April 18, 2016

Marriage Contract Episode 12 - 2


Na Yoon datang menemui Sun Young dan tanpa basa basi lagi Sun Young langsung berkata kalau seharusnya mereka bertemu lebih cepat. Tapi karena apa yang sudah terjadi diantara mereka, Sun Young merasa pasti mereka berdua akan merasa tak nyaman. Na Yoon pun hanya bisa meminta maaf. 

“Syukurlah kau tahu bahwa kau memang seharusnya menyesal,” ucap Sun Young dan kemudian meminta Na Yoon agar tidak menikah dengan Ji Hoon, dengan alasan Ji Hoon sudah menikah dan punya anak. Na Yoon hendak menjelaskan apa yang terjadi, namun Sun Young memotong karena dia tidak senang mendengar Na Yoon memanggilnya dengan panggilan “Ommanie”.

“Sejujurnya, aku sangat tidak mengarti dirimu. Apa yang kau sukai dari pria itu sampai kau masih menginginkannya?”tanya Sun Young dengan nada tak suka.

Na Yoon pun meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan pada Jung Hoon. Namun dia tidak bisa menuruti permintaan Sun Young karena Na Yoon sangat menyukai Ji Hoon. 

“Selain itu, dia menikah hanya untuk menyelamatkan ibunya,” ucap Na Yoon.

“Ibunya? Ibu yang mana?” tanya Sun Young bingung dan Na Yoon pun akhirnya tahu kalau Sun Young tidak tahu apa-apa. Penasaran dengan apa yang terjadi, Sun Young pun minta Na Yoon untuk menceritakan semuanya. 



Ji Hoon sudah berada di kamar Mi Ran dan dia berdiri membelakangi ibunya, karena Mi Ran sendiri yang berkata masih terlalu mau menatap Ji Hoon. Saat Mi Ran menyuruh Ji Hoon pulang, Ji Hoon malah berbalik dan berkata kalau hal yang Mi Ran lakukan bukanlah hal yang memalukan, tapi keputusan yang tepat. 


Mi Ran lalu bertanya tentang Hye Soo, apa Ji Hoon sudah menyelesaikan semuanya dengan baik? Ji Hoon tak menjawab dan Mi Ran bisa dengan cepat menebak kalau perpisahan Ji Hoon dan Hye Soo menimbulkan masalah. Ji Hoon ingin mengatakan sesuatu pada Mi Ran, namun tak jadi dan kemudian menyuruh Mi Ran bersiap-siap untuk melakukan operasi. 


Chef Kong memanggil Hye Soo dan dengan ekspresi marah dia bertanya kenapa Hye Soo lupa meletakkan saus ke freezer sehingga membuat saus beku. 


“Ada apa denganmu belakangan ini? Apa pikiranmu kacau setelah mengatakan ingin berhenti? Usiamu masih muda, kenapa jadi pelupa?” ucap Chef Kong dan tepat disaat itu JI Hoon muncul. Dia mendengar Chef Kong memarahi Hye Soo dan Hye Soo sendiri hanya bisa meminta maaf. Karena A Ra menyapa Ji Hoon, semua orang pun jadi melihat ke arah Ji Hoon, begitu juga Hye Soo. Ji Hoon dan Hye Soo hanya saling lihat sebentar dan kemudian Ji Hoon berjalan pergi. 


Manager Park menemui Ji Hoon dan berkata kalau Sung Kook meminta dia untuk mencari tahu kapan Ji Hoon akan pergi ke pengadilan. Dengan ekspresi malas, Ji Hoon menjawab besok.

“Dengan Hye Soo?”

“Jangan menyinggung tentang gadis itu lagi. Itu membuatku kesal,” ucap Ji Hoon kesal. 


Seung Joo menemui Hye Soo dan bertanya kemana saja Hye Soo pergi setiap hari. Hye Soo hanya menjawab kalau dia pergi untuk menjemput Eun Sung. Seung Joo lalu bertanya lagi, dia bertanya apa Hye Soo benar-benar menyukai Ji Hoon. Untuk pertanyaan ini, Hye Soo terdiam, dia tak bisa langsung menjawab. Diatas tangga, kita melihat Ji Hoon muncul dan mendengar percakapan antara Hye Soo dan Seung Joo. Hye Soo ternyata enggan menjawab pertanyaan itu, dia memilih pergi. 


Young Hee datang ke toko Joo Yeon dan langsung bertanya apa Hye Soo kembali tinggal bersama Joo Yeon.  Joo Yeon membenarkan, namun sekarang Hye Soo belum pulang kerja. Young Hee lalu menitipkan sesuatu yang dia bawa untuk Eun Sung. 

“Sudah terjadi sesuatu pada Hye Soo kan?” tanya Young Hee penasaran dan khawatir. Tentu saja Joo Yeon mengatakan tidak terjadi apa-apa. Karena masih merasa khawatir, Young Hee pun bertanya apa Hye Soo seperti itu karena patah hati setelah putus dengan pacarnya. 

“Oh, apa maksudmu patah hati? Dia merasa sangat bahagia setelah putus dengan pria itu. ibu.... kau tidak tahu betapa menjengkelkannya dia, benar-benar ide yang sangat bagus untuk putus,” jawab Joo Yeon agar Young Hee yakin.


“Benarkah? Itu benar. Pria itu terlihat tidak terlalu baik. Dalam hidupku, aku tidak pernah melihat laki-laki yang punya lesung pipit sikapnya baik,” ucap Young Hee dan Joo Yeon berusaha membuat obrolan seru dengan mengatakan kalau dia juga punya lesung pipit. Namun Young Hee menjawab kalau yang Joo Yeon punya bukanlah lesung pipit, melainkan keriput. 

Young Hee kembali membahas Hye Soo, dia bertanya apa Hye Soo benar-benar baik-baik saja. Joo Yeon pun meminta Young Hee untuk tidak khawatir karena Hye Soo baik-baik saja. Namun Young Hee masih penasaran, karena akhir-akhir ini dia melihat wajah Hye Soo terlihat pucat dan karena wajah Hye Soo pucatlah yang menjadi alasan Young Hee buru-buru datang ke tempat Joo Yeon hari ini. 

“Eun Sung akan menyukai ini! Terima kasih Bu,” ucap Joo Yeon mengubah topik pembicaraan. Namun Young Hee ngotot meminta penjelasan dari Joo Yeon tentang Hye Soo. 


Hye Soo sendiri sekarang sudah berada di rumah sakit dan dokternya memanggil. “Kang Hye Soo, itu sulit kan?” tanya dokter dan Hye Soo mengiyakan. Saat ditanya apa ada efeksamping yang Hye Soo rasakan seperti pusing dan mual. Hye soo menjawab kalau semua efek samping itu masih bisa dia tahan. Dokter merasa lega karena Hye Soo juga tidak mengalami halusinasi. Dia kemudian menyuruh Hye Soo pulang agar bisa istirahat dan makan dengan baik. 


Hye Soo duduk di bangku tunggu dan tepat disaat itu, dia mendapat sms dari Ji Hoon yang mengatakan kalau besok mereka harus ke pengadilan. Setelah membaca sms itu, Hye Soo terlihat sedih. Beberapa menit kemudian Hye Soo beranjak dan berjalan pergi. Di bangku tunggu masih ada tas dan ponsel, ternyata Hye Soo lupa membawanya. 


Ji Hoon sedang berada di tempat Gym dan tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Hye Soo. Saat diangkat ternyata yang menelpon bukan HyeSoo, melainkan orang yang sudah menemukan ponsel dan tas milik Hye Soo. Penasaran kenapa Hye Soo pergi ke rumah sakit, Ji Hoon pun pergi ke sana untuk mengambil ponsel dan tas Hye Soo. 


Saat bertemu, si penelpon langsung menyamakan foto yang ada di wallpaper dengan Ji Hoon dan setelah yakin kalau Ji Hoon adalah orang yang ada di foto, si penelpon pun menyerahkan ponsel dan tas milik Hye Soo. 


Ji Hoon tersenyum melihat foto mereka sekeluarga dipasang oleh Hye Soo. Ketika akan memasukkan ponsel Hye Soo ke dalam tas, Ji Hoon melihat obat milik Hye Soo. Dari struk obat, Ji Hoon bisa tahu kalau obat itu berasal dari departemen bedah saraf. Penasaran dengan apa yang terjadi pada Hye Soo, Ji Hoon pun menemui dokter yang menangani Hye Soo. 


Saat mengetahui kalau Ji Hoon adalah suami Hye Soo, si dokter langsung marah karena selama ini Hye Soo datang ke rumah sakit selalu sendirian. Padahal dia sedang melakukan pengobatan yang melelahkan. 

“Pengobatan yang melelahkan? Pengobatan seperti apa..,” tanya Ji Hoon penasaran dan si dokter jadi sangsi apakah Ji Hoon benar-benar suami Hye Soo apa bukan. Si Dokter minta bukti sebuah sertifikat keluarga .

“Dengar, mengapa kau butuh itu! kalau aku bilang aku suaminya, artinya aku suaminya!” teriak Ji Hoon kesal dan penasaran.

“Lalu kenapa kau bisa tidak tahu kalau dirinya mengidap penyakit yang mengancam nyawanya?” tanya dokter.

“Apa kau bilang?” tanya Ji Hoon terkejut.

Ji Hoon sekarang sudah berada di luar rumah sakit dan teringat kembali pada apa yang dokter katakan. “Peluang untuk bertahan hidup tidak terlalu tinggi. Dia sudah memulai pengobatannya, tapi kita harus melihat berapa lama itu diperlukan.” Ji Hoon terlihat sedih mengetahui Hye Soo ternyata mengidap penyakit parah. 


Hye Soo kembali ke rumah sakit dan mencari tasnya. Karena tidak menemukan tasnya, Hye Soo pun menanyakan pada perawat. Tanpa Hye Soo sadari, Ji Hoon berada di belakang menatap ke arahnya. Perawat yang berjaga di resepsionis kemudian memberikan tas milik Hye Soo dan berkata kalau tadi ada seseorang yang menitipkannya. Ji Hoon sengaja tak menemui Hye Soo, dia sepertinya tidak ingin membuat Hye Soo tahu kalau dirinya sudah mengetahui tentang penyakit Hye Soo. 


Di rumah, Hye Soo minum obat dan Joo Yeon mengambilkan minumnya. Mendengar cerita Hye Soo melupakan tasnya, Joo Yeon pun bertanya ada apa dengan Hye Soo belakangan ini. Joo Yeon menebak kalau semua itu terjadi pasti karena Hye Soo terlalu kepikiran dengan penyakitnya, jadi Joo Yeon menyarankan agar Hye Soo menjaga perasaannya agar tetap nyaman dan hanya memikirkan hal yang baik saja. 

Hye Soo meraih tangan Joo Yeon dan berkata kalau dia sendiri tidak tahu kondisi tubuhnya akan jadi seperti apa nanti, “Mungkin lebih dari sekedar menjadi pelupa. Aku mungkin tidak akan bisa melihat. Eun Sung dan kau, aku mungkin tidak akan bisa mengenali.”

“Jangan mengatakan omong kosong seperti itu,” jawab Joo Yeon. Namun Hye Soo tetap berkata seandainya dia nanti mati dan meninggalkan Eun Sung , dia ingin Joo Yeon yang mengurus Eun Sung. Joo Yeon menahan tangisnya dan menjawab denga kasar kalau dia tak mau mengurus Eun Sung, orang yang harus mengurus Eun Sung hanya Hye Soo. Bahkan Joo Yeon mengancam Hye Soo, kalau Hye Soo terus berkata  omong kosong seperti itu, maka Hye Soo harus segera keluar dari rumahnya. 


“Oh yaa, aku pasti benar-benar sudah gila. Kenapa aku terus mengatakan hal-hal seperti itu?” ucap Hye Soo dan hendak memeluk Joo Yeon, namun di tolak. Hye Soo merengek minta maaf dengan mata berkaca-kaca dan kemudian air matanya pun mengalir. Joo Yeon sendiri hanya terdiam. Tak mau menangis di depan Joo Yeon, Hye Soo pun memilih tidur di samping Eun Sung. Joo Yeonpun menangis melihat Hye Soo seperti itu.   


Ji Hoon pulang. Dia teringat kembali saat Hye Soo datang padanya dan setuju untuk melakukan kawin kontrak. Saat itu, Hye Soo meminta Ji Hoon untuk menanggung biaya hidup Eun Sung sampai dewasa dan sanggup membiayai hidupnya sendiri. Ji Hoon juga ingat saat Hye Soo berkata kalau operasi untuk Mi Ran juga membahayakan untuk hidup Hye Soo sendiri. Mengingat semua itu, membuat Ji Hoon sadar kalau Hye Soo bersedia melakukan kawin kontrak karena Hye Soo sendiri sakit parah dan uangnya untuk biaya Hye Soo. 


Ji Hoon  melihat gambaran yang dibuat Eun Sung. Dia juga teringat pada saat Ji Hoon dan Hye Soo berada di pinggir pantai. Ji Hoon menangis melihat gambaran Eun Sung, karena didalam gambar ada JI Hoon dan Hye Soo yang sedang bersama. 


Jung Hoon sedang minum dan Sun Young menghentikannya. Jung Hoon mengaku minum karena dia tak bisa hidup tanpa minum. Dia tak bisa pergi ke kantor untuk bekerja karena dia merasa malu. Semua orang di kantor membicarakan dirinya karena sudah dikalahkan oleh adik sendiri. Jung Hoon juga mengaku kesal pada sang ayah karena terus melindungin Ji Hoon yang terang-terang sudah melakukan pernikahan palsu. 

Sun Young menyuruh Jung Hoo tenang, jangan membuat kekacauan dan bertindaklah dengan hati-hati. Karena sikap Jung Hoo yang gegabah itu yang membuat Sung Kook tak percaya pada Jung Hoon. Ia tak meminta Jung Hoon mau mengorbankan diri untuknya seperti yang Ji Hoo lakukan. "Meskipun begitu, apa kau tidak terlihat sedikit lebih bisa dipercaya? Apakah kau tahu bagaimana kesal dan kesepiannya aku akhir-akhir ini?” tanya Sun Young.

“Kenapa? Ada apa? Ibu tidak pernah memberitahu apapun padaku! Pengorbanan? Apa maksud Ibu?” tanya Jung Hoon balik dan Sun Young hanya menghela nafas melihat anaknya seperti itu. 


Jung Hoon pergi ke club malam dan orang suruhannya kemudian memberikan data yang Jung Hoon minta mengenai catatan rumah sakit milik Sung Kook. 

“Kemampuan untuk berpikir dan membuat keputusan, mereka bilang padaku kalau mereka bisa menggunakannya sebagai bukti,” jelas pria itu.

“Jika aku bisa mendapatkan diagnosa demensianya, akan lebih bagus,” ucap Jung Hoon dan menyuruh anak buahnya itu untuk mencari tahu. Wanita yang berada di samping Jung Hoon mengambil dan melihat kertas yang Jung Hoon pegang. 


Tiba-tiba Jung Hoon marah dan ingin memukul si wanita. Sebelum hal itu terjadi, seorang pria masuk dan Jung Hoon langsung ingin memukulnya. Namun pria itu dengan cepat menangkap tangan Jung Hoon. Ternyata  pria itu adalah rentenir yang selalu mengejar-ngejar Hye Soo dan anak buah Jung Hoon sengaja memanggil pria itu karena pria itu banyak tahu tentang Kang Hye Soo. 


Hye Soo mengirim sms pada Ji Hoon dan bertanya jam berapa mereka ketemuan hari ini. Saat menunggu balasan sms dari Ji Hoon, Hye Soo kembali mendapati rambutnya rontok. Tepat disaat itu balasan sms dari Ji Hoon masuk dan isinya mereka ketemuan jam 12 siang. Karena rambutnya mulai rontok, Hye Soo pun mengambil gunting dan memotong pendek rambutnya. Hye Soo menangis meratapi semua yang terjadi pada dirinya.


Setelah memotong rambut, Hye Soo merias wajahnya agar terlihat segar. Tepat disaat itu Joo Yeon masuk dan terkejut melihat penampilan baru Hye Soo. Hye Soo lalu bertanya apa dia tak terlihat cocok dengan potongan baru rambutnya dan Joo Yeon tidak menjawab karena dia lebih membahas Eun Sung yang memakai make-up. Joo Yeon kemudian bertanya Hye Soo mau pergi kemana dengan penampilan cantik itu dan Hye So menjawab kalau dia akan bercerai. 

“Bercerai?” tanya Joo Yeon sedikit terkejut.

“Aku akan ke pengadilan. Karena ini untuk terakhir kalinya aku ingin terlihat cantik,” jawab Hye Soo dan saat Joo yeon ingin mengatakan sesuatu, Hye Soo langsung memeluknya. Hye Soo kemudian berjalan pergi. 


Ji Hoon sudah menunggu di depan gedung pengadilan saat Hye Soo datang. Saat melihat penampilan baru Hye Soo, Ji Hoon sempat terdiam sesaat dan kemudian berkata kalau gaya rambut Hye Soo bagus. Hye Soo kemudian mengajak Ji Hoon masuk ke gedung pengadilan, tapi Ji Hoon malah mengajaknya makan siang. Karena memang jam itu sedang jam-nya istirahat makan siang. 


Mereka makan disebuah restoran, Hye Soo terlihat biasa saja, namun Ji Hoon terlihat tak begitu bersemangat.  Hye Soo lalu berkomentar kalau restoran tempat mereka makan, sangat nyaman bahkan lebih nyaman dari restoran Ji Hoon. 

“Kalau begitu makan yang banyak,” jawab Ji Hoon karena Hye Soo merasa nyaman.

Hye Soo kemudian mengucapkan terima kasih atas semuanya, termasuk merawat dan peduli pada Eun Sung. Namun Ji Hoon menyuruh Hye Soo berhenti mengucapkan terima kasih, karena menurut JI Hoon, dia tak pernah melakukan sesuatu yang pantas untuk di ucapkan terima kasih. 

“Bertemulah dengan orang yang baik. Kuharap kau akan bahagia,” ucap Hye Soo namun Ji Hoon terlihat tak nyaman dan menyuruh Hye Soo melanjutkan makan saja. Ji Hoon kemudian mengajak Hye Soo nonton, tentu saja Hye Soo terkejut mendengar ajakan itu. 

“Ini untuk terakhir kalinya jadi tunjukkan kebaikanmu kecuali jika kau tidak tahan bersamaku,” ucap Ji Hoon dan Hye Soo pun tak bisa menolaknya. 


Mereka pergi ke bioskop bersama dan Hye Soo sangat menikmati nonton film komedi. Sedangkan Ji Hoon terus tersenyum melihat Hye Soo tertawa senang. Tepat disaat itu, tangan Hye Soo mulai gemetar dan Ji Hoon pura-pura tak tahu. 


Setelah nonton, mereka jalan bersama menuju gedung pegadilan. Ji Hoon kemudian bertanya apa tidak ada sesuatu yang ingin Hye Soo katakan padanya dan Hye Soo menjawab tidak. Sambil melihat ke arah sakura, Hye Soo hanya berkata kalau bunga sakura sekarang sedang mekar dan itu sangat cantik. 

“Itu saja?” tanya Ji Hoon yang menunggu Hye Soo mengatakan tentang penyakitnya.

“Lalu apa yang harus aku katakan?”

“Apapun boleh.”

“Direktur,” panggil Hye Soo dan Ji Hoon meminta Hye Soo untuk berhenti memanggil dengan sebutan “direktur” dia ingin Hye Soo memanggilnya “Ji Hoon” saja atau panggilan lain. 


“Karena kita tidak akan berhubungan lagi, aku tahu aku tak punya hak untuk meminta ini, tapi bagaimana kalau memanggilku oppa?” pinta Ji Hoon dan Hye Soo hanya tersenyum mendengarnya. “Kalau begitu aku akan memanggilmu Hye Soo-naa. Kita gunakan saja itu,” ucap Ji Hoon sambil berjalan mundur dan ingin mereka memanggil dengan panggilan seperti itu setelah cerai nanti. 

Hye Soo hanya diam saja dan Ji Hoon kembali bertanya apa Hye Soo ingin mengatakan sesuatu, namun Hye Soo tetap menjawab tidak ada. Ji Hoon lalu bertanya kalau mereka harus memutari Seoul sekali lagi. 

“Maaf direktur,” ucap Hye Soo.

“Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu. apakah aku hanya sebatas itu untuk dirimu?” tanya Ji Hoon dengan nada sedikit kesal. “Selalu berbicara sangat formal. Apakah aku orang yang tidak membuatmu nyaman dan menyulitkanmu? Begitukah?!” teriak Ji Hoon dan Hye Soo hanya terdiam. “Baiklah, ayo kita pergi. Mari kita bercerai,” ucap Ji Hoon akhirnya.


Ji Hoon dan Hye Soo sudah mengisi formulir cerai mereka dan memberikan cap stempelnya. Saat Hye Soo akan menyerahkan formulir tersebut, Ji Hoon malah merebut dan kemudian meremas formulirnya. 

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hye Soo dan hendak mengambil kembali formulir.

‘Tuntut saja aku. Aku tidak bisa bercerai,” ucap Ji Hoon.

“Apa kau gila?” 

“Ya, aku gila,” jawab Ji Hoon dan pergi ke luar gedung. 


Di luar Ji Hoon langsung merobek formulirnya dan itu benar-benar membuat Hye Soo tak mengerti dengan sikap Ji Hoon yang tiba-tiba seperti itu. Hye Soo pun bertanya kenapa Ji Hoon melakukan semua itu dan Ji Hoon menjawab kalau dia ingin menyelamatkan Hye Soo. Mendengar kata menyelematkan, tentu saja Hye Soo terkejut dan perlahan berjalan mundur.


“Aku bilang aku akan menyelamatkanmu. Karena kau menyelamatkanku, sekarang kau harus hidup,” ucap Ji Hoon dan Hye Soo hendak pergi, namun Ji Hoon dengan cepat menangkap lengannya. “Apa hebatnya penyakit itu sampai kau bersikap sangat menyedihkan?! Kang Hye Soo, kau membuatku sangat frustasi!” teriak Ji Hoon dan mereka berdua pun saling menatap satu sama lain. 

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 13

5 comments :

  1. Finally di post juga part 2 nya 😄 di tunggu episode 13 nya ✌

    ReplyDelete
  2. Waaah.. senangnya. Akhirnya, yg ditunggu muncul jg. Makasih mba lilik part2 nya. Ini jd drama favorit sy.

    ReplyDelete
  3. wow...Sisa 4 episode lagi berarti pasti ada momen bahagia n romantis donk. Klo sedih terus kayaknya ikutan muram deh. Aq suka akting UEE yang dewasa. makasih ya unnie, tlg lanjut sampe ending ya. Pengennya happy ending

    ReplyDelete
  4. Awalnya aku pkir drma ini aneh,,krn UEE akting ama cwo yg bsa dibilang ahjussi,,tp sumpah,,,aku ikuin dr eps awal mpe skrng,,,ini drama bguss bgd,,,mrka brdua cocok

    ReplyDelete
  5. akhirnya ada eps 12 part 2 nya...tiap hari mantengin kutudrama...uda ada belom...udah ada belom....hihihi..makasih ya mba unt sinopsisnya...semangat ya untuk episode 13 - 16 nya...

    ReplyDelete