April 23, 2016

Marriage Contract Episode 14 - 1


Ji Hoon menemani Hye Soo semalaman, mereka tidur sambil berpelukan. Ji Hoon bangun terlebih dahulu dan kemudian pergi ke minimarket untuk belanja. Keluar dari mini market dia mengirim SMS untuk Jung Hoon dan mengajak ketemuan. 



Mendapat SMS dari Ji Hoon, Jung Hoon pun menebak kalau Ji Hoon sekarang pasti sudah merasa tertekan. Sun Young yang kebetulan mendengar ucapan Jung Hoon, langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi. 

‘Omma, kau tak perlu khawatir dan tenanglah,” jawab Jung Hoon dengan senyum mengembang. Melihat sikap Jung Hoon yang seperti itu, Sun Young malah merasa curiga, dia penasaran dengan apa yang sudah Jung Hoon lakukan. Jung Hoon pun hanya memberitahu ibunya kalau hal seperti ini selalu terjadi di dunia, sudah seharusnya orang yang bersalah harus dihukum. 



Hye Soo masih tertidur saat Ji Hoon membuatkan sarapan untuknya. Dengan penuh senyum diwajahnya, Ji Hoon memasak sarapan. Dia terlihat begitu bahagia bisa bersama Hye Soo. Tak lama kemudian, Hye Soo membuka mata dan menemukan catatan kecil dari Ji Hoon yang berisi, “Selamat pagi. Silahkan ke meja makan untuk sarapan”.


Hye Soo sudah berada di meja makan dan bertanya kapan Ji Hoon menyiapkan semua itu. Ji Hoon hanya menjawab dengan senyuman dan kemudian mencium kepala Hye Soo. Sebelum sarapan, Ji Hoon menyiapkan jus yang harus diminum terlebih dahulu. 

“Terima kasih,” ucap Hye Soo dan tersenyum.


“Kalau kau benar-benar berterima kasih, ini ciumlah,” ucap Ji Hoon dan menyodorkan pipinya, tapi Hye Soo tak mau melakukannya. “Apa kau tidak akan mencium pipiku? Meskipun aku sudah menyiapkan sarapan,” ucap Ji Hoon dan kembali duduk. Hye Soo kemudian berkata kalau dia harus segera kembali, karena Eun Sung sedang menunggunya. 

“Yang minta aku datang, siapa? Aku juga orang sibuk. Aku harus bekerja,” ucap Ji Hoon  karena seolah-olah Ji Hoon lah yang meminta mereka pergi ke tempat itu. Hye Soo tersenyum dan membenarkan ucapan Ji Hoon.

Ji Hoon kemudian meminta Hye Soo memberitahunya kalau rentenir itu datang dan mengancam lagi. Dia juga meminta Hye Soo untuk tidak khawatir karena masalah itu sudah diurus oleh Ji Hoon sendiri. Membahas tentang masalah itu, Hye Soo pun bertanya tentang siapa orang yang sudah menyuruh si rentenir melakukannya. Ji Hoon hanya menjawab kalau itu adalah orang yang tidak tahu tentang apa yang sudah terjadi. 

“Bahkan operasinya saja tidak dilakukan. Kita tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ucap Ji Hoon dan berjanji akan memastikan kalau orang itu tidak akan berani lagi mengancam Hye Soo. Jadi, Hye Soo tak perlu mengkhawatirkan masalah itu lagi.


“Dan mengenai penyakitmu. Biarkan aku yang mengurusnya. Kita pasti segera mendengar kabar baik tentang hal itu,” ucap Ji Hoon dan kemudian memberitahu Hye Soo kalau dia sudah mengirim hasil MRI Hye Soo ke dokter yang paling terkenal di dunia. Ji Hoon sangat yakin kalau Hye Soo akan sembuh setelah melakukan operasi, karena menurutnya tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. 

“Sebagai gantinya… aku ingin kau berjanji satu hal padaku. Jangan pernah jauh dariku lagi. Kau tidak akan pernah jauh dariku lagi. Berjanjilah!” pinta Ji Hoon dan mengajak Hye Soo berjanji dengan jari kelingking. Namun saat Hye Soo memberikan jari kelingkingnya, Ji Hoon malah memasukkan sebuah cincin. 

Ji Hoon kemudian menunjukkan jari kelingkingnya dan di sana sudah melingkar cincin yang sama. Hmmm… ternyata Ji Hoon sudah menyiapkan cincin pasangan untuk mereka berdua. Dengan sama-sama menggunakan cincin pada jari kelingking mereka, Ji Hoon mengajak Hye Soo melakukan janji kelingking. 


“Sahkan janji kita,” ucap Ji Hoon dan kembali meminta Hye Soo mencium pipinya. Kali ini Hye Soo mau dan saat dia hendak mencium pipi Ji Hoon, tiba-tiba Ji Hoon memalingkan wajahnya dan langsung mengecup bibir Hye Soo. “Jangan berani-beraninya pergi lagi. Aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia dan memberikan ciuman,” ucap Ji Hoon pada Hye Soo yang saat itu masih terlihat shock karena mendapat banyak kejutan di pagi hari.

Mereka kemudian sarapan bersama. Mereka saling menyuapi satu sama lain. Hye Soo pun terharu bisa melakukan itu semua berasama Ji Hoon, sampai-sampai air matanya terus mengalir saat makan.


Ji Hoon mengantarkan Hye Soo pulang dan sebelum pergi bekerja, Ji Hoon ingin menemui Eun Sung terlebih dahulu. Namun Hye Soo melarang, karena dia tak mau suasananya jadi canggung, ketika Young Hee bertemu Ji Hoon. 


Di dalam rumah, Young Hee bertanya alasan Hye Soo pergi liburan dan Hye Soo tidak bisa menjelaskan. Eun Sung kemudian bertanya tentang Ji Hoon dan Hye Soo terkejut mendengar pertanyaan itu.

“Semalam dia datang kesini untuk mencarimu. Apa dia tidak menelponmu?” tanya Young Hee dan Hye Soo menjawab kalau dia sudah menerima telepon Ji Hoon. Melihat tingkah Hye Soo dan Ji Hoon, Young Hee pun menebak kalau mereka berdua pasti sedang bertengkar. Young Hee kemudian memberitahu Hye Soo untuk jangan merasa tak nyaman jika membicarakan tentang Ji Hoon, karena dia bisa mengerti bagaimana hubungan antara sepasang kekasih. Selain itu, Young Hee bisa melihat kalau Eun Sung sangat menyukai Ji Hoon.


“Kurasa dia bukan orang yang jahat. Seharusnya kau terima dia. Hidup bahagia bersamanya. Tadi malam, wajahnya terlihat sangat pucat. Aku bisa merasakan kalau dia benar-benar menyukaimu,” ucap Young Hee dan melihat cincin di jari kelingking Hye Soo. Menyadari kalau Young Hee melihat cincinnya, Hye Soo pun langsung menyembunyikan tangannya. “Tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa,” ucap Young Hee meyakinkan.

“Benar. Seharusnya kalian tidak bertengkar. Omma…,” ucap Eun Sung dan Hye Soo hanya mengangguk. Tepat disaat itu Seung Joo muncul dan bergabung dengan mereka. Dia kemudian bertanya apa Hye Soo menyukai liburannya. Hye Soo mengiyakan dan dia juga berterima kasih pada Seung Joo karena sudah mau menjaga Eun Sung. 


Sung Kook sedang bersama rekan kerjanya dan bertanya apa keputusan dia memilih Ji Hoon adalah keputusan yang benar. Wanita itu mengiyakan dan Sung Kook jadi bertambah bangga pada Ji Hoon, sampai-sampai dia menyamakan Ji Hoon dengan dirinya sendiri karena  punya jiwa pengusaha. 

Ekspresi wanita itu kemudian berubah serius dan ingin menanyakan sesuatu tentang Ji Hoon. Dia bertanya tentang rumor penjualan organ tubuh secara illegal yang sudah Ji Hoon lakukan. Tentu saja Sung Kook membantah berita itu. Namun setelah mendengar pertanyaan itu, Sung Kook pun bisa tahu dengan apa yang terjadi di perusahaannya. Dia pun bisa dengan mudah menebak kalau Jung Hoon lah yang sudah menyebarkan rumor tersebut.


Jung Hoon menelpon si rentenir dan lagi-lagi menyuruh si rentenir untuk mendapatkan tanda tangan dari Hye Soo. Si rentenir sendiri sekarang sudah berada di depan restoran dan melihat-lihat dari luar kalau saja Hye Soo muncul. Belum selesai bicara, Jung Hoon langsung menutup teleponnya. 


A Ra membuka jendela dan menyuruh si rentenir pergi. Bukannya pergi, si rentenir malah menggoda A Ra, sehingga Manager Park yang maju menghadapinya. Dari dalam, Chef Kong melihat dengan tatapan tajam pada si renternir dan si rentenir pun langsung takut lalu pergi. 


Apa yang membuat Jung Hoon tadi buru-buru menutup telepon? Ternyata karena Sung Kook datang menemuinya. 

“Dasar anak tidak tahu diuntung. Apa kau iri dengan kesuksesan adikmu?” tanya Sung Kook dengan marah. “Aku tahu kalau kau yang sudah menyebar rumor tentang Ji Hoon.”


“Rumor? Aku tidak mengerti apa yang Ayah bicarakan,” jawab Jung Hoon pura-pura tak paham.

‘Kau menyebarkan rumor kalau Ji Hoon terlibat dengan penujualan organ tubuh illegal,” ucap Sung Kook, namun Jung Hoon masih mengelak sehingga Sung Kook langsung menunjukkan amplop yang berisi keluhan dari semua mantan sekretaris Jung Hoon. “Selama ini aku berpura-pura tidak tahu dengan semua tindakanmu. Aku berusaha menyimpan rapat-rapat dokumen ini agar tidak bocor.”

Jung Hoon kaget dan langsung bertanya apa memangnya yang sudah dia lakukan pada mereka semua, sehingga mereka melakukan protes seperti itu. Sung Kook menyuruh Jung Hoon membaca sendiri dokumen yang ada di amplop itu dan dia pastikan Jung Hoon akan terkejut setelah membacanya. 

“Ada satu dokumen lagi yang ada di amplop itu. Kau sudah menggunakan uang perusahaan untuk kepentinganmu sendiri,” ucap Sung Kook dan membuat Jung Hoon terdiam. Sung Kook kemudian bertanya kenapa Jung Hoon mencari tahu catatan kesehatan dia. “Apa kau berusaha menyebarkan rumor kalau aku menderita Alzheimer dan mau menyingkirkanku dari perusahaan?”


Tak bisa berkutik lagi, Jung Hoon pun langsung berlutut dan meminta pengampunan. Sung Kook kemudian menyuruh Jung Hoon untuk melurusikan semua masalah yang sudah dia timbulkan. Jika semuanya sudah selesai, maka Sung Kook pun bisa memaafkan Jung Hoon. 

“Kau harus menghentikan rumor tentang Ji Hoon. Jika rumor ini di dengar oleh media, aku dan kau pasti akan berada dalam masalah besar. Aku akan menyebarkan semua data di amplop ini. Kita berdua dan perusahaan ini akan hancur. Kita akan berada dalam masalah,” ancam Sung Kook dan pergi meninggalkan Jung Hoon yang terduduk lemas.


Sung Kook mendapat rekaman medis milik Hye Soo dari RS di Amerika. Berikut data-data MRI yang dikirimkan Ji Hoon dan berisi keterangan dari dokternya. Sekretaris Sung Kook juga menjamin kalau Ji Hoon tidak akan tahu, tentang mereka yang sedang mencari tahu mengenai apa yang sedang dia lakukan untuk Hye Soo. 

Saat melihat data medis itu, Sung Kook kebingungan. Dia tak bisa membacanya, sehingga dia meminta si sekretaris untuk mencari orang yang bisa menjelaskan data tersebut. 


Pegawai restoran sedang bersantai di luar restoran. Seorang chef memberitahu chef Kong tentang rumor mengenai Ji Hoon yang menjual organ tubuh secara ilegal. Kebetulan, A Ra, Seung Joo dan Manager Park ada di sana dan mendengar apa yang mereka berdua katakan.  

“Apa yang baru saja kau katakana?” tanya Manager Park dan Chef Kong menjawab kalau Ji Hoon memang si pembuat masalah. Bahkan sekarang sudah tersebar kabar kalau Ji Hoon melakukan penjualan organ tubuh illegal. Seung Joo lalu bertanya siapa yang menyebar rumor seperti itu. Tak ada jawaban, Manager Park langsung terlihat histeris dan bertanya siapa penyebar rumor itu.

“Katakan padanya untuk hidup lebih baik. Apa yang sudah dia lakukan? Bisa saja rumor itu menjadi pembunuh,” ucap Chef Kong.


“Pembunuh?” ucap Manager Park panik dan langsung menutup mulut Chef Kong. Tentu saja chef Kong tak senang dan langsung melepaskan tangan Manager Park dari mulutnya.

‘Mengapa kau bicara mengenai pembunuh di bawah pohon sakura ini? Aku tak bisa percaya ini...,” ucap Manager Park.


Hye Soo muntah-muntah, karena terdengar dari luar Joo Yeon pun bertanya apa Hye Soo baik-baik saja dan Hye Soo menjawab baik-baik saja. Hye Joo keluar dari kamar mandi dan Joo Yeon bertanya apa tak seharusnya Hye Soo pergi ke Rumah Sakit. 

“Setelah minum obat dan tidur, aku pasti baik-baik saja. Aku hanya merasa mual,” jawab Hye Soo dan kemudian mengucapkan terima kasih pada Joo Yeon. Hye Soo lalu berjanji akan sembuh, sehingga bisa membalas semua kebaikan Joo Yeon. 


“Apa yang kau bicarakan? Tidur-tiduran saja,” ucap Joo Yeon dan Hye Soo pun melakukannya sambil menahan rasa sakitnya. 


Di rumah, Ji Hoon mendapat email dari dokter Persons mengenai pendapat medis. Tentu saja itu adalah pendapat medis atas penyakit yang Hye Soo derita. Dia kemudian menelpon dokter Persons dan berterima kasih.

Tepat disaat itu Manager Park masuk dan melihat apa yang sedang Ji Hoon baca. Namun dia tak terlalu memperhatikan tulisan di dalamnya. Karena tujuan dia menemui Ji Hoon adalah untuk membahas tentang rumor yang beredar mengenai Ji Hoon. Ketika Manager Park bicara, Ji Hoon hanya diam dan mata yang mulai memerah. Tanpa menanggapi apa yang Manager Park katakana, Ji Hoon langsung pergi dan berkata akan pergi ke kantor.


Di ruangannya, Sung Kook sedang membaca print out dari “Pendapat Medis Dokter”. Ya… itu adalah print out data yang sama seperti email yang Ji Hoon terima dari Dokter Persons. 



“Dasar anak tak tahu diuntung!” gumam Sung Kook setelah membaca print out tersebut. Tepat disaat itu Ji Hoon masuk dan memberikan surat pengunduran dirinya.

“Maafkan aku karena sudah menyusahkan perusahaan. Sebelum semua semakin rumit aku akan keluar,” ucap Ji Hoon dan Sung Kook tak mengizinkan Ji Hoon keluar. Ji Hoon kemudian menggunakan alasan rumor untuk mengundurkan diri, namun Sung Kook tetap tak mengizinkan. Dia bahkan menyuruh Ji Hoon mengambil surat pengunduran diri itu, sebelum ada orang lain yang melihatnya. Sung Kook berkata kalau masalah rumor itu hanyalah persoalan kecil dan dia bisa mengatasinya. 


“Tidak, aku rasa ini bukan sesuatu yang harus kau urus. Tolong, terima pengunduran diriku,” ucap Ji Hoon dan berterima kasih atas apa yang sudah Sung Kook lakukan untuknya selama ini. 

Ji Hoon keluar dan Sung Kook langsung  merobek surat pengunduran diri Ji Hoon. Dia terlihat kesal dan marah.


Di lift, Ji Hoon bertemu dengan Jung Hoon dan berbeda seperti biasanya, kali ini Jung Hoon terlihat tenang. Ji Hoon lalu bertanya kenapa Jung Hoon tak menjawab telepon darinya dan Jung Hoon hanya menjawab kalau dia sibuk. 

“Kau ingin aku mengundurkan diri kan? Aku akan melakukannya. Tapi jangan mengganggu wanita itu,” ucap Ji Hoon dan Jung Hoon menjawab kalau Ji Hoon tak perlu melakukan hal itu lagi. Jung Hoon mengaku kalau apa yang dia lakukan kemarin, hanya karena dia khawatir pada perusahaan. Dia takut kalau Ji Hoon akan mengacaukan urusan bisnis  karena urusan pribadinya. 

“Aku pikir semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan.  Sebagai Hyungnim, aku akan mencoba untuk mengerti,” ucap Jung Hoon dan tepat disaat itu pintu lift terbuka. Sebelum keluar, Ji Hoon mengingatkan kembali pada kakak tirinya itu untuk terus mengingat permintaannya. 

Sepertinya ancaman Sung Kook bekerja pada Jung Hoon. Dia benar-benar tak mau ikut campur lagi urusan Ji Hoon, sampai-sampai dia berusaha menahan emosinya saat berbicara dengan Ji Hoon.


Hye Soo dan Eun Sung baru tiba di toko Joo Yeon dan disana sudah ada sekretarsi Sung Kook yang menunggu Hye Soo. Sekretaris itu kemudian memberitahu Hye Soo kalau Sung Kook ingin bicara dengan dirinya.


“Aku dengar kau sakit,” ucap Sung Kook dan Hye Soo hanya diam saja. “dan kau masih ingin melakukan operasi transplantasinya. Kau ini benar-benar… kenapa kau senekad itu? Berapa besar beban yang dihadapi Ji Hoon, sampai-sampai dia mencoba mendatangkan dokter dari Amerika? Surat ini dari RS di Amerika untukmu. Ambil dan bacalah,” jelas Sung Kook dan memberikan surat tersebut. “Sepertinya kurang bagus, jadi…. Jangan banyak berharap,” tambah Sung Kook dan Hye Soo menerima surat tersebut.

“Apa kau tahu kalau Ji Hoon menderita selama ini? Rumor murahan sudah tersebar. Hidupnya akan semakin sulit.”

“Apa?”


“Tidak ada cara lain. Tapi, aku yakin kau bisa melakukan sesuatu padanya. Aku ingin mengatakan kepada semua orang kalau…pernikahan palsu ini hanya demi transplantasi dan itu idemu. Katakan saja kau mendekati Ji Hoon untuk mengambil uangnya. Lalu semua rencananya di batalkan. Sebenarnya kau tidak akan melakukan operasi transplantasi itu,” ucap Sung Kook dan berjanji akan memberi banyak uang jika Hye Soo melakukannya. “Anakmu masih sangat kecil. Setelah kau meninggal… bukankah kau butuh uang untuk biaya hidupnya nanti? Aku meminta padamu dengan sopan. Kau hanya menandatangani, tidak aka nada gugatan dalam warisanmu. Kau tidak perlu ke kantor polisi. Aku yang akan bertanggung jawab secara penuh. Jadi, kau tidak perlu khawatir.”

“Ketua…”

“Coba dipikirkan secara baik-baik. Jika kau meninggal.. setidaknya kau meninggal dengan nama yang baik?” ucap Sung Kook dan pergi. Hye Soo sendiri hanya bisa menangis mendengar semua itu. 

Ji Hoon menelpon seseorang dan meminta dipersiapkan tanggal wawancaranya. Dia memberi usul agar wawancara dilakukan di lingkungan kantornya dan sebelum menutup telepon, Ji Hoon berkata akan menunggu telepon daro orang itu lagi.


Manager Park masuk dan bertanya apa Ji Hoon punya pekerjaan lain. Bukannya menjawab, Ji Hoon malah berterima kasih karena manager Park sudah bisa mengendalikan sikap buruk Ji Hoon selama ini. 

“Tolong, jaga restoran The Promise untukku,” ucap Ji Hoon dan Manager Park malah tertawa.

“Apa maksudmu, aku dipromosikan sebagai direktur mulai sekarang?” tanya manager Park yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun Ji Hoon tak menjawab, dia hanya mengajak Manager Park untuk menyusun acara perpisahan untuk dirinya. 

“Pada akhirnya semua itu sudah terungkap? Apakah akhirnya seperti ini?” tanya Manager Park dan Ji Hoon hanya menyenderkan kepalanya di sofa sambil tersenyum.


Hye Soo membawa surat yang diberikan Sung Kook pada dokter yang merawatnya. Setelah membaca surat itu, dokter pun memberitahu Hye Soo kalau Rumah Sakit yang terkenal itu, juga tidak bisa menyelamatkan Hye Soo. 

“Jangan sedih, kita coba saja yang terbaik,” ucap dokter dan Hye Soo bertanya apa dia bisa menjadi lebih baik. Dokterpun menjawab kalau apa yang Hye Soo lakukan baru permulaan, jadi akan terlalu cepat untuk Hye Soo merasa kecewa. 


“Bisakah kau katakana padaku, kalau aku semakin membaik?” tanya Hye Soo dan Dokter meminta Hye Soo tenang, karena dia akan segera membaik. Hye Soo menggeleng dan meminta dokter mengatakan kalau dia akan sembuh. Hye Soo bahkan tak keberatan kalau hal itu hanyalah sebuah kebohongan. Dokter hanya terdiam dan Hye Soo terlihat akan menangsi.


Keluar dari rumah sakit, Hye Soo kembali bertemu dengan si rentenir dan si rentenir masih menginginkan tandatangan Hye Soo. Untuk tanda tangan itu, si rentenir menjanjikan akan memberi setengah juta won. 

Hye Soo tertawa dan berkata kenapa akhir-akhir ini banyak orang yang menawarinya uang. Dia kemudian menyuruh si rentenir pergi. Melihat Hye Soo berbicara dengan volume yang sangat lemah, si rentenir pun bertanya apa Hye Soo sakit. 

“Kau yang membuatku sakit,” jawab Hye Soo.

“Kenapa kau menolak tawaran sebagus ini?” keluh si rentenir.


“Ahjussi, apa kau tahu ini?” tanya Hye Soo dan menunjukkan surat yang berisi penyakitnya. “Aku sedang sekarat. Dokumen ini menyebutkan kalau aku sedang sekarat.”

“Apa yang sedang kau bicarakan?”


“Apa kau tidak tahu arti kata ‘sekarat’?”

“Aku tahu. Tapi kenapa kau bersikap aneh seperti ini?” tanya rentenir dan Hye Soo menyuruhnya pergi, jika dia merasa takut. Hye Soo hendak pergi, namun tangannya di tahan oleh si rentenir.

Tepat disaat itu, si rentenir mendapat telepon dari Jung Hoon yang menyuruhnya untuk melupakan semuanya. Jung Hoon mengaku kalau dia tak butuh lagi tanda tangan Hye Soo. 


“…yang pertama kali mencegahnya sebelum masuk ke bursa saham. Cek kembali di CCTV dan di media… dan besok pagi, kita akan mengadakan pertemuan dewan direksi. Aku sendiri yang akan menjelaskannya sebelum rumornya terdengar oleh mereka. Tolong suruh pengacara Oh untuk datang ke kantorku besok pagi,” ucap Sung Kook pada seseorang memalui telephon. Tepat disaat itu Sun Young masuk dan bertanya apa yang membuat Sung Kook stress. 


Sung Kook kemudian bertanya apa Sun Young yang sudah mengatakan semuanya pada Jung Hoon. Akibat hal itu, Ji Hoon kemungkinan akan di tangkap polisi karena terlibat dalam penjualan organ tubuh illegal. Sung Kook bertanya lagi darimana Sun Young mengetahui semua itu, namun Sun Young hanya diam saja.

“Apa kau bertanya ada Na Yoon? Jika hak buruk terjadi. Aku akan memecat Jung Hoon. Katakan itu padanya!” ucap Sung Kook dan Sun Young tak percaya Sung Kook bisa mengatakan hal seperti itu untuk anaknya sendiri. Lagi pula, Jung Hoon tidak berbohong, semua itu memang karena Ji Hoon yang melakukan kesalahan. 

Sung Kook yang memang selalu membela Ji Hoon di depan Sun Young, langsung berkata kalau Ji Hoon tidak melakukan kesalahan karena dia melakukan semua itu demi ibunya. “Kalau itu Jung Hoon, tak mungkin dia melakukan hal tersebut terhadapmu,” ucap Sung Kook dan Sun Young tak bisa lagi berkata-kata.



Ji Hoon sedang berada di ruang tunggu, dia sedang menunggu proses operasi sang ibu. Tak lama kemudian operasi selesai dan dokter yang mengoperasi berkata kalau proses operasi berjalan lancer. Ibu dan paman Ji Hoon dalam keadaan baik-baik saja. Tentu saja Ji Hoon lega mendengarnya.

“Ibumu sudah sadar. Kau bisa menemuinya,” ucap dokter dan pergi.



Ji Hoon melihat ibunya, namun hanya dari luar ruangan. Mi Ran kemudian perlahan-lahan membuka mata dan Ji Hoon mengetuk kaca, agar Mi Ran melihat ke arahnya. 

“Ibu… selamat! Paman juga baik-baik saja,” ucap Ji Hoon dan Mi Ran hanya mengedipkan matanya sebagai tanda kalau dia merespon. “Aku akan menyampaikan ucapan terima kasihmu padanya.”

Mi Ran mengangkat tangannya dan Ji Hoon juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua seolah-olah sedang saling menggenggam tangan satu sama lain.



Di rumah, Hye Soo masih memegang surat yang Sung Kook berikan dan menyimpannya. Dia kemudian melihat cincin yang melingkar di jari kelingking dan menciumnya dengan menangis. Tepat disaat itu ponsel Hye Soo berdering dan itu adalah pesan dari Ji Hoon yang mengajaknya ketemuan karena Ji Hoon ingin melihat wajah Hye Soo sebentar. 


Di toko, Eun Sung sedang memasang pewarna di kuku Joo Yeon. Tanpa keduanya sadari, Ji Hoon berdiri di luar toko dan melihat mereka berdua. Namun Ji Hoon tak masuk, matanya terus mencari sosok Hye Soo yang tak terlihat sama sekali.

Ji Hoon kemudian membuat gambar “Love” di kaca dan mengetuk agar Eun Sung melihat ke arahnya. Ji Hoon masuk dan Eun Sung langsung naik ke atas kursi agar bisa memeluk Ji Hoon. 


“Dimana Hye Soo?” tanya Ji Hoon dan Joo Yeon menjawab kalau Hye Soo terlihat lelah, jadi dia sedang tidur-tiduran di kamar. 

“Apa dia baru kembali dari RS?” tanya Ji Hoon.

“Jadi… kau tahu semuanya?” tanya Joo Yeon balik, namun tak di jawab oleh Ji Hoon.

“Eun Sung-a, apa kau ingin keluar untuk melihat bunga sakura dan mau makan es krim?” ajak Ji Hoon dan Eun Sung langsung mengiyakan. Joo Yeon hendak melarang dengan mengatakan sudah malam dan sudah waktunya Eun Sung tidur. Namun Ji Hoon tetap ingin pergi bersama Eun Sung, dia berkata kalau mereka akan pergi sebentar. 

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 14 - 2

2 comments :

  1. Makin seru,
    Lanjutin yaa,,,
    Hwaiting!!!

    ReplyDelete
  2. Ini drama sweet bgt...
    Gak sabar nunggu eps.selanjutnya...
    Semangat kk !!!

    ReplyDelete