April 11, 2016

Marriage Contract Episode 11 - 1


Hye Soo menolak uang dan cincin pemberian Ji Hoon dengan sopan dan meminta Ji Hoon untuk menceraikannya karena dia sudah menerima uang dari ayah Ji Hoon. Dia mengaku kalau dia sendiri yang pergi menemui ayah Ji Hoon untuk meminta uang itu karena dia dengar Ji Hoon sedang mengalami kesulitan keuangan. Dia menyesal dan menyayangkan pembatalan operasinya.

"Maaf. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai seorang pria, Direktur. Aku ingin kita kembali ke peran kita masing-masing sebelum adanya kontrak itu," ujar Hye Soo

Ji Hoon menolak mempercayai semua ucapan Hye Soo itu. Tapi Hye Soo terus menyelanya dan menegaskan bahwa kejadian malam itu adalah sebuah kesalahan jadi dia meminta Ji Hoon untuk melupakannya saja.

"Apa kau tulus?" tanya Ji Hoon yang masih belum bisa mempercayainya

"Iya," jawab Hye Soo tegas

"Kutanya sekali lagi. Apa kau benar-benar berkata jujur?"

"Iya."

Ji Hoon kecewa dan sedih mendengarnya. Hye Soo buru-buru mengakhiri pertemuan mereka dengan meminta Ji Hoon untuk memberitahunya jika persidangan cerai mereka sudah ditentukan lalu pergi.




Ji Hoon masih belum bisa mempercayai semua ini. Dia langsung mengejar Hye Soo karena dia yakin pasti terjadi sesuatu hingga Hye Soo bersikap seperti ini. Dia yakin pasti ayahnya mengatakan sesuatu pada Hye Soo. Hye Soo melepaskan genggaman tangan Ji Hoon dengan kasar dan menegaskan bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan ayah Ji Hoon. Kontrak mereka sudah selesai dan dia sudah menerima uang seperti perjanjian mereka

"Kurasa kau terlalu mendalami peranmu hingga kau jadi salah, Direktur. Kukatakan sekali lagi. Aku... tidak punya rencana untuk berhubungan denganmu"


Hye Soo pun langsung pergi meninggalkan Ji Hoon. Tapi setelah sudah cukup jauh, Hye Soo tak bisa lagi menahan air matanya dan menangis dalam perjalanan pulang.


Ji Hoon langsung pergi menemui ayahnya dan mengkonfrontasinya karena memberi uang pada Hye Soo. Tapi Sung Kook dengan riangnya memberitahu Ji Hoon bahwa dia benar tentang Hye Soo. Buktinya, Hye Soo sampai datang sendiri untuk meminta uang langsung darinya. Hye Soo bahkan mengancam tidak akan menceraikan Ji Hoon jika dia tidak mau memberinya uang. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Hye Soo akan melakukan sesuatu yang lebih dari perkiraannya.

Karena itulah Ji Hoon harus segera sadar dan kembali jadi dirinya yang dulu. Tidak punya uang itu rasanya tidak enak kan? Setelah bercerai nanti, Ji Hoon harus segera menikah dengan Na Yeon. Dia sudah mengatur pertemuan dengan kedua orang tua Na Yeon minggu depan dan Ji Hoon harus meminta maaf ribuan kali pada mereka.

Tapi Ji Hoon menolak. Dia ingin pergi menemui Mi Ran saja minggu depan, apalagi sekarang ibunya sudah tidak punya banyak waktu.


Joo Yeon melihat Hye Soo batuk-batuk lalu minum obat. Dia mengira kalau Hye Soo flu lagi. Tapi yang mengherankannya, biasanya Hye Soo tidak pernah minum obat kalau sakit. Tapi Hye Soo meyakinkannya kalau dia baik-baik saja.

Joo Yeon lalu bertanya apakah Hye Soo sudah menerima uangnya. Hye Soo mengiyakannya. Kalau begitu seharusnya Hye Soo menggunakannya lalu menuntut Hye Soo untuk mentraktirnya makan daging besok. Oke, Hye Soo setuju. Sekarang setelah Hye Soo punya uang, Joo Yeon yakin kalau dia pasti akan menggunakannya untuk membuka bisnis restorannya.

Joo Yeon mengaku kalau dia sebenarnya sudah lelah dengan toko perawatan kukunya ini. Karena itulah, dia ingin bekerja sama dengan Hye Soo saja di restorannya Hye Soo. Tapi sekarang Hye Soo ragu dengan rencana itu dan hanya berkata untuk memikirkan masalah ini pelan-pelan saja.

Sejujurnya Joo Yeon agak kaget mendengar Hye Soo menerima semua uangnya. Awalnya dia mengira kalau Hye Soo tidak akan menerima uangnya atau mungkin cuma akan menerima setengahnya saja mengingat operasinya batal. Bukan berarti Hye Soo melakukan sesuatu yang salah sih, apa yang dia lakukan dengan menerima semuanya memang benar dan bijak. Karena itulah, Joo Yeon menyemangatinya untuk mulai memikirkan bisnisnya dan mencari toko besok. Tapi Hye Soo berkata kalau dia tidak akan menggunakan uang itu untuk sementara waktu.


Mi Ran baru saja melihat oppanya pulang setelah menangkap ikan. Dia berniat membantu tapi oppanya menolak dan terus bersikeras menyuruh Mi Ran untuk pergi dan melakukan operasinya. Mi Ran terus ngotot ingin membantu dan mengingatkan oppanya kalau dia sudah membatalkan operasinya. Tapi oppanya tetap tidak mau dengan bantuannya dan langsung berlalu pergi.


Tapi ditengah jalan, tiba-tiba dia dihadang oleh seorang anak buahnya Sung Kook yang diutus kemari untuk memberikan seamplop uang pada Oppa. Sung Kook melakukan ini agar masalahnya Ji Hoon yang berhubungan dengan Mi Ran bisa segera selesai. Uang ini jumlahnya cukup besar dan Sung Kook berpesan agar oppa menggunakannya untuk membawa Mi Ran pergi sejauh mungkin dari tempat ini.

Oppa tak percaya mendengarnya, jadi singkatnya Sung Kook ingin berkata "Berhentilah menghalangi masa depan putranya dan menghilanglah sejauh mungkin. Itukah maksudnya?"

"Bukankah lebih baik bagi semua orang jika dia pergi ke tempat yang lebih baik?"

Kurang ajar! Oppa langsung melempar uang itu dengan penuh amarah. "Seorang putra bersedih karena ibunya sekarat itu normal! Apa orang itu idiot?!"


Tapi si anak buah terus saja mendesak Oppa untuk menerima uangnya. Kesal, Oppa langsung mendorong pria itu sampai dia hampir saja terjatuh ke laut. Tapi untunglah Mi Ran cepat datang mencegahnya. Oppa benar-benar heran pada Mi Ran, apa bagusnya pria bangs*t itu sampai dulu dia pergi meninggalkan keluarganya. Sekarang dia malah menyuruh Mi Ran pergi dan mati.


Sung Kook kesal saat anak buahnya menelepon dan mengabarkan kegagalannya dalam membujuk oppanya Mi Ran. Tak lama kemudian, Na Yeon datang dan Sung Kook mengabarkan berita baik untuknya. Semuanya sudah berakhir sekarang jadi Na Yeon bisa tenang. Sekarang Ji Hoon pasti sudah kapok jadi dia menyarankan Na Yeon untuk pergi menemui Ji Hoon dan menghiburnya. Tapi Na Yeon menuntut Sung Kook untuk menceritakan semuanya sampai sedetil-detilnya.


Hye Soo sedang melipat baju. Tapi tiba-tiba tangannya gemetaran lagi. Tidak ingin ketahuan Joo Yeon, dia langsunng menggenggam erat tangannya. Sementara Joo Yeon masih terus mengomel karena Hye Soo tidak mau membuka toko padahal dia sudah punya uang sekarang. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa, bukankah jauh lebih dilakukan secepat mungkin? Dia terus berusaha mendesak Hye Soo untuk mencari toko. Tapi Hye Soo terus ngotot tidak mau dan lain kali saja.

Joo Yeon stres melihat sikap Hye Soo, kalau dia memikirkan sesuatu maka seharusnya dia langsung bertindak. Kalau Hye Soo cuma akan menghambur-hamburkannya untuk membeli ini dan itu maka lama-kelamaan uang itu akan segera habis.

"Joo Yeon-ah, aku akan menggunakan uang itu sebagai tabungan untuk Eun Sung sampai dia tumbuh besar"


Tapi Joo Yeon terus saja mendesak Hye Soo untuk membuka toko. Kalau dia memang mau membesarkan Hye Soo maka dia harus membuat uang dan membuat uang itu hanya bisa didapat jika Hye Soo punya toko. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa Hye Soo berkecil hati seperti ini.

"Aku bisa saja mati. Orang kan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan"

Joo Yeon langsung terdiam mendengar itu lalu mengeluh kesal karena dia mengira semua itu cuma alasan yang Hye Soo gunakan untuk menolak kerja sama dengannya. Tapi bagaimanapun, dia mengerti perasaan Hye Soo. Dia menerima semua uang itu tanpa melakukan operasi, dia pasti merasa sangat tidak enak. Karena itulah, sebaiknya dia segera menggunakan uang itu untuk membuka toko dan mengubah uang itu jadi miliknya sendiri. Hye Soo terharu mendengarnya. Tapi dia masih terus bersikeras menolak usul Joo Yeon.


Joo Yeon tidak mengerti kenapa? Hye Soo mendesah berat mendengarnya lalu menggenggam tangan Joo Yeon dan meminta Joo Yeon untuk berjanji bahwa dia hanya akan mengatakan hal-hal yang baik dan positif "Katakan padaku bahwa semuanya baik-baik saja. Aku tidak akan mati. Apapun yang terjadi aku akan terus hidup. Jadi berjanjilah padaku bahwa kau hanya akan mengatakan hal-hal yang baik. Setelah itu, aku akan memberitahumu segalanya"


Awalnya Joo Yeon cuma mengira Hye Soo sedang mencandainya saja. Tapi saat dia melihat kesedihan nyata dalam wajah Hye Soo, dia jadi mulai cemas dan langsung memeluknya.


Na Yeon pergi menemui Ji Hoon ke Promise. Ji Hoon malas bicara dengannya tapi Na Yeon dengan cepat menarik perhatiannya dengan membicarakan masalah Hye Soo yang menurutnya sudah mencurigakan sejak awal. Dia yakin kalau Hye Soo bekerja di restoran ini dengan maksud tertentu. Dia sudah yakin kalau Hye Soo itu tidak normal karena tidak mungkin seseorang akan menerima persyaratan kontrak seperti itu dengan begitu mudahnya.

"Aku yang melakukannya" ujar Ji Hoon "Aku yang tidak normal dan tidak punya akal sehat. Jangan cuma menghakimi orang lain. Memangnya seberapa normal dirimu sendiri?"

"Aku disini demi kau. Jadi tolong pikirkan perasaanku"

"Aku tidak membutuhkan apapun untuk diriku. Bukan berarti aku tidak memahami perasaanmu, tapi kau sudah kelewatan"

"Kudengar dari ayahmu kalau wanita itu mengancamnya untuk mendapatkan uang dan kau masih membelanya?"


A Ra yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka langsung shock. Saat dia naik untuk memberi mereka kopi, Ji Hoon langsung cepat-cepat pergi meninggalkannya.


Hye Soo baru tiba di restoran saat Na Yeon memanggilnya dan langsung melabraknya karena berani datang kemari. Tidak ingin Eun Sung mendengar pembicaraan ini, Hye Soo menyuruh Eun Sung untuk naik duluan. Begitu Eun Sung sudah pergi, Na Yeon kembali melanjutkan konfrontasinya. Tapi Hye Soo meyakinkannya untuk tidak cemas karena dia akan segera mengundurkan diri secepatnya.


Ji Hoon sedang berbaring saat tiba-tiba saja dia mendengar suara Eun Sung sedang bicara dengan kucing-kucingnya. Dia langsung bangkit mencari Eun Sung. Dan begitu dia melihat Eun Sung, dia langsung keluar dan menggendong Eun Sung dan mencium pipinya dengan sayang.

"Eun Sung-ah, apa kau merindukanku"

"Aku merindukanmu"

"Ahjussi juga"


Sementara itu Hye Soo pergi menemui Manager Park untuk mengajukan pengunduran diri. Manager Park memberitahunya tentang segala sikap Ji Hoon yang kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. Ji Hoon menjual mobil dan jam tangan mewahnya demi mendapatkan uang untuk Hye Soo, dia sendiri bahkan sampai harus mengeluarkan semua uang tabungannya untuk membantu Ji Hoon.

Tapi dia dengar kalau Hye Soo menolak uangnya Ji Hoon. Dia bersyukur Hye Soo melakukan itu karena walaupun semua ini cuma sebuah kontrak tapi tetap saja tidak masuk akal jika Hye Soo menerimanya.


Pembicaraan tentang pengunduran diri Hye Soo didengar oleh Chef Kong yang kebetulan masuk ke ruangan Manager Park saat itu. Chef Kong langsung mengomeli Hye Soo panjang lebar karena mau mengundurkan diri padahal dapur mereka sedang sangat sibuk sekarang. Hye Soo akhirnya setuju untuk tetap bekerja disini tapi hanya sampai ada orang yang bisa menggantikannya.


Hye Soo lalu naik mencari Eun Sung. Tapi malah mendapati Eun Sung sedang melompat-lompat di atas kasurnya Ji Hoon. Ji Hoon muncul tak lama kemudian dengan membawa secangkir es krim untuk Eun Sung.

Sayang, kebahagiaan mereka hanya berlangsung singkat karena Hye Soo langsung memaksa Eun Sung turun dari sana. Eun Sung tidak mau dan terus berusaha menghindar dari ibunya. Tapi Hye Soo terus mengejarnya dan begitu berhasil menangkapnya, dia langsung menggendong Eun Sung dan membawanya keluar tanpa mempedulikan protesnya Eun Sung.


Eun Sung ngambek begitu mereka masuk rumah. Dia menuntut ingin makan es krimnya ahjussi. Tapi Hye Soo dengan tegas memberitahu Eun Sung bahwa mereka akan segera pindah dari sini. Di luar, Ji Hoon mendengarkan semuanya.

"Kenapa? Apa Ibu tidak akan menikah dengan ahjussi?"


Hye Soo membenarkannya dan beralasan kalau dia memutuskan untuk tinggal berdua saja dengan Eun Sung. Tapi Eun Sung tidak mau karena dia ingin tinggal bersama ahjussi. Hye Soo langsung marah dan mengomelinya karena bersikap seperti bayi.


Tapi kemarahannya malah membuat Eun Sung menangis, "Aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan bertengkar lagi. Aku sudah bilang kalau aku akan bergaul akrab dengan ahjussi."


Saat Hye Soo keluar untuk menjemur pakaian, Ji Hoon keluar untuk menanyainya sekali lagi. Apa dia benar-benar tidak berarti bagi Hye Soo. Hye Soo tersenyum geli mendengarnya dan bertanya heran kenapa Ji Hoon bersikap seperti anak kecil, apa itu ciuman pertamanya? Dia meminta agar Ji Hoon berhenti bersikap seperti ini dan segera menentukan tanggal persidangan cerai mereka, kalau bisa secepatnya.


Tak lama setelah Hye Soo masuk rumahnya, Ji Hoon ditelepon pamannya. Sang paman tidak memberitahukan apa masalahnya tapi dia terus menggerutui sikap ayahnya Ji Hoon yang sangat tidak berperikemanusiaan.

Walaupun Mi Ran menyusahkan, tapi tega sekali Sung Kook melakukan hal seperti itu padanya. Dengan penuh amarah dia berkata pada Ji Hoon untuk menyampaikan pesan pada ayahnya bahwa langit pasti akan menghukumnya jika dia hidup seperti itu.


Orang suruhannya Jung Hoon melapor bahwa tidak banyak data kriminal yang dilakukan Ji Hoon. Dia cuma pernah kedapatan ngebut dua kali tapi dia sudah membayar dendanya, itu saja. Selain itu dia bersih. Jung Hoon tidak percaya, masak cuma segitu saja data kejahatannya.

Lalu bagaimana dengan masalah wanita? Hmm... masalah itu si mata-mata punya info bagus. Orang-orang tahunya Ji Hoon itu bujangan, tapi sebenarnya dia sudah menikah. Dia bahkan berhasil mendapatkan copy data kartu keluarganya Ji Hoon. Jung Hoon tercengang melihat dokumen itu.


Berkat dokumen itu, mood Jung Hoon langsung naik tinggi. Bahkan sepulangnya ke rumah, dia langsung nyerocos riang pada kedua orang tuanya kalau Ji Hoon sudah mendaftarkan pernikahan dengan pegawai restorannya sendiri. Sun Young yang tidak tahu menahu tentang masalah ini, jelas kaget mendengarnya.

Tapi yang tidak disangkanya, ayahnya malah ngamuk-ngamuk. Sung Kook marah karena Jung Hoon menyelidiki Ji Hoon dan mengancam Jung Hoon untuk merahasiakan masalah ini. Jika masalah ini sampai bocor, dia mengancam tidak akan lagi menganggap Jung Hoon sebagai anak.


Keesokan harinya, Sung Kook kembali menuntut Ji Hoon untuk segera menceraikan Hye Soo. Dia tidak percaya saat Ji Hoon bilang secepatnya dan terus menuntut kapan tepatnya. Ji Hoon tidak memberi jawaban spesifik dan hanya meyakinkan ayahnya kalau dia pasti akan bercerai.

Tapi, dia ingin bertanya sesuatu "Dalam hidup ayah, apa arti ibu dan aku bagi ayah?"

Sung Kook merasa itu pertanyaan tidak penting dan langsung mengalihkan topik menyuruh Ji Hoon untuk memfokuskan diri mengurusi bisnis restorannya. Dia bahkan menyalahkan Ji Hoon sebagai penyebab kurangnya pendapatan bulan ini yang dia klaim disebabkan karena Ji Hoon sedang tersesat jalan dan tidak berpikir dengan benar. Ji Hoon jelas kecewa mendengar jawaban ayahnya.


Dalam perjalanan keluar, tak sengaja dia mendengar beberapa pegawai bergosip tentangnya. Mereka sudah dengar kabar kalau salah satu pegawai restorannya Ji Hoon, mengincarnya tapi Ji Hoon tidak tahu kalau dia ditipu sampai dia harus membayar uang kompensasi sangat banyak pada wanita itu.


Di restoran, Hye Soo pun sama. Tak sengaja dia mendengar beberapa A Ra sedang bergosip dengan beberapa pelayan lainnya tentang dirinya. A Ra bahkan menuduh Hye Soo sudah tidur dengan Ji Hoon. Bukan cuma para pelayan, chef-chef pembantu juga menggosipkan hal yang sama. Chef Kong kebetulan lewat saat itu dan langsung menghentikan obrolan para wanita itu.


Ji Hoon datang tak lama kemudian dan langsung ngomel-ngomel memarahi Chef Kong dan beberapa chef-chef pembantu yang tadi menggosipkan Hye Soo.

Selanjutnya Marriage Contract ke episode 11 - 2

6 comments :

  1. Judul artikel ini hrsnya 11-1 ya mbak, fighting lanjutannya ya mbak, gumawo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh.. iya mba.. makasih, kemarin ngeditnya sambil ngantuk. :D

      Delete
  2. Judul artikel ini hrsnya 11-1 ya mbak, fighting lanjutannya ya mbak, gumawo

    ReplyDelete
  3. Lanjutnya jgn lama2 dong penasaran..ditunggu ya part 2 smaa ep 12nya..heheh

    ReplyDelete
  4. kesian hye soo dituduh yg engga engga

    ReplyDelete