April 4, 2016

Marriage Contract Episode 9 - 1


Kamar Mi Ran kosong saat Hye Soo tiba disana. Satu-satunya yang dia temukan hanyalah jaket Mi Ran yang sudah terlipat rapi dan di atasnya ada sebuah surat yang ditinggalkan Mi Ran. Surat itu ditujukan untuk Hye Soo. Dalam suratnya, Mi Ran berkata bahwa sebaiknya mereka melupakan operasinya. Dia meminta Hye Soo untuk pulang saja dan berjanji akan menghubungi Hye Soo nanti.




Cemas, Hye Soo langsung keluar dan bertemu dengan pelayannya Mi Ran yang memberitahunya bahwa kemarin Sung Kook mampir kemari, dia tidak tahu apa-apa tapi sejak saat itu dia memperhatikan wajah nyonyanya tampak tidak terlalu baik. Hye Soo mencoba menghubunginya tapi teleponnya Mi Ran tidak bisa dihubungi.


Ji Hoon sementara itu sedang presentasi tentang bisnis restoran yang sekarang sudah menjadi budaya dalam masyarakat dan presentasinya itu cukup memukau para penontonnya termasuk ayahnya. Hanya Jung Hoon seorang yang tampak bersungut-sungut kesal dan terpaksa bertepuk tangan hanya karena ayahnya bertepuk tangan.


Setelah rapat usai, Jung Hoon langsung menghadangnya di tengah jalan dan melabraknya tentang permasalahan di antara mereka. Ia menuntut Ji Hoon untuk minta maaf padanya, tanpa mempedulikan orang-orang dan para direktur yang sedang menonton mereka. Untunglah Sung Kook cepat datang dan menghentikan mereka.


Ji Hoon tiba-tiba ditelepon ibunya. Dia langsung cepat-cepat mengangkat telepon itu. Mi Ran memberitahunya bahwa dia memutuskan untuk tidak jadi melakukan operasi. "Dengankan aku, Ji Hoon-ah. Aku memutuskan untuk menjalani hidupku sendiri, tak peduli berapa hari sisa hidupku. Kau sudah berusaha keras, maafkan aku."

Ji Hoon kaget mendengarnya. Dia bertanya dimana Mi Ran sekarang. Mi Ran sedang berada di pelabuhan saat itu, tapi dia tidak memberitahu dan hanya meminta Ji Hoon untuk tidak usah cemas, dia tidak akan membunuh dirinya sendiri. Dia hanya pergi ke tempat yang udaranya sejuk untuk memikirkan sesuatu yang baik dan makan makanan enak. Dia ingin hidup dengan nyaman dan tenang sebelum dia pergi. Dia ingin menjalani sisa hidup yang dianugrahkan langit padanya lalu setelah itu dia akan pergi.

"Saat aku pergi nanti, aku akan meneleponmu. Kau juga sebaiknya melupakan segalanya dan lanjutkanlah hidupmu"

"Apa Ibu bercanda? Kenapa Ibu tidak mau operasi? Apa Ibu tahu apa yang telah kualami demi semua ini?"

"Hiduplah dengan baik. Ibu sangat berterima kasih," ucap Mi Ran sebelum dia mematikan teleponnya lalu naik ke kapal. Sepanjang perjalanan, Mi Ran memikirkan kata-kata Sung Kook yang mengatainya parasit yang selalu  menggantungkan hidupnya pada orang lain.

Hye Soo termenung didepan kamar operasi yang seharusnya dijalaninya hari ini. Sesaat kemudian, dia di-SMS Ji Hoon yang memberitahunya tentang pembatalan operasi. Hye Soo ragu ingin meneleponnya, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk membatalkannya dan pergi.


Ji Hoon pergi ke rumah ibunya yang sekarang kosong. Dia ditelepon Na Yeon tapi dia tidak punya mood untuk mengangkat telepon itu. Mengira Ji Hoon hanya sedang sibuk, Na Yeon meninggalkan voicemail dan mengajak Ji Hoon untuk makan malam bersama besok.


Ji Hoon merenung sedih di sana sepanjang hari. Malam tiba saat akhirnya dia memutuskan untuk pergi. Tapi di atas meja, dia melihat pigura foto masa kecilnya bersama Mi Ran. Foto itu adalah satu-satunya foto keluarga yang Mi Ran miliki.

Foto yang sengaja Mi Ran tinggalkan disana sebelum dia pergi. Ji Hoon teringat bagaimana dulu Mi Ran begitu ingin bisa berfoto keluarga bersamanya dan anak istrinya. Ji Hoon langsung melempar foto itu sampai kaca piguranya pecah lalu pergi.


Dia lalu pergi menemui Sung Kook dimana Sung Kook memberitahunya bahwa presentasinya banyak mendapat tanggapan positif dan karenanya dia akan dipromosikan sebagai direktur. Tapi Ji Hoon tampak tidak senang sedikitpun.

Saat Sung Kook membahas tentang Mi Ran yang kabarnya melarikan diri dari operasinya, Ji Hoon langsung bertanya apakah Sung Kook pernah menemui ibunya. tentu saja Sung Kook menolak dituduh sebagai penyebab kepergian Mi Ran, malah menuduh Mi Ran menyusahkan orang lain saja. Dia menyuruh Ji Hoon untuk tidak usah mempedulikan Mi Ran, kalau dia memutuskan untuk mati yah biarkan saja. Lalu dia menyuruh Ji Hoon untuk segera mempercepat perceraiannya dengan Hye Soo.

Ji Hoon meminta ayahnya untuk mengizinkannya pergi selama 2 hari untuk mencari ibunya. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya dan berjanji akan mengurus perceraiannya dengan Hye Soo setelah dia kembali nanti. Walaupun tidak terlalu setuju tapi Sung Kook akhirnya mengizinkannya.


Hye Soo sedang menidurkan Eun Sung di toko Joo Yeon malam itu. Dia masih terus berusaha menghubungi Mi Ran tanpa hasil. Sementara Joo Yeon terus menerus menggerutui kedua ibu dan anak itu, dia heran kenapa Ji Hoon malah tidak mau datang ke operasi ibunya sendiri. Hye Soo langsung membelanya karena dia yakin kalau Ji Hoon pasti punya alasan sendiri. Joo Yeon heran, apa Hye Soo masih punya perasaan pada pria itu. Hye Soo menyangkalnya dan beralasan kalau dia cuma cemas saja.

"Lagipula dia sudah punya pacar jadi jangan bicara yang aneh-aneh."

"Apanya yang aneh? Lagipula dia itu pria beristri, apa maksudmu dia punya pacar? Apa suamimu itu berselingkuh?!" bentak Joo Yeon sampai membuat Eun Sung terbangun.


Ji Hoon datang saat itu dan melihat Hye Soo sedang meninabobokan Eun Sung. Begitu dia meneleponnya, Hye Soo sontak mengangkatnya dan bertanya cemas apakah dia sudah menemukan Mi Ran. Ji Hoon menjawabnya dengan mengetuk kaca toko. Hye Soo langsung tersenyum senang melihat kedatangannya.


Mereka kemudian keluar bersama. Hye Soo memperhatikan wajah sedih Ji Hoon hingga dia jadi cemas. Dia langsung bertanya-tanya tentang Mi Ran. Apakah Mi Ran sedang kesusahan sekarang? Dimana dia sekarang? Apa dia sudah kembali ke rumah sakit? Ji Hoon hanya tersenyum tipis. Hye Soo lega karena senyuman Ji Hoon itu artinya Mi Ran baik-baik saja. Dia mengaku tadinya dia sangat cemas dan takut kalau Mi Ran punya pikiran buruk.

"Hye Soo-ssi, anggaplah ini yang terakhir kalinya, bisakah kau membantuku?"

"Apa?"

"Aku ingin menemui ibuku. Bisakah kau ikut denganku? Ayo pergi bersama. Bersama Eun Sung juga"


Mi Ran kembali ke kampung halamannya. Dan tempat pertama yang kunjunginya adalah makam kedua orang tuanya. Oppanya datang tak lama kemudian setelah dia mendengar kabar kedatangan Mi Ran. Dia langsung marah-marah melabrak Mi Ran karena berani kembali kemari setelah semua hal yang dilakukannya dulu.

Mi Ran menyapanya dan memanggilnya oppa. Tapi dendam oppanya pada Mi Ran sangat besar hingga dia menolak dipanggil seperti itu, bahkan menyatakan kalau dia tidak punya adik seperti Mi Ran jadi sebaiknya Mi Ran pergi saja dari makam kedua orang tuanya.

Mi Ran bersikeras tidak mau pergi karena dia ingin menyapa kedua orang tuanya dulu sebelum dia pergi. Tapi oppanya tetap bersikeras memaksanya pergi dan mengklaim kalau orang tuanya tidak membutuhkan salam dari Mi Ran.


Saat dia berusaha mendorongnya pergi, Mi Ran langsung berteriak marah kenapa dia bahkan tidak boleh menyapa kedua orang tuanya sendiri. Dia mengerti seberapa besar dosa yang sudah diperbuatnya, tapi apakah hanya karena itu dia tidak boleh menyapa orang tuanya sendiri?

Oppanya langsung tertawa sinis mendengarnya. Mi Ran rupanya mengerti juga tentang dosa. Dia tidak pernah datang membantu pemakaman mereka, lalu kenapa juga sekarang dia datang kemari dan bersikap sok berbakti. Ah, dia tahu. Mi Ran datang kemari pasti untuk memohon padanya untuk menjadi donor transplantasi untuknya. Dia sudah menolak putranya jadi Mi Ran terpaksa harus datang sendiri kemari dan memohon padanya.

"Kenapa? Apa sekarang kau sadar setelah kematianmu sudah dekat?"

Mi Ran meyangkalnya dan meyakinkannya untuk tidak cemas karena dia tidak akan melakukan itu. Oppanya tetap tidak percaya, dengan kesalnya dia memberitahu Mi Ran bahwa dia tidak akan pernah mau membantu Mi Ran.


Dia terus berusaha menarik Mi Ran pergi dari sana. Tapi Mi Ran menolak dan bersikeras akan tetap disini, dia akan mati disini, didekat kedua orang tuanya. Dia bahkan mengancam akan bunuh diri sekarang juga kalau oppanya memaksanya terus.


Ji Hoon pergi bersama Hye Soo dan Eun Sung yang sangat terkagum-kagum melihat pemandangan laut dan pulau di ujung laut yang baru dilihatnya. Tapi, mereka mau kemana? tanya Eun Sung. Hye Soo memberitahunya bahwa mereka akan pergi menemui ibunya ahjussi.

"Ibunya ahjussi?"

"Iya, ibunya ahjussi, nenek. Nenek sedang tidak enak badan. Jadi kita harus menemuinya dan membuatnya bahagia"

"Kalau kita melakukan itu, apa dia akan membaik?"

"Tentu saja. Kalau kita membuatnya bahagia maka dia akan sembuh. Lalu setelah dia sembuh, kita harus bilang 'ayo pergi bersama, Nenek'. Kita harus membawanya kembali, oke?"


Mereka baru saja tiba di pelabuhan, tapi langsung mendapatkan pemandangan tak menyenangkan. Pamannya Ji Hoon sedang menyeret Mi Ran, memaksanya untuk masuk kapal dan mengusirnya dari desa ini. Saat mereka melihat Ji Hoon, pamannya langsung menyuruh Ji Hoon untuk membawa ibunya ini pergi.

Mi Ran ingin berusaha melarikan diri tapi dia tidak bisa melepaskan genggaman erat oppanya. Akhirnya dia hanya bisa protes, kenapa Ji Hoon datang kemari dan kenapa juga dia membawa orang lain juga. Oppanya tidak mau tahu permasalahan mereka dan langsung mendorong Mi Ran ke Ji Hoon. Tapi Mi Ran malah langsung melarikan diri.


Oppanya ingin mengejar. Tapi Ji Hoon cepat-cepat menghentikannya lalu memperkenalkan Hye Soo dan Eun Sung sebagai istri dan anaknya. Tapi paman Ji Hoon terus menerus berpikiran buruk dan mengira Ji Hoon membawa seluruh keluarganya untuk memohon bantuannya menyelamatkan Mi Ran. Ji Hoon menyangkalnya dan meyakinkan pamannya kalau dia tidak akan meminta hal itu lagi.


Mereka mengejar Mi Ran sampai ke taman bunga. Eun Sung senang melihat bunga-bunga indah disana dan langsung masuk ke taman bunga tanpa menyadari keributan diantara orang-orang dewasa di sekitarnya.


Mi Ran terus marah-marah pada Ji Hoon, tidak mengerti kenapa Ji Hoon datang kemari padahal dia sudah jelas-jelas bilang kalau dia tidak mau operasi.

Dia meyakinkan Ji Hoon untuk tidak mencemaskannya karena dia sudah menyewa tempat dan seorang suster di rumah sakit terdekat. Dia terus berusaha meyakinkan Ji Hoon bahwa dia baik-baik saja sekarang, dia sangat senang dan nyaman disini. Dia merasa begitu hidup saat dia menghirup udara laut di kampung halamannya ini. Karena itulah, dia memohon pada Ji Hoon untuk pergi.


Ji Hoon langsung kesal padanya. "Dengar Bu, Nyonya Oh Mi Ran! Apa kau tidak bisa membayangkan betapa takut dan sedihnya aku saat ini?! Aku datang membawakan hadiah terakhir untuk Ibu. Ibu bilang sangat berharap untuk memiliki sebuah foto keluarga, bukan? Fotomu bersama putramu, menantumu dan cucumu. Mari kita semua berkumpul bersama dan berfoto, foto keluarga. Kita mungkin keluarga palsu, tapi kita tetaplah keluarga."


Ia memandang Hye Soo dan Eun Sung yang bermain dengan bunga-bunya. "Memang ini lucu sekali. Ibu bahkan bukan ibuku secara hukum (di kartu keluarga). Tapi wanita itu, adalah istriku secara hukum. Aku tidak akan memaksa ibu kembali bersamaku, tapi mari kita semua bermalam bersama."


Na Yeon pergi ke restoran untuk mencari Ji Hoon tapi malah diberitahu kalau Ji Hoon pergi untuk urusan bisnis. Dia langsung curiga lalu menanyakan tentang Hye Soo. A Ra memberitahunya bahwa Hye Soo pergi bertugas ke hotel di Jeju. Tapi Chef Kong berkata lain, dia memberitahu Na Yeon kalau Hye Soo pergi bersama Ji Hoon tadi pagi dan mereka juga pergi bersama anaknya Hye Soo.

Na Yeon shock mendengarnya. Semua ini membuatnya mulai mengingat reaksi Hye Soo saat dia memberitahu Hye Soo tentang dia dan Ji Hoon yang akan balikan dan kemarahan Ji Hoon saat Jung Hoon hampir melecehkan Hye Soo malam itu.


Hye Soo dan Eun Sung menari-nari dan menyanyi untuk menghibur Mi Ran. Tapi Mi Ran tidak tersenyum sedikitpun. Pasutri pemilik kedai datang tak lama kemudian dengan membawakan kepiting rebus untuk mereka. Mereka menggendong Eun Sung dan mengomentari betapa miripnya Eun Sung dengan ayahnya (Ji Hoon) dan neneknya dan betapa serasinya keluarga mereka.


Seung Joo menelepon Joo Yeon untuk menanyakan masalah operasinya. Dia langsung tak senang saat Joo Yeon memberitahunya bahwa operasinya ditunda. Dia curiga jangan-jangan orang-orang itu sedang merencanakan sesuatu jika tidak kenapa juga mereka menunda operasinya.

Young Hee tak sengaja mendengar bagian tentang penundaan operasi dan langsung menuntut penjelasan Seung Joo, Hye Soo akan dioperasi apa? Dia sakit apa? Seung Joo dengan canggung menyangkalnya dan berkata kalau Hye Soo cuma operasi usus buntu.


Tapi Young Hee tidak percaya, sekarang dia mengerti tentang ucapan Eun Sung yang pernah berkata kalau ibunya akan pergi untuk urusan bisnis selama 10 hari. Itu pasti cuma alasan agar Hye Soo bisa operasi tanpa membuat Eun Sung cemas. Tapi kalau dia cuma operasi usus buntu, kenapa musti sampai harus sampai 10 hari.

Dia terus menuntut Seung Joo untuk mengatakan yang sebenarnya, apa sebenarnya sakit yang diderita Hye Soo? Apa dia memiliki penyakit yang mematikan? Tapi Seung Joo bersikeras kalau Hye Soo cuma operasi usus buntu dan beralasan bahwa operasinya memang bisa memakan waktu 10 hari kalau penyakitnya cukup parah.


Na Yeon pergi menemui Sung Kook dan meminta Sung Kook untuk jujur padanya dan menjelaskan apa sebenarnya hubungan Ji Hoon dengan Hye Soo. Ji Hoon tidak pernah memberitahu apapun padanya dan karena itulah dia ingin tahu semuanya. Dia sangat cemas apalagi Ji Hoon sedang bersama Hye Soo sekarang. Sung Kook kaget mendengar Ji Hoon pergi bersama Hye Soo.


Eun Sung cemas melihat neneknya sepertinya tidak bahagia. Mereka harus bagaimana sekarang untuk membuat nenek bahagia? Ah, dia punya ide lalu meminta Hye Soo untuk mengeluarkan makeupnya. Hye Soo mengeluarkan tas makeupnya tapi bingung apa yang mau Eun Sung lakukan. Eun Sung mengambil sebuah pensil alis lalu mengarahkannya ke wajah ibunya. Hmm... apa yah rencana Eun Sung?


Mi Ran masih ngambek bahkan terus bersikeras memaksa Ji Hoon keluar dari kamar penginapannya. Tapi tiba-tiba Hye Soo dan Eun Sung muncul dari jendela dengan wajah bergambar kumis kucing sambil mengeong-ngeong. Ide Eun Sung sukses membuat Mi Ran akhirnya tertawa.

Hye Soo membantu menggendong Eun Sung masuk lalu menyuruh Eun Sung untuk menghibur neneknya dengan menceritakan berbagai kisah lucu sementara dia sendiri akan keluar untuk membeli snack. Hye Soo langsung pergi tanpa cuci muka dulu. Menyadari hal itu, Ji Hoon langsung keluar menyusulnya.


Hye Soo masuk ke sebuah toko tapi baru beberapa detik memegang sebungkus snack, dia menjatuhkannya karena tangannya tak kuat memeganginya. Hye Soo langsung cemas mendapati tangannya gemetaran yang merupakan salah satu gejala penyakitnya. Dia bertemu Ji Hoon saat dia baru keluar toko tapi bersikeras tidak mau menyerahkan belanjaannya itu pada Ji Hoon.


"Kau si imut atau si gendut?" kata Ji Hoon mengingatkan Hye Soo tentang wajahnya yang masih bergambar kumis kucing. Hye Soo tersadar dan berbalik untuk bercermin di kaca toko. Ia langsung malu melihat bayangannya sendiri.

Bersambung ke episode 9 - 2

2 comments :