July 8, 2016

38 Task Force Episode 1


Baek Sung Il (Ma Dong Seok) adalah seorang pegawai di kantor pajak. 6 tahun yang lalu dia berdebat karena berbeda pendapat akan sesuatu dengan rekannya yang bernama Min Sik. Entah apa yang terjadi. Tapi dari percakapan mereka, aku menduga ada hubungannya dengan suap.

Min Sik tampaknya ingin menerimanya. Tapi Sung Il berpendapat bahwa semua ini salah dan lebih ingin bekerja dalam damai tanpa masalah sampai dia pensiun.


Entah apa yang terjadi setelah itu karena kemudian Sung Il menemukan Min Sik terkurung dalam mobil yang tampak berasap dan pingsan err... atau mungkin mati sementara Sung Il berusaha memecahkan kaca jendela mobil itu dengan panik.



6 tahun kemudian, Sung Il masih menjadi pegawai di kantor pajak. Bersama dengan timnya, setiap hari dia melakukan rutinitas yang sama terus menerus. Bangun pagi, mandi, sarapan bersama keluarganya, pergi bersama rekan satu timnya ke rumah-rumah para pengemplang pajak untuk menyitai harta benda mereka lalu ditendang keluar oleh para pengemplang pajak itu dengan berbagai cara yang sangat kasar seperti disemprot pakai tabung pemadam kebakaran, digigit, dijambak, dll.


Karena kesibukannya, Sung Il sering pulang tengah malam. Sesampainya ia di rumah, seluruh anggota keluarganya sudah tidur. Dia mendapati istrinya ketiduran di sofa setelah kecapekan mengurus keuangan keluarga dan Seung Il diam-diam mengambil selembar uang untuk dirinya sendiri.


Keesokan harinya, Sung Il dipanggil menghadap Komisaris Ahn yang mentraktirnya makan jajangmyeon. Tapi traktirannya bukan cuma sekedar traktiran biasa. Karena tujuan utama Komisaris Ahn memanggil Sung Il adalah untuk mengkritik hasil kerja timnya Sung Il yang sejauh ini masih belum bisa memenuhi target bahkan menyindir Sung Il yang masih punya nafsu makan di saat seperti ini. Sung Il jadi merasa tak enak dan akhirnya berjanji akan berusaha lebih keras lalu pergi tanpa meneruskan makan siangnya.

Di luar, Sung Il terheran-heran melihat seorang pegawai tampak marah-marah di telepon. Hmm... sepertinya orang itu menjadi korban penipuan. Kembali ke meja kerjanya, Sung Il lalu bertanya pada timnya tentang siapa pengemplang pajak yang tunggakan pajaknya paling banyak dalam daftar mereka.


Chun Sung Hee (Sooyoung) menjawab bahwa penunggak pajak terbanyak adalah Ma Jin Seok. Mereka sudah berusaha melakukan berbagai cara seperti memblokir kartu kreditnya dan mengeluarkan surat perintah larangan bepergian tapi Jin Seok tetap bergeming. Dan bahkan sekalipun dalam resumenya alamatnya ada di tempat lain tapi sebenarnya dia tinggal di sebuah apartemen mewah.

Sung Il memutuskan bahwa mereka akan pergi menggeledah rumah Jin Seok hari ini. Tapi sebelum pergi, salah seorang rekannya memanggilnya untuk pinjam uang tapi Sung Il mengaku sedang tak punya uang sebanyak yang dia minta.


Si rekan mengaku bahwa dia butuh uang itu karena dia kena tipu dan yang jadi korban bukan cuma dia seorang tapi juga beberapa rekan mereka yang lain (si pegawai yang marah-marah tadi salah satu korbannya).

"Lagipula kenapa kau bisa kena tipu?"

"Kalau kau belum pernah kena tipu, diam saja! Kau tidak akan tahu sampai kau merasakannya sendiri. Cara bicaranya halus sekali" ujar Ketua Tim Kang.


Kita tidak diperlihatkan wajah pelakunya, tapi sekilas kita diperlihatkan bibir seksinya. He!


Dalam perjalanan keluar, mereka berpapasan dengan salah satu atasan mereka, Chun Gap Soo. Sung Il dan Gap Soo saling berpandangan sekilas, menunduk singkat lalu pergi ke dua arah yang berbeda.


Dalam perjalanan, para rekan timnya menggosipkan beberapa pegawai yang jadi korban penipuan. Sung Il berkomentar bahwa mereka itu kena tipu karena mereka naif dan bodoh. Sung Hee berkomentar bahwa kena tipu satu kali itu tidak masalah karena kita bisa belajar sesuatu dari hal itu, sama sepertinya yang juga pernah mengalaminya dulu.


Salah seorang rekan Sung Il mengetahui kemana Sung Il dan timnya pergi. Anehnya setelah itu, si penunggak pajak Ma Jin Seok langsung ditelepon seseorang yang mengabarinya tentang kedatangan Sung Il dan timnya. Jin Seok pun langsung bergerak cepat menelepon istrinya dan menyuruhnya untuk menyembunyikan semua harta benda mereka.

Istrinya cemas. Tapi Jin Seok punya rencana, dia tahu betul bahwa penggeledahan hanya boleh dilakukan sebelum matahari terbenam setelah itu namanya penggeledahan ilegal. Jadi mereka hanya perlu mengulur waktu sampai sore.


Begitu Sung Il dan timnya tiba di apartemen, mereka diawasi dengan ketat oleh para sekuriti. Sung Il melihat mereka dan sudah bisa menduga apa yang akan terjadi. Bahkan saat mereka masuk ke lobi, semua sekuriti langsung berkumpul menghadang mereka. Sung Il dan Sung Hee saling berpandangan penuh arti lalu bersama-sama mereka berusaha menerobos para sekuriti.


Sementara istrinya Jin Seok sibuk menyembunyikan semua perhiasan mewah dan semua harta benda mereka di berbagai tempat, Sung Il dan timnya berusaha keras menerobos para sekuriti. Dalam pergumulan itu, Sung Hee sukses mengambil ID tag salah satu sekuriti lalu berlari masuk seorang diri dan menggunakan ID tag itu untuk mengakses pintu masuk.

Istrinya Jin Seok baru saja selesai saat Sung Hee memencet bel rumahnya. Kesal, tapi terpaksa akhirnya dia membiarkan Sung Hee masuk. Sung Il dan yang lain pun sukses menerobos masuk dan sedang naik lift. Dia mengintruksikan mereka untuk menggeledah semua tempat baik lemari, mesin cuci, laci, pokoknya semunya.


Saat Sung Hee bertanya apakah dia istrinya Jin Seok, wanita itu tampak canggung sebelum menjawab iya. Tentu saja jawaban itu aneh bagi Sung Hee karena setahunya Jin Seok dan istrinya sudah bercerai, tapi ternyata mereka masih tinggal serumah.

Sung Hee mulai membacakan besarnya tunggakkan pajak suaminya. Yaitu 520 juta won untuk pajak daerah dan 5,25 milyar won untuk pajak negara, jadi total tunggakan pajak Jin Seok sebesar 5,77 milyar won. Sung Il dan yang lain tiba saat itu juga dan langsung bergerak menggeledah rumah itu dan langsung bisa menemukan banyak dengan cepat.


Batangan emas dibawah sofa, tas-tas berisi perhiasan-perhiasan mahal didalam oven, uang didalam toilet, beberapa perhiasan mewah didalam mesin cuci, dll.

Si istri panik dan gelisah. Saat Sung Il dan yang lain sedang mendata semua harta sitaan mereka, Jin Seok datang tak lama kemudian. Dia langsung marah dan melampiaskannya pada istrinya dengan cara melempar hape si istri ke sebuah guci mahal sampai pecah.


Jin Seok dengan tenangnya memberitahu mereka bahwa sekarang sudah malam jadi penggeledahan yang mereka lakukan ini ilegal. Saat Jin Seok melihat bibi pembantu hendak memberikan air untuk para tamu tak diundang mereka, dia langsung melarang dan memarahinya.

Jin Seok dengan sengaja menyuruh bibi untuk meminum air itu sendiri dengan janji akan menambah uang gajinya bulan depan. Saat Bibi tampak ragu, Jin Seok mengingatkan bibi akan anaknya. Bibi akhirnya tergoda dan langsung meminum airnya.


Jin Seok senang. Apa yang dilakukannya pada bibi adalah untuk menunjukkan pada mereka bahwa uang itu sangat berkuasa. Bukan cuma bibi ini saja yang rela melakukan apapun demi uang, mereka semua juga sama. Lalu dengan sengaja dia melempar uang pada mereka dan memberitahu Sung Il bahwa hukum tidak akan berlaku bagi orang kaya sepertinya karena uanglah yang menguasai hukum.


Bibi tiba-tiba terbatuk dan memuntahkan air yang diminumnya, dia sudah tak kuat minum lagi tapi Jin Seok malah memaksanya untuk terus meminumnya. Kesal, Sung Il menginggatkan Jin Seok untuk jaga sikap pada bibi yang seumuran ibunya itu. Tapi Jin Seok dengan dinginnya berkata "Tapi dia kan bukan ibuku"


Kesal, Sung Il langsung menantang Jin Seok. Yang lain langsung menahan kedua pria itu agar mereka tidak saling baku hantam. Jin Seok menghina Sung Il bahkan memamer-mamerkan dompetnya pada Sung Il.

Sung Hee berusaha menghentikan Jin Seok tapi dia malah mendorong Sung Hee sampai Sung Hee jatuh terjerembap. Habis sudah kesabaran Sung Il dan dia langsung menonjok Jin Seok dengan penuh amarah.


Tak lama kemudian, kabar Sung Il menghajar Jin Seok sampai ke telinga Komisaris Ahn. Gara-gara laporan itu, Sung Il langsung disuruh menghadap Gap Soo yang dengan tenangnya bertanya apa alasan Sung Il melakukan itu. Sung Il tak menjawab dan hanya meminta maaf atas perbuatannya.

Melalui panggilan interkom, Gap Soo menyuruh sekretarisnya untuk memanggil Komisaris Ahn masuk. Sung Il langsung beranjak pergi karena dia salah mengira kalau Gap Soo menyuruhnya memanggil Komisaris Ahn dan baru sadar kalau Gap Soo tidak bicara padanya setelah suara si sekretaris terdengar melalui interkom.


Begitu Komisaris Ahn datang, Gap Soo menyuruhnya untuk melaporkan perbuatan Sung Il ini ke komite disipliner.


Sung Il akhirnya kembali ke mejanya dengan kepala tertunduk lesu lalu meminum alkohol yang disembunyikannya di laci meja kerjanya. Di dalam laci itu pula ada sebuah foto yang memperlihatkan Sung Il bersama dua orang. Hmm... gambarnya kurang jelas tapi sepertinya orang di sebelah Sung Il itu Gap Soo dan Min Sik.


Saat hendak pulang, Sung Il bertemu dengan Sung Hee. Dia mendesah sedih saat Sung Il memberitahunya bahwa dia akan dilaporkan ke komite disipliner. Dia heran kenapa Sung Il semarah itu padahal biasanya Sung Il tidak seperti itu.

Sung Il mengaku kalau dia hanya lepas kontrol. Sung Hee berkata bahwa mereka akan ikut bertanggung jawab agar Sung Il tidak diskors tapi Sung Il tidak mengatakan apapun dan langsung pergi.


Sebelum pulang, dia pergi menjemput putrinya, Ji Eun, lalu berjalan pulang bersama. Ji Eun mengeluh heran karena nilainya cuma segitu-gitu saja padahal dia sudah berusaha untuk belajar lebih keras. Saat Ji Eun terus berceloteh tentang nilai-nilainya, Sung Il dapat sms. Dia membacanya sekilas lalu berusaha menyemangati Ji Eun bahwa mungkin di kelasnya banyak anak yang terlalu pintar.

"Ayah juga sepertimu. Ayah sudah bekerja keras tapi tim ayah selalu jadi yang terakhir. Gaji ayah juga tidak pernah naik"

"Ayah juga begitu? Kalau begitu aku mewarisinya dari ayah"


Mereka berdua tertawa mendengarnya. Tapi tiba-tiba sebuah mobil lewat genangan air dan membuat Ji Eun basah kuyup. Sepertinya tuh mobil sengaja karena pemilik mobil itu ternyata Jin Seok dan putrinya yang ternyata teman sekolahnya Ji Eun.


Dia keluar menghampiri mereka dan dengan sengaja menyindir halus Sung Il yang tak punya mobil. Dia meminta maaf pada Ji Eun lalu mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang 50.000 won.

Saat Sung Il menolaknya, Jin Seok semakin mengolok-olok Sung Il dengan pura-pura mengira Sung Il tidak mau terima uang pecahan besar dan lebih memilih uang pecahan kecil lalu menyodorkan beberapa lembar uang 10.000 won pada Ji Eun untuk biaya laundry seragamnya.


Sung Il menolaknya dengan sopan lalu menyeret putrinya pergi. Tapi Jin Seok menghalanginya dan memberitahu Sung Il untuk menganggap impas semua yang terjadi hari ini, pukulan Sung Il dia balas dengan cipratan air dari mobilnya.

Jin Seok lalu mengakhiri pertemuan mereka dengan kembali menyindir Sung Il yang tega membuat putrinya berjalan kaki dan menyarankan agar Sung Il beli mobil. Tidak harus mobil mewah seperti miliknya karena Sung Il pastinya tidak akan mampu membelinya, yang penting mobil.


Ji Eun mencemaskan Sung Il. Dia meyakinkan Ji Eun bahwa dia baik-baik saja lalu mereka berjalan pulang bersama. Malam itu, Sung Il tidak bisa tidur memikirkan ucapan Jin Seok untuk beli mobil. Tapi saat dia mengutarakan keinginannya untuk beli mobil pada istrinya, istrinya tak setuju.


Sung Il akhirnya tak membahasnya lagi. Tapi kemudian dia membrowsing internet dan mencari informasi harga mobil. Tapi saat dia mengecek rekeningnya, dia mendapati saldonya hanya 5 juta won lebih sedikit. Dia akhirnya masuk ke sebuah forum untuk mencari mobil yang harganya cuma 5 juta won.


Keesokan harinya, Sung Il ditelepon seseorang yang mengaku melihat postingan Sung Il di situs mobil bekas. Orang itu mengaku bahwa dia ingin menjual mobilnya secepat mungkin karena dia sedang butuh uang dan karena itulah dia bersedia menjualnya pada Sung Il seharga 5 juta won.

Sung Il tentu saja heran kenapa si penjual bersedia memotong harganya sampai segitu banyaknya. Tapi si penjual terdengar agak tersinggung mendengarnya lalu mengakhiri percakapan mereka. (Hmm... aku jadi cemas soalnya nada tersinggungnya si penjual terdengar sama persis dengan nada tersinggung khas penipu)


Sung Il lalu minta pendapat rekan timnya tentang mobil yang dijual dengan harga yang sangat miring itu. Timnya berpendapat bahwa jika negosiasinya dilakukan secara langsung yah tidak apa-apa. Mereka menyarankannya untuk memeriksa barangnya terlebih dulu.

Sung Il akhirnya menelepon si penjual untuk menyatakan keinginannya melihat mobilnya terlebih dulu. Tapi saat Sung Il sedang perjalanan dengan taksi untuk menemuinya, si penjual menelepon lagi dan berkata bahwa dia sedang ada urusan mendesak jadi dia akan mengirim seseorang untuk mewakilinya menunjukkan mobil itu pada Sung Il.

Si penjual berkata bahwa orang itu adalah temannya. Tapi karena dia punya hutang pada temannya itu jadi dia memohon pada Sung Il untuk tidak membahas masalah harga mobil di depan temannya itu. Sung Il menyetujuinya.


Sung Il mendapati mobil itu di parkiran sedang dikendarai oleh seorang pria. Dia bertanya apakah mobil ini dijual dan pria itu mengiyakannya. Sung Il pun langsung memeriksa mobil itu dan dia tampak menyukainya. Puas memeriksa, Sung Il berjalan pergi sambil menelepon si penjual.


Dia memberitahu si penjual bahwa dia sangat menyukai mobil itu dan ingin membayarnya hari ini juga. Si penjual setuju dan berkata bahwa dia akan memberikan nomor rekeningnya. Sung Il langsung kecewa karena dia maunya bertemu langsung.

Si penjual berkata kalau rumahnya jauh dari sana jadi dia tidak bisa bertemu langsung dan masalah dokumen-dokumennya akan diurus oleh temannya yang ada di sana itu.

Setelah ragu sesaat, Sung Il akhirnya setuju. Tak lama kemudian, Sung Il mengirimkan uangnya lewat ATM. Awalnya dia agak ragu tapi karena ada antrian di belakangnya, akhirnya dia memantapkan diri untuk mengirimnya. Setelah itu dia langsung menelepon si penjual tapi tidak diangkat. Waduh! Dia mencoba memanggilnya lagi dan lagi tapi tetap saja nomor si penjual tidak bisa dihubungi.


Saat itulah, Sung Il mulai teringat pada rekan-rekannya yang baru saja kena tipu oleh seseorang yang nada bicara halus sekali. Cemas dan curiga, Sung Il berlari kembali ke parkiran dan melihat mobil yang tadi hendak dibawa pergi. Sung Il berhasil menghentikannya dan bertanya keberadaan pemilik mobil ini. Pria itu malah bingung sendiri dan memberitahu Sung Il bahwa mobil ini adalah miliknya sendiri.


Saat itu juga Sung Il ditelepon lagi oleh si penipu yang saat itu tampak sedang menarik uangnya dari ATM dan mengatai Sung Il bodoh "Seharusnya pastikan dulu sebelum kau berurusan dengan seseorang. Bukankah kau sudah cukup tua untuk mengetahui segalanya. Lain kali jangan membeli langsung, belilah melalui dealer"

Sung Il berusaha memohon pada si penipu untuk mengembalikan uangnya karena dia benar-benar membutuhkan uang itu. Dan saat tak mendapat jawaban, Sung Il langsung naik pitam dan menuntut si penipu untuk mengembalikan uangnya.

Si penipu dengan santainya berkata bahwa dia akan mengirim ongkos pulang untuk Sung Il dan menyarankan agar Sung Il pulang naik taksi seperti saat dia berangkat tadi. Dia bahkan menyarankan agar Sung Il tidak menyumpah-nyumpah demi kesehatannya sendiri lalu mematikan hapenya. Sementara Sung Il hanya bisa menggerutu frustasi.


Siapakah penipu itu?... Dia adalah Yang Jung Do (Seo In Gook). Siapakah dia? Marilah kita melihatnya dalam flashback...


Jung Do adalah seorang mantan narapidana. Hari itu, dia dibebaskan dari penjara. Dalam perjalanan keluar, kita mendengarnya bernarasi bahwa sejak krisis moneter global yang terjadi tahun 1997, rakyat Korea Selatan memiliki pola pikir baru.

Uang adalah yang pertama dan utama. Mereka akan rela melakukan apapun demi uang. Uang itu sudah seperti agama, orang tua dan teman bagi mereka. Jika punya tas merek Hermes itu artinya dia adalah wanita kaya. Punya mobil Mercedes-Benz S Class artinya kau orang penting.

Saat melewati sebuah sel, Jung Do pamit pada dua orang narapidana didalamnya. Salah satunya orang berambut gondrong tapi kita tidak melihat wajahnya karena orang itu sedang sibuk melakukan sesuatu dan menjawab pamitannya Jung Do hanya dengan dadah-dadah.

"Dunia yang kita tinggali inilah yang menciptakan orang-orang sepertiku. Masa remajaku penuh dengan keberanian. Masa usia 20-an ku penuh dengan ketekunan. Dan sekarang di usia 30-an, yang kulakukan adalah menipu orang. Padahal dasarnya sangat sederhana. Tapi kenapa orang-orang tetap tertipu? Jawabannya pun sederhana. Manusia itu sederhana. Setiap orang menginginkan hal yang sama: uang"


Keluar dari gerbang penjara, seorang penjaga menyerahkan titipan seseorang padanya. Kunci sebuah mobil mewah. Begitu masuk mobil, dia mendapati ada sekantong penuh berisi banyak hape. Dalam narasinya dia berkata bahwa orang-orang biasanya menghakimi orang lain berdasarkan uang padahal seharusnya mereka melihat 'dalamnya'.

"Fokuslah pada EQ dan bukannya IQ. Itulah penipu sejati. Jika kau berhasil menguasainya, maka semua hal di dunia ini akan berjalan sesuai yang kau inginkan"


Dalam perjalanan keluar penjara, Jung Do membuka buku catatannya dan langsung beraksi menipu Ketua Tim Kang Noh Seung, rekan kerjanya Sung Il yang ingin meminjam uang dari Sung Il setelah kena tipu.

Dengan menggunakan salah satu dari sekian banyak hapenya, Jung Do mengaku bahwa dia pegawai bank tempat Ketua Tim Kang mengajukan pinjaman dan dengan lancarnya memberitahu Ketua Tim Kang tentang promosi penurunan suku bunga yang langsung sukses menarik perhatian Ketua Tim Kang.
 
Dalam flashback, kita melihat buku catatan itu ternyata pemberian narapidana yang satu sel dengan narapidana berambut gondrong. Buku catatan itu berisi daftar nama orang-orang yang harus Jung Do tipu sebagai aksi balas dendam karena orang-orang itu menerima uang sogokan dari bos mereka (si rambut gondrong) tapi setelah itu mereka tidak melakukan apapun.

Percaya ucapan Jung Do yang sopan dan halus, Ketua Tim Kang pun langsung memberikan informasi rekening bank-nya dan alamatnya. Sukses mendapatkan informasi itu, Jung Do bergerak cepat menipu korban kedua dengan cara mengirim sms promosi pada Han Se Chan, rekan kerja Sung Il yang di awal kita lihat marah-marah di telepon.


Dia lalu menelepon restoran milik istrinya Se Chan dan berkata kalau dia mau pesan tempat untuk sekitar 50 orang dan memesan menu paling mahal. Saat diberitahu bahwa dia harus bayar uang muka sebesar 500 ribu won, Jung Do berkata bahwa dia akan segera mengirimnya.

Dia lalu menelepon Ketua Tim Kang lagi dan berkata bahwa Ketua Tim Kang memenuhi syarat untuk pinjaman sebesar 30 juta won. Tapi karena Ketua Tim Kang punya sejarah kredit yang cukup buruk jadi Ketua Tim Kang wajib memberikan uang asuransi pada mereka lebih dulu dengan cara mengirimkan uang sebesar 5 juta won dan baru setelah itu pinjamannya akan dikirimkan.


Istrinya Se Chan lalu menerima sms informasi uang transfer sebesar 5 juta won, jelas dia bingung karena uang muka yang dimintanya cuma 500 ribu won. Sementara itu, Jung Do menelepon korban ketiga yang menjual jam tangan mahal seharga 7 juta won di internet. Si penjual tidak mau nego dan Jung Do pun setuju.

Setelah itu dia ganti hape lagi untuk menelepon restoran dan berkata bahwa tadi dia salah kirim 500 ribu jadi 5 juta won. Dia berkata bahwa itu uang perusahaannya dan dengan sopan meminta istrinya Se Chan untuk mengembalikan kelebihan 4,5 juta won itu. Istrinya Se Chan pun langsung pergi ke ATM untuk mengirimkan uang 4,5 juta won yang diminta Jung Do itu.

Setelah itu dia menelepon si penjual jam tangan lagi. Si penjual berkata bahwa dia sedang dalam perjalanan. Jun Do pun meminta si penjual untuk mengirimnya ke toserba terdekat dan meminta si penjual untuk mengirimkan copy labelnya dan berjanji akan mengirim uangnya setelah itu.

Di hapenya yang lain, Jung Do mendapat konfirmasi dari Ketua Tim Kang bahwa dia sudah mengirim uang 5 juta won-nya. Pada saat yang bersamaan, istrinya Se Chan pun mengirim uang 4,5 juta won-nya. Begitu mendapat sms konfirmasi pengiriman jam tangan di toserba, Jung Do menyamar jadi cowok culun untuk mengambil bingkisan itu di toserba dengan alasan itu bingkisan dari ayahnya.


Tak lama kemudian, para korban mulai kebingungan. Ketua Tim Kang dan Istrinya Se Cha sama-sama mendapat sms yang menginformasikan bahwa uang mereka sudah ditarik dari rekening mereka masing-masing. Saldo mereka bukannya bertambah malah berkurang.

Sementara bingkisan korban ketiga sudah hilang diambil seseorang yang mengaku sebagai anaknya. Begitulah kisah bagaimana orang-orang itu kena tipu. Puas mendapat uang satu koper penuh, Jung Do pun membuang salah satu hapenya.


Setelah itu, Jung Do pergi ke sebuah diskotik. Saat dia mulai berdansa dan menikmati suasana, dia melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya dan tersenyum padanya. Saat wanita itu melihatnya, wanita itu langsung menghampirinya. Ternyata Jung Do mengenalnya dan memanggilnya Jo Mi Joo (Lee Sun Bin). Tapi sapaan akrabnya malah dibalas dengan tamparan keras oleh Mi Joo.


Sung Il ternyata termasuk dalam daftar orang-orang yang harus ditipunya. Dia bahkan sudah diawasi Jung Do dan Mi Joo sejak saat dia menjemput Ji Eun. Mi Joo lah yang mengirimi Sung Il sms. Jung Do berjalan lewat saat Sung Il membaca smsnya dan dia melihat Sung Il menghapus sms itu dan dia melihat saat Sung Il diejek Jin Seok karena dia tak punya mobil.


Jung Do menjelaskan rencananya pada Mi Joo. Pertama, dia menelepon penjual mobil yang asli untuk pura-pura jadi calon. Kedua, dia menelepon Sung Il untuk pura-pura jadi calon penjual.


Saat dia menelepon Sung Il dan beralasan kalau dia tidak bisa datang dan akan mengirim temannya untuk mewakilinya, sebenarnya dia juga menelepon si penjual mobil yang asli dan berkata kalau dia tidak bisa datang dan akan mengirim temannya untuk mewakilinya.


Jung Do sebenarnya ada disana saat Sung Il memeriksa mobilnya. Dia mengawasi segalanya dari kejauhan dengan senyum geli.


Sung Il langsung melaporkan penipuan ini tapi dia diberitahu bahwa uangnya tidak mungkin bisa dikembalikan. Sung Il stres, sekarang uang yang dia miliki hanya 2 lembar uang 10 ribu won. Frustasi, dia langsung melempar dua lembar uang itu. Tapi sedetik kemudian, dia kembali lagi untuk mengambilnya.


Sung Il menatap parkiran itu dengan sedih. Tepat saat itu juga, Jung Do muncul di sampingnya dan bertanya "Ahjussi, apa kau punya pemantik api?"

Bersambung ke episode 2

2 comments :

  1. Kami Berikan Out Kredit Pada 2% Suku Bunga Dan Kami Tawarkan Pinjaman Dari $ 5000 Untuk $ 50.000.000,00, yang anda cari Untuk Beli Rumah Mobil Atau Perusahaan Atau Start Up A Truk Perusahaan atau Beli A Truck Atau Pinjaman Pribadi Atau Kredit Usaha, Email Us At (bishopelijahloanfirm002 @ hotmail.com) Dengan Jumlah Dibutuhkan Dan Nomor Telepon.


    Hubungi kami di (bishopelijahloanfirm002@hotmail.com)

    ReplyDelete
  2. Kami adalah Organisasi Kristen dibentuk untuk membantu orang dalam kebutuhan membantu, seperti help.So keuangan jika Anda akan melalui kesulitan keuangan atau Anda dalam kekacauan keuangan, dan Anda perlu dana untuk memulai bisnis Anda sendiri, atau Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau membayar tagihan Anda, memulai bisnis yang bagus, atau Anda menemukan sulit untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank lokal, hubungi kami hari ini via email hari ini untuk bantuan seperti (pinjaman, start up uang): sandraloancompany1@gmail.com untuk Alkitab mengatakan "" Lukas 11:10 Setiap orang yang meminta, menerima; dia yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan "jadi jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja karena Yesus adalah sama kemarin, hari ini dan selamanya. Silakan ini hanya untuk berpikiran serius dan Tuhan takut orang dalam kesulitan keuangan dan ingin untuk menemukan jalan keluar.

    Anda menyarankan untuk mengisi dan mengembalikan rincian di bawah ini ..

    Namamu:______________________

    Alamat Anda:____________________

    Negaramu:____________________

    Pekerjaan Anda:__________________

    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: ______________

    Pinjaman Durasi: ____________________

    Pendapatan bulanan:__________________

    Nomor ponsel:________________

    Apakah Anda mengajukan pinjaman sebelumnya: ________________

    Jika Anda telah mengajukan pinjaman sebelumnya, di mana Anda diperlakukan dengan jujur? di mana perusahaan berada? ...

    ReplyDelete