March 9, 2016

Signal Episode 14 - 1


Pada Februari tahun 2000, entah bagaimana caranya Jae Han akhirnya berhasil mengetahui siapa pelaku utama pemerkosa Hae Sung. Anak itu adalah Jang Tae Jin. Putra presdir perusahaan semen Injoo... sekaligus keponakannya Anggota Kongres Jang. Pantesan Anggota Kongres Jang terlibat dalam kasus ini.




Waktu itu, Hae Sung sedang menunggu kedatangan Sun Woo di rumah Dong Jin seperti biasanya. Tapi tak lama kemudian, Dong Jin memintanya untuk pulang karena Sun Woo tidak akan datang dan kebetulan dia sedang ada tamu, yaitu Tae Jin.

Saat dia hendak keluar, Tae Jin langsung menghinanya. Hae Sung tidak peduli dengan hinaan Tae Jin padanya. Tapi saat Tae Jin mulai menghina Sun Woo juga, Hae Sung tidak terima dan langsung balas menyindir Tae Jin yang hanya bisa jadi nomor satu di sekolah berkat guru-guru les yang disediakan ayahnya yang kaya raya sementara Sun Woo belajar keras seorang diri untuk mencapai prestasinya.


Apa yang terjadi kemudian adalah kejadian yang sangat mengerikan dan memuakkan, Dong Jin gemetaran tak berdaya di luar kamar mendengar jeritan ngeri Hae Sung dari serangan Tae Jin.


Hae Young benar-benar marah begitu mendengar Jang Tae Jin-lah pelaku utama kasus ini. Bagaimana bisa Hae Sung setega itu mengkhianati hyung-nya. Soo Hyun berusaha menenangkannya, tapi Hae Young sama sekali tidak bisa ditenangkan. Orang yang benar-benar bersalah masih hidup tenang seolah tak pernah melakukan dosa apapun. Sementara Hyung-nya yang tidak bersalah malah mati di usia yang masih muda.


Hae Sung malah kaget mendengarnya, dia sama sekali tidak tahu kalau Sun Woo sudah meninggal dunia. Dia tidak percaya saat Hae Young berkata kalau Sun Woo bunuh diri. Itu mustahil, tidak mungkin Sun Woo bunuh diri.


Dulu, setelah Sun Woo dipenjara, Hae Sung mengunjunginya. Sun Woo sama sekali tak marah dengan pengkhianatannya. Sun Woo tersenyum saat dia meyakinkan Hae Sung bahwa dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya bahwa Hae Sung tidak bersalah.

Karena itulah dia meminta Hae Sung untuk melupakan segalanya dan mulai dari awal. Sun Woo juga berjanji kalau dia sendiri juga akan mulai dari awal lagi, dan berjanji tidak akan pernah menyerah dengan hidupnya. Hae Sung menangis mendengarnya dan meminta maaf berkali-kali.


Karena itulah Hae Sung yakin kalau Sun Woo tidak mungkin bunuh diri. Tidak mungkin orang yang berwajah seceria itu dan menyemangatinya untuk memulai hidup baru, malah membunuh dirinya sendiri. Selama ini dia mampu bertahan dan berusaha melupakan segalanya berkat kata-kata Sun Woo.

"Pasti begitulah kau hidup selama ini. Tapi tidak dengan hyung-ku" ujar Hae Young getir "Begitu dia keluar dari penjara. Dia menyayat pergelangan tangannya sendiri"

Sekarang ini masih belum terlambat untuk menjernihkan nama Sun Woo, karena itulah Hae Young memohon agar Hae Sung membuat pengakuan dan mengungkapkan kejadian dan pelaku yang sebenarnya. Tapi Hae Sung langsung ketakutan dan menolak. Sekarang dia sudah punya suami dan anak. Dia tidak mau kehilangan keluarga yang didapatkannya dengan susah payah.

"Tapi kau tidak bersalah. Kau adalah korban!"

"Apa kau tahu bagian terberat dari semua ini? Aku tidak bersalah tapi orang-orang menuduhku." Hae Sung juga tak kalah getir karena orang-orang  menuduhnya sebagai wanita murahan dan bahkan setelah 15 kemudian pun masih sama. Dia tidak sanggup menjalani hal seperti itu lagi.

"Lalu bagaimana dengan hyung-ku?!"


Tapi Hae Sung langsung meminta maaf dan melarikan diri. Hae Young ingin mengejarnya tapi Soo Hyun mencegahnya dan mengingatkannya kalau kasus pemerkosaan masih memberlakukan statute of limitation jadi kasus ini sudah tertutup. Karena itulah, bahkan sekalipun Hae Sung bersaksi sekarang pun tidak akan ada gunanya.

Tapi Hae Young sama sekali tidak bisa menerima semua ini. Kakaknya dijadikan kambing hitam dan mati mengenaskan di usia muda sementara Tae Jin masih hidup bagai seorang raja di Injoo sampai sekarang "Keadilan macam apa ini?!"

Dia lalu berlari dan naik taksi. Soo Hyun berusaha mengejarnya tapi gagal.

15 Februari 2000,


Jae Han hampir saja ditabrak mobil baru Bum Joo yang memang sengaja ingin menabrak Jae Han gara-gara selama setahun ini, Jae Han ternyata menyelidikinya. Jae Han langsung ceplas ceplos menyindir pedas Bum Joo dan mobil barunya yang mewah dan pengangkatan jabatannya sebagai Kepala penyidik di kepolisian Seoul yang pastinya semua itu didapatkannya berkat menerima uang suap di sana-sini.

Bukan cuma Bum Joo yang dia selidiki tapi juga Jang Tae Jin. Sekarang dia tahu kalau Tae Jin-lah pelaku utama kasus Injoo. Semua orang sekota menutup mulut mereka rapat-rapat dari fakta itu. Jadi satu-satunya orang yang bisa mengungkapkan kebenaran ini hanya Bum Joo. Jae Han bersumpah akan membuat Bum Joo mengakui semua perbuatan kotornya termasuk apa yang dilakukannya dalam kasus Injoo.

"Kita lihat saja siapa yang akan mati duluan," ancam Bum Joo


Saat dia baru masuk kantor, Soo Hyun berkata kalau mereka berdua diperintahkan untuk melakukan pengintaian kasus pencurian. Jae Han heran karena itu kan bukan kasusnya, tapi detektif yang lain memerintahkannya untuk pergi mengintai sekarang juga.

Tanpa Jae Han ketahui, perintah pengintaian ini sebenarnya hanya untuk membuat Jae Han sibuk dan mengalihkan pikirannya. Selama setahun ini, Soo Hyun sangat cemas padanya karena sejak kembali dari Injoo, Jae Han banyak berubah, tidak banyak bicara dan jarang tersenyum juga.


Di dalam mobil, Soo Hyun mengawasi Jae Han yang sedang tidur sambil bertanya-tanya apa yang selama ini Jae Han lakukan sebenarnya. Soo Hyun lalu membenarkan posisi kepalanya Jae Han agar tidurnya lebih nyaman dan saat dia melakukan itu, wajah mereka jadi sangat dekat.


Di masa depan, Soo Hyun berjalan ke rumah Hae Young sambil memikirkan ucapan aneh Hae Young di cafe tadi siang sebelum dia naik taksi. Saat Soo Hyun memberitahu Hae Young bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan sekarang, Hae Young tiba-tiba berkata "Kita masih punya kesempatan. Mungkin tidak sekarang, tapi di masa lalu. Pasti ada cara. Jika mereka bisa menangkap pelaku yang sebenarnya dulu maka hyung-ku dan Detektif Lee Jae Han bisa diselamatkan."


Di dalam rumahnya, Hae Young sangat gelisah menunggu walkie talkienya menyala jam 11:23. Dan tepat jam 11:23, walkie talkienya akhirnya menyala. Tapi di masa lalu, Jae Han masih lelap tidur dan Soo Hyun-lah yang mendengar suara gemerisik radio. Pada saat yang bersamaan di masa depan, Soo Hyun hendak mengetuk pintu rumahnya Hae Young saat tiba-tiba saja dia mendengar suara gemirisik radio.


Secara bersamaan, Soo Hyun di masa lalu menemukan walkie talkie Jae Han dan mendengar suara seorang pria memanggil Jae Han. Sementara Soo Hyun di masa depan mendengar Hae Young memanggil nama Jae Han.


Soo Hyun hendak mengambil walkie talkienya Jae Han tapi tepat saat itu juga, Jae Han terbangun dan melihat si pencuri baru melompat keluar dari tembok rumah korbannya. Jae Han langsung melesat keluar mengejar si pencuri dan Soo Hyun langsung mengikutinya. Dan jadilah walkie talkie Jae Han tertinggal di mobil dan transmisinya Hae Young akhirnya tak terjawab.

Mereka kehilangan jejak si pencuri dan Jae Han langsung mengomeli Soo Hyun karena tidak fokus. Soo Hyun meminta maaf tapi dia tidak fokus tadi karena dia mendengar suara transmisi radio dari walkie talkienya Jae Han. Dengan canggung Jae Han menyangkalnya dan pura-pura tak percaya kalau benda tua itu bisa bersuara.


Stress, Hae Young pun langsung lari keluar rumah dan tak lama setelah itu, Soo Hyun keluar dari persembunyiannya. Dia masuk ke rumah Hae Young yang tak terkunci dan shock saat mendapati walkie talkie Jae Han ada di meja Hae Young.


Hae Young pergi ke Injoo untuk mencari si preman dan melabraknya karena si preman tahu Tae Jin-lah pelaku utama kasus Injoo tapi dia menutup-nutupinya malah menjebak hyung-nya yang tidak bersalah. Si preman tidak mengerti kasus ini sudah lama tapi kenapa mereka heboh sekali. Hae Young heran mendengar ucapannya, apa maksudnya ada orang lain yang datang mencari si preman sebelum dia?


Si preman mengaku kalau dia pernah didatangi Kapten Ahn. Waktu itu Kapten Ahn memintanya untuk bersaksi kalau dialah yang menyerahkan syal merah itu pada Sun Woo. Syal merah itu adalah bukti utama yang bisa membuktikan bahwa Tae Jin-lah pelaku kasus Injoo yang sebenarnya.

Si preman tidak mengerti untuk apa dia bersaksi mengingat kasus ini kan sudah ditutup sekarang. Tapi Kapten Ahn berkata bahwa yang kasus yang ingin dia kuak bukan kasus pemerkosaan Injoo. Si preman tidak tahu kasus lain apa yang dimaksud Kapten Ahn jadi hanya informasi  itu saja yang bisa dia berikan.


Hae Young lalu pergi ke kepolisian Injoo untuk mencari tahu kasus apa yang sedang diselidiki Kapten Ahn. Dan data kasus yang diberikan polisi Injoo padanya adalah data kasus bunuh diri hyung-nya. Itulah data kasus yang diminta Kapten Ahn. Tentu saja Hae Young jadi bingung dan terheran-heran, kenapa Kapten Ahn menyelidiki kasus kematian hyung-nya.

 

Pada saat yang bersamaan, Bum Joo dapat laporan yang sama, bahwa sebelum meninggal Kapten Ahn tengah menyelidiki kasus kematian kakak Hae Young.


Soo Hyun menatap walkie talkie itu dan teringat kembali saat Kapten Ahn bertanya-tanya padanya tentang walkie talkie itu dulu. Walkie talkie itu jelas milik Jae Han karena ada stiker smiley-nya.


Pada saat yang bersamaan di masa lalu, Soo Hyun juga mengambil walkie talkie itu di meja Jae Han. Dia mencoba menyalanya tapi tidak menyala. Aneh, dia yakin sekali kalau malam itu walkie talkie ini berbunyi. Jae Han tiba saat dia sedang mengocok-ngocok walkie talkie itu dan langsung menyambar walkie talkie itu dari tangannya.

Saat Soo Hyun tidak percaya kalau benda itu rusak, Jae Han langsung menunjukkan bagaimana benda itu tidak menyala sama sekali jadi benda itu memang rusak. Tapi kalau memang rusak, kenapa Jae Han membawa benda berat itu kemana-mana? Kenapa benda itu jadi benda keramat yang dia bawa kemana-mana? tanya Soo Hyun heran. Bingung bagaimana harus menjawabnya, Jae Han akhirnya hanya ngomel-ngomel lalu melarikan diri secepatnya.


Soo Hyun lalu pergi menemui seorang detektif di kantor polisi lain untuk menyelidiki sebuah kasus pemerkosaan yang diduga ada hubungannya dengan kasus pencurian yang sedang ditanganinya. Kebetulan, Detektif yang menangani kasus pemerkosaan itu dulunya adalah rekan kerja Jae Han dulu saat mereka sama-sama bertugas di Kepolisian Yongsan.


Kesempatan itupun langsung dimanfaatkan Soo Hyun untuk mentraktir Detektif sembari mencari tahu tentang Jae Han. Dia lalu bertanya kenapa Jae Han membawa-bawa walkie talkie rusak itu kemana-mana? Detektif berkata bahwa ada rumor yang mengatakan kalau walkie talkie itu ada hubungannya dengan cinta pertama Jae Han yang sudah meninggal dunia. Jae Han selalu membawanya sejak cinta pertamanya meninggal. Soo Hyun langsung shock mendengarnya.

Detektif yakin kalau Jae Han juga pasti belum mau nonton di bioskop sampai sekarang. Itu karena sebelum meninggal dunia, cinta pertama Jae Han meninggalkan dua buah tiket bioskop. Soo Hyun akhirnya mengerti kenapa waktu itu Jae Han menolak tiket bioskop pemberiannya.


Sejak mengetahui hal itu, Soo Hyun murung dan melamun sepanjang hari sampai tidak konsen dengan segala hal yang dikerjakannya. Dia tidak sadar kalau dia salah menumpahkan saus makanannya saat mereka semua sedang makan malam bersama. Dan  bahkan tidak sadar waktu dia salah masuk ke toilet pria.


Saat dia sedang mengganti galon air, tak sengaja dia menjatuhkannya sampai mengenai kakinya. Cemas, Jae Han langsung menyuruhnya duduk saja lalu memeriksa keadaan kakinya. Saat Soo Hyun bersikeras kalau dia baik-baik saja, Jae Han langsung mengomelinya dan bertanya-tanya ada apa dengannya belakangan ini.

"Apa kau masih belum bisa melupakannya? Cinta pertamamu yang sudah meninggal dunia?" tanya Soo Hyun

Jae Han langsung terdiam dan menolak menjawabnya. Dia hanya menyuruh Soo Hyun untuk merawat kakinya, lalu membantu Soo Hyun mengganti galon air lalu cepat-cepat pergi meninggalkan Soo Hyun yang menangis seorang diri.


Di tahun 2015, Hae Young pergi menemui detektif yang dulu menangani kasus bunuh diri hyung-nya. Dia menunjukkan copy laporan kasus bunuh diri hyung-nya dan bertanya-tanya apakah ada yang aneh dan mencurigakan dalam penyelidikan kasus itu dulu. Tapi Detektif berkata bahwa tidak ada yang aneh sedikipun, kasus ini sesuai dengan laporan yang dia tulis.

"Jika kau adiknya korban, seharusnya kau yang paling ingat karena kau ada disana waktu kejadian itu" ujar Detektif


Dulu, Sun Woo langsung dilarikan ke rumah sakit setelah Hae Young kecil menemukannya. Dia melihat saat dokter dan suster berusaha menyelamatkan nyawa Sun Woo, mengambil sample darahnya dan lain sebagainya... tapi saat Ibu tiba di rumah sakit tak lama kemudian, Sun Woo sudah tak bernyawa. Ibu langsung terjatuh lemas.


Tidak ditemukan adanya keanehan apapun di TKP maupun di tubuh Sun Woo dan karena itulah Sun Woo dinyatakan bunuh diri. Walaupun begitu, Detektif tetap menawari otopsi pada Ibu, tapi Ibu menolaknya karena dia tidak ingin tubuh putranya tersayat pisau lagi. Tak lama kemudian, Ayah datang dan langsung menyeret Hae Young pergi dari sana.


Di tahun 2015, Hae Young membaca laporan kasus itu sekali lagi dan teringat saat Kapten Ahn menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit Injoo "Apa yang sebenarnya diselidiki Kapten Ahn?" pikirnya.

17 Februari 2000,


Hari itu, Sun Woo dan tahanan lainnya dibebaskan dari penjara. Ibu menjemputnya dan saat mereka kembali ke rumah, dia mendapati barang-barangnya Hae Young dan Ayah sudah tidak ada. Ibu memberinya makan lalu pergi kerja. Sun Woo menanyakan dimana Hae Young tapi Ibu hanya memberitahunya untuk tidak usah mencari Hae Young.


Sun Woo sangat sedih dengan sikap ibunya. Setelah Ibu pergi, dia membuka laci yang didalamnya ada pisau cutter... tapi kemudian dia memutuskan untuk menutupnya lagi.

Bersambung ke episode 14 - 2

12 comments :

  1. Kq rasanya sun woo g bunuh diri ya , , ,
    Tp dibunuh !

    ReplyDelete
  2. Takut 😱....ga berani liat part 2 nya...
    Kalo kasus perkosaan nya mungkin udah expired ya Ima...tapi kalo terbukti ini adalah pembunuhan.... Aaaaarrghh, takut 😱😱

    ReplyDelete
  3. park sun woo ini "rada" mirip lee min ho ya ... apalagi pake topi setelah keluar penjara ...........

    ReplyDelete
  4. Iya nih. Ada kemungkinan hyung nya ngga bunuh diri.. duh smoga masa lalunya jd bs berubah. Tp bakal ada resiko di masa depan jg sih, tp klo yg jahat2 yg mati sebagai gantinya.. gpp sih.hha

    ReplyDelete
  5. duh ngenes banget ya ceritanya...tapi klo masa depan berubah ntar jangan2 malah ada yang terbunuh lagi. Mbak, makasih sinopnya ya. Aq selalu menanti saking penasarannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @elfy & inf : aku malah takut si hae young yang nanti mati. tapi kalo dilogika sih ga mungkin, nanti malah jadi kaya teori telor atau ayam dulu.

      Delete
    2. mbak dee .... bogosipda ....

      tapi kok hae young yang bisa mati .. mbsk dee ???

      kok aku malah berpikir jae han "mungkinkah" ..... akan selamat
      dan sun woo tetap akan meninggal ....

      Delete
    3. Kalo kasus ini bisa terungkap di masa lalu apakah akan ada hae young si profiler
      Mian mian belum nonton episode 15

      Delete
  6. msh baper reply 88..
    Baru Nonton 2 episode signal ini semalem sm baca smpe ep14 jd bisa move on!!
    Omg! Ini drama keren cerita nya ga ketebak..
    Makasih ya mbak buat sinopsis lengkapnya.. nanti malem mulai download signal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..pas banget jadi gantinya reply
      tvn untung terus tuh wkwk semoga memory juga bisa nerusin yah^^
      Akhirnya drama lee je hoon bisa hits juga, nggak kalah sama filmnya
      Coba dulu comeback sama sutradara ini (bukan secret door lol nasi sudah jadi bubur)

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete