April 1, 2016

Marriage Contract Episode 8 - 1


Betapa leganya Ji Hoon saat melihat Hye Soo pulang. Ia langsung memeluk Hye Soo erat dan bertanya dari mana saja Hye Soo, kenapa tak menjawab teleponnya. Hye Soo menjawab kalau dia kehilangan ponselnya. Mendengar Hye Soo kehilangan ponsel, Ji Hoon langsung memarahinya.



“Kenapa kau sangat marah?” tanya Hye Soo heran. dan Ji Hoon langsung menyadari sikapnya yang berlebihan. Dia kemudian bertanya apa tadi Hye Soo bertemu dengan ayahnya dan bertanya apa yang dikatakan ayahnya.

Hye Soo menjawab kalau Sung Kook memintanya untuk tidak melakukan operasi. Namun Ji Hoon tak percaya dan bertanya apa hanya itu yang ayahnya katakan. Hye Soo balik bertanya, selain itu apa lagi yang penting. 


Hye Soo memahami tindakan Sung Kook, tapi ia mengaku kalau dia merasa sedih karena tak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Ji Hoon mencoba mengajak Hye Soo bicara di dalam, namun Hye Soo menolak karena sekarang dia ingin sendiri dulu. Ia berjanji akan menemui Ji Hoon setelah dia menyelesaikan pekerjaannya.


Ji Hoon pun tak bisa berkata apa-apa lagi, dia membiarkan Hye Soo pergi. Di kamar, Ji Hoon melihat-lihat kembali fotonya bersama Hye Soo dan Eun Sung di taman hiburan. Ji Hoon terlihat frustasi dan kemudian dia menemui ayahnya.


Ayah sepertinya tahu kalau seharian Ji Hoon mencari Hye Soo. Diapun bertanya apa Ji Hoon menyukai Hye Soo. Namun Ji Hoon membantah dengan mengatakan kalau dirinya sangat mirip dengan Ayah yang hanya tahu cara memanfaatkan orang daripada memperhatikannya.

Sung Kook lalu menyalahkan Mi Ran yang sudah mengubah Ji Hoon seperti sekarang. Mi Ran selalu merengek pada Ji Hoon, padahal dia tak pernah mengurus Ji Hoon. 


“Ayah… tapi tetap saja, anak tetap anak. Bukankah itu artinya keluarga? Saling bertanggung jawab itu namanya keluarga. Seharusnya Ayah bertanggung jawab dengan hubungan yang sudah Ayah ciptakan,” ujar Ji Hoon.

Namun Sung Kook tak mau menerima hal itu, dia tak suka Ji Hoon mengguruinya. Karena apa yang Ji Hoon lakukan sekarang juga salah. Untuk menyelamatkan nyawa keluarganya, Ji Hoon sudah membeli kehidupan orang lain dengan uang. 



“Segera ceraikan dia! Sepertinya wanita itu sudah mempengaruhimu. Berikan dia uang lebih dan akhiri semuanya. Katakan saja jika kau butuh bantuanku. Mulai besok, kau bekerja di kantor pusat dan jangan tinggal lagi di ruang atas restoran,” perintah Sung Kook dengan tegas dan beranjak dari duduknya.


Tapi Ji Hoon menolak dan berkata kalau dia akan mengundurkan diri. “Mengapa Ayah mempertahankan orang seperti aku? Bukannya mencari uang malah membuat masalah, aku lebih memilih untuk dipenjara. Masukkan saja aku ke penjara,” jawab Ji Hoon dan pergi. 


Hye Soo sedang bersama Eun Sung dan mereka melipat pakaian bersama. Melihat ibunya terus menangis, Eun Sung pun bertanya kenapa. Dia bertanya apa semua itu karena Hye Soo bertengkar dengan Ji Hoon. Hye Soo menjawab bukan, dia berkata kalau dia menangis karena dia terlalu bodoh dan menyedihkan. 

“Tak mungkin, apa Ibu tak menyadari betapa pintarnya Ibu?” tanya Eun Sung. Hye Soo tersenyum dan berterima kasih, karena perkataan Eun Sung berhasil membuatnya kuat kembali. 

“Ibu itu pintar dan sangat cantik,” kata Eun Sung lagi.

“Pintar dan cantik, ibunya Eun Sung,” Hye Soo tersenyum dan menirukan ucapan putrinya. Eun Sung senang melihat senyuman Hye Soo dan memintanya untuk tersenyum seperti itu terus, karena ibunya terlihat lebih cantik saat tersenyum. 

 
Hye Soo terdiam, namun ia tak bisa menahan air matanya. Eun Sung pun mendekat dan menghapus air matanya.


Ji Hoon yang berada di depan rumah Hye Soo mendengarkan semuanya. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk.


Paginya, Sung Kook pergi ke rumah sakit dan mengajak Mi Ran bicara. Saat ditanya apa maksud kedatangannya, Sung Kook langsung menyuruh Mi Ran untuk mati saja.

“Kau tahu apa yang sudah kau lakukan? Jika itu aku, begitu aku mengetahuinya, lebih baik aku langsung mati. Bagaimana mungkin seluruh hidupmu menjadi orang pesakitan? Selalu menggantungkan hidupmu pada orang lain. Kau akan terus membiarkan hidupmu menyedihkan seperti itu? Saat kau masih muda, kau menyusahkanku dan sekarang kau menyusahkan putramu. Apa kau tidak malu?” tanya Sung Kook pedas.


“Aku menyusahkanmu?” tanya Mi Ran tak percaya.

“Tentu saja kau selalu menyusahkanku. Kau datang dengan seorang bayi. Apa menurutmu itu tidak menyusahkan?”

“Dan anak siapa dia? Kau bilang kau hanya milik aku. Kau bilang kau akan menyingkirkan semuanya dan hidup bersamaku. Siapa yang sudah mengatakan itu?” tanya Mi Ran keras. Ia ingin tahu dan memberi satu pertanyaan pada Sung Kook. "Apa perasaanmu setelah mendengar kabar kalau aku akan mati?"

"Semua orang pasti akan mati," jawab Sung Kook singkat.


“Aku tahu hidupku penuh dengan dosa. Aku sudah berdosa pada istrimu dan berdosa pada putra kita. Dan berdosa pada orang tua yang sudah melahirkanku. Itu seperti, mengapa kehidupan penuh dengan dosa? Tapi tetap saja, tetap saja.. tuan Han Sung Kook. Kau tahu, kalau aku mencintaimu. Aku sudah bertahan hidup sendirian. Tapi jika anggapanmu seperti itu, bukankah aku akan lebih sengsara? Menunggumu, aku menghabiskan masa mudaku untuk itu. Aku tahu ini terdengar menjengkelkan, tapi tidak bisakah kau menunjukkan rasa sedihmu?” tanya Mi Ran dan menangis. 

Sung Kook menjawab kalau dia memang merasa sedih, namun ada hal yang lebih membuatnya merasa sedih, Yaitu kenyataan bahwa seorang ibu yang terus membelenggu masa depan putranya sendiri. “Bagaimana jika Ji Hoon masuk penjara karena dirimu? Membuat rencananya untuk menikah gagal. Kau tahu berapa besar kerugian yang ada? Apa kau mau membayar semua kerugiannya?” teriak Sung Kook dan beranjak pergi.


Namun sebelum pergi Sung Kook memberitahu kalau dia sudah berpesan pada direktur Rumah Sakit untuk lebih memperhatikan Mi Ran. Sung Kook juga berpesan agar Mi Ran tidak mengganggu kehidupan Ji Hoon lagi. Mi Ran pun hanya bisa menangis, tak bisa berkata apa-apa lagi.   


Manager Park masuk ke kamar Ji Hoon dan disana Ji Hoon masih tidur karena habis minum semalaman. Manager Park membangunkannya dan bertanya apa yang sudah Ji Hoon lakukan sampai mabuk seperti itu. Dia memberitahu Ji Hoon kalau Sung Kook sudah membatalkan operasinya, namun dia tak memberitahu Sung Kook tentang keberadaan Ji Hoon. 


“Bagus,” jawab Ji Hoon dan kemudian menyuruh Manager Park pergi karena dia ingin tidur lagi. Melihat minuman mahal yang Ji Hoon minum, Manager Park pun protes, karena seharusnya Ji Hoon menelponnya sehingga mereka bisa minum bersama-sama. 

“Hei, Park Ho Joon… kenapa kau dekat denganku? Semua orang bilang aku ini sampah,” tanya Ji Hoon.

“Hei, pasti ada orang di dunia ini yang membersihkan sampahnya,” jawab Manager Park dan duduk di samping Ji Hoon. “Hei, apapun itu.. kita masih harus bekerja. Banyak orang yang mengandalkanmu.”

Namun Ji Hoon beranggapan kalau bukan dia yang diandalkan semua orang, melainkan ayahnya. Ji Hoon merasa kalau dia hanyalah sebuah boneka. Manager Park berkata kalau Ji Hoon itu adalah orang yang mempunyai kemampuan, karena itulah Manager Park sekarang ada bersama Ji Hoon. 


“Ayahku selalu mengatakan itu, untuk berada disisi orang yang berkemampuan,” tambah Manager Park dan kemudian menyebutkan kemampuan apa saja yang Ji Hoon punya. “Ketika kau di SMU, kau tau… ketika kau datang untuk tidur dan makan setiap hari. Ayahku berkata, ‘kau punya kemampuan yang hebat!’ saat itu kau tersenyum senang mendengarnya. Kau bilang kau akan makan 3 mangkuk nasi,”cerita Manager Park.

“Ho Joon-a.”

“Kau memanggil namaku lagi. Saat kau menyebut namaku dengan begitu lembutnya, itu bukan dirimu,” komen Manager Park. “Kenapa?!”

Dengan mata tertutup, Ji Hoon berkata kalau dia bukan pria yang seperti itu. Dia hanya mencoba untuk hidup lebih baik. Tapi pada akhirnya, semua sudah diatur oleh ayahnya. 



“Aku sudah mencoba bersikap bijaksana pada wanita itu, tapi aku bukan orang yang bisa diandalkan. Itu saja yang bisa aku lakukan. Membeli hatinya dengan uang. Itu semua juga uang ayahku,” ucap Ji Hoon dan tepat disaat itu ponsel Ji Hoon berbunyi.

Itu adalah telepon dari Sung Kook. Manager Park meminta Ji Hoon mengangkatnya, namun Ji Hoon tak mau. Dia malah membuang ponselnya ke dalam air. 


Ponsel Ji Hoon masih tetap menyala walau sudah berada di dalam air… keren… jadi pengen ponselnya. Wkwkkwk… #ilang focus.


Karena Sung Kook terus menelpon dan ponsel Ji Hoon masih tetap berdering walau dalam air, akhirnya Ji Hoon pun tak tahan juga. Dia mengambil ponselnya dan mengangkat telepon dari sang ayah. Sung Kook bertanya keberadaan Ji Hoon dan Ji Hoon menjawab kalau dia akan berangkat ke kantor polisi. 

“Kesini sekarang, sebelum aku menyeretmu!” bentak Sung Kook dan menutup telepon.


Ayah dan anak ini sekarang sudah bersama di meja makan. Sambil makan, Sung Kook berkata kalau dia tidak akan menjerumuskan Ji Hoon ke penjara, namun sebagai gantinya, Ji Hoon tidak boleh lagi menemui ibunya. Selain itu, Sung Kook juga meminta Ji Hoon untuk menyelesaikan masalahnya dengan Hye Soo. Sung Kook ingin, Ji Hoon langsung bercerai setelah operasinya dilakukan dan berjanji untuk tidak saling bertemu satu sama lain lagi.  


“Jika kau percaya dengan gadis seperti dia, kau akan sangat terluka. Aku sudah menyuruh orang mengecek latar belakang kehidupannya. Jadi jika semua orang tahu soal ini, maka saat itulah kehidupan gadis itu akan berakhir. Mulai sekarang, jika aku mengatakan mati, kau harus siap untuk mati. Kau bukan anak kecil lagi. Jangan pernah menentang ayahmu ini,” perintah Sung Kook dan Ji Hoon tak bisa membantahnya. Wuah.. ada ayah kayak gini.. sadis!


Manager Park memberikan ponsel baru pada Hye Soo, mengatakan kalau itu dari Ji Hoon. Melihat Hye Soo ragu menerimanya, Manager Park pun meminta Hye Soo mengambilnya. Karena Hye Soo nantinya butuh ponsel untuk menghubungi Eun Sung saat dia berada di rumah sakit.

Hye Soo masih terlihat bingung dan Manager Park menjelaskan kalau operasinya tidak jadi dibatalkan. Operasinya akan dilakukan sesuai rencana. 

Hye Soo merasa lega dan bertanya keberadaan Ji Hoon. Sedikit ragu Manager Park menjawab kalau Ji Hoon sekarang sibuk di kantor pusat, jadi dia akan sangat jarang datang ke restoran lagi. 


Dengan ponsel barunya, Hye Soo mencoba menelpon Ji Hoon, namun tak diangkat. Hye Soo terlihat sedih.


Mi Ran masih berada di kamar rawatnya, dia teringat kembali kata-kata Sung Kook yang mengatakan kalau dia  adalah orang yang selalu menyusahkan, baik itu untuk Sung Kook sendiri ataupun Ji Hoon. Perawat pribadi Mi Ran lalu masuk dan memberitahu Mi Ran kalau operasinya tak jadi dibatalkan. 


Sun Young marah pada Ji Hoon karena Ji Hoon tak pernah datang menemuinya. Ji Hoon pun hanya bisa meminta maaf. Sun Young kemudian bertanya apa permintaan maaf Ji Hoon itu juga untuk masalah Na Yeon dan Ji Hoon menjawab bukan, karena hubungan dirinya dan Na Yeon sudah lama berakhir. Namun Sun Young tetap tak terima, karena Ji Hoon tidak mengatakan hal rersebut dari awal dan akhirnya menjatuhkan harga diri Jung Hoon. 

Sun Young bertanya, jika bukan karena masalah Na Yoon, jadi permintaan Ji Hoon itu untuk masalah apa dan Sun Young juga tentang topik pembicaraan apa yang akhir-akhir ini sering Ji Hoon bicarakan bersama ayahnya. 


“Aku dan kakakmu merasa kalau kau sudah membodohi kami. Kenapa? Apa kerena ibumu?” tanya Sun Young. Ji Hoon menjawab bukan. “Bukan? Aku tahu ini soal si perempuan sial itu. Memangnya ada apa? Apa kau ingin uang? Apa kau harus menemuinya?” tanya Sun Young lagi.

Ji Hoon meminta ibu keduanya itu untuk tidak melakukan apapun. Ji Hoon berjanji akan menceritakan semuanya Sun Young, jika waktunya sudah tepat. 

“Jadi kau memintaku untuk tidak ikut campur?” tanya Sun Young lagi. Terdengar orang mengiyakan. Ternyata suara itu milik  Sung Kook. Sung Kook kemudian meminta Ji Hoon untuk masuk ke ruangannya. 


Setelah hanya berdua, Sung Kook memberikan sebuah alamat pada Ji Hoon dan berkata kalau disana ada wanita yang harus Ji Hoon nikahi. Setelah operasi selesai dan Ji Hoon bercerai, maka mereka akan menentukan tanggal pertunangannya. Walaupun terlihat tak senang, Ji Hoon tetap mengiyakan permintaan ayahnya itu. 


Hye Soo terus berusaha menelpon Ji Hoon dan akhirnya diangkat. Hye Soo bertanya tentang operasi dan Ji Hoon menjawab kalau mereka akan melakukan semuanya sesuai rencana. Setelah mengatakan itu, Ji Hoon menutup telepon dengan alasan kalau dia sedang menyetir. 


Tepat di saat itu Eun Sung pulang bersama Joo Yeon.Namun Hye Soo masih terlihat murung, karena Ji Hoon menutup teleponnya seperti itu. Dia sama sekali tak tertawa ataupun tersenyum, walau Joo Yeon mencoba menghiburnya. 


Saat pulang, Joo Yeon berpapasan dengan Manager Park yang langsung mengajaknya makan malam bersama. Namun Joo Yeon menolak dengan alasan kalau peraturan di rumahnya ketat. Jika dia pulang terlambat maka dia akan dimarahi. 

“Selamat malam, Ahjussi,” ucap Joo Yeon dan langsung berlari kabur. Manager Park bengong, tak terima dipanggil Ahjussi. 


Ji Hoon menemui wanita yang akan dijodohkan dengannya dan ternyata orang itu adalah Na Yeon. Mendapati semua itu, Ji Hoon hanya tertawa kecil. Dia mengganggap semua yang terjadi antara dirinya dan sang ayah seperti sebuah komedi. 


Di rumah, Sung Kook memberitahu Jung Hoon dan Sun Young tentang rencananya menyatukan Na Yeon dan Ji Hoon kembali. Tentu saja, ibu dan anak itu tak bisa menerima keputusan Sung Kook. Namun Sung Kook tidak bisa mengubah keputusannya, karena dia tidak bisa memutuskan hubungan mereka dengan keluarga Na Yeon. Sung Kook pun meminta Jung Hoon untuk melupakan Na Yeon, karena dia akan mencarikan wanita yang lebih cocok lagi untuk Jung Hoon. 

“Tidak, aku tidak mau melupakannya. Ayah, bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Apa yang sudah dilakukan Ji Hoon? Setiap kali dia yang ribut denganmu atau menentangmu, Dan selama ini aku yang sudah bekerja keras untuk Ayah! Aku sudah melakukan yang terbaik!” teriak Jung Hoon.


Sung Kook menjawab kalau sekarang bukan waktunya mempermasalahkan siapa yang sudah melakukan yang terbaik, tapi soal melakukan dengan benar. Semua itu terbukti dari semua pendapat departemen yang meragukan kemampuan Jung Hoon. 


Sung Kook masuk ruangannya dan Sun Young mengikuti. Dia bertanya kenapa Sung Kook melakukan semua itu. Apa menurut Sung Kook, bisnis sepenting itu sehingga membuat keluarga jadi berantakan? Apa Sung Kook juga tidak memikirkan harga diri Jung Hoon?

“Alasan mengapa aku bisa seperti sekarang ini karena aku sudah membuang harga diriku dan rasa sakitku,” jawab Sung Kook. Ia malah menyalahkan Sun Young yang selalu memanjakan Jung Hoon, hingga sikapnya jadi seperti itu.

“Bagaimana dengan Ji Hoon. Jadi kenapa kau sangat mendukung Ji Hoon? Apa alasanmu hingga menjadi seperti ini dan selalu mendukung Ji Hoon? Apa kau berpikiran untuk menyingkirkan putra sulungmu untuk mewarisi semuanya dan memberikannya pada Ji Hoon?” tanya Sun Young histeris.

"Aku tak perduli mau putra sulung ataupun kedua, karena bagiku kemampuanlah yang penting," jawab Sung Kook. Sung Young sangat marah mendengarnya dan bertanya apa kemampuan Ji Hoon, padahal dia baru saja bergabung dengan perusahaan dengan menjalankan bisnis restoran sederhana itu.  

“Siapa yang bilang? Itu sebabnya kau dipanggil ibu tiri,” bentak Sung Kook kesal.

“Apa kau bilang?”

“Keluarlah, belakangan ini aku merasa lelah,” jawab Sung Kook.


Kita beralih pada Ji Hoon yang sekarang masih bersama Na Yeon. Na Yeon pun bertanya apa hubungan Ji Hoon dan Hye Soo. Ji Hoon akhirnya mengaku kalau hubungannya dan Hye Soo hanyalah hubungan palsu belaka. Namun Ji Hoon belum bisa menceritakan semuanya pada Na Yeon. Dia berjanji akan menceritakan semua tentang Hye Soo nanti, ketika semuanya sudah selesai. Na Yoon mengerti dan akan menunggu saat Ji Hoon siap menceritakan semuanya. 


Di rumah, Hye Soo terlihat mengkhawatirkan Ji Hoon dan hendak mengirim SMS, namun dia mengurungkan niatnya.

Terlihat seorang pria membuka kandang kucing peliharaan Eun Sung dan memberinya makan juga susu. 


Hye Soo keluar rumah untuk mencari Eun Sung. Dia melihat lampu rumah Ji Hoon menyala dan langsung memanggilnya. Namun tak ada yang menjawab ataupun membukakan pintu. Kemana Ji Hoon? Ternyata Ji Hoon sedang bersama Eun Sung di tempat kucing-kucing Eun Sung dibuatkan rumah. 


“ Darimana saja kau, Ahjussi?” tanya Eun Sung. Ji Hoon menjawab dari perjalanan bisnis. Eun Sung kemudian mengatakan kalau Hye Soo juga akan melakukan perjalanan bisnis selama 10 hari, jadi selama itu Eun Sung akan tinggal bersama Joo Yeon. 

“Jika aku bersikap baik selama 10 hari, Ibu bilang dia akan membelikan aku hadiah,” ucap Eun Sung dan tepat disaat itu Hye Soo muncul. Dia bertanya kapan Ji Hoon datang, namun Ji Hoon hanya diam saja. 


Hye Soo lalu menarik Ji Hoon menjauh dari Eun Sung dan mengajaknya bicara. Hye Soo bertanya tentang operasinya. Dia bertanya apa benar-benar tak ada yang bisa Ji Hoon ceritakan pada Hye Soo.


“Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu banyak? Semuanya tidak mungkin lagi diubah jadi jangan khawatir,” jawab Ji Hoon dingin dan menyuruh Hye Soo siap-siap karena besok lusa Hye Soo akan menjalani rawat inap di rumah sakit.


Setelah mengatakan itu, Ji Hoon berjalan pergi. Mendapati perubahan sikap Ji Hoon, Hye Soo terlihat sedih, namun dia tak bisa berkata-kata lagi.

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 8 - 2

1 comment :

  1. Waaahh.... terimakasih bnyak sinopsisnya mba.
    Aq suka banget sm drama ini. PoKoknya sinopsismu kunantikan selalu.
    Gomawo...

    ReplyDelete