March 13, 2016

Six Flying Dragon Episode 23



Bang Won segera kembali ke Gaegyeong untuk menginterogasi si pedagang keliling. Tapi pria itu sudah menghilang dan tak seorang pun tahu keberadaannya. Ia tak menyadari kalau si pedagang keliling itu ada di sekitarnya, mengawasinya karena tertarik melihat bentuk wajah Bang Won yang tak seperti wajah kebanyakan.




Dan efek dari pengangkatan Raja Chang mulai berbuntut panjang. Demi menguatkan posisi mereka, Ibu Suri, Lee Saek dan Jo Min Soo meminta pada Raja agar hukuman Lee In Gyeom dicabut dan Lee In Gyeom ditarik lagi Gaegyeong untuk dipulihkan jabatannya. Dan Raja kecil yang belum berpengalaman itu pun menyetujui permintaan mereka.

Keputusan ini membbat kelompok Yi Seong Gye tak senang. Tapi Bang Won yang baru saja kembali mengatakan kalau Lee In Gyeom tak bisa melakukan hal itu karena sudah meninggal.


Bang Won menceritakan semuanya kepada Jung Do Jeon dan memberikan ciri-ciri si pedagang keliling. Jung Do Jeon mulai berpikir, menebak-nebak siapa pria itu. Jika luka bakar itu bekas kejadian beberapa tahun yang lalu, maka ia bisa menebak siapa orang itu.

Berita tentang Lee In Gyeom langsung menyebar dan rakyat yang mendengarnya tak senang. Ha Ryun? Juga tak senang. Ia tak menyangka kalau masalah yang ia buat akan sepanjang ini. Jika ia ketahuan menyembunyikan kematian Lee In Gyeom dan memalsu surat, pasti tamat riwayatnya.


Ia pun bergerak cepat. Di wisma Dohwa, ia bertemu dengan Jo Min Soo cs dan mengaku kalau Lee In Gyeom telah meninggal dan ia yang mengirim surat itu. Mereka semua hampir marah jika Ha Ryun tak mengingatkan kalau rencananya ini berhasil mencegah Yi Seong Gye berkuasa penuh di istana.

Ketiganya menyadari kalau ucapan Ha Ryun benar. Ha Ryun tak minta banyak, ia hanya meminta diberikan posisi yang bagus (di keuangan, misalnya) jika semua masalah ini telah selesai. Dan sebagai imbalannya ia akan memberi hadiah. Jo Min Soo akan mempertimbangkan permintaan itu dan minta Ha Ryun untuk datang beberapa hari lagi.


Setelah meninggalkan Wisma Dohwa, Ha Ryun dan pengawalnya merasa dibuntuti. Mereka segera kabur, tapi tak ada yang bisa lolos dari Ahli Pedang Terbaik di Goryeo. Tak berapa lama, pedang Bang Ji sudah mengarah ke leher mereka dan terdengar suara Sambong menyapanya. Ha Ryung terbelalak, “Sahyung..”


Ahh.. ternyata mereka ini saling kenal dan bertemu terakhir kali di tahun 1375, saat kejadian Gerbang Jangpyung (kejadian dimana Sambong akhirnya diasingkan-ep 2). Sambong mengenal Ha Ryun sebagai orang yang vokal, sering diasingkan karena mendukung banyak demo seperti aksi gerbang Jang Yung, penolakan utusan Yuan dan penolakan rencana penaklukan Liaodong. Tapi kenapa sekarang Ha Ryun melakukan tindakan ini?


Ha Ryun meminta menebaknya. Sambong bisa membaca rencana yang ada di pikiran Ha Ryun. Ha Ryun melakukan hal ini hanya untuk menaikkan reputasinya dan membuatnya dikenal orang. Ia tahu tebakannya benar dan balik meminta Ha Ryun menebak apa rencana yang akan ia lakukan. Bukankah Ha Ryun pandai menebak masa depan dari raut wajah?


Setelah memandangi beberapa lama, Ha Ryun mengaku tak bisa menebak. Jung Do Jeon menyuruh Ha Ryun untuk tak bermain-main seperti ini lagi.


Tujuan Ha Ryun memang berhasil. Namanya mulai dikenal oleh banyak orang, dari Yi Seong Gye hingga Tuan Min mulai membicarakan Ha Ryun. Bahkan Da Kyung pergi ke biara Biguk untuk membeli informasi pada Jukryeong tentang Ha Ryun.

Walau rencana menaikkan pangeran Jungchang gagal, Jung Do Jeon tak khawatir, karena yang terpenting adalah ini bukan perbuatan Lee In Gyeom. Tanpa adanya Lee In Gyeom, hubungan Jo Min Soo, Lee Saek dan Ibu Suri bukanlah  hubungan yang kuat dan mudah dipatahkan. Sekarang mereka bisa mulai melakukan reformasi yang sudah ia rencanakan.

Ia mulai mendekati rekannya, Jo Joon yang memiliki data-data untuk reformasi itu. Tapi Jo Joon menolak mentah-mentah. Jo Joon adalah orang yang mengembara selama beberapa tahun ke seluruh penjuru Goryeo untuk mengukur jumlah tanah dan jumlah penduduk.


Akhirnya Sambong minta Boon Yi untuk mengerahkan orang-orangnya menangkap Jo Joon. Bukan untuk dibunuh, tapi untuk meyakinkan Jo Joon kalau data-data agraria itu harus diungkapkan ke publik. Semua orang yang ada di sini adalah penduduk dari pelosok Goryeo.


Keinginan Sambong dan Jo Joon adalah sama, bahwa setiap rakyat memiliki hak yang sama untuk memiliki tanah. Dan data yang dikumpulkan Jo Joon bisa membantu setiap rakyat untuk terus hidup dengan penuh harapan dan mereka bisa terus makan. “Bukankah kau melakukan semua ini demi mereka? Untuk warga, untuk rakyat negeri ini? Menyita tanah para bangsawan dan membagi rata untuk setiap warga? Bukankah itu impianmu? Lalu kenapa kau sembunyikan semua ini?”


Boon Yi dan semua orang yang mendengar merasa tumbuh harapannya. Tapi Jo Joon merasa hal ini tak mungkin terwujud. Sambong meminta Jo Joon mempertimbangkannya karena mereka bisa mewujudkan bersama-sama.


Ha Ryun menemui Lee Saek yang sudah hampir marah karena telah menipunya. Tapi Ha Ryun beralasan kalau ia melakukan hal itu untuk mencegah langkah Jung Do Jeon. Sejak dulu ia mengenal Sambong sebagai orang yang berpikiran ekstrim. Dan sekarang Jung Do Jeon berniat mengubah sistem ketatanegaraan dan mungkin sistem agraria.


Hal itu membuat Lee Saek tak jadi marah dan bertanya lebih jauh. Ha Ryun berjanji untuk mencari tahu lebih banyak lagi.


Boon Yi merasa senang dengan rencana Jung Do Jeon. Ia akhirnya memberitahu apa impiannya pada Bang Ji. Mereka berdua kembali ke Yiseo dan bertani di tanah mereka sendiri dan mereka sekeluarga menjalani hidup yang bahagia. “Aku berharap Kakak mau mewujudkan impian ini. Rencana ini mungkin bisa mewujudkan impianku.”


Bang Ji melihat antusiasme Boon Yi yang akhirnya menular pada semua orang yang tadi hadir. Dan hal itu membuat harapannya tumbuh kembali. Ia bertemu dengan Yeon Hee dan mengungkapkan keinginan Boon Yi yang ingin kembali ke desa mereka. “Maukah kau ikut bersamaku?”


“Tidak, aku tak mau,” jawah Yeon Hee pendek. Terdengar dingin, tapi sebenarnya Yeon Hee berterima kasih dalam hati. Ia terlalu takut untuk memulai lagi.

Jo Joon mulanya enggan memberikan bantuan untuk reformasi tanah yang akan diusahakan Yi Seong Gye. Ia akhirnya mau memberikan data-datanya dan mengabdi pada Yi Seong Gye jika Yi Seong Gye berlutut padanya.


Yi Seong Gye menolak dan malah menyuruh Jo Joon berlutut padanya. “Aku pernah berlutut, bersumpah setia pada seseorang dan aku mengkhianatinya. Tapi aku belum pernah mengkhianati orang yang berlutut padaku.”

Jo Joon puas dengan jawaban Yi Seong Gye dan bersedia membantu usaha mereka.


Karena data itu pernah hampir dicuri, Jo Joon menyembunyikan di suatu tempat. Jung Do Jeon menyuruh Bang Won, Moo Hyul dan Bang Ji untuk mengambil data tersebut.


Ha Ryun melaporkan kalau data yang dimiliki Jo Joon merupakan data tanah lengkap dari 5 provinsi, miliki semua orang, dari kalangan bangsawan hingga Sadaebu. Dari yang tercatat sampai yang tak tercatat. Laporan itu membuat panik Jo Min Soo cs karena mereka banyak menggelapkan tanah. Dan jika hal ini terkuak, mereka dalam bahaya besar.


Ha Ryun berjanji akan mendapatkan data itu jika ia diberi uang untuk menggerakkan orang-orang dan posisi keuangan di kerajaan. Merekapun sepakat. Dengan uang yang dimiliki, Ha Ryun pergi ke Hwasadan untuk menyewa para pendekar wanita.


Bang Won meminta Moo Hyul dan Bang Ji untuk bersiap-siap untuk mengambil data. Boon Yi yang mendengar hal ini berkata ia ingin ikut karena yang akan mereka ambil itu adalah impiannya juga, walau Moo Hyul mengatakan kalau hal ini berbahaya bagi Boon Yi.


Bang Won menengahi dan memperbolehkan Boon Yi ikut. Ia yang akan menjaga Boon Yi. Bang Ji mengerutkan kening tak suka, “Kenapa kau yang menjaganya? Aku ini kakaknya. Jadi aku yang akan menjaganya.”


Cieee.. ada yang gak rela nih.. Akhirnya mereka pergi. Moo Hyul yang masih tertinggal di ruang makan, bengong melihat pertikaian itu dan berkata sendiri, tak mau kalah, “Siapa yang mengatakan tak bertanggung jawab? Aku juga akan menjaganya.”


Saat di tujuan, ternyata data itu sudah hilang dan satu dari dua orang meninggal. Satu yang masih selamat berkata kalau si pencuri belum pergi jauh. Mereka bertiga pun segera memburu kelompok itu dan Boon Yi tinggal untuk merawat orang itu.


Bang Ji dan Moo Hyul berhasil mengejar kelompok pencuri itu. Pertempuran tak terelakkan, tapi salah seorang yang membawa kotak data berhasil kabur. Untung Bang Won yang memisahkan diri berhasil mengikuti jejak si pembawa data.


Ia memanah orang itu dan mengambil alih kotak data. Tapi ternyata kelompok Hwasadan membuntutinya. Dengan mudah mereka berhasil menangkap Bang Won dan mengambil kotak data itu. Tapi mereka tak menyadari ada Boon Yi yang mengintai kejadian itu.


Bang Won dibawa ke sebuah rumah dan kaget saat bertemu dengan si pedagang keliling. “Akhirnya aku bertemu juga dengan Anda, Guru Ha Ryun.”


Komentar :

Ini perkenalan kita lebih lanjut pada sosok Ha Ryun, Ha Ryun adalah teman Jung Do Jeon dan Jung Mung Jo di Sungkyunkwan, sehingga memiliki guru yang sama yaitu Lee Saek. Sementara Lee Saek menyadari kalau Jung Do Jeon memiliki ide-ide radikal, Ha Ryun bukan seperti itu. Jadi walau Lee Saek mulanya marah karena dipermainkan oleh Ha Ryun, Lee Saek bisa memaafkannya karena alasan Ha Ryun tepat sasaran.

Ia juga dikenal sebagai seorang ahli pembaca wajah fisiognomi, bahkan juga pintar astronomi, kedokteran, geografi dan geomansi. Nantinya ia adalah salah satu orang kepercayaan Yi Bang Won dan mengantar Bang Won memperoleh tahtanya.

Pada awalnya, memang dia terlihat jahat, tapi menurut saya dia adalah orang yang sedang mencari celah untuk bisa tampil di panggung politik lagi. Sebelumnya ia sempat diasingkan karena juga ikut dalam peristiwa Gerbang Jangpyung (walau ia tak nampak di sana). 

Ingat kan bagaimana cara Hong In Bang untuk bisa berkiprah di Dodang setelah kembali dari pengasingan? Jadi jika mengingat cara Hong In Bang, cara Ha Ryun jadi tak terlihat kejam, karena seperti pengakuan Jung Do Jeon, ulah Ha Ryun ini tak begitu berdampak karena koalisi Lee Saek, Jo Min Soo dan Ratu tidaklah kuat.

3 comments :

  1. Dua belas hari lho mbak dee baru update. Dan selama dua belas hari itu juga sempat bolak balik liatin apa eps 23 nya udah muncul. Sempat kepikiran juga jgn2 mbak dee "nyerah", panjang banget ini 50epa. Tapi ternyata mbak dee tak melupakan 6nagaterbang kita, hiks, terharu...
    Fighting mbak dee...banyak yang antisipasi lho ini...

    ReplyDelete
  2. Dua belas hari lho mbak dee baru update. Dan selama dua belas hari itu juga sempat bolak balik liatin apa eps 23 nya udah muncul. Sempat kepikiran juga jgn2 mbak dee "nyerah", panjang banget ini 50epa. Tapi ternyata mbak dee tak melupakan 6nagaterbang kita, hiks, terharu...
    Fighting mbak dee...banyak yang antisipasi lho ini...

    ReplyDelete