March 17, 2016

Six Flying Dragon Episode 27

Six Flying dragon Episode 27


Jung Mong Joo mendapat surat yang menyuruhnya datang kemari. Ia menunjukkan surat yang diterima pada Bang Won. Ada hal penting tentang Sambong yang Anda perlu tahu. Jika Anda benar-benar berbakti pada Goryeo, datanglah ke goa di Gunung Jinan. Tak ada nama pengirim, tapi ada stempel merah.


Moo Myeong.



Tapi Jung Mong Joo sudah tak peduli pada surat itu karena ia menganga melihat semua buku dan gulungan kertas yang ada di goa. Lebih terkejut lagi saat melihat peta di dinding. “Joseon Baru? Apa ini?”

Bang Won mencoba mengusir Jung Mong Joo secara halus, tapi Jung Do Jeon meminta yang lain meninggalkan mereka berdua.


Setelah hanya berdua, Jung Do Jeon mengingatkan betapa pedihnya dia saat kehilangan anak-anak di goa ini. Kematian yang diakibatkan karena ia ikut dipenjara saat Kim Yong membunuh 4 jenderal yang berjasa mengusir pasukan Sorban Merah dengan memalsukan stempel Raja. Ia pun mencoba membunuh Kim Yong, tapi Kim Yong malah bercerita hal lain.



Kim Yong berkata kalau yang sebenarnya adalah stempel itu asli dari Raja yang khawatir kekuasaan 4 jenderal itu melebihi kekuasaannya karena rakyat sangat mengelu-elukan 4 jenderal itu daripada dia yang melarikan diri dari Gaegyeong.


Saat itu ia tak percaya pada teori Konfusius dan Mensius karena Raja mereka berlawanan dengan teori yang mereka pelajari. Raja bersedia membunuh demi kekuasaan. Ucapan Konfusius dan Mensius yang menyatakan politik dan keadilan adalah satu kesatuan adalah salah. Maka ia membakar semua buku Konfusius dan Mensius miliknya.


Tapi saat itu Jung Mong Joo meyakinkannya kalau teori itu tak salah. Yang salah adalah orang-orangnya. Jika Jung Do Jeon membaktikan diri pada teori-teori itu, maka Jung Do Jeon dapat menciptakan dunia seperti yang dipikirkan Konfusius dan Mensius. Maka ia terus berpikir dan berpikir, dan menciptakan semua ini.


Jung Do Jeon mengeluarkan bertumpuk-tumpuk kertas, meminta Jung Mong Joo mendengarkan hasil pikirannya selama ini. Jung Mong Joo sangat tertarik dengan pemikiran Jung Do Jeon tentang pemilihan pejabat berdasarkan ujian nasional dan bukan karena kekerabatan. Dan para pejabat itu nantinya akan menjadi penyeimbang dari Raja. Check and Balance.


Jung Mong Joo sangat setuju dengan pemikiran rekannya. Tapi alih-alih menerapkan untuk negara baru, ia ingin menerapkan hal ini di Goryeo. Jung Do Jeon merasa Goryeo sudah terlalu busuk untuk menerima prinsip-prinsip yang ia pikirkan. Jung Mong Joo mengingatkan kalau yang dilakukan Jung Do Jeon adalah sebuah pengkhianatan yang jelas-jelas berlawanan dengan paham Konfusius, dan ia tak bisa menyetujui hal itu.


Jung Do Jeon membujuk Jung Mong Joo kalau negara yang ia akan ciptakan itu membutuhkan Jung Mong Joo. “Aku membutuhkanmu. Aku akan meyakinkanmu. Aku akan terus meyakinkanmu hingga aku mati. Camkan kata-kataku ini, Sahyung.”

“Begitu juga dengan diriku. Aku akan terus meyakinkanmu.”


Bang Won mengetahui kalau Jung Do Jeon belum bisa meyakinkan Jung Mong Joo. Ia segera menyuruh Moo Hyul untuk mengejar Jung Mong Joo, khawatir kalau Jung Mong Joo akan melaporkan ke kejaksaan dan menangkap ayahnya.


Tapi Jung Do Jeon percaya kalau Jung Mong Joo tak akan melakukan hal itu, membuat Bang Won semakin heran. Jung Do Jeon mengatakan tak percaya pada golongan Sadaebu maka diciptakanlah sebuah sistem yang saling cross check. Tapi mengapa sekarang Jung Do Jeon sangat percaya Jung Mong Joo tak melaporkan hal ini pada kejaksaan?


Jung Do Jeon menantang Bang Won untuk bertaruh. “Jika aku menang, kuminta kau untuk tak melakukan apapun pada Po Eun.” Bang Won setuju. Sebaliknya jika ia menang, maka ia akan bertindak menurut caranya sendiri.


Poeun menemui Yi Seong Gye untuk membujuknya agar tak menjadi pengkhianat negara. Tapi Yi Seong Gye yang tahu kalau Jung Do Jeon membutuhkan Poeun, juga membujuk Poeun untuk bergabung. Akhirnya pertemuan itu tak membuahkan hasil.

Bang Won mengetahui hasil ini dan semakin buruk menilai Jung Mung Jo.


Tiga orang yang ditugaskan mendata tanah ternyata dibunuh sebelum bertugas, membuat Jung Do Jeon curiga kalau ini adalah ulang Moo Myeong. Bang Ji menyemangati adiknya, kalau sebentar lagi mereka mungkin bisa menemukan jejak ibu mereka yang hilang.


Saat Yi Seong Gye menemui Raja Chang untuk meminta tanda tangan, Raja kecil itu malah menangis karena tugas kerajaan malah mengingatkannya pada ayahnya. Mengetahui hal ini, Poeun mulai berpikir. Apa yang bisa ia lakukan kalau Raja Goryeo semuda ini?


Maka ia mulai memikirkan untuk mengganti Raja Goryeo. Dan pilihannya jatuh pada Pangeran Wang Yo yang dulu merupakan kandidat Raja yang diusulkan Yi Seong Gye. Ia pun menemui Pangeran Wang Yo yang ditemani dengan selirnya yang pintar menari, Yoon Rang.


Bang Won masih terus menaruh curiga. Saat melihat Jung Mung Jo keluar dari istana, ia langsung curiga kalau Jung Mong Joo memberitahukan apa yang Sambong ceritakan.


Menduga pembunuhan itu adalah ulah Moo Myeong, Jung Do Jeon menyiapkan jebakan. Ia membawa kelompok kecil, berpura-pura melakukan survey sendiri dan hal itu menarik perhatian Gil Sun Mi yang mengintainya. Padahal ternyata ada pasukan yang ada di belakangnya dan siap mengepung Gil Sun Mi.


Gil Sun Mi menyadari kalau ia terkepung namun bisa kabur ke sebuah biara. Jung Do Jeon dan Bang ji berhasil mengejarnya. 


Tapi mereka terkejut saat melihat seorang nenek tua berjalan pelan melintasi halaman biara. Karena nenek tua itu berjalan digandeng oleh seorang wanita yang baik Bang Ji dan Jung Do Jeon mengenal baik wajahnya.


“Yeon Hyang?”

“Ibu?”

Komentar :

Ini adalah pengenalan kita akan Moo Myeong setelah sebelumnya Moo Myeong hanya muncul sepintas dari lambang merah yang diterima Lee In Gyeom dan tatoo dari para pengikutnya.

Siapakah mereka ini? Yang saya tahu, Gil Sun Mi dan Yeon Hyang ada di dalam organisasi ini. Dulu mereka membantu Lee In Gyeom untuk berkuasa dan sekarang belum memutuskan akan memihak siapa setelah ini.  Apa tujuan mereka?

Jung Mong Joo sudah mengetahui pemikiran Jung Do Jeon dan merupakan satu-satunya penjembatan antara pemikiran baru miliknya dan pemikiran lama. Jung Do Jeon berharap Po Eun mau berada di pihaknya karena Poeunlah satu-satunya orang yang membuatnya tetap berjalan di jalur Konfusius. 

Poeun adalah loyalis Goryeo sejati. Ia sangat suka dengan pemikiran-pemikiran Jung Do Jeon. Tapi ia tak ingin mengganti kerajaan Goryeo menjadi kerajaan baru. Ia pun mencari apa masalah dalam Goryeo? Raja mereka adalah raja yang masih kecil, yang sebenarnya tak bisa memutuskan apapun.

Oleh karena itu ia memutuskan untuk menyelamatkan Goryeo dengan mengganti rajanya dengan yang baru, yaitu Pangeran Wang Yoo. Pangeran Wang Yo adalah pilihan Yi Seong Gye dan Jo Min Soo sebelum kasus Ha Ryun berpura-pura menjadi Lee In Gyeom terjadi. Pribadi Wang Yo juga tidak seperti Raja Woo. Ia yakin jika Wang Yo naik menjadi Raja, ia dan Jung Do Jeon bisa menerapkan semua rencana yang disiapkan Jung Do Jeon dan Goryeo bisa diperbaiki.

Itulah sebabnya kenapa Poeun bersikeras untuk mempertahankan Goryeo.


Sedangkan Jung Do Jeon kenapa bersikeras mengganti Goryeo? Karna ia percaya kalau yang ada dalam sistem pemerintahan Goryeo sudah tak bisa diperbaiki lagi. Butuh seorang Raja yang kuat yang bisa mengubah semua ini. Pilihannya jatuh pada Yi Seong Gye. Dan sebagai konfusianis sejati, ia ingin menggandeng Poeun untuk meminimalkan pertempuran dan kekerasan yang terjadi. Karena jika terjadi kekerasan, yang mendapat akibatnya adalah rakyat.

Maka dari itu ia minta Bang Won untuk sabar dan menunggu, karena ia percaya cepat atau lambat Poeun akan bersedia bekerja sama dengannya.

2 comments :