March 8, 2016

Signal Episode 13 - 2


Jae Han langsung mengikuti Hae Young kecil masuk ke resto itu lalu duduk di meja sebelah. Ahjumma berusaha mengusirnya tapi Hae Young kecil malah langsung minta dibuatkan omurice. Dia bahkan mengeluarkan beberapa uang receh yang dimilikinya. Jae Han langsung memanggil ahjumma lalu memberinya uang dan meminta ahjumma untuk membuatkan pesanan Hae Young.

Ahjumma heran dan langsung curiga jangan-jangan dia ayahnya anak itu. Tentu saja Jae Han langsung menyangkal dan beralasan kalau dia hanya kasihan pada anak itu, sepertinya dia sangat kelaparan. Ahjumma masih heran tapi akhirnya dia membuatkan omurice pesanan Hae Young.




Begitu omurice tersaji di hadapannya, Hae Young kecil langsung memakannya sangat lahap, sepertinya dia sudah cukup lama kelaparan. Jae Han terus mengawasinya dari meja sebelah. Tapi tiba-tiba dia melihat Hae Young kecil berhenti makan. Hae Young teringat saat-saat terakhirnya bersama Sun Woo dan janji mereka untuk makan omurice bersama. Air matanya menetes teringat saat itu. Tapi dia cepat-cepat menghapusnya dan meneruskan makan.


Restoran itu masih ada sampai sekarang. Saat Hae Young berjalan masuk, Ahjumma langsung menyambutnya dengan suka cita. Sepertinya hubungan mereka cukup dekat, Ahjumma bahkan langsung menawari Hae Young omurice.

Tapi tujuan Hae Young hanya menanyakan kartu nama resto ini. Ahjumma membenarkan kartu nama bisnis itu memang miliknya. Dan saat Hae Young menunjukkan foto Jae Han, bibi pun langsung mengenalinya.


Ah, ternyata Hae Young memang langganan tetap dan begitu pula dengan Jae Han. Dulu, setelah Hae Young menghabiskan omurice tanpa sisa sedikitpun, Jae Han langsung memberikan beberapa lembar uang pada Ahjumma dan meminta Ahjumma untuk membuatkan makanan apa saja yang diminta Hae Young. Dia lalu mengambil kartu nama resto itu sebelum dia pergi. Selama beberapa waktu kemudian, setiap kali Hae Young makan di resto itu, Jae Han selalu duduk di meja terdekat untuk mengawasi Hae Young.

Ahjumma merasa apa yang dilakukan Jae Han itu aneh mengingat dia bukan ayah Hae Young. Jae Han juga selalu memintanya untuk tak mengatakan apapun pada Hae Young. Tapi setelah itu, Jae Han tidak pernah lagi datang kemari.


Keluar dari resto itu, Hae Young berjalan sampai ke gang yang menuju rumahnya dulu. Dia membayangkan Jae Han membuntutinya pulang saat dia masih kecil dulu "Kukira... aku sendirian. Itu adalah bagian tersulit (dalam hidupnya)."


Suatu hari saat Hae Young masih SMA, dia sedang tidur-tiduran di atap saat seorang teman sekelasnya yang cantik mendatanginya, memberinya buku catatan dan mengancam akan membunuhnya kalau Hae Young sampai tidak bisa mencapai nilai rata-rata dan menjatuhkan kelas mereka.

Setelah gadis itu pergi, beberapa anak berandal muncul dan langsung mengolok-olok Hae Young. Awalnya Hae Young mengacuhkan mereka. Tapi saat mereka mengolok-olok hyung-nya, Hae Young langsung marah dan menghajar orang yang mengejek hyung-nya berkali-kali sampai orang itu akhirnya meminta maaf. (Ini adegan yang kita lihat sepotong-sepotong di episode 1, ternyata dia berkelahi karena diprovokasi dan bukannya karena dia seorang pembully).


Malam harinya, Hae Young masuk resto dan pesan omurice seperti biasanya. Ahjumma mengomelinya seperti seorang ibu mengomeli anaknya yang masih belum pulang juga padahal sudah larut malam.


Keesokan harinya setelah dia mengetahui kebenaran tentang hyung-nya yang dijadikan kambing hitam dan berkelahi dengan para preman di tempat bilyar, dia pergi ke rumah teman sekelasnya dan bertanya bagaimana caranya agar dia bisa masuk universitas.


Gadis itu memberitahunya beberapa mata pelajaran khusus yang harus dia pelajari dan berapa standard nilai untuk bisa masuk universitas. Saat Hae Young berkata kalau dia ingin masuk universitas yang bagus tapi biaya kuliahnya murah dan gadis itu langsung mendengus mendengarnya, itu keinginan yang terlalu mustahil. Lagipula tidak mungkin Hae Young bisa masuk universitas yang bagus dengan nilai-nilai akademisnya yang jeblok itu. Universitas Seoul jelas tidak mungkin, Akademi Militer, Akademi Angkatan udara dan Akademi Angkatan laut juga jelas tidak mungkin jadi...

"Bagaimana kalau Akademi Kepolisian?" usul gadis itu "Kau tidak perlu membayar biaya kuliah dan mereka juga menyediakan kamar asrama."


Hae Young menolak keras usul itu... Tapi malam harinya, saat dia makan omurice di restonya Ahjumma, dia mulai memikirkan usul teman kelasnya itu. Dia lalu bertanya apa pendapat Ahjumma jika dia masuk Akademi Kepolisian? Ahjumma langsung melongo mendengarnya. Ahjumma sangat pesimis hal itu akan terjadi, bahkan berani bersumpah kalau Hae Young tidak akan pernah bisa masuk Akademi Kepolisian.

Hae Young merasa kata-kata Ahjumma benar tapi dia mulai resah saat dia teringat perkataan si preman tentang hyung-nya yang dijadikan kambing hitam karena tidak punya uang, kekuasaan dan pelindung.


Hae Young berkaca-kaca penuh haru saat dia menatap kartu nama lusuh itu. Walkie talkienya menyala tak lama kemudian. Saat dia hendak mengatakan sesuatu tentang kasus Injoo, Jae Han tiba-tiba menyelanya dan berkata bahwa dia akan menyelidiki kasus ini sampai akhir "Aku hampir saja melupakan sesuatu yang penting. Aku tidak seharusnya menyerah atau berpaling (dari kasus ini)."


Hae Young pernah bilang padanya bahwa kasus dingin ada karena ada orang-orang yang menyerah akan kasus-kasus itu. Jae Han berjanji bahwa kasus ini tidak akan berakhir jadi kasus dingin. Hae Young sangat terharu mendengarnya tapi dia memberitahu Jae Han bahwa dia hanya ingin Jae Han bahagia dan hidup bersama orang-orang yang dia cintai. Itu jauh lebih penting daripada menyelesaikan kasus ini.


"Aku juga ingin kau bahagia. Walaupun kau miskin, aku ingin kau bersama keluargamu dalam satu atap. Aku berharap kau bisa duduk di meja makan bersama mereka dan menikmati makan bersama dan tidur bersama agar kau tidak merasa kesepian. Aku ingin kau menjalani hidup normal seperti semua orang."


Hae Young cemas dan meminta Jae Han untuk melepaskan kasus ini saja karena kasus ini mungkin saja akan membuat hidupnya dalam bahaya. Tapi Jae Han langsung tersenyum mendengarnya dan berkata tidak masalah, dia adalah seorang detektif kejahatan berat jadi dia tidak takut pada apapun.

Hae Young memberitahu bahwa Jae Han-lah yang pertama kali mengirim transmisi ini. Dan Jae Han sendirilah yang memberitahu bahwa transmisi ini akan terulang kembali dan Jae Han pula yang memintanya untuk meyakinkan dirinya di tahun 1989. Setelah Jae Han mengatakan itu, dia mendengar suara tembakan. Mungkin Jae Han membahayakan dirinya sendiri karena kasus Injoo. Dia hendak meminta sekali lagi agar Jae Han melepas kasus ini. Tapi Jae Han cepat-cepat menghentikannya.

"Aku tidak akan menyerah. Apapun yang terjadi, aku akan terus sampai akhir" janji Jae Han dan transmisi mereka pun berakhir.

Tahun 2015,


Soo Hyun bertanya apakah Hae Young masih tidak mempercayai Kepolisian? Hae Young membenarkannya. Buktinya saat polisi hendak menangkap Kim Sung Bum (setelah kerangka mayat Jae Han ditemukan di rumahnya), Sung Bum malah sudah melarikan diri dan mereka hanya telat beberapa menit saja. Fakta kalau Sung Bum bisa melarikan diri secepat itu, menunjukkan ada seseorang di kepolisian yang membocorkan informasi padanya dan membantunya.

Hae Young menyarankan sebaiknya mereka melaporkan pengakuan Kapten Ahn menjelang ajal ke Unit Investigasi Regional saja. Tapi Soo Hyun menentang usul itu karena sekarang Kim Bum Joo-lah yang menangani Unit Investigasi Regional. Semua kasus ini berawal dari kasus Injoo dan orang yang mengepalai kasus Injoo dulu adalah Kim Bum Joo. Jadi mungkin Bum Joo punya keterlibatan dalam semua kasus ini.

Bum Joo memulai karirnya dari bawah tapi kemudian karirnya melesat dengan sangat cepat. Banyak rumor yang beredar tentang pengangkatan jabatannya, Soo Hyun pernah dengar kalau Bum Joo punya banyak koneksi pada para pengusaha dan politisi. Kalau begitu, yang harus mereka lakukan sekarang adalah menyelidiki Bum Joo, usul Hae Young.

Tapi Soo Hyun cepat-cepat menyuruhnya untuk tenang apalagi semua itu hanya dugaan saja. Bahkan sekalipun dugaan ini benar, tapi sudah ada 2 polisi yang kehilangan nyawa mereka karena kasus ini. Ini menunjukkan bahwa kasus ini menyimpan rahasia besar. Karena itulah, mulai sekarang mereka harus lebih berhati-hati lebih daripada sebelumnya.


Keesokan harinya, Soo Hyun diam-diam memberikan data kasus Injoo pada Detektif Kim dan Hun Gi. Detektif Kim mendesah berat membaca kasus itu. Dengan suara berbisik, Soo Hyun berkata bahwa dia tahu membuka kembali kasus itu adalah ide gila apalagi dia melakukannya di tengah-tengah kehebohan investigasi pembunuhan Kapten Ahn.

Hun Gi cepat-cepat mendorong papan untuk memisahkan pandangan polisi lain dari mereka dan berkata bahwa jika mereka mau menggila maka sebaiknya mereka melakukannya secara diam-diam. Hun Gi mengaku kalau dia sudah menyelidiki kasus Injoo dan mendapati tersangka utamanya adalah Hhung-nya Hae Young. Dia jadi bertanya-tanya apakah Hae Young begitu membenci polisi karena polisi menahan hyung-nya dulu?

Detektif Kim berkata bahwa sikap Hae Young itu wajar, karena biasanya keluarga tersangka selalu yakin kalau keluarga mereka tidak bersalah. Detektif Kim kasihan karena kakak Hae Young bunuh diri di usia semuda itu. Sepertinya Detektif Kim juga menyelidiki kasus ini, komentar Soo Hyun. Awalnya Detektif Kim menyangkal. Tapi saat Soo Hyun dan Hun Gi terus menatapnya, Detektif Kim akhirnya menyerah dan mengakui kalau dia memang membaca berkas-berkas kasus itu tapi kasus itu benar-benar sudah selesai karena semua saksi mengatakan hal yang sama.

"Itu dia, penyataan saksi!" Soo Hyun menekankan bahwa kasus ini selesai hanya berdasarkan penyataan saksi. Semua saksi itu bisa saja berbohong. Dan jika mereka berbohong, berarti pelakunya adalah orang lain.

Detektif Kim tetap pesimis. Bahkan sekalipun mereka menemukan kebenarannya dan pelaku yang sebenarnya pun percuma karena kasus pemerkosaan tidak termasuk dalam hukum baru statute of limitation. Tapi Soo Hyun berkata jika mereka berhasil menguak kasus ini maka mereka akan bisa menemukan siapa pembunuh Kapten Ahn, apalagi Kapten Ahn mati karena dia ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di Injoo.

Detektif Kim mengingatkan Soo Hyun kalau kasus itu sudah ditangani oleh tim detektif yang lain. Soo Hyun mengingatkannya kalau para detektif yang lain mencurigai Hae Young sebagai tersangka utamanya tapi dia tidak percaya kalau Hae Young pelakunya.

Saat Detektif Kim dan Hun Gi juga mengaku kalau mereka tidak percaya Hae Young membunuh Kapten Ahn, Soo Hyun langsung memberikan berbagai perintah pada mereka. Hun Gi diperintahkan untuk menginterogasi tim forensik yang dulu menangani kasus Injoo sementara Detektif Kim diperintahkan untuk mencari keberadaan korban.


Hae Young pernah mengaku kalau dulu dia pernah berusaha mencari keberadaan Hae Sung tapi gagal karena Hae Sung benar-benar sulit dilacak, dia memalsukan alamatnya dan tidak punya kartu kredit ataupun nomor telepon. Soo Hyun berkata bahwa melacak orang memang bukan keahlian seorang profiler, seorang detektif jauh lebih baik dalam melakukan hal ini dan Detektif Kim sangat ahli dalam melacak orang.


Beberapa saat kemudian, Detektif Kim kembali sambil berpura-pura mengeluh keras-keras tentang kredit banknya. Tapi begitu sampai di meja kerjanya, dia berbisik memberitahu Soo Hyun kalau Hae Seung itu benar-benar sulit dilacak... tapi bukan berarti dia tidak punya jejak.

Karena dia berhasil mendapatkan data medis Hae Sung, satu-satunya hal yang tidak akan bisa dipalsu. Data medis itu menunjukkan kalau selama ini Hae Sung sering menemui psikiatri. Wah! Detektif Kim keren. Tapi dari mana dia bisa mendapatkan data medis itu tanpa surat perintah resmi?

"Karena aku Kim Gye Cheol" ujarnya bangga.


Di rumah, Hae Young pura-pura mengibas selimut sambil diam-diam melihat sekitar rumahnya dan mendapati beberapa detektif sedang mengintainya didepan rumah. Hae Young lalu cepat-cepat bersiap-siap lalu keluar rumah diam-diam lalu turun lewat jalan belakang.


Soo Hyun menjemputnya tak lama kemudian dan memberikan data medis Hae Sung. Hae Young menduga kalau Hae Sung mungkin menderita PTSD dan membutuhkan obat anti-insomnia atau obat anti-depresi. Soo Hyun berkata bahwa satu-satunya yang berhasil mereka lacak hanyalah alamat klinik psikiatri yang selalu Hae Sung datangi, karena alamat rumah yang diberikan Hae Sung pada psikiatri adalah alamat palsu. Selain itu Hae Sung juga tidak membuat janji pertemuan jadi mereka tidak tahu kapan dia akan kembali lagi ke klinik.

Hae Young menduga kalau Hae Sung pasti tinggal di sekitar area klinik psikiatri. Karena traumanya, dia pasti akan menghindari jalanan yang penuh kerumunan orang-orang. Dia pasti akan sangat gugup dan ketakutan jika bertemu kerumuman orang, terutama kerumunan pria.

Dan jika sekarang dia hanya mengunjungi psikiatri satu kali dalam setahun dan mampu bertahan selama setahun dengan obat yang seharusnya untuk jangka waktu satu bulan, maka itu artinya PTSD-nya sudah mulai pulih. Jika dia hampir sembuh maka dia pasti sudah memulai hidup baru. Mungkin dia punya pekerjaan baru sekarang, tapi bukan kerja kantoran yang membutuhkan banyak interaksi dengan orang lain dan pastinya bukan pekerjaan yang berhubungan dengan pria. Pekerjaannya pasti lebih banyak berhubungan dengan wanita.


Saat tengah berkeliling, Hae Young melihat seorang wanita yang tampak berjalan murung menuju sebuah toko kosmetik. Diakah Hae Sung?... Hae Young mendekatinya dan memanggilnya Hae Sung, tapi wanita itu berkata kalau dia bukan Hae Sung.


Hae Young akhirnya berkeliling lagi... sampai akhirnya, dia melihat seorang wanita yang langsung minggir dengan gugup saat ada 2 orang pria yang hampir bersinggungan jalan dengannya.


Hae Young memanggilnya Hae Sung dan wanita langsung berhenti mendadak. Hae Young mendekatinya pelan-pelan supaya tidak menakutinya dan Hae Sung langsung mundur ketakutan saat Hae Young menunjukkan lencana polisinya.

Dia tampak makin tegang saat Hae Young berkata bahwa dia datang karena kasus Injoo 1999. Dia hendak melarikan diri dengan masuk ke sebuah toko tapi Hae Young cepat-cepat berteriak menghentikannya "Kau ingat Park Sun Woo, kan? Park Sun Woo dijebak sebagai pelaku. Dia adalah Hyung-ku"


Beberapa saat kemudian, Hae Sung akhirnya mau bicara dengan Hae Young dan Soo Hyun di sebuah cafe. Soo Hyun mengerti semua ini pasti sangat berat bagi Hae Sung karena itulah mereka tidak akan berlama-lama dan langsung to the point bertanya apakah Park Sun Woo benar-benar pelaku utama kasus Injoo.

Hae Sung langsung mendesah berat sebelum akhirnya dia berkata "Sun Woo adalah satu-satunya orang yang memperlakukanku dengan baik."

Flashback,


Suatu malam, Hae Sung remaja duduk sendirian setelah melarikan diri dari rumah. Dia hendak membuka kaleng bir saat Sun Woo muncul dan langsung duduk di sampingnya. Dia sebal saat Sun Woo bertanya-tanya kenapa dia lari dari rumah. Sun Woo menasehatinya untuk pulang karena sendirian di luar sangat berbahaya apalagi dia perempuan. Tapi Hae Sung langsung menunjukkan lebam-lebam di tangannya dan memberitahu Sun Woo kalau ayahnya-lah yang memukulinya saat dia mabuk, jadi kenapa juga dia harus pulang?


Hae Sung hendak membuka kaleng birnya lagi tapi Sun Woo langsung merebutnya dan menjauhkannya. Dia menasehati Hae Sung bahwa jika dia tidak mau kembali ke rumah maka dia harus bisa mandiri dan dia berjanji akan membantu Hae Sung. Untuk bisa mandiri maka Hae Sung harus belajar ilmu pengetahuan, karena itulah Sun Woo menawarkan diri untuk mengelesinya.

Hae Sung mengaku bahwa Sun Woo bukan cuma orang yang memperlakukannya dengan baik, tapi juga orang yang telah menyelamatkan nyawanya.


Setelah postingan itu merebak dan semua anak di sekolahnya mengetahui dialah korban pemerkosaan, semua anak itu langsung menggosipkannya dan memandangnya seolah dia cewek murahan. Hae Sung sangat sedih dan langsung lari ke atap untuk bunuh diri. Tapi tepat saat kakinya hendak melangkah dari tepi gedung, Sun Woo mencengkeram tangannya dan mencegahnya bunuh diri. Sun Woo-lah yang meyakinkannya bahwa semua ini bukan salahnya dan dia sama sekali tidak punya alasan untuk mati.


Sun Woo menyelamatkan nyawanya tapi pada akhirnya dia malah mengkhianati Sun Woo. Dulu saat dia masih dirawat di rumah sakit, ayahnya mengancamnya untuk tutup mulut. Bukan cuma ayahnya, sebelum dia bersaksi melawan Sun Woo, Bum Joo juga mengancamnya untuk membuat pilihan yang tepat untuk hidupnya. Semua ancaman itulah yang pada akhirnya membuatnya memutuskan untuk mengkhianati Sun Woo dengan menuduhnya sebagai pelaku.

Kembali ke masa kini,


"Aku masih terlalu muda saat itu. Aku sangat ketakutan. Mereka bilang segalanya akan berakhir kalau aku mengaku. Aku hanya ingin segalanya berakhir agar bisa secepatnya meninggalkan Injoo karena tempat itu adalah mimpi buruk bagiku. Maafkan aku. Maafkan aku."


Saat Soo Hyun bertanya siapa orang yang menjebak Park Sun Woo, Hae Sung langsung terdiam tegang...


Sementara di masa lalu, Jae Han melihat beberapa tersangka kasus Injoo berjalan melewatinya, diantara mereka ada salah satu anak yang paling menonjol.

Komentar:

Kayaknya dia Si pelaku utama yang memperkosa Hae Sung. Sikapnya bossy banget, mungkin dia anak orang penting. Tapi siapa dia? Seingatku dia tidak ada waktu para tersangka diinterogasi.

Ternyata Jae Han dan Hae Young punya ikatan yang cukup kuat. Jae Han ternyata orang membantu dan menjaga Hae Young secara diam-diam dan pada akhirnya membuat Hae Young menyadari bahwa dia tidak pernah sendirian. Tapi yang paling membuatku kagum pada Jae Han adalah saat dia tidak memutuskan untuk tidak menyerah akan kasus ini walaupun Hae Young sudah memberitahunya kalau dia akan akan mencelakai dirinya sendiri di masa depan gara-gara kasus ini.

3 comments :

  1. Asli sedih daku Ima...
    Air mata sudah numpuk siap utk meluncur bak adegan sedih didrama Korea...sumpah deh...
    Yang bikin sedih tu menurut daku adalah betapa menyesal,ya Hae Sung telah menyebabkan kematian Sun Woo sampe2 dia harus menderita tekanan bathin.. Juga betapa hancurnya hati Hae Young pas tau kakaknya cuma dijebak... Hati daku turut hancur juga...hiks

    ReplyDelete
  2. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

    ReplyDelete
  3. Andaikan semua detektif macam jae han..
    Iya paling itu anak pelaku utama nya, kemungkinan anak org penting, back up nya besar, jgn2 msh ada hubungan sm jaksa atau apalah dia yg wktu itu.
    Smoga endingnya ngga tenang2 aja, mksdx, ada kan yg biasanya penjahatnya ketangkep, tp dgn ekspresi tenang2 aja, antara nerima atau dia punya rencana lain, biasalah pnjahat punya kekuasaan kn kdg gt. Pgn nya bgitu ktahuan n ketangkep dy jd kyk pengacara yg ketangkep waktu itu lo, histeris ngamuk2, jd kliatan aslinya gt.hoho.. atau plg mentok, dibikin end aja life nya yg jahat2 itu..hadeh.. sebel bgt sih.
    Dh mau end deh dramanya.. liat apa lg ya yg bgs slanjutnya

    ReplyDelete