June 10, 2016

Dear My Friends Episode 5 - 2


Nan Hee pergi mengunjungi Young Won di rumahnya. Tapi dia datang bukan untuk bertamu melainkan untuk komplain. Dia tak percaya melihat Young Won masih menyimpan foto pria beristri yang dulu pernah menikah dengannya dan pada akhirnya malah meninggalkannya demi kembali pada istrinya.

Young Won memberitahunya bahwa dia dan pria itu jatuh cinta dan menikah tapi kemudian mereka berpisah bukan karena pria itu tidak mencintainya tapi karena istri pria itu mengancam akan mati. Young Won jujur mengaku kalau dia masih merindukan pria itu.



"Ah, sudahlah, lupakan saja itu. Sekarang kita bicara. Kenapa kau masih menemui Sook Hee? Rasanya kau menduakan kami. Apa yang sebenarnya kau pikirkan?"

Young Won akhirnya mengaku bahwa Sook Hee menderita kanker parah. Sebenarnya dia sudah bertahun-tahun tidak bertemu Sook Hee. Tapi Sook Hee menghubunginya dan ingin bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya. Awalnya Nan Hee tampak kaget mendengar sakitnya Sook Hee, tapi dengan cepat dia marah-marah lagi.

Dia bersikeras bahwa walaupun Sook Hee sakit tapi bukan berarti dia bisa dimaafkan. Dibandingkan dengan Sook Hee yang berselingkuh dengan suaminya, dia jauh lebih marah pada Young Won. Karena Young Won teman baiknya dan pernah berjanji tidak akan pernah bertemu Sook Hee lagi tapi nyatanya mereka malah bertemu lagi di Amerika.


Dengan tenangnya Young Won melepaskan syal yang selalu dipakainya di leher dan memperlihatkan bekas luka sayatan di lehernya, itu adalah bekas sayatan operasi karena dia menderita kanker tiroid. Dia melakukan operasi itu saat teknologi masih belum terlalu maju dan operasinya meninggalkan bekas yang mengerikan. Dia sakit begitu dia sampai Amerika. Sook Hee mengetahuinya dan langsung terbang menyusulnya.


Young Won kaget mendengar semua itu. Tapi dia tetap bersikeras tidak terima dengan perlakuan Young Won karena nyatanya Young Won masih terus bertemu Sook Hee lagi setelah itu. Young Won membuka bajunya untuk memperlihatkan bekas-bekas luka di punggungnya lalu melepaskan wignya dan memperlihatkan rambutnya yang sangat cepak.

Young Won memberitahu Nan Hee bahwa bekas-bekas luka itu karena kankernya menyebar. Setelah itu dia harus menjalani kanker ovarium dan setahun yang lalu kanker ovarium itu kembali lagi dan sekarang hanya tinggal satu bulan lagi dia harus kemoterapi. Dan satu-satunya orang yang mengurusnya hanya Sook Hee seorang.

Wan dan Nyonya Oh tahu tentang penyakitnya tapi dia meminta mereka untuk tidak memberitahu Nan Hee karena Nan Hee sudah sangat marah padanya gara-gara. Dan kalau dia sampai mengetahui masalah ini maka hal itu hanya akan membuat Nan Hee semakin marah padanya.


Nan Hee terdiam dengan mata berkaca-kaca melihat keadaan Young Won. Tapi dia cepat-cepat menutupi perasaannya dengan marah-marah lagi, menuduh Young Won mendapat karma karena tinggal bersama pria beristri.

Young Won menerima tuduhan Nan Hee, membenarkan kalau dia memang pantas dihukum. Tapi intinya dia hanya ingin menjelaskan bahwa dia punya alasan kenapa dia masih bertemu Sook Hee.


Setelah Nan Hee pergi, Young Won mendapat kiriman bunga entah dari siapa, mungkin dari mantannya karena Young Won langsung menatap foto sang mantan.


Nan Hee menghubungi Wan untuk memberitahunya kalau nenek akan datang ke pesta reuninya Sung Jae tapi Wan tetap menolak ikut. Wan terus berusaha menghubungi Yeon Ha tapi Yeon Ha masih tidak mengangkat teleponnya.


Dalam perjalanan pulang, Nan Hee sungguh menyesali kata-kata kasarnya pada Young Won. Dia heran kenapa Young Won tidak memberitahunya jika dia sakit separah itu "Aku tak percaya dia menanggung semua itu sendirian begitu lama"


Keesokan harinya adalah saat pesta reuninya Sung Jae dan Choong Nam membantu menyiapkan berbagai hidangan. Young Won yang pertama kali datang dan langsung menyapa Sung Jae dengan sapaan ala Amerika, peluk dan cium pipi. Lalu menggoda Choong Nam, berbisik kalau dia dan Sung Jae tampak seperti pasangan pengantin baru, Choong Nam protes tapi tampak jelas dia senang. Gi Ja datang tak lama kemudian.


Jung A sedang belanja bersama Hee Ja kalau Sung Jae tertawa saat dia ditanya apakah Hee Ja dan Sung Jae pernah tidur bersama dulu. Tidak terima, Hee Ja langsung memutuskan untuk pergi ke pesta itu sekarang juga untuk melabrak Sung Jae.

 

Saat semua orang sudah berkumpul, Hee Ja menjelaskan pada semua orang bahwa mendiang suaminya dulu berselingkuh. Dia sangat shock sampai dia harus dirawat di rumah sakit tapi dia tidak pernah memberitahu siapapun dan tidak pernah pula memberitahu Jung A.


Nan Hee membantu menjelaskan bahwa suaminya Hee Ja merasa bersalah dan dia sendiri yang berinisiatif ingin dikurung di lemari agar dia tidak bisa lagi berselingkuh dan akhirnya malah mengakibatkan dirinya sendiri meninggal dunia. Mendengar semua pengakuan Hee Ja itu, Gi Ja langsung melabrak para pria dan mengutuki mereka.

Baik Young Won, Nan Hee, dan Jung A memperhatikan sikap Choong Nam pada Sung Jae yang sudah seperti seorang istri melayani sang suami. Sekarang setelah kesalahpahaman tentang kematian suaminya sudah dijernihkan, Hee Ja langsung bertanya pada Gi Ja, siapa yang sudah memberitahunya kalau suaminya mati di dalam lemari.


Gi Ja terdiam tapi Choong Nam tiba-tiba cegukan. Sontak Hee Ja langsung menatapnya curiga, tapi Choong Nam langsung menyangkalnya dan langsung menunjuk Suk Kyoon sebagai biang keroknya. Suk Kyoon akhirnya mengakuinya tapi dia membela diri dan berkata bahwa dia cuma bilang kalau suaminya Hee Ja meninggal didalam lemari, dia tidak pernah bilang kalau Hee Ja yang mengurungnya.
Kesal, Suk Kyoon langsung beranjak pergi. Sung Jae ingin menyusulnya tapi Choong Nam mencegahnya. Kali ini Hee Ja memperhatikan sikap Choong Nam yang terlalu perhatian pada Sung Jae.

 

Tidak terima dilabrak terus-terusan, Gi Ja langsung berteriak-teriak kesal, berusaha membela dirinya sendiri dan tidak terima mereka terus membullynya, dia sudah miskin dan cukup menderita dalam hidupnya.


Nan Hee memberitahunya bahwa ibunya yang sedang asyik sendiri main game di hapenya itu jauh lebih menderita daripada Gi Ja. Selama 60 tahun dia disiksa oleh suaminya, dua anaknya meninggal dunia, putrinya jadi janda sementara putra bungsunya jadi cacat. Seberapa besarpun penderitaan Gi Ja, tidak mungkin bisa dibandingkan dengan penderitaan Nyonya Oh.


Kesal, Gi Ja langsung beranjak pergi. Young Won mengusulkan agar mereka menghibur Gi Ja dengan cara pergi ke klubnya Gi Ja. Semua orang setuju tapi Hee Ja masih punya urusan lain, melabrak Sung Jae karena dia memberitahu Suk Kyoon kalau mereka pernah tidur bersama dulu.

"Memangnya kapan kita pernah tidur bersama? Kita cuma pernah ciuman satu kali. Kapan kita pernah tidur bersama?"

Shock mendengar itu, Choong Nam langsung cegukan lagi.

 

Setelah pesta usai, Hee Ja menolak pergi ke klubnya Gi Ja. Jung A berusaha membujuknya dan memintanya untuk memahami situasinya Gi Ja. Tapi Hee Ja tetap menolak pergi. Kesal, Jung A langsung berpaling pergi sambil ngedumel heran "Kenapa mereka selalu bertengkar padahal mereka sudah dekat dengan kematian?"


Choong Nam pergi bersama Young Won yang tiba-tiba menyemangatinya untuk nembak Sung Jae. Choong Nam tampak jelas senang tapi dia bersikeras tidak mau jadi perempuan yang nembak pria duluan.

Dia adalah seseorang yang telah bekerja keras membanting tulang demi menghidupi keluarga seumur hidupnya, berhutang sana-sini, bahkan sering memohon pada banyak orang untuk diberi pekerjaan. Dan setelah dia mampu mandiri, dia bersumpah bahwa dia tidak akan pernah lagi menundukkan kepalanya di hadapan orang lain.

"Memangnya kenapa dengan menundukkan kepala? Kepalamu tidak akan putus hanya karena melakukan itu. Unnie, kalau kau sedikit saja mengurangi arogansimu, unnie pasti sudah menikah dengan wakil presiden sekolah yang dulu"

Tapi Choong Nam tetap bersikeras tidak mau lagi merendahkan dirinya di hadapan siapapun. Selama bertahun-tahun dia hidup sendirian dengan baik jadi kenapa juga dia harus menyerah sekarang. Choong Nam bersikeras kalau dia tidak kesepian.

Tapi sesaat kemudian saat dia mendapat sms dari Sung Jae yang berkata bahwa dia senang bertemu Choong Nam lagi dan berharap bisa bertemu Choong Nam lagi, Choong Nam langsung tersenyum senang.


Klubnya Gi Ja adalah klub khusus orang tua. Dia sedang sibuk membujuk seorang wanita untuk berdansa dengan seorang pria saat Nan Hee, Young Won, Choong Nam dan Nyonya Oh tiba. Gi Ja senang dan menyambut mereka semua dengan gembira.

Tiba-tiba ada seorang kakek mengajak Choong Nam berdansa. Choong Nam yang sedari tadi tampak tak nyaman ada di sana, langsung mundur. Menyadari reaksi Choong Nam, Nan Hee dengan cepat maju meminta maaf atas nama Choong Nam pada si kakek.


Tiba-tiba Nan Hee dapat sms, dia langsung menyuruh Gi Ja keluar dalam waktu 5 menit lagi lalu dia sendiri keluar duluan untuk menemui Hee Ja di luar. Dia berusaha membujuk Hee Ja masuk tapi Hee Ja bersikeras tidak mau, apalagi menurutnya tempat ini adalah tempat yang buruk dan bisa membuatnya tampak buruk. Dia bahkan menyuruh Nan Hee untuk tidak masuk tempat buruk ini.

"Bahkan sekalipun kau butuh uang, tidak seharusnya kau kerja di sini. Lebih baik bekerja jadi pembantu atau menyapu jalan"

"Unnie, kita cukup beruntung karena tidak perlu mengkhawatirkan masalah uang. Tapi Gi Ja berbeda, seharusnya unnie senang dia bekerja. Dan jangan merendahkan orang-orang yang datang kemari. Tidak baik mengurung diri terus di umur kita yang sekarang. Mereka datang kemari untuk menghabiskan waktu, mereka orang-orang yang kesepian sama sepertiku"

Tapi Hee Ja tetap saja bersikeras tidak mau masuk. Gi Ja akhirnya keluar tak lama kemudian dan langsung cemberut saat melihat Hee Ja "Ada apa? Apa aku disuruh keluar untuk berkelahi"


Nan Hee menyangkalnya lalu masuk dan meninggalkan mereka berduaan setelah sebelumnya membisiki Hee Ja untuk bersikap baik pada Gi Ja. Gi Ja masih yakin kalau Hee Ja datang untuk berkelahi dengannya.

Tapi Hee Ja hanya menggandeng tangannya lalu menariknya ke gang sebelah dimana Hee Ja memberinya seamplop uang. Tapi Gi Ja langsung menolaknya, dia tidak mau dikasihani. Hee Ja langsung memaksa Gi Ja menerima amplop uang itu kembali dan menyangkal dugaan Gi Ja.



"Kita teman dan itu adalah persahabatan. Kalau kau tidak mau, berikan saja uang itu untuk cucu-cucumu. Aku tidak mau masuk bukan karena aku memandangmu rendah tapi karena aku tidak suka tempat berisik. Berhati-hatilah, mengerti? Telepon aku"

Tersentuh, Gi Ja pun akhirnya menerima uang itu dan berseru "Terima kasih, teman"


Mendengar itu, Hee Ja yang tadinya hendak pergi, langsung berbalik kembali dan memutuskan untuk mencobanya saja. Dia tetap tidak masuk dan hanya berdiri di depan pintu, melihat para orang tua termasuk Nan Hee, Jung A dan Young Won bersenang-senang di lantai dansa.


Wan sedang sibuk melanjutkan tulisannya. Sesaat kemudian, dia dapat email dari Yeon Ha. Email itu adalah sebuah rekaman video yang memperlihatkan dia sedang berkendara bersama Nikita. Yeon Ha berkata bahwa dia dan Nikita pergi ke tempat yang selama 3 tahun ini ingin dia kunjungi.

"Hari itu, aku berlari di jalan ini. Waktu itu, aku tidak pernah merasa seantusias itu seumur hidupku" ujar Yeon Ha sambil mengarahkan kameranya ke depan dan memperlihatkan sebuah katedral dan pemandangan itu langsung membuat Wan tercengang.

Flashback,


Hari itu, Yeon Ha berlari mengelilingi jalan sambil menelepon Wan dan menyuruh Wan menemuinya di depan katedral. Yeon Ha memberitahu Wan bahwa hari ini dia berencana melamar Wan lalu memberitahu Wan sebuah legenda yang mengatakan bahwa jika seseorang melamar tepat jam 6 di depan katedral maka mereka akan bersama selama-lamanya.

Wan langsung membeku di tengah jalan mendengar itu. Dan Yeon Ha berteriak "Ayo kita menikah!"

Terharu dan senang, Wan langsung lari lagi. Jam menunjukkan hampir jam enam dan kedua sejoli itu langsung mempercepat lari mereka.


Mereka akhirnya tiba di depan katedral berbarengan tapi dari arah berlawanan. Tepat saat Yeon Ha masih berlari mencari Wan, sebuah truk tiba-tiba melintas cepat dan menabrak Yeon Ha.

Shock, Wan langsung terjatuh. Dia duduk tercengang di sana, tak bergerak sedikitpun, sementara orang-orang berkumpul mengerubungi Yeon Ha yang kakinya terlindas di bawah truk dan satu kakinya yang lain, tertekuk dalam posisi yang mengerikan. Dan tepat saat itu juga, lonceng katedral bergema nyaring menandakan jam 6.

Kembali ke masa kini,



Air mata Wan mulai mengalir melihat katedral dalam rekaman video itu. Yeon Ha mengaku bahwa tidak mudah baginya untuk kembali ke sana tapi dia memberanikan diri "Aku ingin berdoa semoga persahabatan kita tetap abadi. Wan, aku akan selalu mencintaimu sebagai teman. Jangan merasa kesepian, kau memiliki aku"


Wan mengambil sebotol bir lagi dari dalam kulkas dan menenggaknya sementara air matanya terus mengalir.


Sementara Yeon Ha tersenyum manatap lukisan sepasang kekasih berciuman di depan katedral dan foto-foto kenangannya bersama Wan, sebelum akhirnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya menyalin gambar itu ke komputer.


Nan Hee sedang sibuk menghitung keuangan restorannya saat tiba-tiba si gitaris itu datang lagi dan bertanya apakah restoran masih buka. Belum sempat menjawabnya, tiba-tiba teleponnya berbunyi.


Choong Nam sedang minum-minum di restoran sambil menelepon Sung Jae dan bertanya kenapa Sung Jae tidak bisa datang menemaninya minum-minum. Sung Jae berkata dia lelah dan menyuruh Choong Nam untuk pulang dan istirahat saja.

Choong Nam langsung protes, Sung Jae sendiri yang bilang (dalam sms-nya) kalau Sung Jae ingin bertemu lagi dengannya. Tapi sekarang saat dia mengajak Sung Jae minum-minum, Sung Jae malah tidak mau. Sung Jae langsung mengoreksi kalau sms yang dikirimkannya itu adalah sms grup.

Malu, Choong Nam langsung menutup teleponnya. Dia memberitahu Young Won, inilah alasan kenapa dia tidak mau menunduk pada siapapun, ujung-ujungnya pasti dia sendiri yang akan malu. Setelah itu Sung Jae menelepon Hee Ja untuk mengucapkan selamat malam padanya.


Choong Nam mengaku bahwa dia berusaha menghubungi Nan Hee tapi Nan Hee berkata kalau dia tidak bisa datang karena si gitaris itu datang, Jung A dan Hee Ja juga tidak mau datang, hanya Young Won seorang yang mau datang. Dia lalu memberitahu Young Won tentang kejadian saat dia harus membayar tagihan minum para profesor yang sudah menipunya itu.


"Aku sudah menduga hal itu pasti akan terjadi saat aku mendengarmu bergaul dengan anak muda. Apa kau masih ingin bergaul dengan mereka?"

"Aku tidak suka orang tua. Mereka semua pada akhirnya akan mati mendahuluiku"

Choong Nam juga menyuruh Young Won untuk berhenti bergaul dengan Wan karena pada akhirnya, Wan hanya akan melihat mereka semua mati. Ingin menghibur Choong Nam, Young Won langsung mengajak Choong Nam ke rumahnya. Sementara Young Won membayar, Choong Nam keluar duluan untuk menghirup udara segar.


Di luar sedang hujan deras dan saat dia hendak melangkah keluar, dia melihat Dong Jin berlari didepannya. Dia melihat Dong Jin menemui Wan yang sedang meringkuk di pojokan dalam keadaan basah kuyup dan berlinang air mata.

Wan menangis saat dia memohon pada Dong Jin untuk membantunya menghapus ingatannya akan Yeon Ha. Young Won keluar saat itu dan langsung shock melihat Dong Jin mencium Wan.

Bersambung ke episode 6

No comments :

Post a Comment