April 13, 2016

Marriage Contract Episode 12 - 1


Ji Hoon mengikuti Hye Soo dari belakang. Tiba-tiba Hye Soo merasa kepalanya pusing dan hampir jatuh tepat disaat mobil melintas, untungnya Ji Hoon dengan cepat menangkap Hye Soo. Ji Hoon marah dan bertanya kenapa dengan Hye Soo, apa Hye Soo ingin mati?

Tanpa menjawab Hye Soo melepaskan diri dari Ji Hoon dan berjalan pergi. 



Ji Hoon mengikuti dan meminta Hye Soo untuk berhenti karena ada yang ingin dia katakan pada Hye Soo.  Ji Hoon mengaku salah, dia salah karena tak tahu apa-apa tentang Hye Soo. Meskipun dia sudah mempelajari dan mengingat semuanya, tapi dia masih tak tahu tentang Hye soo. Jadi, Ji Hoon pun meminta agar Hye Soo memberitahukan semuanya pada Ji Hoon. Namun Hye Soo tak ingin mengatakan apapun, dia terus melanjutkan langkahnya.


“Aku tidak tahu seberapa besar hutangmu, aku bahkan tidak tahu jika kau punya kekasih atau bahkan kau ini seorang pembunuh,” ujar  Ji Hoon. Ia kembali berdiri di depan Hye Soo.

Ji Hoon mengaku tidak bisa melepaskan Hye Soo dan dia juga meminta maaf atas semua kesalahan yang sudah dia lakukan. Ji Hoon pun meminta Hye Soo memberikan satu kesempatan lagi padanya. “Aku hanya... berharap kau ada di sisiku. Aku akan menceraikanmu, jika kau sangat menginginkannya. Aku akan melakukannya. Tapi, bisakah kau tetap berada di sisiku?” tanya Ji Hoon dan menangis.



“Salah? Kesalahan apa yang kau perbuat? Maafkan aku, tapi jika kau terus seperti ini, ini sangat membebaniku,” ucap Hye Soo dengan mata berkaca-kaca dan kemudian berjalan pergi. Setelah melangkah pergi, Hye Soo baru menangis. Begitu juga dengan Ji Hoon, dia juga tak kuat menahan tangisnya.


Mi Ran sudah sadarkan diri dan dia sedang bersama Oppa dan mendengar kalau Oppa sudah memutuskan untuk melakukan operasi untuknya. Tentu saja Mi Ran terkejut mendengarnya dan langsung ingin bangun, namun ditahan oleh Oppa.

“Aku akan menyelamatkanmu, jadi kau harus hidup dan membayarku. Mengerti? Meskipun kau tidak menginginkannya, tidak ada gunanya. Pendapatmu juga tidak ada gunanya. Bahkan jika aku harus menyeret dan memaksamu, kau harus dioperasi. Kau ini, sekarang kau sudah menjadi tanggunganku,” ujar Oppa dan tertawa.

Mi Ran terlihat enggan tapi Oppa mengaku kalau dia melakukan semua itu agar Mi Ran bisa menebus dosa pada orang tua mereka dan pada istrinya. Dia juga menyuruh Mi Ran untuk mengurangi kesalahannya dengan berbuat baik sepanjang sisa hidupnya, jika ingin menemui orang tua mereka di alam lain. 

“Jangan khawatir, lakukan saja apa yang aku katakan sekarang ini. Mengerti?” ucap Oppa dan Mi Ran hanya bisa menangis mendengarnya.



Oppa keluar dan menemui Ji Hoon. Dia menyuruh Ji Hoon pulang dan tidak datang lagi, karena dia akan merasa terganggu kalau sampai Sung Kook datang lagi ke rumah sakit. Selain itu, Oppa juga tak mau membuat Mi Ran khawatir. Ji Hoon pun hanya bisa meminta maaf.  

“Tidak apa-apa. Kita segera selesaikan saja semua persoalannya,” ucap Oppa dan bergumam kalau Mi Ran sudah membuat hidup mereka semua kacau.


Di kamar, Eun Sung masih tertidur pulas, tapi dia tak bisa tidur. Tiba-tiba Hye Soo mual dan langsung pergi ke kamar mandi. Saat bercermin dan hendak merapikan rambutnya, dia malah mendapati rambutnya mulai rontok. Hye Soo memandangi Joo Yeon dan Eun Sung yang masih tertidur dan merasa semakin cemas.



Keesokan harinya, Sung Kook memangil Na Yoon. Dia memberitahu Na Yoon kalau pertemuan dengan orang tua Na Yoon ditunda karena Ji Hoon ingin menyelesaikan masalah perceraiannya minggu ini. Jadi akan lebih baik, jika pertemuan dengan orang tua Na Yoon dilakukan setelah masalah itu selesai. 

Na Yoon setuju karena dia juga tahu bagaimana karakter Ji Hoon, Ji Hon paling tidak suka dengan pertemuan orang tua. Na Yoon juga menyarankan agar mereka berdua tidak terlalu memaksa Ji Hoon, karena dia merasa Ji Hoon butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan masalah perceraiannya. 


Keluar ruangan Sung Kook, Na Yoon berpapasan dengan Jung Hoon yang langsung menyindirnya yang pasti sedang merasa gelisah sekarang karena ulah Ji Hoon. Jung Hoon juga mengatakan kalau apa yang dia tebak sebelumnya benar-benar terjadi,

Ucapan Ji Hoon membuat Na Yoon terluka tapi Jung Hoon tak peduli. “Apa lagi yang kau perlukan agar kau sadar, hah?” tanya Jung Hoon dan langsung pergi ke ruangan Sung Kook.


Di dalam ruangan Sung Kook, Jung Hoon langsung bertanya kenapa sang ayah menghubungi Na Yoon. Apa karena gosipnya sudah menyebar tentang Ji Hoon yang sudah dimanfaatkan oleh wanita itu dan bahkan Sung Kook juga menggaji Hye Soo saat sedang libur. Semua berita itu Jung Hoon dengan dari pegawai restoran.

“Tapi kenapa dia mecatatkan pernikahannya? Apa dia sudah tertipu oleh wanita mata duitan itu dan dengan bodohnya mencatatkan pernikahannya?” tanya Jung Hoon dengan tertawa mengejek.


Sung Kook geram mendengarnya dan langsung menyiramkan teh pada Jung Hoon. “Aku sudah katakan padamu untuk diam saja. Bukankah aku minta kau untuk tidak membahas masalah ini lagi?” bentak Sung Kook.

Jung Hoon berteriak kesal karena bajunya basah. Sung Kook mengingatkan tentang ancamannya yang tak menganggap Jung Hoon anak lagi kalau Jung Hoon sekali lagi membahas tentang masalah pernikahan Ji Hoon.

Jung Hoon kesal, merasa kalau ayahnya benar-benar sudah keterlaluan. Apa yang dianggap anak itu hanya Ji Hoon, lalu dia dianggap apa. Jung Hoon mengaku kalau dia juga punya perasaan, jadi kenapa Sung Kook selalu membela  Ji Hoon padahal Ji Hoon juga hanya bisa mencari masalah.

Sung Kook menjawab kalau semua itu karena Jung Hoon tak sebanding dengan Ji Hoon dan langsung menyuruh Jung Hoon keluar. 


“Ayah, jangan meremehkan aku!” ujar Jung Hoon. “Ayah akan mendapat masalah besar. Setelah kesehatanmu teganggu, aku rasa keadilanmu juga sudah hilang. Aku mengatakan ini sebagai nasehat! Jika Ayah mengabaikanku, Ayah akan menyesalinya,” ancam Jung Hoon dan pergi.



Ji Hoon sedang berada di dalam lift saat seseorang masuk yang membawa kardus besar dan juga sepasang pegawai yang sedang melihat sebuah pengumuman di ponselnya. Dari pengumuman itu, mereka melihat kalau Ji Hoon sebagai putra kedua lebih banyak mendapat dukungan dibanding Jung Hoon. 

Si wanita lalu membahas tentang gosip yang beredar tentang kinerja Ji Hoon yang lebih baik dari Jung Hoon. Dan kalau terus seperti itu maka Ji Hoon bisa menjadi direktur pengelola di akhir tahun ini. Ji Hoon yang ada d belakang mereka hanya diam saja mendengarkannya, namun sepasang pegawai ini tidak tahu kalau orang yang sedang mereka bicarakan ada di lift yang sama karena Ji Hoon tertutupi dengan adanya kardus besar disampingnya. Si pegawai wanita bahkan menebak-nebak kalau akhir tahun depan, Ji Hoon pasti bisa menjad wakil Presdir. 



Sepasang pegawai itu keluar dan memberi salam pada Jung Hoon yang sedang menunggu di luar lift. Jung Hoon hendak masuk kedalam lift, tapi setelah melihat ada Ji Hoon di dalam, Jung Hoon pun mengurungkan niatnya untuk masuk.


Sung Kook diberitahu kalau jadwal operasi Mi Ran sudah di tentukan dan dia menjawab kalau dia tak mau tahu lagi soal Mi Ran, jadi si sekretaris tak perlu mencaritahu soal itu lagi. Sung Kook lalu memerintah sekretarisnya untuk mencaritahu apa yang sedang Jung Hoon lakukan sekarang, karena perasaannya mengatakan kalau Jung Hoon sedang merencanakan hal buruk. 


Hye Soo sedang mengeluarkan barang-barangnya dibantu Joo Yeon. Tepat disaat itu Seung Joo datang, jadi Joo Yeon menyuruhnya untuk ikut membantu. Seung Joo heran dan bertanya kapan Hye Soo mencari rumah. Hye Soo menjawab untuk sementara waktu dia akan tinggal bersama Joo Yeon.

Seung Joo jadi curiga Hye Soo tiba-tiba pindah seperti itu, apa karena gosip dengan Ji Hoon semuanya benar. Hye Soo terdiam dan tak bisa menjawab, untungnya Joo Yeon muncul dan mengajak Seung Joo menggotong barang. 


Hye Soo bertanya pada Eun Sung apa dia sudah lapar. Eun Sung tak menjawab, dia malah balik bertanya apa mereka memang harus pindah dan Hye Soo hanya mengiyakan. 


“Bagaimana dengan Ahjussi? Kita bawa Ahjussi bersama kita,” usul Eun Sung. Tapi Hye Soo menjawab kalau Ji Hoon tidak bisa ikut bersama mereka.


Manager Park muncul dan bertanya kenapa Hye Soo tiba-tiba pindah tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Hye Soo hanya menjawab kalau dia memang pada akhirnya harus keluar dari restoran itu, jadi bilang atau tidak itu tidak masalah.


Manager Park muncul dan saat melihat Joo Yeon mengangkat barang bersama Seung Joo, Manager Park pun menggantikan posisi Seung Joo, agar terlihat sebagai pria sejati. Namun Joo Yeon malah berkata kalau Manager Park tidak akan kuat dan menyuruh Seung Joo kembali mengangkatnya.

Dituduh tak kuat oleh Joo Yeon, Manager Park tak terima dan langsung menurunkan barang tersebut. “Apa maksudmu aku tidak kuat?” tanya Manager Park dan kemudian mengangkat kotak itu sendiri. Dia ingin pamer pada Joo Yeon kalau dia memang masih seorang pria kuat, walaupun begitu Joo Yeon tetap memanggilnya dengan sebutan ahjussi. 



Ji Hoon datang dan mendengar suara Chef Kong yang mengumpulkan semua pegawai restoran. Setelah semuanya kumpul, Chef Kong bertanya pada A Ra tentang sumber gosip yang dia sebarkan tentang Hye Soo. Awalnya A Ra bingung saat menjawab, sehingga dia asal bicara dengan mengatakan kalau Hye Soo datang ke restoran itu memang punya maksud yang tak baik.  


Ji Hoon yang saat itu mendengar ucapan A Ra langsung menghampiri mereka dan bertanya apa Hye Soo tidak ada di restoran. Chef Kong menjawab kalau Hye Soo sedang libur hari ini. 

“Ahjumma itu benar-benar menakutkan!” ucap Ji Hoon pada  A Ra. “Tadinya aku hanya ingin bersenang-senang dengannya tapi akhirnya malah membuatku malu. Aku hampir saja dituntut karena pelecehan seksual,” aku Ji Hoon dan kemudian meminta Chef Kong untuk meyakinkan Hye Soo agar tidak menuntut Ji Hoon.

Tentu saja pengakuan Ji Hoon ini membuat semua pegawainya tercengang dan setelah mengatakan semua itu Ji Hoon berjalan pergi dengan alasan mencari Manager Park. Ji Hoon sengaja melakukan itu agar nama Hye Soo kembali bagus.


Ji Hoon keluar dan melihat Manager Park bersama Joo Yeon di mobil. Mereka akan pergi mengantar barang-barang Hye Soo ke rumah Joo Yeon. Sedangkan Hye Soo dan Eun Sung akan menyusul. 

Ji Hoon terkejut dan bertanya apa yang Hye Soo lakukan dan dengan ketus Hye Soo menjawab apa Ji Hoon tidak bisa melihat sendiri kalau dia akan pindah. Ji Hoon tak mengizinkan Hye Soo pindah, namun Hye Soo menjawab kalau dia sendiri saja tak bisa menentukan hidupnya, apalagi Ji Hoon. Ji Hoon tak punya hak mengatakan hal seperti itu padanya. 



Hye Soo berbalik pergi, tapi Eun Sung malah berlari kembali keatas. Hal itu digunakan Ji Hoon untuk mengajak bicara lagi, tapi Hye Soo sudah tak mau lagi membahas apapun dengan Ji Hoon. Karena itu hanya akan menjadi beban baginya.


Hye Soo mencari Eun Sung akhirnya menemukan Eun Sung yang sembunyi di balik pot. Hye Soo kemudian menariknya pergi namun Eun Sung tak mau. Eun Sung lari lagi dan kali ini berdiri di balik pintu.  “Ibu pergi saja sendiri. Aku akan tinggal disini,” ucap Eun Sung.

Hye Soo berjanji akan mencarikan rumah yang bagus untuk Eun Sung, jadi Eun Sung harus bersabar sedikit lagi. Namun Eun Sung tetap tidak mau dan itu membuat Hye Soo sedikit emosi. 



Tapi Eun Sung tetap keras kepala. “Aku benci Ibu. Aku tak suka Ahjussi dan aku juga tak suka Ibu. Kalian berdua pembohong,” jerit Eun Sung dan menangis.

‘Jadi, kau akan tinggal sendirian disini?”

Eun Sung mengangguk, dia berkata kalau dia akan tinggal ditempat itu sendirian. “Aku bisa hidup tanpa  Ibu,  pergi saja!” ucap Eun Sung.

Hye Soo tertegun mendengar ucapan Eun Sung. “Baiklah, tinggalah di sini sendirian. Aku akan pergi,“ jawab Hye Soo dan pergi.





Eun Sung tak menyangka ibunya benar-benar pergi meninggalkannya sehingga ia langsung mengejar dan memanggil Hye Soo. Tapi ia masih belum mendekati ibunya, masih bersikeras tinggal.

Di tangga, Hye Soo kembali berkata kalau dia akan benar-benar pergi. Namun Eun Sung tak menjawab. Sehingga Hye soo pun langsung berjalan pergi.



"Ibuuu...!!" Eun Sung panik dan langsung mengejar Hye Soo. Namun Eun Sung sempat berhenti sejenak untuk memandang Ji Hoon. 



Akhirnya Eun Sung kembali menghampiri Hye Soon langsung menggendongnya pergi. Eun Sung memandang Ji Hoon untuk terakhir kalinya dan melambaikan tangan. Ji Hoon membalas lambaian tangan itu sama sedihnya.


Diatas rumah kucing, Ji Hoon menemukan surat dari Eun Sung yang berisi, “Selamat tinggal Ajhussi. Kami akan pindah. Tolong rawat kucingnya dengan baik. Dari Eun Sung.”


Sampai di rumah Joo Yeon, Hye Soo langsug merapikan barang-barangnya. Joo Yeon menyuruhnya untuk istirahat dulu, namun Hye Soo tak mau. Hye Soo mencari-cari kotak yang berisi pakaian Eun Sung dan Joo Yeon melihat kalau kotak itu sudah kosong. Ternyata Hye Soo sudah mengeluarkan isinya, tapi dia lupa. Hye Soo akhirnya menyadari kalau akhir-akhir ini dia jadi pelupa. 


Hye Soo kemudian menemui Eun Sung yang sedang bermain sendiri di depan toko. Dari balik kaca, Hye Soo membuat wajahnya terlihat lucu, namun Eun Sung tak tertarik melihatnya. 


“Eun Sung-a, apa kau ingin beli es krim?’ ajak Hye Soo dan sekarang mereka berdua sudah duduk bersama sambil menikmati es krim. 


“Maafkan aku, Ibu..,” ucap Eun Sung sambil menunduk.

“Untuk apa?”

“Saat aku bilang aku bisa hidup tanpa Ibu. Aku mengatakannya karena aku marah,” aku Eun Sung.


“Ibu tahu,” jawab Hye Soo dan membelai rambut Eun Sung. Dia berkata kalau dia bisa mengerti semua yang Eun Sung katakan. Dengan suara tercekat Hye Soo melarang Eun Sung untuk merasa bersalah karena telah mengucapkan kata-kata itu. "Berjanjilah pada Ibu untuk tidak memikirkan hal iuu lagi."

Walau sedikit bingung, Eun Sung mengiyakan.

"Soal putus dengan Ahjussi, maafkan Ibu, Eun Sung,” ucap Hye Soo. Namun kali ini Eun Sung tak menjawab. Hye Soo kemudian memeluk Eun Sung dan berterima kasih.

“Untuk apa?” tanya Eun Sung.


“Karena sudah menjadi anak Ibu. Terima kasih banyak,” jawab Hye Soo dan berjanji akan selalu menjaga Eun Sung. 



Hye Soo sendiri sudah berada di tempat tidur bersama Eun Sung dan Joo Yeon tidur dibawah. Dia tidak bisa tidur, dan terus melihat foto 'keluarga' mereka. Melihat foto itu, membuat Hye Soo sedih. Dia kemudian mematikan ponselnya dan tidur di samping Eun Sung.

Sementara di rumah, Ji Hoon minum-minum dan memandangi cincin yang ingin dia berikan pada Hye Soo. Ia keluar rumah dan membuang cincin itu ke dalam kolam ikan. 


Hye Soo sudah tertidur dan tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu. Hye Soo dan Joo Yeon terbangun. Hye Soo kemudian keluar untuk melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Ji Hoon yang datang dalam kondisi mabuk. 

Hye Soo membuka pintu dan Ji Hoon memaksa masuk. Ji Hoon datang untuk menemui Eun Sung, tentu saja Hye Soo tak memperbolehkannya. Hye Soo mendorong Ji Hoon sampai ke seberang jalan dan menyuruh Ji Hoon pergi. 


“Hei!” panggil Ji Hoon dan Hye Soo berbalik menghampirinya. “Ada yang ingin aku katakan. Batalkan semuanya! Aku bilang semuanya! Lupakan semuanya! Aku datang kesini untuk minta kau melakukan itu,” ucap Ji Hoon dan memegang pundak Hye Soo."

“Seperti kau bilang. Aku rasa semua ini hanya imajinasiku. Apa yang aku harapkan dari orang seperti dirimu? Aku menyesal. Sekarang, karena aku sudah memikirkannya. Tidak ada perasaan yang khusus sama sekali. Aku pasti sudah gila. Jika kau merasa terbebani, aku menyesal.”

“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu seperti itu,” jawab Hye Soo dan pamit pergi karena tak ada lagi yang ingin Ji Hoon katakan. 



Tapi Ji Hoon belum selesai bicara. Ia berteriak memanggil Hye Soo lagi dan Hye Soo berbalik. "Seharusnya kau tidak hdiup seperti itu. Jangan hidup seperti itu!” teriak Ji Hoon.

Hye Soo menjawab kalau ia mengerti dan kemudian menyuruh Ji Hoon pulang karena sudah sangat mabuk. 




Namun saat Hye Soo hendak berbalik pergi, Ji Hoon tiba-tiba meraih pundak Hye Soo dan memegang wajah Hye Soo. Ji Hoon ingin mencium Hye Soo tapi Hye Soo berusaha menolak. Untungnya tepat disaat itu, Joo Yeon keluar dan Ji Hoon langsung melepaskan Hye Soo. 

Hye Soo menghampiri Joo Yeon dan mengajaknya masuk, sebelum Joo Yeon mengamuk pada Ji Hoon, karena sudah memperlakukan Hye Soo seperti itu. 



Saat sendirian, Ji Hoon terlihat kesal dan meluapkan kekesalannya dengan menendang dinding. Di dalam rumah, Joo yeon bertanya-tanya ada apa dengan Ji Hoon, sampai melakukan semua itu pada Hye Soo, padahal dia sudah punya kekasih. Joo Yeon jadi bersyukur Hye Soo sudah pindah dari rumah lamanya itu, kalau tidak Ji Hoon bisa bertingkah sembarangan. 

Joo Yeon kembali masuk kamar dan Hye Soo memilih duduk sejenak memikirkan apa yang baru saja terjadi.


Sung Kook dan istrinya sedang sarapan bersama. Karena tidak melihat Jung Hoon, Sung Kook pun bertanya kemana dia. Tanpa melihat Sung Kook,  Sun Young menjawab kalau Sung Kook tak pernah memperlakukan Jung Hoon sebagai anak, jadi kenapa sekarang dia menanyakan keberadaannya. 

“Aku dengar Ji Hoon dipromosikan sebagai Direktur Eksekutif,” ucap Sun Young dan Sung Kook menjawab kalau dewan direktur lah yang memutuskannya. Namun Sun Young sangat yakin kalau semua itu pasti atas usul Sung Koon juga. Melihat Sung Kook begitu membanggakan Ji Hoon, Sun Young pun ingin tahu alasannya. Apa semua itu karena Ji Hoon adalah anak Oh Mi Ran. 

‘Kau pikir itu karena aku mengaguminya? Berapa kali aku harus katakan padamu betapa pentingnya pernikahan itu demi masa depan kita,” jawab Sung Kook.


“Jadi, apa Na Yoon setuju dengan pernikahan itu? dengan orang yang sudah mendaftarkan pernikahannya dengan wanita yang dia sukai?” tanya Sun Young dan Sung Kook menyuruhnya diam saja kalau tidak tahu apa-apa. Sung Kook kembali berkata agar tidak membahas tentang pernikahan itu. 

“Jika Jung Hoon yang melakukannya, apa kau akan membelanya seperti ini juga?” tanya Sun Young dan juga  bertanya kenapa Sung Kook begitu membenci putra sulungnya, karena dengan sikap Sung Kook yang seperti itu, orang-orang bisa mengira kalau Jung Hoon lah yang anak angkat. 


“Kau benar. Apa yang kau katakan itu benar. Si brengsek itu tidak mirip denganku sama sekali. Darimana dia berasal dan mengapa sikapnya seperti itu. dia sudah membuatku gila!” jawab Sung Kook

Ia memberitahu Sun Young kalau Jung Hoon mendapatkan respek yang sangat sedikit di perusahaan dan semua itu karena Jung Hoon sudah membuat banyak masalah dan memperlakukan karyawan dengan sembarangan. Selain itu, Jung Hoon sudah berganti sekretaris sebanyak 4 kali dalam setahun. Dengan perilaku yang seperti itu, Sung Kook berkata kalau dia tidak bisa mengaggumi Jung Hoon sebagai putra sulungnya. 

“Jadi? Yang ingin kau katakan adalah akan menyingkirkan dia?” tanya Sun Young dan Sung Kook menjawab akan membuat keputusan setelah melihat bagaimana keadaannya. 

“Kau... jika kau terus seperti ini, aku tidak akan menahan diri lagi. Aku akan melindungi anakku,” ucap Sun Young dan pergi.

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 12- 2

11 comments :

  1. Mba lilik...makasih ya.
    Ditunggu part2 nya.
    Semoga mba sehat selalu.

    ReplyDelete
  2. Tambah penasaran aja gmn hub jihoon dan hyeso, mudah2an hepi ending ah. Trims buat mbak yg dah ngerecap drama ini. Fighting

    ReplyDelete
  3. Hii may i ask when sinopsis 12 part 2 will publish??

    ReplyDelete
  4. Mba part 2 nya donk, hehehheehhe. Kpn nih?

    ReplyDelete
  5. serunya, ditunggu ah kelanjutannya

    ReplyDelete
  6. Gomawo chingu.. Semoga tetap sehat, dan makin semangat ya.. hehe.. :-)

    ReplyDelete
  7. Drama nya keren ya,.. semangat buat nglanjutin sinopsis ny. Fighting !! ^^

    ReplyDelete
  8. Mba lilik, part2 nya dong... pleeeease!!
    He3... udah g sabar nih mba ^_^

    ReplyDelete