March 8, 2016

Signal Episode 13 - 1


Kerangka mayat Jae Han kemudian dibawa ke pusat forensik. Selama dokter menganalisanya, Soo Hyun mengenang masa lalunya.



Tahun 1999,


Hari itu, Soo Hyun masuk kantor dengan langkah penuh semangat karena hari ini Jae Han dan Tim satuan khusus kembali dari Injoo. Tapi sesampainya didalam kantor, yang dia dapati malah suasana suram. Para sunbae-nya memberitahunya kalau Jung Jae tiba-tiba mengundurkan diri tanpa pamit dan Jae Han juga tidak masuk kantor.


Soo Hyun pun langsung pergi ke toko servis jam tangan milik ayah Jae Han. Saat dia masuk, toko itu sedang kosong. Di dinding dia melihat beberapa foto-foto Jae Han yang dipajang. Lalu di kalender, dia melihat tanggal hari ini dilingkari. Sepertinya hari ini adalah hari spesial.

Saat ayah Jae Han datang, Soo Hyun langsung menyapanya dengan sebutan 'Ayah'. Ayah Jae Han kaget tapi dia kemudian  tersenyum senang dan mengantarkan Soo Hyun ke kamar Jae Han yang tampak sedang frustasi dengan menghabiskan berpuntung-puntung rokok dan menulis surat pengunduran diri.


Soo Hyun heran melihat surat pengunduran diri itu. Jung Jae sudah mengundurkan diri dan sekarang Jae Han juga ingin mengundurkan diri, apa sebenarnya yang terjadi? Tapi Jae Han dengan ketusnya menyuruh Soo Hyun untuk tidak usah ikut campur.

"Apapun yang kau lakukan memang bukan urusanku" balas Soo Hyun "Tapi kurasa ini tidak benar. Masa iya kau mau mengundurkan diri di hari ulang tahun ayahmu?"

Jae Han kaget, tidak ingat sama sekali kalau hari ini adalah hari ultah ayahnya. Soo Hyun mengingatkannya tentang tanggal hari ini yang dilingkari di kalender. Dia yakin itu menunjukkan kalau hari ini hari ultah ayahnya karena ultah Jae Han di bulan april.

"Apa kau sudah membuatkannya sup rumput laut?" tanya Soo Hyun tapi Jae Han hanya diam "Wah, aku sudah menduga. Apa kau bahkan pernah membuatkannya sup rumput laut?"


Jae Han lalu keluar mau membeli sup rumput laut yang paling enak dan paling mahal untuk ayahnya. Tapi Soo Hyun langsung mengikutinya dan memprotesnya karena bersikap setega itu pada ayahnya sendiri "Apa kau akan mengembalikan semua jasanya dalam membesarkanmu selama puluhan tahun ini hanya dengan beberapa lembar uang? Hidangan ulang tahun bukan cuma masalah rasa tapi ketulusan"


Karena itulah Soo Hyun langsung mengajak Jae Han ke pasar untuk membeli beberapa bahan sup rumput laut. Jae Han cemas apakah Soo Hyun benar-benar bisa masak? Soo Hyun bersikeras kalau dia bisa... tapi saat mereka hendak membeli rumput laut, dia bahkan tidak bisa membedakan antara rumput laut dan ganggang laut. hehe! Parahnya lagi saat mereka sudah mulai memasak, Soo Hyun malah menggosongkan dagingnya.


Tak lama kemudian sup rumput laut buatan Soo Hyun pun akhirnya jadi dan kelihatannya sup buatannya itu lumayan oke. Saat Soo Hyun tengah menghidangkan supnya untuk mereka semua, Ayah memuji kecantikan Soo Hyun lalu bertanya-tanya pada Jae Han "Bagaimana kau menemukan wanita secantik ini?"

Soo Hyun langsung mesam-mesem mendengarnya. Tapi Jae Han langsung protes, takutnya Soo Hyun akan salah paham dengan pertanyaan ayahnya.


Jae Han dan Ayah lalu mulai mencicipi sup rumput laut ala Soo Hyun... dan langsung mengernyit sambil kedip-kedip canggung. Hahaha! Pasti rasanya aneh deh tapi mereka tidak enak mengutarakannya. Ayah pun langsung cepat-cepat menyarankan agar sebaiknya mereka minum  soju saja.


Jae Han memberitahu Ayah kalau Soo Hyun tidak bisa minum. Tapi Soo Hyun malah langsung menyangkalnya dan ngotot menyatakan kalau dia suka minum-minum. Tapi saat mereka mulai minum, Soo Hyun tampak cemas dan ragu meminum sojunya. Karena tidak enak pada Ayah, akhirnya dia memutuskan untuk menghabiskannya.


Beberapa saat kemudian, Jae Han mengantarkan Soo Hyun pulang naik taksi. Tapi di tengah jalan, supir taksi malah langsung memaksa mereka keluar bahkan rela walaupun mereka tidak bayar... gara-gara Soo Hyun mabuk, nyanyi-nyanyi sambil jerit-jerit sepanjang perjalanan sampai membuat pak supir kesal.


Jadilah Jae Han terpaksa harus menggendong Soo Hyun. Jae Han ngomel-ngomel kesal saat Soo Hyun tiba-tiba menggumam meminta Jae Han untuk tidak mengundurkan diri dan mengingatkan Jae Han bagaimana dulu Jae Han mencegahnya mengundurkan diri "Sunbae-nim tidak boleh mengundurkan diri, tidak adil!"

"Aku tidak pantas jadi detektif."

"Kalau Sunbae-nim tidak pantas jadi detektif, maka tidak ada seorangpun yang pantas menjadi detektif. Bagiku, kau adalah detektif terbaik. Karena itulah, kau tidak boleh berhenti."

Tahun 2015,


Ayah Jae Han tiba saat mereka masih menunggu hasil tes DNA. Tak lama kemudian, dokter akhirnya muncul dan mengabarkan bahwa hasil tes kecocokan DNA antara kerangka mayat itu dan Jae Han, positif. Tentu saja berita itu pukulan yang sangat berat bagi Soo Hyun dan ayah yang lemas begitu mendengar hasilnya.


Soo Hyun menuntun Ayah masuk ke ruang otopsi untuk melihat kerangka Jae Han. "Putraku, akhirnya... kau pulang. Terima kasih karena kau sudah menemukan putraku. Tidak apa-apa. Setidaknya, sekarang aku bisa mengucap selamat tinggal padanya sebelum aku mati," ujar Ayah mengiba, sebelum akhirnya menangis pilu.

Sementara Hae Young hanya bisa melihat dan teringat bagaimana selama ini Jae Han begitu berapi-api dalam menegakkan keadilan, bagaimana dia tidak pernah mempertanyakan masa depannya karena baik buruknya masa depan tidak akan berpengaruh baginya dan pesan terakhir Jae Han bahwa masa depan masih bisa diubah.


Saat dia tiba di rumah duka, dia mendapati pemakaman Jae Han kosong. Hanya ada Ayah dan Soo Hyun yang datang melayat dengan menggunakan seragam polisinya dan menatap foto mendiang Jae Han dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak apa-apa walaupun tidak ada pelayat maupun bunga," ujarnya pada Soo Hyun. "Dia dijebak sebagai polisi korup lalu kembali 15 tahun kemudian sebagai kerangka. Tapi selama 15 tahun ini, ada orang-orang yang selalu menunggunya tanpa sedikitpun melupakannya. Itu saja sudah cukup bagi Detektif Lee Jae Han."


"Aku baru sadar kemudian, kalau kami bahkan tidak pernah berfoto bersama. Seandainya saja aku tahu saat itu akan jadi saat terakhirnya, aku pasti... setidaknya mengambil satu foto. Itulah yang paling kusesali."


Soo Hyun teringat bagaimana dulu saat tim investigasi membuka paksa laci kerja Jae Han dan menemukan bergepok-gepok uang suap di sana. Ayah langsung menangis saat dia mendengar kabar korupsi yang dilakukan Jae Han. Tapi Soo Hyun tidak sedikitpun mempercayai tuduhan suap itu dan berjanji pada ayah bahwa dia pasti akan mencari dan menemukan Jae Han.

Selama beberapa waktu kemudian, dia berkeliling menanyakan keberadaan Jae Han pada berbagai orang di sekitar jalan tol 13, lokasi ditemukannya mobilnya Jae Han. Tapi tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya. Setelah beberapa waktu kemudian dan dia masih juga belum mendapatkan jejak Jae Han sedikitpun, Soo Hyun mulai berpikir mungkin Jae Han sudah mati.

Jika Jae Han memang masih hidup, tidak mungkin dia akan meninggalkan keluarganya dan koleganya begitu saja. Karena itulah setiap kali ada kabar tentang penemuan kerangka mayat, dia selalu lari ke pusat forensik.


Air matanya mulai menetes dan bibirnya gemetaran saat berkata, "Tapi walaupun begitu, aku selalu berharap... tiap kali pintu kantor terbuka, dia akan berjalan masuk dan memanggil namaku seolah tak pernah terjadi apapun."


Soo Hyun meletakkan bunga krisan putih di meja altarnya Jae Han lalu memberikan penghormatan terakhirnya. Air matanya berjatuhan saat ia teringat ucapan Jae Han yang memintanya menunggu sampai hari akhir pekan, baru setelah itu mereka akan bicara, tapi nyatanya dia harus menunggu selama 15 tahun lamanya "Kau melanggar janjimu duluan, Sunbae-nim. Jadi kau tidak boleh mengatakan apapun walaupun aku marah."


Setelah pemakaman usai, ayah meletakkan foto Jae Han di kamarnya. Ayah menangisi putranya sementara Hae Young mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar hingga dia melihat seragam polisi milik Jae Han tergantung di dinding.


Soo Hyun kembali ke kantor malam itu dan melihat foto Batmannya... Sebuah foto yang ternyata dulunya milik Jae Han. Dulu dia menemukan foto Batman itu saat dia membawa pulang barang-barang Jae Han setelah Jae Han dinyatakan menghilang dan diberhentikan. Saat dia membuka pigura itu, dia menemukan foto lain yang disembunyikan Jae Han... foto mereka berdua saat mereka dipaksa berpose untuk iklan promosi.


Melihat foto itu, Soo Hyun tak tahan lagi. Ia memeluk foto erat-erat dan menangis, meluapkan semua kesedihan dan dukanya.


Sementara itu Hae Young sedang berada di dalam mobil, sedang menatap sebuah kartu nama sebuah resto daging babi yang tampak sudah sangat lusuh. Dia menemukan kartu nama itu di meja kamar Jae Han. Dia mengenali resto yang tertera dalam kartu nama itu dan terheran-heran kenapa Jae Han memiliki kartu nama resto itu.

Tahun 1999,


Saat tengah membeli minuman di mini market, Jae Han membaca sebuah koran yang memberitakan bahwa hari ini pengadilan akan menjatuhkan putusan akhir atas kasus pemerkosaan geng Injoo.


Saat Sun Woo dan para tahanan lainnya keluar dari gedung pengadilan, semua reporter langsung heboh sementara Ayahnya Hae Seung menjerit-jerit marah karena Sun Woo telah menghancurkan hidup anaknya tapi hanya dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Sun Woo hanya bisa terdiam sedih tapi yang paling menghancurkan hatinya adalah saat dia melihat Hae Young kecil menangis dan berteriak-teriak membelanya.


Jae Han tiba saat Sun Woo dan tahanan lainnya dibawa masuk ke mobil tahanan. Saat melihat adik Sun Woo, Jae Han tiba-tiba teringat pada Letnan Park Hae Young yang memohon padanya untuk menguak kebenaran dibalik kasus Injoo. Saat itulah, dia akhirnya mulai menyadari kemungkinan hubungan antara Park Sun Woo dan Park Hae Young.


Dia lalu mencari informasi data diri Sun Woo tapi tidak mendapati nama adiknya. Ternyata hal itu dikarenakan Sun Woo dan Hae Young bukan saudara kandung, mereka hanya saudara satu ibu. Jae Han lalu pergi ke rumah Sun Woo yang sekarang penuh dengan coret-coretan hinaan. Dia mendapati hanya ibu yang ada di rumah, sedang membersihkan pecahan kaca rumah yang pecah dihantam batu oleh orang.


Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah kecil itu dan melihat ada beberapa sertifikat penghargaan terpajang di dinding dan ditengah-tengahnya, tampak ada bekas yang dulunya bekas pigura foto.



Ibu mendesah sedih saat dia bercerita pada Jae Han bahwa Sun Woo adalah anaknya dengan mantan suaminya dulu. Dia bercerai dari suaminya yang sekarang karena dia tidak mau putra bungsunya terkena imbas kasus Hyung-nya. Mereka benar-benar sangat miskin hingga mereka tidak pernah bisa merawat anak-anak mereka dengan baik dan selalu meninggalkan anak-anak mereka untuk bekerja. Tapi walaupun begitu anak-anaknya sangat dekat dan saling bergantung satu sama lain.


Setelah itu, Jae Han pergi ke rumahnya Hae Young dan mendapati Hae Young kecil sedang menunggu ayahnya pulang di gang. Dia bersembunyi tak jauh dari sana dan terus mengawasi Hae Young kecil selama dia menunggu ayahnya pulang.


Setelah beberapa waktu ayahnya masih saja belum pulang, Hae Young kecil akhirnya memutuskan untuk berjalan keluar gang sampai akhirnya dia sampai di jalan raya.


Jae Han terus mengikutinya dan melihatnya masuk ke resto daging babi yang seharusnya tidak boleh dimasuki anak kecil. Baik Jae Han dan Ahjumma pemilik resto tentu saja kaget melihatnya.

Bersambung ke episode 13 - 2

3 comments :

  1. Nangis aku kak pas soo hyun nangisin fotonya jae han di altar, udah nunggu 15 tahun dan yang kembali cuma kerangka hiks syediihhh

    ReplyDelete
  2. Imaaaaaaaa....
    Makasih udah posting eps 13 ya...
    Kaya angka keramat, eps ini dirimu agak lama munculnya...jadi demam nunggunya
    Gumawo..

    ReplyDelete
  3. Bikin nangis bombay episode ini...
    Lanjuuut mbak ima...

    ReplyDelete