March 15, 2016

Signal Episode 15 - 1


Soo Hyun masih sulit mempercayai semua ini. Sejak kapan Hae Young bisa berkomunikasi dengan Jae Han di masa lalu dan kenapa? Tapi belum sempat berpikir lebih jauh, beberapa polisi tiba-tiba datang. Hae Young cepat-cepat memasukkan walkie talkie itu kembali ke tas Soo Hyun.


Tapi yang mengejutkan mereka berdua, para polisi itu tiba-tiba memborgol Hae Young dan menangkapnya atas tuduhan pembunuhan terhadap Kapten Ahn. Soo Hyun tentu saja langsung protes, apa maksud mereka menangkap Hae Young sebagai pembunuh Kapten Ahn. Detektif berkata kalau mereka sudah punya bukti dan pernyataan saksi. Hah??? kok bisa tiba-tiba ada bukti dan saksi padahal sebelumnya tidak pernah ada?




Hae Young dan Soo Hyun tentu saja bingung dan tidak mempercayainya. Tapi para polisi itu terus menyeretnya pergi. Soo Hyun berusaha mencegah mereka tapi Detektif mengancamnya untuk berhenti atau dia akan dianggap sebagai komplotan Hae Young.


Hae Young berusaha memohon agar mereka memperlihatkan laporan investigasi kematian hyung-nya tapi permintaannya langsung ditolak mentah-mentah dan dia terus didorong ke kantor polisi.


Di tahun 2000, Jae Han berusaha ngebut ke Injoo tanpa mempedulikan lukanya. Sementara Sun Woo di rumahnya, gugup menanti kedatangan Jae Han.


Tak lama kemudian, pintu akhirnya diketuk. Tapi yang datang ternyata Bum Joo (Ternyata dia pembunuhnya!). Dia datang dengan senyum ramah dan berbohong mengatakan kalau dia datang atas permintaan Jae Han yang tidak bisa datang sendiri karena sedang dirawat di rumah sakit.


Dalam flashback, Bum Joo ternyata tahu kalau Sun Woo sedang mencari Jae Han berkat informasi dari Kapten Ahn, Kapten Ahn sendiri mendapat informasi itu dari seorang polisi yang tak sengaja melihat Sun Woo mendatangi kantor polisi mencari Jae Han.


Saat Sun Woo tampak ragu padanya, Bum Joo langsung menunjukkan senyum ramahnya dan meyakinkan Sun Woo kalau dia bisa dipercaya. Sun Woo dengan polosnya mempercayai Bum Joo dan memberitahu kalau dia sudah tahu bahwa pelaku pemerkosaan Hae Sung adalah Jae Tae Jin.


Bum Joo langsung cemas tapi dia tetap menunjukkan senyum palsunya saat dia menanyakan bukti, dan Sun Woo pun langsung mengeluarkan syal merahnya.

"Tapi, bagaimana kita bisa tahu kalau syal ini milik korban?" kata Bum Joo ragu

"Syal ini dirajut sendiri oleh ibu Hae Sung. Semua orang tahu kalau syal ini milik Hae Sung karena dia selalu memakainya di musim dingin"

"Begitu. Aku akan memeriksanya sesegera mungkin" janji Bum Joo tetap dengan senyum palsunya.


Bum Joo memperhatikan Sun Woo dan berkomentar betapa berbedanya Sun Woo dari penampilan luarnya. Dari luar Sun Woo tampak pendiam tapi melihat usaha keras Sun Woo sampai dia berhasil mendapatkan barang bukti dan menyerahkannya pada polisi, menunjukkan kalau Sun Woo ternyata orang yang sangat gigih.

"Apa kau benar-benar ingin menjernihkan namamu?"

"Iya, harus. Saya harus menjernihkan nama saya agar keluarga saya bisa berkumpul kembali. Dengan begitu, ayah dan adik saya akan kembali"

"Jadi Sun Woo, kau tidak akan menyerah apapun yang terjadi, begitu?"

"Iya, saya tidak akan pernah menyerah"


Dalam flashback, Bum Joo menelepon seseorang dan meminta orang itu agar dia meminta Anggota Kongres Jang untuk berhenti melakukan investigasi internalnya. Dan sebagai gantinya, Bum Joo berjanji akan melakukan apapun demi melindungi keponakan Anggota Kongres Jang dan karir Anggota Kongres Jang di pemerintahan.


Bum Joo dengan sengaja menghabiskan minumannya lalu meminta tambah pada Sun Woo. Dan begitu Sun Woo keluar ke dapur, Bum Joo langsung mencampur minumannya Sun Woo dengan obat. Dan saat kembali, Sun Woo meminum minumannya tanpa mencurigai apapun sementara Jae Han masih baru sampai di kota Injoo. (Aish!)


Di tahun 2015, Hae Young terus berusaha meminta agar mereka memperlihatkan laporan investigasi kematian hyung-nya tapi Si detektif langsung memasukkannya ke sel. Hae Young langsung menangis putus asa dan hanya bisa berharap semoga Jae Han bisa menyelamatkan hyung-nya.


Di masa lalu, Hae Young kecil dalam perjalanan ke rumahnya... tepat saat seseorang berjalan melewatinya dengan membawa tas berisi syal merah. Arrrgh! Bum Joo! dia sudah berhasil membunuh Sun Woo dan membawa pergi syalnya.


Hae Young kecil masuk ke rumahnya sambil memanggil ibunya dan hyungnya tapi tidak ada seorangpun yang menjawab. Dan saat dia melirik kedalam kamar hyung-nya, dia mendapati hyungnya tergeletak berlumuran darah di lantai.


Saat Jae Han tiba di rumahnya Hae Young, segalanya sudah terlambat. Rumah itu sudah ramai dikerubungi para tetangga dan polisi.
 

Sun Woo sudah tak bernyawa saat dia tiba di rumah sakit Injoo. Jae Han menangis melihat Ibu dan Hae Young kecil menangisi kematian Sun Woo dan teringat permohonan Hae Young di masa depan yang memohon padanya untuk menyelamatkan hyung-nya.


Di masa depan, Hae Young langsung lemas saat akhirnya dia diperbolehkan melihat laporan kematian hyung-nya tapi mendapati masa lalu tidak berubah.


Dan parahnya lagi, Detektif lalu mengeluarkan senjata yang katanya adalah senjata yang Hae Young gunakan untuk membunuh Kapten Ahn, bahkan katanya di senjata itu ada sidik jari Hae Young.


Bukan cuma itu saja, ada beberapa saksi yang menyatakan  melihat Hae Young membawa senjata itu. Seorang ahjumma petugas kebersihan rumah sakit dan seorang pria mengaku melihat Hae Young membawa senjata yang kemudian dia buang di toilet pria. Hae Young berusaha membela diri tapi Detektif tidak mempercayainya sedikitpun.


Saat Detektif bertanya apa yang Hae Young lakukan di rumah sakit kemarin, Hae Young mengaku kalau dia pergi kesana untuk mencari tahu apa yang diinvestigasi Kapten Ahn sebelum dia mati. Tapi Detektif tetap tidak percaya dan menuduh Hae Young kembali ke rumah sakit Injoo untuk menghancurkan barang bukti. Detektif menuduh Hae Young membunuh Kapten Ahn karena dendam pada Kapten Ahn gara-gara Kapten Ahn-lah yang menangani kasus Injoo yang melibatkan hyung-nya.


Bum Joo mendapat laporan tentang penemuan senjata dan pengakuan saksi. Sementara Hae Young putus asa atas semua tuduhan ini, Bum Joo tersenyum licik sambil berpikir bagaimana dia memalsukan barang bukti dan menyogok para saksi dengan sejumlah uang agar mereka mau bersaksi melawan Hae Young.


Soo Hyun menatap walkie talkie di tangannya itu sambil memikirkan suara Jae Han yang dia dengar melalui walkie talkie itu dan segala keanehan Hae Young selama ini. Saat Hae Young bertanya padanya tentang apa yang akan dilakukannya jika dia bisa berkomunikasi dengan masa lalu, saat beberapa kali dia mendengar Hae Young mengatakan hal-hal aneh sehubungan dengan transmisi, ketertarikan Hae Young yang begitu besar pada Jae Han dan bagaimana selama ini mereka menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan Jae Han.


Di tahun 2000, Bum Joo sedang mengobati luka jarinya saat tiba-tiba saja Jae Han menerobos masuk. Dia yakin kalau Sun Woo tidak bunuh diri. Tidak mungkin Sun Woo bunuh diri, apalagi Sun Woo sendiri yang bilang padanya kalau dia memiliki bukti yang bisa mengungkapkan siapa pelaku kasus Injoo yang sebenarnya.


Setelah dari rumah sakit, dia langsung pergi ke rumah Hae Young. Dia begitu menyesal dan sedih saat melihat genangan darah Sun Woo. Dia berusaha mencari syal merah itu di setiap sudut rumah tapi syal merah itu tidak ada dimana-mana.


"Seseorang membuat kematian Sun Woo tampak seperti bunuh diri lalu membawa pergi barang bukti itu. Seseorang yang tidak seharusnya memiliki barang bukti itu"


Bum Joo berusaha mengelak dan pura-pura tak apa maksudnya. Tapi Jae Han berkata bahwa dia mendengar sesuatu yang aneh di kantor polisi Injoo. Saat dia pergi mencari Detektif yang menangani kasus kematian Sun Woo, dia bertemu Detektif lain yang pernah melihat Sun Woo mencari Jae Han. Dari detektif itulah Jae Han akhirnya mengetahui kalau dia melaporkan masalah itu ke Kapten Ahn. Kalau Kapten tahu, sudah pasti dia akan melaporkannya pada Bum Joo.

Saat Bum Joo masih berusaha mengelak, Jae Han berkata bahwa dia sudah mendengar kabar kalau investigasi internal Bum Joo tiba-tiba sudah dihentikan dan Bum Joo dibebaskan dari segala tuduhan terlepas dari semua bukti dan saksi yang ada. "Seseorang yang punya kekuasaan tinggi pasti membantumu lagi. Kau bahkan membunuh demi menunjukkan kesetiaanmu, jadi kurasa dia pasti mau menerima anjing pemburunya kembali."


Bum Joo berteriak-teriak tak terima dengan tuduhan Jae Han. Jae Han langsung balas berteriak dan bersumpah bahwa dia tidak akan membiarkan Bum Joo lolos dari semua ini, Jae Han bersumpah akan memasukkan Bum Joo kedalam penjara.


"Bagaimana kau melakukan itu pada seorang bocah? Pada seorang anak muda seperti dia! Dia sudah dipenjara. Apa kau tahu kenapa dia begitu ingin menjernihkan namanya? Bukan karena dia benci pada dirinya sendiri. Tapi karena ayah dan adiknya, orang-orang yang dia sayangi terpisah karenanya! Dia ingin membuktikan dia tidak bersalah agar keluarganya bisa bersatu kembali! Dan kau malah berbuat seperti itu pada anak kecil!

Dia percaya kalau dia bisa membenarkan apa yang salah dan bisa bersatu dengan keluarganya kembali! Dia percaya ada orang dewasa yang akan membantunya! Tega sekali kau melakukan itu pada seorang anak kecil! Apa kau orang dewasa?! Apa kau manusia?! Kau berani menyebut dirimu seorang polisi?!" teriak Jae Han saat dia diseret keluar.


Jae Han termenung sedih di rumahnya malam itu. Dia teringat saat Sun Woo minta bertemu untuk menyerahkan satu-satunya barang bukti padanya karena hanya dia yang Sun Woo percayai. Dia teringat permohonan Hae Young untuk menyelamatkan hyung-nya. Air matanya mulai terjatuh saat dia teringat keterlambatannya hingga menyebabkan Sun Woo terbunuh. Penyesalannya sangat mendalam hingga dia langsung memukuli dirinya sendiri.


Tepat saat itu juga, walkie talkienya berbunyi. Jae Han berusaha menahan emosinya sebelum dia bicara, tapi air matanya terus mengalir saat dia menyapa Hae Young dan meminta maaf padanya "Maafkan aku... aku tidak bisa menghentikannya... aku yang salah, seharusnya aku langsung pergi. Jika saja aku segera pergi setelah dia meneleponku waktu itu, aku pasti bisa menyelamatkan hyung-mu. Aku benar-benar bodoh dan terganggu oleh sesuatu yang lain... maafkan aku. Letnan Park, apa kau mendengarku?"


Tapi kali ini bukan Hae Young yang menyapanya "Sunbaenim?... apa ini benar kau?" tanya Soo Hyun.

Jae Han langsung bingung mendengarnya, bagaimana bisa Soo Hyun menerima transmisi ini? Soo Hyun berkaca-kaca saat dia bertanya sekali lagi apakah dia benar-benar Jae Han "Aku menunggumu selama 15 tahun. Tapi... kau kembali dalam keadaan sudah mati. Aku menunggumu selama 15 tahun, tapi kau akan mati!"


Soo Hyun menangis saat dia memohon pada Jae Han untuk mengatakan sesuatu padanya. Selama ini dia menunggu sangat lama karena Jae Han menyuruhnya untuk menunggu, karena Jae Han bilang kalau dia ingin mengatakan sesuatu. Jae Han terkejut mendengarnya dan butuh beberapa saat baginya untuk menenangkan diri sebelum dia bicara lagi dan bertanya apa yang terjadi pada Hae Young.

Soo Hyun teringat ucapan Hae Young bahwa dia tidak tega memberitahu Jae Han tentang kematiannya tanggal 3 Agustus 2000 di rumah sakit jiwa Seonil. Tapi Soo Hyun bertekad untuk mengubah masa lalu mencegah kematian Jae Han, karena itulah dia memberitahu Jae Han untuk tidak pergi ke rumah sakit jiwa Seonil tanggal 3 Agustus 2000. Tapi belum sempat bicara lebih jauh, transmisi mereka terputus.


Belum habis kesedihan Jae Han atas kematian Sun Woo, sekarang dia malah harus menerima informasi pahit tentang tanggal dan tempat kematiannya sendiri. Dia menabahkan dirinya sebelum dia menulis informasi tanggal dan tempat itu di sebuah kertas.


Di rumahnya, Soo Hyun di interogasi adiknya tentang kelanjutan kisah cintanya setelah Soo Hyun menyatakan cintanya pada Jae Han waktu itu. Tapi Soo Hyun menolak menjawab apalagi sampai sekarang dia sama sekali tak tahu kemana perginya Jae Han. Parahnya lagi Jae Han juga belum bisa dihubungi sampai sekarang.


Saat dia masuk kantor tak lama kemudian, dia mendapati suasana kantor tidak seperti biasanya dan ada sebuah kotak hadiah di meja kerjanya. Dia membukanya dan mendapati isinya sebuah jam tangan (jam tangan yang terus dia gunakan sampai 15 tahun kemudian). Yakin hadiah itu dari Jae Han, dia langsung menoleh ke mejanya Jae Han tapi malah mendapati meja kerja Jae Han sudah dikosongkan.


"Apa yang terjadi? Kemana Jae Han sunbaenim?"

"Dia dipindahtugaskan. Dia meminta untuk ditransfer ke kantor polisi Ilsan."


Soo Hyun langsung lari mengejar Jae Han dan melabraknya "Apa Sunbaenim yang meninggalkan jam tangan itu di mejaku? Apa aku pernah meminta ini? Apa aku pernah meminta jam tangan?!"

Jae Han berusaha menahan air matanya sebelum dengan dinginnya memberitahu Soo Hyun untuk membuangnya saja kalau dia tidak menginginkannya. Soo Hyun langsung membanting jam tangan itu diatas mobilnya saat Jae Han hendak masuk mobil dan berlalu pergi dengan marah.


Jae Han mengejarnya dan meletakkan kembali jam tangan itu di tangan Soo Hyun dan menasehati Soo Hyun untuk tidak bertindak gegabah seorang diri walaupun dia melihat seorang penjahat di depan matanya "Kalau ada seseorang yang membawa pisau, segeralah menyingkir. Kau bisa menangkapnya lain waktu. Jangan terluka dan jangan sakit."


Soo Hyun langsung mencengkeram tangannya, berusaha mencegahnya pergi dan bertanya apakah dia melakukan ini karea ucapannya waktu itu. Tapi Jae Han langsung melepaskan cengkeraman tangan Soo Hyun dan menggenggam kedua tangan Soo Hyun selama beberapa saat sebelum dia memberikan nasehat terakhirnya, "Seorang detektif, harus selalu fokus."

Bersambung ke episode 15 - 2

4 comments :

  1. Ini cerita emang luar biasa, udah diniatin belum mau ngikutin DOST kalau ini belum selesai, kak.

    ReplyDelete
  2. Lanjut mbak, seru abis ceritanya
    Mudah2an happy ending

    ReplyDelete
  3. duh nangis deh gegara cerita Signal ni...Semangat ya mbak dilanjut smp selesai. Semoga selalu dalam keadaan sehat. Aku makin suka ceritanya, sama serunya dengan sign n ghost.Duuh kenapa ya ada org spt bum joo yg tega membunuh demi menyelamatkan dirinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penulisnya signal kan sama kaya 3days, sign n ghost kk

      Delete