April 10, 2016

Marriage Contract Episode 10 - 2


Hye Soo pulang dan tepat disaat itu Seung Joo dan Young Hee datang. Bertemu dengan Hye Soo, Seung Joo langsung berkata pada Young Hee kalau apa yang dia katakan benar, kan, kalau Hye Soo baik-baik saja.

Young Hee dengan enggan mengakui.




Hye Soo dan Young Hee sekarang sudah duduk bersama di bangku taman dan ngobrol, sedangkan Seung Joo berdiri di belakang mereka. 

Young Hee mengaku khawatir karena melihat Seung Joo begitu mencurigakan, dia pikir Hye Soo sedang sakit parah sampai harus di operasi dan tinggal d rumah sakit selama 10 hari. Hye Soo menjawab kalau dia tidak akan dioperasi, Seung Joo hanya salah dengar. 


“Oh baiklah. Kami sudah makan bubur labu buatanmu,” ucap Young Hee dan kemudian memberikan gingseng merah pada Hye Soo. “Pastikan kau memakannya saat sarapan dan makan malam,” pesan Young Hee.

Melihat tatapan heran Hye Soo, Young Hee tahu kalau dia pasti sekarang terlihat lucu karena tiba-tiba jadi baik pada Hye Soo. Young Hee akhirnya mengaku kalau dia sudah menemui Eun Sung tanpa Hye Soo ketahui, namun setelah melakukan itu, dia merasa bersalah pada Hye Soo. 


“Mengapa kematian Seok Han menjadi kesalahanmu? Pada saat itu, aku sangat membencimu. Aku berpikir jika Seok Han tidak bertemu denganmu, dia tidak akan meninggal secepat itu. Aku ingin percaya kalau kau yang menjadi penyebab kematiannya, tapi setelah melihat Eun Sung yang sudah kau besarkan menjadi sangat cantik dan baik.. astaga, jika seperti ini, mungkin aku akan dihukum. Aku jadi merasa betapa kecewanya Seok Han kepada ibunya,” aku Young Hee

Ia minta maaf pada Hye Soo. Alasan dia melakukan semua itu, karena dia merasa kesulitan mencari nafkah dan di saat seseorang merasa tersudut, mereka akan menjad sedikit menyimpang. 


“Jangan sakit, kau harus hidup lebih lama dan bahagia. Saat kau memikirkan Eun Sung, bahkan jika kau tidak ingin makan, pastikan kau terus makan dengan teratur. Pastikan untuk minum tonik herbalmu. Kau harus kuat dan bekerja keras dalam hidup. Bagi seorang ibu dengan satu orang anak, jika sakit itu dosa namanya,” pesan Young Hee.

Hye Soo berterima kasih untuk semuanya. Young Hee menggenggam kedua tangan Hye Soo dan bertanya apa pacar Hye Soo baik? Apa dia memperlakukan Hye Soo dengan baik? Hye Soo menjawab iya dan itu membuat Young Hee tersenyum lega. 


Semua pegawai restoran Promise sedang bekerja membersihkan restoran. Cheff Kang mendumel dan bertanya kenapa Kang Hye Soo tiba-tiba mengambil cuti dari tugasnya, padahal mereka sedang kekurangan orang

“Memangnya da hebat dalam mengerjakan apa? Sous Chef seperti dia itu dimana-mana ada,” ucap A Ra dan malah berharap agar Hye Soo tak pernah kembali lagi. 


“Kenapa kau sangat kesal terhadap Kang Hye Soo?” bentak Chef Kong dan menyemprotkan air, tepat disaat itu Manager Park muncul, jadi dia juga terkena semprotan airnya. Manager Park lalu menghampiri Chef Kong dan memijit pundaknya, seolah memuji dengan berkata kalau Chef Kong sudah bekerja keras tapi sebenarnya mencegahnya bicara lebih banyak.

“Ada hubungan apa antara direktur dan Kang Hye Soo? Apa mereka pacaran?” Chef Kong tak menangkap kodenya. Manager Park menjawab tidak mungkin. Tepat di saat itu Ji Hoon datang dan Manager Park langsung menyeretnya pergi. 


Manager Park minta Ji Hoon untuk menceritakan semuanya, karena tadi Sung Kook menelpon dirinya. Sung Kook menyuruh Manager Park untuk terus mengawasi Ji Hoon, karena Sung Kook takut Ji Hoon akan mengambil uang perusahaan. Sebelum Ji Hoon bercerita, Manager Park sudah bisa menebak kalau semua masalah itu, pasti berhubungan dengan Hye Soo. 

Manager Park benar-benar tak percaya, Ji Hoon sudah dibuat jatuh cinta pada Hye Soo. Saat ditanya apa yang membuat Ji Hoon suka pada Hye Soo, Ji Hoon hanya menjawab apa harus ada alasan untuk menyukai seseorang, karena dia hanya merasa suka pada Hye Soo tanpa alasan. Manager Park lalu bertanya lagi, apa Hye Soo juga merasakan hal yang sama dan Ji Hoon hanya menjawab iya. 

“Oke, seperti itulah yang terjadi, apa yang akan kau lakukan sekarang? Ayahmu tidak akan membiarkannya. Dia mungkin akan mengambil semuanya darimu dan bahkan mengejarmu! Dia sudah mulai melakukannya. Hei, kudengar semua kartumu diblokir,” ucap Manager Park.


“Kenapa dia harus mengejarku? Selain itu, meskipun dia melakukannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa,” jawab Ji Hoon dan Manager Park mengingatkan Ji Hoon kalau orang seperti Ji Hoon itu tidak akan bisa hidup tanpa uang. Manager Park pun mengaku kalau dia mengatakan semua itu demi kebaikan Ji Hoon. 


“Apa kau tahu kalau kita harus di dunia saling bersaing? Apakah kau tahu berapa banyak orang yang datang saat wawancara untuk menjabat pekerjaanmu itu? empat puluh lima orang yang datang. Empat puluh lima! Lihat! Lihat! Lihat!” ucap Manager Park dan menyuruh Ji Hoon melihat pegawai mereka.

“Meskipun hanya dengan bayaran 1 juta won sebulan, mereka sangat ingin diterima bekerja. Di antara mereka, ada juga orang-orang yang pernah sekolah di luar negeri. Seperti itulah keadaan dunia ini, Ji Hoon. Aku bisa jamin kalau kau tidak akan bisa hidup hanya dengan 1 juta won. Jadi kau seharusnya tidak menyia-nyiakannya,” nasehat Manager Park yang kemudian mengaku kalau dia merasa iri pada Ji Hoon, karena Ji Hoon bisa seenaknya membuang apa yang sudah dimilikinya. 

Manager Park berharap kalau mereka dihidupkan pada kehidupan berikutnya, dia ingin mereka bertukar kehidupan. Karena dia ingin merasakan kehidupan kanak-kanakya Ji Hoon. Manager Park juga meminta agar Ji Hoon mengakhiri semuanya sebelum dia melukai Hye Soo. 


Eun Sung sedang menggambar saat ponsel Hye Soo berbunyi dan itu adalah sms dari Ji Hoon yang berisi, “Aku merindukanmu, hubungi aku.” Eun Sung bertanya dari siapa sms itu, namun Hye Soo hanya menjawab bukan siapa-siapa dan kemudian mengajak Eun Sung tidur. 


Eun Sung lalu bertanya kapan mereka bisa pulang, dia ingin pulang malam itu juga karena harus memberi makan kucing-kucingnya. Hye Soo lalu menjawab kalau Ji Hoon pasti sudah memberi kucing-kucing itu makan. Eun Sung ingin tetap pulang, namun Hye Soo menjawab tidak bisa, karena sudah larut malam. Eun Sung tak mau mendengar Hye Soo, dia keluar dan ingin meminta Joo yeon mengantarnya pulang. 


Di rumah, Ji Hoon sedang merasa gelisah karena sangat merindukan Hye Soo. Hye Soo dan Eun Sung sudah berada di depan restoran, karena Hye Soo tak bisa menolak keinginan Eun Sung untuk pulang. Begitu masuk, Eun Sung langsung melihat kucing-kucingnya dan ternyata Ji Hoon sudah memberinya makan. 



Melihat kucing-kucing itu sudah diberi makan, Hye Soo mengajak Eun Sung pulang, namun Eun Sung tidak mau. Dia ingin melihat kucing-kucing itu sebentar lagi. Saat Eun Sung sedang sibuk dengan kucingnya, Hye Soo masuk ke dalam rumah Ji Hoon dan disana dia melihat Ji Hoon tidur di bawah.


Hye Soo kemudian menghampiri Ji Hoon dan menyelimutinya. Untuk sesaat, Hye Soo menatap wajah Ji Hoon dan hendak membelai rambutnya, namun tak jadi. Perlahan-lahan Hye Soo berjalan keluar, namun Eun Sung malah berlari memanggil “Ahjussi”. Untungnya Ji Hoon tak terbangun dan Hye Soo langsung menggendong Eun Sung keluar.


Saat Hye Soo menutup pintu, Ji Hoon terbangun dan bingung dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


Di depan gedung, Hye Soo berpapasan dengan Na Yoon yang baru datang. Tak mau berlama-lama mengobrol dan takut ketahuan oleh Ji Hoon kalau dia sudah datang, Hye Soo pun langsung pamit pergi dengan alasan kalau dia harus pergi ke suatu tempat. 

Setelah Hye Soo pergi, Ji Hoon keluar dan seperti sedang mencari seseorang. Na Yoon pun bertanya apa Ji Hoon mencari seseorang, tak menjawab Ji Hoon malah balik tanya kenapa Na Yoon datang malam-malam. 


Na Yoon dan Ji Hoon sekarang sudah berada di dalam rumah da Na Yoon meminta penjelasan tentang semua yang terjadi. Na Yoon bertanya apa hubungan Ji Hoon dan Hye Soo. Tapi karena Ji Hoon hanya diam saja, Na Yoon mengurungkan pertanyaannya, dia tak mau mendengar apa-apa. 

“Ji Hoon-shi.. apakah kau tahu bagaimana perasaanku? Aku benar-benar lelah dan stres. Saat aku menjadi tidak rasional dan berlebihan.... dan saat aku mempermalukan diriku sendiri, aku sudah memilih kau. Kau tahu itu kan?” ucap Na Yoon dan Ji Hoon minta maaf. Namun Na Yoon tak mau menerima permintaan maaf Ji Hoon. 



Na Yoon menghampiri Ji Hoon dan menggenggam tangannya. Ia minta maaf karena ia tak tahu kalau Ji Hoon sedang bersedih dan merasa malu karena sudah memaksakan perasaanya pada Ji Hoon. "Tapi Ji Hoon-shi, sekarang saatnya bagimu untuk kembali ke posisimu. Kau tahu itu kan? Aku mengerti kalau kau mungkin akan sedikit terguncang. Manusia menjadi lemah ketika mereka menjalani masa-masa yang sulit. Aku merasa kasihan kepada wanita itu. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi seperti itu, tapi dia mungkin ingin bersandar padamu. Aku sudah mengerti semuanya,” ucap Na Yoon yakin.

Tapi Ji Hoon hanya memandang Na Yoon dan malah meminta Na Yoon untuk melupakan dirinya. Ji Hoon mengaku kalau dia masih menjadi orang yang jahat seperti dulu dan dia tak bisa meneruskan hubungan mereka.

Na Yoon terdiam mendengar pengakuan Ji Hoon dan Ji Hoon kembali lesu dan menjatuhkan kepalanya ke bantal. 


Dalam perjalanan pulang, Eun Sung bertanya apa Hye Soo sedang bertengkar dengan Ji Hoon dan Hye Soo mengiyakan. Eun Sung bertanya kenapa dan Hye Soo menjawab kalau dia sendiri tidak tahu kenapa mereka bertengkar.

“Jangan bertengkar dan bersikaplah baik,” nasehat Eun Sung. Hye Soo mengiyakan, dia berjanji akan bersikap baik.  Eun Sung melipat jari kelingking mereka, sebagai tanda janji Hye Soo. 


Di rumah, Hye Soo diam-diam meminum obatnya. Saat akan keluar kamar, Hye Soo melihat peralatan make up dan diapun ingin merias wajahnya. Dia memakai bedak, earliner dan lipstik. Ketika mengenakan lipstik, tiba-tiba tangan Hye Soo gemetaran lagi dan dia pun bergumam kalau dia belum selesai berdandan. 


Tepat disaat itu Joo Yeon masuk dan terkejut melihat Hye Soo berdandan. Dia bertanya kenapa Hye Soo berdandan di tengah malam dan Hye Soo menjawab karena sekarang sedang musim semi. 

“Aku merasa lebih baik jadi aku pikir, aku harus melakukannya,” aku Hye Soo dan Joo Yeon bertanya kemana Hye Soo mau pergi setelah berdandan. Hye Soo menjawab kalau dia tak akan pergi kemana-mana dan kemudian bertanya apa dia terlihat cantik.

“Ya, kau sangat cantik,” jawab Joo Yeon dan kemudian berdiri di belakang Hye Soo. “Hei, Kang Hye Soo.... penampilanmu yang dulu masih ada. Saat kau pergi sekolah, setidaknya kau tampak cantik. Aku tidak bisa menerimamu sekarang, karena kau benar-benar terlihat tua,” ledek Joo Yeon.


Bukan hanya berdandan, Hye Soo juga meminta Joo Yeon mewarnai kukunya. Permitaan Hye Soo membuat Joo Yeon heran karena selama ini, Hye Soo tak mau mewarnai kukunya, karena pekerjaannya membuat tangannya selalu basah. 

“Gunakan warna yang paling cerah dan buat menjadi lebih bling... bling...,” pinta Hye Soo dan Joo Yeon mau melakukannya, walaupun dia merasa sedikit bingung  kenapa Hye Soo bersikap seperti itu tiba-tiba. 

Saat Joo Yeon mengkritik tangan Hye Soo yang terlalu kurus, Hye Soo malah teringat ketika dia menggenggam tangan Ji Hoon dan kemudian mencium pipinya. Dia juga mengingat saat Ji Hoon bisa menebak perasaan Hye Soo dan ingin mereka menjalani hubungan yang sebenarnya. 


Kuku jari Hye Soo sudah selesai diwarnai dan Hye Soo melihat kuku-kukunya sampai menangis. Tentu saja Joo Yeon bingung dan bertanya kenapa Hye Soo menangis.

“Kau sangat terampil, karena ini terlihat sangat cantik,” aku Hye Soo dan Joo yeon menjawab kalau memang terlihat cantik, seharusnya Hye Soo tersenyum, bukannya menangis. 

“Joo Yeon-a... seumur hidupku, apakah aku bisa bersinar setidaknya satu kali saja? Apakah kehidupanku... bisa secantik dan bling... bling seperti kuku-ku ini?” tanya Hye Soo dan Joo Yeon menjawab iya karena Hye Soo masih muda, semua hutang Hye Soo sudah lunas, tidak menjalani operasi dan juga sekarang Hye Soo sudah punya uang, jadi tak ada lagi yang menyenangkan selain itu. 


Hye Soo menyetujui perkataan Joo Yeon, namun dia lagi-lagi tak bisa menahan air matanya. Kali ini dia mengaku nangis karena merasa malu. Ada banyak hal yang ingin dia lakukan, seperti berkencan, mencium seorang pria dan ingin pergi jalan-jalan dengan pakaian modis. 


“Kalau begitu lakukan saja hidupmu seperti itu! Kang Hye Soo, lakukan saja,” ucap Joo Yeon dan Hye Soo masih menagis. Ingin menutupi rasa sedihnya itu, Hye Soo bertanya apa kesalahan yang sudah dia perbuat.


Hye Soo sudah berada di depan meja rias, sedangkan Joo Yeon sudah tertidur. Ponsel Hye Soo terus bergetar dan itu adalah telepon dari Ji Hoon. Tak mau mengangkatnya, Hye Soo pun membalik ponselnya. Hye Soo kemudian menghapus make-up diwajahnya. Saat menghapus make-up, Hye Soo terlihat kesal.


Keesokan harinya, Hye Soo menemui Sung Kook lagi dan kali ini Hye Soo yang minta ketemuan. Hye Soo berkata kalau dia akan menceraikan Ji Hoon, tapi sebagai gantinya, dia ingin Sung Kook memberinya uang. Hye Soo ingin mendapatkan sisa uang seperti yang terdapat di kontrak. Sung Kook hanya tertawa mendengarnya.


Ji Hoon kembali mengirim SMS ke Hye Soo dan mengajak ketemuan. Kali ini, Ji Hoon bahkan mengancam akan mencari Hye Soo langsung kalau Hye Soo masih tak mau ketemuan. Ia menjual mobil dan jam mahalnya. 


Di sisi lain, Hye Soo sedang berdiri di pinggir sungai Han. Manager Park dengan berat hati memberikan semua tabungan nikahnya pada Ji Hoon dan Ji Hoon berjanji akan segera mengembalikannya.


“Dengan apa? Mobil dan jam tanganmu sudah tak ada! Hye Soo sudah keterlaluan! Dia bahkan tidak melakukan operasi,” gumam Manager Park dan Ji Hoon berkata kalau Hye Soo tidak pernah memintanya, ini semua karena Ji Hoon ingin menepati janjinya. 

Ji Hoon memeluk Manager Park sebagai tanda terima kasih, karena Manager Park sudah mau membantunya. Tepat disaat itu, ponsel Ji Hoon berbunyi dan itu adalah sms dari Hye Soo yang bertanya mereka mau ketemuan dimana. 


Ingin membuat pertemuan yang mengesankan dengan Hye Soo, Ji Hoon meminta Manager Park untuk memesankan tempat disebuah restoran. Manager Park bersedia melakukannya, dia memesan tempat dari internet.


Sedangkan Ji Hoon pergi ke toko perhiasan dan mencari cincin untuk Hye Soo. Setelah mendapatkan cincin yang dia mau, Ji Hoon kemudian pergi ke restoran tempat mereka janjian. Tak lama kemudian Hye Soo datang.


“Apa kita harus bertemu di toko tteokboki?” goda Ji Hoon dengan tersenyum dan Hye Soo menjawab dengan senyuman juga. Ji Hoon lalu memberikan uang yang sudah dia kumpulkan pada Hye Soo dan berkata kalau mulai sekarang kontrak mereka berakhir. 



Ji Hoon kemudian mengeluarkan kotak cincin dan meminta Hye Soo membukanya. Hye Soo terkejut saat melihat isi kotak itu.


“Kita, daripada bercerai lebih baik kita lanjutkan saja. Kita kumpulkan keberanian kita dan kita pergi bersama. Apapun yang terjadi, aku akan mengatasinya. Aku akan mengurus semuanya. Mulai sekarang, semua beban yang kau tanggung itu aku yang akan membawanya,” ujar Ji Hoon berjanji.

Hye Soo tercenung apalagi mendengar Ji Hoon berkata kalau Ji Hoon akan menemui ibunya dia akhir pekan. Ji Hoon juga mengatakan alasan dia membeli cincin agar Hye Soo tidak lari lagi seperti waktu itu.

Dengan penuh senyuman, Ji Hoon hendak memasangkan cincin itu ke jari Hye Soo, namun Hye Soo malah mendorong cincin itu hingga lepas dan terjatuh di piring. Dia bahkan mengembalikan uang yang Ji Hoon berikan. “Aku menolak semuanya. Tolong ceraikan aku. Aku sudah menerima uang dari ayahmu,” aku Hye Soo.

“Dari ayahku?”


“Iya, aku menemui ayahmu dan minta uang padanya. Aku dengar kau sedang kesulitan uang. Aku menyesal karena aku tidak bisa melakukan operasi. Aku merasa sedih dan menyesal,” ungkap Hye Soo dan minta maaf. Dia bahkan mengaku kalau dia tak pernah mengganggap Ji Hoon sebagai seorang pria. 

“Aku lebih suka kalau kita kembali pada peran kita sebelum kontrak itu terjadi,” ucap Hye Soo namun Ji Hoon masih tidak mempercayai ucapannya. Hye Soo berusaha meyakinkan Ji Hoon dengan berkata kalau dia terlalu mendalami perannya sebagai istri Ji Hoon, jadi semua yang dia lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan, termasuk kejadian malam itu, jadi dia ingin Ji Hoon melupakannya. 


“Apa kau sungguh-sungguh?” tanya Ji Hoon dan Hye Soo mengiyakan. “Aku akan bertanya padamu sekali lagi. Apa perkatanmu itu tulus?” dan Hye Soo menjawab iya. Terlihat jelas ada rasa marah dan kecewa di mata Ji Hoon. 


8 comments :

  1. Semangat untuk lanjutannya sd end ya mbak, fighting

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Lanjut dong penasaran nih dari tadi bolak balik ep 11 blum ada juga...heheheh

    ReplyDelete