berisi uang karena mungkin dia pikir aman meninggalkan uang itu di bawah pengawasan staf layanan pengawasan keuangan.

Saat menemani Deok Gi keluar, Mi Joo mengompori Deok Gi dengan mengklaim kalau kejadian seperti ini pernah terjadi pada seorang temannya dan dia kehilangan semuanya. Deok Gi jadi semakin panik mendengarnya.


Sung Il tiba saat Deok Gi sedang keluar. Dia akan pura-pura jadi polisi. Dia berjalan masuk ke rumah Deok Gi sambil melatih kalimat yang akan diucapkannya dengan gugup. Tapi tanpa dia sadari, Sung Hee sebenarnya sedang membuntutinya sedari tadi dan langsung menelepon polisi untuk melaporkan kasus penipuan.

Bersambung ke episode 4

No comments :

Post a Comment