May 21, 2016

Jackpot Episode 14 - 2


Yeon Hwa tidak terima dengan dugaan Pangeran Yeoning. Dia sangat yakin kalau Dae Gil adalah pembunuh ayahnya. bahkan untuk membuktikan tuduhannya, dia memberikan kartu judi yang dipegang ayahnya saat ia mati. Pangeran Yeoning mengembalikan kartu itu dan berjanji akan membuat pembunuh ayahnya Yeon Hwa membayar atas semua kejahatannya.




Dae Gil disiksa dan dipaksa untuk mengakui kejahatannya. Choi Sukbin datang untuk menghentikan mereka dan mengancam si pejabat untuk pergi. Dengan mata berkaca-kaca, Choi Sukbin bertanya apakah Dae Gil benar-benar membunuh orang.


Dae Gil heran melihat air mata Choi Sukbin tapi akhirnya dia menjawab "Tidak, saya tidak bersalah"

"Kalau begitu kenapa kau bisa sampai disini?"

Dae Gil benar-benar bingung kenapa Choi Sukbin menyelamatkannya dan bereaksi seperti ini. Choi Sukbin beralasan karena dia dengar Dae Gil adalah temannya Pangeran Yeoning satu-satunya. Dia lalu bertanya siapa kira-kira yang telah menjebak Dae Gil.

Dae Gil mengaku kalau dia mencurigai seseorang walaupun dia tidak terlalu yakin, dan orang yang dicurigainya itu adalah Sarjana Baek Myun. Choi Sukbin tentu saja langsung mengenalinya sebagai In Jwa. Teringat bagaimana dulu In Jwa hampir membunuh Dae Gil saat dia masih bayi, Choi Sukbin bersumpah dia tidak akan pernah memaafkan In Jwa "Apapun yang terjadi, akan kuakhiri hidupnya!"


Sambil menggenggam tangan Dae Gil, Choi Sukbin meminta Dae Gil untuk menunggu dan bersabar. Diam-diam dalam hatinya, ia menambahkan "Ibumu pasti melindungimu, apapun yang terjadi"


Setelah Choi Sukbin pergi, Pangeran Yeoning yang sedari tadi melihat segalanya, akhirnya keluar dari persembunyiannya. Teringat tentang informasi tanggal lahir seseorang yang dia temukan di kediaman ibundanya dulu, Pangeran Yeoning langsung menanyakan tanggal lahir Dae Gil.

Dae Gil tidak ingat tanggal kelahirannya, tapi dia lahir di bulan oktober tahun ayam. Dae Gil heran kenapa Pangeran Yeoning mendadak menanyakan masalah ini. Pangeran Yeoning tidak menjawabnya secara lantang. Tapi dalam hatinya dia berkata karena ini adalah kali pertamanya melihat ibundanya semarah itu.

"Dia seumuran kakakku yang mati, mereka terlahir di bulan yang sama. Baek Dae Gil apa mungkin kau..."


Moo Myung melapor pada In Jwa bahwa setelah Dae Gil dipenjara, Raja memanggil para pejabat dan para menteri untuk menanyai mereka tentang In Jwa. Tapi mereka semua tutup mulut. In Jwa yakin bahwa raja sudah tahu kalau dialah yang telah menjebak Dae Gil karena itulah dia menanyai para pejabat agar raja bisa menangkapnya.


Pangeran Yeoning hendak menemui raja tapi didepan pintu, dia dihadang oleh kasim kembar. Karena Raja saat itu sedang bertemu dengan Choi Sukbin yang meminta Raja untuk menyelamatkan Dae Gil. Tapi Raja memberitahu Choi Sukbin bahwa faksi Soron lebih menginginkan kematian Dae Gil. Penangkapan pembunuhan dan penyiksaan sering terjadi, lalu kenapa Choi Sukbin sampai harus pergi sendiri ke tempat itu.

"Anak itu sudah dewasa. Kau tidak perlu melibatkan diri dalam segala hal. Kau juga tahu. Baik dia hidup atau mati, aku yang akan mengurusnya. Jangan melibatkan dirimu lagi, mengerti? Kau akan terluka jika kau terlibat lebih jauh lagi"


Raja menggenggam tangan Choi Sukbin dan langsung tahu kalau Choi Sukbin sedang tidak sehat. Karena itulah, Raja menasehati Choi Sukbin untuk berdiam diri di kediamannya saja dan tidak usah kemana-mana. Setelah itu Raja keluar untuk menemui Pangeran Yeoning.


Raja membawa Pangeran Yeoning ke arena latihan panah dan bertanya apakah Pangeran Yeoning ingin menangkap In Jwa "Tangkap saja dia"

Saat Pangeran Yeoning protes karena tidak mungkin baginya untuk mendadak menangkap In Jwa tanpa alasan, Raja berkata bahwa dia tidak membutuhkan alasan "Alasan apa yang dibutuhkan seekor harimau untuk menangkap serigala? Tangkap saja dia dan cabik dia sampai koyak. Aku memberimu kesempatan"

Raja merasa kalau dia tidak perlu terlibat langsung untuk menangkap seseorang seperti itu. Karena itulah dia menyuruh Pangeran Yeoning menangkapnya saja, bahkan menyuruh Pangeran Yeoning untuk memanfaatkan Dae Gil untuk membantunya.


Setelah Pangeran Yeoning pergi, raja bertanya-tanya apa yang sedang Che Gun lakukan sekarang lalu menembakkan anak panahnya. Di rumahnya, Che Gun tiba-tiba tersentak bangun seolah merasakan ada seseorang yang sedang memanggilnya.


In Jwa memotong kunci peti besar dengan pedangnya lalu mengeluarkan sebuah stempel dan menyatakan bahwa sekarang adalah saatnya bagi mereka untuk bangkit setelah 20 tahun lamanya "Aku akan bangkit bersama kamerad ku yang telah bersembunyi di delapan kota"

Dia lalu menggunakan stempel itu untuk menyetempel lukisannya. Dan stempel itu berbunyi 'Moo Shin'. Dia lalu menyuruh Moo Myung untuk menyampaikan pesan pada Hwang Gu "Katakan padanya bahwa aku sudah datang"


Yeon Hwa mendatangi Dae Gil di penjara untuk mendengarkan pengakuan Dae Gil secara langsung kalau dialah yang telah membunuh ayahnya. Tapi Dae Gil menyangkal dan memberitahu Yeon Hwa bahwa pembunuh yang sebenarnya mungkin adalah orang yang akan mendapatkan keuntungan dari kematian Golsa? Jawabannya adalah In Jwa. Mungkin pula orang-orang yang menerima perintah In Jwa? Jawabannya adalah Jin Ki atau Moo Myung. Atau mungkin pula orang yang akan mendapatkan keuntungan dengan menjebaknya kedalam penjara.

Saat dia memberitahu Yeon Hwa bahwa dia tahu ada sesuatu yang Golsa sembunyikan di tangannya saat dia mati, Yeon Hwa menunjukkan kartu judi yang digenggam ayahnya saat dia meninggal dunia. Itu adalah bukti yang Yeon Hwa klaim sebagai bukti kuat bahwa Dae Gil lah pembunuh ayahnya.

Tapi Dae Gil berpikir lain. Kartu itu justru membuat Dae Gil menyadari siapa pembunuh Golsa yang sebenarnya. Kartu itu bukan menunjuk padanya tapi orang sebelum dia, seseorang yang terlebih dulu pernah mengalahkan Golsa dalam permainan kartu, si Algojo.

Flashback,


Pada malam pembunuhan itu, memang Algojo lah yang datang menemui Golsa. Tanpa basa basi, dia memberitahu Golsa untuk tidak saling mendendam. Golsa langsung tahu apa niatnya. Dia berusaha melawannya tapi Algojo berhasil menyayat lehernya dengan mudah. Dia langsung pergi setelah itu dan Golsa mengambil salah satu kartu judinya sebelum dia sekarat.

Kembali ke masa kini,


Yeon Hwa tidak percaya dengan dugaan Dae Gil dan menuntut Dae Gil untuk memberikannya bukti. Saat Dae Gil berkata kalau dia akan mencari bukti dulu, Yeon Hwa langsung menuduhnya ingin keluar dari masalah ini tanpa bukti.

Dae Gil heran mendengar tuduhan Yeon Hwa, dia jadi bertanya-tanya apakah Yeon Hwa ingin meyakininya sebagai pembunuh ayahny? Ataukah Yeon Hwa akan tetap mendendam padanya terlepas siapapun yang membunuh ayahnya? Ataukah Yeon Hwa takut pada si Algojo?

"Sepertinya kau tidak tahu. Algojo bukan cuma penjudi, dia juga seorang pembunuh bayaran dan pemimpin kelompok pembunuh"

"Jadi, apa kau akan diam saja dan tidak melakukan apapun hanya karena kau takut padanya?"

Yeon Hwa bersikeras menolak dugaan Dae Gil. Dia sangat yakin kalau Dae Gil sengaja menuduh Algojo sebagai pembunuh ayahnya lalu setelah itu dia akan membunuh Algojo. Dia akan tetap meyakini Dae Gil sebagai pembunuh ayahnya kecuali Dae Gil memiliki bukti kuat untuk melawan tuduhannya.

"Aku pasti akan mengubah pikiranmu itu" janji Dae Gil.



Tepat saat itu juga, Pangeran Yeoning datang untuk membebaskan Dae Gil. Yeon Hwa tentu saja tak percaya mendengarnya. Dae Gil dengan santainya berkata "Bukankah aku sudah bilang? Aku adalah orang yang sangat beruntung"

Setelah mengganti bajunya, Dae Gil berkata bahwa dia akan menagih permintaan maaf Yeon Hwa setelah dia menangkap pembunuh yang sebenarnya.


Algojo menemui In Jwa yang berterima kasih padanya karena berkat Algojo membunuh Golsa dan memenjarakan Dae Gil lah, dia sekarang berhasil menguasai perdagangan di Mapo.

Flashback,


Setelah Dae Gil berhasil mengalahkan Golsa, In Jwa menawarkan sepeti uang untuk Algojo sebagai bayaran untuk membunuh Golsa dan menjebak Dae Gil agar Dae Gil tidak bisa menguasai perdagangan di Mapo. In Jwa bahkan sengaja memprovokasi Algojo dengan memberitahu Algojo bahwa Seol Im sekarang tinggal bersama Dae Gil.

Kembali ke masa kini,


In Jwa memberitahu Algojo bahwa Dae Gil mungkin akan mengunjungi Algojo malam ini karena dia sudah tahu kalau Raja sudah membebaskan Dae Gil. Algojo jadi bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan Dae Gil dengan Raja. In Jwa tidak memberitahukan detilnya dan hanya berkata kalau hubungan Raja dan Dae Gil cukup dalam.

In Jwa lalu memberikan sebuah surat untuk Algojo dan memberitahunya bahwa dia sudah memanggil seseorang untuk membantu Algojo "Malam ini pasti akan sangat ribut"


Pangeran Yeoning membawa Dae Gil menemui Raja yang memerintahkan Dae Gil untuk menangkap pembunuh yang sebenarnya sebelum jam tengah malam berbunyi. Dae Gil menerima perintahnya dan berjanji bahwa dia pasti akan menangkap si pembunuh sebelum jam tengah malam.

Raja lalu berpaling pada Pangeran Yeoning dan bertanya bagaimana kalau Dae Gil gagal menjalankan misinya. Bagaimana Pangeran Yeoning akan bertanggung jawab nantinya. Karena Pangeran Yeoning sendiri yang ingin terlibat dalam kasus ini, jadi dia pula yang harus bertanggung jawab.


"Saya akan melepaskan segalanya"

"Segalanya? Apa kau masih ingat diskusi kita yang sebelumnya?"

Diskusi mereka saat Raja bertanya apakah Pangeran Yeoning bersedia mengorbankan hidupnya demi Dae Gil? Apa dia bersedia mengorbankan tahtanya demi rakyat?

"Saya mengingatnya, Yang Mulia"

"Begitu?" Raja tampak cukup terkejut dengan ucapan Pangeran Yeoning "Jadi kau akan melepaskan segalanya? Menarik sekali"

Raja memperingatkan Dae Gil bahwa jika dia sampai gagal maka besok. Begitu matahari terbit, dia akan dihukum mati.


Setelah mereka keluar, Pangeran Yeoning cemas apakah Dae Gil akan bisa melakukannya apalagi kali ini dia benar-benar akan sendirian. Dia lalu mengembalikan pedangnya Dae Gil dan memperingatkan Dae Gil untuk tidak terlambat. Dae Gil meyakinkan Pangeran Yeoning untuk tidak cemas, dia pasti tidak akan terlambat.


Dia lalu berjalan pergi. Tapi sesaat kemudian, dia menoleh kembali karena sekarang dia ingat dengan tanggal kelahirannya "6 Oktober tahun ayam"

Dia lalu pergi meninggalkan Pangeran Yeoning yang hanya bisa membeku disana, tercengang menyadari tanggal kelahiran Dae Gil sama persis dengan tanggal kelahiran kakaknya yang terlahir prematur. Teringat reaksi ibundanya saat melihat Dae Gil disiksa, Pangeran Yeoning bertanya-tanya "Baek Dae Gil... apa kau benar-benar hyung ku?"


Raja sedang membaca di singgasananya, In Jwa mengeluarkan stempel Moo Shin. Sementara Algojo sedang menunggu kedatangan Dae Gil dan para pengawalnya berjaga di luar.



Dae Gil akhirnya muncul tak lama kemudian. Dan bahkan sekalipun dia sedang membelakanginya, Algojo bisa merasakan kehadiran Dae Gil.

"Kau cepat sekali datang" ujarnya sambil berpaling menatap Dae Gil.

Bersambung ke Jackpot Episode 15

2 comments :