April 12, 2016

Marriage Contract Episode 11 - 2


Chef Kong kesal sehabis dimarahi Ji Hoon dan langsung menuntut penjelasan Hye Soo. Apa benar gosip yang mengatakan kalau dia dan Ji Hoon pacaran lalu Hye Soo memeras uangnya setelah dia dicampakkan?

Dia menyuruh Hye Soo menjawab dalam hitungan 3 detik... 1-2-3, Hye Soo tidak menjawab saking bingungnya. Chef Kong menyimpulkan diamnya Hye Soo berarti gosip itu tidak benar dan berniat menghajar chef-chef yang tadinya menggosipkan Hye Soo.




Ji Hoon merenung sedih memikirkan Hye Soo. Pandangan Hye Soo tentang, dari yang awalnya menganggapnya sebagai orang jahat dan dingin hingga perlahan Hye Soo mulai mengenal sifatnya yang sebenarnya yang hangat dan pemberani.


Oppa pergi ke penginapannya Mi Ran. Dia melihat kamar Mi Ran sudah gelap jadi dia memutuskan untuk pergi saja. Tapi tak sengaja saat dia asal mencoba menarik pintu, ternyata pintunya tidak terkunci. Dia melihat Mi Ran sedang tidur, tapi saat dia menyuruh Mi Ran untuk bangun dan makan malam bersamanya, anehnya Mi Ran tidak bangun-bangun. Dia mendekat dan saat itulah dia melihat darah di mulut Mi Ran.

Dia mencoba membangunkan Mi Ran dengan memanggil-manggil nama asli Mi Ran 'Gap Soon'. Tapi Mi Ran hanya membuka mata sebentar sebelum akhirnya terjatuh pingsan. Oppa langsung panik.


Mi Ran dilarikan ke rumah sakit. Tapi karena kondisinya yang kritis, akhirnya dia dipindahkan kembali ke rumah sakit Seoul. Saat Sung Kook mendapat kabar ini, dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan melihat kondisi Mi Ran.

Dia cuma melihat sebentar lalu pergi. Dalam perjalanan pulang, dia berpapasan dengan Oppa tapi kedua pria itu langsung lewat begitu saja tanpa saling mengenali. Sekretaris Sung Kook-lah yang mengenalinya dan menyapanya. Sung Kook menyapanya dengan lalu menanyakan kondisi Mi Ran dengan nada riang seolah dia sangat senang Mi Ran mau mati.

"Apa kau pikir kau punya hak untuk menanyakan itu sekarang?" balas Oppa ketus


Sung Kook dengan cueknya berkata kalau dia tidak menemui Mi Ran karena dia dilarang untuk dijenguk. Dia juga menyarankan agar Oppa tidak usah berpikir untuk mendonorkan livernya. Sung Kook makin kelewat batas saat kemudian dia menyerahkan seamplop uang pada Oppa yang dia sumbangkan sebagai biaya pemakaman.


Habis sudah kesabaran Oppa! Dengan penuh amarah, dia langsung mendorong Sung Kook "Baj*ngan! Jika aku melakukan apa yang ingin kulakukan. Kau pasti sudah... "  Oppa hampir saja menyerang Sung Kook tapi sekretaris Sung Kook menghalanginya.

"Tapi aku tidak mau mengotori tanganku, jadi aku menahan diri. Apa masih belum cukup bagimu menghancurkan hidup adikku dengan cara seperti itu hingga kau harus memastikan kematiannya? Dan kau sebut dirimu manusia?!"

Oppa maju untuk menyerang Sung Kook lagi tapi si sekretaris menghalanginya. Walaupun jauh lebih tua, tapi kekuatan Oppa jelas jauh lebih besar daripada di sekretaris. Dengan mudahnya dia mendorong si sekretaris sampai dia terjatuh dan membentur pembatas dengan keras.


Oppa lalu melempar setiap lembar uang itu kembali ke muka Sung Kook dan menyatakan kalau dia tidak membutuhkan satu sen pun dari Sung Kook karena sekarang dia bertekad untuk menyelamatkan adiknya. "Aku sendirilah yang akan menyelamatkan hidup adikku! Bangs*t!"


Hye Soo pergi menemui Young Hee dengan membawakan makanan untuknya. Tapi Young Hee malah protes, takutnya nanti pacar Hye Soo akan marah kalau dia tahu Hye Soo pergi menemui mantan mertuanya. Karena itulah dia langsung mengusir Hye Soo. Tapi Hye Soo malah bilang kalau dia sudah putus dengan pria itu.

Young Hee kaget, kenapa mereka putus? Hye Soo beralasan kalau mereka hanya tidak cocok saja. Apanya yang tidak cocok? Apa karena Eun Sung? Tidak, Hye Soo beralasan bahwa dia dan pria itu tidak cocok secara kepribadian.

"Dasar! Pria itu memang tampaknya punya kepribadian buruk. Jadi ternyata benar yah?" caci Young Hee

Tapi kemudian dia berusaha menghibur Hye Soo dan menasehatinya untuk tidak patah hati. Kalau mereka tidak jodoh yah sudah. Hye Soo memberitahu Young Hee bahwa belakangan ini dia akan sangat sibuk karena itulah nanti dia kadang-kadang akan menitipkan Eun Sung pada Young Hee. Tentu saja Young Hee mau dengan senang hati. Jadi apakah Hye Soo punya pekerjaan baru lagi? Hye Soo tidak menjawabnya dan langsung mengalihkan topik. 


Tentu saja dia tidak bilang bahwa kesibukan yang dijalaninya bukanlah pekerjaan tapi kemoterapi.


Ji Hoon langsung ke rumah sakit begitu dia mendengar kabar tentang ibunya. Mi Ran sebenarnya meminta Oppa untuk tidak meneleponnya. Tapi Oppa tidak tega dan akhirnya menghubungi Ji Hoon. Dia menyinggung ayah Ji Hoon yang sangat mengerikan dan betapa bodohnya Mi Ran. Dulu Mi Ran selalu menyombongkan diri tentang betapa pintarnya dia, tapi buktinya dia sangat bodoh. Dia menyia-nyiakan hidupnya yang berharga hanya demi pria semacam itu.


"Masalah operasi. Aku akan melakukannya" ujar Oppa. "Ibumu... aku akan menyelamatkannya. Kenapa ibumu tidak mau hidup? Semua orang ingin hidup. Itulah kehidupan. Jika aku bilang kalau aku akan memberikan hidupku maka ambil saja. Jangan khawatir"

Ji Hoon shock dan terharu mendengarnya "Terima kasih, Paman. Terima kasih. Terima kasih," isak Ji Hoon.

"Kenapa kau berterima kasih? Ini masalah antara aku dan adikku. Kau tidak perlu lagi repot mengurusi masalah ini. Jalani saja hidupmu dengan baik."


Hye Soo kembali ke restoran saat malam tiba dan kebetulan saat itu semua pegawai hendak pulang. A Ra sekarang jadi lebih sensitif pada Hye Soo, bahkan kata-katanya jadi jauh lebih kasar saat dia menyindir Hye Soo.

Untunglah Manager Park keluar saat itu juga dan membubarkan semua orang. Setelah semua orang pergi, Manager Park agak ragu tapi akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu Hye Soo bahwa Mi Ran sedang dirawat di rumah sakit dalam kondisi sekarat. Hye Soo tidak mengatakan apapun, tapi dia tampak shock dan sedih mendengar kabar itu.


Eun Sung masih ngambek pada Hye Soo, dia bahkan menolak tawaran Hye Soo untuk membacakan buku dongengnya. Tapi saat dia melihat Hye Soo tampak kesakitan, dia jadi cemas. Apalagi Hye Soo tiba-tiba muntah-muntah.

Eun Sung langsung berlari menyusulnya ke kamar mandi. Tapi Hye Soo mengunci pintunya hingga membuat Eun Sung makin cemas. Dia berseru pada Eun Sung kalau dia baik-baik saja padahal dia berusaha keras menahan rasa sakitnya.


Joo Yeon sama sekali tidak bisa konsen dengan pekerjaannya sekarang setelah dia mengetahui penyakit Hye Soo. Dia bahkan sampai menangis didepan seorang pelanggannya. Tiba-tiba dia dapat telepon dari Hye Soo yang memintanya untuk datang kesana. Joo Yeon langsung mengiyakannya tanpa ragu.


Hye Soo tampak jauh pucat sekarang. Tapi dia tidak ingin membuat Eun Sung cemas dan karenanya dia meyakinkan Eun Sung kalau dia baik-baik saja. Dia lalu menidurkan Eun Sung sambil membacakan dongeng Beauty and The Beast.

Sementara Hye Soo bercerita, Eun Sung membayangkan ibunya adalah Belle dan dirinya sendiri sebagai peri. Belle berjanji pada Beast kalau dia akan hidup bersama Beast selamanya. Tapi sebagai gantinya, Belle meminta agar dia diizinkan untuk bertemu keluarganya sekali lagi saja. Beast mengizinkannya tapi dengan syarat, Belle harus kembali sebelum bulan purnama.


Tapi Belle keasyikan berkumpul bersama keluarganya sampai lupa dengan janjinya. Lalu saat Belle kembali, dia melihat Beast pingsan di taman bunga. Belle sedih. Saat dia mengangkat kepala Beast dalam pangkuannya, setetes air mata menggenang di matanya. Peri Eun Sung melihat air mata yang menggenang di pelupuk matanya itu, lalu punya ide bagus, menyihir air mata Belle.


Lalu saat air mata itu terjatuh, Beast seketika terbangun... dan berubah wajah jadi wajahnya Ji Hoon. Dan kutukan Beast pun akhirnya punah. Belle bahagia lalu mengecup lembut bibir Beast sementara Peri Eun Sung menari-nari bahagia.


Eun Sung sudah pulas saat Hye Soo selesai membacakan dongengnya. Eun Sung tersenyum dalam tidurnya tanpa menyadari kesedihan ibunya. Hye Soo benar-benar ketakutan hingga dia langsung berlutut dan berdoa pada langit untuk memberinya lebih banyak waktu.

"Aku... adalah orang yang masih punya banyak hal untuk dilakukan. Aku harus membacakan cerita untuk Eun Sung-ku. Dan aku harus menemaninya di hari pertamanya bersekolah nanti. Setiap pagi, aku harus mengikat rambutnya. Aku punya banyak hal yang harus kulakukan"


Joo Yeon terburu-buru berlari ke rumah Eun Sung. Tapi di depan restoran, Manager Park tiba-tiba mencegatnya. Manager Park yang naksir Joo Yeon, langsung mengundangnya masuk untuk minum kopi. Tapi Joo Yeon langsung menolak tegas karena dia sangat sibuk jadi dia menyarankan agar Manager Park pulang saja dan jaga istrinya.

Manager Park langsung stres, "Aku kan sudah bilang kalau aku belum punya istri."


Tapi Joo Yeon tidak dengar karena dia sudah lari ke rumahnya Hye Soo. Joo Yeon sangat cemas setibanya disana. Tapi Hye Soo memintanya datang hanya untuk menjaga Hye Soo karena dia harus pergi ke suatu tempat.

Tapi Joo Yeon mencegahnya dan menuntutnya untuk memberitahu segalanya, kapan Hye Soo akan memulai perawatannya. Hye Soo tidak ingin membuat semakin cemas, jadi dia berkata kalau kemo itu ternyata tidak sakit sama sekali. Tapi tetap saja Joo Yeon cemas dan protes karena Hye Soo ke rumah sakit sendirian tadi, seharusnya dia ikut menemani tadi. Dengan senyum cerianya, Hye Soo berkata bahwa dia merasa hal itu bukan masalah besar. Lagipula mulai sekarang, pergi ke rumah sakit akan jadi kegiatan rutinnya.

"Tidak masalah. Aku pasti akan segera membaik."

"Kau benar-benar akan segera membaik, kan? Iya kan?" tanya Joo Yeon menuntut kepastian.

"Tentu saja."


Hye Soo lalu pergi ke rumah sakit menjenguk Mi Ran. Hye Soo sedih melihat kondisi Mi Ran. Oppa datang tak lama kemudian dan keheranan melihat Hye Soo disini. Untuk apa Hye Soo datang kemari?

"Tolong katakan padanya, saya minta maaf," ujar Hye Soo

"Untuk apa?"

"Saya datang kemari karena merasa bersalah pada nyonya. Saya tidak bisa melakukan operasi untuknya. Saya punya masalah, jadi saya rasa saya tidak akan bisa melakukan operasinya. Saya minta maaf," tangis Hye Soo


Oppa meyakinkan Hye Soo untuk tidak cemas, karena sekarang sudah ada donor yang akan melakukan operasi untuk menyelamatkan Mi Ran. Hye Soo terkejut mendengarnya. Oppa malah heran dengan reaksinya, apa Hye Soo belum mendengarnya dari Ji Hoon bahwa dialah pendonor itu.


Hye Soo langsung menangis penuh haru dan mengucap terima kasih berkali-kali pada Oppa. Tapi Oppa malah jadi semakin bingung, sama sekali tidak mengerti kenapa Hye Soo bersikap seperti ini. Mi Ran terbangun saat itu mendengar tangisan Hye Soo.


Hye Soo pulang tak lama kemudian. Tapi dalam perjalanan keluar, dia berpapasan dengan Ji Hoon. Hye Soo langsung bersikap dingin padanya dan mengacuhkan pertanyaan Ji Hoon yang ingin tahu kenapa dia datang kemari.

"Apa kau datang untuk mengecek kondisi pasien?" tanya Ji Hoon kasar. "Kau tidak perlu repot. Kontraknya juga sudah berakhir."


Setibanya di ruang ICU, Oppa memberitahunya kalau ibunya sudah sadar sekarang. Tapi dia juga memberitahu Ji Hoon kalau Hye Soo barusan datang kemari. Dia tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua. Tapi yang membuatnya heran, bukankah sekarang masalah operasinya selesai.

"Kenapa? Apa dia mengatakan sesuatu?"

"Kubilang kalau aku yang akan melakukan operasinya dan dia langsung bercucuran air mata. Aigoo... dia menangis begitu sedih hingga aku kehilangan kata-kata. Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan! Ada apa? Kenapa dia menangis di depanku?"


Ji Hoon tercengang mendengarnya. Menyadari kalau Hye Soo ternyata bukan orang kejam seperti yang dia kira, Ji Hoon langsung pergi mengejar Hye Soo. Dia melihat Hye Soo berjalan pulang sendirian. Dia tidak menghampirinya dan hanya berjalan mengikutinya dari belakang. Hye Soo merasa dibuntuti, tapi tiba-tiba kepalanya pening dan langsung oleng... tepat ke arah sebuah mobil meluncur cepat ke arahnya.


Untunglah Ji Hoon sigap menangkapnya dan menjauhkannya lalu mengomelinya "Apa kau sudah gila? Bagaimana kalau kau sampai kecelakaan. Apa kau mau mati?"

Hye Soo tidak mengatakan apapun dan langsung melepaskan diri dari cengkeraman Ji Hoon dan berjalan pergi.


Tapi Ji Hoon terus mengejarnya. Ji Hoon mengaku salah, dia mengakui semua ini adalah kesalahannya. Termasuk fakta kalau dia tidak mengetahui apapun tentang Hye Soo. Bahkan sekalipun dia mencoba mempelajari dan mengingat segala sesuatu tentang Hye Soo, tetap saja dia tidak tahu apa-apa tentang Hye Soo.

"Bukankah seharusnya kau mengajariku jika aku tidak tahu?"


Hye Soo berusaha menghindar, dia hampir menangis. Tapi Ji Hoon terus mengejarnya hingga dia harus terus berusaha manahan air matanya.

"Aku tidak tahu berapa banyak hutang yang kau miliki. Aku tidak tahu apakah kau punya kekasih atau apakah kau seorang pembunuh. Aku sungguh tidak tahu apapun. Tapi, apapun tidak masalah. Aku hanya berharap kau ada disisiku"


Dengan berlinang air mata, Ji Hoon bersedia menuruti keinginan Hye Soo. Dia akan menceraikan Hye Soo jika memang itu yang Hye Soo mau. "Tapi, tidak bisakah kau tinggal disisiku?" tanya Ji Hoon yang tidak ingin melepaskan Hye Soo begitu saja. "Aku yang salah. Kumohon, berilah aku satu kesempatan lagi"

Selanjutnya Marriage Contract Episode 12-1

3 comments :

  1. seru ni, ditunggu episode 12 nya kak

    ReplyDelete
  2. seru ni, ditunggu episode 12 nya kak

    ReplyDelete
  3. Semangat ya mbak epi selanjutnya sd end

    ReplyDelete