April 23, 2016

Marriage Contract Episode 13 - 2

 

Hye Soo membawa Eun Sung ke rumah Young Hee yang langsung menyambut kedatangan Eun Sung dengan penuh suka cita, bahkan tak henti-hentinya ia memeluk Eun Sung. Seung Joo sampai harus mengingatkan Young Hee untuk melepaskan Eun Sung sebelum Eun Sung mati kehabisan napas.




Eun Sung memperhatikan Young Hee menangis lalu bertanya kenapa Young Hee menangis. Young Hee berkata kalau dia menangis karena dia sangat-sangat-sangat menyukai Eun Sung.

"Kalau nenek menyukaiku maka nenek seharusnya tertawa... ha-ha-ha" kata Eun Sung


Setelah Young Hee melepaskan Eun Sung, Hye Soo meminta Young Hee untuk menjaga Eun Sung untuk sementara waktu karena dia ingin pergi. Hye Soo beralasan kalau dia ingin travelling setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Young Hee setuju dengan rencana liburan Hye Soo, lagipula belakangan ini dia cukup cemas melihat keadaan Hye Soo yang tampak kurang sehat. Dia bahkan langsung memberikan beberapa lembar uang saku untuk Hye Soo. Young Hee mengaku kalau dia cukup lega mendengar Hye Soo sudah putus dari pacarnya itu. Karena gara-gara putusnya hubungan mereka, sekarang dia jadi bisa bersama Eun Sung. Hye Soo tersenyum tipis mendengarnya tapi saat Young Hee tidak melihat, senyum itu langsung menghilang.


Di kantor, Ji Hoon menyudahi sesi meetingnya dan salah satu direktur langsung memuji kerja hebatnya. Setelah semua direktur pergi, Jung Hoon memaksa Ji Hoon untuk bicara dengannya dan mengklaim kalau dia ingin mendiskusikan masalah pekerjaan.

Dan masalah pekerjaan yang dimaksudnya adalah menyuruh Ji Hoon untuk mengundurkan diri. Dia menyinggung masalah rumor yang mengatakan kalau Ji Hoon nikah kontrak dengan Hye Soo demi membeli livernya Hye Soo. Memang sekarang masalah perdagangan organ ilegal yang Ji Hoon lakukan itu sudah dibatalkan dan Ji Hoon bebas dari hukuman.

Tapi tetap saja masalah ini bisa berpengaruh buruk pada image perusahaan. Jadi sebelum perusahaan bangkrut gara-gara ulah Ji Hoon ini, sebaiknya Ji Hoon mengundurkan diri dari perusahaan sesegera mungkin. Jung Hoon bahkan berjanji akan berusaha melindungi Ji Hoon dari investigasi polisi jika Ji Hoon mau mengundurkan diri secepatnya dari perusahaan ini.


Ji Hoon kemudian pergi menemui ibunya ke rumah sakit dimana dokter memberitahunya bahwa jadwal operasinya Mi Ran akan dilakukan lusa dan kemungkinan kerberhasilan operasi kali ini akan jauh lebih besar karena sekarang donornya adalah kakak kandung Mi Ran sendiri.


Setelah dokter pergi, Mi Ran meminta Ji Hoon untuk membawa Hye Soo ke rumah sakit setelah operasinya usai. Mi Ran mengakui bahwa belakangan ini dia sering memikirkan Hye Soo. Ji Hoon tampak ragu tapi akhirnya dia menyetujui permintaan Mi Ran. Senyum Mi Ran makin lebar saat dia menanyakan tentang Eun Sung dan mengakui betapa dia merindukan Eun Sung.

Ji Hoon berusaha memaksakan senyum tapi sepertinya Mi Ran memperhatikan ada yang aneh dari Ji Hoon. Tidak ingin membuat ibunya cemas, Ji Hoon cepat-cepat menghindar dengan pamit pulang sebelum Mi Ran sempat menanyakan apapun.


Dalam perjalanan keluar, Ji Hoon bertemu dengan Na Yeon yang hendak menjenguk Mi Ran. Ji Hoon lalu membawanya keluar dimana Na Yeon mengakui kalau dia memang sengaja tidak memberitahu Ji Hoon tentang rencananya menjenguk Mi Ran karena dia tahu kalau Ji Hoon pasti akan melarangnya datang.

Ji Hoon memberitahunya kalau jadwal operasi ibunya sudah ditentukan. Tapi sebelum Na Yeon sempat mengatakan apapun lebih lanjut, Ji Hoon meminta Na Yeon untuk melupakannya dan jangan lagi datang mencarinya. Dulu, dia memang sangat menyukai Na Yeon dan perasaannya pada Na Yeon dulu benar-benar tulus, tapi sekarang tidak lagi.

"Maafkan aku, Na Yeon. Carilah orang lain yang jauh lebih baik dariku"


Hye Soo dalam perjalanan ke desa kampung halamannya. Dia ingin menelepon Ji Hoon tapi tiba-tiba Si rentenir mengiriminya sms. Hye Soo akhirnya cepat-cepat mematikan hapenya. Sementara itu, Ji Hoon berusaha menghubungi Hye Soo tapi tentu saja hapenya Hye Soo tidak bisa dihubungi.


Sung Kook baru saja selesai melakukan checkup kesehatannya. Dokternya memberitahunya bahwa tekanan darahnya cukup tinggi kali ini dan memintanya untuk istirahat saja dan menyerahkan semua pekerjaannya pada anak-anaknya saja daripada dia stres sampai darah tinggi.

Ngomong-ngomong masalah anak, dokter memberitahu Sung Kook bahwa Jung Hoon pernah menemuinya untuk meminta laporan medisnya Sung Kook walaupun dia tahu untuk apa Jung Hoon meminta laporan medisnya.

Dan juga, walaupun seharusnya masalah ini adalah rahasia, tapi dokter merasa sepertinya Sung Kook harus tahu. Bahwa Ji Hoon juga pernah datang padanya dan memintanya untuk memperkenalkan seorang dokter spesialis bedah syaraf di Amerika.


Sung Kook bertindak cepat. Tak lama kemudian, Sekretarisnya Sung Kook berhasil mendapatkan laporan medisnya Hye Soo yang kemudian dia serahkan pada Sung Kook. Dan dari laporan itulah, Sung Kook mengetahui penyakitnya Hye Soo.


Si rentenir datang lagi ke Restoran Promise mencari Hye Soo. Dia mengklaim kalau dia datang hanya untuk makan pasta. Tapi Chef Kong tidak mau melayani pelanggan macam dia dan mengancamnya untuk segera pergi dari sini. Hye Soo sudah membayar semua hutang-hutangnya, jadi kenapa juga Si rentenir masih terus datang mencarinya.

Si rentenir tampak jelas ketakutan pada Chef Kong. Tapi mungkin karena tidak ingin dianggap kalah darinya, akhirnya dia langsung berteriak-teriak pura-pura mengeluhkan pelayanan buruk restoran ini.


Dalam perjalanan keluar, Si rentenir ditelepon Jung Hoon yang mengomelinya karena Si rentenir tidak becus mengerjakan perintahnya. Si rentenir berusaha membela diri dan berkata kalau dia akan pasti akan mendapatkannya dalam waktu beberapa hari ini. Lagipula 'wanita itu' butuh waktu untuk berpikir.

Ji Hoon pulang dan keluar dari mobilnya tepat saat itu juga dan melihat Si rentenir. Dia ingat kalau pria itu adalah rentenir yang dulu pernah datang mencari Hye Soo dan membuat keributan di restoran. Dia mendengar pembicaraan Si rentenir ditelepon dan langsung menghampirinya dan memukul kepalanya.


Si rentenir kesal dan berusaha memukul balik, tapi Ji Hoo berhasil menghindarinya dengan sigap lalu menonjok Si rentenir. Chef Kong dan yang lain datang saat itu juga dan Chef Kong langsung membantu memiting Si rentenir. Ji Hoon mengambil hapenya rentenir yang terjatuh dalam perkelahian tadi dan melihat nomor kontak yang bicara dengan Si rentenir barusan adalah Jung Hoon.

"Apa yang dia perintahkan padamu?" tuntut Jung Hoon. Tapi Si rentenir menolak menjawab dan bersikeras mengklaim kalau Jung Hoon tidak memberinya perintah apapun. Ji Hoon kesal dan ingin memukulnya. Tapi yang lain menghalanginya dan akhirnya satu-satunya yang bisa dia lakukan hanya menjambak rambut Si rentenir.


Ji Hoon langsung pergi ke kediaman keluarga Han dan bertemu dengan Jung Hoon yang baru saja pulang saat itu dan menuntut kenapa Jung Hoon menyuruh Si rentenir mencari Hye Soo? Apa yang sebenarnya Jung Hoon inginkan dari Hye Soo?

Jung Hoon langsung menghina Hye Soo sebagai penipu murahan dan Ji Hoon yang juga sama rendahnya karena menyukai wanita semacam Hye Soo. Dan apa yang inginkan dari Hye Soo adalah meminta Hye Soo untuk mengembalikan uang Sung Kook dan dia akan memasukkan Hye Soo kedalam penjara dengan tuntutan melakukan penipuan dengan cara merayu Ji Hoon dan menjadikan Ji Hoon sebagai penjahat perdagangan organ ilegal.

Kesal, Ji Hoon langsung mencengkeram baju Jung Hoon dan memperingatkannya untuk tidak macam-macam dengan Hye Soo. Jung Hoon balas berteriak dan menyuruh Ji Hoon untuk menulis surat pengunduran diri dan pergi sejauh mungkin. Dia mendorong Ji Hoon keluar dari gerbang rumah dan memperingatkan Ji Hoon untuk tidak lagi datang ke rumah ini dan menyuruh satpam untuk menutup gerbang sekarang juga.


Hye Soo tiba di kampung halamannya lalu berjalan-jalan di tepi laut yang mengingatkannya saat dia dan Ji Hoon lomba lari di tepi laut dan melihat matahari senja bersama, sebuah kenangan indah yang membuat Hye Soo berkaca-kaca. Dia teringat bagaimana dulu dia pernah memberitahu Ji Hoon bahwa setelah operasi, dia berencana membuka restoran kecil. Sebuah rencana yang sekarang entah apakah bisa dia wujudkan atau tidak.


Ji Hoon datang ke tokonya Joo Yeon untuk mencari Hye Soo. Joo Yeon memberitahunya bahwa Hye Soo sekarang sedang berada di rumah mertuanya. Ji Hoon langsung bertanya dimana rumah mertuanya Hye Soo. Tapi Joo Yeon tidak mau menjawab dan meminta Ji Hoon untuk tidak membuat Hye Soo goyah karena saat ini Hye Soo sudah cukup banyak tersiksa. Ji Hoon tidak menanggapinya dan terus menuntut dimana rumah mertuanya Hye Soo.


Young Hee berusaha menghubungi Hye Soo tapi teleponnya Hye Soo masih dimatikan. Eun Sung langsung mengambil alih hape neneknya untuk meninggalkan voicemail untuk Hye Soo "Ibu, ini aku. Karena ibu tidak mengangkat telepon, nenek jadi sangat cemas dan aku juga jadi cemas. Ibu, kalau ibu mendengar pesan ini, hubungi kami yah"

Young Hee menatap Eun Sung dengan penuh kekaguman dan sayang lalu masuk untuk memasakkan makan malam untuknya.

 

Tepat setelah Young Hee masuk, Eun Sung melihat Ji Hoon datang dan langsung melompat kedalam pelukan Ji Hoon yang juga sama senangnya bertemu Eun Sung lagi.

"Dimana ibumu?"

"Ibu pergi liburan"


Young Hee keluar saat itu dan kaget melihat kedatangan Ji Hoon. Dia tidak senang melihat Ji Hoon dan langsung menarik Eun Sung dari pelukan Ji Hoon dan menyuruh Ji Hoon pergi saja karena Hye Soo sedang tidak ada di sini. Ji Hoon bertanya kemana Hye Soo pergi. Tapi Young Hee langsung membentaknya dan mengingatkannya kalau mereka sudah putus. Berani sekali Ji Hoon datang kemari dan menanyakan menantunya tanpa tahu malu.


Eun Sung menghindar dari Young Hee dan kembali ke pelukan Ji Hoon. Tapi Young Hee cepat-cepat menariknya lagi, mendorong Ji Hoon dan mengusirnya lalu menggendong Eun Sung masuk rumah dan menutup pintu.


Hye Soo pergi ke sebuah tempat yang dulunya merupakan kedai kecil milik neneknya. Melihat kedai itu mengingatkan Hye Soo akan kenangan masa sekolahnya yang indah bersama Joo Yeon. Dia melihat sosok bayangan masa lalunya melambaikan tangan padanya, membantu neneknya memasak dan bercanda tawa dengan Joo Yeon.


"Nenek, ternyata aku tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang beruntung. Maafkan aku, nek. Maaf karena aku tidak hidup dengan baik. Maafkan aku"


Beberapa saat kemudian, dia terbangun di kamar penginapannya dalam keadaan sakit kepala. Dia berusaha meredakannya dengan obat tapi sakit kepala itu tak kunjung mereda.


Ji Hoon pulang dan lalu meninggalkan voicemail untuk Hye Soo untuk menanyakan dimana Hye Soo berada sekarang. Dia meminta Hye Soo untuk memberitahukan dimana keberadaannya sekarang dan apakah dia baik-baik saja.


Sakit kepalanya Hye Soo semakin lama semakin menjadi-jadi. Dia berusaha untuk tidak merasakan rasa sakitnya dengan menyanyikan lagu anak-anak tapi sakit kepalanya semakin parah sampai air matanya mengalir. Dia menyalakan hapenya dan langsung mendengarkan beberapa voicemail dari Eun Sung, dari Si rentenir, dan terakhir dari Ji Hoon yang sangat mencemaskan keadaannya.


Sakit kepala Hye Soo semakin parah hingga dia hanya bisa mengerang kesakitan. Tidak tahan lagi dengan sakit kepalanya, akhirnya dia langsung mengulurkan tangan untuk mengambil hapenya. Tapi dia menjatuhkannya karena tidak kuat dengan rasa sakitnya. Tapi dia terus berusaha mengambilnya dan memencet speed dial diantara rasa sakitnya.


Saat itu, Ji Hoon sedang berusaha mencari cincin yang pernah dibuangnya. Tapi begitu Hye Soo meneleponnya, dia langsung mengangkat teleponnya dan meninggalkan pencarian cincinnya tanpa menyadari cincin itu sebenarnya berada di depan matanya.


Dia mendengar suara erangan kesakitan Hye Soo dan langsung cemas. Hye Soo akhirnya cukup kuat untuk bicara dan berkata "Aku, aku jadi kacau. Di masa depan nanti, aku mungkin akan jadi semakin kacau. Wanita yang pernah kau kenal, mungkin tidak akan sama lagi. Apa kau tidak keberatan? Apa tidak masalah?"

Ji Hoon menangis mendengarnya dan terus menuntut dimana Hye Soo sekarang. Tak lama kemudian, Ji Hoon akhirnya tiba di penginapan dan mendapati Hye Soo duduk meringkuk di lantai. Hye Soo mengangkat kepalanya saat Ji Hoon memanggilnya.


Ji Hoon langsung berlutut dihadapannya dan menangkup wajah Hye Soo lalu menjawab pertanyaan Hye Soo "Tidak masalah. Tidak apa-apa. Bahkan sekalipun kau jadi kacau balau, tidak masalah. Bahkan sekalipun kau jadi ratusan atau ribuan kali lebih kacau daripada sekarang pun tidak masalah. Apapun yang terjadi, tidak masalah. Apapun yang terjadi, kau tetaplah Kang Hye Soo"


Hye Soo langsung memeluk Ji Hoon dan menangis dalam pelukannya. Ji Hoon memeluknya erat-erat sembari memberitahu Hye Soo berulang kali "Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa"

Bersambung ke Marriage Contract Episode 14

4 comments :

  1. LSJJJJJJJ kalo balik 3 meals a day bawa uee jg ya? Hahaha kangen na pd sama lsj

    ReplyDelete
  2. Makin seruuuuuuu dan penasaran ditunggu episode 14.. Gomawo uni..😘😘😘

    ReplyDelete
  3. Seru bgt cerita y, baca y sambil nangisπŸ˜‚πŸ˜‚.mksh sinopsis y.

    ReplyDelete