April 25, 2016

Marriage Contract Episode 14 - 2


Joo Yeon menemui Hye Soo di kamar. Dia berkata kalau Ji Hoon datang dan mengajak Eun Sung keluar. Hye Soo lalu duduk dan Joo Yeon meminta dia untuk mengatakan yang sejujurnya. Apa Hye Soo berkencan dengan Ji Hoon. Melihat Hye Soo tak langsung menjawab, Joo Yeon pun bisa menebak kalau Hye Soo memang sudah berkencan dengan Ji Hoon. 

“Lalu, apa kau liburan bersamanya?” tanya Joo Yeon.

“Tidak, awalnya kami tidak pergi bersama-sama tapi...”

“Jadi kalian liburan bersama-sama,” potong Joo Yeon dan Hye Soo berusaha menjelaskan semuanya. Namun Joo Yeon tak perlu penjelasan apa-apa, karena dia mengerti semuanya. Yang terpenting bagi Joo Yeon adalah Hye Soo tidak berbohong padanya. 

Joo Yeon lalu bertanya apa yang terjadi sekarang, karena Joo Yeon merasa ada yang Hye Soo sembunyikan lagi darinya. Hye Soo hanya diam sehingga Joo Yeon mengatakan agar Hye Soo memberitahu semuanya disaat dia sudah siap untuk bercerita. 

“Oh ya, Eun Sung benar-benar suka padanya. Sejak kapan mereka berdua mulai dekat? Aku jadi iri. Dasar kau direktur!” ucap Joo Yeon dan Hye Soo hanya tersenyum kecil mendengarnya.



Eun Sung dan Ji Hoon sudah berada di taman. Tanpa basa basi Eun Sung bertanya apa Ji Hoon sudah baikkan dengan Hye Soo. Tentu saja Ji Hoon mengiyakan dan Eun Sung berkomentar bagus.

“Ahjussi, omma bilang dia sakit parah,” ucap Eun Sung sedih.

“Benarkah?” Ji Hoon duduk di samping Eun Sung dan berkata kalau Hye Soo akan segera sembuh jadi Eun Sung tidak perlu khawatir. 

“Kau benar. Omma sangat kuat! Dia bilang dia akan segera sembuh,” ucap Eun Sung.


“Eun Sung-a, Omma-mu itu wanita yang sangat kuat, sangat hebat dan sangat cantik, benar kan?” tanya Ji Hoon dan Eun Sung mengiyakan. “Omma-mu itu keren dan sangat tabah. Sejak aku bertemu dengannya. Ahjussi menjadi orang yang pemberani. Dulu ahjussi laki-laki pengecut dan lemah. Tai sejak ahjussi bertemu dengan omma-mu, tiba-tiba ahjussi menjadi pemberani.”

“Kenapa?”

“Karena omma-mu bilang kalau aku orang yang baik. Sebelumnya, ahjussi tidak tahu kalau ahjussi orang baik,” jawab Ji Hoon dan Eun Sung berkata kalau Ji Hoon memang orang yang baik. Ji Hoon kemudian berterima kasih pada Eun Sung dan berharap agar mereka bisa hidup bersama selamanya. 


Ji Hoon lalu mengajak Eun Sung bermain petak umpet dan Eun Sung menyetujuinya. Setelah melakukan batu gunting kertas, Ji Hoon yang bersembunyi dan Eun Sung yang mencari. Namun beberapa menit kemudian, kita melihat Ji Hoon yang mencari-cari Eun Sung dan Eun Sung tiba-tiba muncul di balik bunga - bunga sambil tersenyum senang. 


“Kau mengagetkanku, Eun Sung-a,” ucap Ji Hoon dan Eun Sung menghampirinya. Eun Sung kemudian menyelipkan bunga di telinga Ji Hoon dan mereka kembali melanjutkan permainan. Tiba-tiba terdengar suara Hye Soo yang ingin ikut melakukan batu, gunting, kertas. 

“Omma,” panggil Eun Sung dan lari memeluk Hye Soo.

“Eun Sung putriku,” jawab Hye Soo dan Eun Sung kemudian pergi bermain sendiri. Dia membiarkan Ji Hoon dan Hye Soo berdua. 


“Apa ini? Kau terlihat sehat. Kau berpura-pura sedang sakit kan?” tanya Ji Hoon dan memberi Hye Soo bunga. “Kenapa kau pergi ke RS sendirian lagi? Bukankah aku menyuruhmu untuk menelponku?” tanya Ji Hoon lagi dan Hye Soo berjanji lain kali akan menelpon JI Hoon saat akan pergi ke RS.


Hye Soo memanggil Eun Sung yang saat itu sedang berjoged-joged sendiri dan Hye Soo langusng mengikuti gerakan dance yang Eun Sung lakukan. Melihat Hye Soo bahagia, Ji Hoon pun senang. Ji Hoon kemudian memberitahu Hye Soo kalau rentenir yang selalu mengejar Hye Soo, tidak akan mengejarnya lagi, karena Ji Hoon sudah membereskan masalahnya. Jika orang itu masih mengejar Hye Soo, maka Hye Soo harus menghubunginya dan Hye Soo pun mengiyakan. 

“Oh ya, apa kau sudah dengar mengenai hasil yang kau kirimkan?” tanya Hye Soo.

“Apa?”


“Hasil MRI yang kau kirimkan ke Amerika,” jelas Hye Soo dan Ji Hoon dengan sedikit ragu mengatakan kalau hasilnya sudah ada. “Jangan kecewa jika hasilnya tidak bagus.”

“Siapa bilang hasilnya tidak bagus? Mereka bilang hasilnya bagus. Tidak bagus. Dan mereka bilang kau bisa sembuh setelah operasi pengangkatan. Sudah aku bilang kalau pengobatan jaman sekarang sudah semakin canggih. Tapi, kenapa mereka tidak bisa menyembuhkanmu?” ucap Ji Hoon berbohong.



“Baguslah kalau begitu,” jawab Hye Soo yang terlihat percaya pada apa yang Ji Hoon katakan. Ji Hoon lalu meminta Hye Soo untuk berjanji akan melawan penyakitnya dan Hye Soo pun mengiyakan. Mereka kembali melakukan janji dengan jari kelingking dan hendak diakhiri dengan ciuman. Namun sebelum mereka melakukannya, Eun Sung menghampiri mereka dan berseru “ciuman...ciuman...” Menyadari ada Eun Sung, mereka pun tak jadi ciuman dan menggantinya dengan mencium pipi Eun Sung. 


Dalam perjalanan pulang, Eun Sung tertidur dalam gendongan Ji Hoon. Ji Hoon kemudian bertanya tentang apa yang ingin Hye Soo lakukan ketika dia punya kekasih dan Hye Soo menjawab kalau dia ingin berjalan sambil berpegangan tangan, melihat bunga sakura bersama-sama, jalan bersama-sama, naik sepeda bersama-sama, bernyanyi dan menari bersama-sama.

“Mengapa kau selama ini memendamnnya?” tanya Ji Hoon saat mengetahui kalau begitu banyak hal yang ingin Hye Soo lakukan. Hye Soo akhirnya mengaku kalau sangat berat baginya untuk menahan semua itu. Ji Hoon kemudian berjanji akan melakukan semua keinginan Hye Soo, jika Hye Soo juga berbuat baik terhadapnya. 

“Direktur.... Ji Hoon..”

“Oppa,” potong Ji Hoon.

“Tak bisakah aku memanggilmu Ji Hoon-shi?” tanya Hye Soo, karena dia merasa tak nyaman jika harus memanggil oppa.


“Kalau begitu... kenapa tidak panggil aku Ji Hoon-a saja?” saran Ji Hoon dan Hye Soo setuju. Hye Soo kemudian bertanya dengan ekspresi serius, dia bertanya apa Ji Hoon benar-benar menyukainya dan seberapa besar Ji Hoon menyukai dirinya. Dia bertanya sambil terus mendekatkan dirinya pada Ji Hoon. Bukannya menjawab, Ji Hoon malah mengecup bibir Hye Soo. 

“Jika kau terus memaksaku. Aku akan terus menciummu,” ucap Ji Hoon dan kembali mengecup bibir Hye Soo sehingga membuat Hye Soo menghindar.

“Ahjussi, aku tidak suka dicium,” ucap Eun Sung dalam tidurnya.

“Oh, baiklah Eun Sung-a. Maafkan aku,” ucap Ji Hoon. “Dia bilang, dia tak suka dicium, kenapa kau menciumku?” ucap Ji Hoon pada Hye Soo. 

“Kapan aku melakukannya?” bantah Hye Soo.


Na Yoon sedang berada di panggung bersama temannya. Temannya berlatih biola, namun Na Yoon hanya terdiam dan tak melakukan apa-apa. Teman Na Yoon mendapat telepon dan kemudian pergi untuk menjawabnya. Tepat disaat itu Jung Hoon muncul dalam keadaan mabuk. Dia menyebut Na Yoon sebagai wanita yang mengerikan.

“Apa aku mudah kau permainkan? Benarkan? Kenapa? Kenapa? Kenapa?” tanya Jung Hoon dan Na Yoon tak menjawab, dia hanya meminta Jung Hoon pergi. Jung Hoon lalu berkata kalau Ji Hoon menyukai Hye Soo dan menyebut Na Yoon seperi anjing yang sedang mengejar ayam. Tak mau mendengar bualan Jung Hoon, Na Yoon pun memilih pergi, namun Jung Hoon menahan tangannya. 


“Seo Na Yoon, jawab aku! Apa kau masih menyukainya? Kenapa? Kenapa?” tanya Jung Hoon dan karena tak senang di pegang oleh Jung Hoon, Na Yoon pun berusaha melepaskan tangannya sehingga akhirnya membuat Jung Hoon terjatuh. Jung Hoon benar-benar sudah mabuk berat, bahkan untuk langsung berdiri saja, dia tak sanggup.


Na Yoon menghela nafas melihat tingkah kakak tiri Ji Hoon. Dia kemudian bertanya apa Jung Hoon pernah tulus mencintai seseorang dan Jung Hoon hanya tertawa mengejek mendengar pertanyaan itu. Baginya tidak ada orang yang mencintai orang lain dengan tulus.

“Ada seseorang yang seperti itu. Dia bisa mencintai seseorang seperti itu... oleh sebab itu, aku mencintai orang itu. Aku masih mencintainya... dan aku akan mencintainya.... selamanya,” aku Na Yoon dan Jung Hoon hanya tersenyum mengejek. “Kau tidak mengerti apa yang aku maksudkan? Pergilah sebelum aku menghubungi polisi,” ucap Na Yoon dan pergi.


Jung Hoon pergi ke klub dan langsung disambut oleh dua perempuan. Si rentenir muncul dan berkata kalau dia mencari Jung Hoon. Melihat sikap si Rentenir yang sok akrab, Jung Hoon pun tak senang dan bertanya “Siapa kau?”

Si rentenir datang untuk meminta bayaran pada Jung Hoon, karena Jung Hoon sudah menyuruhnya bekerja. Tentu saja Jung Hoon tak mau melakukan apa-apa karena si Rentenir memang belum melakukan apa-apa untuk dirinya. Si rentenir tak bisa mendapatkan tanda tangan Hye Soo. 


Awalnya, si rentenir masih bersikap sabar pada sikap Jung Hoon yang tak tahu berterima kasih dan seenaknya sendiri. Tapi saat dia di sebut “Pengemis” oleh Jung Hoon, si rentenir pun naik pitam. Dia memanggil Jung Hoon dengan sebutan, “bajingan” dan kemudian memukulnya.  Jung Hoon hendak membalas, tapi karena si rentenir mengelak, Jung Hoon akhirnya terjatuh di tangga dan kesakitan.


“Jangan bertindak bodoh. Hidupmu penuh dengan kejahatan. Apa bedanya kau dan aku? Jangan sombong kau! Aku bisa menjadikanmu perkedel. Kirimkan ke rekeningku besok. Aku tidak main-main,” ucap si rentenir dan sambil jalan pergi dia berkata kalau Jung Hoon jatuh sendiri, dia sama sekali tidak mendorong.  


Tuan Oh keluar ruang rawatnya ditemani perawat. Tepat disaat itu, orang suruhan Sung Kook muncul dan memberikan sebuket bunga untuk Tuan Oh. Selain bunga, Sung Kook juga menitip pesan ucapan  rasa senangnya atas keberhasilan operasi Mi Ran dan Tuan Oh. Pria itu kemudian bertanya apa Tuan Oh mengizinkan Sung Kook untuk bertemu dengannya.


“Pergilah. Pergi, selagi aku mengatakannya secara sopan,” ucap Tuan Oh dan hendak masuk ruangan. Namun pria itu kembali bertanya apa Tuan Oh bisa menghubungi dia ketika Tuan Oh sudah merasa baikkan, karena Sung Kook sangat ingin membicarakan tentang Ji Hoon dengan Tuan Oh. Pria itu kemudian menitipkan bunga yang dibawanya pada si perawat. Sebenarnya Tuan Oh ingin menolak dan berteriak, namun rasa sakitnya menahan dia melakukan semua itu.


Mi Ran sedang di periksa oleh seorang perawat yang meminta Mi Ran untuk segera mengatakan padanya kalau Mi Ran merasa tangannya mati rasa. Setelah perawat selesai melakukan pemeriksaan, Tuan Oh masuk dan perawat meletakkan buket bunga itu di ruang rawat Mi Ran. 


“Suamimu yang mengirimkannya untukmu. Bagaimana perasaanmu? Sudahkan lebih baik?” tanya Tuan Oh, namun Mi Ran tak menjawab. Terlihat dari ekspresi wajahnya, Mi Ran terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Hye Soo menemui Sung Kook dan mengembalikan uang yang Hye Soo terima dulu. Dia mengaku kalau awalnya dia ingin menggunakan uang itu untuk Eun Sung, namun sekarang dia sadar kalau dia tak bisa membesarkan Eun Sung dengan uang itu. 


“Aku tidak akan terlihat seperti seorang ibu bagi anakku. Meskipun waktuku tidak lama lagi. Kejadian ini tidak adil. Aku ingin menjadi ibu yang dihormati oleh anaknya. Maafkan aku. Tapi tolong.... terima ini. Dan... saat ini aku tidak butuh uang lagi. Selama nama direktur Han Ji Hoon bersih dari semua tuduhan itu.  Aku akan menandatangi kontrak apapun seperti yang kau inginkan,” ucap Hye Soo dan langsung menandatangi kontrak yang Sung Kook buat tanpa membacanya terlebih dahulu. 

Sung Kook kemudian bertanya kenapa Hye Soo melakukan semua itu dan Hye Soo menjawab kalau dia tak butuh apa-apa. Yang Hye Soo inginkan adalah menyelamatkan Ji Hoon. Hye Soo kemudian berjalan pergi dan Sung Kook terlihat senang. 


Ji Hoon sedang melihat buket bunga dari sang ayah dan tak lama kemudian Mi Ran terbangun lalu bertanya kapan Ji Hoon datang. 

“Siapa yang mengirimkan ini padamu?” tanya Ji Hoon sambil menunjuk bunganya dan Mi Ran menjawab “Ayahmu.” Tentu saja Ji Hoon terlihat senang mendengarnya.


“Dia ingin aku mati tapi sekarang dia mengirimkanku bunga. Karena dia butuh bantuanku. Aku yakin ini tentang dirimu,” ucap Mi Ran dan Ji Hoon bertanya kenapa dulu Mi Ran menyukai Sung Kook. “Dulu... dia tak sejahat seperti sekarang. Dia orang yang sangat baik. Tapi apa yang membuatnya seperti sekarang ini? Setelah menjadi orang sukses dan karena banyak hal yang harus dia lindungi. Manusia akan mudah berubah ketika banyak hal yang harus mereka lindungi,” jawab Mi Ran dan menyalami tangan Ji Hoon. Mi Ran meminta agar Ji Hoon tak seperti ayahnya. Mendengar permintaan sang ibu, Ji Hoon terharu.


Ji Hoon menemui dokter Hye Soo dan bertanya apa tidak ada kemungkinan operasi walau 1 %. Si dokter menjawab kalau resikonya terlalu tinggi dan mengajak Ji Hoon membahas tentang operasi ketika tumor Hye Soo sudah mengecil. 

“Jadi, apa mungkin tumornya mengecil? Apakah benar-benar bisa mengecil?” 

“Faktanya, dampak dari radiasi pengobatannya sudah membuatnya mengecil,” jawab dokter dan Ji Hoon kemudian menunjukkan sistem pengobatan yang di lakukan di Amerika. Dia ingin si dokter menggunakan sistem tersebut sebagai referensi pengobatan untuk Hye Soo. 


“Kang Hye Soo sudah memberikannya padaku dan sudah aku cek. Kau tidak diberi tahu?” ucap dokter dan tentu saja Ji Hoon kaget mendengarnya. Karena ketidak tahuan Ji Hoon, lagi-lagi si dokter meragukan apakah Ji Hoon dan Hye Soo benar-benar suami istri. 



Keluar dari ruangan dokter, Ji Hoon menelpon orang yang bernama Ketua Kim dan bertanya apa Ketua Kim sudah bertemu dengan Sung Kook. Sepertinya Ji Hoon mendapat jawaban iya. Tanpa mengkonfirmasikannya terlebih dahulu dengan Hye Soo, Ji Hoon langsung menemui ayahnya. Namun Sung Kook tak ada di ruangannya, disana hanya ada Jung Hoon dengan kaki yang terluka dan berjalan menggunakan tongkat. 

Ji Hoon tak mau bicara dengan Jung Hoon dan hendak pergi, namun Jung Hoon langsung membahas tentang Hye Soo yang membuat pengakuan. Ji Hoon tak mengerti dan Jung Hoon menjelaskan kalau Hye Soo sudah mengakui apa yang sudah dia lakukan. 

“Dia membuat pernyataan tertulis kalau dia yang menyuruhmu melakukan pernikahan palsu dan menjual organ tubuhnya,” tambah Jung Hoon.


“Apa? Pernyataan tertulis?” tanya Ji Hoon kaget. 

“Jangan sok tidak tahu. Kau pikir kau bisa bebas dari masalah ini? Kau yang membuat masalah ini! Kau pura-pura merawatnya tapi akhirnya seperti ini. Kenapa kau tidak menuntut wanita itu? ayah baru saja memanggil dewan direksi untuk sebuah pertemuan. Dia sedang membaut klarifikasi. Jadi, kau bisa pergi dan melihatnya. Dia melarangku untuk hadir, jadi... aku ada disini. Dia pasti berpikir kalau ini bisa membuat aib keluarga,” ucap Jung Hoon dan melihat luka kakinya.


Ji Hoon langsung pergi dan di depan ruangan untuk  pertemuan dewan direksi, dia mendengar apa yang Sung Kook katakan. Dalam pernyataan itu Ji Hoon di nyatakan tidak bersalah dan yang salah adalah Hye Soo sendiri. Tepat disaat Sung Kook selesai membacakan surat pernyataan yang di tandatangani Hye Soo, Ji Hoon langsung masuk dan itu membuat Sung Kook sedikit terkejut. Tapi dia langsung berkata kalau Ji Hoon ingin memperjelas masalah itu sendiri.

“Tolong tunggu disini. Aku akan pergi dan bicara dengannya,” ucap Sung Kook sebelum mempersilahkan Ji Hoon bicara di depan semua dewan direksi. Namun Ji Hoon menolak, dia menyuruh Sung Kook untuk duduk saja. 

Ji Hoon mengambil surat penyataan itu dan berkata pada semuanya kalau pernyataa itu tidak benar. “Saya sendiri yang akan menjelaskan hal ini. Karena saya yang sudah membuatnya. Wanita itu tidak bersalah sama sekali. Sayalah yang berusaha membeli organ tubuhnya meskipun aku tahu itu ilegal. Karena saya membutuhkannya, jadi... saya menyuap dia dengan uang,” jelas Ji Hoon dan kemudian meremas kertas pengakuan Hye Soo. “Maafkan saya karena sudah membuat kalian khawatir. Saya akan bertanggung jawab dan keluar dari perusahaan ini,” tambah Ji Hoon dan kemudian memberikan penghormatan terakhirnya pada semua dewan direksi. 


Ji Hoon sekarang hanya berdua ayahnya dan bertanya apa sang ayah lah yang sudah memberikan surat dari Amerika pada Hye Soo. Masih ingin menyalahkan Hye Soo, Sung Kook balik bertanya apa Hye Soo yang sudah mengatakan semuanya. 

“Kenapa Ayah melakukannya?” tanya Ji Hoon.

“Dia tidak mengatakan padamu alasannya?”

“Kapan Ayah mendapatkan laporannya?”

“Dasar brengsek. Kau tidak pernah berterima kasih padaku malah menentangku karena masalah ini?”

“Apa yang Ayah katakan padanya?”


“Kenapa kau menyukai orang yang sedang sekarat? Aku katakan padanya untuk berbuat baik sebelum mati. Kenapa? Dia itu wanita yang keras kepala. Dulu dia mengambil uangnya dan sekarang dia ingin mengembalikannya padaku. Dia benar-benar pintar. Ya, dia bisa mendapatkan uang yang banyak jika bersamamu. Sekarang, dia sangat menyesalinya. Berpikir tentang mendapatkan warisan,” pendapat Sung Kook tentang Hye Soo. Dia bahkan beranggapan Hye Soo punya sikap keserakahan yang tidak pernah hilang. 

“Ayah... bagaimana bisa Ayah melakukan itu? Bagaimana aku bisa menemuinya sekarang?"


“Kau ini begitu naif. Kapan kau mau belajar mengenai kerasnya dunia? Aku sedang berusaha keras untukmu. Apa kau tidak bisa melihatnya? Nafasku seakan berhenti berhembus karenamu. Aku melakukan semua ini hanya untukmu. Demi menyelamatkanmu,” aku Sung Kook dan Ji Hoon menjawab kalau dia tak butuh semua itu. Ji Hoon mengaku kalau dia memang pantas di hukum karena bersalah.

Namun Sung Kook memberitahu Ji Hoon kalau dia sedang membahas tentang Ji Hoon yang bisa memiliki perusahaan itu atau tidak. Sung Kook tidak senang karena Ji Hoon mengacaukan semuanya hanya demi seorang wanita. 

“Apakah kau akan sadar kalau kau dipecat? Kau tidak pernah tahu betapa sulitnya hidup di dunia ini, kan?”

“Aku akan pergi. Kau bisa memecatku. Aku mash bisa melanjutkan hidupku. Aku rasa dunia yang kejam ini tidak akan pernah sekejam ayah,” ucap Ji Hoon dan mengucapkan salam perpisahan. Melihat Ji Hoon benar-benar pergi, Sung Kook langsung berkata kalau dia bukan anaknya lagi. 


Hye Soo menyambut kedatangan Eun Sung yang diantar pulang oleh mobil sekolah. Dia kemudian mengajak Eun Sung naik sepeda bersama. Tentu saja Eun Sung mengiyakan, karena dia memang suka bermain sepeda. 


Dalam perjalanan keluar kantor, semua orang memberi hormat pada Ji Hoon. Di lobi, Ji Hoon kemudian membuka dasinya dan berjalan dengan penuh senyum. Dia terlihat seperti orang yang sudah terbebas dari sesuatu. 



Dengan membawa bunga dan senyum diwajah, Ji Hoon menemui Hye Soo dan Eun Sung. Hye Soo terharu dan mereka berdua pun berpelukan. Mereka terlihat sangat bahagia karena akhirnya tak ada lagi hal yang bisa menghalangi hubungan mereka berdua. Eun Sung mendekat dan langsung digendong Ji Hoon.


“Ijinkan aku memeluk Eun Sung... dan ijinkan aku memeluk ibumu juga. Ahjussi akan memeluk kalian berdua,” ucap Ji Hoon dan mereka bertigapun berpelukan. 


Bersambung ke sinospsi marriage contract episode 15

3 comments :

  1. Huaaaaaaa, semoga bukan sad mending 😖

    ReplyDelete
  2. Baru baca sinop ny aja uda agak mewek nih.. 😁 😁 ditunggu episode 15. Gomawo uni.. 😘

    ReplyDelete