March 15, 2016

Signal Episode 15 - 2


Di  masa kini, Soo Hyun memaksa salah satu polisi untuk membiarkannya masuk menemui Hae Young di dalam selnya. Karena tidak diperbolehkan lama-lama, Soo Hyun pun langsung to the point bertanya apa Hae Young bisa menyelamatkan Jae Han. Soo Hyun sebenarnya masih belum bisa mempercayai semua ini, baik walkie talkie itu maupun semua hal yang Hae Young ucapkan. "Tapi suara itu... suara itu jelas suaranya Jae Han sunbaenim."

Hae Young pernah bilang kalau dia pernah menyelamatkan orang yang seharusnya mati, jadi apakah Hae Young juga bisa menyelamatkan Jae Han? Hae Young langsung mengingatkan Soo Hyun kalau dia juga pernah berkata bahwa menyelamatkan orang melalui walkie talkie itu sangat berbahaya.

"Jika aku bisa mengubah segalanya. Jika aku bisa menghidupkannya kembali. Bahkan sekalipun hanya ada satu persen kemungkinan, maka aku akan mengambil kesempatan itu walaupun segalanya akan jadi kacau. Jadi katakan padaku, apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan Jae Han?"




"Aku sudah tidak tahu apapun lagi. Yang kuinginkan hanyalah menguak kebenaran. Tapi... tidak ada sedikitpun yang berhasil. Baik Jae Han maupun Kapten Ahn mati. Aku juga tidak bisa menyelamatkan hyung-ku. Dan sekarang, aku malah dituduh melakukan pembunuhan dan dikurung di sini. Aku menyelamatkan semua orang itu melalui walkie talkie. Aku memecahkan semua kasus itu. Tapi aku tidak yakin apakah aku melakukan hal yang benar. Jika aku mengubah masa lalu lagi melalui walkie talkie itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi"

Soo Hyun mengaku kalau masa lalu mungkin mulai berubah sekarang karena dia sudah memberitahu Jae Han untuk tidak pergi ke rumah sakit jiwa Seonil tanggal 3 Agustus 2000.

Tapi Hae Young berkata kalau Jae Han masih akan tetap pergi ke sana walaupun dia tahu karena Jae Han mengira kalau dia akan menemukan sesuatu di sana. Jika kematiannya memang bukan masalah lokasi, maka yang harus mereka lakukan adalah mencari tahu kenapa dan bagaimana dia mati.

Saat itulah Soo Hyun tiba-tiba teringat Kim Sung Bum. Jae Han dikubur di rumah milik Sung Bum, jadi Sung Bum pasti tahu kenapa dan bagaimana Jae Han dan Kapten Ahn terbunuh. Jika mereka bisa menemukan Sung Bum maka mereka akan bisa menjernihkan nama Hae Young dan mencari cara untuk menyelamatkan Jae Han "Aku tidak akan menyerah akan Jae Han sunbaenim dan kau."


Keesokan harinya, para polisi menyita semua barang-barang di meja kerja Hae Young. Tapi saat salah satu polisi mulai mengotak atik tumpukan dokumen yang ada di meja kerja Soo Hyun, Detektif Kim langsung ngamuk-ngamuk dan menyuruhnya membawa surat perintah penggeledahan kalau dia mau menyita barang-barang Soo Hyun juga.


Salah satu detektif bertanya kenapa Soo Hyun pergi ke rumah sakit Injoo malam itu, apa dia benar-benar berkomplot dengan Hae Young. Soo Hyun tidak menjawab, malah Detektif Kim yang marah-marah dan menjelaskan kalau mereka sedang melakukan investigasi ulang terhadap kasus pemerkosaan Injoo.

Saat Si detektif berkata kalau kasus itu bukan kasus dingin, Hun Gi langsung menyindir pedas ketololan Si detektif dan menjelaskan bahwa walaupun sudah ada pelaku yang pernah dipenjara tapi jika dia bukan pelaku yang sebenarnya dan penjahat yang asli masih berkeliaran di luar sana, maka artinya kasus ini adalah kasus dingin.


Siang harinya, Tim kasus dingin rapat di kafe dan mendiskusikan tentang penangkapan Hae Young yang terasa sama persis seperti apa yang terjadi di Injoo tahun 2000 dulu. Tidak ada bukti yang konkret dan semuanya hanya berdasarkan pernyataan saksi dan herannya semua pernyataan saksi itu cocok satu sama lain dengan sangat sempurna, para saksi tiba-tiba muncul saat mereka dibutuhkan seolah ada seseorang yang merencanakan segalanya.

Hun Gi berkata bahwa cara Kapten Ahn dibunuh sama sekali tidak sesuai dengan Hae Young, dia tidak punya kemampuan untuk membunuh seseorang hanya dengan sekali tusuk. Detektif Kim setuju, lagipula kalaupun dia membunuh, kenapa juga dia meninggalkan senjatanya di TKP. Karena itulah tidak mungkin Hae Young seorang pembunuh.


"Aku mencurigai seseorang... Kim Sung Bum"

Hun Gi ingat kalau Sung Bum adalah orang yang dicari Hae Young saat dia tengah menyelidiki Kapten Ahn. Soo Hyun membenarkan, selain itu Hae Young melihat sendiri kalau Sung Bum juga berada di Injoo pada malam kematian Kapten Ahn. Hun Gi menyarankan agar mereka memberitahukan masalah itu pada para detektif saja. Tapi Soo Hyun menolak ide itu, mereka tidak mungkin percaya mengingat mereka yakin sekali kalau Hae Young lah pembunuh Kapten Ahn.

"Bukan cuma itu. Kami juga menemukan kerangka mayat seorang detektif yang terbunuh 15 tahun yang lalu di rumah Kim Sung Bum. Nama detektif itu adalah Lee Jae Han. Pada tahun 1999, dia menginvestigasi kasus Injoo bersama Kapten Ahn."

Tapi sekarang Sung Bum melarikan diri setelah penemuan kerangka mayat itu. Dia seorang penjahat ahli dan bisa melarikan diri dengan mudah. Karena itulah, mereka harus bisa menemukannya sebelum orang lain. Dia lalu memberikan berbagai perintah untuk mereka berdua untuk melacak Sung Bum.


Beberapa saat kemudian, Soo Hyun mengunjungi Hae Young di penjara dan menunjukkan laporan berbagai tempat yang mereka duga tempat persembunyian Sung Bum. Hae Young membacanya tapi daftar semua tempat itu terlalu banyak.


Hae Young pesimis, dia yakin kalau mereka tidak akan mungkin bisa menemukan Sung Bum bahkan sekalipun dia mencoba melakukan profiling. Soo Hyun langsung menggenggam tangan Hae Young dan menyuruh Hae Young untuk fokus, mereka harus menemukan Sung Bum secepat mungkin karena ada orang lain yang juga sedang mencarinya.


Saat Detektif Kim tengah berusaha mencari informasi tempat persembunyian Sung Bum, dia diberitahu oleh beberapa kenalannya Sung Bum bahwa ada orang lain yang juga sedang mencari Sung Bum tapi orang itu bukan polisi.


Soo Hyun yakin kalau orang itu adalah orang suruhannya Bum Joo. Hae Young bingung kenapa Bum Joo malah mengejar Sung Bum, bukankah seharusnya Bum Joo membantu Sung Bum bersembunyi. Soo Hyun yakin kalau Bum Joo pastinya orang yang banyak membantu Sung Bum.

Tapi mereka tidak pernah menyangka kalau mayat Jae Han akan ditemukan. Karena itulah saat ini Bum Joo adalah orang yang paling berbahaya bagi Sung Bum karena Bum Joo pastilah membutuhkan seseorang untuk dijebak. Selain itu Sung Bum adalah saksi yang mengetahui semua korupsi yang dilakukan Bum Joo, karena itulah Bum Joo harus menangkapnya dan menyingkirkannya duluan sebelum polisi lain menangkapnya.


Orang suruhan Bum Joo menelepon dan melapor bahwa dia sudah berusaha mencari ke semua tempat tapi Sung Bum tidak ada jejaknya sedikitpun.


Sung Bum sebenarnya ada di dekatnya bahkan saat ini dia sedang memperhatikan kaki tangan Bum Joo itu dari atas jembatan penyeberangan. Dia lalu mencoba menelepon seseorang dari telepon umum di kota Buchoen tapi setelah beberapa saat tidak ada jawaban, akhirnya dia pergi.


Jika Bum Joo berhasil mendapatkan Sung Bum duluan maka mereka akan kehilangan satu-satunya saksi mata atas kematian Jae Han dan Kapten Ahn, karena itulah mereka harus segera menemukan Sung Bum. Semangat Hae Young akhirnya bangkit lagi dan mulai meneliti daftar tempat-tempat itu. Soo Hyun menduga tempat-tempat yang paling mungkin adalah di daerah Jongno yang merupakan tempat Sung Bum tumbuh atau Bucheon yang merupakan kampung halaman ibunya.


Mendengar daerah Bucheon langsung mengingatkan Soo Hyun akan semua telepon dari nomor asing yang selama ini diabaikannya. Hae Young akhirnya mulai menyadari sesuatu, Sung Bum bersembunyi bukan cuma dari kejaran polisi tapi juga Sung Bum. Dikepung oleh banyak musuh pastilah susah bagi Sung Bum untuk melarikan diri. Dalam situasi seperti itu, satu-satunya cara baginya adalah berpaling ke orang yang menurutnya paling bisa dipercaya.


Dia pasti akan berusaha menghubungi polisi yang tidak akan mungkin bekerja sama dengan Bum Joo, polisi yang ingin berusaha mengungkapkan korupsinya Bum Joo "Seperti misalnya... aku"

Soo Hyun lagi-lagi memaksa polisi untuk memperlihatkan hapenya Hae Young yang disita dan disimpan di ruang barang-barang sitaan. Polisi itu sebenarnya tidak berani tapi Soo Hyun terus memaksa dan beralasan kalau di hape itu ada petunjuk yang bisa membawanya pada pembunuh Kapten Ahn.


Begitu berhasil mendapatkannya, Soo Hyun langsung membawanya ke Hae Young. Karena letak kamera CCTV yang menghadap ke Soo Hyun, Hae Young pun bisa mengambil hape itu dari tasnya Soo Hyun dengan sembunyi-sembunyi.


Hae Young memperlihatkan nomor asing yang selama ini berusaha meneleponnya dan ternyata ada sebuah voicemail dari Sung Bum.


Keesokan harinya, Hae Young dibawa pergi ke pengadilan. Selama dalam perjalanan, dia teringat kembali kejadian semalam saat dia dan Soo Hyun mendengarkan voicemail dari Sung Bum yang berkata kalau dia memiliki sesuatu yang bisa menghancurkan Bum Joo, dia minta bertemu Hae Young di parkiran gedung Sanghwa tanggal 19 januari jam 11 malam, tapi Hae Young harus datang sendirian.


Begitu mendengar pesan itu, Soo Hyun langsung bangkit mau menangkap Sung Bum saat itu juga. Tapi Hae Young cepat-cepat mencegahnya dan mengingatkannya kalau Sung Bum adalah penjahat ahli yang sangat berhati-hati dalam semua tindakannya. Dia pasti akan mengawasi dari kejauhan untuk melihat keadaan terlebih dulu. Kalau Sung Bum tahu dia tidak datang sendirian maka dia pasti tidak akan muncul dan tidak akan menghubunginya lagi. Hae Young berkata bahwa mereka hanya punya satu cara.


Di mobil polisi, Hae Young memperhatikan kedua detektif penjaganya sedang sibuk masing-masing dengan hape-hape mereka. Diam-diam dia mengeluarkan kunci borgol yang tersembunyi di saku bajunya dan menggunakannya untuk membuka borgol tangannya. Pelan-pelan dia melepaskan kedua tangannya dari borgolnya. Begitu kedua tangannya terlepas, Hae Young langsung menarik seat adjuster di jok yang diduduki Detektif sebelah kirinya lalu mendorong Detektif sebelah kanannya, membuka pintu mobil, melompat keluar ke jalan raya dan berusaha melarikan diri secepat mungkin.

 

Sementara dia dikejar-kejar para detektif, kita melihat bagaimana dia mendapatkan kunci borgol itu. 


Semalam sebelum pergi, Soo Hyun diam-diam menyelundupkan kunci borgol itu kedalam tangannya. Hae Young sebenarnya tidak ingin melibatkan Soo Hyun tapi Soo Hyun sendiri yang memaksa ikut karena dia ingin menangkap Sung Bum, hanya dengan menangkapnya maka mereka akan bisa membebaskan Hae Young dari segala tuduhan.


Hae Young berlari ke hingga dia akhirnya sampai di suatu tempat dimana Soo Hyun sudah menunggunya. Dan dia langsung ngebut begitu Hae Young masuk mobilnya. Para detektif langsung minta bantuan untuk melacak mobilnya Soo Hyun.

Soo Hyun pun sadar kalau mereka tidak bisa memakai mobil ini lama-lama jadi dia berencana agar mereka naik taksi nanti. Hae Young cemas apakah Soo Hyun tidak masalah dikejar para polisi. Soo Hyun tidak peduli, pokoknya dia harus segera menemui Sung Bum untuk mencari tahu kenapa dan bagaimana Jae Han terbunuh dan mencari tahu apa yang harus diubahnya demi menyelamatkan Jae Han.

29 Juli 2000,


Jae Han mendapat kiriman dokumen, dari caranya memperhatikan keadaan tampaknya itu dokumen rahasia. Pengirimnya adalah badan forensik nasional New York, Amerika.


Pada saat yang bersamaan, kita kembali melihat kejadian dari episode pertama dimana Kim Yoon Jung diculik setelah Hae Young meninggalkannya sendirian.


Jae Han menelepon Pengacara Oh dan memberitahunya kalau dia sudah punya bukti pembunuhan yang dilakukan Bum Joo, bukti yang dia miliki adalah hasil laporan tes DNA dari syal merah yang baru saja diterimanya dari badan forensik Amerika. Jae Han berkata kalau dia akan datang ke kantor Pengacara Oh satu jam lagi.


Tapi tepat saat dia hendak keluar, semua orang dihebohkan oleh laporan penculikan Kim Yoon Jung. Gara-gara hal itu, Jae Han akhirnya membatalkan kepergiannya ke kantor Pengacara Oh dan menyimpan berkas laporan itu di dalam lacinya.


Di masa kini, Hae Young akhirnya tiba di tempat yang ditunjuk Sung Bum. Parkiran itu sepi saat dia tiba, tapi tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka. Hae Young langsung lari menuju pintu itu, tapi tiba-tiba Sung Bum muncul dari balik tembok, menikungnya dan bertanya apakah Hae Young benar-benar datang sendirian.

Hae Young tidak menjawab dan balik menuntut Sung Bum untuk memperlihatkan bukti tentang Bum Joo. Sung Bum menyuruh Hae Young untuk berpikir sendiri. Jika statute of limitation kasus penyuapan dan penggelapan sudah expired, maka kejahatan apa yang bebas dari hukum statute of limitation?

"Pembunuhan?" tanya Hae Young "Kasus pembunuhan?"


Tepat saat itu juga, Soo Hyun muncul sambil menodongkan senjata pada Sung Bum dan menyuruhnya untuk angkat tangan. Sung Bum perlahan mulai mengangkat tangannya, tapi kemudian dia langsung melarikan diri. Mereka mengejarnya dan Hae Young berhasil memelintirnya ke tembok dan memborgolnya.

"Aku sudah bilang padamu untuk datang sendirin! Apa kau sudah gila?"

"Jangan khawatir kau bisa mempercayai Detektif Cha"

"Bukan masalah siapa yang bisa dipercaya atau tidak. Kau tidak tahu orang seperti apa Kim Bum Joo itu. Aku yakin pasti ada seseorang yang membuntutimu"


Soo Hyun langsung bertanya tentang Jae Han tapi Sung Bum berkata kalau dia tidak kenal. Soo Hyun tentu saja tidak percaya, dia langsung mencengkeram bajunya Sung Bum dan berteriak menuntut jawaban Sung Bum, kenapa dia membunuh Jae Han. Sung Bum berkata kalau Jae Han mati karena ulahnya sendiri. Jika saja Jae Han diam dan tidak terus melakukan pengintaian maka dia pasti tidak akan mati tanpa alasan.


Di tahun 2000, Bum Joo dan Kapten Ahn tiba untuk membantu penyelidikan penculikan Kim Yoon Jung. Baru beberapa menit mereka datang, Si penculik menelepon dan minta uang tebusan 50 juta Won dan harus dikirim ke sebuah cafe.


Bum Joo pun langsung memerintahkan semua orang termasuk Jae Han untuk pergi ke cafe itu. Jadilah kantor polisi kosong dan hanya ada Bum Joo seorang yang sama sekali tidak menyia-nyiakan waktu untuk menggeledah meja kerjanya Jae Han sampai dia menemukan laporan hasil DNA itu di laci meja kerjanya Jae Han.


Soo Hyun menuntut Sung Bum untuk menjelaskan apa maksudnya Jae Han mati tanpa alasan. Sung Bum berkata kalau Jae Han dulu menyelidiki kasus kematian Sun Woo yang seharusnya dia abaikan saja, tapi dia terus menyelidikinya tanpa henti dan berkata kalau dia akan mengekspos kebenarannya, karena kasus itulah Jae Han terbunuh.

Flashback pada malam pembunuhan Jae Han,


Jae Han disekap oleh Bum Joo yang memperlihatkan laporan DNA yang diambilnya dari mejanya Jae Han dan bertanya siapa lagi selain pengacara Oh yang mengetahui masalah ini. Jae Han kaget mengetahui Bum Joo kenal Pengacara Oh. Bum Joo dengan santainya memberitahu Jae Han kalau Pengacara Oh itu berada di pihak yang sama dengannya.


Bum Joo memberi kesempatan terakhir pada Jae Han untuk menyerah. Tapi Jae Han langsung maju untuk menyerang Bum Joo dan entah bagaimana caranya berhasil melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Sung Bum langsung menyerangnya dan menusuk perut Jae Han dengan pisau. Tapi Jae Han berhasil membantingnya sebelum akhirnya dia melarikan diri ke hutan dengan membawa walkie talkienya.


Dalam pelariannya, dia terjatuh terguling-guling sampai akhirnya dia tidak kuat bangkit kembali. Saat itulah, walkie talkienya menyala dan dia memberitahu Hae Young bahwa ini adalah transmisi terakhirnya tapi dia memberitahu Hae Young untuk tidak pernah menyerah karena masa lalu masih bisa diubah. Tak lama kemudian, dia melihat kedatangan Kapten Ahn lalu cepat-cepat menyembunyikan walkie talkie.


Kapten Ahn tiba dan wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat dia menodongkan senjata apinya ke Jae Han.


Sung Bum menyusul tak lama kemudian dan menyaksikan Kapten Ahn menembak Jae Han. Waktu saat itu menunjukkan jam 11:23 malam. Dengan napas terakhirnya, Jae Han berharap agar Hae Young tidak pernah menyerah.

Kembali ke masa kini,


Sung Bum berkata kalau Jae Han punya kesempatan untuk tetap hidup tapi dia sendiri yang membuang kesempatan itu. Air mata Hae Young langsung mengalir, menyadari semua ini karenanya. Dia mengira semua orang sudah menyerah tapi ternyata Jae Han tidak pernah menyerah "Gara-gara aku... Detektif Lee mati karena aku"

Soo Hyun menoleh dan membentak Hae Young untuk fokus tapi Sung Bum langsung memanfaatkan kesempatan kecil itu untuk melepaskan cengkeraman tangan Soo Hyun dan melarikan diri.


Tapi sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arahnya dan menabraknya. Soo Hyun langsung mengejar mobil itu tapi Hae Young bukannya membantunya malah berusaha menyadarkan Sung Bum.


Soo Hyun berhasil menembak ban mobilnya dan memaksa si pengemudi untuk keluar. Tepat saat itu juga, ada orang lain yang keluar dan melarikan diri lewat pintu sebelah. Soo Hyun kehilangan fokus gara-gara orang kedua itu dan si pengemudi langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menendang pistolnya Soo Hyun dan menyerangnya.


Tapi Soo Hyun berhasil menyerang balik, memukulnya, menyikutnya, memukulnya dengan pintu mobil dan menendangnya.
 

Tapi kemudian si pengemudi itu mengambil pistolnya Soo Hyun dan mengarahkannya pada Soo Hyun. Hae Young melihatnya dan langsung lari untuk melindungi Soo Hyun. Tepat saat si pengemudi melepaskan tembakan pada Soo Hyun, Hae Young maju kedepan Soo Hyun, peluru itu mengenainya dan dia langsung terjatuh.


Soo Hyun shock dan si pengemudi itu langsung melarikan diri. Soo Hyun berusaha untuk membuat Hae Young tetap sadar tapi saat dia hendak memanggil ambulance, Hae Young cepat-cepat mencegahnya dan menyuruh Soo Hyun untuk melakukan transmisi dan menyelamatkan Jae Han.



Soo Hyun berusaha memanggil-manggil namanya tapi kesadaran Hae Young perlahan mulai menghilang.

Komentar:

Hmm... sampai disini cuma bisa berharap saja semoga masa lalu bisa berubah setelah Soo Hyun menyampaikan informasi tanggal dan tempat kematian Jae Han, informasi yang awalnya tidak berani disampaikan Hae Young sendiri. Menurutku komunikasi mereka ini pada hubungan batin yah. Sun Woo terus berjuang untuk menjernihkan namanya hingga akhirnya dia terbunuh. Jae Han merasa sangat bersalah baik pada Sun Woo dan Hae Young karena terlambat menyelamatkan Sun Woo dan dia terus berjuang untuk menyelidiki kematian Sun Woo hingga berakhir pada kematiannya sendiri. Hae Young merasa sangat bersalah menyadari Jae Han mati karenanya.

3 comments :

  1. Satu episode lagi.sehat selalu ya mba ima.supaya recap ep 16 nya segera keluar ..^_^

    ReplyDelete
  2. Aaaaarrrrgggghhhh.......
    Kesel sama Bum Joo !
    Pemeran Bum Joo di 3 Days jg jd tokoh antagonis.

    ReplyDelete