April 2, 2016

Marriage Contract Episode 8 - 2


Ji Hoon mendapat telepon dari ayahnya. Mendengar suara Ji Hoon yang terdengar lemas, Sung Kook heran, bukankah Ji Hoon sekarang sedang bersama wanita yang dia sukai. Ji Hoon tidak mengatakan apa yang sebenarnya dia rasakan, dia hanya menjawab kalau dia sangat bersyukur dengan apa yang terjadi padanya.




Sung Kook pun dengan bangga berkata kalau seharusnya Ji Hoon berlutut dan bersyukur karena mendapat berkah seperti itu. Dia kemudian menyuruh Ji Hoon untuk pelan-pelan menjelaskan semuanya pada Na Yoon dan untuk urusan orang tua Na Yoon, Sung Kook sendiri yang akan mengurusnya. 


Setelah menutup telepon dari ayahnya, Ji Hoon melihat Hye Soo dan Eun Sung masuk ke dalam rumah mereka. Dia mendengar Eun Sung yang ingin tidur bersama kucing-kucingnya malam ini saja karena udara di luar dingin, namun Hye Soo melarang.


Hye Soo sedang membuang sampah saat Manager Park muncul dan kemudian mengajaknya bicara. Mereka berdua bicara di luar restoran agar tak ada yang mendengar. Manager Park berbisik kalau dia sudah memberitahu semua pegawai kalau Hye Soo akan dikirim ke Pulau Jeju untuk bekerja sebagai mitra sebuah hotel.

Dia juga  menambahkan kalau semua yang dia katakan bukanlah hal yang bohong, karena mereka memang membuka cabang di Pulau Jeju. Selain itu, mereka tidak bisa mengatakan kalau Hye Soo tiba-tiba berhenti, karena itu akan membuat semuanya curiga dan Hye Soo malah akan ketahuan. Hye Soo setuju dengan rencana itu. 

“Ketika tubuhmu pulih, kau bisa kembali bekerja. Aku pastikan akan ada posisi untukmu,” janji Manager Park dan Hye Soo berterima kasih. Manager Park menjawab kalau Hye Soo tak perlu berterima kasih padanya, karena semua itu Ji Hoonlah yang mengaturnya. Jadi, Hye Soo seharusnya berterima kasih pada Ji Hoon. 


Tepat disaat itu Na Yoon datang dan memanggil Hye Soo. Dia memberitahu Hye Soo kalau dia dan teman-temannya datang untuk mengadakan pesta setelah konser mereka. Karena banyak yang akan mereka bicarakan, Na Yoon mengajak Hye Soo bicara sebentar. 


Mereka sekarang sudah duduk bersama di bangku taman. Na Yoon blak-blakan mengatakan kalau dia sudah tahu tentang hubungan Hye Soo dan Ji Hoon yang hanya pura-pura. Walaupun penasaran dengan cerita lengkapnya, namun Na Yoon sudah bersedia menunggu sampai Ji Hoon menceritakan semuanya. 

“Siapa namamu?” tanya Na Yoon.

“Aku, Kang Hye Soo,” jawab Hye Soo.

“Hye Soo-shi, aku Seo Na Yoon. Kau tahu siapa aku kan? Kau sudah mendengarkan pembicaraan kami,” ucap Na Yoon dan Hye Soo hendak menjelaskan situasi yang sebenarnya pada saat itu. Namun Na Yoon tak mau mendengarnya karena dia dan Ji Hoon akan kembali berkencan. 

Hye Soo terlihat kecewa, namun dia berusaha memperlihatkan ekspresi senang dan memberikan ucapan selamat pada Na Yoon. Dia juga memberitahu Na Yoon, kalau wanita yang Ji Hoon sukai hanyalah Na Yoon. Dengan alasan masih banyak pekerjaan, Hye Soo pun pamit pergi. 


Na Yoon sudah bersama teman-temannya. Di dapur, Hye Soo terus melihat ke arah Na Yoon. Tiba-tiba Chef Kong bertanya apa Hye Soo sudah menyembunyikan sesuatu, tentu saja Hye Soo bingung dengan pertanyaan itu.

“Ada apa dengan penugasan tiba-tiba ke Pulau Jeju? Haruskah aku mengucapkan selamat padamu?” tanya Chef Kong dan Hye Soo tak bisa menjawab. 


Tepat disaat itu A Ra muncul dan bertanya apa pasta krimnya belum selesai. Dengan ketus Chef Kong menjawab belum. A Ra lalu berkata pada Hye Soo kalau Na Yoon dan teman-temannya sangat cantik, mereka seperti dewi. Hye Soo tak menjawab, dia hanya melihat ke arah Na Yoon. 


Ji Hoon datang dan Manager Park langsung memberitahunya kalau Na Yoon datang. Hye Soo juga melihat kedatangan Ji Hoon, namun Ji Hoon tak sedikitpun melihatnya. Ji Hoon hanya berjalan lurus menuju Na Yoon. 


Na Yoon kemudian memperkenalkan Ji Hoon pada teman-temannya sebagai pemilik restoran tempat mereka makan sekarang. “Dia teman lamaku. Sahabatku saat aku belajar di luar negeri,” tambah Na Yoon dan menggandeng tangan Ji Hoon. Ji Hoon sendiri tak nyaman di gandeng seperti itu oleh Na Yoon, jadi secara halus Ji Hoon melepaskannya. Teman-teman Na Yoon kemudian mengajak Ji Hoon bergabung dengan mereka. 


Dari dapur, Hye Soo terus menatap kearah mereka dengan tatapan tak senang. Melihat Hye Soo yang tak focus bekerja, Chef Kong pun menegurnya. Seung Joo juga melihat Ji Hoon dan Na Yoon, dia kemudian menemui Hye Soo dan mengajaknya bicara di luar. 


Di luar, Seung Joo meminta Hye Soo pulang dan istirahat karena sebentar lagi Hye Soo akan di rawat di rumah sakit. Namun Hye Soo menolak dengan alasan kalau masih banyak kerjaan yang harus dia selesaikan. 

Seung Joo lalu mengatai Ji Hoon yang terus bersenang-senang padahal ibunya akan dioperasi besok. Dia juga berkata kalau Hye Soo tak beruntung dalam memilih seorang suami. Hye Soo tertawa kecil mendengar ucapan Seung Joo.

“Itu hal paling lucu yang pernah kau katakan,” ucap Hye Soo dan memukul dada Seung Joo. 

Seung Joo kemudian bertanya tentang Eun Sung dan Hye Soo menjawab kalau dia akan tinggal sementara waktu bersama Joo Yeon. Seung Joo terlihat tak senang dengan keputusan yang Hye Soo ambil, namun dia tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya. Jadi dia berkata kalau dia tak mau perduli lagi dengan apa yang Hye Soo lakukan dan apa yang akan terjadi pada Hye Soon nanti. 

Berada di luar sendirian dan melihat Ji Hoon sedang bersenang-senang dengan Na Yoon membuat Hye Soo sedih. Euum… apakah Hye Soo mulai suka dengan Ji Hoon dan sekarang dia merasa cemburu? Entahlah… kita lanjut saja sinopsisnya.


Young Hee sedang melayani pembeli dan kebetulan yang membeli adalah anak perempuan berusia 7 tahun bersama ibunya. Dia terus menatap anak perempuan itu sampai anak perempuan itu bertanya kenapa Young Hee terus menatapnya. Young Hee pun menjawab karena anak perempuan itu cantik.

Tepat disaat itu Seung Joo datang dan melihat Young Hee sangat menyukai anak perempuan itu, sampai-sampai Young Hee memberi gratisan sepasang sarung tangan. 


“Bibi.. bibi!” panggil Seung Joo sampai dua kali karena Young Hee terus menatap kepergian anak perempuan tadi. Melihat sikap Young Hee seperti itu, Seung Joo pun tahu apa yang sedang bibi-nya itu pikirkan. Diapun mengajak Young Hee menemui Eun Sung. 


Mereka berdua pergi  ke toko Yeon Joo karena disana ada Eun Sung. Saat melihat Eun Sung, Young Hee hanya diam saja, dia mematung. Seung Joo lalu memberitahu Eun Sung kalau Young Hee sangat ingin menemui Eun Sung karena Eun Sung sangat cantik. Saat Seung Joo ingin memberitahu siapa Young Hee sebenarnya, Young Hee langsung melarangnya. 

“Apakah kau sudah makan malam?” tanya Young Hee dan Eun Sung menjawab sudah. 


Mereka berempat kemudian masuk ke rumah Yeon Joo, agar Young Hee lebih leluasa bersama Eun Sung. Young Hee bertanya apa Eun Sung selalu berada di tempat Yeon Joo setiap malam dan Yeon Joo menjawab tidak. Malam ini, Hye Soo mengatakan akan terlambat menjemput Eun Sung. 

“Dia sudah banyak merepotkan temannya ini,” ucap Young Hee dan Yeon Joo menjawab tidak, karena Yeon Joo tak ada kerjaan di malam hari dan selain itu Hye Soo juga selalu membawa oleh-oleh untuknya. 


Young Hee lalu memandangi Eun Sung yang sedang makan apel. Dia kemudian berkata kalau mata dan bibir Eun Sung mirip dengan ayahnya. Mendengar itu, Eun Sung bertanya apa Young Hee kenal dengan ayahnya dan Young Hee mengiyakan. Bahkan dia mengaku kalau dia sering bertemu dengan ayah Eun Sung saat ayah Eun Sung masih hidup. 


Seung Joo lalu mengajak Young Hee pulang, namun Young Hee menolak, karena dia masih ingin ngobrol dengan Eun Sung. 

“Eun Sung-a, cepatlah tumbuh besar. Berbaktilah kepada ibumu,” ucap Young Hee dan Eun Sung mengiyakan karena ibunya juga sering mengatakan kalimat itu. 

“Aku berjanji untuk tumbuh sebanyak ini setelah perjalanan bisnis. Lalu ibu berkata kalau kali ini dia akan memberiku 10 lembar stiker!” ucap Eun Sung.

“Perjalanan bisnis? Ibumu pergi melakukan perjalanan bisnis?” tanya Young Hee. Yeon Joo dan Seung Joo terlihat panik mendengar pertanyaan itu, mereka takut kalau sampai Young Hee mencari tahu yang sebenarnya. 

“Oh, itu karena Hye Soo bekerja sangat keras di restorannya. Benar kan Seung Joo?” tanya Yeon Joo meminta dukungan dan Seung Joo hanya mengangguk lalu mengajak Young Hee pulang. Namun Young Hee masih belum mau pulang. 

Young Hee lalu bertanya tentang pria yang akan menjadi ayah Eun Sung. Apa dia pria yang baik? Apa Eun Sung hidup dengan baik bersama ibunya? Belum sempat Eun Sung menjawab, Seung Joo mengajak Young Hee pulang lagi. Sama seperti sebelumnya, Young Hee menolak di ajak pulang.


Young Hee membelai pipi Eun Sung dan Eun Sung sendiri hanya sibuk makan apel. Euuum... Eun Sung emang imut banget.


Kita kembali ke restoran “Promise” dimana Hye Soo dan Na Yoon bertemu lagi. Mereka tak sengaja bertemu di toilet. Sebagai pegawai restoran yang baik, Hye Soo pun bertanya apa Na Yoon menikmati makanannya dan Na Yoon menjawab iya, bahkan teman-temannya juga menyukai makanannya. 

Hye Soo terlihat canggung dan dia terus melihat ke arah Na Yoon. Na Yoon sendiri menyadarinya dan dia hanya tersenyum.


“Apakah kau sudah lama bekerja disini?” tanya Na Yoon dan Hye Soo menjawab belum terlalu lama. Tepat disaat itu, A Ra muncul dan menyapa Na Yoon. Entah sengaja atau tidak, di depan A Ra, Na Yoon memberikan handuk kotor pada Hye Soo dan meminta Hye Soo membersihkannya. 


“Ahjumma, kau selalu memandangi direktur, kau pasti sangat kesal.bagaimana ya? Wanita cantik itu adalah kekasihnya,” ucap A Ra memanas-manasi Hye Soo.

“Kau benar. Aku harus bagaimana selain menahannya sedikit,” jawab Hye Soo santai dan itu membuat A Ra kesal, karena dia tak berhasil membuat Hye Soo marah. 


Hye Soo keluar restoran dan memilih duduk di tangga. Tanpa Hye Soo sadari, Ji Hoon berdiri di sampingnya, mereka hanya di batasi dengan dinding. Na Yoon menghampiri Ji Hoon, diikuti temannya yang terus bertanya apa hubungan mereka berdua. 


“Kenapa? Haruskah aku mengumumkan pernikahan kami?” ucap Ji Hoon dan teman Na Yoon langsung mengumumkan pernyataan itu pada yang lain. Na Yoon pun langsung senyum-senyum sendiri mendengar semua orang membicarakan tentang mereka berdua. 


Manager Park keluar restoran dan menggerutu. Dia benar-benar tak tahu apa yang sedang Ji Hoon pikirkan, sehingga bisa mengumumkan hal seperti itu kesemua orang. A Ra ikut keluar dan bertanya tentang kebenaran pengumuman itu, namun Manager Park tak mau menjawab, dia menyuruh A Ra melanjutkan pekerjaannya. 


Tepat disaat itu, Jung Hoon datang dengan kondisi mabuk. Dia datang mencari Ji Hoon. Melihat Ji Hoon sedang bersama Na Yoon, Jung Hoon semakin emosi. Na Yoon berusaha menenangkan Jung Hoon, namun tak berhasil. 

“Kau brengsek, kau menghindariku. Mungkin karena banyaknya kejahatan yang sudah dia lakukan,” ucap Jung Hoon dan Na Yoon berusaha menenangkannya lagi, namun tangannya langsung di tepis oleh Jung Hoon. Chef Kong memukuli anak buahnya karena mereka menontoni kemarahan Jung Hoon pada Ji Hoon. Dia menyuruh mereka semua kembali kepekerjaan mereka masing-masing. 

Jung Hoon berkata kalau sebagai adik, seharusnya Ji Hoon menyambutnya saat dia datang. Dia mengaku kalau dia jadi marah seperti itu, bukan karena Na Yoon. Mananger Park berusaha membujuk  Jung Hoon agar tidak membuat keributan, namun dia malah di dorong oleh Jung Hoon. Untung saja ada Chef Kong di belakang manager Park, jadi dia tidak sampai jatuh ke lantai. 


“Hei, Han Ji Hoon, kenapa kau bisa mengabaikan karunia yang sudah kau terima? Kami merasa kasihan padamu. Apakah kau melupakan masa lalumu? Kau selalu menjilat ayah dan sekarang kau jadi tinggi hati,” teriak Jung Hoon dan Na Yoon memintanya berhenti. Jung Hoon semakin emosi dan ingin memukul Na Yoo, untungnya Ji Hoon dengan sigap menangkap tangan Jung Hoon. Ji Hoon kemudian mengajak Jung Hoon bicara di rumahnya. 

“Dirumah? Hei, dimana rumahmu? Dimana, dasar pengemis bajingan!” teriak Jung Hoon sambil mencengkram baju Ji Hoon. Manager Park melepas cengkraman Jung Hoon pada Ji Hoon dan Chef Kong bertugas memegangi Jung Hoon. Dipengangi seperti itu, tambah membuat Jung Hoo semakin menjadi-jadi, dia terus memaki Ji Hoon dan meminta Ji Hoon berlutut. Ji Hoon yang sedari tadi menahan emosi, memilih pergi dari restoran. 


Di tangga, Ji Hoon bertemu dengan Hye Soo. Mereka hanya saling lihat sebentar dan Ji Hoon langsung melanjutkan perjalanannya, tanpa berkata sepatah katapun. Jung Hoon mengejar Ji Hoon, karena memang sedang mabuk berat, dia menabrak Hye Soo dan terjatuh. Hye Soo pun langsung membantu Jung Hoo berdiri. 

Saat menyadari kalau yang dia tabrak adalah Hye Soo, Jung Hoon langsung tersenyum senang. Dia menyebut Hye Soo adalah pacar Ji Hoon dan langsung mengganggu Hye Soo. Melihat Jung Hoon mengganggu Hye Soo, Ji Hoon pun tak meneruskan langkahnya.


Jung Hoon menyindir Ji Hoon yang suka bertukar pasangan, jadi dia berpendapat kalau Hye Soo juga harus bersenang-senang dengan dia agar semuanya jadi adil. Dengan kasarnya, Jung Hoon bertanya berapa harga Hye Soo. 


Jung Hoon benar-benar sudah tak bisa mengontrol diri, dia berusaha membuka baju Hye Soo. Tentu saja Hye Soo memberontak, dia mendorong Jung Hoon sampai Jung Hoon terjatuh ke lantai. Mendapat perlakuan kasar dari Hye Soo, semakin membuat Jung Hoon emosi dan menjadi semakin kasar memperlakukan Hye Soo. 


Ji Hoon turun dan langsung menendang Jung Hoon agar menjauh dari Hye Soo. Jung Hoon tambah kesal dan berusaha memukul Ji Hoon, namun Ji Hoon berhasil mengelak dari pukulan Jung Hoon. 

Ji Hoon yang sudah tak bisa menahan emosinya langsung memukul Jung Hoon sampai Jung Hoon hampir terjatuh dari tangga, untungnya ada chef Kong yang menangkapnya. Kedua kakak beradik ini sudah sama-sama emosi dan ingin berkelahi, sehingga Manager Park dan Chef Kong harus berusaha mencegah mereka. 


“Promise” tutup dan Hye Soo sudah berganti baju. Dia hendak pergi menjemput Eun Sung. Dia kemudian melihat Ji Hoon duduk sendiri di taman. Ingin membahas tentang hal yang baru saja terjadi, Hye Soo pun berjalan menghampiri Ji Hoon, namun tinggal beberapa langkah menemui Ji Hoon, langkah Hye Soo terhenti karena ternyata Ji Hoon sedang berbicara dengan Na Yoon. 

Na Yoon minta maaf atas semua yang terjadi dan Ji Hoon berkata kalau Na Yoon tak perlu minta maaf, karena Na Yoon tak salah apa-apa. Tak mau mengganggu Ji Hoon dan Na Yoon, Hye Soo pun memilih pergi.



Ji Hoon menemui ibunya di rumah sakit. Dia datang untuk mengucapkan selamat tinggal, karena mulai sekarang, Ji Hoon tidak akan menemui Mi Ran lagi. Jadi, dia meminta Mi Ran agar hidup dengan baik dan menjalani operasinya dengan baik juga. 

“Apakah ayahmu yang memintamu untuk melakukan ini?” tanya Mi Ran, namun Ji Hoon tak mau mengatakan yang sebenarnya. Dia hanya berkata kalau dia bukan berusia anak 12 tahun yang menganggap perpisahan sebagai masalah yang besar. 


“Kita pura-pura saja kalau kau pindah ke Alaska atau ke tempat yang jauh,” ucap Ji Hoon dan kemudian menoleh ke arah Mi Ran, karena sedari tadi mereka berbicara sambil saling membelakangi. “Hei,omma... Nyonya Oh Mi Ran!” panggil Ji Hoon dan menggenggam tangan ibunya. “Saat aku masih muda, menunggu ayah.. maksudku saat hanya kita berdua yang hidup bersama. Meskipun kita kesepian, kita seperti tema dan bersenang-senang. Bukankah begitu?” ucap Ji Hoon.

“Bersenang-senang?”


Mata Ji Hoon mulai berkaca-kaca, “Aku memiliki kenangan indah dari masa itu. Ibu sendiri... mulailah hidup dengan membuat kenangan yang indah. Setelah operasinya selesai, melihat hal yang baik saja, tidak peduli apa yang terjadi. Selain itu, berhentilah membenci ayah,” ucap Ji Hoon dan melepas genggaman tangannya lalu pergi. 


Saat sendirian, Mi Ran terus menggenggam tangannya sendiri. Di luar, Ji Hoon pun sudah tak bisa menahan tangisnya, dia akhirnya menangis. Mi Ran sediri juga menangis di kamarnya. 


Hye Soo sudah berada di rumah Yeon Joo. Dia meninabobokan Eun Sung. Yeon Joo jadi tak bisa tidur, karena Hye Soo terus berbicara.

“Kau tidak bisa tidur?” tanya Yeon Joo dan Hye Soo mengiyakan. Yeon Joo bisa mengerti kenapa Hye Soo tidak bisa tidur.”Yakinkan di dalam hatimu, karena semuanya akan baik-baik saja,” ucap Yeon Joo dan Hye Soo mengajak Yeon Joo bermain. 

“Ah, seharusnya aku mengaku,” ucap Yeon Joo dan mengecek apakah Eun Sung benar-benar sudah tidur atau belum. “Ibu mertuamu datang untuk menemui Eun Sung tadi. Dia memintaku untuk merahasiakannya. Tapi menurutku ini bukan rahasia lagi,” aku Yeon Joo dan bertanya Hye Soo tidak masalah kan. Hye Soo menjawab dengan anggukan. 


Yeon Joo menyenderkan kepalanya di dinding dan mengaku kalau dia merasa iri pada Hye Soo yang sudah mendapatkan 2 suami, sedangkan ada orang lain yang belum punya suami.

“Yeon Joo-na, seperti yang kau katakan, aku... bingung apakah orang itu suami yang sebenarnya. Hatiku sedikit tergetar,” aku Hye Soo.

“Apa yang kau katakan?” tanya Yeon Joo dan Hye Soo meminta Yeon Joo untuk tidak terlalu memikirkan tentang apa yang baru saja dia katakan. Namun Yeon Joo tak mendengarkan Hye Soo, dia malah menggoda Hye Soo. Karena Hye Soo adalah seseorang yang masih hidup, maka wajar saja kalau dia merasakan hal tersebut.

“Aku tahu? Aku tidak tahu apakah aku akan hidup atau mati. Kang Hye Soo masih hidup,” jawab Hye Soo.


“Sepertinya kau masih memiliki semangat,” goda Yeon Joo dan Hye Soo membenarkan, karena dia belum mati. Yeon Joo terus tertawa dan membuat Eun Sung bangun. Merekapun jadi tertawa bersama. 


Paginya, Hye Soo pamitan dengan Eun Sung dan Yeon Joo. Hye Soo berpesan agar Eun Sung menuruti semua kata-kata Yeon Joo dan menjadi anak yang baik.


“Oke, kembalilah dengan selamat!” jawab Eun Sung yang kemudian mengingat sesuatu yang terlupa. Dia kemudian masuk untuk mengambil sesuatu itu. Hye Soo dan Yeon Joo pun berpelukan.  

“Kembalilah dengan selamat!” ucap Yeon Joo.


“Aku mengandalkanmu,” jawab Hye Soo. Tepat disaat itu, Eun Sung keluar dan membawa sebuah kertas untuk Hye Soo. Penasaran apa isi kertas itu, Hye Soo pun hendak membukanya, namun di larang oleh Eun Sung. Dia ingin Hye Soo membuka kertas itu nanti saja, karena itu surat rahasia. 

“Baiklah, beri aku ciuman,” pinta Hye Soo dan setelah mendapat ciuman dari Eun Sung, Hye Soo pun berjalan pergi. 


Di dalam bis, Hye Soo membuka surat dari Eun Sung. Isi surat itu adalah, “Omma! Semoga perjalanan bisnismu menyenangkan! Jangan khawatir tentang aku dan bekerjalah dengan baik. Mengerti? Aku sangat bangga pada omma. Omma adalah yang terbaik, aku mencintaimu!” Hye Soo menangis haru setelah membaca surat dari Eun Sung.



Hye Soo sampai di rumah sakit dan  perawat Mi Ran langsung menghampirinya. Dia memberitahu Hye Soo kalau Mi Ran menghilang. 



Ji Hoon sendiri sekarang sedang melakukan presentasi dan Sung Kook terlihat puas dengan penampilan Ji Hoon.


Hye Soo masuk ke kamar Mi Ran dan menemukan surat dari Mi Ran. Hye Soo shock setelah membaca surat itu.

Apa isi surat Mi Ran? Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa Mi Ran akan dioperasi? Dan bagaimana kelanjutan hubungan Hye Soo dan Ji Hoon? Jangan kemana-mana, kita tunggu kelanjutan ceritanya di sinopsis episode selanjutnya.

Bersambung sinopsis Marriage Contract Episode 9

4 comments :

  1. Waaahhhh.... makin seru nih mba. Aku suka banget ceritanya. Makasih ya mba lilik. Sinopsismu selalu kunantikan.
    Semangat mba! Sehat selalu.

    ReplyDelete
  2. Waaahhhh.... makin seru nih mba. Aku suka banget ceritanya. Makasih ya mba lilik. Sinopsismu selalu kunantikan.
    Semangat mba! Sehat selalu.

    ReplyDelete
  3. Makasih mbk sinopnya tapi klo bisa dipercepat ya mbk soalnya penasaran..hehehheheh

    ReplyDelete
  4. Thanks mba lilik... Sinopsisnya,aku suka banget :-) . Oh ya, Aja aja fighting !

    ReplyDelete