July 10, 2016

38 Task Force Episode 2 - 2


Di kantornya, Sang Jin memarahi salah satu pegawai perempuan karena si pegawai tidak melakukan pekerjaannya dalam memalsukan perhitungan pajak salah satu klien besar mereka sesuai jumlah yang ditetapkannya.

Si pegawai berusaha menjelaskan bahwa memalsukan perhitungan sebanyak itu hanya akan meningkatkan kecurigaan dan mungkin saja mereka akan diinvestigasi. Sang Jin malah kesal mendengar alasan itu dan bersikeras menyuruh si pegawai untuk melakukan perintahnya saja dan dia sendiri yang ajan mengurusi sisanya nanti. Sang Jin makin kelewatan saat dia bukan cuma mengomeli si pegawai tapi juga memukuli bokongnya.



Untunglah sekretarisnya muncul saat itu untuk mengabarkan kedatangan tamu yang tak lain tak bukan adalah Jung Do. Dia menyamar dengan nama Cha Jae Woon dan mengaku berasal dari kantor pelayanan pajak negara. Sang Jin cukup cerdik dengan diam-diam mengsms seorang kenalannya untuk menanyakan kebenaran tentang pegawai kantor pajak bernama Cha Jae Won.

Jung Do langsung to the point menyindir Sang Jin dan mengungkit masalah banyaknya suap yang diterima Sang Jin dari para kliennya dan membantu mereka membuat laporan keuangan palsu untuk menghindari pajak.

Dia bahkan langsung menyebutkan daftar para kliennya Sang Jin, termasuk diantaranya adalah Ma Jin Seok yang menghindari pajak sangat besar dengan cara mengalihkan semua aset yang dimilikinya atas nama ibu, saudara-saudaranya dan istrinya yang pura-pura diceraikannya.

Sang Jin langsung terdiam cemas mendengarnya. Tepat saat itu juga, dia menerima sms yang mengkonfirmasi kebenaran tentang Cha Jae Won yang merupakan pegawai kantor pelayanan pajak. Sang Jin jadi makin stres dan Jung Do diam-diam tersenyum licik.


Sang Jin berusaha beralasan bahwa praktek seperti ini sudah ada sejak lama, bisa dibilang sudah seperti tradisi. Jadi sebaiknya Cha Jae Won tidak usah terlalu sekesal ini. Awalnya Jung Do pura-pura marah, tak terima Sang Jin memakan semua uang itu sendiri.

Sang Jin jadi semakin tegang, tapi kemudian Jung Do berkata "Kita ini berada di pihak yang sama"

Jung Do bahkan langsung mengubah caranya memanggil Sang Jin dari yang awalnya 'sajangnim' berubah jadi 'sunbaenim' lalu memohon pada Sang Jin untuk mengajarinya jadi seperti Sang Jin. 

Seketika itu pula Sang Jin langsung lega dan senang, benar-benar percaya kalau Cha Jae Won adalah pejabat publik korup yang ingin menjadi seperti dirinya. Dia bahkan berjanji akan mengajari Jae Won dengan baik dan meminta nomor rekening banknya Jung Do.


Begitu pulang ke rumah, Jung Do langsung sibuk menelepon seseorang dan melakukan banyak hal lainnya sebelum akhirnya dia menyalakan salah satu hapenya untuk dia gunakan menelepon Sang Jin dan berkata bahwa dia sudah merekrut beberapa orang untuk bergabung dengan mereka.


Yang tidak dia sadari, dia menelepon dengan menggunakan hape yang pernah dipakainya untuk menipu Sung Il dan nomor itu sedang dilacak oleh Deok Bae. Dia lalu menelepon Sung Il untuk mengabarkan kalau dia sudah mendapatkan lokasi si penipu.

Dia memberitahukan lokasi keberadaan si penipu dan memberitahu Sung Il kalau dia juga dalam perjalanan kesana bersama beberapa anak buahnya. Sung Il langsung beranjak pergi penuh semangat, tapi Deok Bae mengingatkannya untuk tidak terlalu bersemangat ataupun masuk ke tempat itu sendirian.


Dalam perjalanan, Sung Il ditelepon istrinya yang menggerutu kesal karena Sung Il pergi membawa mobilnya. Sung Il mengabaikannya dan cepat-cepat mematikan hapenya. Sementara itu, Jung Do masih santai bertelepon ria dengan Sang Jin, pura-pura menggombal dan menjilat Sang Jin sampai akhirnya Sang Jin mengabarkan kalau dia mengirim uang tunjangan ke rekeningnya Jung Do.

Setelah itu dia langsung pergi dengan membawa koper yang akan dia gunakan untuk mengambil uang kiriman Sang Jin dan meninggalkan hapenya di meja.


Pada saat yang bersamaan, Sung Il pun tiba di gedung apartemennya Jung Do. Dia mengabaikan pesan Deok Bae untuk tidak masuk sendirian dan langsung celingukan panik mencari si penipu... sampai akhirnya tak sengaja dia bertubrukan dengan Jung Do.


Dia langsung ingat Jung Do dan saat itu pula dia akhirnya mengenali suara Jung Do yang sama persis dengan suara si penipu. Jung Do pun sadar kalau dia sudah ketahuan, dia langsung melempar kopernya ke Sung Il dan melarikan diri. Sung Il mengejarnya keliling jalan.

Jung Do sukses melompati bangku taman. Sung Il pun langsung ikut-ikutan tapi malah tersandung bangku dan jatuh terjerembap. Jung Do berhenti untuk menertawainya. Tapi Sung Il bangkit secepat mungkin dan mengejar Jung Do lagi.


Jung Do terus berlari dan berlari sampai dia tiba di salah satu parkiran tempat dia menaruh salah satu mobilnya dan melarikan diri dengan mobil itu. Tapi Sung Il pantang menyerah dan terus berlari mengejar mobil itu. Dia masih sempat melihat pelat nomornya sebelum dia berhenti kelelahan.


Deok Bae tiba tepat saat itu juga. Bersama-sama mereka mengejar mobilnya Jung Do. Mereka pun kebut-kebutan di jalan, saling menyelip dan meliuk-liuk diantara mobil-mobil lain. Deok Bae berusaha ngebut mengejarnya secepat mungkin tapi Jung Do tiba-tiba berbelok ke sebuah parkiran dan ganti mobil.


Tepat saat Deok Bae kesal karena mengira kehilangan jejak Jung Do, Sung Il tiba-tiba melihat sosok Jung Do lewat dengan mobil lain. Deok Bae langsung putar arah dan ngebut mengejarnya kembali sembari mengumumkan pada para rekannya yang lain tentang pergantian mobil Jung Do. Dia begitu fokus dengan pengejarannya sampai mengabaikan Sung Il yang ketakutan.


Beberapa mobil polisi yang lain berhasil mengejar mereka dan membentuk barikade didepan Jung Do untuk memperlambatnya. Kesal, Jung Do berusaha menerobos dengan menabrak salah satu mobil didepannya. Deok Bae kesal dan langsung banting setir menabrakkan mobilnya ke mobilnya Jung Do.



Jadilah mobilnya Jung Do oleng dan membuat mobil-mobil polisi yang lain pun berputar-putar tak karuan. Jung Do berusaha keras mengendalikan mobilnya sampai akhirnya dia berhasil menghentikan mobilnya dengan selamat. Tapi dia belum mau menyerah dan langsung memundurkan mobilnya.


Tapi tepat saat itu juga, beberapa mobil polisi lain muncul dari belakangnya dan menghalanginya. Menyadari satu-satunya jalan keluarnya adalah dengan menerobos mobilnya Deok Bae, Jung Do nekat melaju kencang ke arah Deok Bae. Kesal, Deok Bae pun langsung menyalakan mobilnya kembali dan melaju lurus ke arah Jung Do.


Kedua mobil semakin mendekat... Sung Il menjerit histeris saat kedua mobil hampir bertubrukan. Tapi Jung Do tiba-tiba berbelok pada detik-detik terakhir... sebelum akhirnya mobilnya malah menabrak tiang. Jung Do pun akhirnya berhasil ditangkap.


Sung Hee tengah kerja lembur saat temannya menelepon, di adalah wanita yang tadi tampak mengenali Jung Do. Dia memberitahu Sung Hee bahwa dia pikir, dia melihat Yang Jung Do si penipu itu. (Hmm... apakah orang yang menipu Sung Hee dulu adalah Jung Do juga?)


Sukses menangkap Jung Do, Sung Il menelepon rekannya yang jadi korbannya Jung Do untuk memberitahunya bahwa dia berhasil menangkap si penipu itu. Tapi belum sempat mengatakan apapun, rekannya itu malah marah mengira Sung Il sedang menertawainya dan langsung mematikan teleponnya.

Deok Bae menceramahi Jung Do lalu memberitahu Jung Do bahwa dia sudah salah orang saat dia menipu Baek Sung Il. Ah, ternyata di kantor pajak ada dua orang yang bernama Baek Sung Il. Dan Baek Sung Il yang seharusnya ditipu Jung Do adalah Sung Il dari divisi 1 dan bukannya Sung Il dari divisi 3. Deok Bae lalu bertanya kenapa Jung Do menarget orang-orang dalam daftar itu.

"Karena mereka orang jahat" jawab Sung Il

"Lalu apa kau pikir kau orang baik? Orang baik tidak berkeliaran menipu orang"


Sung Il lalu bertanya kenapa nama Ma Jin Seok ada dalam daftar orang yang ditipunya, bukankah Jin Seok bukan pejabat publik korup? Apa karena Jin Seok juga orang jahat? Mendengar itu, Jung Do langsung menyadari sesuatu. Sung Il pasti tengah berusaha untuk mengejar tunggakan pajaknya Jin Seok.

Sadar jika dia masuk penjara lagi maka hukumannya akan jauh lebih lama dari sebelumnya, Jung Do langsung berpaling kembali ke Sung Il dan bertanya berapa banyak tunggakan pajaknya Jin Seok. Sung Il menolak menjawab, justru Deok Bae lah yang menjawab 6 milyar won.

Itu jumlah yang sangat besar dan Jung Do tahu betul kalau Jin Seok tidak akan mau menyerahkan uang sebanyak itu jika Sung Il memakai cara sesuai hukum yang berlaku. "Jangan berusaha terlalu keras pada sesuatu yang mustahil, nanti kau jadi kurus loh" saran Jung Do


Kesal, Sung Il langsung menyuruh Deok Bae untuk memasukkan Jung Do kedalam penjara saja. Si detektif langsung menyeretnya tapi Jung Do minta waktu sebentar untuk menawarkan bantuan pada Sung Il "Kalau kau mengizinkanku, akan kudapatkan uang itu untukmu. Aku punya ide. Apa kalian mau mendengarnya?"


Beberapa saat kemudian, Sung Il dan Deok Bae berelaksasi di pemandian. Sung Il terus melamun, sepertinya dia sedang memikirkan tawaran Jung Do. Tapi saat Deok Bae menanyakannya, Sung Il bersikeras menyangkalnya dan mengklaim kalau Jung Do itu tidak masuk akal.

Deok Bae memberitahunya bahwa dia akan menyerahkan Jung Do pada jaksa besok sore. Deok Bae menyarankan agar Sung Il memikirkan tawaran Jung Do baik-baik, karena jika dia sudah menyerahkan Jung Do pada jaksa maka saat itu sudah terlalu terlambat. Sung Il bersikeras tidak perlu memikirkan apapun padahal jelas-jelas dia memikirkan tawaran itu.


Keesokan harinya, Baek Sung Il dari divisi 1 mendapat telepon penting. Dia lalu menelepon Komisaris Ahn untuk memberitahukan sesuatu menyangkut Baek Sung Il dari divisi 3.


Saat Sung Il tiba di kantor, dia langsung disambut oleh Sung Hee yang anehnya malah melarang Sung Il masuk kantor. Sung Hee jelas tampak cemas tapi Sung Il tidak menanggapinya dengan serius dan langsung masuk.

Tapi begitu masuk, Sung Il malah melihat semua orang menatapnya dengan aneh. Ketua Tim Kang memberitahunya kalau ada seseorang yang melapor bahwa Sung Il menerima suap. Sung Hee berusaha membelanya.


Tapi Sung Il yang satu lagi malah terang-terangan menyindirnya dan menegaskan kalau laporan itu benar adanya karena dia sendiri yang menerima telepon laporan itu.


Saat itu juga, Komisaris Ahn meneleponnya. Sung Il lalu pergi menemuinya di lapangan golf dan berusaha menjelaskan kalau dia tidak pernah menerima suap. Dia yakin kalau informan yang membuat laporan itu adalah Ma Jin Seok. Tapi Komisaris Ahn malah mengacuhkan pembelaannya dan dengan dinginnya berkata kalau masalah ini akan membuat Sung Il diskors dan mungkin dipenjara.


Sung Il terus berusaha membela diri tapi Komisaris Ahn cepat memotongnya dan menuduh Sung Il cuma membuat-buat alasan. Sung Il tidak perlu meminta maaf padanya tapi dia harus minta maaf pada Ma Jin Seok yang pernah ditonjoknya, dan orang itu ada di sini sedang asyik bermain golf bersama Komisaris Ahn. Dia menekankan bahwa masalah Sung Il akan selesai hanya jika Sung Il meminta maaf pada Jin Seok.

Sung Il benar-benar tak menyangka ternyata Komisaris Ahn juga komplotannya Jin Seok. Komisaris Ahn mengingatkan Sung Il akan apa yang terjadi pada Min Sik dan memberitahu Sung Il bahwa Min Sik itu terlalu keras kepala. Kalau Sung Il juga terus keras kepala maka dia mungkin juga akan berakhir sama seperti Min Sik.

"Apa ini... yang kau lakukan pada Min Sik? Kau melakukan hal yang sama pada Min Sik, bukan?" tanya Sung Il. Tapi sebelum Komisaris Ahn sempat buka mulut, Sung Il memutuskan kalau dia tidak mau tahu jawabannya dan pergi.

Flashback, 


Sung Il bertengkar hebat dengan Min Sik. Dia berusaha membela diri bahwa dia tidak menerima suap tapi Sung Il tak mempercayainya. Min Sik akhirnya hanya bisa terdiam sedih. Ternyata pertengkaran mereka yang kita lihat di bagian opening adalah Min Sik berusaha meminta bantuan Sung Il dalam masalahnya ini, tapi Sung Il tak mempercayainya dan menolak membantunya.

Kembali ke masa kini,


Sung Il pergi ke perumahan kumuh dimana timnya sedang menyitai rumah orang miskin. Pemilik rumah berusaha memohon-mohon dan meminta maaf, mereka sendiri pun tak enak dan kasihan padanya. Tapi mereka tetap terpaksa harus menyita semua barangnya.


"Hukum itu seperti pembully, yah?" ujar Sung Il pada Sung Hee "Hukum lemah terhadap yang kuat dan kuat terhadap yang lemah. Hukum itu bully dan kita algojonya"


Sung Il langsung pergi. Setelah mereka selesai, Sung Hee memberikan uang saku untuk putri kecil si pemilik rumah.


Sung Il ditelepon Deok Bae yang mengabarkan kalau dia sedang dalam perjalanan untuk menjemput Jung Do "Apa yang akan kau lakukan?"

Sung Il tak menjawabnya. Tapi dalam perjalanan, dia teringat kembali dengan tawaran Jung Do untuk mendapatkan uang pajak 6 milyar won itu dari Jin Seok dengan cara menipunya.

Deok Bae membangunkan Jung Do dari tidur lelapnya didalam sel dan membawa Jung Do masuk kedalam mobil polisi. Jung Do sudah frustasi, mengira dia akan masuk penjara lagi... tapi tepat saat itu juga, Sung Il muncul dan membuka pintu mobil polisi itu dan bertanya.


"Apa kau bisa mempertanggungjawabkan semua ucapanmu? Apa kau benar-benar bisa mendapatkan pajak itu dari Ma Jin Seok?"

Jung Do senang "Aku bisa jika kau membantuku"

Komentar:

Semakin seru! hmmm... gimana yah aksi Jung Do dan Sung Il menipu Jin Seok? Btw, Deok Bae itu kok aneh yah. Masa polisi malah menyemangati Sung Il untuk memikirkan tawaran Jung Do buat nipu orang? hahaha! Tapi orang kayak Jin Seok memang perlu dikasih pelajaran.

Kasusnya Min Sik juga semakin menarik. Apa sebenarnya yang terjadi pada Min Sik? Dia terlibat dalam kasus apa sampai dikambinghitamkan menerima suap?

Bersambung ke episode 3

No comments :

Post a Comment