March 13, 2016

Six Flying Dragon Episode 25

Six Flying Dragon Episode 25


Bang Won menemui orang-orang Boon Yi yang kecewa karena reformasi tanah tak dilaksanakan. Boon Yi mengobarkan semangat mereka, jika mereka kecewa mereka akan kalah karena mereka berhadapan dengan orang-orang seperti Hong In Bang dan Jo Min Soo, yang tak mau kehilangan tanahnya. Jadi yang bisa mereka lakukan sekarang adalah tetap bersemangat.




Lee Saek memarahi Jung Mung Jo yang tak memberitahukan tentang rencana reformasi tanah. Tapi Jung Mung Jo mengingatkan kalau 40 tahun yang lalu, golongan Sadaebu juga pernah mengusulkan hal ini. Jadi apa bedanya jika yang melakukan kali ini adalah Jung Do Jeon dan bukan dia?

Lee Saek menganggap beda. Jika Jung Mung Jo yang melakukan, ia akan mendukung keputusan itu. Tapi ia tahu kalau rencana Sambong beda. “Rencana Sambong selalu immoral dan menentang kehendak langit.”


Jung Mung Jo mengingatkan jika Lee Saek tetap keras kepala, gurunya itu akan menjadi lawan reformasi di kerajaan ini.


Yang tak kecewa bukan hanya orang-orang Boon Yi saja, tapi juga Jo Joon yang merasa kecewa pada Jung Do Jeon yang mau tunduk dengan paksaan Jo Min Soo. Jika Jo Min Soo menyerang, harusnya sekalian saja mereka lakukan revolusi. Tapi Jung Do Jeon tak bisa karena ia adalah pelajar yang menganut faham Konfusius.


Rencana Jo Min Soo adalah menjamu kelompok Yi Seong Gye dan mencampurkan racun di minuman mereka. Setelah itu ia akan menjatuhkan gelas. Itu adalah tanda bagi anak buahnya untuk masuk ke ruangan dan menyerang mereka.


Setelah mendengar ucapan Boon Yi di depan orang-orang itu, ia menyadari betapa pentingnya reformasi tanah itu. Ia memberikan pita bajunya sebagai janji kalau ia akan mendorong ayah dan Jung Do Jeon agar reformasi tanah itu berhasil dibuat.


Boon Yi menceritakan tentang Bang Ji dan Yeon Hee yang seharusnya bisa bersama jika tanah mereka tak dirampas oleh trio Dodang. Dan ia merasa bahagia saat mendengar Yeon Hee mau pulang bersama jika reformasi tanah berhasil dan tanah mereka didapat kembali.


Bang Won mengatakan kalau kebahagiaan seseorang bukan didapat dari kebahagiaan orang lain. Boon Yi tak bertanggung jawab pada kebahagiaan Bang Ji dan Yeon Hee. Boon Yi memahami pendapat Bang Won, “Tapi aku memang orangnya seperti itu.”


Ha Ryun menemui Jung Do Jeon dan memberitahu kalau ia berhasil kali ini. Itulah hebatnya ia sebagai penipu atau ahli strategi. Ia dan Jung Do Jeon sebenarnya sama. Jung Do Jeon berhasil memegang Yi Seong Gye dan ia berhasil memegang Jo Min Soo. Ia berhasil membujuk Jo Min Soo untuk mengumpulkan pasukan agar Yi Seong Gye bersedia negosiasi.


Jung Do Jeon kaget mendengar rencana Ha Ryun seperti itu saja. Ia bertanya apa Ha Ryun juga mengusulkan acara makan malam ini? Ha Ryun menggeleng. Ia bertanya apa Ha Ryun menemuinya juga atas inisiatif sendiri? Ha Ryun menggeleng karena Jo Min Soo yang memintanya untuk berbincang-bincang dengan Jung Do Jeon di luar.


Saat itu mereka sadar kalau Jo Min Soo memiliki rencana tersendiri dan Ha Ryun hanya diperalat oleh Jo Min Soo. Apalagi ternyata ada pengawal Jo Min Soo yang mengawasi mereka. Tapi apa rencana Jo Min Soo sebenarnya?


Ha Ryun ingat ucapan Jo Min Soo saat diminta untuk pura-pura mengumpulkan pasukan, yaitu tak pernah berpura-pura. Ha Ryun cemas dengan kemungkinan yang terjadi dan mengatakan hal ini pada Jung Do Jeon. Tanpa menarik perhatian, Jung Do Jeon pura-pura pergi ke toilet padahal ia kabur sementara Ha Ryun tetap di meja untuk mencegah pengawal Jo Min Soo mengikuti Jung Do Jeon.

Jung Do Jeon segera menemui Bang Won dan memberitahu rencana Jo Min Soo. Da Kyung pergi menemui Bang Gwa dan Nam Eun untuk memberitahu tentang apa yang ia dengar dari Jung Do Jeon.


Bang Ji berpapasan dengan si pemerkosa itu dan mengenalinya. Saat orang itu mampir ke mejanya, ia mencoba menahan emosinya karena sudah dipesan oleh Nam Eun untuk tak  membuat keonaran. Tapi ia sudah tak tahan lagi saat orang itu menceritakan ‘kisah keberhasilannya’ mendapatkan gadis desa muda di padang rumput.


Melihat ekspresi Bang Ji, Moo Hyul sadar kalau gadis yang dibicarakan adalah Yeon Hee. Tak ingin Bang Ji mendapat masalah, ia akhirnya yang menimbulkan masalah. Ia membalik meja.


.. dan terkejut karena mendapati senjata yang tersembunyi di bawah meja. Anak buah Jo Min Soo mengambil pedang-pedang itu dan menyerang Bang Ji dkk.


Terdengar suara keramik pecah. Semua orang yang di dalam ruangan kaget dan minuman yang disajikan tak jadi disentuh. Para pembunuh yang mendengar suara gelas pecah segera menyerbu. Pertempuran tak terelakkan.


Karena pedang diikatkan ke tangan, Bang Ji cs tak bisa merampas pedang. Tanpa senjata, mereka hanya bisa melawan dengan tangan kosong. Tak terhitung berapa bacokan dan tusukan yang mengenai tubuh mereka, sehingga hanya menyisakan Bang Ji, Moo Hyul dan Young Kyu yang masih hidup. Akhirnya Bang Ji berhasil mengambil satu pedang setelah membakar tangan lawan.


Walau kondisi mereka sudah berdarah-darah dan semakin lemah, Bang Ji berhasil mendapatkan pedang untuk Moo Hyul dan Young Kyu. Young Kyu menyuruh Moo Hyul untuk ke dalam ruangan untuk menyelamatkan jenderal mereka.


Di ruangan, posisi sama. Anak buah Jo Min Soo berhasil menahan Yi Seong Gye dan Bang Woo berhasil menahan Jo Min Soo. Sedangkan Ji Ran sudah berdarah-darah setelah menjadi tameng Yi Seong Gye. Jo Min Soo menyuruh Yi Seong Gye menyerah saja karena orangnya jauh lebih banyak dan sebentar lagi akan masuk ke dalam.


Mereka tak menyadari kalau seseorang masuk dan sebuah anak panah meluncur ke tubuh orang yang menahan Yi Seong Gye. Yi Seong Gye bebas. Ia menoleh ke penyelamatnya.


Ternyata ia adalah Bang Won yang masuk lewat pintu rahasia. Ia segera menyerahkan panah kepada ayahnya dan Yi Seong Gye sudah siap dengan senjata andalannya. Tapi ada orang di balik pintu, mengendap-endap dan masuk untuk membacok dada Bang Woo. Jo Min Soo jadi bebas. Keadaan 1-1, sama.



Namun segera berubah saat Moo Hyul muncul. Ia membunuh hampir semua pendekar bercadar hitam dan membukakan jalan untuk Yi Seong Gye. Bang Won segera memapah Ji Ran yang terluka parah. Mereka berhasil keluar. Di sana mereka bertemu dengan Bang Ji dan Young Kyu yang berhasil membasmi semua musuh.


Tinggal sedikit lagi mereka akan keluar dari Wisma Dohwa. Tapi sebuah panah tiba-tiba meluncur dan menembak tepat di kaki Yi Seong Gye. Ternyata masih ada pasukan pemanah yang membidik mereka dari atap gedung.


Jo Min Soo keluar dan menyuruh mereka menyerah dalam hitungan ketiga. Jika tidak, panah-panah itu akan menancap ke tubuh mereka. Moo Hyul dan Young Kyu sudah bertekad rela mati untuk menahan panah-panah itu, tapi Bang Woo mencegahnya. “Tunggu sebentar lagi.”


Tunggu apa? Jo Min Soo mulai menghitung. Satu.. dua.. tiga..


Tak ada panah yang meluncur karena para pemanah itu sekarang terbanting ke bawah setelah leher mereka ditebas oleh pasukan Bang Gwa. Bang Gwa berseru, “Ayah..” dan menyuruh Jo Min Soo menyerah. Nam Eun membawa pasukan masuk ke dalam wisma Dohwa.


Sekarang kondisi berbalik sempurna. Jo Min Soo-lah yang kalah.


Jukryeong dan Gil Sun Mi mendapat pesan dari nenek tua kalau ketua memutuskan untuk tak memihak pada Yi Seong Gye ataupun Jo Min Soo. Biar takdir hari ini yang menentukan.


Bang Ji mencari seseorang dari tumpukan mayat. Tapi orang itu tak ada. Orang itu masih hidup. Dan ia melihat orang itu melompati tembok. Ia segera mengejari walau perutnya masih terluka dan mengucurkan darah.


Orang itu lari menabrak Boon Yi yang kebetulan lewat, dan berpapasan dengan Yeon Hee. Lagi-lagi Yeon Hee terpaku. Semua ingatan mengerikan mengalir deras dalam ingatannya, membuatnya semakin membeku.


Boon Yi berteriak, meminta Yeon Hee untuk menghentikan orang itu. Orang itu segera berlari kencang, mencoba melarikan diri.



Tapi Yeon Hee mencekal orang itu dan menancapkan tusuk rambutnya ke leher orang itu. “Kau ingat? Di padang rumput. Lihatlah aku!! Sekarang pergilah ke neraka!” jeritnya penuh dendam.


Orang itu masih cukup kuat untuk mencekik leher Yeon Hee. Tapi Yeon Hee tak mau melepaskan tusukannya, bahkan semakin menancapkan semakin dalam. Bang Ji segera berlari dan menebas punggung orang itu.


Ia akan mencabik-cabik orang itu, tapi ia tak sanggup karena orang itu sudah mati. Bang Ji masihlah tetap menjadi Ddang Sae yang tak mampu membunuh orang yang tak berdaya.


Bang Ji menatap Yeon Hee, “Apakah kau baik-baik saja?” Yeon Hee terjatuh lunglai dan Bang Ji segera menangkap untuk memeluknya. Dalam pelukan Bang Ji, Yeon Hee menangis.


Komentar :

Ini akhir dari Jo Min Soo. Tapi reformasi tanah belum tentu bisa dilakukan karena banyak pihak akan menghalangi. Ujung dari reformasi tanah adalah semua  akan dibagi rata. Jadi tak hanya kaum bangsawan saja, kaum kaya pun juga sama, Terjadi penolakan dimana-mana dengan berbagai cara.

Perjuangan Boon Yi masih belum selesai. 

6 comments :

  1. ceritanya jelas banget dengan membaca ini gan , :D . di tunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  2. Fiuhhh..lega untuk sementara waktu mbk dee..krn smua selamat..bner2 menegangkan dan keren bangett..bc sinopnya aja ampe tahan nafas..gmn klo nton,cb??hmmmmm.....

    ReplyDelete
  3. Fiuh.. akhirnya gamblang segamblang2 nya... ntn drama tanpa kutudrama ky orang kutuan banyak garuk2 krn nggak ngerti.. mksh mbk dee

    ReplyDelete
  4. Inilah trnyata maksudnya kenapa mbak dee bilang eps ini sangat cantik perkelahiannya yg ga akan cukup dijelasin lewat kata2.
    Mbak dee, kalo sikecil udah tidur dan mbak punya waktu luang, tolong dilanjutin ya 6naga terbang kita..semangat!!

    ReplyDelete