April 27, 2016

High End Crush Episode 14


Malamnya setelah Se Hoon mengantarkan Yi Ryung ke Odaesan, dia dimarahi habis-habisan oleh Heo yang tak bisa menghubungi Se Hoon sama sekali, sehingga membuat urusan kantor berantakan.

Tapi melihat Se Hoon tertunduk sedih, Heo tak tega juga. Ia hanya bisa menghibur bosnya, "Kenapa kau tak mencoba menahan Yi Ryung pergi dan katakan saja padanya kalau kau menyukainya."



 "Sudah kubilang aku tak punya perasaan itu!!" bentak Se Hoon. Heo tak percaya karena sikap Se Hoon berbeda dengan ucapan. Se Hoon menatapnya kesal, "Kenapa kau seperti ini? Apa karena akhir-akhir ini aku ramah padamu?"


Heo langsung memasang sikap bawahan yang terbaik dan memuji Se Hoon yang telah melakukan semuanya untuk meluluhkan hati Yi Ryung. "Tapi kalau boleh tahu, apa alasan Yi Ryung pulang ke rumah?"

Se Hoon terhenyak, membuat Heo tahu kalau Se Hoon pasti lupa menanyakan hal penting itu dan segera menghiburnya. "Tak apa-apa. Kalau kau sedang naksir seseorang, kau biasanya hilang fokus pada banyak hal."

"Naksir? Naksir apa?"

Heo langsung memperbaik ucapannya, takut Se Hoon marah lagi. Tapi Se Hoon malah bertanya apa sih tanda-tanda orang naksir itu?


Saat mendengar lagu baru yang akan direlease, Se Hoon mendapat jawabannya. Hari tanpamu, membuatku lumpuh tak bisa lakukan apapun.. Tak pernah, tak akan lagi.. Walau nanti kusesali, tapi akan kusudah perasaan ini. Aku percaya bisa terus berjalan lagi.



Se Hoon bertepuk tangan memuji lagu itu. Tindakan Se Hoon berikutnya membuat saya terheran-heran. Ia mengirimkan handphone pada Yi Ryung dengan pesan Siapa juga yang akan memakai handphone bekas orang? Haduhh...



Setelah melewati emosi yang naik turun seperti roller coaster, Se Hoon sudah bisa bekerja normal kembali. Tapi saat mendengar lagu rap MonstaX yang liriknya didapat dari kata-kata bijak yang sering diucakan Yi Ryung, ingatan Se Hoon kembali lagi dan kali ini ia bisa melihat jelas Yi Ryung yang tersenyum manis padanya.


Dan perasaan itu kembali lagi, membuatnya ingin berlari ke Odaesan, menemui Yi Ryung lagi. Heo mencegahnya, bahkan harus memeluknya agar Se Hoon tak pergi dan menyuruhnya menunggu. "Apa kau ingin mengumumkan kalau kau suka padanya?"


"Iya!! Aku akan melakukannya!" teriak Se Hoon dan mendorong Heo hingga terjatuh. Tanpa menunggu waktu lagi ia langsung melarikan mobilnya sampai ke Odaesan.


Tapi betapa terkejutnya ia melihat rumah Yi Ryung bersih tak dihuni. Kemana Yi Ryung sekarang?


Kita kembali ke beberapa waktu sebelumnya. Yi Ryung pergi dan Joong Oh berjanji akan merawat anjingnya. Yi Ryung membuka nomor kontak Se Hoon, masih ragu apakah ia harus memberitahu kepergiaannya atau tidak

Melihat wajah Se Hoon di handphone, Joong Oh menasehati kalau Se Hoon itu sama seperti CEO Jang, yang selalu bermulut manis kalau ada maunya. Yi Ryung menjawab kalau Se Hoon tak seburuk itu, bahkan ia merasa kalau Se Hoon sepertinya suka padanya.


Joong Oh  mengatakan kalau orang-orang Seoul itu menakutkan dan ia sudah melihat buktinya, ya Se Hoon itu. Yi Ryung semakin ragu untuk menelepon Se Hoon apalagi ia terus terngiang-ngiang ucapan Se Hoon yang menuduhnya sok cantik sehingga bertingkah semaunya.

"Aku sebenarnya juga tergoda dengan tawaran mereka, tapi mendengar nasehat kakekmu, membuatku berubah pikiran," ujar Joong Oh.


Akhirnya Se Hoon mendapat informasi kalau Yi Ryung pergi untuk tinggal di rumah bibinya yang mengajaknya tinggal bersama setelah tahu kakek meninggal dunia. Tapi Heo tak tahu di mana rumah si bibi itu.

Melihat wajah Se Hoon semakin marah, Heo langsung berlutut dan minta maaf karena semuanya berakhir seperti ini. Ia tak menyangka kalau usulannya ternyata tak berpengaruh pada Yi Ryung yang masih organik.


Se Hoon akhirnya kembali ke psikiaternya dan kembali curhat tentang perkembangan hubungannya dengan Yi Ryung.  Si psikiater tak percaya kalau akhirnya Se Hoon bisa jatuh cinta pada seseorang dan tertawa terbahak-bahak. Se Hoon menatap psikiaternya dan bertanya, "Apa kau mau mati?"

Ha..


Selesai sesi psikiatri, Se Hoon keluar. Ia berjalan dan melewati sebuah toko.

Pintu toko itu terbuka dan seorang gadis keluar dari pintu itu, berjalan melewati Se Hoon yang tak menyadari kalau gadis yang dicarinya itu hanya tinggal menoleh ke belakang saja.


Bersambung ke High End Crush Episode 15

No comments :

Post a Comment