April 9, 2016

Marriage Contract Episode 10 - 1


Hye Soo menahan Ji Hoon pergi dengan terus menggenggam tangannya. Ji Hoon berbalik dan Hye Soo perlahan mendekatinya lalu mengecup pipinya.  Saat Hye Soo menjauhkan dirinya, Ji Hoon malah menarik jas yang dipakai Hye Soo dan mencium bibir Hye Soo.

Air mata Hye Soo terus mengalir saat mereka menjauh. Ji Hoon mengusap air mata Hye Soo dan menarik Hye Soo kembali kedalam pelukannya. Ji Hoon mencium Hye Soo lagi dan kali ini lebih mesra.



Menyadari apa yang sudah mereka lakukan, Hye Soo menjauh dan pergi tanpa berkata sepatah katapun. 


Pagi tiba dan Hye Soo bersiap-siap pulang. Eun Sung yang sudah mulai menyukai Mi Ran bertanya kenapa mereka harus buru-buru pergi, tidak bisakah mereka tinggal satu hari lagi? Dan Hye Soo hanya menjawab tidak, tanpa memberikan alasan apapun. 


Ketika melewati kamar Mi Ran, kebetulan saat itu Mi Ran keluar dan Eun Sung pun langsung menghampirinya. Hye Soo meminta maaf karena Eun Sung sudah mengganggu tidur Mi Ran semalam, namun Mi Ran membantah dan mengatakan kalau tidur bersama Eun Sung malah membuat dia bisa tidur nyenyak. “Jadi seperti ini rasanya tidur bersama cucuku.”

Hye Soo lalu mengatakan kalau mereka harus segera pergi karena ada urusan mendesak. Terlihat kesedihan diwajah Mi Ran, karena harus berpisah dengan Eun Sung, namun dia juga tidak bisa menahan kepergian Hye Soo. 

Hye Soo membahas tentang operasi Mi Ran. Dia meminta  agar Mi Ran mau melakukannya, karena kalau harus menunggu terlalu lama, Hye Soo sendiri yang nanti tak bisa membantu. Namun keputusan Mi Ran sudah tak bisa diubah, dia sudah tak mau lagi dioperasi.


Ganti topik pembicaraan, Mi Ran meraih tangan Hye Soo dan mengucapkan terima kasih. “Selain itu, tabahlah dan hidup dengan baik. Mulai sekarang, jangan melibatkan diri dengan situasi seperti ini. Aku harap hanya kebahagiaan dan kesenangan yang hadir dalam kehidupanmu,” pesan Mi Ran dan kemudian beralih pada Eun Sung. “Asuh putrimu dengan baik. Bertemu dengan laki-laki yang baik dan juga menikah, ya?”


Hye Soo tak bisa menjawab, dia hanya menahan tangisnya. Tepat disaat itu terdengar suara kapal, jadi Mi Ran menyuruhnya bergegas, sebelum ketinggalan kapal. Dan seperti biasa, Hye Soo meminta Eun Sung mengucapkan salam selamat tinggal dan Mi Ran membalasnya. 


Hye Soo dan Eun Sung melewati sebuah toko, dimana ada Ji Hoon sedang berbelanja makanan ringan disana. Sepertinya Ji Hoon tidak tahu tentang kepergian Hye Soo. Ji Hoon kembali ke penginapan dan disana cuma ada Mi Ran. 


Mi Ran menyuruh Ji Hoon cepat pulang sebelum ayahnya mengetahui semuanya. Agar Ji Hoon tidak cemas, Mi Ran juga mengatakan kalau dia sudah menyewa seorang perawat untuk mengurus dirinya. 

Ji Hoon duduk disamping ibunya, namun matanya terus menatap kea rah kamar yang sebelumnya di tempati Hye Soo. Melihat belanjaan Ji Hoon, sang ibu pun berkomentar kalau Ji Hoon yang sedang bersamanya itu, tak seperti Ji Hoon anaknya. Karena Ji Hoon yang ini sangat perhatian dan membelikan makanan ringan untuk anak kecil. 


Melihat Ji Hoon terus menatap kearah kamar Hye Soo, Mi Ran pun menyuruh Ji Hoon untuk mengakhiri semuanya dengan baik-baik dan jangan terlalu dekat dengan Hye Soo karena akan sulit bagi Ji Hoon sendiri nanti. 

“Apa mereka belum bangun?” tanya Ji Hoon dan hendak pergi ke kamar Hye Soo.


“Mereka sudah pergi, dia bilang ada hal mendesak,” jawab Mi Ran yang juga mengatakan kalau mereka pergi persis setelah Ji Hoon pergi tadi. Tepat di saat itu terdengar suara kapal dan Mi Ran berkata kalau kapalnya sudah berangkat. 

Di depan ibunya, Ji Hoon masih bersikap biasa saja, namun setelah keluar dari penginapan, Ji Hoon terus berlari dengan kencang dan sampai di pelabuhan, dia melihat kapal yang Hye Soo tumpangi sudah berlayar.


Eun Sung melambai kearah Ji Hoon dan Ji Hoon hendak membalasnya, namun tangannya terhenti saat melihat ekspresi Hye Soo yang terlihat tak suka dan kemudian memalingkan wajahnya.   


Ji Hoon kembali ke Seoul dan dia melihat rumah Hye Soo sudah sepi. Melewati rumah kucing milik Eun Sung, Ji Hoon langsung menuangkan makananya walau tak melihat ada kucing disana. Manager Park muncul dan bertanya kapan Ji Hoon kembali. Bukannya menjawab pertanyaan Manager Park, Ji Hoon malah bertanya-tanya kemana kucing Eun Sung. 


Hye Soo sudah berada di rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tumor di kepala Hye Soo sudah bertambah besar dan dokter menebak kalau gejala yang Hye Soo alami, selain sakit kepala adalah tangan gemetar dan terbakan dokter itu benar.

Si dokter lalu bertanya kenapa waktu itu Hye Soo langsung pergi sebelum diperiksa, karena sangat berbahaya jika terus menunda pengobatan. Tumor itu akan terus menekan saraf-saraf Hye Soo dan gejalanya akan bertambah parah. 

“Apa walimu tidak datang bersamamu lagi?” tanya dokter dan Hye Soo balik bertanya tentang kemungkinan dia bertahan hidup. Dokter sedikit bingung memberitahukannya, namun dia harus memberitahu Hye Soo kalau kemungkinan Hye Soo hidup selama 5 tahun hanya 30 % saja. 


“Yang pertama, kita obati dulu, kemudian kita cegah agar tumornya tidak bertambah besar,” ucap dokter.

“Dokter…. Aku akan mengobatinya dan melakukan semua yang kau perintahkan. Jadi tolong, selamatkan aku. Kau akan menyelamatkanku kan?” tanya Hye Soo dengan penuh harap dan Doker hanya menjawabnya dengan senyuman. 

Perawat mengatakan kalau begitu tanggal pengobatannya ditentukan, Hye Soo harus datang 4 x dalam seminggu selama 6 minggu, jadi totalnya 24 kali pertemuan. Pengobatannya tidak akan lama, tapi akan menyakitkan. 

‘Apa aku bisa tahu berapa biaya semuanya?” tanya Hye Soo dan perawat menjawab kalau dengan asuransi yang Hye Soo punya sekitar 300.000 won sekali pengobatan. Setelah itu, Hye Soo harus bertemu dokter dan membicarakan tindakan selanjutnya. 


Setelah Hye Soo menebus obat, dia mendapat sms dari Ji Hoon yang menayakan tentang keberadaannya. Hye Soo hanya membaca dan tak membalasnya. Hye Soo kemudian pergi ke tempat penitipan Eun Sung. Saat melihat sang ibu, Eun Sung langsung berlari kearahnya dan Hye Soo memeluk Eun Sung erat sampai-sampai Eun Sung tidak bisa bernafas. 



“Aku rindu padamu,” ucap Hye Soo dan menciumi wajah Eun Sung lalu memeluknya lagi dengan erat. 


“Kau tidak rindu dengan omma?” tanya Hye Soo dan Eun Sung menjawab kalau dia juga sangat merindukan Hye Soo. Hye Soo kembali memeluk Eun Sung sampai Eun Sung merasa kesakitan.


Dalam perjalanan pulang, Eun Sung menceritakan cerita lucu. Cerita tentang teman sekelasnya yang bernama Seo Yoon, dia kentut saat guru sedang berbicara. Karena Eun Sung berkata hal itu lucu, jadi Hye Soo pun berpura-pura tertawa. 


“Apanya yang sangat lucu?” tanya Ji Hoon yang tiba-tiba muncul. Hye Soo terlihat canggung bertemu dengan Ji Hoon dan Eun Sung langsung memeluknya. Ji Hoon bertanya apa yang lucu dan Eun Sung menjawab rahasia. 


Ji Hoon lalu mengajak Eun Sung naik sepeda dan Eun Sung langsung setuju. Saat Eun Sung bermain sepeda, Ji Hoon bertanya apa Hye Soo harus pergi dengan cara seperti itu. Hye Soo menjawab kalau ada sesuatu yang harus dia urus. Ji Hoon bertanya lagi kenapa Hye Soo tak menjawab teleponnya dan Hye Soo tak bisa menjawabnya.

“Kita bicara nanti saja, ada hal yang ingin aku katakana padamu,” ucap Ji Hoon.

“Tidak. Tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” jawab Hye Soo dan mengaku kalau apa yang dia lakukan kemarin adalah kesalahan. Hye Soo lalu beranjak dan pamit pergi, dia berjanji akan menghubungi Ji Hoon nanti. 


Hye Soo meminta tas Eun Sung yang dipakai Ji Hoon, bukannya memberikan tas, Ji Hoon malah menggenggam tangan Hye Soo. 

“Itu bukan kesalahan bagiku. Aku tahu, kau juga berpikir kalau itu bukan kesalahan. Kita coba jalani saja,” ucap Ji Hoon dan mereka pun saling menatap.


Eun Sung kembali menghampiri mereka dan mengaku lapar, dia ingin makan daging iris. Ji Hoon pun langsung mengajaknya makan. Saat berjalan menuju tempat makan, Hye Soo melepaskan tangannya dari genggaman Ji Hoon. 


Mereka sekarang sudah berada di sebuah restoran. Melihat ibunya tak makan, Eun Sung pun bertanya, “Apa Hye Soo tidak akan makan?” dan Hye Soo menjawab dia akan makan.

Eun Sung lalu bertanya tentang kabar Mi Ran dan apakah Mi Ran pulang ke Seoul bersama Ji Hoon. Ji Hoon menjawab kalau dia pulang sendirian, mendengar itu Eun Sung pun berkata kalau Mi Ran pasti merasa bosan berada di tempat itu sendirian. Karena Eun Sung dan Mi Ran sudah saling suka, Ji Hoon pun mengizinkan Eun Sung untuk sering-sering menelpon Mi Ran. 

Ji Hoon lalu beralih pada Hye Soo dan menyuruhnya makan yang banyak. Dia bahkan berkata kalau Hye Soo makan lebih sedikit daripada Eun Sung dan Eun Sung mengiyakan ucapan Ji Hoon. 

“Itu sebabnya kau terlihat kurus, kau terlihat lebih kurus daripada ini,” ucap Ji Hoon sambil memperlihatkan sumpit dan Eun Sung tertawa mendengar ibunya lebih kurus daripada sumpit. 


Mereka selesai makan dan waktunya membayar, namun semua kartu ATM milik Ji Hoon tidak bisa digunakan sehingga akhirnya Hye Soo yang turun tangan untuk membayar semuanya. Ji Hoon masih tak percaya kartu miliknya tak bisa digunakan, dia berpikir mesin ATMnya yang rusak. Sebelum Ji Hoon berbuat keributan, Hye Soo langsung mengajaknya keluar restoran. 


Masih ingin bersama Hye Soo dan Eun Sung, Ji Hoon pun mengajak mereka untuk minum teh disuatu tempat. Namun Hye Soo menolak dengan alasan dia sibuk.

“Apa kau bisa beri aku cuti beberapa hari untuk liburan?” tanya Hye Soo karena diatas kertas, Hye Soo sedang di tugaskan ke cabang lain, jadi selama itu dia akan tinggal di rumah Joo Yeon. Saat waktunya tiba, Hye Soo akan kembali bekerja di restoran. 


Hye Soo pergi bersama Eun Sung dan raut wajah Eun Sung terlihat sedih karena harus berpisah dengan Ji Hoon. 


Ji Hoon mengisi bensin dan lagi-lagi dia harus diberitahu kalau ATM-nya tidak bisa digunakan karena sudah di blokir. Akhirnya Ji Hoon sadar kalau Sung Kook sudah memblokir semua kartu kreditnya. 


Ingin mengkonfirmasikan hal itu dan bertanya kenapa, Ji Hoon pun langsung menemui ayahnya. Namu sang ayah tak langsung menjawab pertanyaan Ji Hoon tentang pemblokiran kartu kredir, karena menurut Sung Kook, hal pertama yang harus Ji Hoon katakan adalah dia sudah kembali dan dari mana dia pergi. Tapi karena Ji Hoon terus membahas tentang pemblokiran, akhirnya Sung Kook mengaku kalau dialah yang memblokirnya selain itu, Sung Kook juga sudah minta perlindungan pada kantor kejaksaan sebelum Ji Hoon mendapatkan masalah dalam menyelesaikan perceraian dengan Hye Soo.

Karena Hye Soo pergi bersama Ji Hoon untuk menemui Mi Ran, Sung Kook pun berpendapat kalau Ji Hoon sudah di tipudaya oleh Hye Soo. Sung Kook sangat yakin kalau yang diinginkan Hye Soo dari Ji Hoon hanyalah uangnya saja. Ji Hoon berusaha menjelaskan kalau Hye Soo bukanlah wanita seperti itu, namun sang ayah tak mau mendengarnya. Lagi pula, Ji Hoon sudah berjanji akan menceraikan Hye Soo, jadi sebagai seorang pria, Ji Hoon harus menepati janjinya itu. 


“Maafkan aku, ayah. Wanita itu… aku rasa aku tak bisa melepaskannya. Mulai sekarang, aku tidak perduli seberapa besar ayah menentangku, aku akan menerimanya dengan senang hati,” ucap Ji Hoon dan sebelum pergi Ji Hoon berpesan agar sang ayah menjaga kesehatannya.


Keluar dari ruangan Sung Kook, Ji Hoon berpapasan dengan Jung Hoon yang bertanya tentang apa yang Ji Hoon bicarakan dengan sang ayah. Namun Ji Hoon tak mau menjawabnya dan dengan emosi menyuruh Jung Hoon untuk bertanya sendiri pada Sung Kook.

Melihat Ji Hoon bisa marah seperti itu padanya, Jung Hoon pun jadi penasaran dan dia langsung menelpon seseorang untuk mengawasi Ji Hoon setiap saat. Jung Hoon ingin tahu semua kesalahan dan hal yang mencurigakan tentang Ji Hoon. Mau itu tentang penggelapan pajak, pelanggaran lalu lintas ataupun tentang masalah wanita. 


Hye Soo sedang menemani Eun Sung tidur saat menerima sms dari Ji Hoon yang mengajaknya ketemuan sebentar. Namun Hye Soo hanya membacanya lalu menutup kembali ponselnya. Dia masih merasakan tangannya gemetaran.


Ji Hoon sendiri sedang menunggu balasan sms dari Hye Soo, karena tak dijawab Ji Hoon pun menelponnya. Tapi karena Hye Soo memang ingin mengakhiri hubungannya dengan Ji Hoon, panggilan dari Ji Hoon di reject dan ponselnya di matikan. 


Joo Yeon melihat Hye Soo mematikan ponsel dan diapun bertanya siapa yang menelpon. Hye Soo hanya menjawab “spam”. Namun Joo Yeon bisa menebak kalau orang yang menelpon adalah Ji Hoon. Dia lalu bertanya apa di pulau itu sudah terjadi sesuatu antara Hye Soo dan Ji Hoon. Hye Soo tak mau menjawab.

Joo Yeon mengaku kalau dia merasa penasaran dengan sesuatu, apa Ji Hoon tetap membayar sisa yang pembayarannya, meskipun Hye Soo tak jadi dioperasi. Hye Soo mengiyakan dan Joo Yeon berkomentar kalau Ji Hoon ternyata bukanlah seorang bajingan. Joo Yeon bertanya lagi, apa yang yang Ji Hoon berikan cukup untuk membuat tempat makanan ringan dan Hye Soo menjawab dengan anggukan. 

Joo Yeon ikut senang dan berkata kalau Hye Soo tak perlu lagi memikirkan biaya Eun Sung sampai dewasa. Namun, Hye Soo terlihat masih tak senang dan itu membuat Joo Yeon bertanya kenapa padahal semua keinginan Hye Soo sudah terkabul.

“Ya, keinginanku sudah terkabul,” jawab Hye Soo dengan senyum agar Joo Yeon tak bertanya lagi.


Sun Young menemui Ji Hoon untuk menanyakan langsung tentang kebenaran Mi Ran yang sedang sakit. Sun Young mengaku tidak bisa langsung percaya karena selama ini Mi Ran memang sering berbohong kalau dia sakit. Namun Ji Hoon tak bisa menjawabnya, sehingga Sun Young pun mengatakan kalau dia merasa kecewa pada Ji Hoon dalam banyak hal. 

Sun Young berkata kalau dialah yang sudah mengasuh Ji Hoon dengan kasih sayang selama ini, jadi dia minta agar Ji Hoon tak mengabaikan dirinya dan juga Jung Hoon. Sun Young beranggapan kalau Ji Hoon sudah meremehkan Jung Hoon. Dia juga mengaku kalau dia sudah menahan diri gara-gara Na Yoon, karena itu ada hubungannya dengan bisnis Sung Kook. Jadi sebagai gantinya, Sun Young meminta Ji Hoon berjanji satu hal padanya. 

“Kau tidak bisa bertindak lebih jauh, Jung Hoon adalah anak sulung di keluarga ini. Dan aku sudah mengasuhmu, itu sudah cukup untuk membuatmu berjanji padaku soal ini. Jangan mengambil alih posisi hyung-mu. Selain itu, perempuan yang sudah melahirkanmu… pergi dan katakan padanya… saat kau membuat seseorang meneteskan airmata darah… maka akhir hidupnya juga akan seperti itu,” ucap Sun Young dan Ji Hoon hanya diam saja. 


Ji Hoon pergi ke rumah Mi Ran dan disana dia melihat foto dirinya saat kecil bersama Mi Ran jatuh. Ji Hoon membersihkan pecahaan kaca dan meletakkan bingkai itu kembali di atas meja. Dia kemudian menelpon ibunya dan berkata kalau ibunya butuh sesuatu, dia bisa mengatakannya pada Ji Hoon. 

Tak ingin Ji Hoon mendapat masalah dari Sung Kook, Mi Ran pun menyuruh Ji Hoon untuk berhenti mengkhawatirkan dan menghubunginya lagi.  Ji Hoon mengerti dan berjanji tidak akan menghubungi Mi Ran lagi. Sebelum menutup telepon, Ji Hoon berpesan agar Mi Ran tidak membuat masalah dan jaga kesehatan. 

Setelah menutup telepon ibunya, Ji Hoon melihat fotonya saat kecil yang dipajang di rumah Mi Ran. Ji Hoon kemudian mengambil gambarnya sendiri dan kemudian mengirimnya pada Mi Ran, dia juga mengirim foto mereka bersama Eun Sung dan Hye Soo. 


Mi Ran sedang berada di padang bunga saat mendapat kiriman foto dari Ji Hoon. Tepat disaat itu, kakaknya datang dan menyuruh Mi Ran kembali ke Seoul. Namun Mi Ran tak mau, karena dia datang ke tempat itu karena ingin  membersihkan kesalahpahamannya pada sang kakak, menurut Mi Ran istri sang kakak meninggal bukan hanya karena kesalahannya saja, tapi kakaknya juga salah. Kakaknya terus berlayar tanpa memperdulikan keluarganya. Tapi kakak Mi Ran tak mau mengerti.


Mi Ran terus meminta maaf dan minta dikasihani, namun sang kakak tak mau karena Mi Ran sendiri yang memilih hidup seperti itu. Meninggalkan orang tua dan saudara hanya untuk bersama pria yang dia sukai. Mi Ran mengaku salah dan berkata kalau dia hanya ingin mati di dekat orang tuanya. 

Kakak Mi Ran berkata kalau dia tak suka dengan nama Oh Mi Ran, karena nama asli Mi Ran adalah Oh Gap Soon. Dia juga tak suka dengan gaya bicara Mi Ran yang ingin terlihat seperti orang Seoul. 


“Aku akan seperti itu. Meskipun aku akan segera mati, aku akan bicara dengan aksen Seoul,” ucap Mi Ran dan saking kesalnya kakak Mi Ran langsung menelpon Ji Hoon dan meminta Ji Hoon menjemput ibunya. Mendengar itu, Mi Ran langsung merebut ponsel sang kakak dan memintanya untuk tidak mengganggu Ji Hoon.


“Apa aku harus mengurus mayatmu juga? Bahkan jika tubuhmu penuh kotoran, kehidupan lebih baik dari kematian. Jangan keras kepala dan kembalilah, lakukan operasinya!” teriak kakak Mi Ran dan berjalan pergi. Mi Ran masih memegangi sang kakak dan minta dimaafkan. Dia meminta kakaknya untuk membiarkan dia tinggal di tempat itu, walau hanya dianggap sebagai tetangga yang menyebalkan.  Sang kakak lalu berjalan pergi meninggalkan Mi Ran yang menangis minta dimaafkan. 


Hye Soo sedang berada di taman, dia melihat sepasang suami istri sedang bermain sepeda bersama anak mereka. Mereka terlihat sangat bahagia dan tanpa sadar Hye Soo ikut tersenyum melihatnya. Dia kemudian teringat pada diagnosa dokter bahwa kemungkinan Hye Soo hidup selama 5 tahun hanya 30 %. 

“Kalau begitu, usia Eun Sung 12 tahun. 4 tahun…. Usia Eun Sung 11 tahun. 3 tahun… usia Eun Sung 10 tahun. Sepuluh tahun usianya… sepuluh tahun usianya,” ucap Hye Soo dengan sedih. Dia melihat kembali keluarga kecil tadi, dimana sekarang sedang mengambil foto bersama. Tepat disaat itu, Hye Soo mendapat telepon dari Sung Kook yang mengajaknya bertemu.


Mereka bertemu di sebuah pelabuhan, tanpa basa basi Sung Kook langsung bertanya apa yang sebenarnya Hye Soo inginkan lagi dari Ji Hoon, sampai-sampai masih berada di dekat Ji Hoon. Hye Soo mencoba menjelaskan namun Sung Kook tak mau mendengar. Dia memberitahu Hye Soo kalau semua rekening Ji Hoon sudah dibekukan, jadi Ji Hoon tidak akan bisa melakukan apapun yang Hye Soo inginkan. 

“Jangan melakukan upaya yang sia-sia dan pergi saja. Aku sudah mengirimkan surat cerai, kau berikan stempelmu. Itu sebuah kesempatan dan peringatan terakhir bagimu. Apa kau mengerti?” ucap Sung Kook dan pergi. 

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract episode 10 - 2

1 comment :