April 27, 2016

Marriage Contract Episode 15 - 2


Setelah mendengar kabar penyakit Hye Soo dan Sung Kook, Mi Ran langsung meminta Ji Hoon untuk menjelaskan segalanya. Ji Hoon membenarkannya. Lalu apa yang akan Ji Hoon lakukan, apa dia tetap ingin bersama Hye Soo.

Sekali lagi Ji Hoon membenarkannya dan meminta Mi Ran untuk mendukungnya karena hal itulah yang paling dia butuhkan sekarang. Tapi saat Mi Ran bertanya berapa lama sisa hidup Hye Soo, Ji Hoon langsung menangis.




"Kenapa Ibu berkata seperti itu? Ibu kan hidup! Ibu dulu sekarat, tapi sekarang ibu selamat. Dia juga akan hidup! Aku akan hidup dengannya untuk waktu yang sangat-sangat lama. Aku akan hidup dengannya dan mati sehari lebih cepat darinya."

Mi Ran mengerti perasaan Ji Hoon. Dia juga kasihan pada Hye Soo, dan tahu kalau Hye Soo orang baik. Tapi dia meminta maaf karena dia merasa tidak bisa mendukung Ji Hoon, dia tidak bisa melihat Ji Hoon mengorbankan dirinya seperti ini.


Ji Hoon meyakinkan ibunya bahwa dia melakukan semua ini bukan karena pengorbanan, tapi karena dia sendiri yang ingin melakukannya. Frustasi mendengar kekeraskepalaan Ji Hoon, Mi Ran langsung memeluk Ji Hoon dan menangis sedih bersamanya.


Ji Hoon dalam perjalanan keluar saat dia ditelepon Hye Soo yang mengajaknya makan malam bersama Joo Yeon malam ini. Tiba-tiba sakit kepala menyerangnya lagi tapi Hye Soo berusaha keras menahannya dan bicara dengan nada biasa agar Ji Hoon tidak menyadarinya.


Ji Hoon senang sampai tersenyum sangat lebar setelahnya. Dan tepat saat itu juga, dia bertemu pamannya yang mendesah mengeluhkan ayahnya Ji Hoon. Walaupun dia hidup sederhana tapi paman merasa hidupnya jauh lebih baik daripada keluarganya Ji Hoon.


Sekretaris Sung Kook mengabarkan kalau Sun Young dan Jung Hoon sudah pergi ke luar negeri. Dan reaksi Sung Kook? Menelepon ayahnya Na Yeon untuk mengajaknya main golf. Sepertinya dia senang sekali ditinggal istri dan anaknya.

Na Yeon datang tak lama kemudian. Sung Kook masih bertekad menjodohkan Na Yeon dan Ji Hoon dan karenanya dia meyakinkan Na Yeon kalau Ji Hoon pasti akan kembali lagi. Dia berpura-pura seolah dia yang menyuruh Ji Hoon mengundurkan diri dan menyembunyikan diri sampai keadaan tenang kembali nanti. Dia meyakinkan Na Yeon untuk tidak usah mencemaskan Hye Soo.

Na Yeon menanggapinya dengan senyum ramah dan meminta dengan sopan agar mulai sekarang Sung Kook jangan lagi mencoba menjodohkannya dengan Ji Hoon. Dia sudah tidak mau lagi mempedulikan Ji Hoon ataupun Hye Soo. Dia tidak mau menghancurkan hidupnya hanya untuk mengejar sesuatu yang sia-sia.

"Saya rasa saya harus mengakhirinya sampai disini agar saya masih bisa menyimpan kenangan indah."


Hye Soo sedang memasak sambil menyanyi bersama Eun Sung. Sakit kepalanya menyerangnya lagi tapi dia terus berusaha mengabaikannya. Dia memberitahu Eun Sung bahwa malam ini mereka akan pesta bersama Ji Hoon dan Joo Yeon sebagai ungkapan terima kasih pada mereka berdua dan juga pada Eun Sung.


"Untuk apa berterima kasih padaku?"

"Terima kasih karena Eun Sung adalah Eun Sung."


Tapi sakit kepalanya makin lama makin hebat sampai terjatuh. Eun Sung cemas tapi Hye Soo langsung berteriak melarangnya mendekat. Teriakannya membuat Eun Sung jadi ketakutan dan menangis. Joo Yeon tiba tepat saat itu juga dan langsung cemas. Tapi Hye Soo meyakinkannya kalau dia baik-baik saja dan meminta Joo Yeon untuk membawa Eun Sung keluar.


Joo Yeon pun langsung menggendong Eun Sung keluar dan mencoba menenangkan Eun Sung. Ia meyakinkan Eun Sung kalau ibunya cuma pusing sedikit. Hye Soo berusaha keras bertahan dengan sakitnya tapi saat dia hendak bangkit tak sengaja dia menimpa wajan panas dan melukai tangannya.


Eun Sung menangis lagi saat Ji Hoon datang tak lama kemudian dan Joo Yeon cepat-cepat memintanya masuk dapur untuk membantu Hye Soo.


Ji Hoon mendapati dapur dalam keadaan beranatakan sementara Hye Soo termenung di lantai dan dia berusaha menahan emosinya sendiri sebelum dia mendekati Hye Soo.


Dia melihat tangan Hye Soo terbakar dan langsung mengambil air es untuk mengobatinya. Dia berusaha menghibur Hye Soo dengan menggodanya "Apa kau sebahagia itu suamimu mau datang sampai membuat kekacauan?"

"Kurasa begitu."

"Akan bereskan semuanya."

"Aku ingin sekali melihatmu memakan semuanya," desah Hye Soo, matanya mulai berkaca-kaca.

"Akan kumakan semuanya. Aku akan memakan semuanya jadi jangan khawatir."

"Seharusnya kau datang lebih lama lagi."

"Apa aku harus pergi sekarang?"


Hye Soo menggelengkan kepalanya dan Ji Hoon menghapur air matanya, memeluknya dan membiarkan Hye Soo menangis dalam pelukannya sementara dia sendiri berusaha keras menahan air matanya.


Joo Yeon mengajak Eun Sung ke Promise untuk mengunjungi ketiga anak kucingnya. Kebetulan mereka bertemu dengan Manager Park yang tampak sangat amat senang bertemu Joo Yeon. Joo Yeon cepat-cepat menyuruh Eun Sung naik untuk melihat kucing-kucingnya sementara dia bicara berdua dengan Manager Park.

Saat Manager Park bertanya apakah dia sudah makan malam atau belum, Joo Yeon bilang belum lalu meminta Manager Park untuk mentraktirnya dan Eun Sung sekalian. Dia bahkan mengumumkan pada Eun Sung kalau Manager Park mau mentraktir mereka makan steak. Manager Park tercengang mendengar Joo Yeon asal mengumumkan kalau dia mau mentraktir steak padahal dia belum mengatakan apapun, tapi pada akhirnya dia setuju-setuju saja.


Ji Hoon dan Hye Soo akhirnya makan malam berduaan saja. Joo Yeon mengiriminya sms tapi isi smsnya membuat ekspresi Hye Soo jadi aneh. Penasaran, Ji Hoon langsung merebut hapenya Hye Soo dan membaca isi smsnya yang mengatakan "Kami akan kembali setelah makan malam. Nikmatilah malam bersama kalian!"


Hye Soo ingin bicara tapi Ji Hoon sepertinya tahu apa yang ingin Hye Soo katakan dan berusaha menghindarinya dengan terus makan. Tapi Hye Soo tetap bicara dan meminta Ji Hoon untuk kembali ke tempat asalnya setelah dia tiada nanti. Dan selama dia masih hidup, dia akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Ji Hoon.

"Dan tentang Eun Sung. Maukah kau mengunjunginya terus dan menjadi daddy log legs-nya?"

"Apa kau bercanda? Siapa bilang kau boleh pergi? Kenapa kau pergi? Kenapa kau terus berpikir seperti itu? Tarik kembali semua ucapanmu tadi. Tarik kembali!"


Hye Soo menurutinya dan menarik kembali semua yang dia katakan tadi. Tapi kemudian dia cepat-cepat menghindar dengan alasan kalau dia lelah dan mau istirahat saja. Dia berbaring dan meminta Ji Hoo untuk menghabiskan makanannya sebelum dia pergi nanti.


Ji Hoon kesal dan langsung membentak Hye Soo "Baiklah, terserah kau mau pergi atau apa. Lakukan saja apapun yang kau suka"

Dia beranjak bangkit tapi tidak ingin meninggalkan Hye Soo begitu saja dan akhirnya duduk dan memakan makanannya kembali. Dia beralasan kalau dia memakannya karena sayang kalau disia-siakan dan berusaha keras untuk tidak menangis. Dan begitupun dengan Hye Soo yang terus membelakangi Ji Hoon agar Ji Hoon tidak melihat air matanya.


Hye Soo akhirnya tertidur dan saat dia terbangun tak lama kemudian, dia mendapati Ji Hoon sudah pergi dan meninggalkan gambar cinta di hapenya. Hye Soo tersenyum melihatnya.


Young Hee meneleponnya saat itu juga dan menyuruh Hye Soo untuk mendengarkan baik-baik apa yang akan dia katakan. "Apa yang kau katakan tadi, aku akan pura-pura tidak mendengarnya. Setelah kehilangan putraku seperti itu, aku tidak bisa kehilangan menantuku seperti itu juga. Kau harus hidup, mengerti? Kau harus hidup. Pikirkanlah Eun Sung dan hiduplah dengan segenap jiwa ragamu, mengerti tidak?!"

Eun Sung mengiyakannya dan berjanji "Aku akan hidup. Aku akan memastikan untuk hidup"


Ji Hoon masih termenung sedih sampai keesokan paginya. Manager Park datang dan dengan langkah penuh semangat gara-gara makan malamnya dengan Joo Yeon semalam. Tapi dia mulai cemas saat melihat ekspresi Ji Hoon. Ji Hoon tiba-tiba bangkit dan meminta Manager Park untuk membantunya karena dia ingin melamar Hye Soo.

Ji Hoon bertanya apakah Manager Park bisa main gitar. Manager Park bilang tidak tapi kemudian mengaku kalau dia hanya bisa memainkan satu lagu saja. Dia kemudian mengsms Hye Soo dan berkata kalau nanti akan ada sofa yang dikirim ke rumah baru mereka dan menyuruh Hye Soo untuk datang jam 5.


Pada jam yang ditentukan, Hye Soo keluar rumah dan bertemu Joo Yeon yang baru pulang dan bertanya antusias Hye Soo mau kemana, apa mau kencan? Hye Soo menyangkalnya dan berkata kalau dia hanya mau pergi melihat sofa baru yang dibeli Ji Hoon.

"Kang Hye Soo. Mulailah nikmati hidupmu, apa masalahnya sih? Mulailah sekarang, tidak ada alasan untuk tidak bisa, iya kan?"


Rumah baru mereka sudah dihias dengan berbagai macam pernak-pernik seperti balon-balon, bunga-bunga dan spanduk besar dengan tulisan "Hye Soo, menikahlah denganku"

Hye Soo baru sampai zebra cross saat Ji Hoon meng-SMS-nya dan bertanya dia sudah sampai mana. Hye Soo berkata kalau dia sudah dalam perjalanan. Ji Hoon tampak sangat gugup dan langsung tersenyum lebar begitu membaca SMS balasan Hye Soo.


Manager Park lalu menginstruksikan apa saja yang harus Eun Sung dan Ji Hoon lakukan begitu Hye Soo tiba nanti. Tapi Ji Hoon tampak sangat gugup dan akhirnya merasa tidak akan sanggup untuk mengatakan 'Aku mencintaimu'. Manager Park stres melihatnya dan akhirnya menyarankan sebaiknya mereka ganti rencana, sebaiknya Ji Hoon menyanyikan lagu lamaran saja.


Tapi tetap saja dia tidak sanggup melakukannya. Dia merasa hal itu terlalu menggelikan dan kekanak-kanakan dan tidak merasa perlu sampai segitunya. Eun Sung menawarkan diri menggantikan Ji Hoon bernyanyi dan Ji Hoon langsung setuju. Manager Park langsung memainkan gitarnya dan Eun Sung langsung melompat-lompat penuh semangat sambil menyanyikan lagi anak-anaknya.


Hye Soo akhirnya menyeberang jalan. Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba dia membeku di tengah jalan. Tangannya gemetaran hebat sampai dia menjatuhkan hapenya. Dia tidak bergerak sedikitpun bahkan saat sebuah mobil hampir menabraknya.


Eun Sung masih menyanyikan lagu anak-anaknya dan Ji Hoon mulai menyalahkan lilin kuenya. Sebuah balon tiba-tiba melayang didekatnya dan meletus hingga memadamkan api lilinnya. Kaget, senyum Ji Hoon sirna sesaat. Sementara Hye Soo masih membeku ditengah jalan.

Bersambung ke Marriage Contract Episode 16

3 comments :

  1. Bolak balik ke blok ini cuma pengen baca kelanjutan ny.. 😁 😁 ditunggu episode terakhir ny uni gomawo... 🙌😍😆

    ReplyDelete
  2. Makasih sinopsis y, d tunggu kelanjutan y..

    ReplyDelete