May 26, 2016

Jackpot Episode 16 - 1


In Jwa memberitahu Dae Gil bahwa ayah Dae Gil bukan Baek Man Geum, melainkan raja negeri ini. Dae Gil shock dan tidak percaya bahkan menuduh In Jwa sudah gila. Tapi In Jwa sungguh-sungguh dengan ucapannya, dia bahkan memberitahu Dae Gil bahwa nama asli Dae Gil adalah Yeongsoo.




Pangeran Yeoning mengejar Dam Seo dan bertanya "Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Jadi apa kau sekarang?"

Dam Seo mengingatkan Pangeran Yeoning bahwa hubungan mereka sudah berakhir malam itu. Tapi Pangeran Yeoning menolaknya. Saat Dam Seo mengklaim kalau dia sudah menemukan jalan hidupnya, Pangeran Yeoning bertanya apakah jalan hidup yang dia maksud itu membunuh orang.

Dam Seo berkata bahwa dia ingin membantu orang-orang agar mereka tidak lagi menderita dalam ketidakadilan, dia tidak ingin lagi melihat orang-orang diinjak-injak. Karena itulah tugaslah adalah mengadili semua orang jahat di dunia ini.


"Apa yang membuatmu jadi seperti ini? Siapa yang membuatmu jadi seperti ini?"

"Yang membuatku jadi seperti ini adalah Ada, Pangeran"

Dam Seo berkata bahwa jika malam itu dia tidak bertemu Pangeran Yeoning maka dia pasti tidak akan mengetahui bahwa In Jwa lah yang membunuh ayahnya. Seandainya malam itu mereka tidak bertemu maka dia pasti sudah mati dan tidak akan goyah karena keyakinannya.

"Bagaimana bisa itu masuk akal?" tanya Pangeran Yeoning tak percaya

"Lalu bagaimana bisa Anda berdiri di hadapan seorang pembunuh dan menatap saya dengan pandangan seperti itu, Pangeran?"


Saat Dam Seo hendak pergi, Pangeran Yeoning berkata bahwa jika lain kali mereka bertemu maka dia akan menangkap Dam Seo atas semua kejahatannya. Dam Seo meyakinkan Pangeran Yeoning untuk tidak ragu menangkapnya jika mereka bertemu lagi lain kali karena pada saat itu In Jwa akan mati.


Dae Gil masih belum bisa mempercayai In Jwa. Saat Dae Gil mengancamnya dengan pedang tertempel lehernya, In Jwa memberinya informasi tanggal lahir Yeongsoo yang sama persis dengan tanggal kelahiran Dae Gil, dan tanggal lahir Yeongsoo itu tercatat secara resmi.


Seol Im tengah merenung sedih saat Tuan Nam datang. Tuan Nam senang bertemu dengannya lagi. Saat Tuan Nam memberitahunya bahwa Dae Gil dibawa ke penjara, Seol Im memberitahunya bahwa Dae Gil sudah bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah. Tuan Nam senang tapi dia cemas saat memperhatikan ekspresi murung Seol Im.


Sepertinya Seol Im memberitahu Tuan Nam tentang ramalan buruk tentang dirinya yang diramalkan oleh Hwang Gu. Tuan Nam mengklaim bahwa dia sendiri memiliki ilmu physiognomy yang cukup hebat. Tuan Nam meyakinkan Seol Im bahwa Hwang Gu itu telah menipu Seol Im dengan cara yang sangat licik.

Tuan Nam berkata bahwa memang ada ramalan buruk seperti itu tapi ramalan itu tidak bisa dibaca melalui fitur wajah. Tuan Nam meyakinkan Seol Im bahwa Seol Im memiliki fitur wajah yang sangat baik, walaupun tidak sebaik Dae Gil. Seol Im jadi penasaran memangnya apa physiognomy-nya Dae Gil.

"Dia memiliki wajah seorang raja" ujar Tuan Nam


Dae Gil pergi ke istana. Sesampainya di sana, dia mendapati Pangeran Yeoning tengah menunggunya di gerbang. Mereka saling menatap dalam diam sebelum akhirnya pergi menghadap raja.


Raja berkata bahwa walaupun Dae Gil sudah berhasil membuktikan bahwa dia tidak bersalah tapi dia tidak kembali tepat waktu dan penjahat yang seharusnya dia tangkap hidup-hidup malah mati. Karena itulah mereka berdua harus membayar kesalahan mereka itu, dengan cara menerima hukuman atau melakukan perintahnya. Pangeran Yeoning dan Dae Gil sama-sama memilih melakukan perintah. Raja memerintahkan mereka berdua untuk pergi menangkap In Jwa.


Pangeran Yeoning bertanya kenapa Raja baru mau menangkap In Jwa sekarang, kenapa Raja tidak langsung menangkap In Jwa malam itu saat In Jwa mengirim seorang pembunuh (Dam Seo) untuk membunuhnya.

Raja mengklaim karena waktu itu bukan saat yang tepat, tapi sekarang beda. Sekarang setelah Algojo mati, hanya In Jwa seorang yang mengetahui identitas pemberontak Jeong. Kekuatan In Jwa sekarang sudah semakin besar karena itulah In Jwa harus segera dihentikan.


Setelah keluar, Pangeran Yeoning bertanya seberapa banyak yang Dae Gil ketahui. Dae Gil mengaku bahwa dia sudah mengetahui semuanya, bahwa dia hyungnim-nya Pangeran Yeoning.

"Tapi, aku tidak bisa memanggilmu Hyungnim" ujar Pangeran Yeoning "Karena ini istana dan aku adalah seorang pangeran."


Mereka berdua lalu pergi menemui Choi Sukbin yang berkaca-kaca melihat Dae Gil, tapi dia berusaha menahan emosinya saat dia bertanya apakah Dae Gil baik-baik saja dan apakah sekarang dia sudah menjernihkan nama baiknya.


Dae Gil terus menunduk dan tak mampu bicara. Choi Sukbin bingung dan saat dia melihat Pangeran Yeoning juga terdiam, Choi Sukbin akhirnya sadar bahwa mereka berdua sudah mengetahui kebenaran tentang hubungan mereka dan Choi Sukbin langsung menangis karenanya.

"I... Ibu" panggil Dae Gil


Mendengar itu Choi Sukbin langsung menghampiri Dae Gil dan menggenggam tangannya "Maafkan aku, seharusnya aku mencarimu lebih cepat. Maafkan aku. Maafkan ibumu yang sangat buruk ini"

Dae Gil cepat-cepat menarik tangannya dari pegangan Choi Sukbin. Dia mengaku bahwa semua ini masih terlalu membingungkannya, tapi dia berjanji akan datang berkunjung lagi lain kali. Dae Gil lalu pergi meninggalkan Choi Sukbin yang hanya bisa menangis sedih melihat kepergiannya.


Di luar, Pangeran Yeoning bertanya kenapa Dae Gil tidak menjawab permintaan maaf Choi Sukbin. Dae Gil memberitahu Pangeran Yeoning bahwa hal seperti ini tidak bisa dipaksakan. Dae Gil berkata bahwa Pangeran Yeoning tidak mengerti bagaimana rasanya mengetahui bahwa ibu yang selama ini dia kira sudah mati, ternyata masih hidup. Dan adik yang mengetahuinya, menyimpan masalah ini darinya.

"Itu... karena aku masih belum siap untuk menerima semua ini," ujar Pangeran Yeoning

"Aku juga setuju. Kau merasa seperti itu karena harus menerima satu saudara. Sementara aku harus menerima seorang saudara dan seorang ibu, menurutmu bagaimana perasaanku. Aku butuh banyak waktu."

Dae Gil lalu pergi karena walaupun saat ini dia punya masalah pribadi, tapi dia tetap harus menjalankan perintah raja.


In Jwa membaca kembali buku Jeonggamrok yang menyatakan bahwa Jeong akan membinasakan Dinasti Lee/Yi (dibaca sama). In Jwa bertekad tidak akan membiarkan itu terjadi selama dia masih hidup. Moo Myung datang mengabarkan bahwa kasim kembar baru saja kembali ke istana dengan membawa Kim Che Gun.

In Jwa langsung teringat ucapan Jeong Eui Ryang bahwa jika mereka bertemu maka Raja akan menghunus pedangnya. In Jwa yakin bahwa raja pasti sudah mengetahui pertemuannya dengan Eui Ryang dan karena itulah dia membawa Che Gun kembali ke istana.


Yakin raja sudah bergerak, In Jwa pun akan melakukan hal yang sama. Dia lalu memerintahkan Moo Myung untuk mengawasi pergerakan biro kepolisian dan para pejabat di gibang. Dia lalu memerintahkan Hong Mae untuk mengawasi Dae Gil. Sementara Jin Ki dia perintahkan untuk pergi melihat dan mengingat wajah Jeong Eui Ryang.


Dae Gil akhirnya pulang malam harinya. Seol Im berterima kasih pada Dae Gil karena Dae Gil lagi-lagi telah menyelamatkan nyawanya. Karena Dae Gil menyatakan kalau dia kelaparan, Tuan Nam pun menyiapkan makanan untuknya yang langsung dilahap Dae Gil dengan rakus. Mereka sendiri tidak ikut makan. Seol Im berkata kalau mereka sudah makan lalu tiba-tiba dia bersendawa. Melihat itu, Tuan Nam langsung menggodai mereka berdua.


Tapi tiba-tiba Tuan Nam melihat seseorang yang mencurigakan. Dae Gil juga merasakannya dan langsung melempar sumpit ke arah orang itu. Dia sudah bersiap dengan pedangnya saat tiba-tiba saja terdengar suara yang akrab "Aku tahu kau senang melihatku" sapa Che Gun.


Che Gun lalu ikut makan dan melahap makannya dengan rakus. Dae Gil memperkenalkan Che Gun pada Tuan Nam sebagai gurunya yang telah memberinya makan, memberinya tempat tinggal dan menyelamatkan nyawanya. Dae Gil mengomeli Che Gun untuk makan pelan-pelan.

Tapi Che Gun terus melahap makanannya dengan rakus dan berkata kalau ini adalah pertama kalinya dia makan enak sejak Dae Gil pergi. Baginya terlalu merepotkan untuk masak jadi selama ini dia cuma makan ikan, kelinci dan sejenisnya.

Dae Gil menawari Che Gun untuk tinggal di sini saja kalau dia tidak punya tempat tinggal. Seol Im setuju tapi Tuan Nam langsung batuk-batuk canggung. Melihat reaksi Tuan Nam, Che Gun mengklaim kalau dia punya rumah sendiri.


Tapi melihat Dae Gil dan Seol Im duduk bersisian, Che Gun langsung menggoda mereka "Wah, kau cepat sekali, yah? Kau langsung mendapatkan seorang gadis begitu turun gunung"


Mereka saling bercanda tawa sementara Hong Mae diam-diam mengawasi mereka dari kejauhan. In Jwa memerintahkannya untuk melihat kalau-kalau mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan. Tapi menurut pengamatan Hong Mae, tidak ada yang mencurigakan.


Jin Ki lewat sebentar untuk melihat wajah Eui Ryang sesuai perintah In Jwa. Sementara Moo Myung masuk ke biro kepolisian sesuai perintah In Jwa. Dia melihat tempat itu sepi. Saat seorang petugas menghampirinya, Moo Myung pura-pura salah masuk tempat lalu pergi.


Dia lalu ke gibang untuk mengawasi pertemuan para menteri, tapi dia melihat mereka cuma minum-minum tanpa ada sesuatu yang mencurigakan. Dia lalu menanyakan Hwang Gu pada salah satu gisaeng. Gisaeng itu memberitahunya bahwa Hwang Gu sudah pergi sedari tadi.


Hwang Gu tiba di sebuah tempat. Para pembawa tandunya lalu pergi meninggalkannya sementara Hwang Gu menunggu kedatangan seseorang untuk menyerahkan lukisannya In Jwa.

Ketiga anak buah In Jwa kembali untuk melaporkan hasil pengamatan mereka. Moo Myung melapor tidak ada sesuatu yang tampak mencurigakan. Laporan Hong Mae pun sama, dia cuma melihat Dae Gil dan yang lain bercanda tawa.


In Jwa mengeluarkan bunga azalea yang juga disebut bunga cheokchokhwa. Legenda mengatakan bahwa saat kaisar Dinasti Qing kehilangan kerajaannya di tangan pemberontak, kaisar berubah menjadi burung tekukur. Karena itulah bunga azalea ini adalah simbol air mata darah raja.


Jin Ki menilai Jeong Eui Ryang itu tidak sehat. Tapi In Jwa memberitahunya bahwa orang itu pemberontak Jeong yang akan menghancurkan Dinasti Lee. Karena itulah dia memerintahkan Jin Ki untuk membunuh Jeong jika dia melihat Jeong hendak mengkhianatinya. Tapi jika malam ini dan Eui Ryang bekerja sama maka mulai besok, Joseon akan terjungkir balik.


In Jwa mengikuti instruksi Eui Ryang untuk mengikuti aroma bunga pada jam minum-minum. Dia memetik bunga di jalan, menjatuhkannya lalu pergi. Setelah dia pergi, bunga itu dipungut oleh seseorang. In Jwa pergi ke suatu tempat.


Tapi di sana, ternyata dia dijebak oleh Dae Gil dan seketika itu pula beberapa pengawal kerajaan muncul mengepungnya.


Jin Ki pun sama. Saat mencari Che Gun, dia dikepung oleh Che Gun dan Pangeran Yeoning yang membawa beberapa pasukan. Sementara Hwang Gu ditangkap oleh kasim kembar dan lukisannya disita.

Flashback,


Saat Raja memerintahkan Dae Gil dan Pangeran Yeoning untuk menangkap In Jwa, Dae Gil memberitahu Raja bahwa dia pernah melihat pemberontak Jeong yang waktu itu bertemu dengan In Jwa dan mereka berdua sepakat untuk bertemu di tempat dan waktu yang sudah mereka tentukan. Karena itulah, Dae Gil mengusulkan sebuah rencana jebakan untuk menangkap In Jwa dan Eui Ryang.

Kembali ke masa kini,


Rencana Dae Gil akhirnya sukses dalam menangkap In Jwa dan anak-anak buahnya. Sayangnya, Eui Ryang berhasil kabur.

Saat Che Gun melaporkan penangkapan ini pada Raja, pertanyaan pertama yang Raja ajukan adalah bagaimana ekspresi In Jwa "Apa dia kelihatan tenang?"

Bersambung ke episode 16 - 2

No comments :

Post a Comment