April 21, 2016

Marriage Contract Episode 13 - 1

 

Ji Hoon menyobek-nyobek formulir cerai mereka lalu berpaling menatap Hye Soo dan berkata "Aku akan menyelamatkanmu. Karena kau menyelamatkan hidupku, kau juga harus berusaha untuk hidup sekarang"

Hye Soo shock menyadari Ji Hoon sudah tahu tentang penyakitnya. Dia hendak melarikan diri tapi Ji Hoon mencegahnya "Memang apa masalahnya dengan penyakit itu sampai kau begitu ketakutan?"

Ji Hoon bertanya-tanya apakah Hye Soo sudah tahu tentang penyakitnya ini saat dia memutuskan untuk nikah kontrak dengannya. Saat Hye Soo mengangguk mengiyakannya, Ji Hoon semakin mengomelinya karena bersikap terlalu ceroboh dengan mengorbankan dirinya untuk operasi ibunya yang bisa saja membahayakan nyawanya sendiri. Apa Hye Soo seputus asa itu hingga dia rela mengorbankan nyawanya nyawanya sendiri.

"Iya, aku sangat putus asa. Karena aku tidak punya cara lain"

"Dasar bodoh"




Hye Soo memohon agar Ji Hoon segera menceraikannya karena baginya, ada banyak hal lain yang jauh lebih dia butuhkan daripada Ji Hoon. Apa? Apa yang Hye Soo butuhkan? Uang? tuntut Ji Hoon. Hye Soo membenarkannya, dia memang sangat membutuhkan uang.

"Kalau kau begitu menginginkan uang, maka gunakan saja aku. Kenapa kau malah ingin bercerai denganku?"

"Tolong ceraikan aku!!!" tangis Hye Soo "Apa kau tahu betapa menderitanya aku dalam mempertahankan pernikahan ini? Rasanya sangat melelahnya dan menyesakkan. Apa kau tahu apa artinya semua ini?"

"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menceraikanmu, aku bisa melakukan itu untukmu. Tapi itu tidak berarti kalau aku akan melepaskanmu. Berjanjilah satu hal padaku. Mulai sekarang, apapun yang terjadi, kau akan menuruti apapun yang kukatakan. Baru setelah itu aku akan menceraikanmu. Berjanjilah padaku!"


Tapi Hye Soo terus menggelengkan kepalanya dan terus menangis hingga akhirnya dia menyandarkan dirinya dalam pelukan Ji Hoon. Ji Hoon memeluknya dan membiarkan Hye Soo terus menangis dalam pelukannya.


Dalam rangka melaksanakan tugas dari Jung Hoon, Si rentenir mencari Hye Soo ke Restoran Promise. Lewat telepon, dia berjanji pada Jung Hoon kalau dia pasti akan segera menyelesaikan pekerjaannya dan karenanya dia menuntut Jung Hoon untuk membayarnya dengan harga mahal.

Jung Hoon berjanji akan membayarnya dengan mahal jika dia berhasil melaksanakannya dengan baik. Tepat saat dia mengucapkan janji itu, Sung Kook kebetulan lewat dan mendengarnya. Dia langsung menuntut dengan siapa Jung Hoon barusan.


Tentu saja Jung Hoon berbohong, mengatakan kalau dia hanya bicara dengan salah satu perusahaan yang sedang bermasalah. Lalu cepat-cepat mengalihkan topik dan menanyakan apakah ayahnya sudah makan. Sung Kook tampaknya tidak terlalu mempercayainya, tapi dia tidak suka dengan sikap sok perhatian Jung Hoon padanya dan langsung berlalu pergi.


Begitu masuk ke dalam restoran, Si rentenir langsung menanyakan Hye Soo sambil bersikap kurang ajar pada semua orang. Untunglah ada Chef Kong. Hanya dengan satu kali bentakan saja dari Chef Kong, Si rentenir akhirnya memutuskan untuk langsung pergi.


Sung Kook baru saja memerintahkan sekretarisnya untuk mencari tahu apakah Ji Hoon sudah bercerai atau tidak. Tapi belum juga si sekretaris pergi, Ji Hoon muncul dan memberitahu mereka untuk tidak usah melakukan penyelidikan. Dia memberitahu Sung Kook kalau dia baru saja pulang dari pengadilan dan dia sudah bercerai.

Sung Kook senang lalu mengusulkan agar mereka merayakannya dengan makan malam bersama Na Yeon malam ini. Ji Hoon berjanji bahwa mulai sekarang dia akan bekerja keras berkali-kali lipat dari sebelumnya, dia bahkan berjanji akan menuruti semua hal yang Sung Kook inginkan. Sung Kook semakin senang mendengarnya.


Tapi kemudian Ji Hoon menuntut sebuah syarat darinya "Izinkan aku pacaran dengan Hye Soo. Jika ayah mengabulkannya maka aku melakukan apapun. Aku akan bekerja keras. Kerugian karena tidak menikahi Na Yeon, aku selalu bisa menggantikannya dengan kerja kerasku"

Sung Kook langsung kesal, lalu bagaimana jika dia tidak mau memberi izin. Ji Hoon menjawab kalau dia akan tetap pacaran dengan Hye Soo. Apapun yang Sung Kook katakan, dia akan tetap berhubungan dengan Hye Soo. Sung Kook tentu saja semakin kesal mendengarnya dan mengatai Ji Hoon sudah gila.


Joo Yeon pulang dengan membawa sekantong makanan yang dia beli di warung baru yang baru buka di ujung jalan dan rasanya sangat amat lezat. Tapi Hye Soo menolak makan karena perutnya tidak terlalu nyaman. Tapi Joo Yeon terus memaksanya makan hingga akhirnya Hye Soo mau makan juga walau cuma sesuap. Joo Yeon tiba-tiba jadi teringat masa lalunya dulu.

Bagaimana dulu setelah orang tuanya bangkrut, mereka harus pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan yang lain. Bagaimana dulu sepulang sekolah, dia pergi ke rumah Hye Soo untuk makan Ddeok dan Bakpao buatan neneknya Hye Soo yang sangat amat lezat. Dulu, dia benar-benar berterima kasih pada Hye Soo dan keluarganya karena mereka selalu membungkuskan makanan untuk adiknya.

Karena itulah, sekarang dia ingin Hye Soo makan dengan baik "Kang Hye Soo, makanlah dan bersemangatlah. Dan mari kita hidup bersama untuk waktu yang sangat-sangat lama"


Tapi dia penasaran, apa Hye Soo sangat menyukai Ji Hoon. Hye Soo langsung terdiam canggung. Reaksinya itu jelas membuktikan kalau Hye Soo memang menyukai Ji Hoon. Kalau Hye Soo begitu menyukainya, seharusnya dia mempertahannya atau kalau perlu menggelandoti Ji Hoon dan bilang kalau dia tidak mau bercerai.

Mendengar itu, Hye Soo langsung tertawa tapi matanya berkaca-kaca "Seharusnya aku melakukan itu. Seharusnya aku memohon saja agar dia terus jadi suamiku"


Keesokan harinya di rumah sakit, Dokternya Hye Soo menyerahkan laporan kesehatan Hye Soo pada Ji Hoon sambil mengomeli Ji Hoon karena tidak melakukan ini sejak awal. Tapi Dokter sungguh berharap dan mendoakan agar mereka segera mendapat hasil yang baik.

Ji Hoon lalu menelepon dokter lain dan memberitahu kalau dia akan segera mengirim hasil MRI Hye Soo. Hmm... sepertinya dia berencana untuk mengobati Hye Soo ke luar negeri.


Hari ini Hye Soo pamit pada semua orang di restoran. Chef Kong masih belum bisa menerima keputusan pengunduran dirinya Hye Soo dan menggerutu kesal saat Hye Soo berterima kasih padanya "Kalau kau berterima kasih maka tidak seharusnya kau berhenti"

Chef Kong yakin kalau Hye Soo mengundurkan diri pasti karena Ji Hoon yang selalu menganggunya. Hye Soo berusaha menyangkal tapi Chef Kong tak percaya "Si kunyuk itu selalu bikin masalah. Seharusnya kau tuntut saja dia. Kami harus memberimu uang pesangon. Dalam beberapa hari ini, kami akan menentukan jadwal dan aku akan menghubungimu nanti. Ayo minum-minum bersama nanti"

Hye Soo berterima kasih. Tapi gara-gara kedatangan Si rentenir kemarin, Chef Kong jadi penasaran apakah Hye Soo masih punya hutang. Hye Soo bingung tapi kemudian menyangkalnya. Puas mendapatkan jawaban Hye Soo, Chef Kong akhirnya mengakhiri pertemuan mereka dengan mengulurkan tangannya untuk menjawab Hye Soo.


Tapi alih-alih membalas jabatan tangannya, Hye Soo malah memeluk Chef Kong dan berterima kasih padanya. Chef Kong kaget dan tidak nyaman dan ekspresinya itu langsung membuat semua orang tertawa geli.


Manager Park lalu mengajak Hye Soo bicara di luar dimana Manager Park memberitahunya bahwa selama 20 tahun dia mengenal Ji Hoon, baru kali ini dia melihat Ji Hoon bersikap seperti itu "Dia benar-benar menderita karenamu, Hye Soo-ssi. Sejujurnya, dia kelihatan seperti orang sinting"

Tapi walaupun mengetahui perasaan Ji Hoon, Manager Park mengaku kalau dia terlalu pengecut hingga akhirnya satu-satunya hal yang bisa dilakukannya hanyalah mengawasi Ji Hoon. Karenanya dia meminta maaf pada Hye Soo. Manager Park tampak sangat canggung saat harus mengucap perpisahan pada Hye Soo.


Hye Soo ingin memeluknya juga. Tapi Manager Park menolak dipeluk, malah menanyakan tentang Joo Yeon dan meminta Hye Soo untuk datang lagi kemari kapan-kapan bersama Joo Yeon. Hye Soo langsung tertawa geli menyadari Manager Park menyukai Joo Yeon.


Semua orang keluar saat Hye Soo berjalan pergi dan mereka semua meneriakkan kata-kata perpisahan untuknya "Kang Hye Soo, fighting!"... "Jaga dirimu"... "Datanglah kemari kapan-kapan"


Jung Hoon sedang bahagia bahkan sampai berdendang riang. Ibunya heran melihatnya, apa terjadi sesuatu yang baik hingga Jung Hoon sesenang ini. Jung Hoon tentu saja tidak memberitahunya tentang apa yang sedang dilakukannya untuk menghancurkan Ji Hoon.

Dia hanya nyerocos penuh semangat tentang Ji Hoon yang melakukan jual beli organ ilegal yang biasanya cuma mereka dengar di berita. Dia benar-benar tak percaya dengan perbuatan Ji Hoon itu, karena bisa saja hal itu akan mengancam kelangsungan perusahaan mereka.

Sun Young langsung cemas mendengar ocehan Jung Hoon itu. Dia berusaha menyuruh Jung Hoon diam. Tapi Jung Hoon tidak mau diam dan terus saja berceloteh.



Tak lama kemudian Sung Kook pulang. Jung Hoon menyapanya sopan tapi Sung Kook sedang sangat marah dan tidak membalas sapaannya Jung Hoon hingga membuat Jung Hoon kesal.


Hye Soo kembali melakukan kemotrapi keesokan harinya. Setelah selesai, dia duduk di lorong untuk meredakan efek samping kemonya. Tiba-tiba Ji Hoon muncul saat itu dan menyodorkan sebotol air untuknya. Dia cemas melihat Hye Soo yang semakin lama tampak semakin kurus. Dan karenanya dia langsung menyeret Hye Soo untuk makan siang bersama.


Hye Soo tidak nafsu makan tapi Ji Hoon terus memaksanya. Dan saat Hye Soo mencoba makan sesuap, dia malah mual. Ji Hoon cemas melihatnya, tapi kemudian dia meyakinkan Hye Soo bahwa sebentar lagi mungkin akan ada kabar baik. Dia mengingatkan Hye Soo tentang janjinya untuk menyelamatkan Hye Soo dan dia benar-benar akan melaksanakan janji itu.


Hye Soo berusaha memintanya untuk tidak datang lagi ke rumah sakit. Tapi Ji Hoon dengan santainya menjawab kalau dia harus datang, kalau dia maka dia akan dimarahi dokternya Hye Soo, dokternya Hye Soo itu sangat menakutkan.

"Kau tidak punya rasa takut, menghadapi pengobatan itu seorang diri"

"Bukan masalah besar biarpun aku datang sendirian. Sama sekali tidak masalah" kata Hye Soo sebal sambil memaksa dirinya untuk melanjutkan makannya. Dia juga meminta Ji Hoon untuk cepat-cepat menghabiskan makanannya agar dia bisa pulang dan istirahat.

Tapi bukannya makan, Ji Hoon malah mengambil hapenya Hye Soo. Hye Soo berusaha merebutnya tapi Ji Hoon mencegahnya dan menyuruhnya untuk makan saja. Hye Soo kesal dan langsung memanggilnya 'direktur'.

"Aku kan sudah bilang jangan memanggilku seperti itu"


Ji Hoon ternyata mengambil hapenya Hye Soo untuk mengubah namanya di kontak Hye Soo jadi 'Ji Hoon Oppa'. Dia juga menjadikan nomor kontaknya menjadi speed dial nomor 1 di hapenya Hye Soo.


"Mulai sekarang kalau terjadi apa-apa, aku adalah speed dial nomor satu mu. Aku akan segera datang dalam waktu 5 menit setiap kali kau merasa bosan, lapar, ingin pergi kemanapun, ingin nonton film atau jika kau ingin memeluk seseorang... atau jika kau ingin berciuman *muach*"

Omo! Omo! Hye Soo tersenyum tipis mendengar kata-kata Ji Hoon itu. Tapi kemudian dia cepat-cepat melanjutkan makannya lagi. Ji Hoon bertanya-tanya apakah Hye Soo merasa semua ini tidak adil, karena masih banyak hal yang mereka lakukan bersama-sama.


"Aku merasa tidak adil. Kita belum melakukan apapun, tapi kau malah kabur begitu saja. Kalau seperti ini, aku merasa dicampakkan tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang harus kukatakan? Terima kasih"

Tidak nyaman dengan pembicaraan ini, Hye Soo cepat-cepat menyudahi makannya dan beranjak bangkit. Tapi Ji Hoon mencegahnya dan mengkonfrontasinya untuk tidak bersikap seolah dia tak suka padahal jelas-jelas dia suka. Ji Hoon menyatakan bahwa besok dan hari-hari selanjutnya, dia tidak akan pernah melepaskan Hye Soo.

"Mulai sekarang, aku akan mengikutimu kemana-mana selamanya" ujar Ji Hoon sambil tersenyum. Tapi begitu Hye Soo pergi, senyum itu langsung menghilang.


Ji Hoon terus membuntuti Hye Soo bahkan sekalipun Hye Soo protes. Hye Soo berbalik, Ji Hoon pun langsung ikut berbalik sambil dengan santainya menyesap yougurt dan mengingatkan Hye Soo akan janjinya saat mereka cerai. Hye Soo menyangkal dan menyatakan kalau dia tidak ingat pernah membuat janji apapun.


"Baiklah, aku hanya akan membuntutimu sampai kau ingat"

"Pergilah, kumohon!" teriak Hye Soo "Kubilang pergi sana! Aku tidak mau diperlakukan bagai seorang pasien"

Ji Hoon malah senang, karena akhirnya Hye Soo bicara banmal padanya. Hye Soo langsung menanggapinya dengan bicara formal lagi padanya dan berkata kalau dia merasa kehadiran Ji Hoon adalah sebuah beban baginya dan dia sangat lega karena sekarang mereka sudah bercerai.

Ji Hoon malah terus mendekat sampai Hye Soo tidak nyaman dan langsung mendorongnya menjauh dan mengancam akan melaporkan Ji Hoon ke polisi kalau dia tidak mau pergi. Hye Soo berjalan pergi.


Dan kali ini, Ji Hoon menurutinya dan tidak lagi membuntutinya. Hmm... tapi sepertinya Hye Soo malah tampak kecewa.


Baru tiba didepan rumah Joo Yeon, Hye Soo malah dihadang Si rentenir. Hye Soo langsung cemas, untuk apa lagi Si rentenir kemari, bukankah sekarang mereka sudah tidak punya urusan. Si rentenir mengaku kalau dia datang karena merasa penasaran dari mana Hye Soo dapat uang hingga dia tiba-tiba bisa membayar semua hutang-hutangnya.

"Kudengar kau menjual livermu" kata Si rentenir

Mereka akhirnya bicara di sebuah cafe dimana Si rentenir memaksa Hye Soo untuk membelikannya kopi. Tanpa basa-basi, Si rentenir menyerahkan sebuah surat penyataan dan menyuruh Hye Soo untuk menandatanganinya. Si rentenir memberitahu bahwa isi surat pernyataan itu menyatakan kalau Ji Hoon merayunya dan mengancamnya untuk menjual organnya secara ilegal dan Hye Soo tidak punya pilihan lain untuk menuruti kemauan Ji Hoon.


Tentu saja Hye Soo tidak mau dan langsung menuntut siapa orang yang sudah menyuruh Si rentenir melakukan ini. Si rentenir menyangkal ada orang lain dibalik aksinya ini dan beralasan kalau dia hanya ingin membantu Hye Soo untuk mendapatkan keadilan. Karenanya Hye Soo harus tanda tangan. Dan dia melakukan ini juga tidak gratis lalu menawarkan uang sebesar 500 juta won asalnya Hye Soo mau tanda tangan.

Hye Soo langsung tertawa sinis mendengarnya "Menyingkirlah. Dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi"

Saat Hye Soo beranjak bangkit, Si rentenir langsung menyindirnya, Hye Soo pernah menerima uang pemberian ayahnya Ji Hoon bukan? Jadi kenapa juga sekarang dia menolak uang pemberiannya? Uang ini lebih dari cukup untuk membesarkan Eun Sung dan mereka bisa hidup nyaman selamanya dengan uang sebanyak ini.


Sesaat, Hye Soo tampak mulai terpengaruh oleh bujukannya. Dia mengambil surat penyataan itu, membacanya sejenak, lalu menyobek-nyobeknya. Tapi Si rentenir tampaknya sudah mengantisipasi hal ini karena dia langsung mengeluarkan copy-nya. Kali ini Hye Soo langsung menyiram dokumen itu dengan es kopi.


"Kau tahu. Walaupun aku tergila-gila pada uang, tapi aku tidak serendah itu. Katakan pada mereka untuk menghentikan semua ini. Dia tidak bersalah. Dan kau, jangan lagi melakukan hal seperti ini. Kau akan menyesal saat kau mati nanti"

Saat Si rentenir masih bersikeras akan datang lagi besok, Hye Soo dengan tegas melarangnya dan mengancam akan membunuhnya kalau dia datang lagi.


Jung Hoon sedang bersenang-senang dengan para wanita penghibur di klub malam sambil menelepon seorang wartawan. Si rentenir datang tak lama kemudian. Jung Hoon sudah senang mengira rencananya sudah berhasil. Tapi Si rentenir malah bilang kalau dia belum mendapatkan tanda tangan Hye Soo dan dengan santainya bilang tidak usah buru-buru.

Kesal, Jung Hoon langsung melemparinya dengan anggur dan melabraknya karena tidak becus melakukan tugasnya dan memaksa Si rentenir untuk segera melaksanakan tugasnya. Jung Hoon benar-benar memperlakukan Si rentenir seolah dia makhluk yang jauh lebih rendah darinya. Si rentenir tampak jelas kesal dengan sikap Jung Hoon padanya tapi dia bertahan dan tetap tersenyum sopan.


Joo Yeon cemas melihat wajah pucat Hye Soo, apakah tadi dia mendapat kabar buruk dari rumah sakit. Hye Soo menyangkalnya. Dia lalu memberitahu Joo Yeon bahwa besok dia mau pergi sebentar untuk menenangkan diri. Joo Yeon setuju tapi dia cemas kalau Hye Soo harus pergi sendirian.

Dia ingin menemani Hye Soo. Tapi Hye Soo bilang tidak usah, lagipula dia ingin pergi sendirian. Dia meyakinkan Joo Yeon untuk tidak mencemaskannya, keadaannya belum seburuk yang Joo Yeon kira dan besok dia pasti akan membawa obat-obatnya sebelum pergi.


Keesokan harinya, Hye Soo memberitahu Eun Sung bahwa nenek yang pernah ditemui waktu itu sebenarnya neneknya Eun Sung, nenek itu adalah ibunya ayahnya Eun Sung. Eun Sung kaget menyadari ternyata dia punya seorang nenek. Hye Soo meminta maaf karena telah menyembunyikan kebenaran itu dari Eun Sung.

Dia memberitahu Eun Sung bahwa nenek sangat amat mencintai ayahnya Eun Sung. Tapi karena ayahnya Eun Sung pergi ke surga terlalu cepat, nenek jadi marah sampai tidak mau bertemu siapapun. Tapi setelah nenek bertemu Eun Sung, kemarahan nenek langsung menghilang. Sekarang dia dan nenek bisa bergaul dengan baik, dan semua itu berkat Eun Sung.


"Eun Sung-ah. Orang-orang berkencan lalu putus. Membenci seseorang karena kau mencintai mereka, rasanya sangat sulit kan?"

"Tidak. Kenapa harus sulit. Mereka semua kan bisa saling bergaul akrab"

"Betul. Tapi bagi ibu rasanya sangat sulit. Ibu rasa hidup penuh dengan PR. Biarpun ibu sudah menyelesaikan PR ibu, tapi masih ada lagi dan lagi dan terus ada lagi"

"Aku tidak suka PR"

"Iya, ibu juga tidak suka PR"

Bersambung ke episode 13 - 2

3 comments :