March 17, 2016

Signal Episode 16 - 1

Tanggal 3 Agustus 2000,


Jae Han tampak murung, menyadari hari ini adalah hari kematiannya sendiri. Tak lama kemudian, kita dibawa kembali melihat beberapa kejadian awal saat Jae Han, Bum Joo dan Kapten Ahn sedang menangani kasus penculikan Kim Yoon Jung.




Saat Jae Han tak sengaja bertubrukan dengan Hae Young tapi tak sempat melihat wajahnya karena Hae Young melarikan diri secepat kilat.


Lalu saat Jae Han memberitahu Bum Joo tentang keanehan penemuan sidik jari Seo Hyung Joon yang cuma jempol. Tapi Bum Joo dengan kesalnya menyuruh Jae Han untuk menyelidikinya sendiri saja, dia bahkan menyindir Jae Han yang suka mengerjakan segalanya seorang diri lalu mengakhirinya dengan ancaman terselubung. Lalu saat Kapten Ahn menasehati Jae Han untuk berhenti saja tapi Jae Han langsung menyindir balik, menasehati Kapten Ahn untuk berhenti menjilat Bum Joo.


Saat mereka sendirian, Bum Joo memerintahkan Kapten Ahn untuk membuntuti Jae Han karena Jae Han sudah tahu siapa pelaku kasus Injoo yang sebenarnya apalagi Jae Han juga punya bukti syal merah yang sudah dia dianalisa. Hmm... Bum Joo sama sekali tidak memberitahu Kapten Ahn tentang DNA-nya juga ditemukan dalam syal merah itu, dan sepertinya Kapten Ahn juga tidak tahu menahu tentang pembunuhan Sun Woo.

Kapten Ahn awalnya ketakutan tapi Bum Joo mengancamnya dan mengingatkannya akan biaya perawatan putrinya, kalau mereka sampai ketahuan maka Kapten Ahn akan dipecat dan tidak akan punya uang untuk membiayai perawatan putrinya. Bum Joo memerintahkan Kapten Ahn untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan bukti itu.


Di masa kini, Hae Young sekarat tapi dia meminta Soo Hyun untuk melakukan transmisi dan menyelamatkan Jae Han. Dia memberitahu Soo Hyun bahwa transmisi itu selalu terjadi tiap jam 11:23 malam. Dan saat itu jam menunjukkan pukul 11:20 malam.


Di tahun 2000, Jae Han mengambil kertas informasi tentang rumah sakit jiwa Seonil. Dia hendak pergi tapi tepat saat itu, Soo Hyun datang setelah dipindahtugaskan. Soo Hyun ingin membahas percakapan terakhir mereka dulu tapi Jae Han cepat-cepat menyelanya dan berkata kalau dia akan segera menyelesaikan segalanya dan akan bicara dengan Soo Hyun nanti setelah segalanya selesai nanti, dia lalu pergi. Err... ada yang beda, dia tidak bilang ke Soo Hyun untuk menunggunya sampai hari minggu.


Soo Hyun menelepon ambulance tapi yang Hae Young pikirkan hanya menunggu walkie talkienya menyala, dia bertekad untuk menyelamatkan Jae Han.


Jae Han pergi ke rumah sakit jiwa Seonil dan Kapten Ahn membuntutinya dari jarak yang cukup aman. Jae Han menemukan mayat Seo Hyung Joon di sana dan tak lama kemudian walkie talkienya menyala. Dia langsung menyapa Hae Young tapi tidak ada jawaban...


Karena di masa kini, walkie talkienya Hae Young tidak menyala.

Jae Han bingung tapi kemudian dia pikir kalau mungkin yang diujung sana adalah Soo Hyun. Tanpa menunggu jawaban siapa yang menerima transmisinya ini di masa depan, Jae Han pun langsung memberitahu kalau sekarang dia sedang berada di rumah sakit jiwa Seonil dan menemukan mayat Seo Hyung Joon di sini.


Tak lama kemudian akhirnya transmisinya Jae Han terjawab... tapi yang menerimanya adalah Hae Young di tahun 2015, Hae Young yang baru pertama kali menerima transmisi dan belum mengenal Jae Han. Dia baru mau menjawab Hae Young saat tiba-tiba saja kepalanya dihantam dari belakang.


Ambulance akhirnya tiba, tapi keadaan Hae Young makin sekarat dan kesadarannya perlahan mulai menghilang.

Di tahun 2000,


Kapten Ahn membangunkan Jae Han yang sekarang dia sekap di sebuah gudang kosong. Dia menuntut Jae Han untuk menyerahkan syal merah itu padanya dan meminta Jae Han untuk menyerah dengan kasus Injoo itu. Menyadari Kapten Ahn hanya tahu kalau syal merah itu bukti kasus Injoo, Jae Han memberitahunya kalau syal itu bukan cuma menyimpan bukti kasus Injoo tapi juga bukti pembunuhan Sun Woo yang dilakukan oleh Bum Joo.


Kapten Ahn shock dan tidak percaya mendengarnya, selama ini dia mengira kalau Sun Woo bunuh diri. Tak lama kemudian, Bum Joo dan Sung Bum datang. Kapten Ahn langsung bertanya tentang kebenaran kata-kata Jae Han barusan, tapi Bum Joo mengacuhkannya dan menyuruhnya minggir.


Saat Bum Joo mengkonfrontasi Jae Han tentang laporan hasil tes DNA-nya dan bertanya-tanya bagaimana Jae Han mendapatkan syal merah itu, Jae Han diam-diam mengambil pecahan kaca dan menggunakannya untuk memutus tali yang mengikat tangannya sambil memberitahu Bum Joo bahwa tidak semua hal di dunia ini berjalan sesuai keinginannya.

Flashback,


Setelah mengetahui dari Soo Hyun tentang kematiannya sendiri, Jae Han berkata pada dirinya sendiri kalau masa depan bisa diubah. Dengan tekad itu, Jae Han pun langsung berkendara kembali ke Injoo. Dalam perjalanan, Jae Han berpikir kalau syal itu pasti diambil Bum Joo. Tapi mengingat Bum Joo adalah orang yang detil, Jae Han yakin kalau Bum Joo tidak mungkin bertindak sembarangan dengan membuangnya di sembarang tempat, tidak mungkin juga dia membakarnya karena hal itu pasti akan menarik perhatian orang.

Setelah membunuh, Bum Joo pasti melarikan diri dari TKP secepat mungkin. Jadi tidak mungkin dia membuangnya di Injoo, membawanya ke kantor polisi juga terlalu berbahaya. Di mana kira-kira dia membuang syal merah itu? pikir Jae Han. Di tengah jalan, dia melihat sebuah tempat peristirahatan yang terletak di pertengahan Injoo dan Seoul yang bernama Saein.

Nama tempat peristirahatan itu mengingatkan Jae Han saat dia menerobos kantornya Bum Joo dan mendapati Bum Joo saat itu sedang mengobati luka jarinya dan nama apotik yang tertulis di plastiknya adalah farmasi Saein. Jae Han menyadari kalau Bum Joo membuang syal merah itu tempat peristirahatan itu maka tidak akan ada seorangpun yang curiga karena tempat itu adalah tempat orang-orang asing berlalu lalang, tempat yang sempurna dimana sampah tidak akan pernah ditemukan lagi begitu semua tong sampahnya dikosongkan.


Jae Han masuk ke area peristirahatan itu dan langsung mengobrak-abrik tong-tong sampah di sana tapi semua tong sampah itu sudah kosong. Salah satu ahjumma petugas kebersihan memberitahunya kalau truk pengangkut sampah sudah membawa pergi semua sampah. Jae Han langsung pergi tempat pembuangan sampah dan mengobrak-abrik semua kantong-kantong sampah di sana. Saat itu seorang ahjussi memergokinya dan langsung melabraknya.


Saat mereka sedang ribut, Jae Han tiba-tiba melihat seorang nenek pemungut sampah yang memakai syal merah itu.


Begitu mendapatkan syal merah itu, Jae Han langsung membawanya ke pusat forensik. Tapi baru tiba di lobi, dia melihat anak buahnya Bum Joo ada di sana sedang ngobrol akrab dengan salah satu dokter. Jae Han langsung membatalkan niatnya dan cepat-cepat pergi.


Dengan berbekal internet dan kamus Inggris-Korea, Jae Han mencari informasi tentang badan forensik di Amerika lalu mengirimkan syal merah itu ke sana. Tak lama kemudian, Jae Han mendapatkan hasil tes DNA pertamanya melalui email. Dengan berbekal kamus tebalnya, Jae Han bekerja keras menerjemahkan sendiri hasil tes itu kata demi kata.

Hasil tes DNA-nya menunjukkan adanya DNA 2 wanita (Hae Sung dan nenek), DNA Sun Woo, sperma pria (Tae Jin) dan darah pria lain tak dikenal. Dan untuk mengidentifikasi darah pria lain itu, Jae Han diminta untuk mengirimkan sample DNA pembanding.


Maka saat Bum Joo sedang tidak ada di kantornya, Jae Han langsung menerobos masuk dengan alasan mau memberikan minuman untuk Bum Joo. Dia memberikan hadiah minuman itu atas nama orang lain lalu diam-diam mencuri puntung rokoknya Bum Joo.


Tak lama kemudian, email laporan hasil tes keduanya datang, darah pria di syal merah dan DNA dari puntung rokoknya Bum Joo, cocok. Lalu saat laporan tertulisnya tiba, Jae Han pun langsung menelepon pengacara Oh.

Pada hari pembunuhan Sun Woo...


Begitu Sun Woo pingsan, Bum Joo langsung menyayat lengannya dengan cutter. Setelah menyeka sidik jarinya di cutter dengan jaket bajunya sendiri, Bum Joo menggunakan syal merah itu sebagai ganti sarung tangan.

 

Saat dia hendak menempatkan cutter itu di tangannya Sun Woo, Sun Woo tiba-tiba bergerak menampiknya. (Astaga, dia masih hidup dan tidak pingsan sepenuhnya saat itu). Gara-gara itu jarinya Bum Joo tersayat. Setelah meletakkan cutter itu di tempat yang cukup strategis, dia langsung mengembalikan syal merah itu kedalam tas dengan tangannya yang berdarah.

Kembali ke masa kini,


Sambil ketawa geli Bum Joo memberitahu Jae Han kalau pengacara Oh sebenarnya berada di pihak yang sama dengannya. Dia memberi Jae Han kesempatan terakhir untuk menyerah dan mengancam akan membunuh Jae Han kalau Jae Han tidak mau berhenti. Kapten Ahn hanya bisa terdiam shock menyaksikan segalanya.


Tapi Jae Han memilih untuk tidak menyerah "Bagaimanapun kau tetap tidak akan membiarkanku hidup. Lakukan saja apapun yang kau mau"

Kesal, Bum Joo langsung membuang laporan itu ke api lalu menyuruh Sung Bum untuk membunuh Jae Han.


Kapten Ahn berusaha mencegahnya dan membujuk mereka untuk tidak membunuh Jae Han, dia tidak setuju jika mereka membunuh rekan sesama polisi lagipula menurutnya yang perlu mereka lakukan hanya menghancurkan barang bukti itu saja. Tapi Bum Joo mengingatkannya kalau data asli laporan DNA itu ada di Amerika dan Jae Han bisa selalu memintanya kembali setiap saat.


Selagi mereka sibuk berdebat, Jae Han memanfaatkan keadaan untuk cepat-cepat memotong talinya.


Saat Sung Bum mendekat padanya, Jae Han langsung menumbuknya dan melepaskan ikatan talinya. Sung Bum menyerangnya dan berhasil menusuknya. Bum Joo hendak turun tangan tapi Kapten Ahn menghalanginya. Jae Han membanting Sung Bum dan langsung melarikan diri. Sung Bum hendak mengejarnya tapi Kapten Ahn langsung menghalanginya.


Kesal, Bum Joo langsung melabrak Kapten Ahn dan mengingatkannya bahwa kalau Jae Han hidup maka dia bisa dipenjara atas tuduhan penyuapan dan penggelapan. Kalau Kapten Ahn dipenjara maka putrinya pasti akan mati "Pilih! Lee Jae Han atau putrimu? PILIH!"

Dengan berlinang air mata, Kapten Ahn memilih putrinya dan langsung pergi mengejar Jae Han. Begitu Kapten Ahn pergi, Bum Joo memberitahu Sung Bum untuk memastikan Kapten Ahn lah yang menghabisi Jae Han.

Di tahun 2016,


Hae Young masih sadar saat dia dilarikan ke rumah sakit dengan ambulance. Saat dia menoleh ke Soo Hyun, tiba-tiba dia melihat angin aneh menghembus rambutnya Soo Hyun. Dia langsung menyadari masa lalu pasti mulai berubah. Dia juga menyadari ada ingatannya yang berubah. Dia ingat saat dia pertama kali bicara dengan Jae Han, Jae Han memberitahunya kalau dialah yang memberi informasi tentang rumah sakit jiwa Seonil.

"Tapi kali ini... orang yang memberitahunya tentang rumah sakit jiwa Seonil... bukan aku. Karena kita mengubah sesuatu, masa lalu mungkin sudah berubah juga"


Hae Young meminta Soo Hyun untuk mengingat kembali kenangan terakhirnya bertemu Jae Han. Soo Hyun ingat terakhir kalinya dia bicara pada Jae Han adalah tanggal 3 Agustus 2000 sebelum Jae Han pergi untuk menginvestigasi kasus penculikan Kim Yoon Jung. Tapi kali ini Soo Hyun menyadari ada sesuatu yang berubah dalam ingatannya akan hari itu. Setelah Jae Han berkata kalau mereka akan bicara setelah semua ini berakhir, dia mengucapkan janji lain yang tidak diucapkannya di masa lalu sebelumnya, janji bahwa dia pasti akan segera kembali.

"Kau benar. Ingatanku tentangnya berubah. Aku yakin kalau dia hanya memintaku untuk menunggu sampai hari minggu. Tapi sekarang, aku juga ingat dia pernah mengatakan kalau dia akan segera menyelesaikan semuanya dan akan segera kembali"

"Masa lalu... sudah berubah."


Saat dia melarikan diri ke dalam hutan, Jae Han berpikir kalau dia mati maka semua kasus itu akan berubah jadi kasus dingin. Kasus Injoo, kasus pembunuhan Sun Woo dan Soo Hyun. Dia terjatuh tapi begitu dia teringat tangisan Soo Hyun yang menunggunya selama 15 tahun, Jae Han langsung bangkit kembali "Aku pasti akan kembali."


Hae Young dilarikan ke UGD. Saat dokter dan suster berusaha menyelamatkan nyawanya dengan CPR, Hae Young berpikir "Jam 11:23 malam adalah waktu kematianmu, Detektif. Dibandingkan ketakutan akan mati, kau lebih tidak rela untuk membiarkan kasus-kasus itu menjadi kasus dingin, bukan? Apakah keputusasaan itu yang membawamu padaku"

Monitor menunjukkan jantungnya Hae Young semakin melemah. Dokter berusaha menyelamatkannya dengan defibrillator sementara Hae Young terus berpikir, "Detektif, kumohon teruslah hidup dengan tekad kuat itu. Jangan hidup dengan walkie talkie, tapi dengan kehendak hidupmu sendiri."


Jae Han terpelesat dan terjatuh terguling-guling. Dia cepat-cepat menyembunyikan walkie talkienya saat dia melihat kedatangan Kapten Ahn. Kapten Ahn menodongkan pistolnya. Peluru ditembakkan...


Dan di masa depan, jantung Hae Young berhenti berdetak dan pikiran terakhirnya, "Jangan menyerah."


Setelah itu, Soo Hyun tampak duduk di mobilnya di tepi laut. Dia memandang foto batmannya dan fotonya berdua bersama Jae Han yang tersembunyi di balik foto batman. Di tempat lain, sekilas kita melihat tangan seseorang yang tampak sedang tidur tapi perlahan tangannya mulai bergerak refleks.


Peluru ditembakkan... tapi bukan dari pistolnya Kapten Ahn, malah peluru itu mengenai lengannya Kapten Ahn. Sung Bum kaget dan sedetik kemudian, dia menyadari ada pistol yang diarahkan kepadanya. Lalu tiba-tiba serombongan polisi muncul. Ah, ternyata kali ini Jae Han tidak bekerja seorang diri. Dia sudah meminta beberapa rekannya untuk datang membantunya. Kapten Ahn dan Sung Bum pun ditangkap.


Saat mereka membantunya berdiri, Jae Han mengomeli mereka karena datang kelamaan lalu meneriaki mereka untuk menangkap Bum Joo sekarang juga. Sayangnya, saat mereka tiba di gudang kosong, Bum Joo sudah menghilang.


Mereka ingin membawa Jae Han ke rumah sakit. Tapi Jae Han tidak mau karena dia harus pergi ke suatu tempat dulu... rumahnya Soo Hyun. Dia diantarkan ambulance dan ditemani teman-temannya. Soo Hyun langsung cemas setengah mati melihat keadaan Jae Han. Dan Jae Han tiba-tiba menarik Soo Hyun kedalam pelukannya dan memeluknya erat-erat tanpa mempedulikan orang-orang yang sedang menontonnya. Semua orang itu langsung memalingkan wajah mereka dengan canggung.

"Aku... aku memenuhi janjiku," ujar Jae Han dan Soo Hyun membalas pelukannya...


Tapi anehnya, Soo Hyun di masa depan, memandang fotonya bersama Jae Han dengan berlinang air mata.


Di rumahnya, Hae Young membuka mata dan langsung bangkit dengan napas terengah-engah. Dia langsung memeriksa tubuhnya tapi tidak mendapati ada luka apapun. T


Tapi yang paling mengejutkan dan mengherankannya, dia mendapati ada makanan dan pesan dari ibunya. Dalam pesannya, Ibu berkata kalau tadi dia datang setelah dia mendengar kabar kalau Hae Young sakit.


Bukan cuma itu saja, di dinding dia mendapati ada sebuah foto keluarga, dia bersama ayah dan ibunya tampak tersenyum bahagia. Dan beberapa foto keluarga lain saat ayah dan ibunya menghadiri acara kelulusan SMA-nya dan saat dia lulus dari akademi kepolisian. Semua foto-foto itu dipenuhi dengan senyum kebahagiaan.



Selain itu, dia juga menyadari ingatannya akan kasus penculikan Kim Yoon Jung juga berubah. Dia ingat pernah menonton berita tentang penangkapan Suster Yoon di tahun 2000 atas tuduhan penculikan dan pembunuhan Kim Yoon Jung dan pembunuhan Seo Hyung Joon. Dia juga ingat sesuatu yang lain tentang Jae Han.

Flashback,


Suatu hari, Jae Han menemuinya sekeluarga dan memberitahu kedua orang tuanya bahwa Sun Woo bukan pelaku kasus pemerkosaan Injoo. Dan dia terbunuh saat dia tengah berusaha mencari tahu pelaku yang sebenarnya. Ibu dan Hae Young langsung menangis mendengarnya dan Ayah langsung berkaca-kaca penuh rasa bersalah.

"Sun Woo ingin seluruh keluarganya hidup bersama dalam satu atap. Karena itulah, dia jadi terbunuh. Saya minta maaf. Jika saja saya bisa mengungkapkan pembunuhnya dan pelaku pemerkosa Injoo lebih awal... maafkan saya."


Jae Han berusaha menahan emosinya. Tapi saat dia melihat Hae Young kecil menangis, air matanya kembali mengalir. Saat dia hendak pulang, Hae Young kecil mengejarnya dan mengucap terima kasih berkali-kali pada Jae Han. Jae Han tidak sanggup berkata-kata dan hanya menjawabnya dengan senyum sebelum dia berlalu pergi.

Kembali ke masa kini,


"Detektif Lee Jae Han, dia... masih hidup"

Hae Young pun langsung pergi ke toko servis jam milik ayahnya Jae Han. Tapi saat dia menanyakan Jae Han, Ayah berkata kalau Jae Han menghilang sejak 15 tahun yang lalu. Loh?! Kok masih menghilang? Apa yang terjadi?


Hae Young langsung menerobos masuk ke kantornya yang biasanya. Tapi setibanya disana, ruang kerja Tim kasus dingin tidak ada. Ruangan itu penuh dengan tumpukan dokumen, sama persis seperti sebelum tempat itu dijadikan ruang tim kasus dingin. Bahkan semua polisi di sana, tidak ada satupun yang mengenalnya.


Bingung, Hae Young langsung mengecek ID-nya dan mendapati dirinya yang sekarang, ternyata masih bertugas di pos jaganya yang dulu.


Hae Young lalu pergi ke kantor polisi tempat Soo Hyun dan Detektif Kim bertugas. Di sana, dia melihat meja kerjanya Soo Hyun kosong dan hanya mendapati Detektif Kim dan Hun Gi yang sedang ribut mencari dokumen yang hilang. Sama seperti polisi lainnya, Detektif Kim dan Hun Gi juga tidak mengenalnya.

Hae Young pun akhirnya bicara pada mereka dengan formal seolah tidak kenal mereka dan memperkenalkan dirinya saat dia menanyakan dimana Soo Hyun. Tapi Detektif Kim berkata kalau dia tidak tahu kemana Soo Hyun pergi lalu menggerutu panjang lebar karena Soo Hyun menghilang di saat sibuk seperti ini.

Bersambung ke episode 16 - 2

6 comments :

  1. Salam kenal! Mbak Ima, tulisannya keren dan bikin penasaran. Satu bagian lagi....

    ReplyDelete
  2. mbak ima semangat ya...ditunggu part 2 endingnya...makin nggak sabar hehe

    ReplyDelete
  3. Aaah...makin penasaran...
    Smangat mbak ima,,
    Ditunggu kelanjutannya..

    ReplyDelete
  4. Koq g bs di klik mbak part 2 nya?

    ReplyDelete