June 1, 2016

Dear My Friends Episode 1 Sampai 4


Di sebuah cafe, ada orang tua yang duduk sambil memandangi tingginya gedung-gedung di sekitarnya. Kagum?

Tidak, karena ia pergi ke salah satu gedung dan naik hingga atap gedung. Dengan payungnya, ia membuka slot pintu yang ada di bagian atas pintu dan berjalan menuju pinggir gedung. Ia melihat-lihat situasi di bawah dan dengan suara lembutnya, ia berkomentar, "Tempat yang bagus untuk bunuh diri."

Waduhh.. mau bunuh diri, Nek?

Episode 1:  Maaf, Tapi Aku Tidak Penasaran Padamu



Kita tak melihat bagaimana kelanjutan nasib si nenek. Kita beralih ke sebuah restoran yang antriannya mengular hanya untuk makan di sana. Perkenalkan pemilik restoran, Jang Nan Hee (Go Du Shim)  dan putrinya, Wan (Go Hyun Jung), penulis yang sering menulis di majalah tapi belum menelurkan satupun novel.


Di tengah sibuknya menyiapkan hidangan, Nan Hee terus membujuk putrinya untuk ikut mengantarkan dia dan kedua sahabatnya, Jung A dan Hee Ja, pergi ke reunian sekolahnya dulu. Wan menolak. Untuk apa ia pergi ke reuni sekolah ibunya padahal ia saja tak pernah hadir di reuni sekolahnya. Ia bahkan mengusulkan agar Wan menulis kehidupan teman-temannya dan untuk menarik perhatian Wan, ia mengambil contoh mengenai kisah Hee Ja dimana suaminya meninggal ketika tidur di lemari. Mendengar kisah itu Wan sedikit tertarik, namun dia tetap menolak. Ia menolak mengantarkan ibu dan kedua temannya ke acara reunian juga menolak untuk menulis cerita mereka. 

Tepat disaat itu, Hee Ja menelpon dan Wan berusaha menjawab teleponnya dengan nada senang. Ia bahkan berkata kalau mereka sudah lama tak bertemu sejak Hee Ja kembali dari Filipina. 


Setelah pemakaman suaminya setahun yang lalu Hee Ja mendengar perdebatan anak-anaknya tentang siapa yang akan merawat dirinya yang tak bisa hidup sendiri itu. Semua anak Hee Ja kecuali Yoo Min Ho beranggapan kalau seharusnya ibu mereka lebih dulu mati dibanding ayah mereka. Tentu saja Min Ho marah dan kesal mendengar ucapan kakak-kakaknya, ia pun berkata kalau dialah yang akan mengambil tanggung jawab untuk ibu mereka. 


Mendengar anak-anaknya menginginkan dirinya mati lebih dulu, tentu saja Hee Ja jadi merasa kacau. Ia bertanya-tanya apaka dia seharusnya hidup atau mati. Awalnya, Hee Ja tinggal bersama anaknya di Filipina, tapi karena disana ia merasa tak berguna, ia tak boleh mengerjakan apa-apa dan tidak diperbolehkan membantu apa-apa, jadi diapun memutuskan kembali ke Seoul sendirian. 


Ingin bersikap mandiri, Hee Ja melakukan semuanya sendiri bahkan saat naik bis, Hee Ja memilih berdiri, padahal masih banyak kursi kosong disana. Si sopir sampai emosi dibuatnya, karena apa yang Hee Ja lakukan itu bisa membahayakan dirinya sendiri. Mengetahui ibunya pulang ke Seoul sendirian, Min Ho pun emosi dan khawatir. Ia pun menelpon ibunya, namun sang ibu tidak mau menerima bantuan Min Ho yang ingin menjemput dia dibandara karena Hee Ja memang sudah berada di bis dan dia ingin mandiri.

Kembali ke masa sekarang dan Hee Ja mengunjungi Nan Hee yang sedang makan siang. Tak lama kemudian Moon Jung Ah muncul dan bergabung dengan mereka dan Wan membawakan bir untuk mereka bertiga. Mereka bertiga pun mulai bersenang-senang dan juga menggoda Wan yang sudah tubuh menjadi wanita dengan tubuh ideal. 


Kita kemudian beralih pada cerita Jung Ah yang mempunyai tiga anak perempuan dan mereka memperkerjakannya selama seminggu untuk membantu pekerjaan rumah tangga mereka. Ia juga masih punya seorang ibu yang tinggal di rumah jompo, namun kondisi ibunya memang sudah tidak sehat, sang ibu hanya berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. 


Setelah bekerja di rumah ketiga putrinya, Jung Ah juga harus mengurus suaminya yang cerewet. Suaminya bernama Kim Suk Kyoon. Keinginan terbesar Jung Ah adalah melakukan perjalanan dunia bersama Suk Kyoon, namun Wan meragukan hal itu bisa terjadi. 


Hee Ja menjalani hidupnya dengan baik sendirian. Tepat jam 8 malam, Hee Ja bergegas ke Jendela dan dengan hati-hati membuka tirai. Di seberang jalan dia melihat tetangga tampannya yang sedang berolahraga dan tersenyum padanya. Yang membuat Hee Ja berpikir macam-macam pada pria itu karena si tetangga memberi kedipan mata untuk Hee Ja. Hee Ja pun berasumsi kalau pria itu memiliki maksud tertentu pada dirinya, secara dia adalah wanita tua yang tinggal sendirian. Pria itu bernama Merk Smith.

Nan Hee sengaja menyuruh Jung Ah dan Hee Ja untuk mengirim sms pada Wan, kalau mereka berterima kasih pada Wan yang sudah mau mengantarkan mereka ke tempat reuni-an. Semua itu Nan Hee sengaja lakukan agar Wan tak bisa menolak lagi. Wan kesal dan protes pada Nan Hee, namun Nan Hee tak menanggapinya, dia bahkan menutup telepon dari Wan. 


Saat berada di klubing, Nan Hee mendapat telepon dari Choong Nam yang memintanya untuk tidak datang terlambat pada acara reuni nanti. Choong Nam adalah pemilik restoran yang sukses dan loyal pada orang. Namun diusianya yang sudah berkepala 6, dia belum juga menikah. 


Kesal pada ibunya, Wan pun menceritakan semuanya pada sang kekasih melalui video call. Kekasih Wan bernama Yeonn Ha dan kejutan untuk kita, karena yang berperan sebagai Yeon Ha adalah Jo In Sung. Tepat disaat itu, Wan mendapat telepon dari Dong Jin yang mengundangnya datang untuk merayakan selesainya buku mereka. Dong Jin adalah penerbit tempat Wan bekerja. Yeon Ha mendengar pembicaraan mereka dan dia protes, dia mengatakan kalau dia tak suka mendengar Wan berbicara dengan pria lain. Bukannya menutup teleponnya, Wan malah menutup video call-nya. Dari telepon Dong Jin mendengar percakapan Wan dan Yeon Ha, jadi diapun membatalkan undangannya pada Wan. 

Saat akan memulai melanjutkan tulisannya, Won mendapat telepon dari seorang ahjumma bernama Young Won dan dia sangat bersemangat menjawab telepon dari Young Won.


Paginya, Wan benar-benar mengantarkan sang ibu dan dua temannya ke tempat runian. Ya, walaupun dia mengantarkan mereka bertiga dengan setengah hati. Dalam perjalanan ke tempat reuni, Nan Hee menelpon ibunya yang juga akan ikut ke tempat reuni karena memang sang ibu juga alumni di sekolah yang sama. Nyonya Oh tinggal bersama suaminya yang sudah tak begitu sehat dan anak laki-lakinya yang berjalan dengan bantuan tongkat. 


Akhirnya Wan sampai ke tempat reunian dan dia memutuskan untuk menunggu di mobil saja. Dari mobil dia melihat kumpulan orang tua yang sedang bertegur sapa. Tepat disaat itu, seorang ahjusi mengetuk jendela mobil Wan dan bertanya kenapa Wan tidak turun dan menegur semua orang tua. Ahjussi itu adalah Suk Kyoon, suami dari Jung Ah. Untungnya sang ibu datang dan menyelamatkan Wan dari ocehan Suk Kyoon.  

Wan kemudian bernarasi kalau dia memang tidak suka orang tua, tapi orang yang paling tidak dia suka di dunia ini adalah Suk Kyoon. 


Acara reuni dimulai dan suasana hati Nan Hee langsung berubah ketika seorang wanita bernama Young Won datang. Ia datang bersama pria  yang jauh lebih muda darinya dan Young Won mengaku pada semuanya kalau pria itu adalah kekasihnya. Young Won adalah aktris sukses berusia 63 tahun. Nan Hee tambah merasa tak suka pada Young Won, karena Young Won terlihat dekat sekali dengan ibunya. 

Malam tiba, Wan bersama Nan Hee, Jung Ah dan Hee Ja pergi keluar untuk membeli soju. Tepat disaat itu, Nan Hee melihat pria yang tadi datang bersama Young Won sedang berada di kamar motel bersama seorang wanita. Dengan alasan ingin membuat Young Won kecewa, Nan Hee pun mengambil gambar pria dan wanita itu sebagai bukti. 



Setelah mendapatkan bukti, Nan Hee langsung menemui Young Won dan menunjukkannya. Bukannya marah, Young Won malah menelpon sang kekasih dan mengucapkan selamat padanya karena sudah kembali bersama dengan istrinya. Setelah menutup telepon, Young Won memberitahu Nan Hee kalau pria itu bukan kekasihnya melainkan hanya pacarnya saja. 

Tak mau berada lama-lama di tempat itu, Nan Hee pun mengajak ibunya pulang. Namun Young Won mencegahnya, dia ingin mengajak Nan Hee minum dulu. Tentu saja Nan Hee menolak dan dia meluapkan emosinya dengan membahas kesalahan Young Won. Ternyata kesalahan Young Won adalah berteman dengan wanita yang berselingkuh dengan suami Nan Hee dan Young Won menutupi hal tersebut darinya sampai Nan Hee mengetahuinya sendiri. 


Nan Hee mengajak ibunya pulang, namun Young Won mengajak Nan Hee minum sambil ngobrol dulu. Tentu saja Nan Hee menolak karena kebenciannya pada Young Won masih sangat besar. Kebencian Nan Hee pada Young Won disebabkan karena sahabat baik Young Won yang bernama Sook Hee berselingkuh dengan ayah Wan dan Young Won menutupi perselingkuhan tersebut sampai Nan Hee mengetahuinya sendiri. Yang lebih parahnya lagi, Nan Hee menangkap basah suaminya dengan Sook Hee sedang bercinta di ranjang milik Nan Hee. 

Tak mau terjadi keributan yang lebih besar, Wan pun mengajak ibunya pulang. Namun Choong Nam mencegahnya, dia ingin Nan Hee dan Young Won menyelesaikan masalah mereka malam ini juga. Tepat disaat itu, ponsel Young Won berdering dan reflek Choong Nam menyebut nama si penelpon. Orang yang menelpon Young Won adalah Sook Hee. 

Semua orang langsung tersentak, saat mendengar Sook Hee menghubungi Young Won dan Young Won pun langsung menatap Choong Nam dengan tatapan marah. Menyadari kesalahannya, Choong Nam pun langsung menyembunyikan ponsel Young Won. 

“Kau ini benar-benar...Kau masih berhubungan dengan Sook Hee bedebah itu? Aigoo, kau ini,” ucap Nan Hee dan langsung menarik rambut Young Won. 


Wan pun menarik ibunya untuk menjauh dari Young Won, namun setelah Nan Hee menjauh, tiba-tiba Nyonya Oh ikut bergabung dan menarik rambut Young Won. Melihat Nyonya Oh menarik rambut Young Won, semua orang langsung terkejut dan berusaha melerai mereka. 

Sinopsis Dear My Friend episode 2


Mereka sekarang pulang ke rumahnya masing-masing dengan mobil yang berbeda. Sambil menyetir Kim Suk Kyoon menyalahkan Nan Hee dan berkata kalau Young Woo tidak salah apa-apa. Tak ingin sahabatnya disalahkan, Jung A pun membela Nan Hee dan menyuruh suaminya itu diam saja. 

“Kenapa pria ikut-ikutan masalah wanita?” gumam Hee Ja.

“Kapan kalian pernah menganggapku sebagai pria? Toh bukan Young Won yang tidur dengan suami Nan Hee. Tapi temannya Yeong Won. Suaminya Nan Hee selingkuh 30 tahun yang lalu, dia mati 10 tahun yang lalu, seharusnya dia ikhlaskan saja. Kenapa sikapnya seperti itu?” ucap Suk Kyoon dengan nada sedikit tinggi. 

“Memangnya 30 tahun itu sudah lama? Suk Kyoon, kau sudah 60 tahun penyakit "kepo"-mu belum juga sembuh,” jawab Hee Ja dan Suk Kyoon tak terima dipanggil nama oleh Hee Ja, dia ingin Hee Ja memanggilnya Oppa karena dia lebih tua 2 tahun, 6 bulan dan 14 hari dari Hee Ja. 

“Aigoo, harusnya ulang tahunku yang kau ingat,” protes Jung A, karena suaminya sangat ingat selisih umurnya dengan Hee Ja. 

“Lalu kau sendiri?  Kau patut dicurigai atas kematian suamimu...,” ucap Suk Kyoon dan Jung A langsung memukul pundaknya, agar dia diam dan tak meneruskan pembahasan itu. Hee Ja terkejut mendengarnya dan bertanya kembali agar Suk Kyoon mengulangi perkataannya. Gi Ja yang tadinya tidur, jadi ikut bicara dengan menanyakan apa kejadian itu benar. Hee Ja mengurung suaminya di lemari dan membuatnya kelaparan. Tak ingin nanti sahabatnya jadi sedih karena mengingat hal itu, Jung A pun menyuruh Gi Ja diam dan tidur saja. 

Choong Nam pulang bersama Young Won dan di mobil, Young Won terus mengomelinya karena tadi dia menyebut nama Sook Hee. Choong Nam pun hanya bisa minta maaf dan mengaku kalau dia memang orang yang teledor. 


Nan Hee sendiri pulang bersama Wan dan ibunya. Dalam perjalanan pulang dia teringat kembali pada kejadian 30 tahun yang lalu. Saat itu Nan Hee baru pulang belanja dan di kamarnya, dia mendapati suaminya sedang bercinta dengan Sook Hee. 

Wan memastikan pada ibunya kalau dia tak mau lagi mengantar sang ibu ke tempat reunian. Namun Nan Hee tidak perduli, dia tetap akan menyuruh Wan untuk mengantarnya. Nan Hee kemudian meluapkan amarahnya karena Wan tak pernah memihak dirinya, Wan selalu memihak pada Young Won. 

~Aku bisa sendiri~

Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, namun Hee Ja belum bisa tidur. Dia merasa ketakutan, dia teringat pada saat dia mengunci suaminya di lemari. Hee Ja kemudian menelpon Jung A dan bertanya darimana Gi Ja tahu tentang suaminya yang meninggal di lemari, selain itu Hee Ja juga membahas tentang apa yang dikatakan Suk Kyoon, dia ingin tahu apa Jung A juga menyalahkan Hee Ja atas kematian suaminya. Karena waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi, maka Jung A pun tak mau menjawabnya, dia berkata kalau besok dia harus bekerja jadi dia harus tidur malam ini. 

Paginya, Hee Ja kembali membuka tirai jendelanya dan dari sana dia melihat Mark Smith menggodanya. Mark menggoda Hee Ja sambil berolahraga dan memperlihatkan otot-ototnya. 


Ingin hidup mandiri, Hee Ja pun mengganti bola lampu sendiri dan dia berhasil. Namun ketika dia turun dari kursi, kakinya kesleo dan diapun terjatuh. Bola lampu yang Hee Ja pasang pun tiba-tiba pecah. Hee Ja menelpon Jung A, tapi karena Jung A sedang sibuk jadi dia me-reject telepon darinya. 

Setelah meninggalkan istrinya karena terlambat 10 menit, Suk Kyoon pergi ke sebuah toko dan meninggalkan seamplop uang disana. Dia kemudian menelpon seseorang dan berkata kalau biaya rumah sakit Jae Gyun dan uang sekolah anaknya sudah dia letakkan di depan toko. Setelah Suk Kyoon pergi, pemilik toko muncul dan berusaha mengejar Suk Kyoon sambil berkata agar Suk Kyoon mengambil kembali uangnya.  Suk Kyoon melihatnya, namun dia tetap melajukan mobilnya. 


Min Ho sedang sibuk bekerja ketika Hee Ja menelponnya dan mengaku kalau dia terluka. Min Ho pun menyuruh sang ibu untuk menelpon ambulan saja, karena dia tak bisa datang kesana untuk menolong. Tak mau menelpon ambulan, Hee Ja pun meralat dan mengatakan kalau dia baik-baik saja. 

Tapi yang sebenarnya, Hee Ja benar-benar terluka. Kakinya terluka terkena pecahan bola lampu. Tepat disaat itu Jung A menelpon namun Hee Ja tak mau mengangkatnya. Dia berkata pada dirinya sendiri untuk melakukan semuanya. 


Walau sebelumya mengatakan tidak bisa datang, Min Ho tetap datang untuk menolong ibunya. Dia memasangkan bola lampu, membersihkan lantai dan mengobati luka sang ibu. Selesai melakukan semuanya, Min Ho pun mengajak Hee Ja untuk baringan di lantai bersama. Pada Min Ho, Hee Ja berjanji untuk tidak jadi pikun ataupun stroke, namun ketika dia mengatakan hal itu, Min Ho malah tertidur. 


Jung A mendatangi rumah Hee Ja dan meminta maaf karena tadi dia mengabaikan telepon Hee Ja. Sebagai permintaan maaf, Jung A pun membelikan es krim untuknya. Hee Ja luluh dan memaafkan Jung A, sekarang mereka pun nonton TV bersama. Hee Ja lalu bertanya apa yang akan Jung A lakukan kalau Suk Kyoon tidak menepati janjinya untuk melakukan perjalanan keliling dunia. Jung A pun menjawab kalau dia akan keliling dunia sendiri. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menghabiskan waktu tuanya di panti jompo, dia ingin mati di jalan. Hee Ja senang mendengarnya dan dia ingin mati bersama Jung A, namun Jung A menolak karena seumur hidup mereka selalu bersama jadi dia ingin mereka berdua mati terpisah. 

Hee Ja kemudian menunjukkan Mark Smith pada Jung A dan mengatakan kalau Mark selalu menggodanya setiap jam 8 pagi, 3 sore dan 8 malam. Namun Jung A tak percaya dengan apa yang Hee Ja katakan, dia berkata kalay Mark pasti bukan melihat Hee Ja, tapi melihat jalan. Tapi karena Hee Ja tetap ngotot dengan pendapatnya, Jung A pun langsung mendatangi rumah Mark. 


Ketika bertemu dengan Mark, mereka kesulitan menjelaskan maksud kedatangan mereka, karena Mark tak bisa bahasa Korea, dia hanya mengerti bahasa Inggris. Namun ketika menelaah kalimat Jung A dan Hee Ja yang hanya sedikit-sedikit menggunakan bahasa Inggris, Mark pun akhirnya mengerti maksud kedatangan mereka. Ia pun kemudian mengajak keduanya masuk rumah untuk memberikan jawaban. Di dalam rumah Mark banyak terdapat foto-foto orang tua yang mereka memperlihatkan senyum bahagianya. 


Mark kemudian mengajak mereka berdua ke balkon dan menunjukkan seekor kucing yang sedang minum susu. Ia mengaku kalau ia selalu memberi kucing itu susu, setiap kali kucing itu datang. Jadi kesimpulannya, Mark bukannya melihat Hee Ja tapi melihat kucing itu. Namun Hee Ja masih tak yakin pada jawaban Mark, diapun memilih pulang duluan. Sebelum pulang, Jung A minta di foto oleh Mark, karena Mark mau mengambil fotonya secara gratis. 

Jung A kembali pulang ke rumah Hee Ja dan ketika mendengar Hee Ja masih merasa curiga pada Mark, Jung A pun mengatakan kalau Hee Ja pasti terkena alzheimer. Ingin memastikannya, Hee Ja pun mengajak  Jung A untuk periksa ke rumah sakit. 


Choong Nam melihat Wan begitu akrab dengan Dong Jin dan dia curiga mereka punya hubungan lebih dari rekan kerja. Dia begitu khawatir dengan mereka karena Dong Jin adalah pria beristri. 

Wan kemudian ngobrol bersama Young Won dan Choong Nam. Kesempatan itu digunakan oleh Choong Nam untuk membahas tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Sook Hee dan Young Won. Persahabatan Young Won dan  Sook Hee hancur, karena Young Won sudah sudah membuat Sook Hee dan suaminya bercerai, sebab Young Won menceritakan semuanya pada suami Sook Hee. Berkat Young Won jugalah Sook Hee dan ayah Won tidak kabur. 

Tak mau kalah Won pun berkata kalau ayahnya tidak kabur karena ayahnya sangat mencintai dirinya. Sang ayah tidak ingin meninggalkan Wan. Choong Nam membenarkan kalau ayah Wan sangat menyayangi Wan lebih dari Sook Hee. Namun tujuan Choong Nam mengatakan semua itu adalah agar Wan lebih mengerti Nan Hee, karena selama ini Nan Hee tidak pernah bertemu pria lain setelah ditinggal suaminya. Walaupun Nan Hee sering pergi ke club malam, tapi dia tak pernah menanggapi semua pria yang mendekatinya. 

“Beri dia perhatian. Dia tak mendapat perhatian dari suaminya. Minimal dia dapat perhatian darimu,” pesan Choong Nam, tapi sepertinya Wan tak terlalu mengindahkan pesan itu. Dia malah menyuruh Choong Nam untuk mengkhawatirkan dirinya sendiri. 

“Coba lihat di situs lelang. Barang seni yang dijual teman bibi harganya tak sampai 1 juta won. Sudah kuperiksa semua. Kenapa bibi membeli dengan harga mahal? Aku tahu bibi berteman dengan profesor karena kecewa pendidikan yang rendah, tapi tolong berhentilah,” ucap Wan dan pergi. 

Tanpa Wan sadari, Choong Nam mengambil ponsel miliknya dan ketika sendirian, Choong Nam langsung membukanya untuk mengecek apakah Wan benar-benar melakukan hubungan terlarang dengan pria beristri. Selesai mengecek, Choong Nam mengembalikan ponsel itu pada Wan. Dia juga memperingatkan Wan untuk tidak berhubungan dengan pria beristri, dia mengatakan hal itu karena dia sudah menganggap Wan seperti anaknya sendiri. Bukannya menerima nasehat itu, Wan malah menanggapinya dengan dingin. Dia berkata kalau dia tak mau jadi anak Choong Nam, karena menjadi anak ibunya saja dia sudah merasa terbebani. 

Wan bernarasi, “Ibu tak pernah mendapat perhatian. Kakek tak peduli padanya, nenek cuma sayang pada putranya yang lahir saat usia nenek diatas 50 tahun. Seorang insinyur yang jatuh dari tiang telpon saat bekerja. Dia jauh lebih muda dariku dan cacat, tapi dia sangat disayang. Ayahku selingkuh dengan Sook Hee, aku sangat sayang pada ibu, tapi aku ingin.... ibu bahagia dengan caranya sendiri. Ibu selalu membuatku, merasa tak nyaman.” Wan merasa tak nyaman pada ibunya semenjak dia masih kecil. 

Wan menelpon ibunya karena ingin berbaikan, tapi tak ada hitungan menit, mereka bertengkar lagi. Dia kembali merasa tak nyaman karena Nan Hee sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Wan tak ingin sang ibu datang ke rumahnya, karena dia takut ibunya melihat rokok-rokok miliknya.

Nan Hee sampai ke rumah Wan, tapi ternyata Wan sudah sampai di rumah terlebih dahulu. Rumah Wan memang sangat berantakan, Nan Hee ingin membantu dengan membuang sampah, namun Wan mencegahnya karena tak ingin sang ibu melihat putung rokok miliknya. Tapi usaha Wan untuk menyingkirkan rokok dari pandangan sang ibu gagal total, karena Nan Hee menemukan persediaan rokok di dalam lemari es. 


Tak mau dimarah sang ibu, Wan pun beralasan kalau rokok itu untuk persediaan ketika teman kantornya datang. Nan Hee kemudian bertanya alasan Wan putus dari Yeon Ha, namun Wan tak menjawab. Dia pun mengingatkan Wan kalau dia membebaskan Wan untuk memilih pria yang dia suka kecuali dua jenis pria. Yang pertama pria beristri dan kedua pria cacat seperti paman Wan. 

Mendengar itu Wan terdiam dan langsung menyuruh ibunya pergi. Tapi bukannya pergi, sang ibu malah kembali meminta Wan menulis tentang dirinya dan teman-temannya. Seperti jawaban sebelumnya, Wan menolak permintaan itu dan mereka pun kembali bertengkar. Melihat perubahan sikap Wan yang berubah kasar, Nan Hee pun bertanya apa sudah terjadi sesuatu di Slovenia? apa ada sesuatu yang terjadi saat Wan putus dengan Yeon Ha? Mendengar pertanyaan itu, Wan langsung marah dan  berteriak kalau dia lelah bersikap baik.


Setelah Nan Hee pergi, Wan mendapat telepon dari Yeon Ha. Melihat nama Yeon Ha di layar ponsel, Wan tak langsung mengangkatnya, dia malah memeluk ponsel dan menangis. Yeon Ha menelpon untuk mengaku kalau dia merindukan Wan. Yeon Ha juga mengirim video untuk Wan, itu adalah video saat mereka bersama di Slovenia. Mereka terlihat sangat bahagia. Selain video, Yeon Ha juga mengirim sebuah foto dan dia berkata kalau kakinya di foto itu sangat bagus. Mendengar itu, Wan menangis dan tak lagi menjawab perkataan Yeon Ha. 

Ditemani Jung A, Hee Ja pun memeriksakan diri ke rumah sakit dan dokter mendiagnosanya mengalami delusi. Sesampainya di rumah, Hee Ja langsung memasang cctv untuk mengecek apakah yang selalu dia rasakan di rumah itu benar-benar hanya delusi. 

Keesokan harinya, Hee Ja mengecek video cctv dan disana tidak terjadi apa-apa, padahal semalam Hee Ja benar-benar mendengar seperti ada orang berjalan. Hee Ja merasa kalau dia benar-benar terserang alzeimer. Tak ingin menyusahkan orang lain disaat dia nanti benar-benar melupakan semuanya, Hee Ja pun memutuskan bunuh diri. 


Kita diperlihatkan kembali pada adegan diawal episode, dimana Hee Ja duduk minum teh di sebuah restoran dan kemudian pergi menuju atas gedung. Namun ketika dia sudah berada di atas gedung, tiba-tiba dia takut menimpa orang lain dan membuat orang lain terluka. Karena pemikiran itulah, dia mengubah tempat kematiannya. Dia sengaja berdiri di tengah jalan dan membiarkan mobil menabraknya. 

Sinopsis Dear My Friends Episode 3


Truk yang hendak menabrak Hee Ja ternyata milih menghindar. Si supir dengan emosi menyuruh Hee Ja terjun dari jembatan saja kalau dia ingin mati. Diberitahu seperti itu, Hee Ja malah menurut. Tanpa membuang waktu dia langsung pergi ke sungai Han dan hendak melompat dari sana. Untung saja ada polisi sedang berpatroli dan merekapun membawa Hee Ja kekantor polisi. 

Agar bisa keluar kantor polisi, Hee Ja meminta bantuan pada Jung A, Nan Hee dan Wan. Namun mereka tak bisa membebaskan  Hee Ja, karena polisi minta keluarga Hee Ja yang datang. Tepat disaat itu Young Won muncul dan kebetulan dia kenal dengan pimpinan di kantor polisi itu, jadi Hee Ja pun bisa dibebaskan tanpa harus menghubungi anak-anak Hee Ja. 


Dalam perjalanan pulang, mereka melihat hasil foto milik Jung A yang diambil oleh Mark Smith. Ketika melihat nama si pengirim, Wan terkejut karena Mark Smith adalah fotografer terkenal. Ingin membuat foto pemakaman yang cantik juga, Nan Hee pun menyuruh Wan untuk menjemput neneknya besok untuk diajak foto bersama di tempat Mark Smith. 


Di rumah Wan kembali melakukan video call bersama Yeon Ha. Akhirnya kita tahu, alasan Yeon Ha yang selalu ingin membahas tentang kakinya bersama Wan. Ternyata semua itu karena kaki Yeon Ha tak bisa digunakan lagi. Sekarang dia menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan. Dan setiap merasa sedih karena Yeon Ha, karena keadaan Yeon Ha, Wan selalu menghabiskan waktunya bersama Dong Jin. 

Semua orang berkumpul di rumah Hee Ja untuk merias diri sebelum pergi ke rumah Mark Smith. Disana ada, Jung A, Nan Hee, Choon Nam, Nyonya Oh dan juga Wan. Hanya Hee Ja sendiri yang tidak mau ikut foto pemakaman. Sepertinya dia masih ragu pada Mark Smith. Dia masih beranggapan kalau Mark Smith adalah pria jahat. Tepat disaat itu Young Won muncul dan lagi-lagi Nan Hee emosi melihatnya. 


Choong Nam menyuruh Young Won untuk menjelaskan yang sebenarnya dan Young Won pun akhirnya bercerita.

“Sudah sebulan Sook Hee tak bertemu suamimu... karena kuancam akan kulaporkan suaminya. Dia memohon kepadaku supaya bisa bertemu untuk terakhir kali. Dia ingin berpamitan,” jelas Young Won dan Nan Hee berteriak mengatai Young Won bodoh karena percaya pada ucapan Sook Hee. Young Won mengiyakan kalau dia memang wanita terbodoh di dunia ini, dia bahkan pernah ditipu oleh pria yang berjanji akan menceraikan istrinya, tapi setelah mereka menikah, Young Won malah dicerai setelah sebulan menikah. Selain itu, dia juga pernah menikah dengan pria yang lebih muda tapi dia malah direpotkan oleh hutang si pria, jadi ketika mereka bercerai, Young Won pun memberinya bangunan. Namun ternyata setelah bercerai, pria itu pergi ke Macau dan hidup dengan wanita muda. 


Mereka kemudian pergi ke rumah Mark Smith, namun mereka malah diusir karena Mark tidak mau mengambil foto orang yang ber-make up. Choong Nam tidak terima dan dia terus melakukan protes. Dia memaksa untuk di foto. Mark Smith kemudian melihat Haa Jee yang sibuk merapikan rambut Nyonya Oh. Melihat Haa Jee yang tak memakai make up, Mark Smith pun langsung mengambil gambarnya. 

“Baiklah... satu sesuai mauku, satu sesuai mau kalian,” ucap Mark Smith dan mengajak semuanya masuk. Selagi teman-temannya mengambil foto, Hee Ja pun sibuk melihat hasil gambar yang Mark Smith ambil. 


Mereka semua pun bersenang-senang, mereka melakukan pose-pose yang menyenangkan ketika difoto. Bahkan Wan juga ikutan berfoto. Wan punya kaki yang penjang, dia terlihat bagus dengan pose apapun. Melihat semua pose Wan, Jung A pun minta difoto lagi, dia ingin difoto dengan pose yang Wan lakukan. Tentu saja hasil posenya sangatlah berbeda dari yang Wan lakukan. Hee Ja melihat keseruan teman-temannya ketika berfoto dan dia pun jadi ikut senang. 

Wan pergi keluar untuk merokok, tepat disaat itu Suk Kyoon muncul dan dia melihat rokok yang hendak Wan hisap. Wan pun jadi cemas, karena Suk Kyoon sudah tahu tentang hobi merokoknya, dia takut ibunya juga akan tahu. 


Suk Kyoon ikut berfoto dan karena ekspresi Suk Kyoon sangat kaku, yang lainpun jadi tertawa dibuatnya.  Sebelum difoto, Wan berpesan pada sang nenek untuk tidak tegang dan menganggap itu untuk foto biasa saja. Nyonya Oh kemudian mengaku kalau mengurus sawah adalah hal yang lebih penting daripada mati. Mendengar itu Wan langsung memeluk sang nenek. Tepat disaat itu, Wan tak sengaja melihat salah hasil jepretan Mark Smith dimana ada tulisan, “We all have a time limit”.


Setelah Nyonya Oh difoto, mereka pun berkumpul dan minta difoto bersama, bahkan Hee Ja juga ikutan. 

Untuk pertama kalinya, aku penasaran pada teman-teman ibu. Mereka menikmati pemotretan untuk foto pemakaman. Meski malaikat maut sudah dekat. Nenek lebih peduli pada sawahnya. Kita semua punya batas waktu. Apa momen yang seolah tanpa henti ini akan terhenti? Aku masih belum bisa percaya,” ucap Wan dalam hati sambil melihat ibu dan teman-temannya berfoto bareng. 


Ketika semua sudah pergi, Hee Ja datang lagi ke rumah Mark Smith dan minta difoto. Tapi sebelum difoto, Hee Ja minta agar Mark Smith berjanji untuk merahasiakan tentang foto itu pada teman-temannya. Tentu saja Mark Smith menyanggupinya, karena Hee Ja datang tanpa memakai make up. 

Wan bernarasi, “Setelah itu aku tanya bibi Hee Ja... kenapa dia tak pakai make up padahal tak suka kelihatan tua. Bibi menjawab saat dia melihat teman-temannya berpose, dia sadar, saat itulah mereka sangat muda.”

Anak sulung Jung A mendapat kekerasan rumah tangga dari suaminya, namun Jung A tidak tahu hal itu. 

Won kembali bernarasi, “Bibi Jung A tak punya anak setelah menikah 5 tahun. Dia sempat hamil, tapi ibu mertuanya sering menghajarnya. Dia keguguran dua kali karena toksemia. Karena itu dia mengadopsi Soon Young, anak sulung. Bibi mengibaratkan Soon Young sebagai jempol sakit. Pada saat Soon Young menikahi profesor, bibi sangat gembira. Tapi sekarang... jempol itu mulai sakit lagi. Hidup takkan berakhir sebelum berakhir. Kekecewaan bibi Jung A muncul kembali.”


Suk Kyoon bekerja sebagai satpam disebuah gedung apartemen dan dia ditugaskan untuk mengirim barang melalui tangga karena lift sedang rusak. Melihat Suk Kyoon yang mendumel ketika bekerja, rekan sesama satpam pun memberitahu kalau ibu PKK sepakat untuk memecat satpam paling tua. Tepat disaat itu Suk Kyoon mendapat telepon dari Bong Hee yang memberitahunya tentang Sung Jae. 

Pulang dari gereja, Hee Ja terus diikuti oleh Sung Jae dan itu membuat Hee Ja tak nyaman. Sung Jae juga merasa kesal karena Hee Ja tak mengingat dirinya. 

Di rumah Suk Kyoon dan Jung A bertengkar karena Jung A terus menginginkan keliling dunia, sedangkan Suk Kyoon berkata kalau mereka tidak punya uang untuk melakukan hal tersebut. Kesal, Jung A pun memilih pergi dari rumah. Kehabisan bensin, Jung A pun menelpon Hee Ja. Mereka kemudian memutuskan untuk pergi menemui ibu Jung A di panti jompo. 


Dalam perjalanan menuju panti jompo, mereka terus bernyanyi. Kita kemudian melihat ada pejalan kaki yang berjalan dalam gelap. Hee Ja bisa melihat orang itu, namun dia salah memberi interuksi pada Jung A, bukannya menginjak rem, dia malah menginjak gas. Alhasil mobil Jung A pun menabrak orang.

Sinopsis Dear My Friends Episode 4


Jung A menabrak orang, saking gugupnya Hee Ja mengajaknya lari dan tak bertanggung jawab. Saking shocknya, ketika mereka berpapasan dengan ambulance, Jung A tak bisa lagi menyetir. Jadi mereka meminta bantuan Wan untuk menjemput mereka. 


Jung A memutuskan tidur dirumah Hee Ja dan ketika mereka berusaha untuk tidur, Hee Ja teringat pada darah yang ada di mobil. Merekapun dengan panik langsung membersihkan noda darah yang ada di depan mobil. Tepat disaat mereka sedang bersih-bersih, Mark Smith lewat. Tak ingin Mark Smith mencurigai sesuatu, Hee Ja pun menyuruh Jung A pulang saja. 

Seperti biasa, Suk Kyoon terus mengomel pada Jung A. Apalagi tadi malam Jung A habis kabur, tapi malah balik lagi. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Jung A meluapkan emosinya, dia melempar masakan yang dia buat pada Suk Kyoon. Setelah melempar masakannya, Jung A langsung tiduran di sofa. Sepertinya semua itu adalah efek dari apa yang terjadi semalam. 


Hee Ja berusaha menenangkan dirinya. Dia pergi ke gereja dan melakukan pengakuan dosa. Pastur yang mendengar pengakuan dosa Hee Ja kemudian berbicara 4 mata dengan Sung Jae, karena Sung Jae adalah seorang pengacara. 

Sung Jae menemui Hee Ja dan memberikan kartu namanya, semua itu agar Hee Ja tahu kalau dirinya adalah pengacara.

Setelah mengalami kecelakaan itu, Hee Ja pun menyadari kalau dirinya sangat kesepian dan betapa inginnya dia hidup. Dia dia berniat menyerahkan diri ke polisi untuk menggantikan Jung A. Sebelum dia melakukan semua itu, dia sengaja mengajak Min Ho untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka nonton film bersama di bioskop. 

Jung A yang memang dalam kondisi emosi tak stabil, langsung bertambah marah ketika Soon Young memarahinya dan menyuruhnya pulang. Soon Young sengaja membuat ibunya pulang, agar sang ibu tidak melihat luka memarnya. Ketika ibu sudah pergi, Soon Young langsung mengemasi barang-barangnya, dia juga membawa semua perhiasannya. 

Ketika berada di halte, Jung A mendapat telepon yang memberitahukan kalau kesehatan ibunya kembali turun, bahkan dokter sudah mendiagnosa kalau sang ibu hanya akan bertahan sampai sebulan lagi. 


Soon Young menemui Young Won dan menjual semua perhiasannya pada Young Won kecuali satu perhiasan. Itu adalah cincin mas yang ukurannya kecil. Hmmm... sepertinya itu dari Jung A, jadi tak dijual oleh Soon Young. 

Young Won hendak mentransfer uangnya, namun Soon Young meminta uang tunai. Mendengar itu, Young Won pun jadi curiga dan dia kemudian melihat luka memar yang ada di wajah Soon Young. Tepat disaat itu Choong Nam datang dan bersedia memberi Soon Young uang tanpa harus mengambil perhiasan milik Soon Young, namun Soon Young tak mau, karena dia tak ingin merasa terbebani. 

Young Won mengajak Choong Nam bicara dan dia meminta Choong Nam untuk merahasiakan masalah Soon Young dari Jung A. Choong Nam pun mengeluh kalau anak perempuan memang selalu membuat masalah dan yang Choong Nam maksud adalah Wan, dia tahu kalau Wan sekarang sedang berkencan dengan pria beristri. 

Wan sedang bekerja di kantor, namun dia tak bisa fokus. Yang membuatnya tak fokus adalah masalah Jung A. Dia mencurigai kalau Jung A sudah menabrak orang. Wan mengingat-ingat persimpangan yang mereka lewati dan dia ingat kalau mereka melewati persimpangan Hyeonchon. Diapun langsung mem-browsing dengan kata kunci Persimpangan Hyeonchon dan disana muncul berita tentang tabrak lari. 

Ingin memastikan sendiri, Wan pun pergi ke lokasi kecelakaan dan disana dipasang spanduk yang bertulisakan “Dicari saksi mata atas kecelakaan tanggal 19.” Tak jauh dari tempat kejadian, Wan melihat Jung A duduk sendirian dengan ekspresi ketakutan. 


Wan membawa Jung A pulang. Sesampainya di Seoul, Jung A langsung mengambil lap bekas darah yang dia simpan dimobilnya dan kemudian pergi lagi. Jung A dan Hee Ja lalu minum teh bersama sebelum mereka berdua pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. 

Bersambung ke episode 5

3 comments :

  1. sedih parah😭😭😭

    ReplyDelete
  2. Yeyyy, mbak Lilik bikin juga sinopsisnya. Meskipun pemainnya gak begitu familiar buat saya (kecuali kwang soo sama in sung), tapi ceritanya menyentuh dan bikin pengen nangissss. Kadang jadi merenung juga, tentang kelakuan saya ke ibu/nenek saya. Pesan moralnya dapet banget deh drama ini :D
    Semangat nulisnya, mbak :D

    ReplyDelete
  3. sukaaa bangeeettt....ceritanya simpel tapi mengharukan. Makasih ya mb Lilik udh ngerecapnya...kirain bakal membosankan...
    tetap semangat ya mbak

    ReplyDelete