March 18, 2016

Signal Episode 16 - 2 [END]


Hae Young kembali ke pos jaganya yang dulu untuk mencari walkie talkie-nya tapi tidak ada, dan polisi jaga di sana pun tidak ada yang pernah tahu adanya walkie talkie itu. Bahkan saat dia mengingatkannya bahwa dia pernah membawa walkie talkie tanpa baterai kemari, polisi itu malah bingung dan sama sekali tidak ingat tentang hal itu.




Di masa lalu, Soo Hyun dan Jae Han hendak kencan. Saat sedang menunggu kedatangan Jae Han di sebuah restoran, dia melihat kedatangan 2 orang wanita yang penampilannya sangat feminine. Soo Hyun jadi tidak begitu percaya diri dengan penampilannya sendiri setelah melihat kedua wanita itu.


Saat dia keluar rumah tadi, adiknya sebenarnya sudah memprotesnya karena memakai baju seperti itu di kencan pertamanya. Tapi Soo Hyun tidak peduli dan tidak merasa ada yang salah memakai baju itu, lagipula itu baju yang tepat jika sewaktu-waktu dia harus dipanggil dadakan. Kesal, adiknya akhirnya memaksa Soo Hyun untuk setidaknya pakai parfum, pria sangat menyukai parfum dan dijamin kalau teman kencan Soo Hyun pasti akan tergila-gila padanya.


Soo Hyun akhirnya menyemprot parfumnya. Tepat saat itu, Jae Han akhirnya datang. Tapi dia malah langsung menyuruh Soo Hyun untuk keluar dan membawa Soo Hyun makan kulit babi di resto langganan Hae Young. Soo Hyun kecewa.


"Ngomong-ngomong, apa kau tidak mencium bau yang aneh?" tanya Jae Han. hahaha! Aduh malunya Soo Hyun!


Soo Hyun bertanya apakah resto ini langganannya Jae Han. Jae Han menyangkalnya, bukan dia tapi seseorang yang dia kenal. Saat ahjumma datang melayani mereka, dia memberitahu Jae Han kalau anak itu sudah tidak datang kemari lagi karena sekarang dia sudah kembali tinggal bersama kedua orang tuanya.

"Iya, saya sudah dengar," ujar Jae Han.


Hae Young di masa depan, masuk ke resto itu. Dia duduk di dekat meja yang dulu ditempati Jae Han dan Soo Hyun, seolah melihat kencan mereka dulu.


Soo Hyun bertanya penasaran tentang siapa anak yang dimaksud ahjumma, tapi Jae Han tidak mau menjelaskannya. Soo Hyun lalu bertanya apakah Jae Han masih berusaha mencari Bum Joo. Jae Han sudah cukup bekerja keras jadi bukankah lebih baik untuk menyerahkan masalah itu pada polisi lain saja. Jae Han memberitahunya kalau Bum Joo itu hanya sebuah bidak, ada orang lain yang seharusnya dihukum, orang lain yang mendalangi semua kasus-kasus itu.

"Aku harus membenarkan yang sebenarnya bersalah agar aku bisa mengubah masa lalu dan masa depan juga."


Ahjumma di masa depan, kaget melihat Hae Young yang sekarang sudah tumbuh besar. Dia memberitahu Hae Young kalau malam itu adalah malam terakhir Jae Han datang kemari dan setelah itu ahjumma tidak pernah melihatnya lagi. Hae Young bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Jae Han.


Di masa lalu, Soo Hyun ditelepon Jae Han yang memberitahunya kalau dia sedang berada di Gyungjin-dong dan meminta Soo Hyun untuk segera membawa satuan polisi kemari tapi dia tidak memberitahukan detil tempat yang ditujunya. Jae Han berkendara ke sebuah area yang tampak dipenuhi rumah-rumah dan bangunan-bangunan kosong.


Dia lalu memarkir mobilnya di salah satu bangunan dan masuk kedalam bangunan itu dengan bersiap senjata. Tepat saat dia sedang celingukan mencari keberadaan seseorang, Bum Joo tiba-tiba menyerangnya. Dia hendak melarikan diri tapi Jae Han berhasil mendorongnya dan menghajarnya.


"Aku kan sudah bilang, kalau aku akan membuatmu membayar kejahatanmu."

Lalu apa Jae Han pikir dunia ini akan berubah jika dia menangkapnya? Jauh lebih baik menjadi anjing seseorang daripada menggerutu tentang ketidakadilan dunia ini, sembur Bum Joo. Jae Han mengoreksi kalau targetnya bukanlah Bum Jo. Dunia ini bisa berubah jadi lebih baik jika dia menangkap orang lain, Anggota Kongres Jang Young Cheol. Orang yang menutupi kejahatan keji yang dilakukan keponakannya sampai membunuh anak yang tidak bersalah. Si bangs*t itu kan dalang dibalik semua kasus ini?

Bum Joo mengiyakannya dan seperti itulah bagaimana Anggota Kongres Jang mencapai posisinya yang sekarang. "Seperti itulah dunia ini bekerja!"


"Itulah masalahnya" geram Jae Han. Awalnya satu kali lalu berkali-kali dan dia akan terus melakukan kejahatan berulang kali, mengancam orang-orang dan menyogok beberapa orang untuk menutupi kejahatannya "Karena itulah aku berusaha untuk menghentikannya sekarang! Aku akan membuatnya membayar semua kejahatannya!"

Bum Joo langsung tertawa geli mendengarnya. Baik polisi, jaksa, bahkan Blue House sekalipun tidak akan bisa menyentuh Anggota Kongres Jang. Memangnya apa yang bisa dilakukan polisi biasa seperti Jae Han? Jae Han mengacuhkan sindirannya dan langsung menanyakan copy data korupsi yang dilakukan Anggota Kongres Jang.

Dia tahu kalau Bum Joo lah yang menghapus hampir semua data di disket itu sebelum dia menyerahkannya pada jaksa. Tapi dia yakin kalau Bum Joo pasti membuat copy-nya, orang selicik Bum Joo pasti cukup detil dalam melakukan semua kejahatannya. Dimana copy data korupsi itu? tuntut Jae Han.


Tapi tepat saat itu juga, sekumpulan gangster menerobos masuk mencari Bum Joo. Panik, Bum Joo langsung mengambil tasnya dan berusaha melarikan diri. Tapi para gangster itu langsung menghajarnya dan Jae Han. Jae Han dan Bum Joo berusaha melawan para gangster itu tapi mereka kalah jumlah dan tenaga dan Bum Joo langsung tewas setelah dihantam dengan tongkat berkali-kali. Jae Han melihat tas Bum Joo tergeletak di tanah dan terus berusaha melawan para gangster itu.


Di masa depan, Hae Young membrowsing berita kasus kematian Bum Joo. Kejadian itu terjadi tanggal 20 November 2000, mayat Bum Joo ditemukan di gudang kosong. Dari semua luka di tubuhnya, diduga Bum Joo dibunuh dalam pertarungan brutal. Sebelum kematiannya, dia bertemu sendirian dengan Jae Han.

Di TKP ditemukan darah dan DNA Jae Han. Dan gara-gara itu Jae Han dicurigai sebagai tersangka pembunuhan Bum Joo, tapi dia menghilang sejak itu dan keberadaannya tidak pernah diketahui. Mobil Jae Han ditemukan ditinggalkan di jalan tol 13. Dan kasus ini sudah ditutup karena statute of limitationnya sudah berakhir.

Hae Young tidak percaya, tidak mungkin Jae Han membunuh Bum Joo. Dia yakin pasti ada orang lain yang membunuh Bum Joo dan mengkambinghitamkan Jae Han. Tapi siapa?


Di masa lalu, Jae Han berhasil menggondol tas Bum Joo dan melarikan diri dengan melompat dari jendela. Dia berhasil masuk mobilnya dan melarikan diri sebelum para gangster itu sempat menangkapnya.


Sementara itu, Soo Hyun dan rombongan polisi tiba di kota itu tapi mereka tidak tahu dimana harus mencari Jae Han. Dan parahnya lagi, Jae Han tidak bisa dihubungi.


Malam harinya, Jae Han tampak memarkir mobilnya di sebuah jalan yang sepi. Dia tampak lemah dengan semua luka dan darah di tubuhnya dan dia menunggu walkie talkienya menyala... Tapi sayangnya, Hae Young di masa depan tidak memiliki walkie talkie itu.


Tak lama kemudian, para gangster itu berhasil menyusulnya. Sebelum mereka mendekat, Jae Han cepat-cepat menulis sesuatu di kertas memo kecil yang nantinya akan ditemukan Hae Young di masa depan. Setelah menyimpan kertas itu di bagian belakang buku jurnalnya. Dia bersiap menerima serangan para gangster yang menyerang mobilnya sampai kacanya pecah... sama persis seperti foto keadaan mobilnya Jae Han yang dilihat Hae Young lewat internet di masa depan.


Hae Young sangat cemas karena tidak memiliki walkie talkie itu... tapi kemudian dia ingat pernah melihat buku jurnal Jae Han ada di meja kerjanya Soo Hyun. Hae Young langsung sadar, walaupun dia tidak memiliki walkie talkie itu tapi masih ada cara lain.

Hae Young diam-diam menyelinap ke kantor Soo Hyun. Kebetulan kantor itu hampir kosong dan polisi yang berjaga pun sedang tidur. Hae Young cepat-cepat mencuri buku jurnal itu dan baru membukanya setelah dia kembali ke mobilnya. Dia menemukan memo itu di sampul belakang buku. Di baris paling akhir setelah daftar 3 kasus yang pernah mereka tangani bersama, Jae Han meninggalkan pesan terakhir berupa nomor 32-6.


Itu adalah pesan yang hanya akan dimengerti oleh Hae Young seorang. Karena nomor 32-6 adalah nomor rumah orang tuanya di Injoo. Hae Young kembali ke rumah orang tuanya dan bertemu ibunya yang saat itu hendak pergi bekerja. Hae Young tercengang melihat ibunya. Dia lalu bertanya tentang detektif yang dulu membantu memecahkan kasus kematian Sun Woo dan apakah detektif itu pernah meninggalkan sesuatu pada ibu.

Ibu kaget mendengarnya, dari mana Hae Young tahu. Ibu lalu mengeluarkan sebuah amplop yang pernah dititipkan Jae Han padanya dulu. Jae Han dulu berkata padanya untuk merahasiakan amplop itu dan meminta padanya untuk menyimpan amplop itu sampai dia kembali untuk mengambilnya. Ibu sangat berterima kasih pada Jae Han, karena itulah dia tetap menyimpan amplop itu sampai sekarang dengan pikiran kalau Jae Han pasti akan kembali suatu hari nanti untuk mengambil amplop itu kembali.


Di dalam amplop itu, Hae Young menemukan sebuah disket dan surat yang ditujukan padanya. Dalam suratnya, Jae Han berkata bahwa dia tidak yakin apakah surat ini akan sampai pada Hae Young atau tidak, tapi dia sangat berharap Hae Young akan membaca surat ini karena hanya ini satu-satunya cara untuk menghubungi Hae Young.

Jae Han mengingatkan Hae Young tentang apa yang Hae Young katakan padanya dulu, bahwa dialah yang pertama kali mengirimi Hae Young transmisi. Saat dia bertransmisi tanggal 3 Agustus 2000 di rumah sakit jiwa Seonil, dia menyadari kalau dia bicara pada Hae Young yang belum mengenalnya. Dari situlah Jae Han sadar kalau hubungan mereka ternyata berputar balik.

Tapi setelah dia selamat dari insiden malam itu, dia tidak pernah lagi menerima transmisi. Jae Han berpikir mungkin putusnya komunikasi diantara mereka, terjadi karena dia selamat dari maut. Setelah Hae Young kecil berterima kasih padanya waktu itu, Jae Han berpikir jika pelaku yang sebenarnya tidak dihukum maka mungkin kejadian seperti itu akan terulang kembali. Disket yang dia berikan pada Hae Young itu berisi kebenaran tentang kasus korupsi besar pembangunan kota Jinyang tahun 1995.

"Aku mencoba berpikir pada siapa dan kemana aku harus mengirim disket itu. Tapi, aku sama sekali tidak bisa memikirkan siapapun di masaku. Aku takut jika aku mengirimkan disket itu ke seseorang, aku akan membuat orang itu berada dalam bahaya atau mungkin bukti itu akan menghilang lagi. Tapi dunia dimana kau tinggal, pasti berbeda."

Jae Han yakin kalau Hae Young ada di dunia yang bisa menghukum orang-orang yang pantas untuk dihukum. "Bagiku, kau, Letnan Park, yang tinggal di masa depan, adalah harapan terakhirku. Kurasa surat ini adalah ucapan selamat tinggalku yang terakhir. Semoga kau selalu sehat dan baik-baik saja dan bahagia."


Dalam perjalanan, Hae Young menonton sebuah berita yang memberitakan bahwa bukti kasus korupsi itu tersebar luas di internet. Berita itu mengatakan bahwa jika rumor korupsi ini terbukti benar adanya maka kasus ini bisa berdampak buruk pada politik dan bisnis negeri ini.


Para reporter pun langsung mengerubungi Anggota Kongres Jang yang tetap bersikap sok ramah dan pastinya menyangkal adanya korupsi.


Tapi begitu dia bebas dari para reporter itu, dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari detektif yang menghilang 16 tahun yang lalu itu dengan segala cara.


Hae Young pergi ke kantor pos di kota Junghyun untuk melacak pengirim amplop itu. Sayangnya pihak kantor pos tidak bisa membantu karena setiap tahun mereka selalu menghapus data-data mereka. Dia lalu melacak data orang hilang atau penemuan kerangka mayat di kantor polisi setempat dan langsung lega saat tidak mendapati nama Jae Han di sana.


Saat dia mampir ke sebuah cafe, dia melihat Soo Hyun yang sedang berkeliling mencari Jae Han dengan menunjukkan foto Jae Han pada warga setempat. Tapi tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya. Dia hendak pergi tapi langsung membeku begitu melihat Hae Young.

Hae Young bertanya-tanya apakah Soo Hyun ingat padanya. "Saat aku terbangun, tim kita menghilang dan tidak ada seorangpun yang ingat padaku. Jadi aku pergi ke kantor polisi Jinyang untuk mencarimu tapi mereka bilang mereka tidak bisa menghubungimu. Tapi... tapi aku masih terus berusaha untuk mencarimu..."

"Tapi kau tidak bisa menemukan nomor teleponku?" sela Soo Hyun


Mereka lalu duduk di cafe itu dimana Soo Hyun menceritakan pengalamannya pasca terbangun dan mendapati dirinya hidup di masa kini yang baru. Dia langsung mencari Hae Young di UGD tapi malah mendapati tidak pernah ada pasien bernama Park Hae Young disana. Dia lalu mencari Hae Young di rumahnya dan bertemu ibu Hae Young yang memberitahunya kalau Hae Young masih tidur karena dia sedang sakit. Soo Hyun sangat lega mendengar Hae Young masih hidup.

"Lalu bagaimana dengan Detektif Lee Jae Han?"


Soo Hyun mendesah berat sebelum dia mengaku bahwa begitu terbangun, dia langsung menyadari dia memiliki 2 ingatan yang berbeda akan Jae Han. Dia ingat pernah melihat kerangka mayat Jae Han dengan mata kepalanya sendiri. Tapi setelah masa lalu dan masa depan berubah, dia tidak ingat ada kejadian itu. Tapi Jae Han masih menghilang dan selama 15 tahun ini dia masih terus mencari Jae Han. Tapi dia juga ingat suatu perubahan lain.


Tak lama setelah Jae Han menghilang, Soo Hyun menerima sebuah telepon. Anehnya orang yang meneleponnya itu tidak mengatakan apapun. Soo Hyun langsung curiga, jangan-jangan yang meneleponnya Jae Han. Tapi saat dia bertanya apakah dia Jae Han, telepon itu tiba-tiba terputus. Soo Hyun langsung melacak nomor telepon itu dan mendapati itu nomor telepon umum di kota ini. Sejak saat itulah Soo Hyun berusaha mencari Jae Han di sekitar kota ini.

"Orang itu tidak mengatakan apapun. Tapi pasti dia. Tidak... aku mengira mungkin orang itu adalah dia."
 

"Apa telepon itu terjadi tanggal 24 November 2000?" tanya Hae Young

Soo Hyun heran mendengarnya, memang benar tanggal itu. Hae Young mengaku bahwa pada tanggal itu pula, Jae Han mengiriminya sebuah amplop yang didalamnya berisi bukti penting. Dia tidak bisa mengecek siapa penerimanya karena kantor pos selalu menghapus data-data mereka setiap tahun tapi surat itu jelas dari Jae Han. Dia lalu menunjukkan amplop itu pada Soo Hyun. Begitu melihat stempel pos amplop itu berasal dari kota ini, Soo Hyun semakin yakin kalau Jae Han pasti ada di sekitar kota ini.


Tapi Hae Young tidak yakin kalau Jae Han masih ada di sini setelah 15 tahun berlalu. Jae Han menyadari kalau dia akan mati, karena itulah dia mengirim sebuah surat disertai bukti itu padanya. Soo Hyun menolak dugaan Jae Han sudah mati, lagipula tidak ada bukti kalau dia sudah mati.

Hae Young juga sangat berharap Jae Han masih hidup, tapi Jae Han bukan jenis orang yang akan menghilang selama 15 tahun tanpa menghubungi keluarganya atau koleganya. Kalau Jae Han benar-benar masih hidup maka dia pasti akan berusaha untuk menghubungi mereka.

Tapi bagaimana kalau dia terpaksa harus menghilang dan bersembunyi tanpa bisa menghubungi siapapun selama 15 tahun karena suatu sebab, duga Soo Hyun. Mungkin saja Jae Han sedang koma atau semacamnya, tidak ada bukti kalau dia mati jadi mungkin dia masih hidup.


Saat dia mengalihkan perhatiannya kembali ke amplop, dia membaca amplop itu berlabel 'rumah sakit Junghyun'. Soo Hyun langsung tercengang membacanya. Dia lalu menunjukkan sebuah sms pada Hae Young, dia dapat sms itu sekitar beberapa hari yang lalu dari sebuah nomor tak dikenal. Isi sms itu adalah sebuah peringatan yang memberitahu Soo Hyun untuk tidak ada ke rumah sakit Junghyun tanggal 5 Februari.


Yang tahu tentang walkie talkie itu hanya mereka bertiga dan sebuah rumah sakit kecil pasti mau menerima pasien yang tidak punya identitas. Jadi mungkin saja dia bersembunyi di rumah sakit itu selama bertahun-tahun. Tapi bagi Hae Young tetap saja rasanya mustahil, selama bertahun-tahun Jae Han jadi buronan polisi jadi tidak mungkin dia bisa pakai kartu kredit. Lalu dari mana dia dapat uang untuk membiayai hidupnya tinggal disana selama bertahun-tahun.

"Tidak mungkin, kecuali dia dibantu seseorang."


Ucapannya sendiri itulah yang membuat Hae Young tiba-tiba teringat sesuatu. Saat dia mendatangi toko servis jam milik ayahnya Jae Han, dia pernah melihat ayahnya Jae Han membakar sesuatu: tiket perjalanan Gangwon-Seoul. Jangan-jangan...


Mereka berdua lalu pergi ke rumah sakit itu. Dalam perjalanan, Hae Young berpikir "Sejak awal, semua ini tidak masuk akal. Sejak transmisi itu datang melalui walkie talkie yang tak ada batereinya. Jadi tidak perlu merasa kecewa."


Di rumah sakit Junghyun, sekawanan gangster menerobos masuk rumah sakit (wah! jangan-jangan mereka orang-orang suruhannya Anggota Kongres Jang). Sementara itu di sebuah kamar, tampak seorang pasien yang baru bangun.

"Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di ujung jalan ini. Aku mungkin akan bertemu teman dekat yang belum pernah kutemui. Atau... kami mungkin akan disambut oleh ancaman yang tak terduga"


Saat mereka masih di cafe, Hae Young berkata bahwa tidak ada yang bisa mereka pastikan. Jika memang benar Jae Han yang mengirimkan sms ini untuk mereka, mungkin mereka akan dalam bahaya kalau pergi ke sana. Jae Han selalu membawa walkie talkie itu kemana-mana. Mereka memang sudah kehilangan kontak dengannya.

Tapi, mungkin saja dia berkomunikasi dengan orang lain. Orang lain yang berasal dari masa depan dan memperingatkannya akan kejadian yang akan terjadi di rumah sakit Junghyung tanggal 5 Februari.

Tapi Soo Hyun berpikir lain, mungkin saja malah kebalikannya. Jae Han tetap pergi ke rumah sakit jiwa Seonil walaupun dia sudah diberitahu tentang apa yang akan terjadi di sana. Jadi mungkin saja Jae Han mengirimkan pesan peringatan itu pada mereka dengan pikiran kalau mereka juga akan tetap pergi ke rumah sakit Junghyun.


Soo Hyun dan Hae Young masih dalam perjalanan. Sementara di rumah sakit Junghyun, para gangster itu sudah mulai berpencar mencari-cari diantara para pasien.

"Ada satu hal yang kami yakini. Transmisi itu dimulai karena keputusasaan seseorang. Suara dari walkie talkie itu mengajariku akan sesuatu. Segalanya pasti akan berhasil jika aku tidak menyerah."

Soo Hyun teringat semua ucapan Jae Han padanya selama ini, tentang betapa tidak adilnya dunia ini dan betapa kuatnya tekad Jae Han untuk menegakkan keadilan tanpa mau menyerah. Hae Young tersenyum sendu mengenang semua itu. Soo Hyun pun tersenyum sendu mengenang Jae Han, bagaimana dulu dia selalu memperingatkan Soo Hyun untuk selalu fokus sebagai seorang polisi dan tekad kuat Jae Han untuk membenarkan apa yang salah.

"Jika kami tidak menyerah, kami bisa meruntuhkan kekuasaan yang tampak tak bisa terpatahkan dan menemukan orang yang telah kami cari selama 16 tahun. Jika kami tidak menyerah, masih ada harapan."


Di rumah sakit, pasien yang baru bangun itu, perlahan bangkit dan menatap keluar jendela. Di mejanya, tampak sebuah walkie talkie berstiker smiley. Walkie talkie itu menyala dan pasien itu perlahan menoleh... dia Jae Han.


THE END

Komentar:

Waaah! walaupun ending tapi masih banyak misteri yah. Apakah Jae Han benar-benar berkomunikasi dengan orang dari masa depan? Siapa kira-kira orang itu? Apa yang akan terjadi di rumah sakit Junghyun? Tapi no worry, mungkin akan ada jawabannya di masa depan nanti karena kabarnya akan ada Signal season 2. Tapi aku berharap semoga season 2 nanti with the same casts.

Cukup disayangkan sih sebenarnya tim kasus dingin tidak ada, rasanya kayak sia-sia gitu setelah beberapa episode melihat perjuangan mereka memecahkan kasus dingin, lalu tiba-tiba cling! menghilang begitu saja. Kasus penculikan Kim Yoon Jung bukan kasus dingin lagi tapi entah bagaimana nasib kasus-kasus dingin yang lain.

Terlepas dari time loop yang mbulet dan seperti yang Hae Young bilang bahwa segala hal yang berhubungan transmisi radio itu tidak masuk akal, drama ini daebak dan hampir perfect dalam segala hal. Err... yah walaupun aku setuju dengan aktingnya Lee Je Hoon yang rada over tapi kadang sesuai juga sih karena karakter Hae Young kan rada temperamental. Jae Han pastinya yang paling keren, pantang menyerah dan lebih rela mati daripada hidup korup. Padahal berharap banget kalau Jae Han hidup di masa depan, dia akan bertemu Hae Young dewasa. Tapi yah sudahlah. Pesan moral drama ini adalah jangan pernah menyerah apapun yang terjadi. Gimana menurut kalian endingnya, chingu?

21 comments :

  1. Drama apa ya kak yang nerima pesan dari masa ( yang lebih ) lagi kaya gini, kayaknya pernah ada deh hehe... Ini drama keren lah, top markotop, sepuluh jempol buat penulisnya kim eun hee* dan saya pun kejengkang *

    ReplyDelete
  2. Eh typo masa ( yang lebih) depan lagi

    ReplyDelete
  3. Ending yg mbuat makin penasaran...
    Makasih ima buat sinopsianya, mba ima atau mba dee ga ada yg pengen nulis sinopsis dramanya UEE

    ReplyDelete
  4. Hahaha...
    Dasar...kayak gini nih ending yg bikin gemes :D
    Waiting signal 2,,mudah2an beneran ada..
    Makasih mbak ima sdh bikin sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  5. Hahaha...
    Dasar...kayak gini nih ending yg bikin gemes :D
    Waiting signal 2,,mudah2an beneran ada..
    Makasih mbak ima sdh bikin sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  6. Akhir drama yang bisa menutupi sepertiga rasa penasaranku yang tak nonton langsung. Err, yang penting kan Jae Han masih hidup .... *menutupi rasa penasaran*
    Terima kasih, Mbak Ima sudah menamatkan tulisannya. :)

    ReplyDelete
  7. Akhirnya selesai juga.terimakasih mba imaa...untuk pertama kalinya sepanjang drama saya nyimpen komen terus saking tertariknya dengan drama ini...hahaha....biasanya saya silent rider.
    Semoga memang akan ada ya signal 2.dan ceritanya melanjutkan teka teki yang masih blm terkuak di part ini.#ngarep pake banget..^_^
    Drama apalagi nih mba ima yang recomended.setelah ending signal sepertinya saya akan jobles.:D

    ReplyDelete
  8. pertama makasih mba ima udh selesein sinop drama signal nya ^^ walaupun banyak pertanyaan dgn ending signal tp mnrutku detective lee jaehan hidup di masa depan itu udah alhamdulilah bgt.. :D jadi ketiga pemeran utama nya pernah pada mati sekali yaa wlaupun phy baru msuk ugd aja :( cold case jd berasa cuma mmpi tpi yakin psti ini mmng ending yg terbaik buag semuanya ㅠㅠ

    sumffah yaa aku recommend bgtt ini drama. setiap episode nya slalu ketagihan. pas bggt lah tyang di tvn, klo smpe tyang di 3 statiun tv besar psti beda feelnya ><

    once again thkyu for ur recap ima sshi ^^

    ReplyDelete
  9. Yg berhubungan dengan jaehan sepertinya jehan masa depan sendiri nantinya soalnya diakhir kan ada kilasan balik jaehan make itu walkie talkie Dan ngomong sama orange disebrang"bagaimana mungkin selama 20 tahun tidal Ada yg berubah?". Walkie talkie jaehan yg dirumah sakit jugs nyala lgi. Aemoga season 2nya msih berhubungan sama season 1.

    ReplyDelete
  10. Trima kadih mbak sinodipnya.
    Mdh2an dignal 2 cpat dibuat n fitsyangkan.
    N mbak ima lg yb nulis sinosipnya.

    ReplyDelete
  11. Makasih mba imaa udh posting episode terakhir.. berasa bgt bedanya nonton sendiri sama baca sinopsisnya.
    Dramanya daebaakkk pokonya. 10jempol dariku pokonya. Wlopun msh penasaran tp klo denger kabar ada signal season 2,lega. Ditunggu deh...
    Semoga mba imaa tetep update signal terbaru nantinya. saya bakal selalu cek mba.

    ReplyDelete
  12. waah ternyata nggak cuma aku yang mikir park haeyong kadang alay wkwkwk tp kadang aku positif thinking dengan berpikir kalau itu mmang karakter yg dimaksud penulisnya, sama kaya karakter baek in ha di cheese in trap. walaupun ending dramanya nggantung dan jujur bikin kecewa tp itu juga bikin drama tvn bagus dan beda dari yang lain.drama tvn akhir2 ini cerita dan alurnya bikin greget, aku lebih sua drama yng alurnya bagus ketimbang drama yang castnya terkenal2 tp alurnya kurang greget ^^ Tvn fighting!

    ReplyDelete
  13. Tiap haeyong ngomong aku fokus sm hidung nya loh hahaha.. tp keren sih klo diliat2 dr karakter nya di drama ini emang harus berapi api klo ngomong hehehe..
    Selesai download signal, akhirnyaa bisa move on sepenuhnya dr drama reply 1988 dan kim junghwan.. katanya signal 2 mau dibuat akhir taun ini ya, lama bgt ya.. ga bisa liat idung nya letnan park haeyong lol

    ReplyDelete
  14. Ga sabar pgn liat signal 2 !! Penasaran siapa yang bertransmisi sma lee jae han. Daebak bgt lah drama ini!! Cerita nya keren!! Bikin greget lah 😍😍

    ReplyDelete
  15. Meskipun dah nonton, tp baca sinop n pendapay org lain ttp perlu.hhehe. pgn tau org lain ngartikannya gmn. Siapa tau saya slesai nonton slh ngartikan.hhehe
    Endingnya memang kyk msh blm ending gt, atau permulaan buat season 2 ya. Smogaaa bnrn jd, dgn pemain yg sama kyk harapan si penulis drama nya. Tp para pemainnya itu kelasnya aktor film ya kbanyakan, jd mgkn mreka sdh ada project2 film lain, jd bakal sibuk mgkn ya. Smoga deh smoga soon.
    Duh hbs liat lee jae han disini jd polisi yg jujur, eh hbs itu liat film korea, yg kebetulan dsitu ada si lee jae han jg (tp alasan sbnrx mw liat park bo geum sih, wlaupun part nya cm dikit), tp dsitu dia justru jd polisi yg ngga jujurnya, mafia malah.hahaha. namanya jg di film, bs jd mcm2 peran.
    Kykx drama ini ngga seheboh yg lain sih ya, tp dr awal pgn aja liat. Soalnya suka sm genre nya yg misteri, police investigation gini2 lah, ditambah cast nya aktor2 film yg keren bgt. Tp ngga taunya artis2 korea lain smpet posting foto klo lg nonton drama ini, mndukung gt lah. Kece deh dramanya

    ReplyDelete
  16. Menurut pandangan aku sih, kasusnya blm selesai. Smga sja ada signal 2. Berharap bnget bisa nnton smpe happy ending. Pkknya drama ini keren bnget deh. 😍😍

    ReplyDelete
  17. Yeyyy maaf baru selesai nonton, telat banget yaaaa wah intinya aku lega banget kalo emang ada signal 2 karena ending kaya gini cocok banget buat awal drama baru! Hahahahaha hopefully masih nyambung yg 1 dgn semua cast tetappppp. Pingin liat hukuman buat conggressman nya apa ya Tuhan korup jahat banget tuh orang kalo does exist huhuhu

    ReplyDelete
  18. Kalau tim kasus dingin ga ada berarti kasus gyeongi nambu belum terpecahkan dong ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasus oh dae-yang jg belom.lol

      Delete
  19. endingnyaa:"))

    masih gagal paham

    ReplyDelete
  20. Drama nya bagus banget...tapi ternyata ada juga ya yg perhatiin hidungnya PHY hehehe
    Jadi keingat drama nine time travel yg juga balik ke masa lalu
    Semoga ada Signal nya

    ReplyDelete