April 25, 2016

Marriage Contract Episode 15 - 1


Ji Hoon memeluk kedua ibu dan anak itu dan mereka saling berpelukan dan berputar-putar dengan penuh kebahagiaan. Ji Hoon lalu membawa mereka makan malam. Hye Soo mencoba bertanya apakah terjadi sesuatu.

Awalnya Ji Hoon pura-pura tidak mengerti apa maksudnya, tapi kemudian dia menjawab pertanyaan Hye Soo dengan mengeluarkan surat pernyataan yang sekarang sudah kusut setelah dia remas dan memperingatkan Hye Soo untuk tidak melakukan hal semacam ini lagi.

Dia meyakinkan Hye Soo bahwa dia sudah menangani segalanya, lagipula dia berbuat salah kok. Ji Hoon memperingatkan bahwa mulai sekarang Hye Soo tidak boleh lagi bertindak dan memutuskan segalanya seorang diri. Perceraian mereka belum diproses oleh pengadilan jadi secara hukum dia masih suaminya Hye Soo dan ayahnya Eun Sung.




"Eun Sung-ah, daripada memanggil ahjussi, panggil aku appa"

Hye Soo hendak protes tapi Ji Hoon langsung protes balik dan mengingatkannya untuk memanggilnya dengan 'Oppa'. Dia kurang suka dengan panggilan 'Sayang' atau 'Suamiku' karena kedengarannya terlalu menggelikan.

Dan karena sekarang mereka keluarga, Ji Hoon mengusulkan agar mereka bertiga pindah dan tinggal dalam satu rumah dan dia akan mencari rumah untuk mereka tinggali. Hye Soo hendak protes lagi, tapi Ji Hoon langsung mengalihkan perhatiannya pada Eun Sung lagi dan meminta Eun Sung untuk memanggilnya appa.


Sambil malu-malu, Eun Sung berbisik lirih "Appa"

"Eun Sung-ah, katakan sekali lagi"

"Appa"


Senang, Ji Hoon langsung mendekati Eun Sung dan menciumnya dengan sayang dan terus menerus meminta Eun Sung untuk memanggilnya appa. Dan saat Eun Sung memanggilnya appa, Ji Hoon langsung menghadiahinya ciuman.


Sung Kook mengintruksikan sekretarisnya untuk menutup mulut para dewan direksi agar masalah perdagangan organ ilegal yang berhubungan dengan Ji Hoon tidak sampai tersebar ke media. Dia juga menyuruh si sekretaris untuk memanggil pengacara untuk menangani masalah ini.


Beberapa pegawai bergosip di kamar mandi tentang pengunduran diri Ji Hoon yang begitu mendadak padahal dia baru dipromosikan. Setelah mereka pergi, Jung Hoon yang sedari tadi berada di salah satu bilik dan mendengarkan percakapan mereka, langsung menelepon reporter Hong dan membuat janji makan bersamanya.


Para pegawai Promise hendak pulang tepat saat Ji Hoon baru kembali. Ji Hoon memberitahu Chef Kong bahwa dia berencana untuk berhenti bekerja di restoran ini dan dia hanya akan meneruskan pekerjaannya sampai bulan depan. Dia sungguh berterima kasih pada Chef Kong karena dia yakin bahwa restoran ini bisa tumbuh berkat Chef Kong. Semua orang jelas terkejut dan bingung mendengar kabar itu.


Saat mereka berduaan, Manager Park langsung menuntut penjelasan Ji Hoon, apa yang sebenarnya terjadi. Ji Hoon dengan santainya berkata kalau dia berbuat salah jadi sudah sepantasnya dia harus berhenti. Manager Park tidak setuju, memangnya Ji Hoon salah apa.

Lagipula Mi Ran kan pada akhirnya tidak mendapatkan transplantasinya dari Hye Soo. Seharusnya Ji Hoon membela dirinya sendiri mati-matian dan bukannya menyerah seperti ini. Ji Hoon meyakinkannya kalau dia tidak apa-apa, malah sebenarnya dia merasa agak lega.

Dia membuat Manager Park semakin melongo saat dia menyatakan rencananya untuk pindah dan tinggal satu rumah bersama Hye Soo dan Eun Sung. Manager Park bertanya apakah ayahnya sudah menyetujui masalah itu. Ji Hoon tidak peduli, dia orang dewasa yang tidak perlu izin siapapun untuk menikah.


Joo Yeon mendapati Hye Soo meringkuk di kamar mandi. Dia cemas tapi Hye Soo meyakinkannya kalau dia baik-baik saja. Bahkan dia langsung berdiri untuk membuktikannya. Tapi setelah Joo Yeon menutup pintu kamar mandi, Hye Soo kembali meringkuk kesakitan.


Keesokan harinya adalah hari terapi radiasinya Hye Soo. Tapi dokternya berkata bahwa terapinya harus ditunda karena kondisi kesehatan Hye Soo yang ternyata malah semakin memburuk, dan jika diteruskan maka takutnya akan menjadi semakin parah.

"Apa yang terjadi jika kita menghentikan perawatannya?" tanya Hye Soo "Dokter bilang tidak ada cara lain selain terapi radiasi. Tahun depan anak saya akan mulai masuk sekolah. Apakah saya... masih akan hidup sampai saat itu?"

Dokter dengan berat hati memberitahu Hye Soo bahwa penyakitnya semakin memburuk jauh lebih cepat dari dugaannya. Tapi bagaimanapun, dokter tetap berusaha menyemangati Hye Soo untuk tidak patah semangat.


Ji Hoon tiba di rumah sakit tak lama kemudian tapi suster memberitahunya bahwa perawatan Hye Soo ditunda. Ji Hoon bertanya cemas pada dokter, kenapa perawatannya ditunda? apakah keadaan Hye Soo semakin memburuk? Dokter mengkonfirmasi kecemasan Ji Hoon, keadaan Hye Soo memang memburuk jauh lebih cepat.

Kalau begitu bukankah seharusnya mereka melakukan sesuatu untuk mengobatinya dengan memakai cara lain mungkin, protes Ji Hoon. Sayangnya, dokter berkata saat ini tidak ada cara lain yang bisa mereka lakukan, dan dokter sendiripun tidak bisa menjamin apapun.

Ji Hoon langsung marah mendengarnya, bagaimana bisa seorang dokter berkata seperti itu pada pasiennya sendiri, seharusnya dia menyemangati pasiennya bahwa dia pasti akan sembuh dan hidup apapun yang terjadi "Kumohon, dokter. Selamatkan dia. Kita harus menyelamatkan Hye Soo ku"


Ji Hoon menemukan Hye Soo duduk termenung sedih di lobi rumah sakit. Tidak ingin Hye Soo melihat kesedihannya juga, Ji Hoon cepat-cepat menghapus air matanya lalu menghampiri Hye Soo dengan senyum ceria dan pura-pura tidak tahu tentang penundaan terapinya.


Dia bertanya apakah Hye Soo lapar dan Hye Soo langsung mengiyakannya sambil menyebutkan daftar berbagai makanan yang ingin dimakannya. Ji Hoon memenuhi semua keinginannya dengan memesankan semua makanan yang Hye Soo minta. Dia sedih saat melihat Hye Soo berusaha bersikap biasa-biasa saja dan memakan semua makanannya dengan lahap.

"Sebaiknya kita ganti rumah sakit" usul Ji Hoon.


Ji Hoon mengklaim kalau dokternya Hye Soo tidak berguna jadi dia akan mencarikan rumah sakit lain. Hye Soo menolak dan berbohong pada Ji Hoon dengan mengatakan kalau dokternya bilang dia mengalami banyak perkembangan yang baik. Bahkan untuk membuktikkannya, Hye Soo langsung menunjukkan betapa lahapnya dia makan.

Mereka berdua sama-sama saling menyembunyikan kesedihan mereka masing-masing dengan pura-pura bersikap ceria. Ji Hoon mengusulkan agar setelah makan, mereka pergi melihat-lihat rumah yang akan mereka tinggali bersama dan membahas kapan kira-kira mereka akan mengadakan resepsi pernikahan. Dia jadi bingung, enaknya harus melakukan yang mana duluan.


Hmm... mungkin sebaiknya dia melamar Hye Soo dulu dan berkata "Kang Hye Soo, apa kau mau menikah denganku?"

Hye Soo tersenyum mendengarnya dan langsung protes lamarannya yang jelek itu, seharusnya Ji Hoon melamarnya dengan cara yang benar. Seperti melakukan lamaran romantis dengan balon-balon, konfeti, menyanyi lagu romantis dan berteriak menyatakan cinta.

Ji Hoon hampir menangis mendengarnya dan cepat-cepat menunduk untuk menyembunyikan air matanya sambil protes kalau lamaran semacam itu sangat kekanak-kanakan. Hye Soo beralasan kalau dia bukannya mengharapkan akan mendapatkan lamaran seperti itu, dia mengatakan semua itu hanya karena dia sedang dalam energi yang tinggi. Jadi apa itu artinya Hye Soo tidak mau menikah dengannya. Hye Soo berkata kalau dia akan memikirkannya dulu.


Sung Kook datang menemui Mi Ran. Dia memberitahu Mi Ran bahwa Ji Hoon mungkin akan diinterogasi polisi. Dan karena akar masalah ini adalah Mi Ran, Sung Kook menyuruh Mi Ran untuk pura-pura tak tahu menahu mengenai masalah ini. Kalau ada orang yang bertanya padanya, Mi Ran bilang saja kalau Ji Hoon dan Hye Soo sudah pacaran cukup lama.

Dan sebaiknya Mi Ran mendesak Ji Hoon untuk menceraikan Hye Soo segera setelah rumor itu mereda. Saat ini pikian Ji Hoon sedang tidak waras gara-gara terpikat oleh wanita itu, dia bahkan berani melawannya dan meninggalkan perusahaan.

Mi Ran kaget mendengar Ji Hoon mengundurkan diri. Tapi dia menolak melakukan perintah Sung Kook, Ji Hoon sudah dewasa jadi tidak ada alasan bagi orang tua untuk ikut campur dalam kehidupan cintanya. Kalau Ji Hoon menyukai wanita itu, berarti wanita itu memang menyenangkan.


Saat Sung Kook menyindir sikapnya yang kurang pantas sebagai seorang ibu. Mi Ran langsung balas membentak dan menyinggung sikap Sung Kook yang melakukan semua ini bukan karena dia ingin melindungi Ji Hoon sebagai ayah, tapi hanya karena dia serakah. Kesal, Sung Kook beranjak pergi. Tapi sebelum itu, dia bertanya apakah Mi Ran tahu kalau Hye Soo sekarat. Mi Ran kaget mendengarnya.


Setelah makan siang, Ji Hoon dan Hye Soo pergi menjemput Eun Sung. Begitu melihat Ji Hoon, Eun Sung langsung berteriak "Appa!" lalu melompat kedalam pelukan Ji Hoon.

Mereka bertiga berjalan bergandengan tangan tapi kemudian Ji Hoon menggendong Eun Sung lagi lalu menuntun mereka ke 'rumah mereka'.


Ji Hoon ternyata sudah menyiapkan sebuah rumah untuk mereka. Rumahnya kecil tapi nyaman dan sangat cocok untuk sebuah keluarga kecil. Eun Sung pun langsung menyukainya, apalagi dia punya kamar sendiri. Kamarnya bahkan sudah dihias layaknya kamar anak perempuan dengan dinding, tempat tidur dan berbagai barang warna pink dan banyak boneka.


"Kapan kau menyiapkan semua ini?"

"Aku sangat ingin cepat-cepat mendekorasi segalaya. Sisanya bisa kita bereskan selama kita tinggal disini. Rumah ini satu-satunya yang paling cocok dan dekat dengan rumahnya Joo Yeon. Tinggallah disini bahkan sekalipun kau tidak menyukainya. Jika Eun Sung besar nanti, kita akan pindah ke tempat yang lebih baik"

"Kenapa kau bertindak terlalu cepat?"

"Karena aku ingin tinggal bersama secepatnya. Apa normal bagi pasangan tinggal terpisah? Apa kau mau melihat kamar tidur utama"


Dan sebelum Hye Soo sempat protes lebih lanjut, Ji Hoon langsung mendorongnya masuk ke kamar mereka. Dan saat Hye Soo masih saja ngambek, Ji Hoon langsung mendorongnya ke kasur. Eun Sung bergabung dengan mereka tak lama kemudian dan Eun Sung langsung memeluk mereka.


Ji Hoon mengizinkan Hye Soo untuk mengganti semua furniturenya kalau dia tidak suka. Tapi Eun Sung berkata kalau dia suka dan langsung melompat kedalam pelukan Ji Hoon sambil memangggilnya appa. Hye Soo tersenyum melihat mereka.


Di restoran, Chef Kong menuntut penjelasan Manager Park tentang kenapa Ji Hoon tiba-tiba mengundurkan diri padahal dia baru saja dipromosikan. Apa rumor tentang perdagangan organ ilegal itu benar? tanyanya.

"Aku kan sudah bilang tidak! Itu rumor yang tak berdasar!"

Jadi kenapa Ji Hoon mengundurkan diri? Atau jangan-jangan Ji Hoon telah melakukan pelecehan seksual pada Hye Soo. Lagi-lagi Manager Park langsung menyangkalnya, kenapa juga Ji Hoon melakukan itu pada Hye Soo jika mereka berdua saling mencintai.

Manager Park menjelaskan kalau Ji Hoon sangat amat menyukai Hye Soo dan tidak bisa hidup karenanya dan karena itulah dia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan. Tapi Chef Kong malah semakin bingung, kalaupun mereka berdua saling mencintai lalu apa hubungannya dengan pengunduran diri Ji Hoon.

"Apa dia ditendang keluar oleh keluarganya?" duga Chef Kong


Sejak mendengarkan percakapan Chef Kong dan Manager Park, Seung Joo pergi mencari Hye Soo ke tokonya Joo Yeon dan bertanya apakah Ji Hoon mengundurkan diri karena masalah operasi itu sudah ketahuan. Hye Soo malah kaget mendengarnya. Dia sama sekali tidak tahu tentang pengunduran diri Ji Hoon.

Seung Joo jadi menyesal telah mengatakan semua itu pada Hye Soo. Tapi bagaimanapun, dia merasa Ji Hoon itu orang baik. Sepertinya Ji Hoon benar-benar menyukai Hye Soo. Karena itulah, dia berharap semoga hubungan mereka lancar "Aku datang untuk mengucapkan selamat padanya dan mendoakan semoga kalian berdua langgeng. Terimalah semua cinta yang tidak bisa kau dapatkan dari Hyung"


Sekretarisnya Sung Kook memberitahunya bahwa rumor dikalangan dewan direksi berhasil diredakan dan tidak ada media yang mengontak mereka, kecuali satu orang. Ada seorang repoter bernama Reporter Hong yang menghubungi bagian PR.

Dan Reporter Hong itu adalah temannya Jung Hoon. Kesal, Sung Kook memerintahkan si sekretaris untuk segera menghubungi reporter itu agar dia bisa bertemu langsung dengannya dan mengurusnya sendiri.


Pulang ke rumah malam harinya, Sung Kook langsung melabrak Jung Hoon. Dia hampir saja memukuli Jung Hoon dengan tongkatnya, tapi Su Young cepat-cepat menghentikannya. Kesal, Sung Kook memerintahkan Jung Hoon untuk berkemas dan pindah ke Amerika secepatnya. Dan kalau di sana juga Jung Hoon masih saja membuat masalah, maka saat itu juga hubungan ayah-anak mereka berakhir. Jung Hoon langsung menangis dan mengeluhkan ketidakadilan ini pada ibunya.


Cukup sudah kesabaran Sun Young. Dia langsung menyusul Sung Kook ke ruang kerjanya. Sung Kook sedang tidak mood dan menyuruh Sun Young untuk meninggalkannya sendiri.

"Baiklah, tinggallah sendiri. Aku akan membiarkanmu tinggal sendirian selamanya. Kalau Jung Hoon pergi maka aku juga akan ikut dengannya"

Dia tidak peduli dengan apapun yang terjadi di kantor. Seumur hidupnya dia harus selalu mendengarkan ocehan Sung Kook tentang pekerjaan terus menerus. Dia sudah lelah dengan semua ini. Dia sempat mengira kalau Sung Kook mungkin akan berubah seiring bertambahnya usia. Tapi ternyata itu cuma harapan kosong.


"Aku sangat menyesal telah menikah denganmu. Apa kau tahu salah siapa Jung Hoon berubah jadi seperti itu? Karena dia tidak pernah sekalipun melihatmu dan aku saling mengasihi satu sama lain"

Selama ini banyak orang yang iri padanya karena dia istri seorang presdir, tapi mereka tidak pernah tahu kalau hidupnya sebenarnya sangat menyedihkan. Dia sudah lelah dengan semua ini. Karena itulah dia akan pergi dan akan kembali jika Sung Kook sudah mati nanti.


Malam itu, Hye Soo memandangi Eun Sung yang sedang tidur dengan senyum sedih. Keesokan harinya, dia pergi menemui Young Hee dan mengajaknya makan bersama. Mereka makan dengan gembira tapi Young Hee memperhatikan wajah Hye Soo semakin kurus, dia tidak suka melihat Hye Soo bertambah kurus.


Hye Soo mengaku bahwa sebenarnya dia memang sakit "Siapa tahu... aku tiba-tiba pergi. Aku ingin memberitahu Ibu terlebih dulu"

Young Hee tercengang mendengarnya, apa maksudnya itu. Hye Soo berusaha bicara dengan nada casual saat dia memberitahu Young Hee bahwa dia diagnosis tidak akan hidup lama, "Jika aku pergi. Tolong jaga Eun Sung."

Bersambung ke episode 15 - 2

9 comments :

  1. Lanjutannya moga bs cpt

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. sinopsisi terbarunya ditunggu yah...

    ReplyDelete
  4. Semangat ya unnie...aq adalah penggemar setia blog ini...aq selalu menantikan setiap project sinopsisnya

    ReplyDelete
  5. Makasih sinopsis y. D tunggu kelanjutan y mudah2an ga sad ending.

    ReplyDelete