March 11, 2016

Signal Episode 14 - 2


Sun Woo lalu pergi mencari Dong Jin. Sun Woo sama sekali tidak marah pada Dong Jin dan mengaku kalau selama dipenjara, dia sudah dengar siapa pelaku yang sebenarnya. Sun Woo mengerti ketakutan Dong Jin, karena itulah dia meyakinkan Dong Jin untuk tidak usah melakukan apapun. Dia sendiri yang akan mengurus segalanya.

"Katakan saja padaku, dimana benda itu? Syal merah," tanya Sun Woo. Dong Jin langsung shock tapi Sun Woo terus menuntut keberadaan syal itu.




Jae Han baru saja hendak pamit pada ayahnya, tapi malah mendapati Bum Joo ada disana sedang pura-pura menservis jam tangannya bahkan pura-pura kaget dan tidak tahu kalau dia ayahnya Jae Han. Jae Han tentu saja tidak percaya bualannya dan langsung memaksa Bum Joo keluar.


Begitu mereka cuma berduaan di luar, Jae Han menyuruh Bum Joo untuk langsung berterus terang saja. Bum Joo pun langsung berterus terang mengomentari kelemahan Jae Han, dia anak tunggal dan toko ayahnya sedang mengalami krisis.

Sayangnya, semua itu sama sekali tidak mempan pada Jae Han yang malah langsung balas menyindir Bum Joo yang suka mencari kelemahan orang lain dan mengeksploitasi mereka melalui kelemahan itu.


"Tapi kau pasti sedang tertekan sampai datang jauh-jauh kemari. Kenapa? Apakah Anggota Kongres Jang yang agung itu tidak membantumu dalam investigasi kasus IA?"

"Berhentilah berpura-pura lebih baik daripada orang lain" balas Bum Joo "Kau pikir aku tidak tahu tentang keadilan dan tanggung jawab? Tidak akan ada yang berubah walaupun aku berusaha melindungi semua itu. Dunia akan tetap berjalan seperti ini."

Karena itulah, Bum Joo menyarankan agar sebaiknya Jae Han berhenti bersikap seperti ini dan ambil semua kesempatan yang ada, inilah jalan terbaik baginya dan ayahnya. Sayang, Jae Han tetap tidak terpengaruh. "Saat seseorang mulai terjatuh sedikit demi sedikit ke dalam uang, maka aku akan jadi sepertimu. Anjing pemburu yang gampang dimanfaatkan dan mudah dibuang. Makhluk yang akan dicampakkan saat dia sudah tua dan tidak berguna. Daripada jadi seperti itu, lebih aku sedikit kesusahan... Tidak, aku lebih memilih hidup susah. Hidup seperti itu jauh lebih baik."


Tampaknya dugaan Jae Han tentang Bum Joo yang sedang tertekan benar. Saat Bum Joo berusaha menghubungi Anggota Kongres Jang, sekretarisnya berkata kalau Anggota Kongres Jang sedang sibuk dan tak ada waktu bertemu Bum Joo lalu cepat-cepat menutup telepon sebelum Bum Joo sempat bicara apapun lagi.

Anggota Kongres Jang saat itu sedang menikmati err... daging mentah. Tapi tiba-tiba Bum Joo menerobos masuk, berlutut dan memohon-mohon agar Anggota Kongres Jang membantunya dalam kasus IA, bahkan mengingatkan Anggota Kongres Jang tentang semua jasanya dalam menyelamatkan Anggota Kongres Jang selama ini.
 

Dengan tatapan dingin menakutkan, Anggota Kongres Jang berkata betapa lezatnya daging Jepang itu. Apa Bum Joo tahu kenapa daging itu sangat lezat? Karena peternak sapi selalu memilih keturunan sapi-sapi terbaik dan memberikan berbagai perawatan terbaik untuk sapi-sapi peliharaan mereka.

"Hanya untuk sapi tapi repot sekali. Apa alasan melakukan semua ini hanya demi sapi?... Untuk membuat mereka terasa sangat lezat saat mereka disembelih sebagai makanan."

Sama halnya seperti anjing pemburu. Tapi sekarang si anjing pemburu itu sudah jadi gila dan tidak berguna lagi. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang?

"Haruskah aku membuangnya atau... memukulinya sampai mati?" geram Anggota Kongres Jang. "Mana dari salah satu pilihan itu yang akan kupilih, semuanya tergantung padamu sendiri. Berhentilah bertingkah seperti anjing gila!"

Anggota Kongres Jang ini memang menakutkan. Bum Joo saja sampai gemetaran ketakutan dengan ancamannya.


Jae Han baru tiba di kantor polisi saat tiba-tiba dia ditelepon Sun Woo yang memberitahunya bahwa dia memiliki syal merah yang dikenakan Hae Sung saat terjadinya kejahatan itu. Jae Han pun langsung bersiap untuk pergi ke Injoo.

Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba salah seorang polisi mengumumkan kalau si pencuri beraksi lagi. Semua orang langsung berlarian keluar termasuk Soo Hyun walaupun kakinya masih belum sembuh. Cemas, Jae Han meminta polisi yang lain untuk menjaga Soo Hyun. Satu per satu semua polisi naik mobil van, mereka sudah mau berangkat tapi tiba-tiba Jae Han membuka pintu dan masuk. Semua orang terutama Soo Hyun kaget melihat Jae Han memutuskan untuk membatalkan kepergiannya dan ke Injoo dan ikut rombongan mengejar si pencuri.


Sesampainya di sana, Soo Hyun melihat sosok si pencuri naik ke atap. Dia langsung naik mengejarnya sendirian. Dia mengacungkan pistolnya sesampainya di atap, tapi si pencuri tidak terlihat dimana-mana. Saat dia mengira pencurinya tidak ada disana, tiba-tiba si pencuri melompat dari atas. Soo Hyun berhasil menghindarinya tepat waktu tapi si pencuri langsung menyerangnya dengan pisau dan menendangnya sampai pistolnya terlepas dari tangannya. Soo Hyun berusaha menyerang balik tapi si pencuri lebih kuat darinya dan langsung membantingnya ke meja sampai mejanya pecah.


Si pencuri hendak menusuknya tapi Jae Han datang tepat saat itu dan langsung menyerang dan membanting si pencuri. Polisi lain akhirnya datang tak lama kemudian. Dan saat mereka memisahkan Jae Han dari si pencuri, ternyata entah bagaimana si pencuri berhasil menusuk perut Jae Han. Soo Hyun langsung shock melihat perut Jae Han yang berdarah.


Jae Han langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulance dan Soo Hyun ikut menemaninya sambil berlinang air mata.

"Berhentilah menangis. Aku tidak akan mati."

"Bagaimana kau tahu kalau kau akan mati atau tidak?!"

"Hei, begitu aku keluar dari rumah sakit. Aku akan menggodaimu tentang hari ini selama 30 tahun kedepan."


"Aku menyukaimu," kata Soo Hyun tiba-tiba. Bukan cuma Jae Han yang kaget, petugas medis pun langsung menoleh padanya "Aku... sangat menyukaimu, Sunbae. Kau boleh menyukai wanita lain. Tidak apa-apa walaupun kau tidak bisa melupakan cinta pertamamu. Tapi jangan terluka dan jangan mati!" ratap Soo Hyun dengan tangisan yang makin lama makin berubah jadi raungan membahana sampai Jae Han malu sendiri melihatnya. hahaha! meweknya lucu banget.


Di tahun 2015, Soo Hyun terus berusaha menghubungi Hae Young tapi Hae Young tidak mengangkat teleponnya sama sekali. Tiba-tiba, Detektif Kim dan Hun Gi datang dan mengisyaratkannya untuk ke ruang rapat sekarang juga. Hun Gi melapor bahwa memang ada beberapa bukti dalam kasus ini tapi semua itu sebenarnya tidak ada yang berguna karena itulah kasus ini pun akhirnya hanya menggunakan pernyataan saksi.


Detektif Kim melapor bahwa dari semua pernyataan saksi dan korban, ada satu pernyataan yang dihilangkan. Dia mendapat informasi dari salah satu temannya yang dulu pernah terlibat dalam tim Injoo bahwa dalam kesaksian pertamanya, korban sebenarnya pernah berkata kalau dia mengenakan syal merah saat dia diserang. Benda itu tertinggal di TKP. Tapi anehnya, benda itu tidak pernah diselidiki sama sekali. Intinya syal merah yang merupakan bukti kunci dari kasus itu, benar-benar dihilangkan.

"Kurasa Park Hae Young benar. Ada sesuatu yang aneh dari kasus ini" kata Detektif Kim. Soo Hyun tiba-tiba ingat kalau Kapten Ahn pernah meminta Hae Young untuk pergi ke rumah sakit Injoo.


Hae Young saat itu tengah berada didepan rumah sakit Injoo, tempat yang mungkin menyimpan rahasia besar tentang kematian hyung-nya, rahasia yang ingin Kapten Ahn tunjukkan padanya sebelum dia mati. Dia tidak bisa langsung masuk karena ada beberapa polisi disana. Dia menyembunyikan diri cukup jauh dari mereka dan menunggu sampai semua polisi itu pergi.


Begitu masuk rumah sakit, dia berusaha menelusuri jejak Kapten Ahn malam itu melalui suara-suara background yang dia dengar saat Kapten Ahn meneleponnya. Dia ingat pernah mendengar bunyi sirene ambulance saat Kapten Ahn baru meneleponnya, lalu bunyi stretcher, lalu bunyi lift dan suara radio yang dipakai petugas ambulance. Dari semua itu, Hae Young menyimpulkan Kapten Ahn mungkin menuju ke sekitar UGD.


Dia berjalan ke arah UGD. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia melihat dua orang polisi yang ternyata masih ada disana. Panik, Hae Young langsung cepat-cepat berbelok ke sebuah lorong. Kedua polisi curiga dan langsung berbalik ke arah Hae Young.

Dia berusaha menerka-nerka kemana lagi Kapten Ahn pergi setelah terdengar bunyi lift. Dia teringat pernah mendengar bunyi pintu terbuka sebelum Kapten Ahn menyudahi teleponnya... dan di lorong itu ada pintu menuju tangga darurat. Hae Young masuk ke tangga tepat saat kedua polisi tiba di lorong tapi dia tidak sempat melihat Hae Young.


Setelah memastikan kedua polisi itu sudah lewat, Hae Young membaca papan petunjuk untuk menerka kemana kira-kira Kapten Ahn pergi setelah itu. Di papan petunjuk lantai dasar tertera ada laboratorium darah, Hae Young ingat pernah melihat suster mengambil sample darah Sun Woo.

Lab darah itukah yang dituju Kapten Ahn? Tapi sample darah 15 tahun yang lalu pasti sudah hilang sekarang. Jadi tidak mungkin tempat itu yang dituju Kapten Ahn. Akan tetapi, laporan hasil sample darah itu pasti masih tersimpan. Dimana? Hae Young terus berjalan menelusuri lorong itu, sampai akhirnya dia menemukan ruang dokumen pasien.


Tapi saat dia masuk, petugas berkata kalau dia sudah memberitahu detektif yang datang barusan bahwa beberapa hari yang lalu Kapten Ahn datang kemari dan menanyakan laporan hasil sample darah Sun Woo. Hae Young lalu bertanya hasil sample darah itu.

Petugas memberitahu bahwa dalam darah Sun Woo ditemukan adanya sedatif sebesar 28 milligram per liter. Apakah jumlah sebanyak itu bisa membuat seseorang langsung pingsan atau tidak, tergantung orangnya. Tapi jika diberikan pada orang normal maka kemungkinan besar orang itu akan langsung pingsan.


Hae Young shock. Dia keluar dari lab dalam keadaan linglung tepat saat Soo Hyun akhirnya menemukannya dan langsung mengomelinya karena bertindak terlalu gegabah. Tapi Hae Young masih terlalu shock hingga tidak mendengarkan omelan Soo Hyun.


"Itu... bukan bunuh diri. Hyung-ku tidak bunuh diri."

"Apa maksudmu?"

"Mereka menemukan sedatif dalam darah hyung-ku 15 tahun yang lalu. Seseorang memberi hyung-ku sedatif dan membuatnya seperti bunuh diri. Kapten Ahn bukan ingin mengungkapkan kasus Injoo tapi fakta kalau hyung-ku dibunuh."


Di tahun 2000, Sun Woo berusaha menghubungi Jae Han lagi. Tapi tidak diangkat karena Jae Han saat itu sedang tidur di rumah sakit. Dia menatap syal merah itu dan teringat saat si preman menyerahkan syal merah itu padanya.
 

Dong Jin meminta Si preman menyerahkan syal merah itu ke Sun Woo karena Dong Jin akan pergi ke luar negeri dan tidak akan pernah kembali lagi. Si preman juga menyampaikan pesan permintaan maaf dari Dong Jin.


Di tahun 2015, Hae Young memberitahu Soo Hyun bahwa semua ini gara-gara syal merah itu. Kapten Ahn ingin membuktikan bahwa syal merah itu pernah ada di tangan hyung-nya. Ada seseorang yang menginginkan syal merah yang bisa membuktikan pelaku yang sebenarnya itu. Semua orang menyerah tapi hanya hyung-nya yang tidak menyerah.

"Dia terus berusaha sampai akhir untuk membuktikan dia tidak bersalah. Dan kukira... kukira selama ini hyung-ku bunuh diri. Aku tidak boleh membiarkannya mati lagi. Harus kuhentikan"


Dia hendak pergi, tapi Soo Hyun cepat-cepat menariknya kembali dan menuntut maksud perkataan Hae Young yang waktu itu. "Apakah itu yang kau katakan? Kau bilang mungkin tidak sekarang. Tapi kau bisa menyelamatkan mereka di masa depan. Itukah yang kau katakan?"

Saat Hae Young tidak menjawab, Soo Hyun langsung mengeluarkan walkie talkie dari tasnya dan menuntut kenapa Hae Young bisa memiliki walkie talkie yang dulunya milik Jae Han itu. Hae Young membisu sementara jam baru menunjukkan pukul 11 lewat 5 menit.


Di tahun 2000, Jae Han terbangun dan mendapati Soo Hyun tidur di sampingnya. Dia teringat pernyataan cinta Soo Hyun padanya. Dia berusaha membangunkan Soo Hyun, tapi Soo Hyun tidak bangun-bangun. Saat dia bangkit, dia melihat kaca jam tangan Soo Hyun pecah.


Perutnya tiba-tiba sakit tapi dia susah bergerak gara-gara Soo Hyun menindih lengannya. Tapi walaupun begitu dia tidak membangunkan Soo Hyun. Dia memindahkan kepala Soo Hyun dari lengannya lalu pelan-pelan memindahkan tiang penyangga infusnya melewati Soo Hyun.


Di tahun 2015, Soo Hyun terus menuntut jawaban Hae Young, kenapa dia memiliki benda ini. Hae Young akhirnya menjawab dan mengingatkannya akan pertanyaan yang dulu pernah dia ajukan tentang apa yang akan Soo Hyun lakukan jika dia menerima transmisi dari masa lalu. Waktu itu Soo Hyun menjawab bahwa dia akan meminta seseorang untuk melindungi orang yang paling berharga baginya.

"Aku juga merasa seperti itu. Bahkan sekalipun segalanya akan berubah menjadi kekacauan besar. Aku ingin menyelamatkan hyung-ku"

"Apa sebenarnya maksudmu?"


"Selama kasus penculikan Kim Yoon Jung. Kau tanya bagaimana aku bisa menemukan mayatnya Seo Hyung Joon, bukan? Detektif Lee Jae Han-lah yang memberitahuku dimana harus mencari mayatnya. Dia bilang ada di lubang di belakang gedung rumah sakit jiwa Seonil. Dia bilang mayat Seo Hyung Joon ada disana. Detektif Lee Jae Han memberitahuku dari tahun 2000... melalui walkie talkie ini."

Soo Hyun terbelalak, sama sekali tak percaya mendengarnya. Mustahil, tidak masuk akal. Tapi Hae Young terus bicara dan memberitahu Soo Hyun tentang semua kasus yang pernah mereka tangani "Masa lalu berubah dan masa kini pun berubah. Melalui transimisi ini, orang-orang yang seharusnya mati, hidup kembali. Dan orang-orang yang tidak terkait, mati. Dan hidup seseorang jadi hancur. Jika kau mengubah sesuatu melalui transmisi ini maka akan ada hal lainnya yang berubah sebagai gantinya. Segalanya bisa jadi hancur. Karena itulah, aku tidak sanggup memberitahu Detektif Lee Jae Han tentang kematiannya. Kalau dia akan mati tanggal 3 Agustus di rumah sakit jiwa Seonil."


Soo Hyun shock mendengarnya, bingung apa maksud Hae Young. Hae Young mengaku bahwa tanggal 3 Agustus tahun 2000, Jae Han mengirim transmisi padanya sebelum dia mati. Soo Hyun benar-benar sulit mempercayainya. Tapi tepat saat itu juga, jam menunjukkan pukul 11:23 dan walkie talkie yang dipegangnya menyala.

Sementara itu di masa lalu, Jae Han baru saja kembali dari toilet saat dia mendengar walkie talkienya menyala. Pelan-pelan tanpa membangunkan Soo Hyun, Jae Han mengambil walkie talkie itu dari saku jaketnya lalu pergi ke tangga. Setelah memastikan keadaan aman, dia akhirnya menyapa Hae Young.

Soo Hyun melotot shock mendengar suara Jae Han. Jae Han berkata kalau dia sudah tahu siapa pelaku kasus Injoo yang sebenarnya dan orang itu bukan Park Sun Woo.


Hae Young langsung menyambar walkie talkie itu dari tangan Soo Hyun dan memohon pada Jae Han untuk menyelamatkan hyung-nya "Dia akan mati tanggal 18 Februari 2000. Dia akan dibunuh. Kukira selama ini dia bunuh diri tapi ternyata tidak. Seseorang membunuh hyung-ku dan membuatnya seperti bunuh diri."

"Apa kau yakin tanggal 18 Februari 2000?"

"Iya, tanggal itu"


Jae Han langsung cepat-cepat pergi. Hae Young panik saat tidak mendengar suara Jae Han lagi tapi transmisi terputus saat itu juga. Soo Hyun yang sedari tadi hanya diam, langsung menuntut apa yang sebenarnya Hae Young lakukan? Apa maksud semua ini? "Park Hae Young, jawab aku. Orang barusan, siapa?"


Soo Hyun mulai berteriak menuntut jawaban Hae Young "Siapa orang tadi itu?

"Kau tahu dia siapa," jawab Hae Young

"Tidak mungkin... Jae Han sunbaenim. Dia sudah mati"

"Dia masih hidup. Melalui radio ini"


Tanpa mempedulikan lukanya yang masih sakit, Jae Han mengganti pakaiannya dan berlari keluar dari rumah sakit saat itu juga.

Komentar:

Wow! Episode ini menegangkan banget dan bikin puyeng gara-gara alurnya maju-mundur, masa depan-masa lalu ditampilkan sepotong-sepotong aku sampai pusing. hahaha! Jae Han selalu bikin kagum. Luka masih belum sembuh tapi dia langsung lari keluar dengan gaya gagah banget. Nggak rela orang sekeren dan sejujur dia mati mengenaskan dan dituduh sebagai koruptor.

Semoga dia bisa menyelamatkan Sun Woo dan syal merahnya. Kalau berhasil, dia bisa mengungkapkan segalanya, siapa penjahatnya yang sebenarnya dan membersihkan nama baik Sun Woo. Tapi aku tidak terlalu yakin sih, kalau dia gagal dan sejarah tidak berubah, semoga setidaknya dia masih bisa menyelamatkan syal merah itu.

Tinggal 2 episode terakhir, apakah Jae Han dan Sun Woo akan hidup kembali? apakah masa depan akan berubah? apa konsekuensinya jika masa depan benar-benar berubah? Marilah kita ngegalau bersama-sama menunggu episode selanjutnya. XD

10 comments :

  1. Mari yyuuukkkkkk
    Makasih mbak ima. Top gandhos tenan drama iki

    ReplyDelete
  2. Makasih mba imaa. Kupikir buktinya kalung tersangka, eh ternyata syal merahnya korban. Habis pendengaranku kaya bahasa koreanya kalung.
    Mba imaa fighting.. menjelang weekend ini kita galau bersama... duh penasaran

    ReplyDelete
  3. Makasihhhhh mba imaa recap nya...terus semangat buat merekap 2 episode terakhir...:)

    ReplyDelete
  4. Semangat..semangat.. makasih ya.. sehat selalu :-)

    ReplyDelete
  5. Ima...nyesal duku baca sinop ini pas jam 03.00 wita, hiks! Jadi ga bisa bobok lagi saking penasarannya... Kaya yg mba Dee bilang, bisa2 ntar Jae Han & Sun Woo hidup dimasa depan tp Hae Young yang....aniya aniya, keep positive thinking, kalopun kemungkinan terburuknya itu tp mudah2an endingnya kaya Nine Time Travel...

    ReplyDelete
  6. Ima...nyesal duku baca sinop ini pas jam 03.00 wita, hiks! Jadi ga bisa bobok lagi saking penasarannya... Kaya yg mba Dee bilang, bisa2 ntar Jae Han & Sun Woo hidup dimasa depan tp Hae Young yang....aniya aniya, keep positive thinking, kalopun kemungkinan terburuknya itu tp mudah2an endingnya kaya Nine Time Travel...

    ReplyDelete
  7. Makasih mbak ima simosipnya, lanjuttt mbak
    Tetap sehat dan semangatt

    ReplyDelete
  8. Ditunggu yaa sinopsis episode terakhirnya signal,sebenernya udh liat sh cuman msh gapahaam hha lee jae han hidup lagi ga sh?😑

    ReplyDelete
    Replies
    1. lee jae han hidup lagi episode terakhir kan udh bisa ditonton di dramanew.com atau dramacool.to

      Delete
  9. Uwaa.. udah selesai tayang dramanya.. berhubung lg gg bs nonton, setia nungguin sinopsis dr mba nya aja. Duh dag dig dug serr sm ending nya. Gemes sama yg jahatnya, smoga PHY LJH happy ending

    ReplyDelete