March 1, 2016

Six Flying Dragon Episode 22

Six Flying Dragon Episode 22


Setelah lega karena seluruh keluarganya selamat, maka Yi Seong Gye pun mulai mempersiapkan serangan. Raja yang mengetahui kalau seluruh tawanannya lepas, mulai panik dan memerintahkan Choi Young untuk memasang pengumuman tentang pengkhianatan Yi Seong Gye dan perekrutan tentara dari sipil.



Tapi masalah besar yang mereka hadapi sudah di depan mata, karena pasukan Yi Seong Gye dan Jo Min Soo mengepung Gaegyeong dari dua sisi. Choi Young pun memutuskan untuk menyerang pasukan Jo Min Soo sehingga pasukan tercerai berai.


Terdengar suara terompet mengaung di atas Gaegyeong, menandakan tentara Yi Seong Gye berada di depan Gerbang Sungin. Tak hanya lawan, kawan yang berpihak pada Yi Seong Gye pun merasa gentar.


Hal itu juga dirasakan Yi Seong Gye, karena pertempuran yang akan terjadi kali ini seharusnya bisa dielakkan jika ia menurunkan Choi Young pada malam itu seperti yang diminta Jung Do Jeon. Jung Do Jeon berkata kalau kau rakyat dan kaum bangsawan akan bersatu di belakang Yi Seong Gye.

Bang Won dan Boon Yi yang menggerakkan itu semua.


Sebelumnya di siang hari, menanggapi pengumuman Raja, Boon Yi memerintahkan semua bawahannya untuk mau direkrut menjadi tentara Choi Young. Mereka memang memihak Yi Seong Gye, tapi untuk mengurangi pertumpahan darah (akibat siksaan karena menolak perang), mereka harus berpura-pura menjadi tentara Choi Young. Ia akan memberi isyarat selanjutnya dan mereka harus mengikuti instruksinya. Semua pun setuju.


Sementara Bang Won menemui ayah mertuanya, dan meminta klan Haedong untuk membantu. Sepupu Tuan Min adalah jenderal di kesatuan tentara Choi Young. Ia minta agar sepupu Tuan Min dan pasukannya diam-diam mundur dari pasukan Choi Young. 


Ia juga menyampaikan pesan Jung Do Jeon pada Jung Mong Ju untuk meyakinkan para Sadaebu yang ada di posisi militer untuk mundur agar tak terjadi pertumpahan darah besar-besaran.


Choi Young akhirnya mendengar kalau banyak tentara yang melarikan diri dan pasukan beberapa Jenderal tiba-tiba menghilang, yang berarti tentara mereka hanya kurang dari 3000 orang saja. Jumlah yang tak sebanding dengan pasukan lawan. Choi Young memutuskan untuk memfokuskan tentara untuk bersiaga di depan istana untuk melindungi keluarga Raja.


Setelah mendapat info kalau banyak pasukan sudah menghilang, Bang Won dan Boon Yi lentera yang merupakan isyarat mereka. Para rakyat yang menjadi tentara mulai menyerang tentara yang yang berjaga dan membukakan pintu dari dalam benteng.


Pasukan Yi Seong Gye dari luar menyerang ke dalam, membunuhi tentara yang jumlahnya kalah banyak dari mereka.


Choi Young berusaha melindungi Raja, meminta Raja ikut dengannya. Ia akan membawa Raja untuk melarikan diri. Tapi Raja Woo tak ingin meninggalkan istana. Kali ini ia tak ingin menuruti permintaan Choi Young. Saat Choi Young memintanya menjadi Raja, memintanya untuk menikmati hidup saja, memintanya untuk terjun dalam politik, ia bersedia melakukannya. Tapi ternyata semuanya malah berakhir seperti ini.


Raja miris melihat kenyataan yang menghadangnya. “Tapi aku akan menunjukkan satu hal yang lebih baik dari Raja sebelumnya, Raja Gongmin. Aku tak akan meninggalkan istana,” ujarnya dengan kepala tegak. “Aku tak akan melarikan diri.”


Choi Young pun menemui Yi Seong Gye untuk menyerah. Yi Seong Gye menyebut dosanya yang paling besar adalah tak mampu memutus korupsi yang mengakar di kerajaan ini. Choi Young berkata sinis, apa itu berarti Yi Seong Gye bisa melakukannya, karena nanti Yi Seong Gye akan membutuhkan kekuatan militer yang lebih besar dan itu berarti merampas tanah rakyat lebih banyak lagi. “Dan akhirnya kau sadar kalau kau akan menjadi Shin Don, Hong In Bang dan Choi Choong Heon yang beriktunya.”

Yi Seong Gye hanya menjawab, “Kenapa Anda tak melihatnya nanti. Aku tak akan melakukannya.”


Choi Young tersenyum kecil. Ia hanya memiliki satu permintaan agar ia bisa pergi dengan tenang. Ia minta Yi Seong Gye untuk melindungi keluarga Raja, Goryeo dan pemerintahan. Tapi Yi Seong Gye menjawab, “Aku akan melindungi rakyat kerajaan ini.”

Choi Young kaget mendengarnya dan menuntut Yi Seong Gye untuk menjelaskan maksud ucapannya. Tapi Yi Seong Gye tak memberi penjelasan dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap Choi Young.


Rakyat bersorak sorai melihat kedatangan para tentara yang meruapakan keluarga mereka. Bang Won dan Boon Yi melihat keriaan itu juga dengan senyum di wajah. Bang Won menghampiri Boon Yi dan diam-diam meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya.


Boon Yi kaget dan sontak melepaskan tangan Bang Won. Tapi Bang Won kembali meraih tangan Boon Yi. Kali ini Boon Yi tak melawan dan balas menggenggam tangan Bang Won. Bang Won tersenyum melihat Boon Yi.


Saking gembiranya, salah seorang penyambut berteriak, “Hidup Jenderal Yi Seong Gye! Hidup Jenderal!” Temannya menegur karena ucapan itu hanya boleh diucapkan pada Raja saja. Tapi orang itu berkilah kalau Jenderal Yi Seong Gye memang sudah seperti Raja karena mengembalikan putranya dari perang.


Percakapan mereka terdengar oleh Jung Mung Jo yang hanya terdiam dan berpikir.


Yi Seong Gye pulang ke rumah dan disambut oleh keluarganya. Yi Seong Gye memuji Bang Won yang sudah melakukan banyak hal. Bang Won merasa senang mendengar pujian keluar dari mulut ayahandanya, tapi ia berkata kalau keberhasilan ini juga berkat Boon Yi yang mengorganir rakyat.


Kali ini Da Kyung tersenyum mendengar nama Boon Yi disebut.


Bang Ji melihat Boon Yi yang terlihat gembira sekali dan bertanya apakah Boon Yi sekarang merasa bahagia? Boon Yi mengiyakan. Ia memiliki sebuah impian dan impian itu mungkin akan terjadi di negara baru yang dirancang oleh Sambong.  Tapi saat Bang Ji bertanya apa impian itu, Boon Yi tak mau menjawab karena takutnya malah tak jadi kenyataan.


Jika Boon Yi memiliki impian, apa impian Bang Ji? Bang Ji berpapasan dengan Yeon Hee, yang saling bersapa dengan canggung. Ingin tetap melihat, tapi tak tahan. Masih memikirkan Yeon Hee, ia mempertanyakan sendiri. Impiannya?


Jung Mung Jo menemui Choi Young di penjara dan diwanti-wanti untuk berhati-hati pada pengkhianatan yang direncanakan Jung Do Jeon, yang bisa menggiring Yi Seong Gye untuk melakukan revolusi. “Poeun, apa yang kau lakukan jika Sambong dan Yi Seong Gye tak berhenti setelah menurunkan Paduka Raja?”


Jung Mung Jo menganggap ucapan Choi Young melewati batas. Tapi dalam hati ia bertekad untuk tak membiarkan hal itu terjadi.


Sekarang Jenderal Jo Min Soo menjadi Perdana Menteri Kanan dan Yi Seong Gye menjadi Perdana Menteri Kiri. Mereka menempatkan orang-orang baru menjadi menteri dan Jung Do Jeon menjadi gubernur. Sedangkan untuk posisi Raja, kedua perdana menteri sepakat untuk mengangkat Pangeran Jungchang karena pangeran itu memiliki moral dan integritas yang baik.


Jung Do Jeon tak mempermasalahkan posisi keuangan dipegang oleh tim Jo Min Soo karena ia lebih memfokuskan pada rencana reformasi. Ia berencana untuk menarik salah satu rekan sarjana yang mengembara beberapa tahun terakhir. “Dan harus dia agar reformasi ini berhasil.”


Sementara itu Sadaebu memilih Lee Saek untuk memimpin kelompok mereka. Jung Mung Jo meminta kelompok Sadaebu tak terpecah-pecah lagi dan mendekati Sambong. Tapi Lee Saek merasa Jung Do Jeon yang menjauhi golongan mereka. Mendengar nama Pangeran Jungchang yang diangkat menjadi Raja, mereka juga setuju. Hanya tinggal Ibu Suri mengesahkan nama itu.


Tapi ternyata muncul lagu yang dinyanyikan anak-anak di pasar yang dan  gosip di masyarakat adalah yang akan menjadi Raja adalah Yi Seong Gye. Gosip itu membuat kelompok Sadaebu dan Jo Min So curiga.


Dan itu menjadi kekhawatiran Jung Do Jeon karena banyak pemimpin yang jatuh karena rumor semata. Siapa yang menyebarkan lagu itu? Orang itu menyebarkan dengan tujuan tertentu. Dan Jung Do Jeon mencurigai seseorang.


Boon Yi mencari informasi siapa yang menyebarkan lagu itu dan mendapat petunjuk dari salah satu anak. Tapi Bang Won tak menyukai hal ini karena Boon Yi masih belum sembuh benar. Bukannya dokter menyuruhnya untuk istirahat? Boon Yi hanya menjawab, “Orang seperti kami ini hanya perlu makan yang banyak agar bisa sembuh.”


Bang Won hanya bisa mendesah frustasi melihat betapa keras kepalanya gadis itu. Tapi ia tetap mengikuti kemanapun Boon Yi pergi.


Jung Mung Jo mendengar lagu itu dinyanyikan di masyarakat. Ia pun menemui Yi Seong Gye untuk bertanya apa maksud Jenderal itu saat menolak perintah berperang yang sebenarnya adalah pengkhianatan pada Raja. Yi Seong Gye menyadari kalau Poeun pasti sudah mendengar lagu yang beredar di masyarakat.


Ia pun bercerita apa yang terjadi di Pulau Wihwa, saat ia dianggap mengkhianati 100 ribu orang tua yang mengirimkan anaknya menjadi tentara. Jung Mung Jo pun bertanya, “Jadi Anda lebih memilih rakyat daripada perintah Raja?”  Yi Seong Gye menjawab, “Jadi apa yang akan kau pilih jika kau berada dalam posisiku?”


Poeun tercenung, karena ia tak pernah berharap berada dalam posisi itu. Yi Seong Gye pun tak ingin berada dalam posisi itu lagi. Maka Poeun menjawab, “Untuk meyakinkan hal itu tak terjadi lagi, saya akan berada di samping Anda dan menemani Anda.”

Yi Seong Gye sangat senang mendengar hal itu karena mendapatkan Poeun seperti mendapatkan 1000 tentara. Poeun berjanji akan melakukan sebaik-baiknya. Dan di dalam hatinya berkata, Untuk mencegah pemberontakan berbahaya yang mungkin terjadi di masa depan, saya akan melindungi Anda dengan sebaik-baiknya.


Dari anak yang menyebarkan lagu pertama kali, Boon Yi mendapat informasi kalau ada pria pedagang keliling, yang memintanya untuk menyanyikan lagu itu dengan imbalan permen. Pria itu memiliki luka bakar di tangan. Bang Ji yang mengorek informasi dari temannya juga mendapatkan ciri-ciri yang sama.


Boon Yi mulai menganalisa semua informasi yang didapat dan menebak-nebak, kira-kira pria itu bekerja untuk siapa? Lee Saek kah? Atau Jo Min Soo? Atau keduanya?


Bang Won menatap Boon Yi dan merasa gelisah karena Boon Yi mengetahui banyak hal, tapi bakatnya tersia-sia (karena Boon Yi adalah wanita dan bukan dari kalangan terpelajar). Boon Yi heran, mengapa Bang Won merasa gelisah? Bang Won tak menjawab, hanya memandangi Boon Yi dengan tatapan iba. Boon Yi semakin mengerutkan kening tak suka.


Tapi pembicaraan mereka terhenti karena mendengar lagu itu dinyanyikan oleh seorang pria yang sedang mengajarkan pada sekelompok anak. Mereka pun mengejar pria itu, begitu pula Bang Ji yang juga mendengar suara nyanyian itu.


Pria itu berhasil kabur hingga ke atap rumah dan menolak menjawab pertanyaan Bang Won dan Boon Yi. Bahkan ia menantang mereka untuk naik ke atap untuk menangkapnya. Tapi ia heran melihat keduanya tak bergerak malah hanya tersenyum geli.


.. hingga terdengar suara pedang yang sekarang terhunus ke lehernya. Senyuman Bang Won dan Boon Yi berubah menjadi cengiran karena melihat Bang Ji sekaran sudah nangkring di atas atap siap membunuh pria itu.


Mulanya si pedagang itu tak mau buka mulut. Tapi setelah diancam dengan kata pengkhianatan pada kerajaan, pedagang itu langsung bercerita kalau ia hanya disuruh oleh seseorang yang memberinya beberapa koin untuk menyebarkan lagu tersebut. Ia tak tahu siapa pria itu. Yang ia tahu hanyalah orang itu sudah sangat tua dan kelihatannya sangat kaya.


Bang Won segera mengenali koin yang dibawa si pedagang. Koin milik keluarga Lee In Gyeom. Pedagang itu mengaku kalau ia menemui pria tua itu di Gyeongsanbu 5 hari yang lalu. Bang Won menawari si pedagang untuk bersaksi, karena dengan kesaksiannya itu maka bisa lolos dari hukuman dan bahkan Bang Won akan memberinya uang. Si pedagang langsung menyetujui hal itu.


Bang Won melaporkan hal ini pada Jung Do Jeon dan meminta ditugaskan untuk mencari bukti sekaligus menangkap Lee In Gyeom di kampung halamannya. Dia dan Lee In Gyeom memiliki sesuatu yang belum terselesaikan. Jung Do Jeon mengijinkan Bang Won pergi bersama Nam Eun ke Gyeongsanbu.


Lee Saek juga memikirkan lagu itu. Siapa yang menyebarkan lagu itu? Ia tak percaya Yi Seong Gye melakukan hal ini. Tapi ia masih tak percaya pada Jung Do Jeon. Pelayan muncul dan memberikan surat dari Lee In Gyeom yang memintanya datang ke biara.


Sedangkan Jo Min Soo masih mencurigai niat Yi Seong Gye karena pendapat orang-orang di dekatnya. Ia juga mendapat surat sama dari Lee In Gyeom. Keduanya bertemu di depan ruangan biara. Mereka pun masuk bersama-sama.


Betapa kagetnya mereka melihat Ibu Suri ada di dalam dan mereka langsung berlutut. Mereka mengira Ratu yang memanggil mereka. Tapi Ibu Suri berkata kalau ia juga mendapat surat dari Lee In Gyeom dan saat masuk ke ruangan ini, ada sebuah kertas di atas meja yang bertuliskan Matahari menggapai pohon.


Lee Saek menyadari kalau kalimat itu adalah kode rahasia. Ia menambahkan karakter dalam setiap hurufnya dan kalimat itu berubah menjadi Chang menggapai Yi. Ketiganya mulai mencerna kode rahasia itu.


Keesokan harinya, Dodang digegerkan oleh keputusan Ibu Suri. Alih-alih mengangkat Pangeran Jungchang sebagai Raja, ia malah mengangkat putra Raja Woo yang masih kecil, yaitu Raja Chang.
Ah.. jadi ini maksudnya Chang menggapai Yi. Lee In Gyeom mengirim kode rahasia, menyuruh para pengikutnya untuk memilih Raja Chang dan bukannya Pangeran Jungchang.


Bang Won dan Nam Eun tiba di rumah pengasingan Lee In Gyeom yang jauh dari kata menderita. Nam Eun berseru, memanggil Lee In Gyeom agar keluar dari rumah untuk mendengar perintah kerajaan.

Tapi yang muncul adalah pelayan Lee In Gyeom yang memberitahu kalau tuannya, Lee In Gyeom, sudah meninggal 15 hari yang lalu. Ia tak melaporkan kejadian ini pada Dodang karena dilarang oleh seorang sarjana yang memiliki luka bakar.


Bang Won teringat kalau si pedagang itu berkata mendapat perintah 5 hari yang lalu. Ia menyadari kalau tangan itu bukan tangan pedagang. Tangan itu adalah tangan seorang sarjana yang pernah disiksa oleh bagian investigasi. Ia menyadari kalau pedagang keliling itu tak diperintah oleh siapapun, tapi ia melakukan atas inisiatif sendiri.


Dan kita melihat seseorang dengan pergelangan tangan terbakar. ria itu pula yang meminta rekannya untuk menyebarkan hasutan langsung pada Jo Min Soo sehingga Jo Min Soo curiga pada Yi Seong Gye. Pria itu adalah pedagang keliling yang menyebarkan lagu yang menggegerkan Gaegyeong. Pria itu bahkan menyuruh anak untuk membocorkan info pada Boon Yi dan Bang Won sehingga mereka bisa menemukannya.


Tak hanya itu, pria itu menulis surat atas nama Lee In Gyeom kepada tiga orang agar berkumpul di biara dan menulis tiga kata Matahari menggapai pohon, sehingga muncul titah Ibu Suri yang mengangkat Pangeran Mahkota Chang.


Sementara Dodang geger dan Jung Do Jeon bertanya-tanya dalam hati, apakah usahanya kali ini benar-benar gagal, di luar sana pria itu tersenyum lebar dan membatin. Ya.. kau memang gagal, Sambong sahyung. Kau pasti sekarang sedang mengejar Lee In Gyeom dan usahamu akan sia-sia.. oleh aku Ha Ryun.


Ha Ryun, ahil strategi yang membantu Yi Bang Won naik tahta.

Komentar :

Jiahh.. ini sapa lagi? Ha Ryun apakah dia salah satu orang yang bekerja dengan Segel Merah? Di akhir episode tertulis dia adalah ahli strategi yang membantu Yi Bang Won naik tahta. Padahal kayaknya Bang Won sudah marah banget tuh ditipu oleh Ha Ryun.

Dan tipuannya ini nggak main-main loh. Ia memalsukan surat, mengarahkan opini hingga penunjukkan Raja bergeser dari Pangeran Jungchang ke Raja Chang yang masih di bawah umur. Hmm.. apa dia akan dipenjara ya?

Tapi sepertinya sih tidak, karena Raja yang sudah diangkat tak mungkin lagi diturunkan. Jika trio Ibu Suri-Jo Min So-Lee Saek tahu kalau mereka ditipu, mungkin mereka akan diam-diam saja karena jika mereka menghukum Ha Ryun, berarti mereka membuka aib mereka sendiri.

Pantas saja Ha Ryun santai-santai saja melakukan tipuan ini. Ia pasti sudah memperhitungkan semua ini, ia yakin bisa lolos dari hukuman.

Tapi bagaimana Ha Ryun bisa jadi berteman dengan Bang Won, ya? Padahal kan pertemuan pertama mereka sudah tak mengenakkan bagi Bang Won. Atau mungkin Bang Won berhasil 'menundukkan' Ha Ryun?

1 comment :