June 19, 2016

Dear My Friends Episode 7 - 2


Sung Jae lagi-lagi meng-sms Choong Nam. Isi sms-nya bernada sangat perhatian sampai membuat Choong Nam tersenyum senang. Dia lalu bertanya pada kedua keponakannya tentang pendapat mereka jika seandainya dia pacaran. Mereka setuju-setuju saja, lagipula mereka yakin kalau hubungan cinta yang Choong Nam maksud, pasti cuma sekedar cinta platonis.


Choong Nam membaca sms-nya Sung Jae lagi dan langsung senyam-senyum sendiri. Tapi begitu melihat bayangannya di cermin, dia langsung menghapus senyumannya sambil mengomeli dirinya sendiri.

Young Won yang kebetulan sedang menginap di rumahnya, heran sendiri melihat Choong Nam bicara pada cermin. Cemas, dia berusaha mengetes kewarasan Choong Nam dengan bertanya siapa namanya.

"Young Won-nie" jawab Choong Nam

"Baguslah, kau tidak gila"



Begitu Young Won pergi, Choong Nam membaca sms-nya Sung Jae lagi. Sayangnya, dia tidak menyadari bahwa Sung Jae saat itu juga sedang berada di rumahnya Hee Ja. Sung Jae datang membawakan manik-manik untuk dirangkai menjadi rosario.

Sung Jae cemas karena Hee Ja ingin melakukan pekerjaan sukarela yang berat dan bisa menguras tenaganya, jadi dia membawakan manik-manik rosario itu sebagai gantinya, merangkai manik-manik menjadi roasrio kan jauh lebih gampang dan bisa dilakukan di mana saja.

Tapi Hee Ja bersikap dingin dan acuh pada Sung Jae, dia bahkan terus asyik makan sendiri tanpa menawari tamunya makan ataupun minum. Hee Ja berusaha mengusirnya tapi Sung Jae malah tertawa geli, heran kenapa Hee Ja sepertinya sangat membencinya.

Hee Ja menyatakan, justru wajah tertawanya Sung Jae itulah yang sangat dia benci. Sung Jae tertawa saat Suk Kyun bertanya apakah mereka tidur bersama. Dan Sung Jae juga tertawa saat dia marah. Sung Jae juga pasti tertawa saat mereka berpisah 50 tahun yang lalu.


"Tidak, aku juga menangis" jawab Sung Jae "Aku menangis selama 4 hari saat aku tahu kau sudah menikah. Kau menikah duluan, ingat kan?"

Waktu itu Sung Jae sangat amat sedih hingga dia dibebaskan dari wamil. Akan tetapi pada akhirnya dia tetap meneruskan wamilnya walaupun saat itu usianya 30 tahun lebih. Hee Ja tidak tahu kalau dulu dia benar-benar sangat terluka.

Hee Ja terkejut mendengar pengakuan Sung Jae. Tapi dia tidak mengatakan apapun dan berusaha kembali mengusir Sung Jae. Sung Jae tiba-tiba mengambil air untuk minum obat lalu meminta Hee Ja untuk menjadi temannya dan liburan bersamanya. Tapi Hee Ja menolak dan menyatakan kalau dia tidak berteman dengan pria.

Terutama orang-orang yang minum obat untuk jantung mereka, suaminya meninggal karena serangan jantung jadi dia tidak mau berurusan dengan orang-orang yang punya penyakit jantung. Sung Jae tertawa mendengarnya, karena walaupun Hee Ja berkata seperti itu tapi Sung Jae melihat ada banyak sekali botol obat di meja.


Min Ho menelepon Hee Ja dan langsung menuntut siapa pria itu. Dia mengetahuinya berkat CCTV yang terpasang di rumah. Tapi saat ibunya mulai bingung dari mana dia tahu kalau ada pria di rumah, Min Ho cepat-cepat mengklaim kalau dia hanya punya perasaan kalau ibunya sedang bersama seseorang di rumah.

Min Ho protes, tak suka ibunya mengajak pria ke rumah. Hee Ja pun menjelaskan kalau pria itu dari gereja. Saat itulah, Sung Jae melihat beberapa kamera CCTV yang terpasang di rumah. Setelah memutuskan teleponnya dengan Min Ho, Hee Ja langsung minta Sung Jae keluar.


Kali ini Sung Jae tak menolak. Tapi dia meminta Hee Ja untuk memikirkan tawaran liburan bersamanya. Cuaca sedang bagus dan siapa yang tahu apakah tahun depan mereka masih bisa melihat pemandangan ini atau tidak.


Setelah Sung Jae pergi, Hee Ja menelepon Min Ho lagi "Min Ho-yah, jangan salah paham. Ibu tidak punya pacar. Dia dari gereja. Ibu benci dengan yang namanya pacar. Sungguh!... Tapi bagaimana kau bisa tahu kalau dia ada disini?"

Sung Jae bahagia setelah bertemu cinta lamanya kembali. Saking bahagianya, dia langsung menari dan berdendang riang dalam perjalanannya keluar dari rumah Hee Ja.


Sementara itu, Choong Nam masih terus menatap sms-nya Sung Jae sambil senyam-senyum sendiri. Tiba-tiba dia berkhayal hidup bersama Sung Jae. Dalam khayalannya, Sung Jae minta kopi tapi Choong Nam menolak.

Sung Jae langsung menurut dan memutuskan untuk membuatkan kopi untuk Choong Nam. Saat Sung Jae khayalan memberikannya segelas kopi, Choong Nam bertanya-tanya apakah dia harus memacari Sung Jae, sepertinya itu menyenangkan.

 

Tapi dia berpikir bahwa semua orang punya sisi baik dan buruk, dan Sung Jae pun punya sisi buruk. Dalam khayalannya, Choong Nam membayangkan sisi buruk Sung Jae adalah saat Sung Jae mengomel dan mengkritiki caranya mencuci piring. Choong Nam khayalan berusaha membela diri, tapi Sung Jae khayalan tidak mau terima alasan apapun dan bersikeras memaksa Choong Nam untuk mendengarkannya.


Keluar dari khayalannya, Choong Nam tak suka memikirkan kemungkinan bahwa Sung Jae itu pasti akan berusaha untuk mengajarinya setiap waktu. Choong Nam lalu duduk di depan TV. Dia hendak menyalakan TV-nya saat tiba-tiba saja dia berkhayal lagi. Dia mengkhayalkan Sung Jae merebut remote control-nya dan mengganti channelnya ke channel berita.

Choong Nam berpikir kalau Sung Jae itu orang berpendidikan tinggi jadi acara yang ditontonnya pastilah acara berita terus menerus. Choong Nam berusaha keluar dari khayalannya dan fokus pada pelajarannya kembali. Tapi Sung Jae khayalan tiba-tiba muncul lagi. Kali ini dia mengomeli Choong Nam karena Choong Nam tidak bisa mengerjakan PR matematika-nya dengan benar.

Kesal dengan omelan Sung Jae, Choong Nam langsung berseru kesal "Aku bisa melakukan segalanya seorang diri selama 60 tahun! Tinggalkan aku sendiri!"


Young Won baru keluar dari kamar mandi saat Choong Nam berseru kesal pada udara kosong. Young Won keheranan melihatnya dan jadi semakin bingung saat Choong Nam terus menerus berceloteh bahwa dia akan berhenti, pokoknya semuanya berakhir sampai di sini.


Saat mereka berjalan keluar bersama, Young Won bertanya heran kenapa Choong Nam memutuskan untuk berhenti padahal dia bahkan belum memulainya. Choong Nam bersikeras sudah, dia sudah membayangkan bagaimana hubungannya dengan Sung Jae jika mereka hidup bersama. Intinya, dia tidak akan tahan hidup bersama Sung Jae.

"Aigoo, kau terlalu berlebihan. Tidak ada yang menyuruhmu untuk tinggal bersamanya. Aku cuma bilang, pacaran saja dengannya"

"Bagaimana kalau kami jatuh cinta? Aku pasti akan menangis. Apa kau tahu apa untungnya menjadi tua? Kau tidak perlu mencoba untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Aku bisa melihatnya sekarang. Hidupku akan sangat sengsara bersamanya"


Wan bernarasi bahwa setelah Young Won memberitahunya tentang masalah ini, dia jadi iri pada pengalaman orang tua. Dia iri pada Choong Nam karena bisa memprediksi akhirnya walaupun dia belum menjalaninya "Apakah sekarang aku merasa bingung karena aku kurang pengalaman hidup? Aku ingin menua agar aku bisa lepas dari kebingungan karena tak tahu apa yang harus kulakukan"


Nan Hee masuk ke rumahnya Wan tapi Wan sedang tidur. Dia hendak memasak untuk Wan tapi dia terus menerus menatap hapenya Wan. Setelah ragu sesaat, akhirnya dia memutuskan untuk membuka hapenya Wan dan melihat chattingan Wan dengan Dong Jin.

Dalam chat-nya, Dong Jin menyebut apa yang mereka lakukan semalam bukan sebuah kesalahan dan dia bertanggung jawab atas cintanya pada Wan. Jelas saja chat yang terdengar menjurus itu, membuat Nan Hee tercengang. Parahnya lagi, Dong Jin juga meminta Wan untuk bertemu lagi dengannya hari kamis malam. Shock, Nan Hee meletakkan kembali hapenya Wan lalu pergi.


Soon Young memutuskan untuk menghabiskan hari terakhirnya di Korea bersama ibu dan adik-adiknya. Saat itu, mereka sedang belanja di supermarket. Jung A memberitahu Hee Ja tentang rencananya untuk menjual rumahnya untuk Soon Young tanpa sepengetahuan Suk Kyun. Hee Ja cemas akan reaksi Suk Kyun kalau dia sampai tahu, tapi Jung A tidak peduli.


Soon Young memberitahu Jung A kalau kedua adiknya ingin karaokean. Jung A pun setuju, dia senang melihat Soon Young bahagia. Mereka pun bersenang-senang di karaokean. Sedang asyik-asyiknya menyanyi, Suk Kyun menelepon Ho Young. Jung A tidak mau mengangkat teleponnya, jadi terpaksa Ho Young yang mengangkatnya.


Suk Kyun memberitahunya bahwa hari ini mungkin akan terjadi sesuatu yang baik dan berjanji akan bergabung bersama mereka nanti. Dia lalu bertanya dimana Jung A dan kenapa Jung A tidak mengangkat teleponnya. Ho Young berbohong mengatakan kalau ibunya mungkin sedang sedih sekarang dan pergi menemui Hee Ja.

Ho Young berkata pada ayahnya kalau Soon Young sedang menderita saat ini jadi sebaiknya mereka mengunjungi Soon Young kapan-kapan saja setelah dia sudah menetap di Amerika. Suk Kyun menyetujuinya dan menyuruh Ho Young membeli tiketnya.


Saat itu, Suk Kyun sedang dalam perjalanan untuk bertemu Se Oh. Saat dia tiba di cafe, Sung Jae sudah memperdengarkan rekaman audio pengakuan Se Oh. Begitu melihat Se Oh, Suk Kyun hampir saja menghajarnya. Tapi Sung Jae cepat-cepat menghentikannya.

Se Oh menawarkan uang kompensasi 50,000 dollar. Suk Kyun tidak terima dan minta lebih. Lagi-lagi, Sung Jae menghentikan Suk Kyun dan bersikeras untuk menangani Se Oh sendiri. Sung Jae memiliki laporan yang menyebutkan berbagai properti yang dimiliki Se Oh.

Saat Se Oh meragukan Sung Jae, dengan santainya Sung Jae memberitahunya bahwa jika dia berniat untuk menghancurkan karir Se Oh maka dia pasti sudah melakukannya sedari dulu. Dia bisa melakukannya dengan mudah karena dia mengenal rektor universitas tempat Se Oh bekerja. Dia juga seorang pengacara yang cukup terkenal. Bahkan untuk membuktikannya, dia memberikan namanya pada Se Oh dan menyuruh Se Oh mencari informasi tentang dirinya di internet.


"Kalau kau tidak ingin karirmu hancur, maka serahkan 500,000 dollar" ancam Sung Jae

Wow, banyak sekali! Senang, Suk Kyun diam-diam meremas lutut Sung Jae sementara Se Oh mendengus tak percaya mendengar jumlah uang diminta Sung Jae. Parahnya lagi, Sung Jae juga menuntut Se Oh untuk mentransfernya hari ini. Se Oh mengklaim kalau dia tidak punya uang sebanyak itu saat ini. Tapi Sung Jae tidak mau tahu.

Dia hanya akan menghapus rekaman itu kalau Se Oh sudah mentransfer uangnya. Jika tidak maka dia akan mengunggah rekaman itu ke internet, mengirimnya pada rektornya Se Oh, teman-temannya, pokoknya pada semua orang. Dia meyakinkan Sung Jae kalau dia bisa melakukan semua ancamannya karena dia adalah mantan pengacara handal, pernah jadi hakim juga dan sekarang dia seorang advokat.

Se Oh boleh cari informasi di internet kalau dia tak percaya. Setelah mereka pergi, Se Oh benar-benar meng-googling Sung Jae. Dan ternyata semua klaim Sung Jae tentang dirinya, benar adanya.


Suk Kyun masih belum puas. Dia masih ingin menghancurkan karir Se Oh bahkan sekalipun Se Oh sudah mentransfer uangnya nanti. Sung Jae tidak setuju, jika begitu maka bisa saja Se Oh balas dendam. Keadaan akan jadi semakin rumit kalau Se Oh sampai balas dendam pada Soon Young di Amerika.

Dia menasehati Suk Kyun untuk melepaskan Se Oh saja. Tapi dia berjanji bahwa dia tidak akan pernah menyerahkan rekaman itu pada Se Oh bahkan sekalipun Se Oh sudah mentransfer uangnya. Tapi Suk Kyun tidak bisa tenang, dia masih sangat dendam pada Se Oh.


Suk Kyun berusaha menenangkan emosi Suk Kyun dengan mengusulkan agar Suk Kyun balas dendam dengan cara menggores mobil barunya Sung Jae yang terparkir di depan mereka. Sung Jae sudah mengecek, tidak ada CCTV di area itu. Suk Kyun pun langsung melakukannya sementara Sung Jae mengawasi keadaan sekitar.


Ada orang lewat, Sung Jae pun langsung menyeret Suk Kyun bersembunyi. Se Oh keluar tak lama kemudian dan langsung menggila saat melihat mobil mahalnya yang masih gres malah tergores dan goresannya melintang sepanjang badan mobil. Suk Kyun senang, Sung Jae pun langsung membuang barang bukti ke selokan terdekat.


Malam harinya, Suk Kyun pulang dengan bis sambil melatih kata-kata yang akan diucapkannya pada Soon Young "Soon Young-ah, berikan nomor rekening bankmu. Aku akan mengirimimu uang. Aku sudah membalas dendam pada Se Oh untukmu dan mengambilkan apa yang seharusnya kau dapatkan darinya. Selamat jalan. Jangan mencemaskan ibumu dan aku. Jagalah dirimu dengan baik. Soon Young, sampai jumpa"

Dia lalu menelepon Soon Young. Tapi sayangnya, teleponnya Soon Young sudah dimatikan. (omo, poor Suk Kyun!)


Saat itu, Soon Young tengah pamit pada ibunya. Jung A memeluknya, menatap wajahnya sebelum akhirnya melepaskanya dan mengingatkan Soon Young untuk tidak terlambat dalam penerbangannya. Jung A memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan air matanya sementara Soon Young pamit pada Hee Ja. Hee Ja meyakinkan Soon Young bahwa dia akan menyampaikan ucapan pamit Soon Young pada para bibinya yang lain.

Sebelum pergi, Soon Young memperlihatkan cincin pemberian Jung A dan berkata bahwa walaupun dia menjual semua perhiasannya tapi dia tidak menjual cincin itu karena cincin itu adalah hadiah pertama yang Jung A berikan padanya sebelum dia menikah. Dia akan membawa cincin itu ke Amerika dan menjalani hidup baru di sana.

"Jaga dirimu. Aku mencintaimu, ibu"


Jung A menangis saat dia melihat Soon Young pergi bersama kedua adiknya. Tiba-tiba Hee Ja melihat ada seekor burung terbang mengiringi kepergian Soon Young. Mungkinkah burung itu adalah ibunya Jung A yang selama hidupnya ingin menjadi burung dan sekarang dia pergi mengantarkan kepergian Soon Young.

Jung A terisak sedih, sekarang bukan cuma ibunya yang pergi, putrinya juga pergi. Hee Ja menggenggam tangan Jung A, sekarang mereka sama-sama yatim piatu.


Keesokan harinya, Nan Hee sedang sibuk menyapu jalanan depan restorannya sambil melamun. Saking tenggelaman dalam lamunannya, Nan Hee sampai tidak mendengar saat si gitaris datang dan menyapanya. Dan bahkan setelah dia menyadari kehadiran si gitaris, dia tetap acuh.

Si gitaris memberitahu Nan Hee bahwa dia bekerja di toko kelontong di persimpangan depan. Dia bukan gitaris profesional, dia bermain gitar hanya karena hobi. Dia mengaku kalau malam itu dia cuma bercanda (saat dia mengklaim bahwa dia gitaris profesional) dan sekarang dia memberitahu Nan Hee agar Nan Hee mengetahui kebenarannya.


Walaupun tidak ada mood untuk meladeninya. Tapi ucapan si gitaris menginspirasi Nan Hee. Dia langsung pergi mengacuhkan si gitaris lalu menelepon Young Won untuk menanyakan alamat kantornya Wan. Begitu menemukan kantornya Wan, Nan Hee mengsms Wan untuk mencari tahu apa yang akan Wan lakukan malam ini. Tanpa mencurigai apapun, Wan memberitahu Nan Hee bahwa dia akan ke kantor nanti malam.

Nan Hee pun duduk di restoran depan kantor penerbitan. Dia menunggu seorang diri mulai siang sampai petang hingga akhirnya dia melihat Wan lewat dan masuk kantor. Wan berpapasan dengan salah seorang pegawai yang hendak keluar, dia beralasan kalau dia datang cuma karena kebetulan lewat dan melihat lampu kantor masih menyala padahal sebenarnya dia memang janjian dengan Dong Jin.


Dia mendapati Dong Jin sedang sibuk membaca manuskripnya. Setelah Dong Jin selesai, mereka saling terdiam canggung. Wan lah yang bicara duluan dan meminta maaf pada Dong Jin. Tapi Dong Jin mengaku bahwa dia mencintai Wan. Dia juga menyadari perasaannya pada Wan salah tapi seperti itulah perasaannya yang sebenarnya pada Wan.

"Tapi aku tidak merasakan hal yang sama" aku Wan

"Aku tahu. Bagimu hanya ada Yeon Ha. Bahkan sekalipun kau meninggalkannya tapi kau tetap mencintainya. Aku hanya seorang pria yang kau gunakan untuk melupakannya"

"Maafkan aku"

"Aku tetap mencintaimu"

Dong Jin tahu bahwa hubungan mereka hanya bisa sampai sejauh ini, lebih baik mengakhirinya sekarang untuk membuatnya tetap indah. Dong Jin merasa dia sudah jadi dewasa sekarang karena sekarang dia tahu kapan harus menghentikan perasaannya dan mengontrolnya. Wan menghapus air matanya dan mereka pun akhirnya bisa bercanda tawa.


Dong Jin menyatakan bahwa hubungan mereka benar-benar berakhir sampai di sini lalu mengecup kening Wan dan memeluknya untuk yang terakhir kalinya.



Mereka tak menyadari bahwa Nan Hee melihat mereka dari balkon gedung seberang, shock dengan apa yang disaksikannya.

Bersambung ke episode 8

4 comments :

  1. Mbak ima cantik...jadi yang bener episode 7-2 kan ya judulnya? Hehe^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sori sori, udah diperbaiki, otak lg eror kayaknya heeee

      Delete
    2. yang part sebelumnya judul di awal sinopnya masih episode 8 mbak :P
      nggak apa-apa mbak, maklum ^^

      Delete