March 4, 2016

Signal Episode 12 - 2

Signal Episode 12 - 2


Suatu hari saat sedang bekerja di sebuah mini market, Hae Young remaja tiba-tiba disapa salah seorang pelanggan yang ternyata dulu teman sekampungnya. Dari pria itulah, Hae Young mengetahui masalah yang menimpa Hyung-nya.

Ternyata dulu ada salah satu anak berandal yang satu sekolah dengan Hyung-nya yang bersaksi mengatakan kalau Sun Woo bolos sekolah lalu naik bis bersama Hae Seung. Semua siswa merasa kesaksian itu aneh karena mereka tahu betul kalau Sun Woo adalah murid teladan yang tidak mungkin bolos sekolah. Hae Young tentu saja langsung penasaran, siapa orang yang memberikan kesaksian itu. Pria itu berkata si saksi itu adalah preman yang punya bekas luka bakar di tangannya.




Hae Young tidak buang-buang waktu untuk mencari Si preman yang dimaksud dan mengkonfrontasinya, apa dia benar-benar melihat kakaknya naik bis bersama Hae Seung waktu itu? tanyanya.

Saat Si preman berusaha mengelak, Hae Young langung membantingnya ke tembok dan melabraknya karena berbohong. Karena Hae Young menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kalau hari itu Si preman dan para anteknya sedang membully Hyung-nya di sebuah gang dekat sekolah, jadi kenapa dia berbohong?


Dia langsung menyeret Si preman agar dia mengklarisikasi kebohongannya pada polisi. Tapi Si preman langsung menampik cengkeramannya dan berkata "Aku bicara begitu karena polisi yang menyuruhku."


Tentu saja Hae Young langsung shock mendengarnya. Saat Si preman tidak mau menjelaskannya malah berlalu pergi, Hae Young langsung mengikutinya sampai ke tempat bilyar dan menuntut Si preman untuk menyelesaikan ucapannya "Hyung-ku bukan pelakunya, iya kan? Dia dijadikan kambing hitam, bukan? Jawab!"

Si preman tetap diam. Salah satu temannya Si preman langsung melabrak Hae Young tapi Hae Young langsung mendorongnya dan terus menuntut Si preman bicara.



Kesal, teman-temannya Si preman langsung turun tangan menghajar Hae Young. Hae Young berusaha melawan tapi pada akhirnya dia tetap saja kalah melawan sebanyak itu seorang diri. Dia melihat Si preman hendak pergi dan bahkan sekalipun saat itu dia dalam keadaan babak belur, dia langsung bangkit mencengkeram kaki Si preman dan terus menuntut siapa orang yang menjebak Hyung-nya. Si preman bertanya memangnya apa yang akan Hae Young lakukan kalau dia mengetahuinya?

"Aku tidak akan melepaskannya. Orang-orang yang telah melakukan itu pada Hyung ku, akan kubuat mereka membayarnya"

Si preman langsung tertawa mendengarnya "Kau tahu kenapa Hyung-mu jadi kambing hitam padahal bukan dia pelakunya? Dia tidak punya uang, tidak punya kekuasaan dan tidak punya koneksi yang bisa melindunginya. Jadi sebaiknya kau diam saja dan jalani hidupmu."

Kembali ke masa kini,


"Itulah yang dia katakan padaku. Kalau polisi lah yang menyuruhnya bicara seperti itu. Kasus itu sudah diubah sejak awal. Hyung-ku bukan pelakunya," ujar Hae Young.

Soo Hyun memberitahunya bahwa beberapa sunbaenya pernah ikut Tim satuan khusus dalam menangani kasus itu termasuk Bum Joo dan Jae Han. Hae Young bertanya apakah dia boleh bertemu dengan para detektif itu, tapi Soo Hyun langsung melarangnya. Kenapa? Masalah ini berhubungan dengan kakaknya.

"Karena itulah tidak boleh. Lagipula saat ini kau masih jadi tersangka pembunuhan Kapten Ahn Chi Soo. Jangan melakukan hal yang bisa membuatmu semakin dicurigai. Lagipula kasus ini... kasus ini juga sangat penting bagiku."


Soo Hyun lalu pergi dengan membawa berkas-berkas dokumennya Hae Young dan berjanji akan menghubungi Hae Young kalau dia menemukan sesuatu dan meminta Hae Young untuk tinggal di rumah saja sampai penyelidikan selesai dan pembunuh Kapten Ahn ditangkap.

Tahun 1999,


Jae Han menginterogasi anak-anak anggota senat yang lain. Mereka mengakui kalau mereka memang melakukan itu... tapi menolak disebut melakukan kejahatan karena mereka cuma disuruh lalu menuduh Sun Woo sebagai inisiator yang memaksa mereka untuk melakukan itu, mereka bahkan berkata kalau Sun Woo itu manusia bermuka dua yang pura-pura sok alim.

"Kau pikir kau bisa lolos hanya karena kau disuruh?" omel Jae Han "Atau... ada orang yang menyuruhmu untuk berkata seperti itu?"


Si siswa itu langsung terdiam gugup sejenak sebelum berkata kalau dia hanya mengatakan yang sebenarnya, tapi sambil memalingkan pandangannya. 

Jae Han merasa ada yang aneh dengan kesaksian mereka. Ketujuh anggota senat mengakui kejahatannya dan menunjuk Sun Woo sebagai insiator, tapi kenapa nama mereka tidak pernah ada dalam daftar nama pelaku yang ditulis korban? Si siswa tampak berpikir sebentar sebelum berkata kalau dia tidak tahu.


Jae Han masih memikirkan masalah penudingan Sun Woo ini saat tiba-tiba saja rekan-rekannya datang membawa Sun Woo untuk diinterogasi. Sebelum memulai investigasinya, Jae Han memperhatikan Sun Woo sangat gugup sampai gemetaran hebat. Dia lalu bertanya apakah Sun Woo yang menginisiasi pemerkosaan Hae Seung?

"Bukan, bukan saya"

"Semua anggota senat mengatakan hal yang sama, kalau kau lah orang yang menyuruh mereka melakukannya"

"Sungguh bukan aku."

"Ada banyak penyataan yang mengarah padamu dan tidak ada satupun bukti yang bisa digunakan untuk menyangkal semua pernyataan itu."


Sun Woo mengeluarkan kartu nama Jae Han yang dia pungut setelah dibuang ayah Hae Seung dan mengaku kalau dia pernah melihat Jae Han di luar kamar rawatnya Hae Seung "Kupikir ahjussi akan bisa mengungkapkan kasus ini. Karena itulah aku mengirimkan foto itu pada ahjussi (foto ketujuh anggota Ingan)"

Jae Han jadi semakin bingung sekarang. Lalu siapa "Si orang pertama" yang memulai kejahatan ini? Sun Woo tidak tahu, tapi yang pasti semua orang itu sudah berbohong.


Jae Han lalu pergi ke rumah Dong Jin tapi ayah Dong Jin langsung mencak-mencak melarangnya bertemu anaknya lalu membanting pintu.


Tidak punya pilihan lain, Jae Han akhirnya pergi. Tapi saat dia berpaling, tiba-tiba disana didekat rumah Dong Jin dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya... pohon willow.


Jae Han lalu pergi ke bangunan bekas restoran yang disebut-sebut sebagai Rumah Pohon Willow sekaligus TKP. Tempat itu sangat kotor dan disana, Jae Han menemukan beberapa sampah bekas botol dan kaleng minuman, rokok dan makanan. Tapi yang aneh, sampah-sampah itu terlihat bersih dibanding tumpukan sampah yang lain padahal kalau menurut keterangan pasutri tempat itu sudah cukup lama dipakai sebagai tempat hangout.

Saat itulah, Jae Han tiba-tiba punya pikiran, jangan-jangan saksi pasutri itu dan semua pertanyaan mereka palsu. Jika kesaksian mereka palsu maka TKP-nya bukan di tempat ini, tapi di rumah yang ada pohon willownya.


Jae Han lalu menanyai seorang ahjussi penjual truk makanan yang cukup sering berjualan di dekat tempat itu. Dia lalu bertanya apakah ahjussi pernah melihat anak-anak SMA nongkrong di Rumah Pohon Willow itu? Ahjussi berkata tidak... lalu kemudian ahjussi mengoreksi, bekas restoran itu bukan 'Rumah Pohon Willow' tapi 'Cherry Valley' karena ada pohon ceri di halaman belakang. (Whaaa? Jadi TKP aslinya dimana? Apa mungkin di rumahnya Dong Jin yang dekat pohon willow?)


Jae Han langsung pergi melabrak pasutri petani itu karena berbohong dalam kesaksian mereka. Kenapa ahjussi berbohong? tuntut Jae Han. Apa karena anaknya bekerja di pabrik semen Injoo? Apa ada orang yang mengancamnya dan menjanjikan uang untuknya? Dia marah-marah menuduh mereka serakah hingga membuat anak yang tidak bersalah jadi korban.

Istri ahjussi langsung membela diri dan menuduh semua polisi juga serakah karena merekalah, Detektif dari Seoul-lah yang menyuruh mereka untuk memberikan kesaksian palsu.


Tentu saja Jae Han kaget mendengarnya. Dia langsung kembali ke kantor dan menyeret Jung Jae ke belakang gedung dan melabraknya disana. Dia bertanya apakah Jung Jae tahu kalau pelaku, saksi dan para polisi memalsukan segala sesuatu tentang kasus ini sejak awal? Apa Jung Jae tahu kalau TKP-nya sebenarnya bukan di tempat itu?

Saat Jung Jae berusaha mengelak, Jae Han langsung mencengkeram bajunya dan menuntut apakah Bum Joo yang memalsukan semua hal kasus ini? Apa Bum Joo memberi Jung Jae uang sogokan? Jae Han langsung marah saat Jung Jae terdiam yang jelas-jelas menunjukkan kalau tuduhannya benar.

Jung Jae akhirnya mengaku iya dia memang orang murahan yang menerima uang suap. Gajinya sebagai polisi tidak cukup untuk menghidupi istri dan dua anaknya, bahkan sekarang rumah mereka terancam disita. Karena itulah dia menerima uang suap dari Si kepar*t Bum Joo itu dan mengubah kasus ini agar dia dan keluarganya tidak sampai ditendang ke jalanan. Lagipula walaupun dia tidak mengambil uang suap itu, pasti akan ada orang lain yang mengambilnya.


Jae Han benar-benar marah dan sakit hati melihat teman baiknya sendiri malah tega berbuat hal sekeji itu. Jung Jae meminta maaf tapi dia memohon agar Jae Han menutup mata sekali saja, lagipula bagaimanapun mereka berusaha untuk menguak kasus ini, tetap tidak akan pernah berhasil.


Saat bertemu Bum Joo didalam, Jae Han langsung terang-terangan menyindir pedas aksi penyuapan yang dilakukan Bum Joo lalu bertanya apakah Bum Joo dapat uang suap dari perusahaan semen yang merupakan perusahaan paling berpengaruh di Injoo. Tapi Bum Joo dengan santainya berkata kalau dia mau menunjukkan sesuatu pada Jae Han.


Dia lalu membawa Jae Han masuk ke ruang pengawas dimana mereka bisa melihat Hae Seung sedang diinterogasi oleh Kapten Ahn yang bertanya apakah Sun Woo yang memulai segalanya? Saat Hae Seung terdiam gugup, Kapten Ahn langsung memberitahu Hae Seung kalau semua orang berkata Sun Woo lah pelakunya, dia mengatakannya dengan nada seolah mengisyaratkan Hae Seung untuk ikut-ikutan menuduh Sun Woo juga.


Jae Han langsung menerobos masuk sebelum Hae Seung sempat mengatakan apapun dan meminta Hae Seung untuk memikirkan jawabannya baik-baik karena jawabannya bisa mengancam nyawa seseorang yang mungkin tidak bersalah.

Kapten Ahn berusaha mendorongnya keluar... tapi Hae Seung tiba-tiba menangis dan berkata "Benar. Dia lah pelakunya. Park Sun Woo lah yang melakukannya"


Dari balik kaca 2 arah, Bum Joo mendesah lega dan tersenyum licik.



Dengan dengusan geli, Bum Joo menyatakan kalau semua pelaku pasti akan dihukum tapi karena mereka masih dibawah umur dan ini kejahatan pertama mereka maka hukuman mereka akan ringan sementara Sun Woo akan mendapat hukuman paling berat karena dialah Si pelaku utama.

"Jung Jae, kasus ini dan Hae Seung. Apa semua ini karena uang?"

"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi yakin mereka semua butuh uang. Gadis itu tengah berada diambang kehancuran. Namanya sudah tercetak di headline media. Satu-satunya cara baginya untuk memulai hidup baru adalah dengan uang yang sangat kau benci itu"

"Si orang pertama itu, orang yang kau lindungi. Siapa dia sampai kau menjebak anak yang tidak bersalah. Seberapa hebat dia sampai semua orang sekota berpihak padanya?"

Tapi Bum Joo dengan senyum liciknya bersikeras mengatakan kalau 'Si orang pertama' itu adalah Sun Woo. Beberapa saat kemudian didalam mobilnya, Jae Han termenung sedih menatap walkie talkienya yang sayangnya tidak menyala hari ini.

Tahun 2015,


Soo Hyun pergi mencari mantan sunbae-nya, Jung Jae yang sekarang bekerja menjalankan sebuah toko. Setelah berbasa-basi sejenak, Soo Hyun langsung to the point berkata bahwa dia datang untuk menanyai Jung Jae perihal kasus Injoo tahun 1999. Jung Jae langsung tegang mendengarnya dan pura-pura sudah lupa.

"Sunbae langsung mengundurkan diri segera setelah kembali dari sana. Aku sedih karena Sunbae mendadak pergi tanpa pesta perpisahan"

Saat Jung Jae berusaha menghindar, Soo Hyun memberitahunya kalau Kapten Ahn mati dibunuh. Dia dibunuh karena kasus Injoo, dia dibunuh saat dia ingin mengungkapkan kebenaran dibalik kasus itu. Apa yang sebenarnya terjadi di Injoo? tanya Soo Hyun. Tapi Jung Jae bersikeras tidak ada apa-apa, kasus itu sudah sesuai yang tertulis dalam laporan.


Jung Jae langsung beranjak bangkit, tapi Soo Hyun cepat-cepat mencegahnya dan memberitahunya tentang apa yang Kapten Ahn ucapkan sebelum dia meninggal dunia, bahwa dia yang membunuh Jae Han dengan tangannya sendiri. Tapi Jung Jae tetap bersikeras tidak tahu apa-apa dan cepat-cepat melepas tangan Soo Hyun darinya.


"Lee Jae Han Sunbaenim adalah sahabat dekatmu. Tolong katakan sesuatu, apa saja."

"Jae Han, tidak pernah menyerah akan kasus itu. Maaf, hanya itu yang bisa kuberitahukan padamu."


Hae Young baru saja tiba di parkiran kantor polisi, tepat saat itu dia melihat Sung Bum baru saja keluar dari kantor polisi dan masuk mobilnya. Tapi yang paling menarik perhatian Hae Young adalah hiasan bandul yang tergantung di kaca spion mobilnya Sung Bum... hiasan bandul mobil yang sama persis dengan yang dia lihat di rumah sakit Injoo. Sung Bum ada di TKP saat Kapten Ahn dibunuh!


Dia cepat-cepat menghubungi Soo Hyun dan memberitahukan masalah ini lalu mengajak Soo Hyun ke suatu tempat. Selama dalam perjalanan, Hae Young memaparkan semua dugaannya.

Mengingat Kapten Ahn ditusuk di area vital, Hae Young menduga pembunuhnya adalah seseorang yang sudah ahli dalam pembunuhan, seperti Sung Bum. Tapi Sung Bum tidak mungkin membunuh Kapten Ahn seorang diri, pasti ada orang lain yang memerintahkannya melakukan itu.

Sung Bum bisa mencapai semua hal yang dimilikinya tanpa bantuan siapapun. Orang seperti dia biasanya tidak mudah percaya pada siapapun. Dia pasti memiliki sesuatu untuk berjaga-jaga, mungkin senjata atau bukti yang menyatakan kalau dia diperintahkan seseorang. Dia tidak mungkin menyimpannya di rumahnya atau di kantornya yang jelas mudah diperiksa oleh polisi.


Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah rumah di daerah Yeonhui yang terdaftar atas nama Ibunya Sung Bum... rumah yang sudah dimilikinya sejak tahun 2000, tahun menghilangnya Jae Han. Curiga, Hae Young langsung membobol pagar rumah kosong itu. Hae Young panik, memangnya polisi boleh melakukan itu?

"Tentu saja tidak boleh" ujar Soo Hyun "Hanya polisi lawas yang boleh melakukannya. Kau ambillah surat perintah dan kembali besok"


Panik, Hae Young cepat-cepat ikut masuk lalu menutup pagar setelah memastikan tidak ada orang yang melihat mereka. Rumah itu kosong bahkan tidak tampak ada tanda-tanda pernah dimasuki orang. Mereka berkeliling mengedarkan senter-senter mereka mencari sesuatu yang mungkin disembunyikan di sebuah tempat penyimpanan.

Setelah beberapa lama tidak mendapatkan apapun, mereka memutuskan untuk mencari ke lantai bawah. Mereka lalu mengecek ke gudang lantai bawah tapi tetap saja tidak ada apapun disana.

 

Dalam perjalanan keluar melewati halaman depan, tiba-tiba sesuatu membuat Hae Young membeku... tangga. Dia langsung teringat ucapan Kapten Ahn sebelum meninggal bahwa dia pergi kesana setelah mendengar suara Jae Han di walkie talkie untuk memeriksa sesuatu yang mendapati 'itu' masih ada disana, di bawah tangga.

Hae Young bertanya-tanya jika memang tidak ada apa-apa di rumah ini, lalu kenapa selama 10 tahun ini Sung Bum tidak menjual rumah ini? Dia lalu meminta Soo Hyun untuk mencari tahu kegiatan Kapten Ahn sebelum dia meninggal dunia.


Soo Hyun lalu menelepon Detektif Kim dan memintanya mencari tahu apakah Kapten Ahn pernah melewati gerbang tol Yeonhui. Setelah mendapat informasi dari Detektif Kim, Soo Hyun memberitahu Hae Young bahwa Kapten Ahn memang melewati gerbang tol Yeonhui 2 hari yang lalu.


Mendengar itu, Hae Young langsung mengambil sekop dan menggali tanah di bawah tangga sementara Soo Hyun membantunya menyinarinya dengan senter. Tak lama kemudian, sekopnya Hae Young mengenai sesuatu yang cukup keras. Hae Young langsung menggalinya dengan tangan sampai akhirnya dia menemukan sebuah tulang.


Soo Hyun shock melihatnya. Dia langsung ikut membantu menggali dengan tangannya... hingga akhirnya mereka menemukan tulang bahu yang ada pelat metalnya... dan disamping tulang itu, ada sebuah ID tag yang plastiknya sudah sangat berdebu.



Soo Hyun gemetaran dengan mata berkaca-kaca saat dia memungutnya lalu perlahan-lahan mengeluarkan ID tag itu dari plastiknya... dan mendapati itu adalah ID-nya Jae Han.



Komentar:

Astaga, kenapa orang sebaik Jae Han harus berakhir tragis terkubur di tempat seperti itu? Seberapa besar sebenarnya kasus pemerkosaan itu sampai memakan nyawa banyak orang? Seberapa penting 'Si orang pertama' itu sampai dilindungi oleh semua polisi dan orang sekota sampai korban juga mau-maunya dipaksa bersekongkol?

Aku curiga TKP yang asli jangan-jangan di rumahnya Dong Jin, apalagi sikap Ayahnya Dong Jin yang ngamuk-ngamuk melarang Jae Han masuk rumahnya. In case ada yang bingung hubungannya apa dengan perusahaan semen yang disebut-sebut Jae Han, semua orang tua ke-7 anggota senat sama-sama bekerja di perusahaan semen Injoo.

Jadi mungkin 'Si orang pertama' itu anaknya petinggi perusahaan semen dan yang menyuap semua polisi dan orang sekota kemungkinan orang tuanya anak-anak Ingan yang bekerja di perusahaan semen itu. Mungkin juga kasus ini terkait kasus lain yang lebih besar mengingat banyaknya korban. Berhubung sekarang Sun Woo sudah fixed jadi tersangka, kayaknya nasibnya Sun Woo tidak akan berubah deh. Aku hanya berharap semoga Sun Woo dapat keadilan.

10 comments :

  1. Klu kasus nya terungkap..bukan sun woo pelakunya..ada kmungkinan jae han msh hdup ya..akhh..bikin penasarann sama drama ini.
    Si bum joo kok licik banget, betul kata mba ima..kasus injoo ini kok rumit bgt
    Mksh sinopsisnya

    ReplyDelete
  2. duh nangis deh klo lihat nasib hyung-nya hae young. Semangat ya mbak bwt ngelanjutin sinopnya. Aq suka banget dan selalu menantikannya

    ReplyDelete
  3. Mudah2an happy ending. Jangan pula udah capek2 Hae Young ma Soo Hyun mengungkap kasus ini eh ujung2nya Jae Han tetap "dibawah tangga"
    Andwe...

    ReplyDelete
  4. Dilanjut terus ya min Updatenya.....

    ReplyDelete
  5. Semangat terus bikin recapnya ya mba...^_^.udah seperti over dosis minum obat nih sekali bisa 5-6 kali nengokin lanjutan nya..

    ReplyDelete
  6. yang lagi ngikutin dramanya song couple 'Descendants Of The Sun', baca sinopsisnya disini ya ^^
    http://www.dramehouse.com/2016/03/download-descendants-of-sun-ost-part-3.html :))

    ReplyDelete
  7. aku nntn ep 12 tetiba nangis aja ngeliat betapa frustasi nya jaehan saat tahu klo itu tmpt bukan tkp ! mkin makin kerasa esmosi nya saat dia nemuin sahabat nya itu >< aku yg nntn nya juga serba salah ;; pantesan aja stlh ksus injoo ini dan ngilang nya jaehan, shbatnya lgsg resign.. mngkn krna mrsa bersalah kali yaa ;___;;;;

    update terus yaa mba ima ~ tnggl mggu ini dan mggu dpn dehh :(

    ReplyDelete
  8. Ayo chingu...lanju ep.13&14 nya?
    udah nunggu bngt nihh..-;nggak sabar

    ReplyDelete
  9. Ayo chingu, ditunggu terus episode 13 dan 14 nya
    Udah nunggu lama banget nichh
    Ga sabar pengin tau kelanjutannyA
    Terima kasih

    ReplyDelete
  10. 1st time here.
    Suka bgt drama mcm gini. Tp sebel jg sm antagonisnya.duh.. pgn bejek2 smpe hancur deh. Hihhh..
    Kepolisiannya bnr2 kotor ya.sebel bgt. Hanya segelintir yg msh ada dijlan yg lurus kyk lee jae han. Bahkan temennya pun juga berpaling, semuanya krn tuntutan ekonomi,
    Di kehidupan kita, pasti jg ada mcm gt, paling dlm pemerintahan sana ada aja paling yg model gini. Rotten banget! Perlu bgt dibasmi,

    ReplyDelete