April 26, 2016

High End Crush Episode 13


Se Hoon masih tetap rapat dengan Kabag Seo walau syuting MV MonstaX sudah selesai. Yi Ryung yang sedang duduk-duduk khawatir, apalagi tak ada missed call dari Se Hoon yang biasanya sering muncul di handphonenya.





Ada satu talkshow (dengan cameo Kim So Yeon sebagai pembawa acara) tentang cara pria saat pendekatan dengan seorang gadis. Topik itu mengingatkan Yi Ryung pada apa yang dilakukan Se Hoon selama ini. Tapi ia malah menjadi bingung. Bahkan usahanya dengan mengucap kata-kata bijak yang biasanya menenangkannya tak berhasil juga.


Ada telepon masuk dan Yi Ryung buru-buru mengangkatnya. Ternyata yang menelepon bukan Se Hoon, melainkan Joong Oh yang memutuskan untuk kembali ke gunung dan memberitahukan sesuatu.


Kita tak mendengar apa yang diberitahukan Joong Oh, tapi itu membuat Yi Ryung tambah galau. Ia pergi ke ruangan Se Hoon dan mengetuk pintu. Di dalam, ia kaget karena Se Hoon langsung melompat melihat kedatangannya dan sepertinya menutupi apa yang sedang  dilakukan. Pertanyaan Se Hoon yang bertanya tujuannya ke ruangan membuatnya kesal. “Kalau tak ada tujuan, memangnyaaku tidak boleh masuk ke sini?” Ia separuh melempar kantong plastik yang ia bawa kepada Se Hoon dan berbalik pergi.


Se Hoon bengong melihat Yi Ryung marah-marah. Ia membuka kantong plastik yang ternyata isinya adalah snack. Ia tersenyum walau heran karena membawa makanan tanpa diminta ini bukanlah sifat Yi Ryung.


Ternyata rapat nonstop yang ingin ditutupi Se Hoon itu adalah rapat tentang cara cowok PDKT ke cewek. Kabag Heo melakukan presentasi lengkap dengan langkah-langkah dan foto Se Hoon-Yi Ryung. Kali ini Kabag Heo sebagai tutornya dan benar-benar melakukan tugas tutor termasuk membentak-bentak Se Hoon. Ha, kapan lagi dia bisa bentak-bentak bos, kan?


Sementara Yi Ryung, yang sudah keluar gedung, menatap ruangan Se Hoon yang masih terang dan terlihat sedih.



Keesokan paginya, Se Hoon muncul di depan pintu Yi Ryung lengkap dengan jas rapi dan buket bunga, mengajak Yi Ryung, “Bagaimana jika hari ini kita melakukan pembicaraan secara formal?”


Tentu saja ide itu dari Heo. Tapi Yi Ryung tak terkesima dan membuat Se Hoon mengumpati Heo dalam hati. Ia bertanya apa Yi Ryung tak suka bunga yang ia berikan. Yi Ryung menjawab, “Kau memetik bunga yang tumbuh dengan damai dan kau tak mungkin merawat mereka karena kesibukanmu yang padat.”

Hampir saja Se Hoon marah dan ingin membalas ucapan Yi Ryung. Tapi ia ingat perkataan Heo kalau jangan naik darah dan tetap mendengarkan. Ia pun mengangguk, “Iya, maafkan aku. Masalah bunga itu aku memang salah.”

Yi Ryung melirik heran, tapi tak berkata apa-apa lagi.



Se Hoon akan melakukan instruksi Heo selanjutnya, yaitu membukakan pintu mobil saat mereka tiba di tujuan. Tapi Yi Ryung yang berlaku seperti biasanya, sudah membuka pintu lebih dulu, dan malah membentur badan Se Hoon, membuat Yi Ryung kembali heran, “Kenapa kau berdiri dekat sekali? Aku jadi tak bisa melihat apapun. Apa kau baik-baik saja.”


Salah lagiii... Menurut Heo, wanita akan merasa terlindungi jika ia berdiri di belakangnya. Maka saat melihat Yi Ryung sudah berjalan masuk, ia buru-buru lari mengejarnya. Kali ini Se Hoon tak mau membuat kesalahan lagi. Tapi Yi Ryung yang berjalan cukup cepat, membuka pintu restoran sendiri membuat Se Hoon frustasi.


Buka pintu sudah gagal, ia harus bisa menjadi gentleman dengan menarik kursi. Jadi ketika Yi Ryung menarik kursi sendiri, ia mendorong Yi Ryung dan menarikkan kursi untuknya. Hahaha.. Yi Ryung kaget separuh kesal, “Kamu kenapa, sih? Apa kita tak bisa duduk di tempat yang kita maui?”
Duh, Yi Ryung malah salah sangka, mengira ia tak boleh duduk di kursi itu. Se Hoon jadi bingung menjawabnya, apalagi Yi Ryung sudah menarik kursi satunya dan duduk di sana.


Suasana jadi canggung. Yi Ryung akhirnya bertanya kenapa Se Hoon datang menjemputnya pagi-pagi sekali. Se Hoon sudah mau menjawab dengan gaya sengaknya, tapi ia ingat ajaran Heo kalau ia harus bermanis-manis, maka ia menjawab kalau ia memang ingin mentraktir Yi Ryung. 


Heo menyuruhnya untuk beberapa kali memuji Yi Ryung cantik. Se Hoon sudah akan melakukannya, tapi karena ia benar-benar terpesona melihat wajah Yi Ryung yang bersinar-sinar (menurutnya), ia malah hilang fokus dan bertanya, "Apa kamu juga ingin pesan wine?"

Hahaha... Yi Ryung bengong, pagi-pagi kok minum alkohol. Se Hoon langsung sadar, tapi bukan Se Hoon kalau tidak bisa ngeles, "Wine kan bukan benar-benar alkohol." 


Alasan yang gak jelas. Tapi mau bagaimana lagi? Se Hoon soalnya malah terus terpesona melihat kecantikan Yi Ryung. Ia hanya memandangi Yi Ryung yang sedang makan, tak menyentuh makanannya sendiri. 


Saat ditanya Yi Ryung mengapa Se Hoon tak makan, ia menjawab sedang malas makan. Yi Ryung heran, lantas kenapa Se Hoon menghamburkan uang dengan mengajak makan? Se Hoon menjawab tanpa dipikir, "Kenapa kau khawatir dengan menghamburkan uang, toh aku juga yang membayarnya."


Gini nih.. kalau ngomong tanpa dipikir, aslinya langsung keluar. Yi Ryung jelas kesal dengan kesombongan Se Hoon. Se Hoon langsung sadar dan menjawab, "Biasanya kau memang judes padaku, tapi sepertinya hari ini kau sangat judes sekali."

Yi Ryung mengerutkan kening dan membalas, "Kau biasanya memang aneh, tapi sepertinya hari ini kau aneh sekali."


Se Hoon bingung, apa benar dirinya seperti itu? Saat sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba Yi Ryung berkata kalau ia akan pulang ke rumah. Se Hoon kaget karena Yi Ryung tak ikut dengannya ke kantor, tapi ia bersedia mengantarkan Yi Ryung kembali ke apartemen.

"Bukan, maksudku rumah di Odaesan."


Se Hoon kaget. Lalu bagaimana dengan kontrak mereka? Yi Ryung menjawab kalau sejak awal ia memang tak ingin melakukan jenis pekerjaan ini. Terbata-bata, Se Hoon mengingatkan kalau Yi Ryung masih harus menyelesaikan syuting MV MonstaX. Yi Ryung menjawab, "Syutingnya kan sudah selesai. Apa kau tak tahu?"


Se Hoon speechless dan langsung kehilangan semangat. Yi Ryung merasa tak enak melihat Se Hoon seperti itu. Ia berterima kasih dan akan membersihkan apartemen sebelum ia pergi. Tapi Se Hoon sepertinya kembali menjadi Se Hoon yang dulu dan berkata tak usah. Yi Ryung hanya perlu untuk mengucapkan salam perpisahan dengan anak-anak lainnya, karena mereka sangat menyukai Yi Ryung. Heo akan mengantarkan Yi Ryung pulang ke Odaesan.


Yi Ryung tak ingin merepotkan dan berkata kalau ia sudah beli tiket kereta. Mendengar hal ini Se Hoon malah meledak, "Apa kau ini tak keterlaluan?! Gara-gara kau cantik saja.. astaga... Apa kau bertingkah seperti ini karena sadar kalau kau ini cantik?"


Yi Ryung kaget mendengar ucapan Se Hoon dan semakin kaget saat Se Hoon menariknya untuk masuk ke dalam mobil dan berkata, "Masuklah. Aku sendiri yang akan mengantarkanmu."

Bersambung ke High End Crush Episode 14




1 comment :