March 2, 2016

Signal Episode 12 - 1

Signal Episode 12 - 1


Hae Young shock mendapati Kapten Ahn dalam keadaan sekarat dengan perut berlumuran darah. Dia hendak menelepon rumah sakit tapi Kapten Ahn langsung mencegahnya. Dengan napas berat, dia mengaku kalau dia pernah mendengar suara Jae Han di walkie talkie itu.


[Flashback] Suatu malam setelah memungut walkie talkie itu dari tempat sampah, dia melihat walkie talkie itu berbunyi dan mendengar suara Jae Han menyapa Hae Young. Kapten Ahn sangat shock waktu itu karena dia yakin sekali kalau Jae Han sudah mati.




"Itu mustahil... tidak mungkin Lee Jae Han masih hidup," erang Kapten Ahn. Dia mengaku setelah mendengar suara Jae Han di walkie talkie itu, dia langsung pergi 'kesana' untuk memeriksanya dan mendapati 'itu' benar-benar masih ada disana, dibawah tangga.

"Anda bicara apa?"

"Aku, aku... yang membunuh Lee Jae Han. Dengan tanganku sendiri. Aku menyesalinya lebih dari apapun. Jika dia memang masih hidup, jika Lee Jae Han masih hidup. Katakan padanya kalau aku tidak punya pilihan lain selain melakukannya."


Hae Young tak percaya mendengarnya "Kenapa, kenapa Kapten melakukan itu?"

"Semuanya... dimulai di Injoo" itulah kata-kata terakhir Kapten Ahn sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.


Hae Young langsung menelepon pihak medis tapi nyawa Kapten Ahn sudah tak terselamatkan. Dia terus membisu selama diinterogasi dua orang polisi Injoo. Saat para polisi Seoul tiba, polisi Injoo memberitahu mereka bahwa Hae Young ada bersama korban saat korban tewas.

Informasi itu dan darah yang melumuri tangan dan pakaian Hae Young membuat para polisi Seoul langsung menuduh Hae Young sebagai pelakunya. Tim kasus dingin berusaha membela Hae Young dan mengingatkan mereka semua bahwa mereka masih belum mengetahui kejadian yang sebenarnya. Tapi polisi yang lain terus bersikeras dengan keyakinan mereka bahwa Hae Young lah yang membunuh Kapten Ahn.


Bum Joo datang tak lama kemudian dan menghentikan keributan ini. Saat dia menanyakan kondisi Kapten Ahn, saat itulah Hae Young akhirnya mulai buka suara dan memberitahunya bahwa Kapten Ahn sudah meninggal dunia saat dia tiba disini.


Hae Young lalu dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi langsung oleh Bum Joo. Hae Young berkata jujur kalau dia kesana karena dia ditelepon Kapten Ahn yang menyuruhnya kesana karena Kapten Ahn ingin mengatakan sesuatu tentang kasus pemerkosaan geng Injoo tahun 1999. Kapten Ahn bilang kalau kasus itu sudah dirubah tapi dia sudah diserang duluan sebelum sempat memberitahu apapun.

Lalu apakah Hae Young melihat orang yang mencurigakan di TKP? tanya Bum Joo. Hae Young berkata Kapten Ahn sendirian setibanya dia disana. Lalu bagaimana dengan senjatanya? Hae Young mengaku tidak melihat senjata apapun. Lalu bagaimana dengan saksi dan situasi di sekitar TKP? Hae Young lagi-lagi mengaku tidak tahu karena situasi saat itu sangat gelap. Bum Joo langsung menggebrak meja dengan sangat marah dan mengomeli Hae Young karena tidak becus melihat keadaan padahal dia seorang polisi.


Dia lalu memerintahkan semua anak buahnya Kapten Ahn untuk menyelidiki kasus ini, periksa semua pergerakan Kapten Ahn, CCTV, dll, lalu bawa pembunuhnya ke hadapannya. Tapi Tim kasus dingin tidak boleh ikut serta dalam penyelidikan ini karena salah satu anggota tim mereka adalah tersangka. Hae Young tidak percaya mendengarnya, dia berusaha membela diri tapi Bum Joo ngotot menetapkan Hae Young sebagai tersangka.


Hae Young langsung diinterogasi habis-habisan dituduh sebagai satu-satunya orang paling mencurigakan karena hanya dia satu-satunya orang yang tahu tentang janji pertemuan di rumah sakit Injoo. Saat Hae Young masih bersikeras bukan dia pelakunya, si detektif langsung bertanya curiga kenapa waktu itu Hae Young dan Kapten Ahn bertengkar? Apa yang mereka pertengkarkan waktu itu? (Waktu Hae Young dan Kapten Ahn bertengkar setelah Hae Young mendapati walkie talkie itu ada didalam laci meja kerjanya Kapten Ahn)


Selama Hae Young diinterogasi, polisi yang lain menggeledah meja kerja Kapten Ahn dan mendapati beberapa foto putri Kapten Ahn dan laporan medis. Mereka kaget menemukan semua itu karena mereka tidak pernah tahu kalau Kapten Ahn memiliki keluarga.


Dari dokter, mereka mendapat informasi bahwa putri Kapten Ahn sudah cukup lama menderita kanker Leukimia dan sudah meninggal dunia 3 hari yang lalu.


Polisi lalu melaporkan informasi ini pada Bum Joo yang pura-pura baru tahu, padahal jelas-jelas dia sudah tahu tentang putri Kapten Ahn. Si polisi melapor bahwa di sekitar TKP tidak ada CCTV. Berdasarkan hal ini, dia menduga bahwa pembunuhan Kapten Ahn sudah direncanakan terlebih dulu. Lalu dari laporan daftar teleponnya, mereka mendapati Kapten Ahn bicara di telepon dengan Kim Sung Bum.


[Flashback] Sung Bum diinterogasi. Awalnya dia menyangkal kenal Kapten Ahn tapi kemudian mengaku kalau dia adalah informan Kapten Ahn. Saat dia ditanya tentang teleponnya dengan Kapten di hari pembunuhan Kapten Ahn, Sung Bum berkata kalau dia hanya meminta Kapten Ahn untuk mengurusi anak buahnya. Maksudnya? Sung Bum berkata bahwa beberapa minggu yang lalu ada polisi yang mencarinya. Polisi yang datang padanya itu bernama Park Hae Young dan dia terus menerus menanyainya tentang Kapten Ahn dan apakah Kapten Ahn menerima uang sogokan dan mengubah suatu kasus.


Kenapa Hae Young melakukan menyelidiki Kapten Ahn? tanya Bum Joo. Sayangnya, polisi tidak bisa memberinya jawaban karena saat mereka menanyakan masalah ini pada Hae Young, dia tidak mau menjawab dan memutuskan untuk menggunakan hak diamnya. Bum Joo lalu memerintahkan agar mereka menyelidiki latar belakang dan segala sesuatu tentang Hae Young dan kenapa Hae Young menyelidiki Kapten Ahn.


Soo Hyun berusaha mencari informasi tentang kebenaran kabar yang mengatakan kalau Kapten Ahn dan Hae Young bertengkar gara-gara walkie talkie. Dia berusaha menanyakan walkie talkie itu karena curiga walkie talkie yang mereka pertengkarkan adalah walkie talkie milik Jae Han. Sayangnya, rekan itu dengan dinginnya mengingatkan Soo Hyun kalau Tim kasus dingin dikeluarkan dari kasus ini jadi sebaiknya dia tidak ikut campur.


Tak lama kemudian, Hae Young akhirnya diperbolehkan pulang. Tapi polisi mengingatkannya kalau dia adalah tersangka jadi dia tidak boleh pergi ke tempat jauh dan tidak boleh mematikan hapenya. Di luar, Hae Young mendapati Soo Hyun tengah menunggunya.

Mereka lalu bicara di atap dimana Soo Hyun memberitahunya tentang Kapten Ahn yang membesarkan anaknya seorang diri pasca bercerai. Tidak ada seorangpun di kepolisian yang mengetahui hal ini karena Kapten Ahn tidak pernah menceritakan apapun tentang keluarganya. Dan 3 hari yang lalu, putri Kapten Ahn meninggal dunia karena Leukimia. Hae Young satu-satunya orang yang bersamanya saat Kapten Ahn meninggal tapi dia malah tidak memberikan pernyataan yang jelas, kalau begini caranya bisa-bisa Hae Young akan disalahkan.

"Bukan aku."

"Aku tahu, aku percaya padamu. Kurasa bukan kau yang membunuhnya. Karena itulah aku bertanya, kenapa kau menyelidiki Kapten Ahn? Aku harus tahu sesuatu agar bisa membantumu."


Walaupun awalnya agak ragu, tapi Hae Young akhirnya berkata, "Kasus penyuapan Detektif Lee Jae Han... dia dijebak"

Soo Hyun shock mendengarnya, bagaimana Hae Young bisa tahu mengenai kasus itu? Kenapa Hae Young menyelidiki Jae Han? Soo Hyun makin shock saat Hae Young berkata kalau kasus itu direncanakan oleh Kapten Ahn dan Sung Bum. Soo Hyun benar-benar bingung, bagaimana Hae Young mengetahui masalah itu?

"Itu tidak penting," ujar Hae Young. Yang paling penting adalah Kapten Ahn ada sangkut pautnya dengan kasus suap ini dan pasti ada orang lain yang punya kekuasaan besar yang mendukungnya "Kau tadi bilang kan, kau percaya padaku. Aku juga begitu. Aku hanya punya kau seorang, Detektif Cha. Hanya kau satu-satunya orang yang bisa kupercayai di dalam organisasi kepolisian."

Lalu apakah dia punya bukti kalau Kapten Ahn yang menjebak Jae Han dalam kasus suap? tanya Soo Hyun. Hae Young mengaku bahwa sebelum Kapten Ahn meninggal, semua itu hanya dugaan saja. Tapi sekarang dia jadi yakin. Karena Kapten Ahn sendirilah yang mengaku sebelum meninggal dunia, bahwa dia yang membunuh Jae Han dengan tangannya sendiri.


Soo Hyun tentu saja  shock mendengarnya. Dia benar-benar tidak ingin mempercayainya, sama sekali tidak mengerti kenapa Kapten Ahn membunuh Jae Han. Hae Young memberitahunya bahwa semua ini dimulai dari kasus Injoo, baik Jae Han maupun Kapten Ahn sama-sama mati gara-gara kasus Injoo.

Tahun 1999,


Jae Han mendatangi sekolahnya Hae Seung untuk menginterogasi wali kelas Hae Seung. Pak guru berkata kalau Hae Seung itu anak yang tidak dekat dengan siapapun karena dia jarang masuk sekolah dan tidak pernah bergaul dengan siapapun.

Saat Jae Han mulai menanyakan anak-anak 'In-gan' (bisa diartikan orang sekaligus singkatan dari anggota badan senat SMA Injoo) dan kabar yang mengatakan kalau Hae Seung pacaran dengan salah satu anggota Ingan, Pak guru tampak agak canggung dan berkata kalau kabar itu tidak mungkin benar karena anak-anak tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Jae Han sepertinya tidak percaya dan langsung menuntut Pak guru untuk memperlihatkan data-data anak-anak Ingan itu.


Kapten kepolisian Injoo mendapat kabar tentang aksi Jae Han ini lalu melaporkannya pada Bum Joo. Mereka berdua jadi semakin cemas sekarang, takut kalau Jae Han akan bisa membongkar kasus ini. Apalagi sampai saat ini mereka masih belum bisa melacak siapa orang memposting postingan itu. Bum Joo yakin pasti salah satu dari 7 anggota senat sekolah karena hanya mereka yang paling tahu banyak tentang kasus ini.

Dia mulai ngamuk-ngamuk karena Kapten kepolisian Injoo benar-benar tidak becus menangani masalah ini. Masak mencari salah satu dari 7 anak itu saja dia tidak bisa?! Kalau Jae Han sampai menemukannya duluan, mereka berdualah yang akan habis.

Kapten Injoo berkata kalau dia sudah menanyai anak-anak itu tapi anak-anak itu bilang bukan mereka. Bum Joo malah makin emosi mendengarnya, masak dia langsung percaya begitu saja hanya karena anak-anak itu bilang tidak. Cemas, Bum Joo memerintahkan agar ke-7 anak itu dikirim ke luar kota saja, mumpung sekarang liburan jadi mereka punya alasan kalau mereka sedang berlibur ke rumah saudara atau teman.


Selama Kapten Injoo menelepon ketujuh keluarga anggota senat dan memerintahkan mereka untuk mengirim anak-anak mereka ke luar kota, Jae Han masih di sekolah menyelidiki data-data ke-7 anggota senat.

 

Jae Han menyimpulkan bahwa orang yang memposting pemerkosaan itu adalah salah satu anak diantara mereka yang merasa sangat bersalah telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan pada teman mereka sendiri. Anak itu pastilah seorang anak yang tertutup dan agak sensitif tapi setidaknya dia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan diantara data ke-7 anak itu, yang paling menarik perhatian Jae Han adalah data seorang anak bernama Lee Dong Jin. Dia lalu pergi ke rumah sakit dan menanyai suster tentang apakah mereka pernah melihat salah satu dari ke-7 anak anggota senat itu.


Pada saat yang bersamaan, Kapten Ahn diperintahkan untuk mencari salah satu anak yang susah dihubungi... dan anak itu adalah Lee Dong Jin. Dia lewat tepat saat Jae Han sedang menanyakan alamat rumah Dong Jin pada salah satu tetangga.


Dong Jin tampak gugup saat Kapten Ahn mendorongnya masuk mobil. Sebelum mengantarkan Dong Jin ke luar kota, Kapten Ahn menasehati Dong Jin untuk tidak mengangkat telepon dari siapapun kecuali dari orang tuanya.


Tepat saat dia baru saja menyalakan mobilnya, Jae Han tiba-tiba menghadang mobilnya. Dia langsung masuk mobil dan mengungkapkan dugaannya bahwa Dong Jin lah yang memposting postingan pemerkosaan di website sekolah. Kapten Ahn shock mendengarnya tapi karena Jae Han mengira kalau Dong Jin ada didalam mobilnya karena dia menangkap Dong Jin, Kapten Ahn akhirnya terpaksa membawa Dong Jin ke kantor polisi.


Semua polisi langsung berhamburan keluar dari kantor mereka saat melihat Jae Han membawa Dong Jin ke ruang interogasi. Bum Joo cepat-cepat menyuruh Kapten Injoo untuk menghubungi keluarganya Dong Jin lalu mengawasi proses interogasi itu dari kaca dua arah.


Jae Han memperhatikan kegugupan dan ketakutan Dong Jin saat dia menunjukkan copy postingan itu padanya. Walaupun Dong Jin mengaku tak tahu apa-apa, Jae Han terus saja membaca ulang postingan itu. Saat Dong Jin masih bersikeras berkata kalau dia tidak tahu menahu, Jae Han mengaku kalau dia sudah melihat laporan data sekolahnya dan keenam temannya. Dari situ Jae Han mendapati fakta bahwa kenam teman Dong Jin memang melakukan apa yang tertulis didalam postingan, menjalani hidup tenang seolah tak pernah terjadi apapun, masuk kelas dan mengikuti berbagai kegiatan sekolah seperti biasanya.


"Kecuali kau" kata Jae Han "Sejak pertengahan November, kau sering absen dan pulang cepat dengan alasan sakit. Tapi sepertinya kau tidak sakit, iya kan?"

Jae Han mengaku kalau dia sudah memeriksa rumah sakit Injoo dan mendapati fakta kalau Dong Jin tidak pernah diperiksa ataupun opname di rumah sakit. Tapi Dong Jin pernah kedapatan beberapa kali mendatangi rumah sakit (berdasarkan informasi dari suster yang mengenali foto Dong Jin). Jadi jika dia tidak pernah sakit maka pasti ada alasan lain kenapa Dong Jin pergi ke rumah sakit.

"Hae Seung. Kau pergi untuk menemui Hae Seung beberapa kali tapi kemudian pergi tanpa bertemu dengannya. Dong Jin-ah, kau tidak mau menjadi iblis, bukan?"

Dong Jin langsung terisak saat Jae Han berkata bahwa seharusnya dia tidak melakukan hal itu walaupun teman-temannya memerintahkannya untuk melakukan itu "Tapi kau sadar kalau kau salah. Jadi, katakan padaku. Apakah 'Si orang pertama' yang menyuruhmu untuk melakukannya?"


Dong Jin benar-benar gemetaran hebat dan panik sekarang. Jae Han akhirnya mengulang interogasinya dengan pertanyaan lain. Apa hubungan Dong Jin dengan Hae Seung? Tapi Dong Jin berkata kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa tapi... "Sebelum hari itu, aku tidak pernah bicara dengannya."

"Hari itu?"

"Mereka berdua yang mendatangiku duluan" tangis Dong Jin


[Flashback] Hari itu, Sun Woo datang ke rumahnya bersama Hae Seung. Dong Jin heran melihat mereka datang berdua. Dia bingung kenapa Sun Woo yang merupakan seorang murid teladan malah bergaul dengan anak buangan seperti Hae Seung. Apa Sun Woo menyukai Ha Seung?


Sun Woo cepat-cepat menyangkalnya, tapi dengan senyum malu-malu dia berkata kalau dia dan Hae Seung hanya guru dan murid saja. Dia lalu meminta izin Dong jin untuk meminjamkan rumah ini selama seminggu saja karena dia ingin mengajari Hae Seung.


Jae Han mendesak Dong Jin untuk melanjutkan ceritanya. Tapi tepat saat itu juga, ayah Dong Jin menerobos masuk dan marah-marah pada Jae Han karena menginterogasi anak dibawah umur tanpa izin lalu cepat-cepat menyeret Dong Jin pergi.


Jae Han berusaha mengejarnya tapi Bum Joo mencegahnya dan mengingatkannya bahwa jika dia ingin menginterogasi anak dibawah umur maka dia harus melakukannya sesuai prosedur. Kalau Jae Han ingin menginterogasi ketujuh anggota senat untuk mencari 'Si orang pertama' maka Jae Han harus mendapatkan surat pemanggilan resmi terlebih dulu.


Kapten Injoo bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang. Bum Joo dengan santainya memerintahkan Kapten untuk menangkap 'Si orang pertama'. Tapi yang dimaksudnya bukan menangkap pelaku yang sebenarnya tapi orang lain yang akan bisa mereka kambinghitamkan dengan mudah, orang yang tidak punya uang, tidak punya kekuasaan dan tidak punya pelindung. Dimana bisa menemukan anak seperti itu? tanya Kapten Injoo. Bum Joo langsung mengingatkannya kalau tadi Dong Jin sudah menyebutkan nama anak itu, Sun Woo. Teganya kau Bum Joo!!!!

Tahun 2015,


Soo Hyun masih shock saat Hae Young membawanya ke rumahnya. Saat Hae Young sedang mengumpulkan berkas-berkas kasus Injoo, Soo Hyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar dan mendapati kamar itu penuh dengan tempelan berbagai dokumen kasus dan bertumpuk-tumpuk buku.


Hae Young menunjukkan beberapa berkas kasus Injoo yang berhasil ia kumpulkan seorang diri dengan susah payah. Sayangnya, tidak banyak informasi berguna yang tersisa di kantor pusat, dia bahkan tidak tahu apa yang diselidiki oleh Tim satuan khusus, dia juga sudah berusaha mencari berkas informasi dari kantor jaksa tapi hasilnya sama saja.


Soo Hyun mengambil berkas-berkas itu. Tapi sebelum dia membukanya, dia meminta Hae Young menceritakan kisahnya dulu. Apa sebenarnya yang terjadi di Injoo padanya dan pada hyung-nya?

Flashback,


Malam itu, Sun Woo sedang menilai hasil tes Hae Young yang benar semua. Karena dia dapat nilai 100, Hae Young langsung menagih janji Sun Woo untuk makan malam bersama sekeluarga. Sun Woo setuju dan berjanji akan bicara pada ayah dan ibu mereka nanti. Sayangnya, tepat saat itu juga polisi datang untuk menangkap Sun Woo.


Hae Young kecil menangis ketakutan saat melihat Sun Woo diseret keluar. Tapi Sun Woo tetap tenang saat dia menasehati Hae Young untuk kembali ke rumah dan mengunci pintu dan berjanji, "Hyung akan segera kembali."


Hae Young menurut dan menunggu sendirian di rumah. Tapi setelah beberapa saat Sun Woo masih juga belum pulang, Hae Young langsung pergi ke kantor polisi. Dia meminta pada salah seorang polisi untuk mencarikan Hyung-nya, tapi dia malah diusir dan didorong keluar.


Tak lama setelah kejadian itu, ayah Hae Young marah dan langsung mengepaki barang-barangnya. Ibu Hae Young berusaha meyakinkan suaminya kalau anak sulung mereka tidak mungkin melakukan itu, dia bukan anak yang akan melakukan hal-hal semacam itu.

Tapi Ayah tidak percaya, bahkan tidak mau lagi mengakui Sun Woo sebagai anaknya dan langsung pergi meninggalkan rumah dengan membawa Hae Young. Kedua orang tuanya bercerai setelah itu dan dia dibawa ayahnya ke Seoul. Dia masih terlalu kecil waktu itu dan tidak mengerti apa kesalahan kakaknya. Yang dia rasakan waktu itu hanya ketakutan.
 

Beberapa waktu kemudian, dia mendengar kabar kalau Hyung-nya sudah dikeluarkan dari tahanan remaja. Dia langsung kembali ke Injoo begitu mendengar kabar itu. Tapi sesampainya di rumah, dia malah mendapati Hyung-nya bunuh diri. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa Hyung-nya bunuh diri. Dia baru tahu beberapa waktu kemudian.

Bersambung ke episode 12 - 2

10 comments :

  1. Ya ampunnnn....gregetan sama si bum joo ini..

    ReplyDelete
  2. Ayo chingu..lanjut lagi sinopsisnya;..semangat.....
    greget bngt sama kasus kali ini_'.
    rasanya pngn bejek" tuh si bum joo..

    ReplyDelete
  3. Mba ima hwaiting..!!!!
    Duh mba penasaran..
    Kok bisa sih sun woo yg kena, pdhl mereka cuma belajar bersama ajja.
    Bum joo nya memang nyebelin.
    Mba ditunggu lanjutannya

    Motongnya pas bgt dititik paling penasaran
    Huaahh.. saya bolak balik mba udh cekkin yg terbaru

    ReplyDelete
  4. Ngasah golok dulu buat nggorok si bum joo
    Bikin esmosii ajah tuch orng...

    ReplyDelete
  5. Ga bikin bosen ya ini alur ceritanya.keren....4 jempol buat drama ini.mksh recapnya...lanjutkan!!!^_^

    ReplyDelete
  6. sebel setengah mati sama bum joo. Anak yang bersalah diselamatkan gegara kaya n status doank sementara anak yang nggak salah jadi disalahkan. Ih ada nggak sih org kyk bum joo?semangat mbak bwt nerusin ceritanya yang makin seru...

    ReplyDelete
  7. sinopsis episode 12 part 2 nya ditunggu ya mbak ,
    semangat ..!!

    ReplyDelete
  8. Lanjut mbak ima, mkn seru aj ceritanys
    Gmn akhirnya, mdh2an happy ending,
    Kebongkar smua kasus22nya

    ReplyDelete
  9. Mbak, di tunggu eps 12 part 2 nya, kmren ngliat youtube sedih, gak tega ngliatnya

    ReplyDelete
  10. Kayanya kkak nya Hae Young dibunuh deh...konspirasi ini kayanya,hmmm...
    Jae Han & Bum Joo gae-saek*i itu pernah main bareng lho,di film Hwayi,monster boy. Daku suka sama karakter mereka berdua krn walo sm2 penjahat,tapi tetap sm2 sayang ma Hwayi..halah,ini kok jd keluar dr Signal yah? Mian..#nyengir_mode_on.
    Semangat lanjutkan sinopnya ya..

    ReplyDelete