March 16, 2016

Six Flying Dragon Epsode 26


Nenek tua itu memberi pesan dari Ketua untuk meninggalkan Jo Min Soo dan Yi Seong Gye. Hal itu berarti siapa yang menang, akan dibunuh oleh anggota mereka yang sudah menyusup di Wisma Dohwa sehingga kelihatannya Jo Min Soo dan Yi Seong Gye saling bunuh.




Tapi ternyata orang suruhan itu gagal membunuh Yi Seong Gye karena keburu dipanah oleh Bang Won. Dan orang itu bunuh diri di tempat.


Jo Min Soo mengakui semua perbuatannya. Kalau ia tak membunuh sekarang, cepat atau lambat Yi Seong Gye akan membunuhnya. Tapi ia tak habis pikir kenapa rencananya bisa gagal.


Pertanyaan yang sama juga dilontarkan Jung Do Jeon. Moo Hyul tergagap-gagap karena enggan menceritakan kisah Bang Ji. Akhirnya Bang Ji yang menjelaskan kalau Moo Hyul tahu salah satu anak buah Jo Min Soo adalah orang yang merampas tanah di desanya. Bang Won berkata kalau langit menolong mereka dengan kebetulan kecil yang menyelamatkan mereka semua.


Jo Min Soo tak menyangka rencananya gagal karena sebuah kebetulan semata. Dan mengenai pembunuh itu, ia tak mengenalnya. Bang Won melaporkan hal ini pada Jung Do Jeon khawatir karena itu berarti ada musuh yang tidak mereka ketahui. Maka ia mengutus Bang Won untuk menyelidiki hal ini.


Sementara itu Jung Do Jeon mengusulkan untuk bersikap lunak pada Lee Saek. Setelah kekuatan pihak Jo Min Soo melemah, jika Lee Saek mau mendukung mereka maka reformasi akan lebih mudah. Maka Jung Do Jeon meminta Jung Mung Joo untuk memediasi perundingan antara Yi Seong Gye dengan Lee Saek.


Bang Won tak suka dengan yang dilakukan ayahnya sekarang yaitu bekerja sama dengan Lee Saek. Dengan kekuatan militer Jo Min Soo yang hilang, hal ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menyerang dengan kekuatan. Dengan demikian tujuan utama mereka dapat diraih dengan mudah.


Jung Do Jeon setuju kalau dengan kekuatan maka revolusi itu bisa dengan mudah dicapai. Tapi rencana itu akan berlawanan dengan paham Konfusius yang mereka anut. Sebisa mungkin mereka tidak membunuh tapi menyelamatkan nyawa. Selain itu, ini adalah satu-satunya cara untuk Jung Mung Joo memihak mereka. “Ia adalah orang yang bisa membenarkan revolusi yang kita lakukan.”


Perundingan dilakukan dengan Jung Mung Joo sebagai mediator. Posisi Jo Min Soo yang kosong sekarang akan digantikan oleh Lee Saek. Dan Lee Saek bersedia menyetujui reformasi tanah asal Raja Woo diperbolehkan kembali ke istana.


Jung Do Jeon menyetujui syarat itu. Namun karena reformasi tanah butuh waktu lama (untuk pendataan tanah), maka Raja Woo diperbolehkan kembali hanya sampai Yeoju dan bisa kembali ke istana setelah pendataan selesai. Sedangkan untuk Jo Min Soo akan dihukum atas kepemilikan tanah yang ilegal dan bukan karena percobaan pembunuhan malam itu.


Kesepakatan itu terlihat win-win solution untuk kedua belah pihak, bahkan menguntungkan pihak Lee Saek. Tapi sebenarnya Jung Do Jeon memiliki rencana lain. Pendataan tanah yang mungkin berlangsung selama 5 tahun, dengan data Jo Joon, bisa memotong waktu sebanyak 2 tahun.


Jung Mung Joo mengetahui hal ini dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang dituju Jung Do Jeon? Reformasi tanah atau menyingkirkan kaum bangsawan?


Bang Won memeriksa si pembunuh sebelum dikremasi dan menyadari kalau orang itu adalah orang yang sama dengan yang mencuri data Jo Joon. Tapi belum sempat mereka memeriksa lebih jauh, para biarawan muncul untuk membawa mayat itu untuk dikremasi. Walau Boon Yi menyadari kalau para biarawan itu palsu karena biarawan tak mungkin memakai sepatu kulit.


Darimana Boon Yi tahu? Boon Yi berkata kalau ia memang sering memperhatikan sepatu. Bang Won tersenyum kecil, menyadari kalau kebiasaan Boon Yi sekarang karena hadiah sepatunya dulu.


Ternyata dua biarawan itu adalah anak buah Ha Ryun. Jadi apakah Ha Ryun yang menyuruh membunuh Yi Seong Gye? Tidak, karena Ha Ryun juga tampak kaget saat melihat wajah mayat itu dan memeriksa tubuh untuk mencari identitas orang itu. Ha Ryun menjelaskan kalau ia sebenarnya mencari orang ini selama 14 tahun karena ditugaskan oleh Lee In Gyeom.


Orang ini adalah bagian dari organisasi rahasia dengan simbol unik. Boon Yi memeriksa tubuh orang itu dan menemukan lambang yang pernah dilihat Bang Won waktu kecil dulu. Boon Yi juga tahu akan lambang itu karena orang dengan lambang itu yang menculik ibunya.


Tapi saat Bang Won mengingatkan hal itu, Boon Yi berkata lupa. Bang Won hanya diam tapi memperhatikan Boon Yi yang tak berani memandang matanya.


Bang Won melaporkan hal ini pada Jung Do Jeon. Bang Ji langsung mengenali lambang itu karena ia mengukir lambang itu di pedangnya agar ia tak lupa. Lambang milik organisasi yang menculik ibunya. Ia menceritakan pertemuannya dengan Gil Sun Mi waktu kecil dulu. Kalau ibunya melakukan dosa besar dengan membunuh Ratu Noguk.


Jung Do Jeon berkata, “Moo myeong..” Semua heran mendengar kata itu. Apa artinya? Jung Do Jeon menjelaskan ketika Ratu Noguk meninggal dunia, Raja Gong Min berkata kalau kematian itu bukan hal yang wajar karena sebenarnya dibunuh dan ia akan menghancurkan Moo Myeong (=Tak bernama).


Saat itu tak ada yang percaya karena menganggap kondisi mental Gong Min tak stabil. Jika hal itu benar, berarti Yeon Hyang –ibu Bang Ji- tak bunuh diri tapi memang melarikan diri dari istana. Tapi kenapa Moo Myeong memburu mereka?


Yeon Hee mencoba mencari informasi dari Cho Young dengan menunjukkan lambang Moo Myeong. Walau Cho Young menjawab tak tahu, tapi ekspresi wajahnya menjawab lain. Cho Young jelas tahu tentang lambang itu.


Secara terpisah, Boon Yi, Bang Won dan Jung Do Jeon menerima surat dari Jo Joon, meminta mereka untuk menemuinya di goa. Boon Yi dan Bang Won segera pergi ke goa. Tapi Jung Do Jeon yang merasa aneh dengan surat itu langsung menemui Jo Joon. Ternyata benar. Jo Joon tak mengirimkan surat itu.


Pengirim surat itu adalah nenek tua yang menyuruh Gil Sun Mi dan Jukryeong untuk mengirimkan ketiga surat itu.


Ketiganya merasa cemas saat mendengar langkah kaki mendekati goa rahasia mereka. Apakah orang yang akan muncul itu adalah orang dari Moo Myeong?


Seseorang membuka pintu dan semua menahan nafas saat orang itu masuk.


…. yang ternyata adalah Jung Mung Joo?



Komentar :

Tokoh berikutnya yang harus hilang adalah Po Eun Jung Mong Joo. Tapi tokoh kali ini bukanlah tokoh jahat. Mari kita mengenal Poeun yang sebelumnya tak begitu menonjul padahal secara sejarah, dia adalah tokoh besar.

Saat Poeun berusia 23 tahun, ia ikut 3 jenis ujian menjadi pejabat negara dan mendapat nilai tertinggi di ketiga ujian itu. Tahun 1367 ia menjadi pengajar Neo Konfusanisme di institusi Gukjagam yang nantinya menjadi Sungkyunkwan. Selain menjadi guru, ia juga beberapa kali memegang jabatan pemerintahan dan sangat dipercaya oleh Raja Woo. Raja sangat percaya pada kepandaian Po Eun dan sangat dihormati di pemerintahan Goryeo.

Tahun 1372, Jung Mong Joo menjadi utusan diplomatik yang pergi ke negara Ming. Pada tahun 1384 ia memimpin perundingan dengan China yang menghasilkan perdamaian antar dua negara. Ia juga mendirikan lembaga yang mendedikasikan pada teori Konfusianisme.


Di episode ini kita bisa melihat sekelumit keberhasilan Poeun dalam memediasi Lee Saek dan Yi Seong Gye. Bahkan Lee Saek sendiri mengakui, jika Poeun yang mengusulkan reformasi tanah, ia dengan senang hati mau melakukannya. Poeun Jung Mong Joo adalah orang yang netral tapi sangat berpengaruh.

Jadi bisa dibayangkan, kan kalau Poeun mau berpihak pada Sambong? Jika Poeun berpihak, maka para pengikut Konfusius dan pejabat pemerintahan akan mau menerima pemikiran Sambong.

Jung Do Jeon adalah konfusianis murni. Ia percaya kalau segala sesuatunya harus dilakukan secara halus, dan sebisa mungkin tanpa menumpahkan darah. Maka dari itu dulu ia minta Lee Seong Gye untuk menyerang Choi Young di malam hari sebelum peristiwa Pulau Wihwa.


Friksi-friksi antara Jung Do Jeon dan Bang Won mulai terlihat di episode ini, saat Bang Won tak menyetujui kerjasama dengan Lee Saek. Mereka sudah di atas angin, seharusnya langsung saja.. bet..bet..bet.. selesaikan semua. Tapi itu bukan cara konfusius yang dianut Jung Do Jeon.

Jika sekarang friksi itu tak kelihatan jelas, bukan karena tak ada, tapi karena mereka berdua masih memiliki tujuan yang sama yaitu mendirikan Joseon. Entahlah kalau Joseon sudah berdiri.

1 comment :