June 25, 2016

Dear My Friend Episode 9 - 1

Episode 9: Bukankah Hidup Ini Sangat Indah?


Wan bertanya pada Nan Hee kenapa dulu Nan Hee berniat untuk membunuhnya saat dia berumur 6 tahun. Dalam flashback, Wan kecil tampak meminum yogurt dengan menatap takut-takut pada Nan Hee dan tampak ada sebuah botol racun di dekat mereka. Wan kecil pingsan dan muntah darah lalu ayahnya berlari menggendongnya dengan panik.


Nan Hee shock dan gemetaran mendengar pertanyaan Wan. Tapi kemudian, dia agak tergagap dia berpura-pura mengklaim tak pernah ada kejadian seperti yang Wan maksud dan menuduh Wan sudah gila lalu cepat-cepat mengalihkan topik kembali membahas hubungan Wan dengan Dong Jin.


Dia tak percaya kalau Wan tak punya hubungan apapun dengan Dong Jin, karena kalau mereka tak punya hubungan apapun lalu kenapa mereka berciuman dan berpelukan. Wanita yang pikirannya waras, tidak mungkin memeluk suami orang. Wan dengan tenangnya mengklaim kalau itu cuma kesalahan. Tapi Nan Hee tidak mau terima alasan itu.

Nan Hee marah karena Wan tak mematuhinya dengan menjadi wanita lain dalam kehidupan rumah tangga orang lain. Wan tahu apa yang dulu pernah ayahnya lakukan padanya, jadi berani sekali Wan mengklaim kalau itu cuma kesalahan. Nan Hee lalu pergi dengan penuh amarah, sementara Wan tetap duduk tenang di sana sambil melanjutkan meruncing pensil.


Nan Hee terus marah-marah bahkan selama dia bekerja dan memasak. Dia terus menggerutui Wan sementara para pegawainya hanya bisa menatapnya dengan cemas. Karena dia memasak sambil marah-marah, tak sengaja dia malah membuat minyak panas terciprat ke lehernya. Nan Hee akhirnya memutuskan untuk pulang sekarang.


Saat dia belanja ke supermarket, dia di-sms Dong Jin yang berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungannya dengan Wan. Tapi Nan Hee tak percaya dan mengacuhkan sms Dong Jin. Gara-gara itu, dia terus menggerutu kesal. Bahkan sales makanan yang tak bersalah pun harus jadi korban kekasaran kata-kata Nan Hee.


Hee Ja ikut mendaki bukit ke bakal rumah baru Jung A bersama Jung A dan petugas real estate. Tapi Hee Ja terus menerus memanggil Jung A karena kecapekan menempuh jalan yang sangat tinggi dan panjang itu. Jung A lama-lama kesal dan membentak Hee Ja untuk pergi ke gereja saja dan jangan ikut dengannya.


Rumah itu bergaya tradisional tapi kondisinya cukup buruk dan banyak yang perlu diperbaiki. Hee Ja berkomentar kalau rumah ini pasti berhantu. Dia berusaha mengingatkan Jung A bahwa dia sudah terlalu tua untuk mendaki bukit setinggi ini.

 Tapi Jung A tak peduli, dia malah tampak sangat bahagia dengan rumah barunya. Hee Ja tak setuju jika Jung A tinggal di sini, tempat ini sangat jauh. Bahkan anaknya yang tinggal di Filipina saja jauh lebih mudah dijangkau daripada rumahnya Jung A yang sangat terpencil ini.


"Kau menyuruhku mencari rumah di sekitar tempat tinggalmu, karena itulah aku melihat-lihat tempat ini" gerutu Jung A "Kenapa kau selalu memandang dari sisi jeleknya saja? Aku menyukai tempat ini"

"Aku tidak bisa mengizinkanmu di tempat ini"

Hee Ja meminta petugas real estate untuk menunjukkan tempat lainnya. Mereka pun mulai berkeliling tapi Hee Ja terus menerus tak menyetujui semua rumah yang mereka kunjungi. Dia tetap bersikeras meminta Jung A untuk tinggal bersamanya saja. Tak tahan lagi, Jung A langsung menyuruh Hee Ja pulang saja.


Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah apartemen bawah tanah. Si petugas real estate kesal dan tak tahan lagi menghadapi mereka dan langsung pergi meninggalkan mereka. Hee Ja tak setuju dengan apartemen bawah tanah itu, Jung A sudah tua jadi dia sangat perlu cahaya matahari agar tidak terkena osteoporosis.


Suk Kyun menelepon saat itu untuk menyuruh Jung A membuatkannya sup ikan pollack. Tiba-tiba salah satu penghuni apartemen meminta bantuannya untuk mengangkat barang-barangnya. Memang cuma sebuah kotak kecil tapi berat karena isinya batu bata.


Jung A lalu pergi untuk membeli ikan pollack. Hee Ja bertanya kapan Jung A akan bercerai. Jung A berkata setelah dia mendapatkan rumah baru. Hee Ja merasa Jung A itu aneh, mau cerai tapi masih mau membuatkan Suk Kyun sup ikan pollack.

Menurutnya jauh lebih baik untuk berdiskusi dulu dengan Suk Kyun sebelum dia pindah. Suk Kyun bisa shock kalau Jung A melakukan ini secara dadakan. Tapi Jung A tidak peduli, lebih baik Suk Kyun shock saja.

Kalau dia berdiskusi dulu, maka Suk Kyun pasti akan membuat lebih banyak keributan. Jung A memutuskan mau balik lagi melihat-lihat rumah yang pertama karena dia lebih menyukai rumah yang itu. Hee Ja berkata kalau dia akan menunggu Jung A di pertigaan dan membelikan pollack untuk Jung A.


Nan Hee akhirnya sampai rumah. Tapi saat dia mendongak, dia melihat Wan sedang membersihkan kaca rumahnya. Teringat akan pertanyaan Wan tentang kenapa dulu dia berusaha membunuh Wan, Nan Hee langsung masuk kembali ke mobilnya. Dia lalu menelepon Choong Nam tapi yang mengangkat teleponnya adalah keponakannya Choong Nam.


Choong Nam tidak mau mengangkat telepon dari siapapun karena dia sedang bertemu dengan para profesor. Para profesor itu menunjukkan beberapa benda seni karya mereka yang paling terbaru. Mereka semua saling mengucap puja-puji karya-karya masing-masing agar Choong Nam mau membeli karya-karya seni mereka.


Nan Hee lalu menghubungi Young Won dan meminta Young Won untuk membelikannya minum. Tapi Young Won tidak bisa karena saat itu dia sedang sibuk syuting. Setelah Nan Hee mematikan teleponnya, salah satu kru memberitahu Young Won bahwa dia kedatangan tamu. Dan saat Young Won melihatnya, ternyata tamunya adalah Nyonya Oh.


Nan Hee menoleh ke arah apartemennya lagi dan kali ini, dia melihat Wan sedang menjemur baju "Seharusnya dia pulang saja. Padahal Yeon Ha itu sempurna" desah Nan Hee


Jung A tidak melihat Hee Ja di tempat janjian mereka. Dia jadi cemas karenanya, apalagi Hee Ja tidak mengangkat teleponnya. Di tempat lain, Hee Ja ternyata sedang bermain-main bersama seekor puppy.


Sementara itu di lokasi syuting, Young Won berusaha membujuk Nyonya Oh untuk menunggunya didalam mobil. Tapi Nyonya Oh bersikeras tidak mau lalu menyibukkan dirinya dengan main game di hapenya tapi tampak jelas dia datang untuk tujuan tertentu.


Setelah selesai membersihkan rumah Nan Hee, Wan menelepon Nan Hee untuk menanyakan dimana Nan Hee sekarang. Nan Hee berkata kalau dia pergi menemui ibunya. Wan heran kenapa Nan Hee pergi ke rumah ibunya padahal Nan Hee tahu kalau dia sedang menunggunya. Nan Hee tidak peduli, terserah dia mau kemana saja. Wan pun bersikeras tidak mau pergi dan akhirnya meneruskan bersih-bersih rumah lagi.


Cemas karena tak menemukan Hee Ja dimanapun, Jung A akhirnya pergi ke rumahnya Hee Ja. Di depan pintu, dia bertemu dengan Sung Jae yang sedari tadi menekan bel tapi tidak dijawab. Sung Jae memberitahu Jung Ah bahwa Hee Ja ada di rumah tapi tidak mau membuka pintu untuknya. Jung A akhirnya mengambil kunci cadangan yang tersembunyi dibawah pot bunga untuk membuka pintu pagar rumahnya Hee Ja dan mempersilahkan Sung Jae masuk.

Di dalam rumah, Jung A mendapati Hee Ja sedang merangkai manik-manik rosario. Saat melihat Jung A, Hee Ja malah bingung kenapa Jung A datang. Jung A mengingatkannya kalau Hee Ja tadi berkata mau membeli ikan pollack dan menunggu di pertigaan. Saat itulah Hee Ja baru ingat.

Hee Ja lalu menyerahkan ikan pollacknya dan menjelaskan bahwa dalam perjalanan kembali lagi, dia tertarik melihat bunga-bunga di jalan dan seekor puppy yang tersesat, dia mengikuti puppy itu sampai akhirnya dia sampai di rumah. Hee Ja mengaku bahwa dia tidak ingat kenapa dia membeli ikan itu.

"Apa kau tahu betapa menakutkannya saat seseorang menghilang?" gerutu Jung A "Kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?"

"Mungkin lowbet"

"Bawalah selalu baterei cadangan dan didalam otakmu juga. Siapa aku?"

"Jung A"

"Kau baik-baik saja sekarang. Kenapa kau tidak membiarkan Sung Jae masuk?"

"Choong Nam" bisik Hee Ja


Jung A lalu pamit pulang tapi terlebih dulu dia mengingatkan Hee Ja untuk selalu sadar. Setelah Jung A pergi, Hee Ja meminta Sung Jae untuk pulang saja. Tapi Sung Jae tidak mau. Dia sengaja memutar kamera CCTV menghadap arah lain dengan alasan sebaiknya kamera itu diarahkan ke pintu untuk mengecek kalau-kalau ada orang asing masuk. (Hmm... kayaknya itu cuma alasan aja deh)

Sung Jae mengklaim bahwa dia datang atas permintaan pastur yang memintanya untuk membawakan manik-manik baru pada Hee Ja dan meminta Hee Ja untuk menyerahkan rosario yang sudah jadi. Hee Ja pun menyerahkan semua rosario yang sudah dibuatnya tanpa mengatakan apapun.


Saat Sung Jae hendak beranjak pergi, dia tidak tahan untuk tidak protes "Apa kau suka tidak tersenyum dan bicara sangat sedikit seolah kita orang asing? Kalau aku pergi, apa kau akan merasa lebih baik?"

"Ketidaknyamananku akan berkurang"

Sung Jae heran memangnya dia meminta Hee Ja untuk tinggal bersamanya. Dia cuma ingin mengajak Hee Ja bersenang-senang, sebagai teman dan bukannya sebagai pacar. Daripada mengurung diri seharian di rumah, bukankah lebih baik pergi berkendara bersamanya dan menikmati hangatnya sinar matahari.

"Jung A juga bisa menyetir, kadang kami berkendara bersama"

"Kau selalu saja punya kata-kata balasan. Aku menyerah" desah Sung Jae lalu pergi.

Setelah Sung Jae pergi, Hee Ja tiba-tiba lupa lagi. Tidak ingat apakah dia sudah memberikan ikannya pada Jung A atau belum. (wah, jangan-jangan Hee Ja mulai pikun?)


Di jam makan siang, Min Ho mengecek rekaman CCTV ibunya. Merasa aneh dengan arah kameranya, Min Ho me-rewind rekamannya dan mendapati Sung Jae memutar arah kamera. Min Ho langsung kesal. Istrinya ikut melihat rekaman itu dan berkomentar bahwa lebih baik Hee Ja punya teman yang datang mengunjunginya daripada Min Ho terus menerus mengkhawatirkan ibunya.


Nan Hee membuatkan daging panggang untuk ayah dan adiknya. Tapi In Bong tidak mau makan lalu berjalan pergi dengan bantuan kruk. Cemas, Nan Hee akhirnya pergi mencari In Bong dan akhirnya menemukannya dengan sedang buang air di sesemakan pinggir sawah.

Melihat itu, Nan Hee langsung berkomentar "Setidaknya bagian itu masih berfungsi"

"Kenapa? Apa kau pikir aku kurang laki?"

"Aku cuma cemas kalau kau akan menghancurkan hidup wanita. Belum lama yang lalu, kau bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Kau baru mulai berjalan sekitar 2-3 tahun yang lalu setelah menghabiskan 7 tahun terbaring di tempat tidur"

Nan Hee cemas kalau pacarnya In Bong itu mungkin sebenarnya tidak menyukai In Bong. Mungkin saja si Jacqueline itu cuma ingin menipu In Bong lalu melarikan diri setelah mendapatkan uangnya. Bukankah kejadian seperti itu pernah terjadi pada salah satu tetangganya.

Tapi In Bong ngotot bahwa Jacqueline menyukainya. Walaupun dia cacat tapi dia masih bisa bertani, membabat rerumputan dan lain sebagainya "Kenapa? Apa orang cacat tidak boleh jatuh cinta?"


In Bong lalu pergi dengan marah. Saat Nan Hee melihat In Bong pergi, dia teringat ucapan Wan tentang Yeon Ha yang sekarang jadi cacat dan dia mencampakkan Yeon Ha karena dia menuruti perintah Nan Hee yang tidak pernah memperbolehkannya untuk menikah dengan orang cacat.


Saat Nan Hee melihat ke arah lain, tiba-tiba dia teringat masa lalunya. Di jalan itulah dulu, dia membawa Wan kecil.


Nyonya Oh menemui Young Won jauh-jauh sampai ke lokasi syutingnya ternyata untuk meminjam uang 20 juta won. Young Won heran kenapa Nyonya Oh tidak meneleponnya saja daripada jauh-jauh datang kemari. Lagipula, kenapa Nyonya Oh tidak minta saja pada Nan Hee. Apa jangan-jangan Nan Hee tidak memberi uang untuk Nyonya Oh.

Nyonya Oh menyangkalnya, Nan Hee memang memberinya uang tapi sekarang dia butuh lebih. Lagipula Nan Hee sudah menghabiskan lebih dari 100 juta won demi membiayai semua operasinya In Bong, belum lagi biaya perawatan ayahnya. Walaupun Nan Hee seorang bos, tapi Nyonya Oh merasa bersalah karena sebagai keluarganya Nan Hee, mereka selalu saja menghabiskan uangnya Nan Hee.

"Apalagi aku belum mati juga" keluh Nyonya Oh sedih "Kami bukan ibu, ayah atau adiknya. Kami hanya hantu yang banyak menghabiskan uangnya"

Jika In Bong punya anak maka Nan Hee pasti yang harus bertanggung jawab membesarkan keponakan-keponakannya. Nyonya Oh frustasi memikirkan In Bong yang sedang tergila-gila pada wanita itu. Karena itulah, dia memohon agar Young Won meminjaminya uang tanpa sepengetahuan Nan Hee.


Suk Kyun memakan sup ikan pollack-nya dengan sangat lahap dan Jung A melayaninya tanpa protes sedikitpun, dia bahkan berbaik hati mengelap mulut Suk Kyun sampai membuat Suk Kyun terheran-heran, kenapa malam ini Jung A baik sekali. Jung A berkata bahwa dia berusaha untuk bersikap baik karena mereka tidak punya banyak waktu.


Suk Kyun sama sekali tidak mencurigai ucapan Jung A itu dan mengira maksud Jung A adalah dia ingin bersikap baik karena mereka sudah tua dan waktu hidup mereka tinggal sebentar lagi. Suk Kyun senang Jung A berpikir seperti itu, memang lebih baik mereka saling berbaik hati pada satu sama lain selama sisa hidup mereka. Jung A diam saja membiarkan Suk Kyun berpikir seperti itu.

Jung A lalu keluar karena Choong Nam meneleponnya. Saat Choong Nam memberitahu bahwa dia sedang menikmati wine bersama para profesor, Jung A langsung menyindirnya karena Choong Nam bersenang-senang dengan anak-anak muda sementara Hee Ja membuat rosario sendirian di rumah.

"Apa kau masih punya perasaan pada Sung Jae?"

"Memang kenapa kalau iya?"

"Kau harus mengakhirinya. Mereka saling menyukai satu sama lain jadi lebih baik kau yang menyerah"

Lebih baik Choong Nam merelakan Sung Jae bersama Hee Ja saja. Choong Nam punya keponakan-keponakan dan teman-teman yang bisa selalu menemaninya sementara Hee Ja seorang diri di rumah. Lebih baik Choong Nam bertemu Sung Jae di kehidupan selanjutnya saja. Tapi Choong Nam menolak permintaan Jung A dan menyuruh Jung A untuk mencemaskan masalah perceraiannya saja.


Setelah selesai berpesta wine, Prof. Park mengantarkan Choong Nam ke rumahnya Hee Ja. Prof. Park berterima kasih karena Choong Nam membeli karya seninya lalu memuji-muji Choong Nam dan menyebut Choong Nam sebagai temannya. Mendengar itu, Choong Nam memperingatkan Prof. Park untuk berhati-hati dalam mengklaim seseorang sebagai teman.

"Bagiku teman adalah seseorang yang bisa membuatku merelakan kekasihku" ujar Choong Nam.

Hmm... ternyata Choong Nam merelakan Sung Jae demi Hee Ja. Choong Nam berkata bahwa seandainya dia masih muda maka dia pasti akan memperjuangkannya. Tapi sekarang dia memutuskan untuk merelakan orang yang dicintainya pada teman yang lebih tua darinya.

Prof. Park malah tertawa mengejek mendengarnya "Kalau dia lebih tua darimu, lalu seberapa tua dia? Apa dia bahkan masih bisa berjalan"

Choong Nam langsung melotot marah padanya dan Prof. Park pun pamit pergi.


Nan Hee pulang malam harinya dan dia melihat Wan masih di sana, sedang melihatnya dari balkon. Melihat rumahnya bersih, Nan Hee menyindir kehebatan Wan dalam bersih-bersih padahal rumahnya sendiri selalu kotor. Wan mengingatkan Nan Hee bahwa sejak kecil dia selalu bersih-bersih sejak dia berumur 6 tahun.

"Aku bahkan membeli bunga agar ibu tersenyum. Dulu aku melakukan apa saja untuk menyenangkan ibu. Aku baru berhenti setelah aku tumbuh dewasa. Dulu aku selalu gugup setiap saat. Aku takut ibu akan pergi meninggalkanku atau berusaha meracuniku lagi"


Kesal, Nan Hee terus bersikeras menyangkal dan mengklaim Wan cuma bicara omong kosong dan mengusirnya. Tapi Wan menolak pergi dan memperingatkan Nan Hee untuk tidak lagi ikut campur dalam hidupnya.

"Memang kenapa kalau aku melakukannya?! Apa yang akan kau lakukan? Berani sekali kau menatapku seperti itu hanya karena aku menyuruhmu untuk berhenti menemui Dong Jin!"

"Menurut ibu, kenapa aku bertemu dengannya?"

"Apa itu salahku juga?!"

Wan dengan tenangnya membenarkannya, itu adalah salah Nan Hee "Ibu pikir kenapa aku putus dengan Yeon Ha setelah tinggal bersamanya?"


Nan Hee kaget mendengar Wan pernah tinggal bersama Yeon Ha. Tapi Wan mengacuhkannya dan berkata bahwa dia adalah milik Nan Hee jadi dia tidak bisa melakukan apapun yang tidak Nan Hee izinkan.

Karena Nan Hee tidak suka orang cacat, dia terpaksa meninggalkan Yeon Ha setelah Yeon Ha jadi lumpuh. Kebetulan waktu itu Nan Hee mengalami stroke jadi dia memanfaatkan saat itu sebagai alasan untuk pergi meninggalkan Yeon Ha.

"Saat aku berumur 6 tahun, di sawah nenek, saat ibu meracuniku. Saat itulah aku tahu, kalau aku adalah milik ibu. Karena itulah walaupun aku ketakutan, tapi jika dia menyuruhku minum maka aku harus meminumnya. Salah ibu aku meninggalkan Yeon Ha. Aku mencintainya lebih dari apapun. Dan setelah aku meninggalkannya, hatiku berkata 'cewek jahat, hiduplah semaumu, lupakan nuranimu, sia-siakanlah hidupmu'"


Wan menuntut Nan Hee untuk meminta maaf padanya. Sambil membanting laptopnya dan vas kaca sampai pecah, Wan berteriak menuntut permintaan maaf Nan Hee "Kenapa aku milik ibu? Hanya karena ibu memilikiku, apa itu artinya ibu boleh membunuhku?!"


Wan terus berteriak dan menghantam pecahan kaca dengan tangannya sampai berdarah saat dia menuntut kenapa dia milik Nan Hee? Kenapa? Kenapa? Nan Hee menangis dan berusaha menahan Wan dengan memeluknya tapi Wan terus berusaha memberontak.

Bersambung ke episode 9 - 2

No comments :

Post a Comment